Home Blog Page 628

43 Warga Binaan Lapas Medan Beragama Budha Terima Remisi Khusus Waisak

SERAHKAN: Lapas Kelas I Medan menyerahkan remisi khusus Waisak, kepada narapidana beragama Buddha.

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Sebanyak 43 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Medan, mendapatkan remisi Hari Raya Waisak tahun 2024. Pemberian remisi dilaksanakan di Vihara Lapas Kelas 1 Medan, Kamis (23/5/2024).

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Sumut, Rudi F Sianturi mengatakan, pemberian remisi khusus merupakan bagian dari implementasi peningkatan penyelenggaraan layanan pemasyarakatan dalam rangka pemenuhan hak-hak narapidana dan anak di Lapas/Rutan/LPKA khususnya wilayah Sumatera Utara.

“Pemberian remisi merupakan wujud nyata dari sikap negara sebagai reward kepada narapidana dan anak binaan, sebanyak 389 Orang Warga Binaan di UPT Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumut, sementara untuk di Lapas Medan 43 Orang, harapannya warga binaan kita ini selalu berusaha berbuat baik, memperbaiki diri dan nantinya dapat kembali menjadi anggota masyarakat yang berguna,” ungkapnya.

Penyerahan remisi ini merupakan wujud nyata jajaran pemasyarakatan di Sumut untuk dapat memberikan pelayanan hak-hak narapidana sesuai peraturan yang berlaku. Narapidana mempunyai hak dan kewajiban yang harus senantiasa dilaksanakan agar program pembinaan dapat berjalan.

“Kita akan menjamin pemenuhan terhadap hak-hak narapidana karena sudah menjadi amanat dari Undang-Undang. Itu adalah komitmen kami,” katanya.

Sementara itu Kepala Lapas Kelas I Medan, Maju A Siburian mengatakan, jumlah penerima Remisi untuk Lapas Kelas I Medan yang diusulkan sebanyak 43 orang. “Dengan pengurangan sebagian masa pidana (RK I) sebanyak 43 orang, dengan pengurangan masa pidana bervariasi, yaitu 15 hari, 1 bulan, 1 bulan 15 hari, dan 2 bulan,” sebutnya.

Dalam kegiatan ini dihadiri, Kepala Bidang Pembinaan, Bimbingan dan TI, Plt Ka Rutan Perempuan Medan, Ka KPLP, Kabid Pembinaan, Kepala Subbidang Pembinaan, Teknologi Informasi, dan Kerjasama dan Kepala Seksi Registrasi. (man)

Tim Patroli Sat Sabhara Polres Pelabuhan Belawan Patroli Dialogis di Lokasi Rawan Kamtibmas

PATROLI: Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Tim Patroli Presisi Sat Sabhara Polres Pelabuhan Belawan melaksanakan kegiatan patroli dialogis ke sejumlah lokasi rawan gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan Jumat, (24/5/2024).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO- Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Tim Patroli Presisi Sat Sabhara Polres Pelabuhan Belawan melaksanakan kegiatan patroli dialogis ke sejumlah lokasi rawan gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan Jumat(24/5/2024).

Kasat Sabhara Polres Pelabuhan Belawan AKP Rudi Handoko, SH., MH., menyatakan, bahwa kegiatan patroli ini merupakan langkah preventif untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di wilayah tersebut.

“Patroli dialogis ini dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di lokasi-lokasi yang rawan. Selain itu, kami juga menghimbau kepada warga untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujar AKP Rudi Handoko.

Tim Patroli Presisi menyisir beberapa titik yang dianggap rawan, seperti kawasan pasar, permukiman padat penduduk, dan area yang sering terjadi tindak kriminal.

Dalam patroli tersebut, personel Sat Sabhara tidak hanya mengamati situasi sekitar, tetapi juga berinteraksi dengan warga setempat. Mereka memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga keamanan lingkungan dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya menjaga ketertiban.

Warga yang ditemui selama patroli menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka merasa lebih aman dan terlindungi dengan kehadiran polisi yang rutin melakukan patroli di sekitar tempat tinggal mereka.

“Kami sangat senang dengan adanya patroli ini. Kami merasa lebih aman dan nyaman,” kata salah seorang warga.

Selain itu, dalam patroli dialogis ini, tim juga mengingatkan warga untuk selalu waspada terhadap segala bentuk tindak kejahatan dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika menemukan hal-hal yang mencurigakan.

“Kerja sama antara polisi dan masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan. Kami mengimbau kepada seluruh warga untuk tidak ragu melaporkan jika ada kejadian yang mengganggu kamtibmas,” tambah AKP Rudi Handoko.

