Home Blog Page 6301

THR ASN Medan Aman, Karo Terancam

Anggota DPRD Sumut Fraksi Gerindra, Richard Pandapotan Sidabutar.
Anggota DPRD Sumut Fraksi Gerindra, Richard Pandapotan Sidabutar.

SUMUTPOS.CO – Pemberian tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 tahun ini membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pasalnya, THR yang dibayarkan tak cuma gaji pokok seperti tahun-tahun sebelumnya, melainkan juga meliputi tunjangan jabatan dan tunjangan keluarga. Akibatnya, sejumlah Pemda di Sumut panik. Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Karo terancam menerima THR usai lebaran. Di Pemko Medan, THR ASN aman.

Sejumlah ASN di Pemkab Karo mulai resah menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah. Pasalnya, pencairan THR mereka hampir dipastikan molor. Bahkan sebagian besar ASN yang tersebar di berbagai SKPD terancam menerima tunjangan ini setelah lebaran.

Keterlambatan pencairan THR ini disebabkan pihak SKPD belum mengajukan berkasnya ke BPKPAD Kabupaten Karo. “Sampai hari ini, Senin (4/6), belum ada SKPD yang mengajukan berkasnya. Kalau berkasnya sudah diajukan dan lengkap, dana THR ini pasti segera dicairkan,” kata Kepala BPKPAD Kabupaten Karo, Andreasta Tarigan.

Karena itu, Andreasta meminta pihak SKPD segera melengkapi dan menyerahkan berkasnya sebelum libur lebaran. “Kita masih menunggu pengajuan berkas dari SKPD. Jika sampai Jumat (8/6) ini berkasnya belum selesai juga, kemungkinan THR ini akan dibagikan setelah lebaran,” tegasnya.

Ditanya ada kendala lain di balik molornya pencairan THR ini? Andreasta mengaku tak ada kendala.

“Tak ada lendala, kalau berkasnya sudah diajukan, THR kita bagikan. Karena anggarannya sudah ada,” tandasnya.

Salah seorang PNS yang ditemui kru koran ini mengaku kecewa atas keterlambatan pencairan THR ini. “Seharusnya THR itu sudah cair hari ini. Kami sangat membutuhkan uang itu untuk keperluan mentambut lebaran dan biaya anak sekolah,” lirih pria yang minta namanya tak disebutkan itu.

Karena itu dia berharap Bupati Karo menegur dan memberi sanksi bagi kepala SKPD yang teledor mengajukan berkas tersebut. “Berarti kerjanya tidak becus. Makanya bupati harus menegur, kalau perlu ganti saja kepala SKPD yang tak bisa kerja itu,” pintanya.

Sementara, Pemko Tebingtinggi juga sedikit mengalami kendala dalam pembayaran THR ini. Namun begitu, meski belum ada uang kas Pemko Tebingtinggi untuk membayarkan THR tersebut, namun Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan siap membayarkan THR sebelum lebaran. Menurutnya, hal itu dilakukan karena ada Kepres tentang pembayaran THR dan gaji 13 oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

Pemprovsu Alokasikan Rp129 M untuk THR

SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumut menyediakan anggaran Rp129,890 miliar untuk membayar THR dan gaji ke-13. Untuk pembayaran THR dilakukan hingga Jumat (8/6), sedangkan gaji ke-13 dialokasikan pada minggu pertama Juli 2018.

Kepala BPKAD  Setdaprovsu, Agus Triprioyono  melalui Kabag Perbendaharaan  Daswar Purba memaparkan, pembayaran THR dan gaji ke-13 diperoleh dari anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) sekitar Rp 2 triliun. “Untuk pembayaran THR sudah dilakukan diawal minggu ini hingga Jumat sebelum cuti bersama. Kalau untuk gaji ke-13 di awal Juli 2018 dan nilainya sama dengan gaji yang dibayarkan setiap bulan ke ASN,” ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (4/6).

Dirincikannya, pembayaran THR yang telah dialokasikan baru ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) sebesar Rp309.568.522. Sedangkan untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya belum dapat direalisasikan karena belum mengajukan Surat Perintah Membayar (SPM). “Jadi kami tunggu sampai Jumat ini bagi OPD-OPD lain untuk mengajukan SPM sehingga kami bisa proses pencairannya,” ucap Daswar.

