Cawagubsu, Musa Rajekshah menyalami masyarakat yang hadir di acara Silaturahmi dan Bukber PMI, Rabu (30/5) lalu.
Cawagubsu, Musa Rajekshah menyalami masyarakat yang hadir di acara Silaturahmi dan Bukber PMI, Rabu (30/5) lalu.
SUMUTPOS.CO – Dunia politik dan sosial memang berbeda. Namun terdapat satu tujuan yang sama, yakni ingin berbuat dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Hal tersebut dirasakan betul seorang Musa Rajekshah, tatkala sudah terjun ke pusaran politik dalam pencalonan sebagai Wakil Gubernur Sumut.
“Yang pastiI saat ini saya tidak turun untuk ikut berpolitik. Tapi ikut sebagai kontestan di pilkada Sumut, ingin suasana kampung halaman kita (Sumut) berubah jadi lebih baik. Khususnya untuk kesejahteraan masyarakat kita,” ujarnya usai menghadiri silaturahmi dan buka puasa bersama untuk kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan, di Hotel Grand Mercure Jl. Perintis Kemerdekaan Medan, Rabu (30/5).
Pria yang populer disapa Ijeck ini mengakui, pencalonan dirinya dan Edy Rahmayadi sebagai cagub memang tak terlepas dari peran partai politik. “Tapi artinya suasana ini memang beda saat saya menjalankan organisasi olahraga dan kegiatan sosial. Sebab ruang lingkupnya juga tidak besar. Semua aspirasi dan keinginan masyarakat harus kita dengar dan temui langsung,” katanya.
Begitu juga dengan waktu yang dijalani, lanjut Ijeck, sangat banyak tersita karena lebih intens menyapa dan berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat di Sumut. Namun ia optimis, hal ini justru menjadi tantangan yang mesti dihadapi dan diperjuangkan secara optimal.
“Yang terpenting kami berniat membawa Sumut dan masyarakatnya lebih baik ke depan serta menuju Sumut yang bermartabat,” tegas suami Sri Ayu Mihari ini.
Teks Foto: media officer PSMS For Sumut Pos
HADANG: Antoni Putro Nugroho dihadang pemain Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Jumat (1/6).
Teks Foto: media officer PSMS For Sumut Pos HADANG: Antoni Putro Nugroho dihadang pemain Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Jumat (1/6).
SUMUTPOS.CO – Poin perdana di laga away belum juga berhasil didapatkan PSMS sampai pekan ke-12. Teranyar giliran Borneo FC yang memupus ambisi Ayam Kinantan lewat kemenangan 3-1 di Stadion Segiri, Samarinda, Jumat (1/6). Kekalahan ini menambah catatan buruk PSMS di kandang lawan. Ini menjadi kekalahan ketujuh PSMS di Liga 1. Enam di antaranya dialami di kandang lawan.
Pada laga ini Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman menurunkan skema yang tidak jauh berbeda saat laga kandang kontra Arema FC. Bedanya kali ini Djanur menempatkan Alwi Slamet di barisan trio lini tengah PSMS bersama Abdul Azis dan kapten tim, Legimin Raharjo. Sementara lini depan dihuni trio Antoni, Frets dan Wilfried Yessoh.
Setelah berulang kali gempuran Borneo FC, gawang PSMS akhirnya bobol menit ke-26. Berawal dari bola yang coba dibuang Amarzukih namun mengenai tangan Roni Fatahillah. Wasit menunjuk tendangan bebas tepat di mulut kotak penalti. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh playmaker Borneo, Srdan Lopicic dengan tendangan terarah ke sudut kiri bawah gawang Dhika Bayangkara.
Sementara itu tuan rumah tampil tanpa dua mesin golnya, Lerby Eliandri dan Titus Bonai. Begitupun tak mengurangi daya dobrak pasukan Dejan Antonic itu.
PSMS coba mengejar lewat aksi individu Frets Butuan yang melakukan penetrasi dari sisi kanan pertahanan Borneo. Namun disiplinnya barisan belakang, tim berjuluk Pesut Etam itu, membuat Frets kesulitan untuk menembusnya. Bola akhirnya terbuang sia-sia saat umpan Azis tak menemui sasaran.
