Home Blog Page 6288

Minta Uang Halah Bihalal, Dua Oknum OKP Diciduk

Dua oknum OKP yang diamankan petugas.
Dua oknum OKP yang diamankan petugas.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua oknum dari salah satu organisasi kepemudaan (OKP) di Medan diciduk personel Unit Reskrim Polsek Patumbak. Itu setelah keduanya meminta uang halal bihalal kepada CV Roda Jaya Makmur.

Keduanya diamankan di Jalan Perjuangan I, Desa Marindal II, Patumbak, Senin (4/6). Kedua tersangka masing-masing, MA (38) warga Jalan Masjid Patumbak Kampung dan RAN (33) warga Jalan Swakarya Patumbak Kampung.

Kanit Reskrim Polsek Patumbak Iptu Ainul Yaqin mengatakan, penangkapan tersangka berdasarkan laporan pengaduan Desy Ratnasari (22) warga Jalan Komplek Oma Deli, Blok G No 2, Desa Marendal II, Kecamatan Patumbak.

Pengaduan korban diterima dengan Nomor: LP/328/VI/2018/SU/Polrestabes Medan/Sek Patumbak 4 Juni 2018.

“Keduanya telah melakukan pemerasan dengan modus minta uang halal bihalal kepada korban,” ungkapnya, Rabu (6/6).

Yaqin menjelaskan, mengenakan atribut OKP, kedua pelaku datang ke kantor CV Roda Jaya Makmur di Patumbak, Sabtu (2/6) siang.

Kepada korban, kedua tersangka memberikan sebuah amplop berlogo OKP tempat keduanya bernaung.

Kepada korban, pelaku RAN mengatakan, Senin (4/6) dirinya akan datang kembali untuk mengambil bantuan dana.

Setelah itu, RAN dan temannya MA langsung pergi meninggalkan kantor CV Roda Jaya Makmur.

“Korban membuka isi amplopnya dan isinya selembar kertas ucapan selamat hari Raya Idul Fitri 1439 H sekaligus meminta bantuan dana untuk halal bihalal,” ujar Yaqin.

Mengetahui hal itu, korban pun melaporkannya ke pimpinan perusahaan. Ternyata, pimpinan perusahaan tersebut pun takut jika usahanya akan diganggu.

“Pimpinan mereka pun memberikan uang Rp 50 ribu dengan dalih agar usaha mereka tidak diganggu,” katanya.

Selanjutnya, Senin (4/6) sekira pukul 15.00 WIB, kedua pelaku datang kembali untuk mempertanyakan surat mereka.

Korban pun memberikan amplop berisi uang tersebut ke pelaku. Namun disaat bersamaan, personel Reskrim Polsek Patumbak yang sudah mendapat laporan telah standby menangkap kedua pelaku.

“Begitu kedua pelaku keluar dari ruangan kantor, polisi datang dan langsung menangkap kedua pelaku. Mereka mengaku kedatangannya mengatasnamakan salah satu ormas untuk meminta uang kepada perusahaan,” ucapnya.

Sementara itu, tutur Yaqin, korban terpaksa harus memberikan bantuan. Sebab apabila tidak diberikan, maka kedua pelaku akan marah-marah dan terus memaksa serta mendatangi perusahaan secara berulang kali agar tidak nyaman bekerja.

“Atas perbuatannya kedua pelaku diancam dengan hukuman paling lama 9 tahun penjara,” pungkasnya.(mag-1/ala)

 

 

Greysia Polli Berjuang Jaga Emosi

Greysia Polli
Greysia Polli

SUMUTPOS.CO – Pebulu tangkis putri Indonesia Greysia Polii menuturkan bahwa emosi memegang peranan penting dalam performa atlet di lapangan. Meski sudah termasuk pemain senior, Greysia mengaku ia kerap kali masih menemui kendala dalam mengatasi emosinya.

Hal ini dikatakan Greysia saat ditanya persiapannya jelang menghadapi Malaysia Terbuka 2018 yang akan bergulir pada 26 Juni – 1 Juli mendatang.

“Yang paling penting itu jaga emosi. Apalagi pemain-pemain perempuan seperti kami yang feeling dan emosinya lebih dominan,” ujar Greysia, Rabu (6/6).