Dengan adanya kegiatan patroli dialogis ini, Polres Pelabuhan Belawan berharap dapat menciptakan situasi yang aman dan kondusif di seluruh wilayah hukumnya.

Kegiatan patroli akan terus ditingkatkan sebagai bentuk komitmen Polres Pelabuhan Belawan dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

Polres Pelabuhan Belawan berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya, serta selalu siap melayani masyarakat dengan cepat dan tanggap.

Dengan patroli dialogis yang rutin dilakukan, diharapkan dapat mencegah terjadinya tindak kriminal dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi seluruh warga.(mag-1/han)

13 Narapidana Rutan Labuhan Deli Terima Remisi Khusus Hari Raya Waisak 2024

REMISI: Sebanyak 13 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mendapatkan Remisi Khusus Hari Raya Waisak tahun 2024 / 2568 BE, Kamis (23/05/2024).

MEDAN LABUHAN, SUMUTPOS.CO-Hari Raya Waisak merupakan momen yang dinanti-nantikan oleh warga binaan yang beragama Budha, dimana pada saat Hari Waisak ada pengurangan masa pidana atau remisi khusus (RK) yang diberikan sebagai hak warga binaan. Sama halnya pada Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli Kanwil Kemenkumham Sumut, sebanyak 13 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mendapatkan Remisi Khusus Hari Raya Waisak tahun 2024 / 2568 BE, Kamis (23/5/2024).

Bertempat di Ruang Ibadah Wihara Rutan Labuhan Deli, Pemberian Remisi Khusus Hari Raya Waisak ini diberikan langsung oleh Kepala Seksi Pelayanan Tahanan, Pawer Siahaan dan Subseksi Administrasi dan Perawatan Tahanan, Jonathan Biloro serta jajaran staf registrasi.

Pemberian Remisi Hari Raya Waisak Tahun 2024 / 2568 BE di Rutan Labuhan Deli ini terdiri dari Remisi Khusus yang diberikan langsung kepada Narapidana sebanya 13 orang dengan besaran remisi 1 (satu) bulan untuk 9 orang dan 15 hari untuk 4 orang. Pemberian Remisi kepada Narapidana sudah berdasarkan berbagai pertimbangan dan aspek penilaian dan telah memenuhi sejumlah persyaratan secara administrasi.

Pawer Siahaan ketika ditemui Jumat, (24/5/2024) menyampaikan pemberian remisi ini merupakan wujud nyata kehadiran Negara memberikan apresiasi berupa rewards bagi warga binaan yang selama menjalani masa pidana mengikuti semua peraturan yang berlaku dan mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan di Rutan Labuhan Deli. Untuk Warga Binaan Lainnya teruslah termotivasi untuk melakukan hal-hal positif dan harapannya setelah bebas dapat menjadi insan yang lebih baik lagi dan berdampak positif bagi masyarakat. Pungkasnya.(mag-1/han)

700-an Anak akan Ikuti Jambore Nasional Sekolah Minggu GKPI 2024 Aku Ceria dan Ramah

Para pendamping dan panitia Jambore Nasional Sekolah Minggu GKPI 2024.

Jambore Nasional Sekolah Minggu GKPI 2024 bakal digelar di Retret Center GBKP, Sukamakmur Kec. Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara , pada 19-22 Juni mendatang. Kegiatan ini merupakan jambore ketiga yang dilakukan oleh GKPI.

Kali ini, jambore tersebut mengusung tema “Aku Ceria dan Ramah” yang diambil dari tema besar GKPI. Dengan harapan agar anak Sekolah Minggu di GKPI menjadi anak yang ceria dan ramah dalam menjalani kehidupannya.

Jambore ini mengundang anak dan guru Sekolah Minggu, yang berasal dari GKPI seluruh Indonesia. Kegiatan ini diperkirakan akan diikuti sekitar 700 anak dan guru Sekolah Minggu.

Berbagai persiapan sudah dilakukan oleh panitia untuk menyukseskan acara ini. Seperti melakukan sosialisasi ke GKPI di seluruh Indonesia, dengan harapan agar setiap gereja mengirimkan pesertanya.

Pada kegiatan jambore ini, anak dan guru Sekolah Minggu, akan melakukan rangkaian kegiatan bersama. Kegiatan yang dilakukan selama jambore adalah seminar untuk anak dan guru Sekolah Minggu. Adapun seminar ini, bertema “Aku Istimewa dan Aku Taat”.

Seminar ini akan dikaji dalam perspektif psikologi, yang dibawakan oleh Rihandcreative Indonesia, sebuah lembaga konseling profesional yang berasal dari Malang. Serta perspektif teologi yang dibawakan oleh pendeta dari GKPI.

