Home Blog Page 6299

Mitra Kukar Bertekad Perbaiki Rekor Tandang

Para pemain Mitra Kukar merayakan gol ke gawang PSMS.
Para pemain Mitra Kukar merayakan gol ke gawang PSMS.

SUMUTPOS.CO – Hingga pekan ke-12 Liga 1 2018, Mitra Kukar belum pernah menang di kandang lawan. Bahkan, tim asuhan Rafael Berges Marin itu lebih sering kalah. Satu-satunya hasil terbaik di kandang lawan adalah seri kontra Arema FC pada pekan pertama.

Selanjutnya, dalam lima kunjungan ke kandang lawan secara beruntun, Naga Mekes selalu menelan kekalahan. Terakhir, Mitra Kukar kalah 0-4 di kandang PSIS Semarang.

Salah satu faktor Mitra Kukar meraih hasil minor di kandang lawan adalah tekanan untuk meraih hasil maksimal. Itu membuat mereka justru inferior.

Selain itu, Bayu Pradana dkk kerap kehilangan kontrol permainan. Semakin sulit mengontrol diri ketika mendapatkan keputusan kontroversial dari sang pengadil. Selain itu, tekanan lain kadang datang dari suporter tuan rumah.

Kondisi tersebut membuat mental pemain menjadi terganggu. Dalam situasi tersebut, permainan yang tadinya tersusun rapi menjadi tak terkendali.

“Saya meminta pemain untuk bisa mengontrol emosi. Biarkan saja suporter tuan rumah bertindak semaunya. Tugas pemain adalah fokus dengan permainan di lapangan selama 90 menit,” terang manajer Mitra Kukar, Nor Alam seperti dilansir Kaltim Post (Sumut Pos Group).

Nor Alam berharap, saat menantang Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Lamongan, Kamis (7/6), Bayu Pradana cs tak perlu memikirkan situasi di luar lapangan. Apalagi Laskar Joko Tingkir memiliki puluhan ribu loyalis yang siap menjadi teror bagi para penggawa Naga Mekes. “Intinya, fokus saja dengan tujuan tim mencuri poin,” tegas Nor Alam.

Tim Kota Raja berkesempatan memperbaiki rekor tandang saat menantang Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Lamongan, Kamis (7/6). Bisa menahan tuan rumah bermain imbang jadi target paling realistis skuad Rafael Berges Marin. Itu jika melihat performa apik Laskar Joko Tingkir setiap kali bermain di depan puluhan ribu LA Mania.

Terakhir, armada Aji Santoso berhasil mencukur PS Tira dengan skor 4-1 di kandang. Kondisi tersebut cukup menggambarkan bahwa Persela Lamongan bisa jadi mimpi buruk Naga Mekes pada partai terakhir edisi Ramadan.

“Persela Lamongan tim bagus, kami harus bermain disiplin. Kami tidak mematok target muluk, bisa membawa satu poin saja sudah cukup,” kata asisten pelatih Mitra Kukar, Sukardi Kardok seperti dilansir Kaltim Post (Jawa Pos Group).

Target bermain seri menjadi opsi paling realistis skuad Naga Mekes di Lamongan. Itu jika melihat performa jawara Piala Jenderal Sudirman tersebut di kandang lawan. Hingga kini, tak satu pun kemenangan tandang mampu diraih Bayu Pradana cs.

“Saat ini, motivasi pemain sedang bagus, mereka ingin menutup laga sebelum libur dengan minimal mencuri satu poin. Dengan begitu, mereka bisa berlibur dengan hati tenang,” imbuh Kardok. (epr/jpg/jpc/don)

Riko Masih Butuh Adaptasi

Riko Simanjuntak turun sebagai starter di Timnas.
Riko Simanjuntak turun sebagai starter di Timnas.

SUMUTPOS.CO – Riko akhirnya bermain sebagai starter untuk pertama kalinya saat tim nasional U-23 berhadapan dengan Thailand untuk kali kedua di Stadion Patriot Candrabaga, Bogor, Minggu (3/6) dini hari.

Pada laga itu Riko bermain selama 81 menit. Sementara pada debutnya sebelumnya Riko bermain hanya 14 menit. winger Persija itu senang dapat kesempatan sebagai starter. Namun diakui eks pemain PSMS itu membutuhkan waktu lagi untuk beradaptasi dengan skuat Garuda Muda.

