Home Blog Page 6274

11.485 Penumpang Padati KNIA

Foto: Batara/Sumut Pos Penumpang memadati Bandara KNIA.
Foto: Batara/Sumut Pos
Penumpang memadati Bandara KNIA.

SUMUTPOS.CO – MEMASUKI H-3 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, pemudik terus memadati bandara, pelabuhan, stasiun bus, dan stasiun kereta api, Selasa (12/6). Berdasarkan data yang diperoleh dari Operasi Ketupat Toba 2018, tercatat sedikitnya 272.648 orang melakukan mudik. Jumlah tersebut meliputi, keberangkatan 133.389 orang dan kedatangan 139.259 orang.

Ribuan penumpang terus berdatangan dan memadati terminal penumpang Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang, Selasa (12/6). Dari data sementara yang tercatat di Posko Pantau Lebaran Bandara, sebanyak 11.485 penumpang datang dan berangkat. Bahkan pada pukul 13.00 WIB, ada lima penerbangan ekstra yang dilakukan maskapai untuk mengangkut penumpang ke sejumlah tujuan .

“Penumpang ramai sejak pagi. Diperkirakan sampai malam nanti juga masih ramai, bahkan lebih ramai dari hari sebelumnya. Keberangkatan dan kedatangan hampir sama padatnya,” kata Duty Maneger Bandara Kualanamu Hendry L Tobing di KNIA.

Terpisah, Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengakui, terjadi peningkatan jumlah penumpang di bandara jika dibandingkan pada mudik lebaran tahun 2017 lalu. Diprediksinya, peningkatannya sekitar 3 persen. Namun begitu, secara keseluruhan, jumlah pemudik tahun 2018 ini, baik dari terminal bus, terminal kereta api, pelabuhan, dan bandara, terjadi penurunan sekitar 15 persen. “Kenaikan justru terjadi pada penumpang pesawat, baik keberangkatan dan kedatangan sebesar 3 persen,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (12/6).

Sementara, lanjut Nainggolan, jumlah kedatangan hingga hari kelima Operasi Ketupat Toba 2018, masih lebih tinggi dibanding keberangkatan. “Jumlah kedatangan hingga hari kelima 139.259 orang, sedangkan keberangkatan 133.389,” sebutnya.

Nainggolan menambahkan, guna memberikan kenyamanan masyarakat dalam melaksanakan mudik Idul Fitri 2018, personel lalulintas di Operasi Ketupat Toba telah melaksanakan sejumlah kegiatan. Hal itu, tutur dia, berupa imbauan, penyuluhan dan juga tindakan preventif. “Kegiatan ini dilakukan dengan pemasangan spanduk, banner, brosur, gerakan pengatur lalulintas, patroli, penjagaan serta pengawalan,” tandasnya.

Sementara, berdasarkan pantauan pada beberapa ruas jalan seperti di Jalan Sisingamangaraja hingga mengarah ke persimpangan Terminal Terpadu Amplas, mulai terjadi kepadatan kendaraan. Misalnya, seperti di Jalan Sisingamaraja menuju Kota Medan, kendaraan terlihat mulai padat hingga menuju persimpangan Jalan Tritura, Medan. Hal itu dipicu, lantaran di seputaran jalan tersebut, terdapat loket-loket pool bus di kiri dan kanan Jalan Sisingamangaraja.

Lain halnya seperti di Terminal Amplas, justru belum terjadi kepadatan kendaraan dan jumlah penumpang yang memadati terminal. Diperkirakan lonjakan penumpang terjadi pada H-2 lebaran.

Antre di Amplas & Sei Rampah

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PINTU TOL_Beberapa kendaran keluar dan masuk di gerbang tol Amplas Medan, Rabu (5/7)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PINTU TOL_Beberapa kendaran keluar dan masuk di gerbang tol Amplas Medan, beberapa waktu lalu.

SUMUTPOS.CO – Difungsikannya ruas tol Tanjungmorawa (Tamora)-Parbarakan memang dapat mengurai kemacetan yang kerap terjadi di pintu Tol Tanjungmorawa. Namun, kepadatan kendaraan kini malah berpindah ke pintu tol Amplas dan Sei Rampah. Pasalnya, pengendara memilih menggunakan jalur tol karena dinilai lebih efektif.