Dia menjelaskan, untuk nilai THR ini sama dengan gaji yang diterima ASN setiap bulan namun untuk THR hanya dipotong pajak. Sedangkan kalau gaji dipotong IWP, Askes, JKK/JKM, Tapfrum dan pajak. Sedangkan untuk pembayaran pensiun ASN di lingkungan Pemprovsu, katanya, tidak menjadi tanggung jawab Pemprovsu namun dibayarkan oleh Tabungan Pensiun (Taspen). “Untuk nilai dan jumlah pensiunan Taspen yang ada data itu dan mereka juga yang membayarkannya. Karena sebelumnya tidak ada anggaran gaji untuk pensiunan,” kata Daswar.

Pembayaran THR dan gaji ke-13 ini, sambung dia, dalam surat edaran Mendagri bernomor: 903/3387/SJ tertanggal 30 Mei 2018. Isi SE tersebut perihal pemberian THR dan gaji ke-13. Dimana diatur komponen THR dan gaji ke-13 untuk gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, wakil wali kota,  pimpinan dan anggota DPRD terdiri dari gaji pokok/uang representasi, tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan.

Sedangkan komponen THR dan gaji ke-13 untuk Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) terdiri dari gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan atau tunjangan umum, dan tambahan penghasilan PNSD atau tunjangan kinerja atau sebutan lainnya. Didalam aturan itu juga disebutkan pembayaran THR dan gaji ke 13 ASN merupakan tanggung jawab daerah, bila daerah belum menganggarkan atau tidak cukup tersedia anggaran untuk THR dan gaji ke-13, harus segera menyediakannya dengan cara pergeseran anggaran.

“Jadi sebetulnya THR dan gaji 13 ini dananya dari APBD. Bila dalam APBD belum tercantum atau dananya tidak cukup, maka dana itu diambil dengan melakukan pergeseran anggaran. Dananya diambil dari belanja tidak terduga, penjadwalan ulang kegiatan, atau menggunakan kas yang tersedia,” tuturnya. (deo/ian/ris/btr/bal/prn)

Ijeck: Kehadiran AHY Angkat Elektabilitas Eramas

Cawagubsu Musa Rajekshah bersama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disambut adat Kesultanan Melayu Deli di Istana Maimun, Senin (4/6).
Cawagubsu Musa Rajekshah bersama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disambut adat Kesultanan Melayu Deli di Istana Maimun, Senin (4/6).

SUMUTPOS.CO – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), putra sulung Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memulai berkunjung di Sumatera Utara, Senin (4/6). Setiba di Bandara Kualanamu, AHY disambut Cawagubsu Musa Rajekshah. Kedua tokoh muda ini didampingi istri masing-masing, Annisa Pohan Agus Hatimurti dan Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah.

Rombongan AHY dan Ijeck langsung menuju Wings Hotel tak jauh dari bandara Kualanamu. Di sana, AHY yang juga Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 Partai Demokrat itu bertatap muka dan menyerap aspirasi warga Deliserdang, tokoh adat dan agama. Tampak hadir beberapa kader Demokrat Sumut, di antaranya Plt Ketua Demokrat Sumut Herry Zulkarnain.

Usai dari sana, AHY dan Ijeck bersilaturahmi ke pimpinan Ponpes Al Kautsar Ayech Ali Akbar Marbun di Jalan Pelajar, Medan Denai. Usai salat zuhur, safari AHY berlanjut ke Istana Maimon. Sesampainya di bangunan bersejarah itu, AHY dan Ijeck disambut adat Kesultanan Melayu Deli.

Di sela kegiatan, kepada wartawan Ikeck yakin kedatangan AHY ke Sumatera Utara dapat memberikan dampak yang baik bagi Eramas. “Yang pastinya dengan hadirnya mas AHY, ini menjadi semangat baru dan akan memberikan dampak yang positif bagi kami pasangan Eramas,” ujar Ijeck.

Ijeck pun semakin yakin elektabilitas pasangan Eramas akan meningkat dengan hadirnya AHY, yang sekaligus sebagai ketua Kogasma untuk Pemilukada 2018 dan Pilpres 2019 tersebut. “Artinya, menambah keyakinan juga, karena kita tahu Demokrat memiliki basis massa yang besar di Sumatera Utara, maka kita yakin elektabilitas Eramas secara tidak langsung akan bertambah,” ucapnya.