Greysia mengatakan, kegagalan tim Uber di Piala Thomas dan Uber 2018 dua pekan lalu juga banyak disebabkan oleh hal ini. Karena tidak bisa menguasai perasaan yang kalut akan beragam faktor, permainan di lapangan akhirnya kerap kacau.

Untuk mengendalikannya, Greysia menuturkan bahwa salah satu hal yang bisa menaklukkan kondisi emosi yang carut marut adalah motivasi untuk menang dan meraih gelar juara.

“Komitmen saya dan semua pemain yang lain juga harus lebih besar lagi. Karena kalau emosi dan perasaan sudah bisa dikendalikan, fisik dan teknik pasti dengan sendirinya akan mengikuti,” ujarnya. (kar/isa/jpc/don)

Kroser Nasional Desain Sirkuit Jaharun

Kroser muda Sumut bersama Gatam Hatim usai coaching clinic di Sirkuit Jaharun Centre, Galang. (IST/Sumut Pos)
Kroser muda Sumut bersama Gatam Hatim usai coaching clinic di Sirkuit Jaharun Centre, Galang. (IST/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sirkuit permanen Jaharun Centre yang berlokasi di Desa Jaharun, Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang akan mengalami pembaharuan dan didesain ulang. Penyegaran dan renovasi sirkuit motocross dan grasstrack kebanggaan masyarakat Sumut ini melibatkan konsultan dari Surabaya serta mantan kroser nasional asal Jatim, Gatam Hatim.

Syabra Buana, promotor event yang juga Kabid Olahraga Roda 2 Pengprov IMI Sumut mengatakan Sirkuit Jaharun Centre sengaja didesain ulang agar bisa lebih menghadirkan tontonan yang lebih menarik serta membuat skill kroser yang tampil lebih meningkat lagi.

“Desain ulang akan membuat Sirkuit Jaharun semakin representatif untuk menggelar even-even tingkat nasional. Memang, sejauh ini kita sudah pernah menggelar Kejurnas Grasstrack di Jaharun Centre,” ujar Syabra Buana, kemarin.

“Dengan desain ulang, maka standar sirkuit semakin meningkat sehingga memungkinkan untuk menggelar even-even berkualitas dan berlabel nasional serta internasional. Hal ini tentu menggembirakan kita, karena di Sumut kembali akan lahir sirkuit bertaraf internasional,” tambah mantan pembalap andal Sumut di era 1990-an ini.

Disebutkan, dalam rangkaian kehadirannya di Galang, Gatam Hatim yang merupakan kroser andal di era 2000-an, juga sekaligus memberikan coaching clinic kepada pembalap belia Sumut di kelas 65 cc Sumut yaitu Girhan Baihaqi (10 tahun) dan Giofan (9 tahun) serta kroser muda di kelas MX2 250 cc Junior Ahmad Zusri dan Kevin Raihan.

“Coaching clinic untuk meningkatkan kemampuan para pembalap dengan menyerap ilmu dari kroser nasional yang juga pemilik Gatam Hatim Motocross Scholl (GHMS) ini,” ungkapnya.

Syabra Buana juga memberikan apresiasi kepada pemilik dan jajaran manajemen Sirkuit Jaharun Centre yang telah menyediakan sirkuit untuk latihan secara cuma-cuma bagi pecinta otomotif.

“Usai Lebaran pada 15 Juli nanti dijadwalkan berlangsung Jaharun Center Motocross 2018 Seri 3 yang akan kita gelar lebih ramai dan meriah untuk menghadirkan tontonan menarik bagi masyarakat Sumut. Rencananya Seri 3 Jaharun Centre Motocross akan dimeriahkan oleh kroser nasional wanita dari Jatim,” pungkas Syabra Buana. (dek)

 

Arema Depak Bozovic

Balsa Bozovic
Balsa Bozovic

SUMUTPOS.CO – Karir Balsa Bozovic di Arema FC tak sampai setengah musim. Pemain kebangsaan Montenegro itu resmi dicoret dari skuad Singo Edan.

Buruknya penampilan Bozovic dalam sejumlah laga menjadi alasan utama dari keputusan ini. Hal tersebut dipaparkan langsung oleh Ruddy Widodo selaku Manajer Arema.

