Home Blog Page 6289

Warga Binjai: Sihar Itu Membumi

Calon wakil gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus bernyanyi bersama warga dalam acara "Ngabuburit Asyik dan Buka Puasa Bersama di Bengkel Kopi, Binjai, Senin (4/6/18).
Calon wakil gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus bernyanyi bersama warga dalam acara “Ngabuburit Asyik dan Buka Puasa Bersama di Bengkel Kopi, Binjai, Senin (4/6/18).

BINJAI, SUMUTPOS.CO -Tidak ada protokoler dalam aktivitas Sihar Sitorus dinilai warga sebagai bentuk kedekatan Calon Wakil Gubernur Cawagub Sumatera Utara (Cawagubsu) itu dengan warga. Selama ini,  pemimpin yang ada selalu dibatasi protokoler yang membuat jarak dengan warga sangat jauh.

Hal itu disampaikan salah satu warga Binjai Johannes Derral Sihombing, yang ikut nyanyi bareng wakil dari Djarot Saiful Hidayat tersebut. Apalagi saat Sihar ikut nyanyi bareng dengan warga di sela-sela kunjungannya di Kota Rambutan tersebut dalam acara “Ngabuburit Asyik dan Buka Bersama Bang Sihar Sitorus”, yang digelar si panggung Bengkel Kopi tersebut, Senin (4/6).

Tak memasang jarak saat bernyanyi bersama warga, membuat warga pun menaruh kekaguman dengan sosok pengusaha sukses yang mengelola multi usaha tersebut. Menurut mereka Sihar dekat dengan warga bukan hanya sekadar pencitraan melainkan juga keseharian. “Sihar itu membumi, pemuda sekali. Kita sudah bosan gaya pemerintah terlalu protokoler. Selama ini jarak antara rakyat dan pemerintah sangat jauh. Dan Sihar membuat jarak itu dekat,” katanya.

Derral mengaku bahwa Sihar bukan penyanyi tetapi demi rakyat dia bernyanyi. Karena itu menurut Derral bahwa warga Sumut sekarang menemukan pemimpin yang dekat dan tanpa batas dengan warga. Jadi menurut dia tidak perlu pusing lagi dalam menentukan pilihan pada Djoss, itu sudah sangat tepat. “Mau mikir apa lagi, pilih Djoss sudah sangat tepat,” katanya.

Sekadar untuk diketahui, puluhan pengunjung di Bengkel Kopi naik ke panggung saat Sihar di minta bernyanyi bersama warga. Sihar menyanyikan lagu “Jangan Salah Menilaiku” dan  “Dia”. Acara yang diselenggarakan di pusat tongkrongan anak-anak muda menjadi ruang untuk menyapa dan mengenal Sihar lebih dekat lagi.(rel/azw)

 

 

Kasus JR Dilimpahkan ke Bawaslu Pusat

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS MENYAPA_JR Saragih menyapa simpatisan nya usai di periksa di Bawaslu Sumut Jalan Adam malik Medan, Senin (19/3) Dirinya diperiksa Gakkumdu terkait pemalsuan ijazah saat mendaftar menjadi calon gubernur sumut 2018.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
MENYAPA_JR Saragih menyapa simpatisan nya usai di periksa di Bawaslu Sumut Jalan Adam malik Medan, beberapa waktu lalu.   Dirinya diperiksa Gakkumdu terkait pemalsuan ijazah saat mendaftar menjadi calon gubernur sumut 2018.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut menyerahkan penanganan kasus Jopinus Ramli (JR) Saragih kepada Bawaslu Republik Indonesia selaku Pembina Sentra Gakkumdu Pusat.

Informasi itu diketahui Sumut Pos melalui surat Bawaslu Sumut bernomor: 2303/K.Bawaslu-Prov.SU/PM.06.01/05/2018, Rabu (6/6).