Sementara AHY mengaku, kedatangannya kali ini adalah untuk bersilaturahmi dengan masyarakat yang ada di Sumatera Utara. Selain itu, sesuai kapasitasnya sebagai Kogasma, ia ingin mendukung dan menyukseskan Cagub-Cawagub Sumut yang didukung oleh partai Demokrat. Yaitu pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas).

“Seperti yang kita ketahui, Sumatera Utara juga menggelar pemilihan kepala daerah, untuk itu saya datang ke sini untuk ikut mendukung dan menyukseskan beliau berdua,” kata suami Annisa Pohan tersebut.

Sebagai pasangan yang telah didukung Demokrat, AHY pun berharap kepada pasangan Eramas dapat menjadi pemimpin Sumut yang benar-benar amanah untuk masyarakat. Ia mengungkapkan, seluruh kader Partai Demokrat beserta partai koalisi lainnya, berupa untuk turut menyukseskan perjuangan Eramas. “Kami sangat yakin kedua tokoh ini dapat membawa Sumut ke arah yang lebih baik, semakin bermartabat, dan sejahtera bagi masyarakat Sumatera Utara,” ungkapnya. (rel/adz)

Puluhan Ribu Suara Dukungan Beralih ke Djoss

Relawan Sihar Kawan Kita saat melakukan tatap muka dengan warga di sejumlah lokasi di wilayah Medan dan Deliserdang, Senin (4/6/2018).
Relawan Sihar Kawan Kita saat melakukan tatap muka dengan warga di sejumlah lokasi di wilayah Medan dan Deliserdang, Senin (4/6/2018).

SUMUTPOS.CO – Kelompok Relawan Sihar Kawan Kita berhasil mengidentifikasi 212.408 pemilih akan memilih pasangan Djarot Saiful Hidayat–Sihar Sitorus atau Djoss. Capaian tersebut merupakan hasil kerja penggalangan yang dilakukan oleh 1.200 relawan sejak 3 Mei 2018, di enam kabupaten dan kota di wilayah Sumatera Utara.

“Dari identifikasi yang dilakukan dalam periode 3 Mei hingga 3 Juni 2018, sekitar 140 ribu di antaranya merupakan pemilih yang memang sudah mantap memilih pasangan Djarot – Sihar. Sedangkan 72 ribu lebih sisanya merupakan pemilih baru yang sebelumnya belum menentukan pilihan atau sudah memilih pasangan lain, namun berganti pilihan,” papar Juru Bicara Relawan Sihar Kawan Kita, Dita Sonia, Senin (4/6).

Ia menambahkan, dari enam kabupaten dan kota (Medan, Deli Serdang, Serdangbedagai, Tebingtinggi, Binjai dan Langkat), Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang memberikan kontribusi terbesar. Kota Medan memberikan kontribusi sebesar 24 persen (50.977 pemilih), sedangkan Deliserdang memberikan kontribusi 30,8 persen (65.536)

Ia juga menjelaskan, pihaknya mendatangi warga satu persatu dan melakukan wawancara tatap muka saat melakukan identifikasi. Dari proses tersebut, relawan Sihar Kawan Kita menemukan bahwa penampilan saat debat kandidat menjadi faktor penting yang mempengaruhi keputusan warga yang sebelumnya masih belum menentukan pilihan atau sudah memilih pasangan lain menjadi beralih dukungan

“Sekitar 74 persen dari pemilih baru mengaku menilai pasangan Djarot – Sihar lebih berpengalaman dan membuat keputusan memilih pasangan Djarot – Sihar setelah menonton tayangan debat kandidat. Sedangkan sisanya mengaku membuat keputusan karena menilai program yang diusung pasangan Djarot – Sihar lebih realistis dan mudah dicerna,” lanjut Dita.

Dita menambahkan, relawan Sihar Kawan Kita akan terus melanjutkan proses identifikasi dan penggalangan sampai dengan berakhirnya masa kampanye. Pasalnya, relawan juga menangkap adanya potensi peningkatan partisipasi warga untuk ikut mencoblos pada tanggal 27 Juni 2018.

“Yang menggembirakan adalah adanya potensi peningkatan partisipasi warga untuk ikut mencoblos pada 27 Juni 2018 mendatang. Hal ini tentu sangat baik bagi demokrasi dan masa depan Sumut. Untuk itu kami akan terus bekerja agar jangan ada warga yang golput atau kehilangan hak pilihnya,” pungkas Dita.