“Pertama saya ucapkan terima kasih buat coach (pelatih timnas Indonesia U-23 Luis Milla Aspas), saya dikasih kesempatan main 80 menit. Itu pengalaman yang sangat luar biasa untuk saya. Saya baru bergabung di timnas selama dua hari. Dan saya juga tidak banyak waktu bersama rekan-rekan,” kata Riko.

Riko mengatakan hanya fokus untuk mengejarkan instruksi dari pelatih. “Yang penting buat saya harus cepat beradaptasi saja. Karena di lapangan yang saya kerjakan adalah sesuai dengan strategi pelatih. Karena apa yang diterapkan pelatih di latihan, itu yang saya terapkan di lapangan dan itu adalah hal yang penting buat saya,” jelasnya.

Apalagi memang Riko hanya berlatih sebentar dengan timnas. Bukan hal yang mudah memahami karakter permainan Garuda di bawah Milla.

“Saya juga tidak mungkin cepat adaptasi karena waktu saya cuma ada dua hari. Waktu yang dua hari itu yang saya maksimalkan sesuai strategi dari pelatih,” tambah eks pemain Semen Padang itu.

Terkait penampilan timnas U-23, meski gagal menang dalam dua laga melawan Thailand, Riko menyebut timnya mengalami peningkatan. Seperti diketahui, pada laga pertama Indonesia takluk dengan skor 2-1, dan pada laga kedua bermain imbang tanpa gol. Ia pun berharap timnya bisa memetik pelajaran dari laga uji coba ini.

“Saya apresiasi buat teman-teman bisa menjalankan strategi yang diberikan pelatih, itu luar biasa karena kami di lapangan sangat kerja keras,” ujarnya.(bbs/don)

Evan Dimas Nikmati Puasa di Negeri Jiran

Pemain Timnas U-22 Evan Dimas Darmono saat berlatih di Stadion UKM, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (13/8/17). Timnas akan melakoni partai perdana Grup B Sea Games Kuala Lumpur kontra Thailand di Stadion Shah Alam, Selasa, (15/08/17). FOTO: HENDRA EKA/JAWA POS
 Evan Dimas Darmono saat berlatih di Stadion UKM, Kuala Lumpur, Malaysia.

SUMUTPOS.CO – Jadwal kompetisi Malaysia Super League yang padat membuat Evan Dimas Darmono harus melewatkan momen puasa bersama keluarganya di Surabaya. Walaupun berat, Evan Dimas tetap mensyukuri kondisi tersebut.

Sama seperti di Indonesia, kompetisi sepak bola Malaysia tetap berlangsung selama Ramadan. Hanya saja, kick-off pertandingan digeber seluruhnya pada malam hari. Selangor FA sendiri telah bertanding sejak awal Ramadan lalu.

Dalam percakapan dengan JawaPos.com beberapa waktu lalu, Evan Dimas mengaku belum bisa memastikan jadwal kepulangannya ke Surabaya. ““Masih belum tahu. Tunggu libur dahulu,” aku pesepak bola berumur 23 tahun itu.

Berdasar jadwal di Malaysia Super League, Selangor FA masih menyisakan dua kali pertandingan lawan PKNS pada pekan ke-14 dan ke-15. Setelah itu kompetisi akan rehat selama kurang lebih seminggu.

Selangor FA dijadwalkan akan kembali bertanding kontra Perak di KLFA Stadium, Selasa (19/6) mendatang. Melihat jadwal itu, maka Evan Dimas hanya punya waktu seminggu untuk menikmati akhir Ramadan dan Lebaran. “Disyukuri saja,” tutupnya.

Evan Dimas baru saja mencetak gol perdananya di Malaysia Super League, sekaligus gol keduanya bersama Selangor FA. Gol tersebut diceploskan ke gawang Kelantan FA, Jumat (1/6) lalu. (saf/jpc/don)

Ancaman Ghozali

Ghozali Muharram Siregar pulang ke Medan untuk mengancam PSMS.
Ghozali Muharram Siregar pulang ke Medan untuk mengancam PSMS.

SUMUTPOS.CO – Persib Bandung tidak hanya datang dengan Supardi, pemain yang pernah menjadi bagian dari PSMS. Ada satu pemain asal Medan yang juga bakal menjadi ancaman bagi Ayam Kinantan di Stadion Teladan, Selasa (6/5). Dialah Ghozali Muharram Siregar.

Ghozali merupakan bocah asli Sumatera Utara. Namun memang belum pernah menjadi bagian dari PSMS. Sebelumnya di Medan, pemain kelahiran Dolok Sanggul ini lebih akrab dikenal sebagai pemain Pro Duta.

