Home Blog Page 6300

Alat Ukur ISPU Dibiarkan Rusak

File/SUMUT POS Seorqang warga melintas didepan alat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang tidak berfungsi di Jalan Gatot Subroto Medan, Rabu (25/2). Masyarakat tidak tahu kadar polutan yang terkandung dalam udara yang mereka hirup karena alat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dibeberapa ruas jalan di kota Medan tidak berfungsi. Seharusnya alat ISPU dipakai warga untuk mengetahui seberapa tinggi ancaman panas yang meyerang Kota Medan
File/SUMUT POS
Seorqang warga melintas didepan alat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang tidak berfungsi di Jalan Gatot Subroto Medan. Masyarakat tidak tahu kadar polutan yang terkandung dalam udara yang mereka hirup karena alat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dibeberapa ruas jalan di kota Medan tidak berfungsi. Seharusnya alat ISPU dipakai warga untuk mengetahui seberapa tinggi ancaman panas yang meyerang Kota Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Alat pengukur Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang berada di sejumlah titik inti-Kota Medan, sampai saat ini masih belum diperbaiki. Padahal, alat tersebut diyakini sangat berguna bagi masyarakat agar bisa mengetahui secara langsung tingkat pencemaran udara yang sedang terjadi.

Adapun beberapa alat tersebut berada di kawasan industri Medan, Pinang Baris, Jalan Patimura persisnya di Simpang Jalan Jamin Ginting dan Jalan Pemuda belakang pos polisi lalu lintas. Akibatnya, masyarakat yang ingin mengetahui tingkat pencemaran udara di Kota Medan terpaksa harus mengurungkan niatnya.

Anggota DPRD Kota Medan, Rajuddin Sagala mengungkapkan, data pada alat ukur ISPU sangat penting untuk mengetahui kualitas udara yang dihirup masyarakat. Selain itu, alat tersebut juga menjadi salah satu indikator untuk melihat kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Medan dalam penanganan pencemaran udara khususnya.

“Ada empat alat ukur ISPU di Medan, tetapi semua alat rusak dan terkesan dibiarkan. Hal ini pun sangat disayangkan karena alat tersebut cukup penting bagi masyarakat untuk mengetahui kualitas udara,” ujar Rajuddin yang juga Ketua Pansus LKPj 2017.

Menurut Rajuddin, apabila alat itu berfungsi dengan baik maka dapat dijadikan penentu metode pengelolaan dan pengendalian pencemaran udara yang tepat. Pasalnya, antara satu parameter dengan parameter lainnya tentu berbeda penanganannya.

“Karena hibah, alat itu tidak dibarengi dengan pengetahuan tentang pemeliharaan dan perbaikan. Namun, tidak mungkin tidak ada yang bisa memperbaiki. Harusnya DLH bisa menganggarkan untuk memperbaiki itu agar hibah alat itu tidak sia-sia dan mubazir,” tukasnya.

Sementara, Kepala DLH Medan Arief S Trinugroho mengatakan, alat ukur ISPU tersebut memang sudah rusak semua dan kemungkinan karena termakan usia. Alat itu punya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan usianya sudah sekitar 15 tahun.

“Alat tersebut bukan milik dan tanggung jawab Pemerintah Kota Medan, jadi kami tidak bisa memperbaikinya. Perbaikan maupun perawatannya tidak bisa dianggarkan melalui APBD,” cetusnya.

Ia mengaku, pihaknya sudah mengusulkan kepada Pemko Medan agar membeli alat yang baru. Namun, sampai saat ini belum terwujud. “Alatnya cukup mahal, satu set saja harganya mencapai anggaran kami satu tahun (Rp10 miliar),” ucap Arief.

Pun begitu, sambung Arief, pihaknya tetap memantau kualitas udara yang ada di Medan melalui alat yang lebih sederhana. Dalam pemantauan udara tersebut tidak setiap saat seperti alat ukur ISPU milik Kementerian Lingkungan Hidup. “Alat yang sederhana itu sedang kita ajukan untuk terealiasasi pada tahun depan, dan kita menginginkan sebanyak 4 unit dengan menghabiskan biaya sekitar hampir Rp1 miliar. Untuk saat ini, pengukuran dilakukan dengan alat yang dimiliki dinas provinsi,” bebernya.