Dalam surat yang diteken langsung Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida R Rasahan itu, ternyata surat tersebut sudah sejak 23 Mei 2018 disampaikan kepada Bawaslu RI. Dimana terdapat dua poin krusial yang tercantum pada surat tersebut. Pertama, Bawaslu Sumut menyampaikan dasar-dasar hukum penyerahan penanganan kasus JR Saragih. Poin kedua, Bawaslu Sumut menyampaikan kronologi penanganan kasus JR Saragih (Laporan Nomor LP/332/III pada 9 Maret 2018), yang mana berkas telah dinyatakan lengkap (P-21) namun sampai kini belum dilimpahkan ke Pengadilan Negeri dengan alasan pihak JPU Kejati Sumut (JPU Sentra Gakkumdu Sumut) menunggu penyerahan tersangka atas nama JR Saragih dan barang bukti dari pihak penyidik Gakkumdu (penyidik Polda Sumut), dengan kata lain status belum P-22.

Masih dalam surat Bawaslu, adapun kronologis penanganan laporan dugaan pelanggaran Nomor 05/LP/PG/Prov/02.00/III/2018 atas nama pelapor Nurmahadi Darmawan. Yakni pada 2 Maret 2018 telah diterima laporan si pelapor atas dugaan penggunaan surat palsu oleh terlapor JR Saragih dalam pencalonan Pilgubsu. Lalu pada 3 Maret dilakukan pembahasan pertama di Sentra Gakkumdu Sumut, dengan kesimpulan adanya dugaan tindak pidana menggunakan surat palsu berupa fotokopi legalisir ijazah JR Saragih seolah-olah sebagai surat yang sah dalam pencalonan Pilgubsu. Dimana telah dikeluarkan tiga rekomendasi; harus dicari fotokopi ijazah legalisir yang digunakan saat Pilgubsu; harus dicari tanda tangan pembanding atas nama Sopan Adrianto; harus dimintakan hasil laboratorium forensik.

Setelah itu pada 5-7 Maret, Gakkumdu Sumut telah mengklarifikasi dan lakukan penyelidikan terhadap pelapor, saksi, terlapor, KPU Sumut, dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Selanjutnya pada 7 Maret Gakkumdu Sumut juga sudah melakukan pembahasan kedua atas kasus dimaksud, dimana menyimpulkan telah memenuhi unsur tindak pidana pemilihan pasal 184 UU Nomor 1/2015 tentang penetapan PP pengganti UU No.1/2014 menjadi UU, sebagaimana telah dirubah dengan UU No.8/2015 tentang perubahan pertama dan terakhir dirubah dengan UU No.10/2016 tentang Pemilihan Gubernur, bupati, wali kota. Alhasil rekomendasinya laporan dugaan pelanggaran itu dapat ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.

Koordinator Gakkumdu yang juga Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Sumut, Herdi Munte tak menampik ihwal penyerahan penanganan perkara JR Saragih ke Sentra Gakkumdu Pusat. “Iya sudah kita lakukan,” katanya singkat. (prn/azw)

Dibunuh, Mayat Wanita Tionghoa Dibungkus Kardus

Petugas Ruang Jenazah RSU dr Pirngadi Medan mengotopsi jenazah yang ditemukan warga, Rabu (6/6).
Petugas Ruang Jenazah RSU dr Pirngadi Medan mengotopsi jenazah yang ditemukan warga, Rabu (6/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO –  Warga Jalan Karya Rakyat, Gang Melati, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat digemparkan dengan penemuan mayat wanita Tionghoa terbungkus kardus, Rabu (6/6) dinihari. Kuat dugaan, setelah dibunuh, korban dibungkus dengan kardus.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan, Darwis (26). Saat itu, pria yang sehari-hari menjual martabak tersebut sedang berjalan dengan seorang temannya, Khairul (25).

Tiba-tiba Darwis melihat sebuah kardus berisi tas yang terletak begitu saja di atas sepeda motor Honda Scoopy BK 5875 ABM. Tepatnya di samping gang Gereja HKBP Ampera.

Curiga dengan isi kardus tersebut, keduanya langsung memanggil warga. Kemudian menghubungi Kepala Lingkungan (Kepling) setempat.

“Sebelum membuka kardus itu, kedua saksi melaporkan temuannya ke Kepling IV Sei Agul. Kemudian bersama kita (polisi) turun ke lokasi dan membuka bungkusan itu,” ujar Kapolsek Medan Barat, Kompol Rudi Silaen, kemarin (6/6).

Saat kardus dibuka, isinya ternyata sesosok mayat wanita Tionghoa. Mayat tersebut mengenakan baju tank top berwarna hitam dan celana dalam merah maroon.