Pada H-3 Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, arus kendaraan terlihat padat di dua pintu masuk dan keluar yakni Amplas dan Sei Rampah. Pantauan Sumut Pos, pintu tol Sei Rampah terlihat antrean puluhan kendaraan yang ingin keluar dari jalur tol.

Antrean tersebut lebih banyak dari hari biasa sebelum masuk arus mudik. Namun peningkatannya tidak begitu signifikan, diperkirakan jarak kendaraan selama berada di jalur tol tergolong jauh. Selain itu, proses transaksi juga lebih cepat, sehingga waktu kendaraan berada belakang barrier lebih singkat. “Karena harganya ‘kan mahal, makanya kita udah siapkan pulsa. Jadi pas bayar, sudah otomatis,” kata Eko, warga Medan Denai yang berniat mudik ke Gunung Tua menggunakan kendaraan pribadi.

Sementara di sisi pintu Tol Amplas, antrean juga terlihat panjang. Sebab lokasi ini menjadi satu pintu prioritas pilihan pengendara untuk berangkat keluar dari Kota Medan selain Belawan, Mabar, Tanjungmulia, Haji Anif dan Bandar Selamat.

Dengan terhubungnya ruas Tol Belmera-Sei Rampah, maka jalur macet di kawasan seperti Simpang Kayu Besar, Tanjungmorawa dapat diurai. Karena kendaraan yang hendak ke Tebingtinggi dan seterusnya atau ke Bandara Kualanamu dan sebaliknya (dari Medan) sudah bisa langsung tanpa harus melewati jalan umum atau arteri.

Adapun jalur alternatif lain selain jalan tol, pengendara juga dapat melewati jalur Lubukpakam-Galang-Dolok Masihul-Tebingtinggi. Pun begitu, jalur jalan lintas Sumatera setelah Tebingtinggi juga mulai terlihat padat kendaraan. Kecepatan rata-rata kendaraan hanya berkisar 30-50 km/jam. Sebab arus kendaraan dari dua arah, mulai padat.

Dishub Sumut menyebut, kemacetan arus lalu lintas yang terjadi di pintu tol Amplas dan Sei Rampah akibat operasional ruas tol Tamora-Parbarakan, wajar dan normal terjadi. “Wajar karena kan (ruas tol) itu masih baru beroperasi. Jadi kalau sedikit tersendat di pintu masuk atau keluarnya, hal itu biasa,” kata Kepala Bidang Perkeretaapian dan Pengembangan Dishub Sumut, Agustinus saat dikonfirmasi Sumut Pos tadi malam.

Adapun upaya pihaknya untuk mengantisipasi kemacetan panjang di kedua titik tersebut, dengan berkoordinasi bersama UPT Dishub setempat dan pihak kepolisian. “Ya, kita akan lebih intensifkan pengaturan arus lalu lintas pada titik tersebut. UPT setempat akan kita koordinasikan agar ke depan lebih intensif berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengatur lalu lintas di sana,” ujarnya.

Pria yang juga Ketua Tim Monitoring Angkutan Lebaran Dishub Sumut 2018 optimis, peristiwa tersebut akan normal dalam beberapa hari ke depan. “Pengendara akan terbiasa melalui ruas tol yang baru tersebut. Di samping itu kami akan lebih tingkatkan pengaturan arus lalu lintasnya bersama pihak kepolisian,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi d DPRD Sumut Baskami Ginting mengatakan, Amplas sebagai pintu keluar masuk utama Kota Medan, memang akan menghadapi antrean kendaraan di pintu tol hingga ke jalan umum. Karenanya, dia berharap pemerintah melalui petugas siaga agar mengarahkan kendaraan menggunakan pintu tol lainnya.

“Memang kalau sekarang, pintu Tol Amplas yang akan padat. Makanya kita mengimbau juga ke masyarakat, supaya jangan fokus ke sana saja, karena masih banyak pintu yang lain di tol Belmera itu kan,” sebut Baskami.

Menurutnya, persoalan baru akan muncul ketika kemudian pintu tol yang jadi pilihan utama, dipadati kendaraan hingga antrean panjang. Apalagi dari lokasi tersebut, bukan tidak mungkin memanjang hingga fly over Amplas. “Itu makanya, kalau bisa Dishub khususnya mengarahkan kendaraan supaya jangan Amplas saja, bisa juga ke Bandar Selamat, atau langsung ke pintu tol Tanjung Morawa,” sebutnya.