Sekadar diketahui Relawan Sihar Kawan Kita adalah sebuah gerakan yang didirikan oleh sahabat dan kawan-kawan Sihar Sitorus untuk memenangkan pasangan Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2018. Relawan Sihar Kawan Kita muncul sebagai bentuk kepedulian agar Sumut mendapatkan pemimpin daerah yang berpengalaman dan profesional. Reaksi atas rendahnya partisipasi warga Sumut dan demokrasi akibat krisis kepemimpinan bersih di Sumut. (rel/adz)

 

 

 

PSMS v Persib: Jaga Marwah

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Frets Butuan dan Wilfried Yessoh diharapkan mampu menjaga marwah PSMS kala menjamu Persib Bandung, malam ini.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Frets Butuan dan Wilfried Yessoh diharapkan mampu menjaga marwah PSMS kala menjamu Persib Bandung, malam ini.

SUMUTPOS.CO – PSMS akan menjalani laga terakhirnya sebelum jeda Liga 1 selama sebulan ke depan. Sebelum berlibur, Ayam Kinantan harus menuntaskan sebuah laga penuh gengsi saat kedatangan Persib Bandung di Stadion Teladan, Selasa (5/6) malam.

Setelah sempat bersua di Piala Presiden awal tahun lalu, kali ini pertemuan klasik ini tersaji di kompetisi sebenarnya, Liga 1. Keberhasilan PSMS promosi membuat keduanya kembali berada di level yang sama. Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman pun menyadari pertemuan ini akan menyita perhatian dan dalam atmosfer yang berbeda dari laga-laga lainnya.

”Atmosfer pertandingan kelihatannya akan lebih dari pada pertandingan sebelumnya. Itu juga yang kami harapkan mudah-mudahan besok suporter juga akan lebih banyak yang datang ke stadion yang terutama akan bisa lebih membantu dalam hal motivasi kepada pemain,” ujar Djadjang pada sesi temu pers jelang pertandingan, Senin (4/6) siang.

PSMS pun bertekad menjadikan Persib sebagai korban berikutnya di Medan. Seperti diketahui, meski melempem di kandang lawan, Legimin Raharjo dkk sangat tangguh di kandang. Dari enam laga kandang mereka menang lima kali. Termasuk menumbangkan Persija, Sriwijaya, Barito dan Arema.  PSMS pun bertekad menjaga marwahnya. Apalagi jangan sampai Persib yang menodai rekor kandang mereka.

Djadjang juga punya cerita emosional karena menghadapi mantan klubnya. Kemenangan 2-0 di Piala Presiden menurutnya tidak bisa menjadi acuan. Apalagi menurut Persib saat ini jauh berkembang. “Sebagaimana kita ketahui bahwa Persib adalah tim yang kuat apalagi mereka diperkuat duet lini depan (Ezechiel N’Douassel dan Jonatan Bauman) yang bagus. Mereka jauh lebih baik saat ini dibanding laga-laga awal sebelumnya,” beber Djanur.

Djanur juga tak memungkiri Persib akan sulit ditembus. Pasalnya pertahanan mereka saat ini menjadi yang kedua terbaik di Liga 1 setelah Perseru. “Saya setuju dengan statistik itu. Persib punya pertahanan yang kokoh dengan duet Bojan Malisic dan Victor Igbonefo. Memang benar terkadang kami bermasalah dengan finishing touch tapi kami juga tidak jelek-jelek amat,” kata Djanur.

Tapi Djanur tetap optimistis skuad besutannya akan memberikan hadiah di laga penutup jelang sebulan jeda Idul Fitri dan pilkada serentak. “Situasi hampir sama, kami main di Teladan setelah kalah away. Situasi begitu terus dan ini selalu jadi tekanan tersendiri bagi pemain. Tapi, Situasi ini mudah-mudahan tidak jadi beban. Kalaupun beban, mudah-mudahan bisa diatasi pemain supaya tetap bisa meraih tiga poin,” ungkapnya.

Sementara Penyerang sayap PSMS, Frets Butuan yang mendampingi Djanur saat sesi temu pers juga menggaungkan optimisme untuk pertandingan tersebut. “Untuk besok saya pikir sangat seru. Kata orang El Clasico. Persib Punya striker tajam, tapi saya optimistis walaupun kami kalah pengalaman,” ujarnya.