“Dugaan kita sementara mayat ini korban pembunuhan. Karena di leher korban ada luka tusukan benda tajam serta di tangan kiri mengalami luka cobel seperti akibat benda tajam,” tutur Silaen.

Setelah dilakukan penyelidikan, belakangan polisi mengetahui mayat itu bernama Rika Karina alias Huang Lisya (21).

Paman korban, Faisal, merasa terkejut dengan apa yang menimpa keponakannya itu. Kelurga tidak menyangka korban meninggal dunia dengan kondisi yang mengenaskan.

“Dia orangnya tertutup, jarang untuk cerita masalah percintaannya. Makanya kami tidak menyangka bisa terjadi seperti ini ke dia,” ungkap Faisal di RS Bhayangkara Medan.

AHY Tegaskan Seluruh Kader Loyal Eramas

Cawagubsu Musa Rajekshah bersama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disambut adat Kesultanan Melayu Deli di Istana Maimun, Senin (4/6).
Cawagubsu Musa Rajekshah bersama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disambut adat Kesultanan Melayu Deli di Istana Maimun, Senin (4/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan kepada seluruh kader partai, harus loyal menjalankan kebijakan organisasi. Penegasan itu disampaikannya usai menghadiri Apel Siaga Partai Demokrat Sumut di Hotel JW Marriott Medan, Rabu (6/6).

“Takdir baru kami gelar apel siaga seluruh kader Demokrat di Sumatera Utara (Sumut). Kami sepakat dan komitmen untuk memenangkan pasangan nomor 1, Pak Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) pada Pilgub Sumut 2018,” ujar AHY usai kegiatan rapat tertutup internal partainya tersebut.

Dalam upaya memenangkan pasangan Edy-Ijeck lanjut AHY, dirinya sudah menegaskan dan menginstruksikan agar seluruh bagian mesin partai bekerja keras. Dengan waktu yang menyisakan tiga pekan kedepan, menurutnya harus dimaksimalkan guna membantu kemenangan Eramas di Pilgub Sumut tersebut.

“Satu komando, semua harus memiliki loyalitas dalam menjalankan strategi pemenangan,” ujarnya.

Target kemenangan pada Pilgub Sumut kali ini menurut AHY, akan sangat penting dalam menargetkan perolehan suara secara keseluruhan pada Pilkada serentak 2018 yakni sebesar 45 persen.

“Dari 171 daerah yang menggelar pilkada kami memasang target kemenangan 45 persen, kalau lebih sangat kita harapkan namu secara universal kita targetkan begitu,” pungkasnya. (bal/azw)

Sortir dan Lipat Surat Suara Pilgubsu Diupah Rp150 per Lembar

Sejumlah pekerja dari KPU Medan menyortir dan melipat surat suara Pilgubsu, Rabu (6/6).
Sejumlah pekerja dari KPU Medan menyortir dan melipat surat suara Pilgubsu, Rabu (6/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Usai menerima logistik surat suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu), Senin (4/6) kemarin, kini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan tengah melakukan penyortiran dan pelipatan di eks kargo Bandara Polonia, Rabu (6/6).

Komisioner KPU Medan Divisi Logistik Yenni Chairiyah Rambe mengatakan, dalam penyortiran dan pelipatan ini dilakukan 140 orang yang dipekerjakan. Setelah disortir dan dilipat, surat suara tersebut kemudian dimasukkan lagi ke dalam kotak kardus tempat semula.

“Surat suara yang kami terima berjumlah sebanyak 780 kotak kardus dengan total 1.559.789 surat suara. Dari jumlah 780 kotak, 779 kotak di antaranya berisi 2.000 surat suara per satu kotak. Sedangkan 1 kotak lagi berisi 1.789 surat suara,” ungkap Yenni.

Ia menyebutkan, surat suara tersebut dilipat-lipat kecil. Namun, sebelum itu, dicek terlebih dulu kondisinya apakah dalam kondisi baik atau rusak.

“Dari penyortiran dan pelipatan hari ini (kemarin, red), ditemukan beberapa surat suara rusak karena sobek pada bagian pinggirnya. Selanjutnya surat suara yang sobek tersebut dikumpulkan dan ditempatkan secara terpisah,” sebut Yenni.