Tentu saja menghadapi PSMS di Stadion Teladan bukan kali pertama dilakoninya. Terutama saat Pro Duta dan PSMS masih sama-sama bersaing di kasta kedua. “Perasaannya sudah pasti senang bertemu PSMS Medan. Ya sekalian pulang kampung,” kata Ghozali Siregar.

Menghadapi PSMS, motivasi Ghozali selalu berlipat ganda. Apalagi kali ini dia datang bersama Persib. “Kalau saya pribadi sudah pasti ingin membawa Persib mendapat tiga poin disini.” Ya, karena sekarang ini saya adalah pemain Persib. Kita sebagai pemain profesional,” tambahnya.

Namun diakui pemain bertubuh mungil ini, menghadapi PSMS di kandangnya bukan hal mudah. Terbukti tim-tim besar lainnya seperti Persija, Sriwijaya dan Arema FC tak berdaya saat bermain di Medan.

“Saya tahu PSMS tim yang hebat ketika bermain di kandang. Tapi saya juga tak akan mau kalah. Apalagi nanti bisa ketemu sama bang Legimin,” kata Ghozali Siregar.

Ya, Ghozali dan Legimin pernah sama-sama satu tim di Pelita Bandung Raya. Klub ISL pertama Ghozali sejak memutuskan merantau dari Medan. Selanjutnya dia berlabuh bersama Persegres Gresik, sempat memperkuat Persiba Balikpapan dan PSM Makassar.

Tak tanggung-tanggung, Ghozali akan berusaha keras membantu Persib merebut poin penuh dari PSMS. ”Menghadapi tim kampung halaman, tekad saya dan juga teman-teman adalah bangkit. Mengganti poin kemarin di sana (kandang PSMS),” kata Ghozali. ”Kami selalu punya target tiga poin. Kami akan kerja keras dan meraihnya,” pungkasnya. (don)

Saksi Tegaskan Lahan Masih Aset Negara

Foto: Parlindungan/Sumut Pos Terdakwa Tarmin Sukardi (kiri) menjalani sidang di PN Medan, Senin (4/6).
Foto: Parlindungan/Sumut Pos
Terdakwa Tarmin Sukardi (kiri) menjalani sidang di PN Medan, Senin (4/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan kembali menggelar sidang lanjutan dugaan korupsi penjualan aset negara dengan terdakwa Tamin Sukardi. Sidang digelar di ruang utama gedung Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (4/6).

Dalam persidang itu Jaksa Penuntut Umum (JPU), Salman SH MH dari Kejagung menghadirkan 6 orang saksi. Mereka masing-masing, Asisten I Pemerintahan Pemprovsu, Parlin Jumsadi Damanik; Kabag Perangkat Wilayah Pada Biro Pemerintahan Pemprovsu, Darwin Hutahuruk; pensiuan PNS Pemprovsu yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Perbatasan dan Pertanahan di bawah Biro Pemerintahan Umum Pemprovsu, Edwin Nasution.

Kemudian, Kabag Hukum Pemkab Deliserdang, Safii Sihombing; Camat Labuhandeli dan Kasubsi Sengketa Konflik dan Perkara BPN Deliserdang, Syarifuddin Harahap.

Pada awal persidangan, sudah terjadi perbedaan pendapat antara JPU dan kuasa hukum terdakwa. Saat itu, JPU meminta agar 6 saksi menyampaikan keterangan bersamaan.

Namun, pihak kuasa hukum terdakwa meminta dikelompokkan. Akhirnya, pemberian keterangan saksi dibagi 2 sesi.

Pertama diberikan pada 3 saksi. Masing-masing, Jusmadi Damanik, Parlin dan Darwin Hutahuruk.

Dalam keterangannya, ketiga saksi kompak menyebut bahwa tanah eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN 2 yang totalnya seluas 5873,6 Hektare belum satupun yang dihapus bukukan. Termasuk objek perkara terdakwa Tamin Sukardi.

“Lahan eks HGU seluas 5873,6 hektare belum ada yang dihapusbukukan hingga saat ini,” ucap Jumsadi dihadapan majelis hakim yang diketuai Wahyu Prasetio Wibowo.

Jumsadi mengaku, dirinya diangkat sebagai Asisten 1 Pemprovsu pada Januari 2018 dan mengaku tidak banyak mengetahui kasus yang menjerat terdakwa Tamin Sukardi dalam perkara ini.