Arief menambahkan, alat yang sederhana tersebut bisa dibilang masih manual. Jadi, ketika hendak mengukur kualitas udara maka harus dibawa menuju titik atau lokasi tertentu. Berbeda dengan alat milik kementerian yang sudah online sistem. “Jika nantinya terealisasi, maka kita ingin menempatkannya pada kawasan industri, perumahan dan perkotaan,” pungkasnya. (ris/azw)

 

Makanan dan Minuman Kedaluwarsa Ditemukan

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin (dua kanan) bersama Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto (dua kiri) saat inspeksi mendadak di Transmart Supermarket Plaza Medan Fair, Senin (4/6).
Wali Kota Medan Dzulmi Eldin (dua kanan) bersama Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto (dua kiri) saat inspeksi mendadak di Transmart Supermarket Plaza Medan Fair, Senin (4/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota Medan menemukan beberapa produk makanan dan minuman kedaluwarsa di sejumlah supermarket. Penemuan dilakukan saat inspeksi mendadak (sidak) di Transmart Supermarket Plaza Medan Fair dan Berastagi Supermarket Manhattan Times Square Medan, Senin (4/6).

Adapun produk makanan dan minuman yang telah kadaluwarsa, rata-rata merupakan bahan makanan ringan, kacang-kacangan, dan beberapa produk susu. Bahkan ada produk makanan ringan yang masa kedaluwarsanya telah habis per Februari lalu.

Hal paling janggal terjadi di Berastagi Supermarket Manhattan Times Square Medan. Tim satgas menemukan dua label tanda kedaluwarsa pada satu bungkusan produk. Satu label berakhir Februari, label yang lain berakhir pada Agustus 2018 nanti.

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin yang memimpin langsung sidak tersebut berang. Di hadapan Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan, Syarif Armansyah Lubis dan petugas supermarket, Eldin meminta produk tersebut segera ditarik. “Bagaimana ini kok bisa lolos, segera ditarik,” ucap Eldin.

Ia mengultimatum pengelola supermarket segera mungkin menarik produk tersebut. Sebab, jika masih ditemukan maka izin usahanya dicabut.

“Penemuan produk kadaluwarsa di dua tempat itu harus menjadi yang terakhir. Tim saya nanti akan terus memantau. Kalau masih ditemukan, kami akan menindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan Syarif Armansyah Lubis mempertanyakan mengapa hal itu bisa terjadi. Menurut dia, ada kemungkinan diganti labelnya lantaran sebenarnya sudah kedaluwarsa.

“Ada dua bungkus produk yang memiliki label double. Untuk itu, diperintahkan pengelola segera menarik produk tersebut. Jika tidak, izinnya kami cabut,” ujarnya.

Armansyah mengaku, dalam beberapa hari ke depan, pihaknya akan memantau terus dua supermarket itu. Jika masih menemukan kasus serupa, izinnya akan dicabut. “Produk makanan dan minuman kedaluwarsa tersebut sangat berbahaya bagi masyarakat jika masih beredar. Masyarakat selaku konsumen memiliki hak untuk mendapatkan produk yang baik dan layak edar,” sebut pria yang akrab dipanggil Bob ini.

Jangan Ada Lagi Kecurangan saat PPDB Online

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Sejumlah orang tua atau calon murid melihat hasil pengumuman ujian PPDB di SMA Negri 3 Medan, Jumat (15/7) Para calon murid atau orang tua sangat antusias melihat hasil ujian sampai rela berdesak desakan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Sejumlah orang tua atau calon murid melihat hasil pengumuman ujian PPDB di SMA Negri 3 Medan, tahun lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Ombudsman RI Perwakilan Sumut memberikan beberapa rekomendasi kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) terkait pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara online tingkat SMA sederajat tahun ajaran (TA) 2018/2019.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar mengungkapkan pihaknya, sudah melakukan pertemuan dengan Disdik Sumut dan DPRD Sumut untuk membahas teknis untuk pelaksanaan PPDB online.