Yerusalem adalah kota suci bagi tiga agama: Islam, Kristen, dan Yahudi. (AFP)
Yerusalem adalah kota suci bagi tiga agama: Islam, Kristen, dan Yahudi. (AFP)
SUMUTPOS.CO – Pemegang paspor Indonesia dilarang Israel untuk berkunjung ke negara di Timur Tengah itu. Apa alasannya? Siapa saja yang akan terkena dampaknya?
Berikut lima hal yang perlu Anda ketahui.
Mengapa dilarang?
Israel melarang seluruh pemegang paspor Indonesia berkunjung ke negara tersebut mulai 9 Juni mendatang, meskipun telah memiliki visa.
Larangan diberlakukan baik bagi mereka yang datang secara individu maupun dalam bentuk rombongan, termasuk yang melakukan wisata rohani.
Keputusan Israel itu merupakan aksi balasan setelah pemerintah Indonesia, pada pertengahan Mei lalu, melarang warga Israel mengunjungi Indonesia.
“Israel telah berupaya mengubah keputusan Indonesia. Namun, langkah yang kami lakukan tampaknya gagal. Hal itu mendorong kami melakukan tindakan balasan,” tutur juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Emmanuel Nahshon, seperti dikutip media pelapor isu-isu Israel-Palestina, Middle East Monitor, Rabu (30/05).
Langkah Indonesia yang tidak membolehkan warga Israel memasuki wilayahnya, disebut sebagai bentuk protes atas tewasnya setidaknya 65 warga Palestina oleh tentara Israel, dalam aksi protes di Jalur Gaza, memperingati 70 tahun Nakba, 15 Mei lalu.
Nakba adalah peristiwa ketika hampir satu juta orang Palestina dipaksa mengungsi dan meninggalkan rumah mereka, ketika Israel mendeklarasikan kemerdekaannya.
Ketika ditanya apakah Indonesia sudah mempertimbangkan bahwa keputusan melarang warga Israel memasuki Indonesia akan berdampak pada kebijakan resiprokal, Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, A.M Fachir, lewat pesan tertulis menegaskan, “Semua itu (negara) memiliki kebijakan untuk menentukan langkah-langkahnya terkait pemberian fasilitas visa”.
Lalu, bagaimana sebelumnya?
Indonesia memang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Tidak ada kantor perwakilan atau kedutaan Indonesia di Israel dan sebaliknya. Namun, bukan berarti tidak ada interaksi apa-apa antara kedua negara.
Interaksi yang paling terasa kental adalah soal kunjungan turis, terutama warga Indonesia, baik Nasrani maupun Muslim, yang berwisata reliji ke Israel.
“Karena tidak ada hubungan diplomatik, maka mengajukan aplikasi visanya juga tidak ‘normal’. Harus melalui grup, sponsor tertentu dan orang-orang tertentu,” kata Sapri Sale, penyusun kamus Indonesia-Ibrani, yang juga merupakan pengamat isu-isu Israel.
Bagi warga Israel yang hendak berkunjung ke Indonesia, bisa mengajukan visa Indonesia, di Kedutaan Indonesia di negara ketiga seperti Singapura dan Thailand, dengan biaya sekitar US$600 atau Rp8,3 juta.
Sementara, bagi warga Indonesia yang hendak berkunjung ke Israel harus membayar aplikasi senilai US$35 atau Rp485.000.
Umat Kristen Ortodok di Yerusalem. (AFP)
Pendiri Agindo Tours, yang melayani tur ziarah keagamaan ke Israel, Cecilia Ariesta Patty, menceritakan dia mendaftarkan visa melalui agen lokal di Israel, yang kemudian mendaftarkan nama pemohon visa langsung ke Kementerian Dalam Negeri Israel.
Untuk sekali aplikasi, harus ada minimal lima pendaftar visa.
“Proses selesainya sekitar 30 hari. Keluarnya dalam bentuk paper visa, yaitu sebuah lembaran (yang bisa dikopi) berisi daftar nama dan nomor paspor orang yang diizinkan berkunjung ke Israel. Visanya tidak ditempel di paspor masing-masing orang,” papar Cecilia.