Karen itu, dirinya juga berharap, untuk kebutuhan jangka panjang, ruas tol seksi 1 Medan-Binjai di Tanjungmulia bisa secepatnya diselesaikan. Sehingga kendaraan yang datang dari arah Binjai dan Langkat, bisa langsung menuju Tanjung Mulia-Tanjugn Morawa sampai Sekarang Rampah.

“Paling tidak, Dihubungi kita harapkan bekerja keras mengatur lalu lintas. Karena kala tidak, ini bakal runyam, karena Amplas itu kan padat, sebagainya besar bus dan truk, keluar dari Jalan Sisingamangaraja,” pungkasnya.

56 Napi Lebaran di Rumah

Para warga binaan yang mendekam di Lapas Kelas I medan.
Para warga binaan yang mendekam di Lapas Kelas I Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 9.820 orang narapidana di Sumatera Utara mendapatkan Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri 2018. Jumlah itu terbagi pada 2.466 orang mendapat remisi 15 hari, 6.513 orang mendapatkan remisi 1 bulan, 783 orang mendapatkan remisi 1 bulan 15 hari dan 58 orang mendapat remisi 2 bulan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Subbagian Penyusunan Pelaporan, Humas dan Teknologi Informasi Kanwil Kemenkumham Sumut, Josua Ginting, Selasa (12/6) sore.

“Besarnya Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri 2018 yang diberi, narapidana yang telah menjalani pidana selama 6 bulan sampai 12 bulan memperoleh remisi 15 hari. Untuk narapidana yang telah menjalani pidana 12 bulan atau lebih memperoleh remisi 1 bulan. Sementara narapidana tahun kedua dan ketiga memperoleh remisi 1 bulan, narapidana tahun keempat dan kelima memperoleh remisi 1 bulan 15 hari dan narapida tahun keenam, seterusnya memperoleh remisi 2 bulan, ” ujar Josua.

Selain itu, ada juga yang mendapat Remisi Khusus seluruhnya atau bebas saat penyerahan remisi sebanyak 56 orang. Dengan begitu, mereka bisa berlebaran di rumah masing-masing. Jumlah tersebut terbagi pada 14 orang yang mendapat remisi 15 hari, 22 orang yang mendapat remisi 1 bulan, 19 orang yang mendapat remisi 1 bulan 15 hari dan 1 orang yang mendapat remisi 2 bulan. Dengan demikian, narapidana di Sumatera Utara yang mendapat remisi saat Lebaran berjumlah 9.876 orang.

Berdasar regulasi, jumlah narapidana yang mendapatkan remisi, kriminal umum 6.954 orang. Kemudian berdasar PP 99 Tahun 2012 sebanyak 2.696 orang, yakni narapidana yang memiliki justice collaborator, terbagi pada 2.979 orang narapidana narkotika dan 17 orang narapidana korupsi. Dari narapidana yang mendapat remisi berdasar PP 99 Tahun 2012 itu, sebanyak 15 orang akan langsung bebas saat penyerahan remisi. Selanjutnya, berdasar PP 28 Tahun 2006 sebanyak 226 orang, seluruhyna adalah narapidana narkotika.

Peluang Rebut 25,4 Persen Suara Ngambang

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Pasangan Eramas dan Djoss sebelum debat kandidat Pilgubsu, Sabtu (12/5) lalu.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Pasangan Eramas dan Djoss sebelum debat kandidat Pilgubsu, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lembaga Survei Indo Barometer merilis hasil survey terbaru mereka, tentang elektabilitas dua pasangan calon yang bertarung di Pilkada Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018. Hasilnya, pasangan Djoss (Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus) unggul tipis atas pasangan Eramas (Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah). Meski demikian, kedua paslon masih berpeluang memperebutkan 25,4 persen suara mengambang, yang belum menentukan pilihan.

“Persentase pemilih untuk Djoss 37,8 persen sedangkan Eramas 36,9 persen. 25,4 persen tidak memberikan jawaban,” kata kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari, Selasa (12/6).

Qodari menjelaskan, survey ini mereka lakukan terhadap 800 responden pada 33 kabupaten/kota di Sumut, dengan margin error kurang lebih 3,46 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survey dilakukan pada 26 Mei – 2 Juni 2018. Teknik yang digunakan yakni dengan metode wawancara tatap muka dengan kuesioner.