“Saya melihat persiapkan dilakukan Disdik Sumut sudah sangat fokus. Dari mengundang pihak lain seperti Ombudsman. Hal ini, menunjukan perbaikan, dari pada tahun lalu,” ucap Abyadi saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (4/6) siang.

Meski begitu, Abyadi dalam pertemuan, beberapa waktu. Dalam rekomendasinya menegaskan agar tidak ada lagi kecurangan seperti PPDB tahun 2017/2018 atau disebut ada siswa siluman dalam Pelaksaan PPDB tersebut. Ia mengatakan untuk tahun ini, tidak ada lagi siswa siluman.

“Termasuk pelaksaan PPDB Online informasinya, sampai kepada seluruh kepala sekolah (kasek). Jadinya, saya melihat permasalah itu, ada di sekolah. Kebijakan Kepala sekolah berkolaborasi dengan komite sekolah (untuk memasukan siswa siluman),” jelas Abyadi.

Ia meminta secara tegas kepada Panita Pelaksanaan PPDB online untuk membuat aturan tegas dalam pelaksanaannya. Hal itu, untuk mencegah kecurangan, apa yang diduga dilakukan pihak kepala sekolah untuk menyisipkan siswa siluman, tanpa mengikuti sesuai dengan prosedur.

“Saya melihat sudah ketat. Tapi, harus ada sanksi tegas bila ada melakukan pelanggaran. Kalau tidak ada sanksi, kasek menganggap enteng saja dengan perturan yang ada. Jangan sampai terulang seperti di SMA Negeri 2 Medan dan SMA Negeri 13 Medan,” pungkasnya.

Sementara itu, Disdik Sumut sudah membentuk Panitia Pelaksana PPDB Online dengan menunjuk Rifai Bakri Tanjung sebagai Ketua Panitia Pelaksana PPDB Online. Sementara itu, Rifai Bakri Tanjung menjabat sebagai Sekretaris Disdik Sumut.(gus/azw)

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyerang Mapolda Riau Order Bom dari Tersangka

BERJAGA: Sejumlah polisi berjaga di depan toko obat di Pekon Waringinsari Barat, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu, Minggu (3/6) lalu. Toko tersebut ditinggali terduga teroris Ujang. ISTIMEWA
BERJAGA: Sejumlah polisi berjaga di depan toko obat di Pekon Waringinsari Barat, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu, Minggu (3/6) lalu. Toko tersebut ditinggali terduga teroris Ujang.
ISTIMEWA

PEKANBARU, SUMUTPOS.CO – Densus 88 Anti Teror berhasil menggagalkan rencana kelompok teroris yang akan mengebom gedung DPR.

Densus menangkap tiga terduga teroris di Gelanggang Mahasiswa Unri (Universitas Riau). Salah satunya bernama M. Nur Zamzam (33).

Dari penyisiran, petugas menemukan 3 bom pipa, granat tangan rakitan, bahan peledak TATP dan sejumlah zat kimia.

Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan, penangkapan dilakukan di komplek Unri. Saat digerebek, petugas menemukan tiga orang pria.

Mereka masing-masing, M Nur Zamzam, Rio Bima Wijaya dan Saputra. ”Setelah penangkapan tersebut dilakukan olah tempat kejadian perkara (olah TKP) ,” jelasnya.

Kepada polisi, M Nur Zamzam berencana melakukan penyerangan ke gedung DPR RI dan DPRD. ”Namun berhasil dicegah Densus 88 Antiteror,” papar Setyo.

Pembuat bom tersebut diduga Zamzam. Kemampuannya membuat bom kemungkinan berasal dari otodidak.

Dalam olah TKP, juga ditemukan sejumlah buku yang memuat tata cara untuk membuat bom dan ranjau, sekaligus bertahan hidup di alam.

”Dia juga diduga melakukan penyebaran informasi tentang tata cara pembuatan bom melalui telegram dan sebagainya. Ada sebuah grup di Telegram yang diikutinya ,” papar Setyo.

”Tersangkanya hanya satu, yang lainnya menjadi saksi dalam kasus tersebut,” sambungnya.