“Balsa Bozovic sudah finis, saya sudah berkomunikasi dengan agennya. Keputusan ini ada setelah laga melawan PSMS Medan (26 Mei 2018), tentu ada alasan teknis menurut tim pelatih,” ucapnya yang dikutip dari Wearemania.

“Sudah dua pertandingan ini dia tidak masuk dalam skema main tim, termasuk pertandingan melawan Perseru Serui di pekan ke-13 ini. Bahkan namanya sudah tidak ada dalam tim Arema yang menjalani persiapan di Hotel Regent Malang,” tambahnya.

Musim ini Bozovic baru bermain sembilan kali. Dengan kepergiannya, Arema punya satu slot kosong soal kuota pemain asing.

Pelatih Milan Petrovic mengatakan, Balsa sudah diberi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan, termasuk ketika Arema beruji coba melawan klub Liga 3 Sumbersari FC. Namun kesempatan itu tidak dimanfaatkan dengan baik, sehingga nasibnya bisa dikatakan selesai.

“Saya beberapa kali memberikan kesempatan kepada Balsa di sesi latihan ataupun pertandingan. Baik sebagai pemain inti, ataupun yang masuk di babak kedua. Tetapi dia nampaknya tidak cukup bagus untuk bergabung di skuat ini, sehingga saya bisa katakan dia sudah berakhir di Arema,” jelas Petrovic.

“Tapi saat ini kami lebih memilih fokus kepada pertandingan melawan Perseru, dan menolak membicarakan dia bisa seperti ini, karena situasinya tidak tepat,” pungkasnya. (bep/jpc/don)

Persela v Mitra Kukar: Move On

Loris Armaud bertekad bangkit lawan Kukar.
Loris Armaud bertekad bangkit lawan Kukar.

SUMUTPOS.CO – Persela Lamongan telah melupakan kekalahan menyakitkan dari Sriwijaya FC pada 2 Juni lalu. Mereka fokus menatap pertandingan berikutnya melawan Mitra Kukar di Stadion Surajaya, Kamis (7/6) malam WIB. Persela baru saja mengalami kekalahan menyakitkan pada pekan ke-12.

Mereka menyerah 1-5 saat bertandang ke markas Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang. “Sudah tidak ada masalah. Namanya juga kompetisi. Kami masih punya 22 pertandingan ke depan,” ucap pelatih Persela, Aji Santoso di Lamongan, Rabu (6/6) siang.

Hasil minor di Palembang adalah kekalahan terbesar yang dialami Persela musim ini. Kekalahan tersebut sekaligus memutus rekor tanding Persela yang belum terkalahkan dalam lima laga beruntun. Baik di Liga 1 2018 maupun Piala Indonesia.

Mantan penyerang Sevilla, Fernando Rodriguez Ortega menjadi sosok yang diwaspadai oleh Persela Lamongan. Fernando akan dijaga ketat agar dia tidak leluasa mengacak-acak pertahanan Persela.

Penyerang asal Spanyol tersebut merupakan salah satu striker haus gol di Liga 1 2018. Fernando telah menjaringkan sembilan gol dari total sebelas pertandingan bersama Naga Mekes – julukan Mitra Kukar.

Kualitas striker 31 tahun tersebut diakui oleh pelatih Persela, Aji Santoso. “Striker Mitra Kukar bernomor 9 sangat bagus sekali. Pemain dengan kaki kiri (yang) sangat tajam,” sanjung Aji.

Untuk menghadapi penyerang sekelas Fernando, Aji meminta lini belakang timnya lebih waspada, lebih rapat, dan lebih disiplin. Terutama duet bek tengah Wallace Costa dan Arif Satria. Pasalnya, Fernando amat tangguh dalam duel udara.

Sementara itu target tak kehilangan poin yang diusung Mitra Kukar. Namun bukan mustahil apabila melihat kondisi tuan rumah yang pada pekan sebelumnya kalah telak di markas Sriwijaya FC.

Mitra Kukar berharap mental Saddil Ramdani cs belum pulih. Itu akan membuat mereka bisa lebih mudah mencari kans untuk meraih kemenangan. Ha itu pun sangat diharapkan oleh pelatih Rafael Berges Marin.

“Kami datang dengan kepercayaan diri tinggi ke Lamongan. Saya melihat pemain memiliki semangat untuk mengimbangi perlawanan Persela,” sebut pelatih asal Spanyol tersebut seperti dilansir Kaltim Post (Jawa Pos Group).