Keunggulan pasangan Djoss ini, menurut hasil survey, dipengaruhi oleh faktor penilaian masyarakat terhadap masing-masing calon yang maju. Pada dinamika elektabilitas, Djarot Syaiful Hidayat unggul atas Edy Rahmayadi, dengan persentase yang juga tipis. Yakni Djarot 37,0 persen sedangkan Edy 36,1 persen.

Hal yang sama terjadi pada sosok calon wakil mereka, di mana Sihar jauh unggul dibanding Musa Rajekshah. Sihar elektabilitasnya mencapai 34,0 persen, sedangkan Musa Rajekshah 28,5 persen.

“Minimnya persentase hasil survey atas dua pasangan calon ini kemungkinan akan terus berlanjut. Dan pengalaman saya, semakin tipis persentasenya semakin tinggi potensi kerawanan di pilgubsu. Untuk itu, saya mengimbau kepada aparat kepolisian harus benar-benar ekstra waspada nantinya,” katanya.

Terkait debat pertama dan kedua yang dilakukan di Kompas TV dan TVRI oleh KPU, presentase masyarakat yang menonton sangatlah minim.

“Dari hasil survey hanya 4,3 persen warga Sumut yang menonton acara debat kandidat pertama di Kompas TV dan TVRI. Nah, dari mereka yang menonton, sebanyak 67,6 persen menilai pasangan Djoss unggul pada acara debat kandidat tersebut. Sementara, pada debat kandidat kedua di Metro TV, hanya 2,1 persen yang menonton. Dari mereka yang menonton acara debat kandidat, sebanyak 64,7 persen menilai pasangan Djoss unggul,” pungkasnya. (dvs)

Djarot-Sihar Unggul Tipis 37% vs Edy-Ijeck 36,1%

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS DEBAT_Pasangan cagub-wagub Sumut nomor urut satu Edy Rahmayadi (kiri)-Musa Rajekshah (kanan) menyampaikan program pada Debat Publik Pilkada Sumut, di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (5/5). Debat publik yang dihadiri dua pasangan calon cagub-wagub Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus tersebut mengangkat tema Tata Kelola Pemerintahan Bebas dari Korupsi.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
DEBAT_Pasangan cagub-wagub Sumut nomor urut satu Edy Rahmayadi (kiri)-Musa Rajekshah (kanan) menyampaikan program pada Debat Publik Pilkada Sumut, di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (5/5). 

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Indo Barometer menggelar survei elektabilitas cagub/cawagub Sumut. Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus unggul tipis dari Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah.

Survei digelar tanggal 26 Mei 2018-2 Juni 2018 di Sumatera Utara dengan sampel 800 responden yang berusia minimal 17 tahun atau memiliki hak pilih. Margin of error survei sebesar ± 3,46% pada tingkat kepercayaan 95%. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.

Berikut hasil elektabilitas survei Pilgub Sumut:

Djarot-Sihar 37,0%

Edy-Ijeck 36,1%

 

Tidak akan memilih 1,3%

Rahasia 9,4%

Belum memutuskan 12,4%

Tidak jawab/tidak tahu 3,8%

 

“Ini hasil suvei Indo Barometer terbaru, Djarot-Sihar unggul,” ucap Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari saat memaparkan hasil survei di Medan, Sumut, Selasa (12/6/2018).

Berdasarkan data yang disampaikan Qodari, kedua paslon ini mengalami peningkatan elektabilitas dari hasil survei sebelumnya.

“Jadi siapa yang kampanye lebih intens di saat-saat terakhiri akan keluar menjadi pemenang pemilihan Gubernur Sumatera Utara,” ujarnya. (dkp/dtc)

Lebaran Sedunia Diprediksi Kompak 15 Juni

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS HILAL_Wakil Gubernur Sumut Nur Azizah di dampingi staf BMKG dan perwakilan MUI Sumut memantau hilal di Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Selasa (15/5) Berdasarkan pengamatan BMKG dan hasil sidang isbat awal ramadhan jatuh pada tanggal 17 Mei 2018.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
HILAL_Wakil Gubernur Sumut Nur Azizah di dampingi staf BMKG dan perwakilan MUI Sumut memantau hilal di Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Selasa (15/5). Berdasarkan pengamatan BMKG dan hasil sidang isbat, Lebaran jatuh pada Jumat (15/6)..