M Nur Zamzam diduga terkait dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), khususnya kelompok Batty Bagus Nugraha alias Kholid. Kholid ini tewas dalam penangkapan kelompok JAD di Bekasi bulan lalu

”Dia juga mengakui untuk penyerangan di Polda Riau, pelaku penyerangan memesan bom kepada Zamzam,” jelasnya Setyo sembari mengatakan, M Nur Zamzam merupakan alumni dari UNRI.

AHY Punya Ikatan Emosional dengan Sumatera Utara

AHY dan istri diabadikan bersama masyarakat dari berbagai etnis di Deliserdang, Senin (4/6).
AHY dan istri diabadikan bersama masyarakat dari berbagai etnis di Deliserdang, Senin (4/6).

SUMUTPOS.CO – “Saya punya ikatan emosional dengan Sumatera Utara, karena menikah dengan putri Tabagsel (Tapanuli bagian selatan). Jadi anak saya pun separuh Batak juga,”

Itu disampaikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di hadapan ratusan masyarakat Kabupaten Deliserdang saat silaturahmi dengan tokoh agama dan adat Sumatera Utara di Wing Hotel, Kabupaten Deliserdang, Senin (4/6) pagi.

Acara yang mengambil tema “Kebersamaan dalam Kebhinekaan” itu dihadiri ratusan perwakilan masyarakat Deliserdang yang hadir menggunakan pakaian adat mewakili suku mereka masing-masing.

Pakaian adat khas suku Karo, Melayu, Batak Toba, Tabagsel, Tamil, Jawa dan Simalungan mewarnai ruangan tersebut.

“Ini adalah bukti bahwa semakin beragam tetapi semakin bersatu pula, maka Indonesia akan semakin kaya dan kuat,” ucap AHY.

“Begitu indahnya berbagai ragam kekhasan suku atau daerah yang dikenakan oleh bapak ibu sekalian. Semua itu tidak menghalangi kita untuk membangun kebersamaan ini,” sambungnya.

Dalam sambutannya, AHY kembali mengingatkan bahwa Pancasila adalah warisan leluhur para pendahulu. Pancasila juga merupakan ideologi yang memersatukan masyarakat Indonesia.

Dengan itu, AHY mengimbau sebagai masyarakat agar tetap merawat persatuan Indonesia dengan utuh.

“Jangan kita habiskan waktu untuk membenturkan perbedaan identitas yang kita miliki. Kita harus semakin mensyukuri bahwa Indonesia sampai dengan hari ini utuh bersatu dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelas AHY disambut tepuk tangan masyarakat yang hadir.

Menutup silaturahim hangat ini, AHY yang hadir didampingi istri Annisa Pohan berfoto bersama para tokoh adat dan tokoh agama yang hadir.

Diterima dengan hangat oleh masyarakat Deli Serdang, AHY dan Annisa kemudian menerima kain Ponade, yaitu kain ulos berwarna oranye dilengkapi motif khas suku Tamil.

Kepada awak media yang hadir, AHY mengungkapkan kebahagiaannya dapat menginjakkan kaki di Sumatera Utara.

“Ini melepas rindu setelah sekian lama saya dan istri tidak pulang ke Medan. Kalau istri lagi edisi pulang kampung ini,” gurau AHY.

Jalan Menuju Wisata Air Panas Berkubang

Foto: Solideo/Sumut Pos Angkutan roda empat kesulitan saat melintasi badan jalan yang berlubang digenangi air menuju wisata air panas di Desa Doulu, Kecanatqan Berastagi, Tanah Karo.
Foto: Solideo/Sumut Pos
Angkutan roda empat kesulitan saat melintasi badan jalan yang berlubang digenangi air menuju wisata air panas di Desa Doulu, Kecanatqan Berastagi, Tanah Karo.

BERASTAGI, SUMUTPOS.CO -Menjelang libur Idul Fitri, wisatawan dipastikan “membanjiri” objek-objek wisata di Kabupaten Karo. Namun hal ini tak sejalan dengan buruknya infrastruktur yang tersedia.

Salah satunya dengan objek wisata pemandian air panas di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi dan Desa Semangat Gunung merupakan satu objek wisata di Bumi Turang yang jadi favorit untuk dikunjungi wisatawan.