Arus Mudik Dimulai 7 Juni

Kabid Perkeretaapian dan Pengembangan Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut, Agustinus Panjaitan.
Kabid Perkeretaapian dan Pengembangan Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut, Agustinus Panjaitan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah diperkirakan bakal mulai terjadi pada H-8 atau 7 Juni 2018. Sedangkan arus balik diprediksi terjadai pada 24 Juni 2018. Namun, untuk puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-2 atau 13 Juni, pekan depan.

“Itu untuk tiga jenis angkutan seperti angkutan jalan, kereta api dan udara,” kata Kabid Perkeretaapian dan Pengembangan Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut, Senin (4/6).

Namun untuk angkutan laut,lanjut Agus, masa arus mudik dan balik lebaran tahun ini terjadi pada H-18 atau 30 Mei 2018 lalu sampai H+18 atau 1 Juli 2018. Dia juga menjelaskan, selain angkutan jalan, kereta api, udara, dan laut, ada satu jenis angkutan lainnya yang masuk pemantauan yakni angkutan penyeberangan.

Dari lima jenis itu, lanjut Agus, pihaknya akan memfokuskan titik pemantaun di tiap-tiap jenis angkutan seperti angkutan jalan di Terminal Amplas dan Terminal Pinang Baris, Medan. “Untuk penyeberangan kita fokuskan di kawasan Danau Toba dan Kepulauan Nias. Angkutan kereta api (KA) di Stasiun besar Medan dan KA Bandara dan KA antar kota. Angkutan laut di Pelabuhan Belawan dan angkutan udara di Bandara Kualanamu,” paparnya.

Lebih lanjut Agus memprediksi puncak arus mudik lebaran tahun 2018 di Sumut terjadi pada H-2 atau pada 13 Juni 2018. “Kami prediksi puncak arus mudik untuk moda transportasi jalan, kereta api dan udara terjadi pada H-2. Sedangkan untuk moda transportasi laut kita prediksi pada H-3 atau 12 Juni 2018,” tandasnya. (dvs)

 

 

Selama Libur Lebaran Peserta JKN KIS Tetap Dilayani

SUMUTPOS.CO –  Selama libur lebaran, peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tidak perlu khawatir jika membutuhkan pelayanan kesehatan saat libur lebaran nanti. Pasalnya meski libur, namun pelayanan kesehatan tetap berjalan sesuai prosedur yang sudah disepakati dengan fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan, dr Ari Dwi Aryani mengatakan, untuk peserta JKN-KlS yang menjalani mudik, apabiia membutuhkan pelayanan kesehatan di luar kota dapat memperoleh pelayanan kesehatan pada Fasilitas Kesehatan Tngkat Pertama (FKTP) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan walaupun peserta tidak terdaftar di FKTP tersebut.

“Prinsip portabilitas pada Program JKN-KIS bisa dirasakan saat-saat mudik lebaran. Sesuai dengan peraturan perundangan dan yang selama ini sudah berjalan, peserta yang berada di luar kota dan tidak menetap dalam jangka waktu lama, dapat mengakses pelayanan kesehatan di FKTP, walaupun peserta itu tidak terdaftar di FKTP tersebut. Hal tersebut juga sudah menjadi bagian dari perjanjian kerjasama antara BPJS Kesehatan dan faskes, dan faskes tidak diperkenankan menarik biaya tambahan,” beber Ari Dwi Aryani dalam konferensi pers bertema Mudik Nyaman Bersama BPJS Kesehatan, Senin (4/6).

Dijelaskannya, kewajiban melayani peserta dari luar wilayah saat libur Iebaran juga berlaku bagi FKTP Non-Puskesmas (Klinik Pratama dan Dokter Praktek Perorangan) yang membuka praktek pelayanan kesehatan.

Apabila tidak terdapat FKTP yang dapat memberikan pelayanan saat libur Iebaran di wilayah tersebut, atau peserta membutuhkan pelayanan di luar jam buka Iayanan FKTP maka peserta dapat dilayani di IGD Rumah Sakit untuk mendapatkan pelayanan medis dasar. “Pada keadaan kegawatdaruratan seluruh fasilitas kesehatan baik tingkat pertama maupun lanjutan wajib memberikan pelayanan penanganan pertama kepada peserta JKN-KIS.