Meskipun menegaskan di setiap turnya para peserta selalu bepergian bersama ke tempat-tempat ziarah keagamaan, pemilik visa ‘juga diperbolehkan’ mengunjungi tempat lainnya di Israel.
“Misalnya di Israel, ada tempat wisata (nonreliji), yang sangat cantik di perbatasan dekat Lebanon. Kita bisa pergi ke sana. Seperti visa turis, bisa kemana saja, asalkan masih dalam batas waktu yang diziinkan,” tuturnya.
Apa kata pemerintah Indonesia?
Pemerintah Indonesia menegaskan “sudah mengetahui” keputusan Israel itu, meski belum mau berkomentar banyak.
“Kita juga harus memaklumi bahwa setiap negara memiliki kebijakan terkait pemberian fasilitas visa; memberikan atau tidak memberikan. Itu saja. Tidak lebih dari itu,” tulis Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, A.M Fachir, lewat pesan singkatnya, Kamis, (31/05).
Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, menyayangkan langkah yang diambil Israel.
“Karena Yerusalem kota suci beberapa agama… Larangan itu mestinya tidak terkena pada kota-kota suci yang menjadi milik warga dunia. Karena setiap penduduk dunia mestinya punya hak yang sama untuk mengunjungi tempat-tempat suci. “Sementara banyak umat beragama dari Indonesia yang juga ingin ke Baitul Maqdis,” tegas Lukman.
Muslim Yerusalem juga menjadi tempat ziarah bagi Muslim. (AFP)
Dampak bagi tur ziarah Nasrani, Palestina dan Muslim
Setiap tahunnya ada puluhan ribu warga Indonesia yang berkunjung untuk berwisata ziarah agama, baik Kristen, Katolik, maupun Islam, ke Israel.
Cecilia Ariesta Patty, lewat Agindo Tours-nya bahkan bisa menyelenggarakan delapan sampai 12 tur ke Israel setiap tahunnya. Dalam sekali tur, dia bisa membawa lima sampai ratusan orang.
“Kita sedih ya, karena dampaknya untuk bisnis langsung terasa buat kita. Baik Nasrani maupun yang Muslim banyak yang ingin ke sana,” ceritanya.
Setelah keputusan Israel yang melarang kunjungan turis Indonesia beredar luas, Cecilia pun kelimpungan menjawab pertanyaan para peserta turnya yang telah mendaftar.
“Kita ada yang berangkat ke Israel, untuk tur Nasrani, 21 Juni nanti. Sudah dapat visa. Mereka bingung, banyak pertanyaan. Kemarin kerjaan saya hanya menjawab WhatsApp. Ini kita masih komunikasi terus dengan pihak (agen) yang di Israel. Kita berharap, larangan ini cuma sementara.”
Paket tur ziarah ke Israel yang diadakannya, terdiri dari tur untuk umat Nasrani dan tur untuk umat Islam. Biayanya mencapai US$2.000 sampai US$3.000 (Rp28 juta sampai Rp42 juta) untuk perjalanan selama sekitar 10 hari.
Tur ziarah umat Kristen dan Katolik berfokus di Kota Yerusalem dan Tiberias, kemudian dilanjutkan ke Jericho di Palestina. Sementara tur ziarah umat Islam berfokus pada kunjungan ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, lalu ke makam Nabi Ibrahim di Kota Hebron, Palestina dan ke Kota Jericho yang juga berada di Palestina.
“Ini sebenarnya kerugiannya dari segi wisata, tidak hanya bagi Israel. Palestina juga. Karena ke sana, kita tidak hanya mengunjungi Israel, tetapi juga Palestina. Ke Palestina tetap pakai visa Israel karena masuknya dari perbatasan Israel.”
Cecilia berharap agar pemerintah Indonesia memperlunak kebijakan berkunjung bagi warga Israel, dengan harapan Israel juga kembali mengizinkan warga Indonesia masuk ke negara di Timur Tengah itu.