Ada juga kegiatan KTB (kelompok tumbuh bersama), games, drama musikal, talent show, drama Alkitab, dan berbagai kegiatan menarik lainnya. Yang semuanya melibatkan anak dan guru Sekolah Minggu.

Selama mengikuti jambore, baik anak dan guru Sekolah Minggu, akan menerima berbagai kegiatan yang berguna untuk menjadi bekal mereka dalam pelayanan Sekolah Minggu dan kehidupannya.

Guna mempersiapkan event besar ini, panitia terus berupaya bekerja keras agar kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Di antaranya panitia melakukan road show jambore ke berbagai GKPI di Kota Medan, guna pengumpulan dana yang dibutuhkan untuk kegiatan jambore.

Panitia juga melakukan persiapan pelatihan bagi pendamping yang bertugas mendampingi dan mempersiapkan segala kebutuhan anak-anak. Selain itu, panitia juga melakukan latihan musik, tarian, nyanyian, dan mars jambore yang akan ditampilkan pada saat kegiatan jambore berlangsung.

Panitia terus berupaya mempersiapkan berbagai hal yang dibutuhkan selama kegiatan ini, dengan harapan kegiatan ini memberikan dampak yang baik guna membangun kerohanian dan kebersamaan anak serta guru Sekolah Minggu di GKPI.

” Semoga kegiatan jambore ini dapat terlaksana dengan baik dan mendapat dukungan dari berbagai pihak guna mempersiapakan generasi GKPI yang lebih baik, “ujar Ketua Panitia dr. Christofel Tobing, Sp.Og (rel)

Sering Delay, Kemenag Sebut Garuda Gagal

ARAHKAN: Petugas mengarahkan jamaah haji yang ingin melaksanakan ibadah di Masjid Nabawi.istimewa/sumutpos.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dosa Garuda Indonesia dalam penerbangan haji 2024, sudah di atas batas toleransi Kemenag. Bahkan saat masa penerbangan haji baru sebelas hari berjalan Kemenag sudah menyatakan manajemen Garuda Indonesia Gagal.

Sikap tegas Kemenag itu disampaikan Anna Hasbie di Jakarta, kemarin (22/5). Dia merinci, setidaknya ada tiga masalah besar yang terjadi pada maskapai pelat merah tersebut. Kasus pertama yang menjadi perhatian publik adalah, terbakarnya mesin pesawat pengangkut jamaah kloter 5 Embarkasi Makassar.

Meskipun pesawat dapat kembali mendarat di Makassar (return to base) dengan selamat, kasus tersebut jadi catatan. Pasalnya jamaah kloter berikutnya terganggu jadwalnya. Bahkan ada satu kloter yang harus diberangkatkan dalam dua gelombang, karena pesawat pengganti berukuran kecil.

Masalah berikutnya adalah seringnya kasus delay atau penundaan jadwal penerbangan. Dari 80 penerbangan haji Garuda, ada 38 kasus keterlambatan. “Bahkan ada yang terlambat 3 jam 50 menit,” katanya.

Ketika ditotal, keterlambatan Garuda mencapai 32 jam 24 menit. Secara akumulasi tingkat keterlambatan jadwal penerbangan haji Garuda 47,5 persen.

Rapor merah Garuda berikutnya adalah banyaknya kasus jamaah pecah kloter. “Maksudnya jamaah yang sedianya satu kloter, tidak bisa berangkat bersama,” katanya.

Idealnya ketika sudah satu kloter, otomatis diterbangkan dalam satu pesawat atau satu penerbangan.

Anna mengatakan, semula Garuda menyebut, kasus pecah kloter hanya terjadi satu kali. Tapi ternyata sudah ada empat kasus pecah kloter. Kasus pecah kloter ini tentu membuat tidak nyaman jamaah. Selain itu juga memperumit layanan berikutnya. Seperti penyediaan bus ketika tiba di Saudi, sampai dengan penyiapan kamar hotel dan katering.

Dia menuturkan, potensi masalah dalam penerbangan Garuda itu berpotensi bakal bertambah. Jika tidak dilakukan mitigasi sejak dini. Pasalnya misi penerbangan haji masih berlangsung sampai 10 Juni mendatang.

Persoalan sepele yang seharusnya tidak boleh terjadi, adalah tas dan kursi roda jamaah tertinggal. Kasus ini dialami oleh Kloter 28 Embarkasi Solo. Total sebanyak 11 kursi roda dan 120 koper kabin milik jamaah tertinggal di tanah air. “Petugas dan jamaah sempat mencari-cari,” katanya. Akhirnya tas dan kursi roda yang tertinggal itu, dititipkan di kloter 33 embarkasi Solo.