Selama peserta JKN-KIS mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku, serta tindakan medis yang diperolehnya berdasarkan indikasi medis yang jelas berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, maka akan dijamin dan dilayani serta fasilitas kesehatan tidak diperkenankan menarik iur biaya dari peserta,” tegas Ari lagi.

Oleh karenanya, para peserta JKN-KlS yang sedang mudik diimbau untuk selalu membawa Kartu JKN-KIS. “Penting diketahui, pelayanan kesehatan tersebut hanya berlaku bagi peserta JKN-KIS dengan status kepesertaan aktif. Karena itu, mohon agar peserta memastikan telah membayar iuran dan disiplin membayar iuran agar status kepesertaannya selalu aktif. Untuk mengecek iuran peserta, dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN. Dalam Mobile JKN peserta juga dapat melihat daftar fasilitas kesehatan terdekat yang bisa dikunjungi saat membutuhkan pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Untuk memastikan kelancaran peserta dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan, BPJS Kesehatan juga telah meluncurkan Aplikasi Mudik BPJS Kesehatan yang dapat didownload secara gratis di Google Play Store untuk perangkat Android. Aplikasi tersebut menyediakan telepon penting, alamat kantor BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, tanya jawab BPJS Kesehatan, info BPJS Kesehatan, tips BPJS Kesehatan, lokasi-lokasi penting, serta media sosial BPJS Kesehatan.

Menkeu: Pegawai Pemda Dapat THR dan Gaji ke-13

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani.
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa pegawai pemerintah daerah se-Indonesia seharusnya juga menerima tunjangan hari raya ( THR) dan gaji ke-13. Sebab, pemerintah pusat sudah mengalokasikan anggaran untuk itu melalui Dana Alokasi Umum (DAU).

“Alokasi anggaran untuk THR dan gaji ke-13 itu sudah ada di dalam Undang-Undang APBN 2018. Termasuk untuk (pegawai) di daerah,” ujar Sri saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (4/6/2018).

“Dalam perhitungan dana alokasi umum, yaitu ditransfer yang diberikan kepada pemerintah daerah, formulasinya itu sudah memasukkan perhitungan THR dan gaji ke-13,” lanjut dia.

Sri mengatakan, DAU memang bukan semata-mata untuk membiayai THR dan gaji ke-13. Tetapi, salah satunya dapat digunakan untuk hal itu. Sebagai pegangan dasar dalam penggunaan alokasi itu, Kemenkeu sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk menerbitkan petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis). “Jadi sudah sangat jelas mengenai hal itu,” lanjut Sri.

Namun, apabila masih ada pemerintah daerah yang menyatakan tak bisa memberikan THR dan gaji ke-13, ia meminta mengadukannya ke salah satu direktorat jenderal di kementeriannya. “Kalau ada suara di daerah, kami akan lihat dulu ya. Karena seharusnya dari DAU sudah ada. Saya sudah minta ke Dirjen Perimbangan untuk melihat daerah mana dan apa penyebabnya,” ujar dia. (Fab/Kris/kps)

100 Ribu Guru Honorer Diusul jadi PNS pada 2018

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatakan, pihaknya telah mengusulkan mengangkat 100.000 orang guru honorer menjadi guru pegawai negeri sipil (PNS). Adapun kebutuhan guru PNS di sekolah negeri saat ini mencapai 988.133 orang.

“Yang kita usulkan 100.000 (orang) tahun ini,” kata Muhadjir di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (4/6/2018).

Muhadjir mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan kembali jumlah guru honorer yang diusulkan menjadi PNS pada 2019. Terkait kekurangan guru PNS yang mencapai 988.133 orang tersebut, Muhadjir mengaku, angka tersebut masih harus diteliti kembali. Kemendikbud akan mencocokkan dengan data yang dimiliki Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Meskipun demikian, imbuh Muhadjir, Kemendikbud melakukan upaya efisiensi pemanfaatan guru. Ini adalah upaya untuk menjawab kekurangan guru PNS. Salah satu caranya adalah dengan memberlakukan program keahlian ganda dan multi subject. Artinya, guru tidak hanya mengajar satu mata pelajaran, namun bisa setidanya dua mata pelajaran.