Diutarakannya, dari 140 orang yang bekerja melakukan pelipatan dibagi ke dalam 14 kelompok. Setiap kelompok, terdiri dari 10 orang. “Targetkan kita pelipatan surat suara ini selesai selama empat hari. Setiap satu kelompok  mampu melipat surat suara hingga 40 kotak per hari,” tutur Yenni.

Dia menuturkan, para pekerja mulai melakukan pelipatan sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Setelah istirahat selama satu jam dan kemudian dilanjutkan kembali sampai pukul 16.00 WIB.

“Dalam pengerjaan ini semua, diawasi oleh Panwas Kota Medan dan petugas kepolisian. Selain itu, dipantau juga oleh kamera pengintai. Bahkan, sebelum memasuki tempat penyimpanan logistik surat suara, diperiksa oleh petugas kepolisian dan begitu juga ketika hendak pulang. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadi kecurangan atau surat suara dibawa pulang,” paparnya.

Sementara, Ketua KPU Kota Medan Herdensi Adnin mengatakan, jumlah sebanyak 1.559.789 surat suara merupakan akumulasi dari total daftar pemilih tetap (DPT) di Medan yaitu 1.520.301 ditambah 2,5 persennya. Sedangkan jumlah TPS mencapai 3.024, yang tersebar pada 21 kecamatan.

“Selain surat suara, kita juga telah menerima logistik lainnya yaitu tinta. Jumlahnya masih dihitung oleh petugas, sementara logistik lainnya seperti formulir, segel, hologram dan kotak suara menyusul dalam waktu dekat,” tandasnya sembari menambahkan, semuanya baru, hanya bilik suara menggunakan yang lama karena masih layak digunakan.

Sementara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Langkat melakukan hal yang sama di Gedung Serba Guna Manunggal Langkat Berseri, Rabu (6/6).

Sihar Diskusi Soal Masa Depan Hutan

Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus berdiskusi dengan aktivis dan penggiat lingkungan hidup di kantor Wahana Lingkungan Hidup Sumut, di Medan, Selasa (5/6/2018).
Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus berdiskusi dengan aktivis dan penggiat lingkungan hidup di kantor Wahana Lingkungan Hidup Sumut, di Medan, Selasa (5/6/2018).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) Sihar Sitorus berdiskusi dengan aktivis dan penggiat lingkungan hidup di kantor Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumut, di Medan, Selasa (5/6).

Dalam diskusi tersebut, para aktivis Walhi mengharapkan pemimpin baru Sumut nantinya dapat menuntaskan sejumlah persoalan lingkungan dan agraria.

Dalam diskusi bersama dengan para pencinta lingkungan dibahas beragam isu kerusakan lingkungan dan perubahan fungsi lahan yang berdampak pada warga.

Dana Tarigan selaku Direktur Walhi Sumut mengatakan bahwa persoalan tersebut muncul karena tidak adanya kejelasan lahan. Bahkan kerap warga menjadi korban atas sejumlah sengketa lahan yang terjadi. Termasuk perubahan fungsi yang berdampak pada masuknya pemukiman warga dalam pembuat surat keputusan penetapan hutan.

“Itu sudah terlihat nyata, ada 30%  ketentuan hutan di provinsi. Namun akibat banyaknya penggunaan lahan untuk korporasi maka lahan warga yang dimasukkan sebagai kawasan hutan,” jelasnya.

Dana Tarigan menyebutkan bahwa konflik agraria di Sumut sangat tinggi. Demikian juga kesimpangsiuran perizinan sumber daya alam. Di sisi lain ada persoalan obral izin atau penerbitan izin yang sembarang oleh pemerintah dan akhirnya berdampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat .

Menurut Dana, kerusakan lingkungan menjadi persoalan besar karena ditengarai adanya kompromi antara pemerintah dan pengusaha yang berdampak pada kerusakan lingkungan itu sendiri.

Masih dari paparan Dana Tarigan, pemerintah setidaknya dalam menerbitkan izin di kawasan hutan harus sangat hati-hati. Serta mempertimbangkan berbagai aspek khususnya bagi warga yang menjadi penerima dampak.