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Hari Lebaran idulfitri atau 1 Syawal 1439 H hampir dipastikan jatuh pada Jumat, 15 Juni. Indikasinya adalah perhitungan tinggi hilal pada 29 Ramadan atau Kamis (14/6) sudah mencapai 7 derajat di atas ufuk. Hampir seluruh dunia, Idul Fitri ditetapkan serentak pada 15 Juni.

’’Kapankah Idul Fitri 1439 H? Insya Allah akan seragam, Jumat 15 Juni,’’ kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, Senin (11/6).

Menurut dia, posisi hilal pada pengujung bulan puasa atau 14 Juni sudah sangat tinggi, yakni 7 derajat. Dia mengatakan, ketinggian hilal di bagian paling timur Indonesia yakni Papua, sekitar 6 derajat. Sementara pada wilayah paling barat, yakni Sumatera, tinggi hilal mencapai 7,6 derajat.

Dengan demikian saat dilakukan pemantauan hilal atau rukyat pada Kamis (14/6) hilal atau bulan muda akan teramati. ’’Kalau cuaca cerah, sangat mungkin (hilal, Red) untuk dirukyat,’’ jelasnya.

Apalagi dengan elongasi atau jarak sudut bulan dengan matahari yang mencapai 9 derajat, maka hilal cukup tebal untuk dipantau dari bumi.

Dengan demikian, lanjut dia, hampir bisa dipastikan bahwa Idul Fitri bakal serentak pada Jumat (15/6). Seperti diketahui Muhammadiyah sebelumnya sudah mengeluarkan maklumat penetapan awal Ramadan, Syawal, serta Dzulhijjah 1439 H.

Dalam makluman yang dilansir 9 Meret itu, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Syawal atau Idul Fitri jatuh pada Jumat, 15 Juni. Sementara itu bagi kalangan Nahdlatul Ulama (NU) seperti biasanya masih menunggu rukyat atau pengamatan hilal.

Jika nanti di Indonesia lebaran berpeluang besar serentak, lantas bagaimana dengan negara-negara lain? Thomas mengatakan, untuk wilayah ASEAN lebaran serempak jatuh pada Jumat 15 Juni. Sementara itu untuk seluruh dunia, Thomas juga mengatakan kemungkinan besar lebaran jatuh pada Jumat 15 Juni. ’’Arab Saudi menggunakan rukya. Kemungkinan besar akan seragam 15 Juni,’’ tuturnya.

Dirjen Bimas Islam Kemenag Muhammadiyah Amin mengatakan bahwa penetapan 1 Syawal oleh pemerintah, tetap menunggu hasil sidang isbat. Kata dia, sidang isbat dilakukan untuk mengakomodir skema hisab yang dilakukan Muhammadiyah dengan sistem rukyat oleh NU.

Tujuannya, menciptakan kekompakan di dalam kalangan umat Islam di Indonesia. ’’(Kemenag, Red) masih menunggu hasil sidang isbat,’’ jelasnya.

Untuk mendukung proses sidang isbat tersebut, Kemenag menetapkan titik pemantauan hilal penentuan 1 Syawal berjumlah 97 titik. Lebih banyak dibandingkan saat penetapan 1 Ramadan yang berjumlah 95 titik.

Amin mengatakan penambahan jumlah pemantauan hilal itu karena gairah masyarakat dan tim hisab menyambut lebaran meningkat. (wan/agm/JPNN)

Baobab di Afrika Tiba-tiba Mati Satu per Satu

Foto: Afp Pohon baobab
Foto: Afp
Pohon baobab

CAPE TOWN, SUMUTPOS.CO – Sedikitnya 9 pohon terbesar dan tertua di Afrika dilaporkan mati berurutan dalam kurun 12 tahun ini. Pohon fenomenal yang dikenal dengan nama baobab itu tiba-tiba mati di usia antara 1.100-2.500 tahun.

Dikutip dari The Guardian, Selasa (12/6/2018), beberapa pihak berspekulasi pohon-pohon itu mati karena perubahan iklim yang ekstrem.

“Kami melaporkan bahwa sembilan dari 13 yang tertua telah mati, atau setidaknya bagian atau batang tertua mereka telah tumbang dan mati, dalam 12 tahun terakhir,” tulis peneliti di Jurnal Nature Plants.

“Satu peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya,” lanjut jurnal itu.

Peneliti dari Babeș-Bolyai University di Rumania menyebut kejadian ini adalah dramatis. Di mana begitu banyak pohon berusia seribuan tahun mati secara berdekatan.