Anna mengatakan Kemenag sejatinya sudah melayangkan surat teguran tertulis kepada Garuda pada 16 Mei lalu. Tetapi sampai saat ini, belum ada perbaikan pelayanan yang signifikan. “Garuda harus segera melakukan perbaikan ke depan,” kata dia.

Di bagian lain, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra enggan berkomentar lebih jauh mengenai komplain yang disampaikan pihak Kemenag. “Nggak ada tanggapan,” ujar Irfan, singkat.

Garuda Indonesia sebelumnya telah menyampaikan langkah mitigasi menghadapi kendala terakhir soal keberangkatan Jamaah Kloter 5 Embarkasi Makassar yang sempat tertunda. Garuda Indonesia menegaskan bahwa langkah mitigasi operasional yang dilakukan adalah mempersiapkan alokasi pesawat back up guna memastikan keberangkatan calon jamaah haji selanjutnya berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan. (wan/agf/jpg/man/adz)

Dari Medan Menitipkan Aspirasi Yayasan pada Prabowo Subianto, Pendidikan Bahagia Menuju Indonesia Emas

APPERTI: Ketua Pembina Apperti Prof Dr H M Budi Djatmiko MSi MEI (tengah) pada acara Apperti Sumut di Hotel Le Polonia Medan.DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

ALIANSI Penyelenggara Perguruan Tinggi Indonesia (Apperti) menitipkan aspirasi yayasan kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto untuk dapat mewujudkan pendidikan bahagia menuju Indonesia Emas 2045.

Aspirasi ini disampaikan dari Medan oleh Ketua Pembina Apperti Prof Dr H M Budi Djatmiko MSi MEI pada acara Apperti Sumut di Hotel Le Polonia Medan, Sabtu (18/5). Kegiatan ini dihadiri ketua yayasan, rektor, direktur dan ketua perguruan tinggi se-Sumut. Turut hadir Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek dan Dirjen AHU Kemenkumham.

”Anak didik ibarat biji yang sedang ditanam di media tanah (sekolah). Bagus tanaman tersebut, kelak sangat tergantung pada petani dan rekayasanya meliputi pemerintah, yayasan, rektor, dosen, sistem dan fasilitas,” urainya.

Prof Dr H M Budi Djatmiko MSi MEI mengingatkan bahwa tidak ada yang bisa menjamin Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bisa tetap kokoh berdiri meskipun jadi negara yang kaya raya.

Menurut dia, sepuluh negara sudah bubar yakni Austro-Hungaria, Kekaisaran Ottoman, Tibet, Republik Persatuan Arab, Sikkim, Vietnam Selatan, Jerman Timur, Uni Soviet, Cekoslovakia dan Yugoslavia.

Ketua Pembina Apperti menggarisbawahi kita harus bangga dan cinta NKRI antara lain karena memiliki 17.395 pulau, 9.905 garis pantai, 7,9 juta km2 laut, 1.340 suku bangsa, 720 bahasa daerah dan 273,5 juta penduduk.

Demikian pula dengan sebaran bahan tambang batubara, emas, nikel, pasir besi, bauksit, tembaga, potensi pariwisata dan potensi laut.

Bagaimana agar yang sudah dimiliki akan tetap dimiliki? Bahkan mampu dikembangkan? Prof Dr H M Budi Djatmiko MSi MEI meminta agar kekayaan bangsa harus dirawat, dibela, dikembangkan, dimanfaatkan, dibingkai, dipoles, disyukuri, dipelihara dan disayang. ”Melalui pendidikan yang bermutu dan bahagia,” tegasnya.

Ketua Pembina Apperti mengurai 15 faktor atau pekerjaan rumah yang harus diperbaiki agar Indonesia tetap bertahan. Diantaranya indeks korupsi, penegakan keadilan serta pencegahan dan penegakan hukum.

”Indonesia yang begitu luas harus mampu dihubungkan dengan teknologi digital sehingga mempermudah segala pekerjaan dengan efisien dan efektif,” tegasnya.

Dalam pertemuan ini Prof Dr H M Budi Djatmiko MSi MEI juga mengusulkan delapan hal pada pemerintah Prabowo-Gibran. Diantaranya pembebasan pajak pada yayasan atau badan penyelenggara pendidikan untuk pajak PPn, PPh serta pajak bumi dan bangunan. Kemudian diberikan kemudahan dalam kredit bank dan diberikan besaran bunga yang ringan.

Aspirasi berikut adalah disederhanakan pembukaan program studi baru serta diberikan konsesi tanah pemerintah untuk dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan dan atau menambah pemasukan membantu keuangan yayasan.