“Kita mengucapkan terimakasih kepada Bang Sihar sudah datang ke Walhi Sumut untuk diskusi persoalan lingkungan hidup di Sumut. Kita berharap ke depannya tidak lagi sembarangan dan dikontrol dalam pemberian izin. Agar hutan tidak begitu saja mengalami degradasi,” ujarnya.

Sementara Sihar Sitorus yang saat ini maju di Pilgub Sumut mendampingi H Djarot Saiful Hidayat mengucapkan terimakasih kepada Walhi Sumut yang memberikan waktu untuk berdiskusi.

Dari hasil pertemuan tersebut, Sihar mengaku bahwa masih sangat banyak persoalan lahan dan lingkungan yang harus di perbaiki di Sumut.

“Kita sadar kesejahteraan warga Sumut adalah yang utama dan tidak lepas dari hutan dan lingkungan. Karena itu pengelolaan hutan yang berkelanjutan harus dijaga. Karena keberlanjutan warga Sumut tidak lepas dari hutan,” jelasnya.

Sihar juga mengajak semua golongan untuk menjaga flora, fauna dan keragaman hayati di Sumut. Semua pihak termasuk, korporasi, pemerintah dan masyarakat adat. “Yang paling penting negara harus menjaga keseimbangan alam,” paparnya.(rel/azw)

 

 

Cawagubsu Musa Rajekshah Sapa Warga di Pajak USU

Cawagubsu Musa Rajekshah mendampingi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat wawancara dengan wartawan di Pajak USU, Selasa (5/5) sore.
Cawagubsu Musa Rajekshah mendampingi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat wawancara dengan wartawan di Pajak USU, Selasa (5/5) sore.

SUMUTPOS.CO – Geliat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sumatera Utara diharapkan dapat terus berkembang. Kunci bertahannya UMKM, adalah tentang ketersediaan pembiayaan atau modal.

Demikian disampaikan Calon Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah usai berkunjung ke Pajak USU (Pajus) bersama Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, di Jalan Jamin Ginting, Medan, Selasa (5/6) sore.

Pria yang akrab disapa Ijeck ini menilai, dalam rangka eksistensi UMKM di Sumut perlu pendampingan dan pembinaan dari pemerintah. “Karena selama ini, pegiat UMKM hanya dari swasta saja. Untuk itu, peran serta pemerintah dirasa perlu dalam mendukung keberlangsungan usaha masyarakat,” ujar Ijeck.

Ia menyebutkan, jika nanti dipercaya mengemban amanah sebagai pemimpin Sumut bersama Cagubsu Edy Rahmayadi, akan memberikan perhatian bagi pelaku usaha UMKM.

Selain permodalan dan pembekalan, ia juga mengungkapkan permasalahan yang masih dialami pelaku UMKM adalah lapak jualan yang laik. Karena saat ini para pedagang banyak yang berjualan di tempat yang tidak resmi, dan akhirnya selalu tergusur. “Maka itulah nanti yang harus kita pikirkan, agar usaha dari para penggiat UMKM bisa bertahan dan terus berkembang,” ucapnya.

Menurut dia kehadiran Pajus sangat membantu para mahasiswa maupun masyarakat biasa. Karena harga-harga yang dijual di sana relatif terjangkau. “Ini yang perlu dijadikan contoh untuk daerah lain, terutama daerah yang dekat dengan tempat pendidikan. Karena pasti mereka butuh tempat belanja kebutuhan kuliah yang dekat dengan kampus dan harganya yang terjangkau,” pungkasnya.

Susuri Pematang Sawah, Sihar Berbincang dengan Petani Tua

Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus menjelaskan program unggulan DJOSS kepada Rosida Aritonang, petani di Batang Angkola, Tapsel, Senin (28/5/18).
Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus menjelaskan program unggulan DJOSS kepada Rosida Aritonang, petani di Batang Angkola, Tapsel, Senin (28/5/18).

SUMUTPOS.CO – Mobil Toyota Innova yang ditumpangi Sihar Sitorus tiba-tiba berhenti di salah satu ruas jalan desa di Hurase, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, belum lama ini. Dia berhenti dan turun dari mobil setelah menjelajahi beberapa desa di kawasan Batang Angkola.