Empat dari sembilan pohon yang mati merupakan baobab terbesar di Afrika. Penyebab kematian mereka masih belum jelas. Banyak yang menduga kondisi iklim yang berubah-berubah khususnya di selatan Afrika sebagai penyebabnya.

Sejak tahun 2005 hingga 2017, para penelitia mencatat data dari sekitar 60 baobab yang berpotensi hidup sangat lama. Termasuk data tinggi, ketebalan, usia kayu, dan lain-lain.

“Hal tak terduga adalah sebagian pohon itu mati selama masa studi,” tulis seorang peneliti.

Pohon-pohon yang mati itu semuanya berada di selatan Afrika yakni di Afsel, Zimbabwe, Namibia, Bostwana, dan Zambia.

Seperti diketahui baobab adalah pohon bunga terbesar dan terpanjang. Selain di kawasan savana Afrika, baobab juga bisa ditemukan di daerah tropis. (rna/ita/dtc)

Sukran Tanjung Dijemput Paksa usai Lebaran

Sukran Jamilan Tanjung, mantan Bupati Tapteng.
Sukran Jamilan Tanjung, mantan Bupati Tapteng.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyidik Polda Sumatera Utara (Sumut) memastikan akan menjemput paksa mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Sukran Jamilan Tanjung usai lebaran tahun ini.

Pasalnya, Sukran Jamilan sudah dua kali mangkir dari panggilan yang dilayangkan penyidik.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, sesuai jadwal, Sukran harusnya menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dugaan penipuan dan penggelapan yang menjeratnya, pada Jumat (8/6/2018) lalu.

“Panggilan kedua terhadapnya sudah kita lakukan kemarin (Jumat). Tapi dia juga tidak datang,” ujar MP Nainggolan, Selasa (12/6/2018).

Namun, MP Nainggolan mengakui, dalam surat panggilan kedua tersebut, Sukran ada mengirimkan surat keberatan atas penetapannya sebagai tersangka.

Sedangkan terlapor lainnya Amirsyah Tanjung yang juga merupakan kerabat Sukran, mengirimkan surat keterangan sakit sehingga tidak bisa menghadiri panggilan penyidik.

“Sukran merasa keberatan atas penetapan dirinya sebagai tersangka,” jelasnya.

Karenanya, MP Nainggolan menegaskan, pasca lebaran nanti penyidik akan kembali melayangkan panggilan ketiga terhadap keduanya.

Dalam panggilan ini, sambung dia, hal itu akan disertai dengan surat untuk membawa paksa mereka ke Polda Sumut.

“Panggilan ketiga dilakukan setelah lebaran. Di situ akan disertakan dengan surat untuk membawa paksa,” pungkasnya.

Sebelumnya, penyidik Subdit II/Harda-Tahbang Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut telah mengajukan pencekalan terhadap mantan Bupati Tapteng ini ke pihak Imigrasi.

Pencekalannya dilakukan, agar tersangka Sukran Jamilan Tanjung tidak bisa melarikan diri.

Begitupun, Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, mantan bupati Tapteng itu dilaporkan oleh Joshua Marudutua Habeahan pada 30 April 2018 dengan nomor LP 546/IV/2018/ SPKT III.

Terlapor ada dua orang yaitu Amirsyah Tanjung dan Sukran Jamilan Tanjung. Korban dan terlapor pernah bertemu membahas soal pengerjaan proyek konstruksi senilai Rp5 miliar.

“Nah, Sukran yang menjabat sebagai Bupati yang memerintahkan Amirsyah untuk meminta sejumlah uang administrasi,” paparnya.

Uang yang diminta Sukran Tanjung melalui Amirsyah Tanjung kepada Joshua sebesar 450 juta rupiah, dengan harapan akan diberikan sejumlah proyek, salah satunya pembangunan konstruksi. Namun, proyek yang dijanjikan tidak kunjung ada. (fir)

Ramadan Ajang Silaturahim Alumni IPB

UPAH-UPAH: Sekda Sumut Dr Ir Hj R Sabrina MSi diupah-upah sejumlah alumni IPB di Sumut dalam acara buka puasa bersama Alumni IPB Sumut di Seafood Karibia Jalan DI Panjaitan Medan, Senin (11/6).
UPAH-UPAH: Sekda Sumut Dr Ir Hj R Sabrina MSi diupah-upah sejumlah alumni IPB di Sumut dalam acara buka puasa bersama Alumni IPB Sumut di
Seafood Karibia Jalan DI Panjaitan Medan, Senin (11/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sepanjang Ramadan 1439 H tercatat sebanyak dua kali digelarnya buka puasa bersama Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) Sumut. Dalam ajang buka puasa bersama itu, disepakati  seluruh alumni IPB    mampu bersatu dalam semangat Satu Hati Satu Alumni IPB, sehingga ke depan dapat lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat di Sumut.