“Di SMK namanya program keahilan ganda. Di sekolah umum, kita punya program multi subject, mereka (guru-guru) disekolahkan lagi untuk ambil kemampuan mengajar mata pelajaran lain,” ungkap Muhadjir. Dalam program tersebut, Kemendikbud mensyaratkan setidaknya guru dapat mengajar dua mata pelajaran. Dengan demikian, diharapkan tingkat efisiensi guru dapat berjalan optimal. (sak/san/kps)

Cina Minati Proyek Jalur KA ke Danau Toba

Gubsu Erry Nuradi foto bersama Chief Representative China High Speed Railway (CHSR), Edyson Lim, perwakilan CHSR, Imron, dan sejumlah SKPD, di ruangan Gubsu, Erry Nuradi, Senin (4/6).
Gubsu Erry Nuradi foto bersama Chief Representative China High Speed Railway (CHSR), Edyson Lim, perwakilan CHSR, Imron, dan sejumlah SKPD, di ruangan Gubsu, Erry Nuradi, Senin (4/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – China High Speed Railway (CHSR) berminat membangun infrastruktur jalur kereta api di Sumatera Utara (Sumut), khususnya jalur ke Danau Toba. Perwakilan CHSR, Imron Cotan mengatakan, perusahaan CHSR bergerak di bidang perkeretaapian yang telah beroperasi di 50 negara. Dengan markas besar di Beijing, perusahaan ini juga didukung pemerintah Tiongkok.

“Perusahaan cukup bonafid. Punya dana sendiri untuk investasi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, dengan pemegang saham terbesar pemerintah Tiongkok,” kata Imron, yang hadir bersama Chief Representative CHSR Edyson Lim, saat audiensi ke ruangan Gubsu Erry Nuradi, Senin (4/6).

Setelah melihat Danau Toba, pihak perusahaan berkeinginan untuk berinvestasi dalam hal pengembangannya. “Untuk itu, kami diutus perusahaan CHSR guna menindaklanjuti kerjasama dengan pemerintah pusat dan terutama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kami akan menurunkan tim survei terkait rencana ini,” ujar Imron.

Pihaknya sangat berkeinginan agar investasi di Sumatera ini, khususnya di Danau Toba ini dapat segera dilakukan. “Kami berharap Pak Gubernur berikan disposisi kepada instansi terkait agar kerjasama ini dapat berjalan sesuai dengan aturan yang ada. Kita benar-benar serius bagaimana Sumut nantinya sebagai pilot project,” ujarnya.

Gubsu Dr Ir H Tengku Erry Nuradi MSi menyambut baik rencana Karena, infrastruktur transportasi dapat mendorong percepatan pembangunan di daerah ini. “Ini sebenarnya sudah lama ditunggu masyarakat Sumatera Utara, khususnya untuk membangun infrastruktur di Sumut, selain pemerintah juga dalam membangun infrastruktur butuh investor,” ujar Gubsu Erry Nuradi.

Dikatakan Gubsu Erry Nuradi, Sumatera Utara merupakan provinsi yang strategis dengan jumlah penduduk keempat terpadat di Indonesia. Karenanya, transportasi merupakan salah satu hal yang sangat dibutuhkan.

Dicontohkannya, saat ini jalan di Kota Medan mulai stagnan dan jumlah mobil semakin banyak. Padahal, sepuluh tahun yang lalu jalan di Kota Medan, di sekitar Jalan Diponegoro masih lengang. “Sebenarnya ini merupakan tanda-tanda positif dalam suatu daerah bila mobil sudah banyak. Menunjukkan bahwa masyarakatnya semakin sejahtera, namun juga infrastrukturnya harus dibangun,” sebut Gubsu Erry.

Menindaklanjuti rencana itu, Erry Nuradi pun meminta kepada perusahaan untuk menurunkan tim guna melakukan survei. Tim survei nantinya dapat menyesuaikan dari sisi populasi dan kemampuan masyarakat, serta lainnya, agar investasi yang akan direncanakan ini nantinya dapat berjalan dengan baik.

Turut hadir kesempatan tersebut, Inspektur Provsu OK Henry, Kepala BPBD Provus Riadil Lubis dan para pejabat Eselon III dari Bappeda, Dinas Perhubungan, Dinas Kehutanan dan Biro Hukum. (rel/mea)