“Indonesia kan negara (dengan umat) Muslim terbesar di dunia. Umat Muslim banyak rindu berziarah ke Yerusalem, ke Masjid Al Aqsa, itu kan timbal balik. Apalagi Indonesia ingin jadi penengah konflik Palestina Israel. Kalau saling larang begini kan komunikasi terputus. Bagaimana kita mau jadi penengah? Ini akan merugikan Palestina (juga). Karena turis Muslim Indonesia yang ke sana ingin mengunjungi Palestina,” tegas Cecilia.
Yahudi Umat Yahudi di Israel. (AFP)
Warga dan Netizen Kecewa
Kekecewaan atas keputusan Israel tersebut, banyak didengungkan di media sosial. Beberapa netizen, menyesalkan keputusan pemerintah Indonesia, yang menyulut aksi balasan dari Israel.
Sementara, ada pula pengguna media sosial yang curhat harus membatalkan mimpinya untuk berwisata rohani ke Israel.
Misalnya Fausta Advent, seorang karyawati asal Surakarta. Dia telah bercita-cita untuk berwisata rohani umat Nasrani ke Israel.
“Kirain itu hoaks. Biasa lah di Instagram biasanya beritanya harus dicek lagi. Ternyata setelah browsing lagi, ternyata benar. Kaget gak percaya aja sih,” cerita Advent lewat sambungan telepon.
Advent bercerita, salah satu target hidupnya adalah membawa ibunya berkunjung, berziarah ke Israel.
“Karena memang itu salah satu keinginan beliau. Aku sudah rencana pergi tahun ini. Sudah banding-bandingkan harga tur. Kalau sekarang kita dilarang, ya gimana. Ada harapan suatu saat dibuka lagi, tapi kayaknya mungkin nggak bisa tahun ini.”
Perempuan ini berharap agar Israel kembali mengizinkan warga Indonesia berkunjung ke negara itu.
“Harusnya untuk urusan agama boleh ya. Karena kalau memang tempat tertentu berkaitan politik atau perang, boleh-boleh saja kita dilarang ke sana. Tapi kalau ke tempat-tempat agama, itu kan sifatnya universal ya. Kalau dilarang ya tak adil saja menurut aku,” pungkasnya. (bbc/dtc)
Jenazah mahasiswi yang dibunuh oknum pendeta GSRI di Tanjungmorawa, dimasukkan ke ambulans.
Jenazah mahasiswi yang dibunuh oknum pendeta GSRI di Tanjungmorawa, dimasukkan ke ambulans.
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Kasus pembunuhan yang menewaskan seorang mahasiswi menghebohkan warga Jalan Kebun Sayur Gang Pendidikan Dusun XII Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Kamis (31/5).
Tragisnya, pembunuhan itu terjadi di dalam Gereja Sidang Rohul Kudus Indonesia (GSRI) Tanjung Morawa dan pelakunya ternyata oknum pendeta gereja tersebut.
Korban diketahui bernama Rosalia Cici Maretini boru Siahaan, 21, warga Desa Bangun Sari dusun XIV Salam Tani Kecamatan Tanjung Morawa. Gadis tersebut ditemukan di dalam kamar mandi gereja dengan kondisi bersimbah darah.
Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja membenarkan peristiwa pembunuhan tersebut.
Dia menyebutkan pelaku adalah oknum pendeta bernisial HK, 61, warga Dusun VI Kecamatan Galang Kabupaten Deliserdang. Sementara korbannya merupakan mahasiswi.
“Saat ditemukan, kondisi korban mengalami luka robek pada leher akibat benda tajam. Selain itu, kepala bagian belakang luka. Bahkan di alat kelamin korban terdapat sperma terduga pelaku kejahatan,” ungkapnya lewat pesan WhatsApp petang tadi.
Disebutkan Tatan, peristiwa terjadi sekira pukul 10.00 WIB. Namun, tak dijelaskan secara rinci bagaimana kronologis kejadiannya.
“Pukul 13.40 WIB jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Medan guna keperluan otopsi,” ujarnya.