Buka puasa alumni IPB di Sumut pertama digelar pada Sabtu, 2 Juni 2018 di RM Wong Solo Gajahmada, Medan. Acara yang langsung diendourse oleh Pengurus DPD HA IPB Sumut ini dihadiri lebih dari 50 Alumni IPB, plus3 orang perwakilan dari DPP HA IPB.  Acara diisi dengan knowledge sharing dari  Dadang R Achfas (IPB Angkatan 18) dan tausiah jelang waktu berbuka.

Tak cukup sekali, buka puasa bersama yang kedua digelar Senin, 11Juni 2018 di Seafood Karibia Jalan DI Panjaitan Medan, sekaligus acara syukuran alumni IPB atas Pelantikan Dr Ir Hj R Sabrina M Si dilantik pada Jumat, 8 Juni 2018 menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Sumut. Dalam Kesempatan Tersebut Sabrina mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh alumni PB Sumut, yang telah mendoakan dan memberikan ucapan selamat kepadanya.

“Terima kasih atas perhatian, doa dan ucapan selamat kepada saya. Pada kesempatan ini saya mengajak Alumni IPB Sumut untuk berkontribusi dalam memajukan daerah melalui pengembangan sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat serta membuat daerah kampung pertanian percontohan yang dimotori oleh para alumni IPB,” kata Sabrina, Senin (11/6) dihadapan rekan-rekan se alumni IPB asal Sumut dari beragam profesi diantaranya akademisi, Aparatur Negeri Sipil (ASN), pimpinan perusahaan perkebunan, serta pengusaha.

Di tempat yang sama, mewakili Alumni IPB yang hadir drh H Parmohonan Lubis mengatakan, sebagai Alumni IPB di Sumut, kami menyambut baik kembalinya Dr Sabrina dari masa tugas sebagai Staf Ahli Menteri bidang Pangan di Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. “Kami Alumni IPB Sumut senantiasa mendoakan untuk kelancaran setiap Kebijakan yang akan dilakukan DR Sabrina sebagai Sekda untuk kemajuan Sumut,” ucapnya.  Sementara itu, Alumni IPB di Sumut yang juga hadir, Prof  Dr  Ir  H Hasnudi, MS menyambut baik  ide dan gagasan dari Dr Sabrina. Selayaknya Alumni IPB Sumut dapat berkontribusi positif dalam memajukan sektor pertanian di Sumut. (ril)

 

 

 

Ayah Biologis Putra Sarah Azhari Terungkap

Sarah Azhari bersama putranya.

SUMUTPOS.CO – Aktris seksi Sarah Azhari tampaknya sudah mulai terbuka perihal sosok ayah biologis putranya, Albany Ray. Dalam video unggahannya di Instagram, Sarah mengungkapkan kebahagiaannya melihat Albany telah lulus SMA di Amerika Serikat.

Alhamdulillah you are graduate. Papa and mama work so hard to get you to this day. Now find something you love to do, and figure out how to earn a living at it. If you do what you love, you’ll never work a day in your life, don’t let anyone determine your happiness, be responsible, independent, and kind. Remember, you still have a long journey. Bismillah,” tulis Sarah sebagai keterangan.

Pada unggahan foto lain, tampak Albany yang terlihat senang hingga memamerkan ijazahnya. Melalui foto itu pula, akhirnya terungkap identitas ayah Albany, karena ijazah tersebut mencantumkan nama belakang Albany, yani Carascalao.

Diduga nama belakang Carascalao diambil dari nama Pedro Carascalao, mantan kekasih Sarah. Pedro Carascalao adalah putra Gubernur Timor Timur era mendiang Presiden Soeharto, Mario Viegas Carascalao.

Hingga kini, Sarah belum pernah mengungkap akhir hubungannya dengan Pedro. Namun, dalam unggahannya di Instagram beberapa waktu lalu, tampak Sarah berkumpul dengan Pedro dan Albany. (mg7/jpnn/saz)