Namun sampai hari ini, jalan menuju lokasi objek wisata itu terkesan dibiarkan  hancur lebur. Kondisi inilah yang dikeluhkan masyarakat luas. Air hujan termasuk dari perbukitan gunung menumpuk di badan jalan membuat ruas jalan tertutup air dan sulit dilintasi.

Situasi yang membuat sejumlah wisatawan terjebak genangan air tidak bisa keluar mau pun masuk menuju daerah wisata ini melaporkan ke lembaga DPRD Sumut melalui telepon selulernya. Jalan yang padat dilalui wisatawan, namun jalan ini juga sepertinya tidak ada pemeliharaan dan perawatan dari dinas terkait.

“Daerah wisata yang tercatat penghasil retribusi paling banyak diterima Pemkab Karo tidak sepantasnya demikian. Kami wisatawan membayar masuk ke tempat-tempat kolam air panas alam. Toh, perawatan jalan tidak ada, bahkan semakin rusak dan parah,” keluh sejumlah wisatawan.

Bahkan anggota DPRD Sumut, Siti Aminah Br Peranginangin SE juga menyesalkan kondisi objek wisata tersebut.  “Banyak wisatawan asal Medan dan daerah lain menelpon saya tentang kondisi infrastruktur jalan menuju wisata andalan di Karo ini. Padahal retribusi paling banyak diperoleh Pemkab Karo dari  air panas alam ini. Tapi tidak tahu fasilitas apa yang ditangani Pemkab Karo untuk membuat wisatawan senang berkunjung. Retribusi dikutip Pemkab Karo untuk wisatawan. Setiap pengelola air panas masih dikutip Rp4000/orang. Masuk memasuki lokasi wisata ini juga dikutip Rp4000/orang oleh Pemkab Karo. Fasilitas apa yang dikelola Pemkab Karo atau hal apa yang diperbaiki Pemkab Karo dengan kutipan retribusi itu untuk kenyamanan para wisatawan berkunjung ke air panas ini tidak kita ketahui. Ini perlu diaudit,” seru Siti Aminah.

Kadis Pariwisata Karo, Ir Mulia Barus yang dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut. ”Penanganan sudah dilaporkan ke Dinas PUPR,” ujar Mulia Barus.

Bupati Karo Minta Bantuan DPD RI Tangani Dampak Erupsi Sinabung

Pupati Karo Terkelin Brahmana dan rombongan saat audiensi ke DPD RI di Jakarta.
Pupati Karo Terkelin Brahmana dan rombongan saat audiensi ke DPD RI di Jakarta.

KARO, SUMUTPOS.CO -Bupati Karo Terkelin Brahmana SH didampingi Asisten 1 Pemerintahan Drs Suang Karo-Karo, Kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi Msi, Kalak BPBD Karo Ir Martin Sitepu, Sarjana Purba SSTP,  beraudensi ke DPD RI di gedung DPR/MPR RI Nusantara III lantai 8, Jalan Gatot Subroto Jakarta, Senin (4/6) pagi.

Dalam audensi tersebut, tujuannya untuk membahas dampak Erupsi Gunung Sinabung sejak tahun 2010, khususnya bagi warga  di luar zona merah.  “Misalnya dalam bidang pertanian, pendidikan, PU PR termasuk infrastruktur ini sekala prioritas yang kami kordinasikan ke DPD RI ini, mudah mudahan ada jalan keluar, karena beberapa minggu lalu, kita sudah menggelar runggu (musyawarah) yang dihadiri KSP, PMK dan DPRD Karo, terungkap oleh Parlindungan Purba Anggota DPD RI komite II, mengatakan agar Pemkab Karo datang ke DPD RI untuk konsultasi terkait penanganan desa terdampak, yang butuh bantuan dana dan solusi,”ujar Terkelin Brahmana.

Menurutnya, sangat perlu ditindaklanjuti karena setiap erupsi para petani banyak mengalami kerugian. “Sekali erupsi kerugian dapat ditaksir mencapai Rp1,4 T, inilah sebabnya, sebagian kedatangan kami, kiranya bisa memfasilitasi dan mendorong proposal yang kami ajukan ke Kementrian Pertanian, Pendidikan dan Kemen PU PR,”ujarnya.