Ketua Pembina Apperti juga mengusulkan agar pemerintah memberikan kewajiban perusahaan multinasional mengeluarkan dana CSR untuk dana pendidikan. Selanjutnya sosialisasi superdeduction tax (pengurangan pajak) bagi perusahaan yang mengeluarkan dana untuk beasiswa, riset dan praktik kerja lapangan.

”Apperti juga mengusulkan kenaikan jumlah dosen yang mendapatkan sertifikasi dan kenaikan besaran dana sertifikasi,” katanya.

Kemudian, lanjut Prof Dr H M Budi Djatmiko MSi MEI, pembuatan perjanjian kontrak beasiswa antara pemerintah dengan yayasan. Hal ini agar penugasan dosen, tetap pada kampus yang menaungi. Tidak berpindah ke kampus lain. (dmp)

Jefri Dianiaya Sekelompok Pemuda

MELAPOR: Jefri (kedua dari kanan) saat buat laporan polisi di Polsek Belawan.
MELAPOR: Jefri (kedua dari kanan) saat buat laporan polisi di Polsek Belawan.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO-Nasib malang menimpa remaja bernama Jefri (27) yang menjadi korban pengeroyokan hingga mengalami luka di bagian wajah dan sekujur tubuh, pada Selasa (21/5/2024) sekira pukul 18.30 WIB.

Jefri diketahui merupakan warga Kampung Salam Sejahtera, Lingkungan XXVII, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan.

Kronologi pemukulan itu bermula pada saat korban Jefri sedang melintas di Jl. Pelabuhan Raya Belawan Kampung Salam dan melihat ada seseorang berlari yang mengarah ke arah SPBU disekitaran tempat tersebut, lalu Jefri (27) menghampirinya untuk bertanya (“ada apa bg”) kepada seseorang yang berlari tersebut yang diketahui merupakan seorang supir truck.

Dengan seketika muncul beberapa orang datang berboncengan menggunakan sepeda motor langsung membabi buta memukuli Jefri di lokasi tersebut yang diketahui Pelaku LH (40) dan temannya yang merupakan warga disekitaran tempat tersebut.

Pada aksinya pelaku menghajar korban Jefri dengan menggunakan senjata tajam berupa parang mengenai bagian punggung belakangnya luka lebam dan memar di bagian bahu, lutut, wajahnya serta HP korban yang masih hilang.

Karena mengalami peristiwa tersebut, lalu korban Jefri yang tidak tahu menahu pelaku memukulinya langsung meminta pertolongan dengan orang sekitar dengan dituntun untuk berjalan pulang.

Atas kejadian tersebut Jefri melaporkan para pelaku ke Polres Pelabuhan Belawan, didampingi Kuasa Hukumnya Arsyad Mulia Pasaribu, dengan Laporan Polisi Nomor : LP / 271 / V / 2024 / SPKT I Tgl 21 Mei 2024.

Kuasa Hukum korban Arsyad Mulia Pasaribu ketika diwawancari wartawan mengatakan, dirinya mendampingi klien nya yang bernama Jefri, yang telah mengalami penganiayaan dan pengeroyokan.

“Kami disini mendampingi dari klien atas nama Jefri yang dimana saudara Jefri mengalami Penganiayaan, tepatnya di SPBU jalan pelabuhan raya kampung salam, yang dimana dalam hal ini klien kami jefri dianiaya, dan mengalami luka cedera, dalam hal ini kami melaporkan atas tindakan pidana tersebut”, ujar Arsyad Mulia Pasaribu Kuasa Hukum korban.

“Harapannya kami disini ingin ada kepastian hukum dari Polres Pelabuhan Belawan, agar kiranya mengambil langkah-langkah secepat mungkin terhadap apa yang telah dialami oleh klien kami, kalau dari apa yang kami laporkan pelaku terjerat Pasal 170 KUHP, tapi ini semua kita kembalikan kepada penyidik dari Polres Pelabuhan Belawan”, harap Arsyad.

Diketahui sebelumnya hal yang sama pernah menimpa seorang remaja yang bernama Heston Bertuah Panjaitan warga Belawan Bahari, pada 31 Maret 2023 lalu, dengan Laporan Polisi No : LP / 54/ III / 2023 / Su / Pel-Blw / Sek-Blw, tanggal 31 Maret 2023.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Jaton Silaban ketika dikonfirmasi mengatakan, peristiwa ini sedang dalam proses serta rekaman CCTV ditempat kejadian sudah diamankan.

“Sedang kita proses, CCTV sudah kita ambil”, ucap AKBP Janton.(mag-1/han)