“Saya tidak tahu majelis,” katanya.

Sementara, saksi Parlin mengaku pada tahun 2000, Gubernur Tengku Rizal Nurdin yang kala itu menjabat membentuk tim B Plus.

Tim tersebut berfungsi untuk mengurus persoalan 5873,6 hektare lahan yang HGU nya tidak diperpanjang.

“Pada waktu itu, setahu saya gubernur telah meminta kepada Menteri BUMN untuk menghapusbukukan lahan tersebut dari aset negara agar dilepas ke masyarakat. Dari tahun 2000 an hingga sekarang sudah 7 kali Pemprovsu menyurati menteri agar menghapusbukukan lahan tersebut,” jelasnya.

Namun menurutnya, hingga saat ini belum ada respon oleh kementrian terkait. Sehingga ada kesan di masyarakat bahwa seolah-olah gubernur yang menahan pelepasan lahan tersebut kepada masyarakat.

“Padahal memang dari kementerian BUMN yang belum ada kejelasan soal itu,” terang Parlin.

Mantan Bupati Tapteng Mangkir

Sukran Jamilan Tanjung

MEDAN, SUMUTPOS.CO  – Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sukran Jamilan Tanjung tidak memenuhi panggilan penyidik Subdit II/Harda-Tahbang Ditreskrimum Polda Sumut. Rencananya, dia akan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan, Senin (4/6).

“Memang sesuai surat panggilan yang sudah kita kirim, jadwalnya hari ini (Senin (4/6) Sukran Jamilan Tanjung diperiksa sebagai tersangka. Tapi, sampai jam dua (14.00 WIB) dia belum datang,”

terang Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan.

Ketidakhadiran Sukran Jamilan Tanjung tidak ada pemberitahuan dari pihak manapun, termasuk kuasa hukumnya. Penyidik tidak mengetahui kondisi dan keberadaan Sukran.

Oleh sebab itu, penyidik akan melayangkan panggilan kedua terhadap mantan Bupati Tapteng tersebut. Namun, belum diketahui untuk waktu kehadiran yang bersangkutan.

“Kita tidak tahu apakah dia (Sukran) sakit atau bagaimana, karena tidak ada pemberitahuan dari pihak yang bersangkutan,” kata Nainggolan.

Sebelumnya, penyidik Subdit II/Harda-Tahbang telah mengajukan pencekalan terhadap mantan Bupati Tapteng, Sukran Jamilan Tanjung ke pihak imigrasi.

Sukran merupakan tersangka dugaan penipuan dan penggelapan uang ratusan juta.

“Pencekalan tersangka Sukran Jamilan Tanjung sudah kita ajukan beberapa hari lalu agar tidak bisa melarikan diri,” terang AKBP MP Nainggolan, Kamis (24/5) lalu.

Sukran dilaporkan oleh Joshua Maruduttua Habeahan pada 30 April 2018 ke Mapoldasu. Laporan korban diterima dengan nomor LP 546/IV/2018/SPKT III.

Bukan hanya Sukran, korban juga melaporkan Amirsyah Tanjung. Korban dan terlapor pernah bertemu membahas pengerjaan proyek konstruksi senilai Rp5 miliar yang diberitahukan bupati.

Kepada korban Sukran meminta Rp450 juta rupiah. Harapannya akan diberikan sejumlah proyek. Namun, proyek yang dijanjikan tidak kunjung ada.

Atas perbuatannya, keduanya dikenakan pasal 378, 372 KUHPidana tentang penipuan dan penggelapan.(mag-1/ala)

Penadah CPO PT Musim Mas Divonis 3,6 Tahun

Foto: Fachril/Sumut Pos Alfiansyah, penadah Crude Palm Oil (CPO) curian milik PT Musim Mas menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Belawan, Senin (4/6).
Foto: Fachril/Sumut Pos
Alfiansyah, penadah Crude Palm Oil (CPO) curian milik PT Musim Mas menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Belawan, Senin (4/6).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Alfiansyah, penadah Crude Palm Oil (CPO) curian milik PT Musim Mas tertunduk lesu di Pengadilan Negeri (PN) Belawan, Senin (4/6). Hakim Saidin Bagarigin memvonisnya 3 tahun 6 bulan penjara.

Terdakwa sudah merugikan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit itu sebesar Rp2 miliar.

Dalam putusan yang dibacakan majelis hakim, terdakwa telah melakukan pelanggaran hukum selama setahun.