Sementara Prof Dr ir Hj Darmayati Lubis selaku wakil ketua DPD RI mengaku pihaknya peduli terhadap bencana alam. Karena itu secara kelembagaan, akan mencari penyelesaian dan solusi. “Setelah mendengar  cerita tadi, saya selaku  DPD RI akan mendorong lembaga/kementerian segera menindaklanjuti prolosal yang masuk. Kami juga akan meminta tembusannya,  supaya saya bisa ikuti dan saya tanyakan kepada menterinya, sekaligus kami dapat memberikan saran pertimbangan,” katanya

“Dalam waktu dekat ini, apa yang kita bicarakan, akan saya angkat ke pimpinan DPD RI untuk membahas dan langkah selanjutnya, tapi tolong besok (5/6), bapak ke Kementrian Pertanian, apa hasilnya tolong beritahu dan tembuskan ke saya ya,”saran Daryanti. (deo/han)

 

Diskusi Publik ‘Sumut Darurat Korupsi’

Foto: BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos DISKUSI: Diskusi Publik 'Sumut Darurat Korupsi' di Medan.
Foto: BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
DISKUSI: Diskusi Publik ‘Sumut Darurat Korupsi’ di Medan.

SUMUTPOS.CO – Indonesia Corruption Watch (ICW) pada Pilkada Sumut 2018, mengingkatkan warga Sumatera Utara (Sumut) untuk memilih pemimpinnya dari Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut berdasarkan jejak rekamnya, terutama pilih pemimpin yang antikorupsi.

Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Divisi Korupsi Politik, Donal Fariz mengatakan, Sumut ini dihantui dengan tindak korupsi yang ada. Dengan itu, Sumut merupakan daerah nomor ketiga terkorup di Indonesia.

Ia mengimbau kepada masyarakat sebagai pemilik hak suara untuk melihat secara detail latar belakang paslon, yang pastiny bebas dari korupsi dan anti korupsi dalam bidang korupsi.

Hal itu diungkapkan Kordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Divisi Korupsi Politik, Donal Fariz dalam Diskusi Publik ‘Sumut Darurat Korupsi’ berlangsung di Hotel LJ di Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Minggu (3/6) sore.

“Berdasarkan data dari ICW 2017, Sumut sendiri menduduki nomor 3 di Indonesia daerah terbesar angka korupsinya. Setelah Pertama Jawa Timur dan Jawa Barat,” ucap Donal pada acara Diskusi Publik ‘Sumut Darurat Korupsi’ berlangsung di Hotel LJ di Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Minggu (3/6) sore.

Donal menjelaskan Sumut di tahun 2017 terdapat 40 kasus korupsi ditangani oleh aparat penegak hukum dengan total kerugian negara mencapai Rp286 miliar. Dengan ini, ia mengatakan menjadi catatan penting bagi warga Sumut ini untuk betul memilih pemimpin bagi Sumut sendiri.

Donal mengungkapkan, Sumut menjadi perhatian khusus dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dikarenakan dua mantan Gubernurnya, Syamsul Arifin dan Gatot Pudjo Nugroho tersandung kasus korupsi.”Momentum Pilkada 2018 ini, menjadi titik krusial bagi masyarakat dan pemerintah Provinsi Sumut, tidak jatuh memilih yang sama dan berujung kasus-kasus korupsi,” ucap Donal.

Disisi lain, ia mengatakan bukan Sumut saja. Tapi, Kota Medan adalah kota dengan indeks persepsi korupsi paling buruk dengan nilai hanya 37,4. Begitu juga dalam kemudahan berbisnis. Nilainya hanya 41,1 persen.  Hal tersebut dirilis oleh Transparansi Internasional Indonesia, Kota Medan menjadi Kota Medan menjadi Kota terkorup diantara 12 kota terbesar di Indonesia.