Andai diperbandingkan, komposisi pemain Mitra Kukar dengan Persela Lamongan cukup seimbang di semua lini. “Kami harus bisa memanfaatkan kondisi tuan rumah yang tidak dalam performa terbaiknya. Tapi kami juga tidak boleh lengah, kami tak ingin berlibur dalam kondisi bersalah,” papar kapten tim, Bayu Pradana. (bbs/jpc/don)

AHY Harap Edy-Ijeck Bawa Perubahan

AHY berbicara soal sosok pemimpin yang cinta rakyat saat kongkow bareng media, Selasa (5/6).
AHY berbicara soal sosok pemimpin yang cinta rakyat saat kongkow bareng media, Selasa (5/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keinginan mendapatkan seorang pemimpin yang cakap dan menyayangi rakyatnya itu adalah sebuah keniscayaan. Tetapi setidaknya memiliki kompetensi, kapasitas intelektual, manajemen dan juga leadership.

“Kalau ditanya penilaian terhadap (pemimpin) cakap dan menyayangi rakyat saya pikir itu adalah keniscayaan. Kuncinya mencintai rakyat itu mutlak diatas segala-galanya,” kata Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kosgama) DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat acara Kongkow Bareng Awak Media di Roda 3 Bistro n Café, Jalan Sei Serayu Medan, Rabu (5/6) malam.

Menurut AHY, sejauh ini pemimpin yang menjadi harapan partainya tentu yang punya kapasitas, integritas dan jiwa kepemimpinan serta mencintai rakyatnya.

Kata dia, dengan mencintai rakyatnya tidak mungkin pemimpin terjaga ditengah malam memikirkan nasib rakyatnya, menghadirkan kebijakan-kebijakan yang bisa mengangkat hidup mereka dan juga mencari solusi bagi permasalahan mereka.

“Saya pikir pasangan calon (Edy-Ijeck) yang kami usung juga punya komitmen untuk bisa memberikan itu semua,” ungkapnya.

AHY yang turut didampingi sejumlah kader Partai Demokrat termasuk kader muda yang juga mantan atlet bulutangkis dunia, Taufik Hidayat menambahkan, dipilihnya pasangan calon Edy Rahmayadi–Musa Rajekshah tentunya dengan sebuah harapan dan keyakinan terhadap keduanya untuk membawa perubahan.

“Bahwa beliau berdua bisa membawa Sumut lebih baik, bermartabat dengan segala idealismenya. Kami Partai Demokrat tentunya ingin konsisten pada komitmen kami ketika kami telah menentukan dukungan kepada siapapun itu, kami berupaya menyukseskan dan memenangkannya,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa turut andil dalam Pilkada di 117 daerah di Indonesia dimana sangat menyita perhatian sejumlah pihak, dengan segala macam pro kontra terhadap dirinya.

”Tidak hanya di Sumut, saya keliling ke berbagai Pilkada lainnya juga pasti ada pro kontra. Ada yang katakan AHY gak usah ikut-ikutan dalam pilkada itukan konteks lokal biar AHY milik semua,” ucapnya.

Pewaris Kesultanan Aceh Tutup Usia

Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam
Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam

JAKARTA, SUMUTPOS.CO -Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam tutup usia. Pewaris Kesultanan Aceh itu menghembuskan napas terakhir di RS Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (6/6) sekitar pukul 06.45 WITA.

Sebelum dipulangkan ke Aceh, jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan Kesra Raya, Perumnas Tanjung Karang, Mataram.

Yang Mulia (YM) Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Cahya Nur Alam binti Tuanku Raja Ibrahim bin Sultan Muhammad Daodsyah, merupakan Sultan Aceh Darussalam yang terakhir yang memimpin perang melawan Belanda.

Setelah puluhan tahun, dia ditangkap dan ditawan dibuang ke Rawamangun, Jakarta. Makam Sultan Muhammad Daodsyah berada di Rawamangun, Jakarta Timur.

Berdasarkan informasi dari Tuanku Raja Yusuf yang merupakan adik dari Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Cahya Nur Alam, jenazah almarhumah akan dikebumikan di Aceh.