Dia menyatakan, dari lokasi polisi menyita barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna hitam BK 4440 SAA, 1 unit helm, 1 batang kayu alu, sebilah pisau dan pakaian milik korban.
“Pelaku diamankan tim gabungan dari Polda Sumut dan Polres Deliserdang di kawasan daerah Harjosari Pancurbatu sore tadi. Saat ditangkap, tak ada perlawanan dari pelaku,” cetus Tatan.
Diutarakan dia, untuk sementara motif pembunuhan ini lantaran pelaku emosi terhadap korban yang mengeluarkan kata-kata tidak sopan. Sedangkan dugaan adanya tindakan pemerkosaan, masih didalami.
“Pengakuan tersangka tidak ada (pemerkosaan). Namun kita akan tunggu hasil dari rumah sakit,” pungkasnya. (fir)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Jasa Marga memberikan potongan harga atau diskon tarif tol pada seluruh ruas tol yang dikelola perseroan maupun kelompok usahanya di seluruh Indonesia.
Diskon ini diberikan Jasa Marga jelang pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2018.
Diskon tarif tol yang diberikan oleh Jasa Marga pada Lebaran kali ini adalah sebesar 10 persen dan akan berlaku pada 13-14 Juni 2018.
Kemudian periode arus balik Lebaran pada 18-19 Juni 2018.
Direktur Operasi I Jasa Marga Mohammad Sofyan mengatakan program ini sebagai bentuk pelayanan dan apresiasi bagi pengguna jalan tol serta mendistribusikan lalu lintas agar tidak menumpuk di sejumlah tanggal tertentu.
“Diskon tidak diberikan saat prediksi puncak arus mudik maupun balik Lebaran agar lalu lintas bisa terdistribusi dengan baik. Hal ini mengingat tingginya volume lalu lintas saat arus mudik dan balik Lebaran,” jelas Sofyan.
Terkait pembayaran di jalan tol, Jasa Marga selalu mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol untuk memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol.(chi/jpnn)
SUMUTPOS.CO – Akhirnya akal sehat yang menang: Mahathir Muhamad membatalkan proyek kereta cepat Kuala Lumpur ke Singapura.
Itu akan membuat Malaysia hemat 36 miliar dolar. Mahathir bilang: kita perlu hindarkan negara dari kebangkrutan.
Apakah proyek itu tidak penting?
Penting. Tapi tidak sangat penting.
Penting mana: proyek itu atau mengendalikan utang? Tergantung jenis utang, tenor dan tingkat bunga.
Yang lebih penting lagi dibandingkan dengan tingkat kemampuan mengembalikannya. Atau besarnya beban pada anggaran negara.
Dilihat dari posisi utang Malaysia saat ini: gak usah Mahathir; saya pun akan membatalkannya. Apalagi dalam kondisi seperti ini.
Para ekonom Amerika pun sudah mengingatkan. Kondisi saat ini sangat mengkhawatirkan. Khususnya bagi negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, India, Thailand. Yang beban utangnya sangat besar.
Kekhawatiran itu menjadi wat-menggawat karena tidak ada yang bisa menyetop penguatan dolar. Saat ini. Dan masih akan terus begitu.
Ekonom belum sepakat mengapa ekonomi Amerika begitu menguat. Presiden Trump menepuk dada: hasil kinerjanya. Terutama berkat pemotongan pajaknya. Yang drastis itu. Dari 31 persen ke 21 persen.
Juga berkat kebijakan imigrasinya. Yang sangat ketat. Pengangguran menjadi turun drastis. Tinggal 4 persen. Terendah sepanjang sejarah Amerika.
Yang anti-Trump bilang: tidak mungkin. Trump belum lama jadi presiden. Ekonomi itu tidak bisa dibuat baik mendadak. Tidak seperti bikin burrito. Makan waktu. Kondisi baik ini, kata mereka, hasil konsolidasi yang dilakukan Obama.
Biarlah para ahli yang membahasnya. Yang jelas dampaknya pada ekonomi negara berkembang sangat mengkhawatirkan: bisa membuat krisis lagi.