Terdakwa telah menjalankan bisnis ilegal sebagai penadah CPO curian milik PT Musimas.

“Terdakwa terbukti bersalah sesuai dengan Pasal 480 KUHP,” terang Saidin.

Dalam menjalankan aksinya, terdakwa bekerjasama dengan sejumlah sopir pengangkut CPO dan petugas timbangan yang menerima CPO di gudang PT Musim Mas.

“Setelah kita menjalani proses sidang, terdakwa terbukti bersalah, terdakwa divonis 3 tahun 6 bulan,” kata majelis hakim.

Putusan yang dibacakan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ruji SH.

Sebelumnya Ruji menuntut 3 tahun 9 bulan penjara. Mendengar putusan itu, kuasa hukum terdakwa melakukan banding.

Sedangkan, JPU yang menuntut lebih tinggi dari vonis mengaku masih mempertimbangkan. Setelah mendengar dari JPU dan kuasa hukum terdakwa, majelis hakim menutup sidang.(fac/ala)

Dua Warga Sumut Ditangkap Polresta Banda Aceh

Pelaku pencurian emas milik PNS di Banda Aceh diamankan di Polresta Banda Aceh.(Sumut Pos/IST)
Pelaku pencurian emas milik PNS di Banda Aceh diamankan di Polresta Banda Aceh.(Sumut Pos/IST)

ACEH, SUMUTPOS.CO  – Jajaran Polda Aceh menangkap dua pelaku pencurian emas sebanyak 550 mayam, milik seorang PNS bernama Erni Mahdalena (35), warga Gampong Paseu Beutong, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Kedua pelaku yang berinisial SH (29), warga Jalan Ringroad, Lorong Dahlia, Kecamatan Medan Selayang, Deli Serdang, Sumatera Utara dan MW (33), warga Desa Beras Basah, Kecamatan Pangkalan Susu, Langkat, Sumatera Utara, ditangkap Tim gabungan Jatanras Dit Reskrimum Polda Aceh bersama Sat Reskrim Polresta Banda Aceh di Medan, Sumatera Utara, Jumat (1/6) kemarin.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak melalui Dir Reskrimum, Kombes Pol Sumarso mengatakan, keduanya membobol dan mencuri di rumah milik Erni Mahdalena pada Kamis (13/5) lalu, sekira pukul 12.00 WIB. Akibat ulah kedua pelaku, korban mengalami kerugian mencapai Rp 3 miliar.

“Kedua pelaku beraksi setelah memantau situasi rumah dalam keadaan kosong karena ditinggal di pemilik,” ujar Direktur saat dikonfirmasi Senin (4/6) malam.

Dari penangkapan ini, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit motor Yamaha R25 beserta STNK dan BPKB, satu unit televisi merek Samsung 32 inci, sejumlah pakaian, uang tunai senilai Rp 4,5 juta, sebuah dompet, helm, 3 lembar uang 1 ringgit, 2 lembar uang 10 ringgit, 3 lembar uang 50 ringgit, 2 lembar uang 5 ringgit dan selembar uang 1 riyal.

Selain itu, juga diamankan sebuah tas sandang, knalpot, bodi motor, 33 buah emas berbentuk cincin dan gelang emas berbagai jenis, dua unit kamera merek Yashica dan Samsung.

“Itu barang bukti dari tersangka SH, sementara dari tersangka MW disita barang bukti berupa satu motor merek Honda Beat, satu unit telepon seluler merek Samsung, sebuah jam tangan, sebuah buku rekening Bank BRI dengan saldo berjumlah Rp 100 juta yang juga merupakan uang hasil kejahatan, serta selembar ATM Bank BRI,” katanya.

Tetap Berpuasa Walau Lelah Bekerja

Foto: Fachril/Sumut Pos Abdul Aziz (kiri) bersama rekannya saat bongkar muat di Pelabuhan Belawan, Senin (4/6).
Foto: Fachril/Sumut Pos
Abdul Aziz (kiri) bersama rekannya saat bongkar muat di Pelabuhan Belawan, Senin (4/6).

SUMUTPOS.CO – Panas terik disertai uapan air laut begitu terasa menempel di kulit. Situasi seperti itu biasa dihadapi buruh bongkar muat di Dermaga Ujung Baru, Pelabuhan Belawan. Meski di bulan Ramadan, sepertinya tidak menjadi hambatan.