“Kemungkinan jenazah Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam akan dimakamkan di samping ayah beliau, Tuanku Raja Ibrahim di Baperis,” kata Akademisi dan pemerhati sejarah Muhammad Adli Abdullah Bawarith dalam keterangannya di Banda Aceh, Rabu (6/6).

Badan Pembina Rumpun Iskandarmuda (Baperis) merupakan kompleks makam Sultan Iskandar Muda. Di sana ada makam Sultan Besar Sultan Mansur Syah. Lokasinya di samping Museum Aceh, dan di sisi Meuligoe Gubernur Aceh.

Lembaga Kebudayaan Antarbangsa, Pusat Kebudayaan Aceh-Turki (PuKAT) mengucapkan duka mendalam atas wafatnya Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam. Kepergian Sultanah Cahya Nur Alam adalah kehilangan besar. Tidak hanya bagi Aceh, tapi juga Indonesia.

“Beliau adalah satu-satunya pelaku sejarah yang masih bisa memetakan peristiwa-peristiwa sejarah yang dilalui leluhurnya. Sayangnya, lagi-lagi pemerintah Aceh terlambat untuk mengumpulkan dan menyebarkan pikirannya pada generasi Aceh yang saat ini terbenam dengan teknologi internet,” ucap Owner PuKAT Dr Mehmet Ozay.

Menurutnya, kepergian pewaris Kesultanan Aceh itu telah menutup satu jendela Aceh pada dunia. Mehmet mendoakan agar almarhumah mendapatkan tempat dengan derajat paling tinggi di sisi Allah SWT.

Sementara itu, Kepala Biro Humas Setda Aceh Rahmad mengatakan, informasi awal bahwa jenazah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam akan diberangkatkan dari Jakarta ke Aceh pada pukul 18.00 WIB.

“Menurut informasi yang kami dapatkan tadi demikian. Cuma saya belum konfirmasi ke Jakarta apakah sesuai jadwal atau tidak. Saya mengecek terlebih dahulu. Siapa tahu ada perubahan jadwal,” tutur Rahmad.

Pemerintah Provinsi Aceh akan menyambut secara khusus atas kedatangan jenazah almarhumah cucu Sultan Aceh itu. “Kami juga akan melihat kembali soal jadwal Pak Gubernur Aceh. Untuk saat ini belum bisa kami sampaikan, Karena itu bisa disesuaikan,” ujarnya.(mal/jpc/ala)

 

Bocah 6,5 Tahun Menderita Gizi Buruk di Nias Utara

Foto : ADI LAOLI/SUMUT POS PERAWATAN: Deriawanti dijagai kedua orangtuanya saat mendapat perawatan anak, RSUD Gunungsitoli.
Foto : ADI LAOLI/SUMUT POS
PERAWATAN: Deriawanti dijagai kedua orangtuanya saat mendapat perawatan anak, RSUD Gunungsitoli.

NIAS UTARA, SUMUTPOS.CO -Deriawanti Zega, bocah berusia 6,5 asal Desa Umbubalodano, Kecamatan Sitoluori, Kabupaten Nias Utara, menjalani perobatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungsitoli, akibat menderita gizi buruk.

Anak dari pasangan suami istri Yanueti Zega alias Ama Wandi dan Adinia, ini tiba di RSUD Gunungsitoli, Senin (4/6), atas bantuan salah satu organisasi sosial GPS

Menurut orangtuanya, Deriawanti sejak berusia 1,3 tahun sering mengalami demam hingga usianya 6 tahun.

“Sejak kecil anak kami ini sering sakit demam pak, setiap kami bawa berobat ke rumah sakit sembuh sebentar dan tak lama kumat lagi. Kemarin bulan Mei, sakitnya kambuh lagi,” kata Ama Wandi kepada Sumut Pos di RSUD Gunungsitoli, Selasa (5/6).

Diungkapkan kedua orangtuanya, selama ini Deriawanti yang dibawa ke Puskesmas hanya diberikan obat dan biskuat, dan langsung disuruh pulang.

“Di Posyandu juga hanya ditimbang, kadang di kasi obat, kami belum pernah menerima makanan tambahan gizi buat bayi”,beber Ama Wandi.

Kedua orangtua Deriawanti yang berprofesi petani ini, berharap agar anaknya cepat sembuh, sehingga mereka dapat pulang ke rumah, untuk beraktifitas seperti biasa.