Setelah turun, dia menelusuri pematang sawah dan melangkah menyapa pasangan lanjut usia yang sedang merawat padi di hamparan sawah. Pasangan lanjut usia tersebut yakni Rosida Aritonang yang sudah menapaki usia 63 tahun beserta suaminya bernama Tinggi yang sudah berusia 65 tahun. Kedua orang tua tersebut mengaku masih terus berjuang untuk memenuhi kehidupan mereka.

Selain itu, aktivitas di persawahan untuk membersihkan gulma dari padi yang sudah mulai tumbuh merupakan rutinitas yang harus mereka jalani, agar tubuh mereka tidak kaku menjalani usia tua. Mereka memilih terus bekerja selama tenaga masih ada. Sebab bagi mereka usia bukanlah penghambat beraktivitas melainkan lembaran waktu yang dapat dijadikan pelajaran agar terus berjuang.

“Saya punya anak delapan, mereka semua saya besarkan dan saya sekolahkan lewat bertani. Saya bersyukur kepada Tuhan karena diberikan kesempatan untuk membesarkan dan menyekolahkan anak. Perjuangan menyekolahkan mereka bukan hal yang mudah, tetapi tidak juga hal yang sukar. Karena Tuhan selalu memberikan jalan kepada kami,” terangnya sesaat setelah berbincang dengan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) nomor urut dua tersebut.

Sihar yang mendengarkan cerita itu mengaku sangat terinspirasi. Pasalnya orang tua seperti mereka tidak pernah berhenti berjuang demi menjalani hidup mereka. Mereka adalah gambaran dari orang tua di Sumut yang selalu menunjukkan kebaikan dari keseharian mereka.

Rosida kemudian melanjutkan ceritanya dan mengatakan, tahun lalu mereka mengalami gagal panen. Kegagalan panen merupakan hal yang kerap mereka hadapi. Mereka tidak mengerti teknologi pertanian dan mereka bekerja sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.

“Kalau kami beli pupuk, kami hanya sebut penyakitnya dan kami akan diberikan resep obat yang sudah dicampur oleh penjual pupuk. Kami berharap ke depan pemerintah hadir untuk membantu kami agar kami lebih mapan lagi dalam bertani,” jelasnya.

Rosida mengaku sudah sangat mengenal keluarga Sitorus, yakni orangtua dari Sihar Sitorus bernama DL Sitorus. Ayah Sihar disebutnya sebagai salah satu tokoh Sumut yang sangat dermawan dan suka membantu. Karena itu menurut Rosida, Sihar harus bisa mengikuti jejak orangtuanya dan membantu sesama. Terlebih jika nanti sudah terpilih menjadi Wakil Gubernur Sumut mendampingi H Djarot Saiful Hidayat. “Kami sudah pasti memilihmu nak, tetapi perhatikanlah nanti nasib warga seperti kami ini,” katanya dalam bahasa Batak.  

DPD Soroti Harga Tiket Pesawat

Foto: Hulman/Sumut Pos Akibat listrik padam hingga dua jam di Banddara KNIA pelayanan menjadi terganggu sehingga penumpang dan pengunjung kecewa.
Foto: Hulman/Sumut Pos
 Penumpang dan pengunjung di Banddara KNIA.

SUMUTPOS.CO – Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba beserta rombongan  melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Bandara Kualanamu, guna memastikan kesiapan PT Angkasa Pura (AP) II selaku pengelola terkait angkutan Lebaran Idulfitri 1439 H. Rabu,(6/6) pagi. Ia didampingi Executive General Manager (EGM) PT AP II Kualanamu Arif Darmawan, Senior Manager Airport Maintenance M Yusuf Irianto, Senior Manager Operation and Service Muh Suwito serta yang mewakili Kepala.Otband Wilayah II Medan Saeful Bahri dan Ariadi.

Dalam kesempatan itu, Komite II yang membidangi perhubungan menyoroti persoalan harga tiket, kelistrikan dan keamanan di bandara. Untuk persoalan harga tiket, Parlin mengungkapkan banyaknya keluhan masyarakat terkait mahalnya harga tiket. Seperti rute Kualanamu-Nias yang biasanya Rp700 ribu kini dijual Rp1 juta lebih. Kondisi itu bahkan sudah berlangsung lama, dan ia meminta pihak AP II maupun Otband harus bersinergi mengatasi persoalan itu. “Satu hal yang pasti harus ada batas atas harga tiket, sehingga penumpang tidak mengeluh,” sarannya.