“Kota terbaik itu, Jakarta Utara dan Kota terkorup itu dinilai adalah Kota Medan dengan indeks presepsi terendah diseluruh kota besar. Jadinya, perlunya pemimpin baik. Jadinya, tidak kembali pemimpin terkorupsi berulang,” kata Donal.

Atas hal itu, sosok pemimpin di Sumut harus mampu menyelesaikan persoal birokrasi antikorupsi. Dengan itu, persepsi daerah terkorup luntur dan mampu mesejahterakan rakyat dengan pembangunan yang merata.”Ini menjadi salah satu contoh bahwa Medan dan Sumatera Utara pada umumnya butuh perhatian dan atensi serius karena kinerja pemerintahannya ugal ugalan. Korupsi merajalela,” jelasnya.

Edy: Nelayan juga Jadi Prioritas Eramas

Calon Gubernur Sumut nomor urut 1 Edy Rahmayadi menyapa masyarakat Desa Perlis di Kecamatan Brandan Barat Kabupaten Langkat Kamis (31/5).
Calon Gubernur Sumut nomor urut 1 Edy Rahmayadi menyapa masyarakat Desa Perlis di Kecamatan Brandan Barat Kabupaten Langkat Kamis (31/5).

PERLIS, SUMUTPOS.CO – Calon Gubernur Sumut nomor urut 1 Edy Rahmayadi menyapa masyarakat Desa Perlis di Kecamatan Brandan Barat Kabupaten Langkat Kamis (31/5). Dalam kesempatan itu, Edy berjanji akan meningkatkan kesejahteraan para nelayan yang menjadi prioritas kerja Eramas.

Dengan menggunakan Kapal Motor selama 10 menit, Edy yang hadir didampingi Istri, Nawal Lubis disambut antusias oleh masyarakat yang umumnya bermata pencarian sebagai nelayan saat tiba di Dermarga Desa Perlis.

Hari itu mereka sengaja tak melaut agar bisa menjumpai calon pemimpin mereka. Hadir dalam silarurahmi itu di antaranya tokoh masyarakat Nazarudin Boy, dan pimpinan Ormas Pemuda Pancasila.

“Hari ini masyarakat sengaja tidak melaut dan menunda aktivitas mereka karena ingin bertemu Pak Edy. Ini bukti kecintaan masyarakat, mendoakan dan mendukung Pak Edy menjadi Gubernur Sumut,” ujar Zulham salah seorang masyarakat yang juga merupakan Ketua Panitia silaturahmi dan tatap muka dengan Calon Gubsu Edy Rahmayadi yang digelar di Lapangan Sepakbola Desa Perlis.

Dalam kunjungannya ke Desa Perlis,  Edy Rahmayadi yang hadir dengan Ketua Tim Pemenangan Eramas Hery Utomo dan rombongan lainnya juga menyempatkan meninjau sumber air bersih peninggalan Belanda yang sehari-hari dipergunakan masyarakat untuk minum dan memasak.

Dalam kesempatan tersebut Edy sempat berbincang dan meminta agar masyarakat menjaga kebersihan di lokasi sumber air tersebut. Sebagai daerah yang dikelilingi laut Edy mengaku kagum di Desa Perlis memiliki sumber air tawar.

Setibanya di lokasi acara, Edy dan rombongan langsung disambut lantunan syalawat nabi yang dibawakan kelompok Nasyid ibu-ibu Desa Perlis. Dalam sambutannya, Edy menyampaikan bahwa ia sangat senang bisa bersilaturahmi dengan masyarakat di kunjungan pertamanya ke Desa Perlis. Momentum tatap muka itu juga dimanfaatkan Edy untuk mendengarkan masukan dan harapan-harapan dari masyarakat.