“Ya kami harap anak kami cepat sembuh, karena masih ada kakaknya yang sekolah, terlebih dalam mencari nafkah, anak-anak di rumah tak ada yang ngurus”,

Sementara itu Kepala Puskesmas Awa’ai Kabupaten Nias Utara, Bowosokhi Zai, yang dihubungi terkait makanan tambahan gizi untuk balita, mengaku penyalurannya selama ini melalui Puskesmas Pembantu (Pustu) di desa masing-masing.

“Selalu kami berikan pak, melalui pustu di desa-desa, masalah tidak sampai sama anak itu bisa saja kakak-kakaknya yang konsumsi, kan gak mungkin kami kontrol sampai ke rumahnya”,Kata Bowosokhi Zai.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Gunungsitoli dr. Hotman Purba kepada Sumut Pos (Rabu, 6/6), membenarkan jika Deriawanti Zega menderita penyakit kekurangan asupan gizi. “Sesuai hasil diagnosa dokter, anak ini menderita gizi buruk, dan sampai saat ini belum ada penyakit lain yang diderita anak ini”,uangkap Hotman saat dihubungi Sumut Pos. (mag-5/han)

 

 

Pertamina Tambah 33.666 Tabung LPG 3 Kg per Hari

Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Dua orang pekerja menurunkan tabung elpiji 3 kg dari dalam truk, di Jalan Tanjung Mulia Medan, Kamis (5/10) lalu. Gas elpiji 3 kg susah diperoleh di pasaran. Langkanya gas tersebut membuat harganya naik drastis di beberapa kios di kota Medan.
Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Dua orang pekerja menurunkan tabung elpiji 3 kg dari dalam truk, di Jalan Tanjung Mulia Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I pada bulan Ramadan 1439 H, mengantisipasi lonjakan konsumsi penggunaan LPG 3 kilogram di tengah masyarakat. Namun begitu, stok LPG dipastikan aman.

“Konsumsi LPG diprediksi akan meningkat selama Ramadan 1439 H di wilayah Sumatera Utara. Pertamina mengantisipasi lonjakan itu dengan menambah pasokan dan melakukan pendistribusian sesuai kebutuhan,” ucap General Maneger (GM) PT Pertamina MOR I, Joko Pitoyo kepada wartawan di Medan, Senin (4/6) malam.

Joko menjelaskan, lonjakan permintaan biasanya terjadi pada bulan Ramadan. Karena ada perubahan pola konsumsi. Untuk wilayah Sumatera Utara, Pertamina telah mengantisipasi penyaluran LPG 3 kilogram dengan menambah sebanyak 33.666 tabung atau 9 persen dari konsumsi harian normal, yaitu dari 369.333 tabung perhari menjadi 403.000 tabung per hari.

“Ketahanan supply dan stok LPG wilayah Sumatera Utara ditunjang dengan 217 agen dan 7.994 pangkalan LPG yang disalurkan dari Depot LPG Tandem dan Depot LPG Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumut,” jelas Joko.

Sebelumnya, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) menyebutkan penggunaan gas saat bulan Ramadan ditingkat konsumen tidak ada mengalami peningkatan. Malah sebaliknya, menjelang Idul Fitri ada penurunan penggunaan gas mencapai 20 persen dari konsumsi gas normal dihari biasa.

“Untuk penjualan seperti biasa, untuk menghadapi Lebaran ini kalau tidak ada masalah. Banyak pelanggan kita, terutama konsumen industri pada Lebaran mengadakan libur massal. Otomatis penggunaannya mengalami penurunan seperti hari biasa paling sekitar 20 persen,” ujar Sales Manajer Head Medan PT PGN, Saeful Hadi kepada wartawan di Medan, baru-baru ini.

Saeful mengungkapkan, untuk pelanggan PGN ada 3 pelanggan. Pelanggan rumah tangga, pelanggan komersil dan pelanggan industri. Untuk penggunaan pelanggan komersil di bulan ramadan mengalami kenaikan sebesar 20 persen untuk penggunaan gas.

“Untuk penguna gas ditingkat pelanggan rumah tangga normal. Tapi, penggunaannya berbedah, biasanya digunakan pagi dan siang. Saat bulan ramadan sore menjelang berbuka puasa dan sahur. Relatif normal, untuk pelanggan rumah tanggan itu, kecil dibandingkan penggunaan pelanggan komersil dan industri,” jelas Saeful.