==================================================

Fachril Syahputra, Belawan

==================================================

Di sela-sela kesibukan memikul bongkaran garam berjumlah ribuan ton dari kapal ke truk, para buruh seakan tidak menghiraukan panas teriknya matahari.

Abdul Azis satu di antaranya. Dengan kucuran keringat membasahi tubuhnya tetap tegar menikmati pekerjaannya sambil melaksanakan ibadah puasa.

“Saya puasa, jujur capek kali saya rasa, walaupun lelah, saya tetap berpuasa,” tutur bapak anak dua ini, Senin (4/6).

Ketekunan berpuasa dengan kondisi pekerjaan yang berat, itu dilakukan pria berusia 36 tahun ini karena didasari niat. Sehingga seberat apapun pekerjaan yang dilakukannya terasa ringan dirasakannya.

“Saya sudah belasan tahun jadi buruh angkut, setiap tahun saya pasti puasa. Mudah-mudahan itu dapat saya laksanakan, terkadang sakit sekali tenggorokan ini karena kekeringan, tapi itu ujian itu dapat saya lewati,” sebut pria yang menetap di Jalan Titibesi, Kecamatan Medan Labuhan ini.

Godaan dan kelelahan menjadi ujian terberat bagi Abdul Azis dengan bermandikan keringat di saat terik matahari. Dia mengaku tidak rela ibadahnya selama Ramadan disia-siakan. Setidaknya hal ini harus memberikan tauladan bagi anak dan keluarganya.

“Pekerjaan saya ini berat, kalau tidak saya kerjakan dari mana saya bisa menafkahi keluarga, jadi, saya harus bisa menjadi contoh bagi anak dan keluarga, agar mereka bisa berpuasa juga,” ungkap Abdul Azis sambil membersihkan keringatnya.

Ratusan Mobil Baru Pakai Plat Palsu

AKP MH Sitorus
AKP MH Sitorus

BELAWAN, SUMUTPOS.CO -Ratusan unit mobil baru melakukan bongkar muat dari kapal MV Serasi di Dermaga khusus Terminal Bandar Deli, Pelabuhan Belawan.

Anehnya, proses pembongkaran dari dermaga menuju ke pergudangan, mobil-mobil baru berbagai merik itu diibawa melintas di jalanan dengan menggunakan plat palsu, Minggu (3/6) pukul 01.00 WIB.

Pantauan di lapangan menyebutkan, ratusan unit mobil baru yang dipasok dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Belawan itu untuk memenuhi permintaan pasar di Sumatera Utara.

Mobil-mobil baru yang tiba di Belawan seharusnya dibongkar ke gudang dengan menggunakan truk pengangkut yang sudah dimodifikasi, tetapi, mobil baru itu malah dibawa melintas di jalan dengan menggunakan plat palsu dari Pelabuhan Belawan melintas dari tol menuju ke gudang di Jalan Adam Malik, Medan.

Langkah yang dilakukan oleh pihak ekspedisi bongkar muat tidak menggunakan truk khusus agar meminimalisir biaya angkut, sedangkan dengan dibawa sendiri biaya lebih hemat.

“Mobil baru itu tidak boleh jalan bebas di jalan raya, karena belum ada surat-suratnya. Apalagi memakai plat palsu, sudah pasti melanggar undang-undang lalu lintas,” kata serorang warga, Syahril.

Untuk mengelabui petugas, proses bongkar muat dilakukan tengah malam, sehingga tidak terpantau penegak hukum. Sehingga, proses bongkar ratusan mobil baru bisa mulus.

“Ini sudah lama terjadi, bayangkan saja, kalau mereka pakai jasa truk biaya mencapai Rp500 ribu per mobil. Makanya pakai jasa sopir dengan biaya Rp35 ribu per mobil. Agar bebas dari pantauan, mereka main tengah malam, ini benar-benar melanggar aturan,” sebut Syahril.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Pelabuhan Belawan, AKP MH Sitorus yang dikonfirmasi terkejut adanya mobil baru melintas dengan menggunakan plat palsu. “Saya baru dengar, itu sudah menyalahi dan melanggar pidana,” kata MH Sitorus.

Ditanya apa tindakan yang dilakukan, perwira pangkat tiga balok di pundak itu berjanji akan melakukan pengecekan dan akan berkordinasi dengan pihak reskrim.

“Kalau nanti turun lagi, coba kabari saya. Biar segera kita koordinasi, kalau melintas di Tol, kita akan koordinasikan juga ke PJR, yang jela itu menyalahi,” terang MH Sitorus. (fac/azw)