Demikian pula harga tiket Kualanamu-Cengkareng, Jakarta. Saeful Bahri yang mewakili Kepala Otband juga tak menampik adanya keluhan harga tiket Kualanamu-Nias. “Sudah kami laporkan ke Kementerian Perhubungan,” katanya.

EGM PT AP II Arif Darmawan yang dikonfirmasi  terkait kesiapan angkutan Lebaran, pihaknya mengaku sudah lebih awal mempersiapkannya. “Jadi, jajaran AP II yang ada  beserta instansi terkait lainya sudah berbuat maksimal dalam menghadapi idulfitri 1439 H ini,” pungkasnya.(prn/btr/bal/fac)

 

 

Pelindo I Siap Layani Mudik

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Penumpang menunggu KM Kelud bersandar di Pelabuhan Belawan pada puncak arus mudik Idul Fitri 1437 H, di Medan, Sumatera Utara, Jumat (1/7). Sebanyak 2.426 penumpang dari Tanjung Priok, Batam dan Tanjung Balai Karimun tiba di Belawan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Penumpang menunggu KM Kelud bersandar di Pelabuhan Belawan pada puncak arus mudik tahun lalu.

SUMUTPOS.CO – Untuk meningkatkan pelayanan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, PT Pelindo 1 telah melakukan berbagai macam persiapan guna memperlancar angkutan lebaran tahun 2018. Berkaca dari data arus mudik Lebaran 2017 lalu, ada tren peningkatan jumlah penumpang kapal laut sebanyak 34.216 orang atau naik 3,4 pesen dibandingkan mudik Lebaran 2016 lalu dengan jumlah penumpang 33.036 orang.

ACS Humas PT Pelindo I, Fiona Sari Utami mengatakan, delapan pelabuhan dan tiga cabang pelabuhan milik Pelindo I di antaranya, Pelabuhan Belawan, Sibolga, Gunung Sitoli, Tanjung Balai Asahan, Dumai, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang, Tembilahan, Selat Panjang, Bengkalis, dan Sei Kolak Kijang sudah siap melayani angkutan lebaran tahun ini. “Kita telah mempersiapkan fasilitas terminal dengan mangakomodasikan keberangkatan dan kedatangan arus mudik lebaran,” kata Fiona.

Dikatakannya, Terminal Penumpang Bandar Deli Pelabuhan Belawan yang merupakan terminal penumpang terbesar di Pulau Sumatera yang mampu menampung 2.500 orang, sudah dilengkapi dengan dua unit garbarata yang semakin memudahkan penumpang untuk naik turun dari kapal menuju dermaga dan sebaliknya.

“Terminal ini memiliki arsitek bangunan yang modern dilengkapi dengan berbagai fasilitas berupa guesthouse, ruang tunggu ekonomi dan VIP, ruang ibu menyusui, balai kesehatan, ruang merokok, kantin, ruang kedatangan dan anjungan, mushola, serta toko cindera mata untuk mempermudah masyarakat yang ingin membelanjakan oleh-oleh,” jelas Fiona.

Selain itu, lanjut Fiona, Terminal Bandar Deli Pelabuhan Belawan dilengkapi dengan alat dan fasilitas pelengkap seperti tanda bahaya (alarm), alat pemadam kebakaran, alat penyelamat kecelakaan di air (pelampung) serta fasilitas automatic gate untuk menunjang faktor keamanan, keselamatan, dan kenyamanan penumpang selama berada di terminal penumpang.

Dalam memberikan pelayanan, PT Pelindo I juga telah melakukan pembenahan terminal penumpang di Terminal Sri Bintan Pura Pelabuhan Tanjung Pinang yang merupakan terminal penumpang kedua tersibuk di Indonesia yang kini telah dilengkapi dengan layanan e-berthing atau layanan tambatan kapal secara online yang memudahkan dalam permintaan pelayanan tambatan kapal, Pelabuhan Dumai, Terminal Penumpang Tanjung Balai Karimun, Tanjung Balai Asahan, dan Pelabuhan Sibolga. Hal ini merupakan salah satu wujud komitmen serius Pelindo 1 untuk melayani masyarakat yang menggunakan jasa angkutan laut.