Surat Suara Pilgubsu Sudah Tiba di 18 Kabupaten/Kota

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS LOGISTIK_Petugas mengawasi pekerja mengangkat kardus yang berisi surat suara pemilu di gudang Eks Kargo Polonia tempat penyimpanan KPU Medan, Senin (4/6). Surat suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernut Sumut tersebut akan didistribusikan ke sejumlah wilayah di Kota Medan untuk penyelenggaraan pemilu kepala daerah 27 Juni mendatang.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
LOGISTIK_Petugas mengawasi pekerja mengangkat kardus yang berisi surat suara pemilu di gudang Eks Kargo Polonia tempat penyimpanan KPU Medan, Senin (4/6). Surat suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernut Sumut tersebut akan didistribusikan ke sejumlah wilayah di Kota Medan untuk penyelenggaraan pemilu kepala daerah 27 Juni mendatang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara memastikan logistik surat suara untuk pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018 sudah tiba di 18 daerah kabupaten/ kota. “Hingga pukul 16.30 WIB, surat suara sudah sampai di 18 kabupaten/kota di Sumut,” kata Komisioner KPU Sumut, Iskandar Zulkarnain kepada wartawan, Senin (4/6).

Dijelaskan Iskandar, dalam dua hari ini surat suara sudah tiba di kabupaten/kota yang mana diawali di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Minggu (3/6) sekira pukul 10.09 WIB. Disusul di hari yang sama pada daerah Padangsidempuan sekira pukul 13.21/14.54 WIB, Padanglawas (Palas) pukul 17.07 WIB, Tapanuliselatan pukul 17.23 WIB, Padanglawas Utara (Paluta) pukul 19.30 WIB, Tapanuli Utara (Taput) pukul 19.30 WIB.

“Termasuk juga Kabupaten Deliserdang pada 23.30 WIB, Labuhanbatu Selatan pukul 23.45 WIB dan terakhir di daerah Tobasa pada pukul 23.57 WIB,” paparnya.

Untuk daerah Deliserdang, sebanyak 1.196541 lembar surat suara tiba di Kantor Sekretariat KPUD Deliserdang, Lubukpakam, Jalan Karya Jaya, pukul 23.30 wib, Minggu (3/6). Surat suara itu tersimpan di 598 kotak dan diangkut dengan menggunakan truk bak tertutup dari percetakan Gramedia di Cikarang Jakarta. Dikawal petugas Birimob Polri bersenjata lengkap.

Penerimaan logistik surat suara Pilgubsu langsung diterima koordinator keuangan dan logistik KPU Deliserdang Lisbon Situmorang bersama Sekretaris KPU Deliserdang Abdu, dalam kondisi terkunci dan tersegel yang disaksikan pihak kepolisian polres Deliserdang dan Panwaslu Deliserdang.

Selanjutnya KPU Deliserdang membuka kunci dan segel yang ditempelkan di pintu belakang truk sebagai tanda pendistribusian logistik surat suara ini sudah dapat dilakukan. Surat suara yang berjumlah 598 kotak dengan isi 1.196.541 lembar sudah termasuk hitungan 2,5 persen tambahan dari jumlah DPT sebanyak 1.165.765 smasing-masing TPS yang berjumlah 3.379 TPS se-Kabupaten Deliserdang.

Menurut Lisbon, logistik yang tiba adalah surat suara Pilgubsu.”Surat suara Pilgubsu yang kita terima sebanyak 598 kotak yang masing-masing kotal berisi 2 ribu lembar surat suara yang nantinya akan kita sortir dulu sebelum dilakukan pelipatan dan pendistribusian ke seluruh TPS yang ada  di 22 kecamatan se-deli serdang,” papar Lisbon.

Surat suara Pilgubsu ini disimpan di Gudang KPU Deliserdang dan dijaga ketat petugas Polres Delisperdang hingga dilakukannya pelipatan surat suara yang direncanakan dua atau tiga hari ke depan.

Sedangkan logistik surat suara lainnya, juga tiba pada Senin (4/6) di daerah Kabupaten Labuhanbatu sekira pukul 02.35 WIB, diikuti daerah Kabupaten Karo pukul 03.00 WIB, Langkat pada pukul 06.52 WIB, Tapanuli Tengah (Tapteng) pukul 07.00 WIB, Sibolga pukul 09.00 WIB. Selanjutnya, distribusi logistik ke daerah Pematangsiantar pada pukul 11.30 WIB, Kota Medan pukul 11.57 WIB, Kabupaten Dairi pukul 13.10 WIB, Simalungun pukul 13.03 WIB dan terakhir daerah Pakpak Bharat pukul 15.45 WIB.