Bagi Malaysia pembatalan proyek besar itu sangat rasional. Dalam kondisi seperti ini langkah penyelamatan yang diutamakan. Ibarat lagi kehilangan angin, layang-layangnya harus ditarik dulu. Bukan malah benangnya terus ditambah.
Link video: https://www.youtube.com/watch?v=YMQn4bAFq8E
Bekerja sama dengan ASUS, akhir Mei ini, YouTube ASUS Global mempublikasikan video promosi terbaru dari ZenFone 5 yang terangkai unik.
Link video: https://www.youtube.com/watch?v=YMQn4bAFq8E Bekerja sama dengan ASUS, akhir Mei ini, YouTube ASUS Global mempublikasikan video promosi terbaru dari ZenFone 5 yang terangkai unik.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Saat peluncuran ZenFone 5 di ajang Mobile World Congress, Barcelona Februari lalu, band OK GO yang merupakan band unik asal Amerika tampil memeriahkan dengan menyajikan ciri khas mereka yaitu menggabungkan elemen audio dan visual yang unik menjadi sebuah ekspresi musik yang menyenangkan. Band yang digawangi oleh Damian Kulash ini tidak pernah luput menunjukkan kreativitas tak berbatas dalam setiap penampilannya.
Penampilan OK GO yang selalu penuh warna tersebut baru-baru ini dikonversikan dalam karya terbarunya. Bekerja sama dengan ASUS, akhir Mei ini, YouTube ASUS Global mempublikasikan video promosi terbaru dari ZenFone 5 yang terangkai unik.
Dalam video berdurasi 1 menit 26 detik ini, Ian Eastwood, yang merupakan penari dan koreografer profesional tampil menari dengan kostum yang tersusun dari kumpulan 89 unit ZenFone 5 di depan sebuah layar besar yang seakan dirakit dari ribuan unit ZenFone 5 dan notch-nya yang menjadi daya tarik dari smartphone itu tersebut, sembari menggarisbawahi kembali fitur-fitur Artificial Intelligence (AI) dari ZenFone 5 dalam video unik dan menarik sebagai berikut:
Tarian Ian Eastwood diiringi lagu yang upbeat dari OK GO bukan hanya menghibur tetapi juga mengedukasi audiens mengenai inteligence phone serta mengingatkan kembali konsumen akan fitur-fitur andalan ZenFone 5
ASUS menghadirkan teknologi Artificial Intelegent pada kamera ZenFone 5. Dalam pengertian yang lebih sederhana, teknologi AI Camera pada ZenFone 5 akan meningkatkan kualitas fotografi menjadi lebih baik lagi. AI akan memanfaatkan kemampuan hardware dan software yang ada untuk melakukan improvisasi yang lebih maksimal dalam aspek fotografi. Kamera ganda yang dimiliki oleh ZenFone 5 memungkinkan pengguna untuk mengambil pemandangan malam hari dengan mode HDR dan sudut pandang yang luas.
Selain pada kameranya, ZenFone 5 juga memiki AI pada perfomance yang dinamakan dengan AI Boost. Fitur tersebut berfungsi untuk mengoptimasi performa CPU menjadi lebih baik. Melalui sebuah test yang dilakukan secara internal, score benchmark Antutu ASUS ZenFone 5 tanpa menggunakan AI Boost adalah 126.813. Sementara ketika AI Boost dinyalakan performa meningkat drastis menjadi 142.945. Adapun perfoma untuk ZenFone 5Z merupakan yang tertinggi yakni mencapai 267.587 dalam kondisi standar dan mencapai 271.360 saat menggunakan AI Boost.
Layar smartphone ini memiliki resolusi Full HD+ yakni 2.246 x 1.080 piksel. Secara keseluruhan luas penampang layarnya adalah 6,2 inci yang dikemas dalam tubuh 5,5 inci. Dibandingkan dengan smartphone full full lainya ZenFone 5 ZE620KL mempunya aspek rasio 19:9 dengan screen to body ratio 90 persen. Artinya smartphone ini hampir tidak memiliki bezel sama sekali dan terlihat sangat indah dengan notch di atasnya. (rel/mea)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bukannya menafkahi dan melindungi, RH (35) malah tega mencabuli putri tirinya, Mawar (7), nama palsu. Tidak tanggung-tanggung, aksinya telah berlangsung selama 7 bulan.