Saeful mengatakan total pelanggan gas rumah tangga hanya 10 persen sangat kecil, dibandingkan dengan pelanggan komersil dan pelanggan industri sebagai konsumen dari PGN.”Biasanya, seminggu lagi mau Lebaran. Pihak industri menyampaikan melalui surat libur massal. Jadinya, penggunaan gas dikurangi. Karena, untuk konsumen industri kita, tahun sebelumnya banyak yang libur massal,” pungkasnya.(gus/ila)

 

Gas PGN Mengalir ke Jogya

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus memperluas daerah yang memanfaatkan gas bumi pada kuartal II 2018.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus memperluas daerah yang memanfaatkan gas bumi pada kuartal II 2018.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus memperluas daerah yang memanfaatkan gas bumi pada kuartal II 2018 ini. Yang terbaru, PGN akan menyalurkan gas untuk keperluan produksi bakpia kukus merek Tugu Jogja milik CV Tugu Jogja Istimewa di Yogyakarta.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama menuturkan PGN menyalurkan gas kepada CV Tugu Jogja Istimewa dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) yang akan disediakan oleh PT Gagas Energi Indonesia.

Gagas Energi merupakan anak usaha PGN di bidang pemanfaatan gas bumi dalam bentuk CNG,Liquefied Natural Gas (LNG), Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), dan lainnya.

“Di awal kontrak, volume gas yang akan disalurkan sebanyak 15 ribu-18 ribu m3 per bulan. Diharapkan jumlahnya bisa terus bertambah seiring dengan peningkatan produksi bakpia kukus dan skala bisnis pelanggan kami,” ujar Rachmat dalam keterangan resmi, Selasa (5/6/2018).

Menurut Rachmat, PGN sangat antusias dalam melayani CV Tugu Jogja Istimewa karena perusahaan tersebut merupakan pelanggan perdana gas PGN di Yogyakarta.

Belum adanya jaringan pipa gas PGN yang terbangun di daerah Yogyakarta dan sekitarnya, tidak mematahkan semangat PGN untuk menawarkan energi baik dalam bentuk CNG maupun LNG yang bisa disediakan oleh Gagas Energi kepada pelanggan di Yogyakarta.

“Industri ini adalah awal investasi kami di Yogyakarta. Sehingga dengan tersedianya moda transportasi CNG Gagas Energi di kota ini, maka kami telah siap melayani industri lain yang ingin merasakan manfaat gas bumi, sehingga dapat berkontribusi kepada kemajuan ekonomi Yogyakarta,” katanya.

Dengan memanfaatkan gas bumi PGN dalam bentuk CNG, Rachmat menyebut CV Tugu Jogja Istimewa bisa menghemat biaya produksi karena harga yang jauh lebih rendah dibandingkan Bahan Bakar Minyak (BBM) atau gas tabung yang biasa mereka gunakan.

Selain itu, pelanggan juga bisa lebih fokus menjalankan proses produksi bakpia kukus di pabriknya yang terletak di Jl. Raya Tajem 198, Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, karena gas tersebut dipastikan selalu terpasok tanpa henti dengan dukungan teknisi dari Gagas Energi.

Sampai akhir kuartal I 2018, PGN melayani sebanyak 196.221 pelanggan segmen industri sampai rumah tangga yang tersebar di Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong Papua.

Dengan memasok gas berbentuk CNG kepada CV Tugu Jogja Istimewa di Yogyakarta, jumlah pelanggan PGN dipastikan bertambah karena sebelumnya PGN berhasil memperoleh kontrak penjualan gas bumi ke sejumlah perusahaan sepanjang kuartal II 2018.

Beberapa diantaranya adalah PT Emjebe Pharma, pabrik infus di Pasuruan, Jawa Timur; PT Hiruta Kogyo Indonesia, pabrik suku cadang mobil di Karawang; PT Alexindo, produsen aluminium di Karawang; PT Serba Gurih Indonesia, produsen permen jahe dari Pasuruan; dan CV Cipta Rasa Nusantara, produsen bolu Meranti asal Medan yang legendaris. (rel/ram)