Namun sepintar-pintarnya menyimpan bangkai, baunya pasti tercium juga. Akibat perbuatannya tersebut, warga Kel. Medan Tenggara, Medan Denai ini diciduk Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Sat Reskrim Polrestabes Medan.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira kepada wartawan, Rabu (30/5/2018) menjelaskan, terungkapnya perbuatan cabul belum lama tersebut berawal saat ibu korban, NIS (29) dan nenek korban, PW (50), sedang memasak di dapur.
“Ketika itu ibu korban, NIS curiga karena mengetahui pelaku sedang berdua di dalam kamar bersama anaknya (korban-red). Selanjutnya NIS memberitahukan kepada ibunya, PW supaya melihat ke kamar,” ujar Kasat.
Saat PW ke kamar sambung Putu, ia melihat korban dalam keadaan berdiri, sedangkan RH sedang membuka celana Mawar. Sontak nenek korban berteriak histeris sehingga mengundang keluarga korban yang lain dan para tetangga. Selanjutnya pelaku diamankan.
“Saat korban diinterogasi, ia mengaku jika pelaku telah berulang-ulang kali mencabuli korban di dalam rumah,” terangnya. Lanjut Kasat Reskrim, sementara itu pelaku yang juga diinterogasi mengaku sudah mencabuli korban sejak November 2016 hingga Mei 2018.
Selanjutnya pelaku diserahkan ke Unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Medan guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. Di saat bersamaan ibu korban juga melaporkan kasus pencabulan terhadap anaknya.
“Pelaku dijerat tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 Ayat (1), (2) Jo 76 E UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara di atas 5 tahun,” tegas Putu. (sor/ras)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aliran sungai Denai kembali menelan korban. Bocah kelas 3 Sekolah Dasar (SD) bernama Muhammad Rido Syahputra (9) dilaporkan hanyut, dan belum ditemukan hingga berita diturunkan redaksi.
Saat kejadian, bocah yang menetap di Jalan Rawacangkuk 4, Kel. Tegal Sari Mandala 3, Medan Denai, ini sedang mandi bersama rekan-rekannya, Rabu (30/5/2018) sekira pukul 13.00 wib.
Siang itu, anak ke empat dari empat bersaudara ini bersama enam temannnya pergi ke Sungai Denai tak jauh dari rumahnya. Sampai disana, ketujuh bocah ini mandi sembari berenang-renang.
Namun saat berenang di pinggir sungai, kaki korban tergelincir dan terseret arus sungai. Melihat itu, teman-temannya tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya bisa berteriak minta tolong.
Mendengar teriakan itu, warga sekitar berdatangan dan mencoba mencari korban, namun tak berhasil. Selanjutnya Kepala Lingkungan (Kepling) 15, Kel. Tegal Sari Mandala 3, Medan Denai, Saidina Ali menghubungi tim SAR dan pihak kepolisian. Kemudian dilakukan pencarian sepanjang aliran sungai itu.
“Saat itu, korban bersama abangnya bernama Raja Juanda dan teman-temannya pergi ke sungai untuk mandi-mandi. Naasnya, ketika korban berada di pinggir sungai, korban tergelincir dan langsung hanyut,” kata Ali.
Siti Nurlela Sagala (45), ibu korban mengatakan, korban dan abangnya pergi ke sungai tidak permisi. Kabar hanyutnya Rido diterimanya dari teman-teman anaknya.
“Sedikitpun tidak ada tanda atau firasat buruk atau mimpi tentang Rido. Apalagi melihat perangainya, sama sekali tidak ada menunjukkan sikap yang aneh. Rido dan abangnya tengah berpuasa,” ucap Siti.
Kapolsek Medan Area, Kompol Jesmi Girsang ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
“Korban hanyut, dan masih dicari tim SAR dengan dibantu warga dan didampingi pihak kepolisian. Sampai saat ini korban belum juga berhasil ditemukan,” sebutnya. (fad/ras)