Home Blog Page 6306

Zudan Arif: Saya Tidak Tahu

Zudan Arif Fakrulloh
Zudan Arif Fakrulloh

SUMUTPOS.CO – Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, akhirnya meredakan rumor bahwa dirinya yang bakal diplot sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sumut. Upaya konfirmasi wartawan kepadanya selama beberapa hari belakangan, akhirnya ia sahuti. “Saya tidak tahu, Bang,” katanya singkat kepada Sumut Pos via aplikasi WhatsApp, Kamis (31/5).

Disinggung soal sangat santernya nama Zudan dalam bursa Pj Gubsu, ia lantas tak ingin menanggapi. Pertanyaan yang dilontarkan itu hanya sekadar ia baca pada pesan WA.

Diketahui, dalam dua pekan belakangan ini, nama Zudan Arif selaku Dirjen Dukcapil Kemendagri ramai diperbincangkan di Kantor Gubsu untuk menggantikan sementara posisi Gubernur Erry Nuradi yang akan habis masa jabatan 16 Juni 2018. Sepak terjang Zudan diketahui cukup disegani di kalangan birokrat, sehingga membuat namanya berpeluang mengisi posisi Pj gubernur.

Plt Sekdaprovsu Ibnu Sri Hutomo saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui pasti kapan waktu penunjukkan Pj Gubsu dilakukan.  “Kalau itu wewenang pusat (Kemendagri). Kita hanya menunggu arahan saja,” katanya. Pun saat ditanya informasi bahwa santer nama Zudan Arif akan diplot jadi Pj Gubsu, Ibnu juga tidak mengetahuinya. “Gak tahu saya,” pungkasnya.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Arief M Edie, sebelumnya mengatakan belum mendapat info mengenai nama Pj Gubsu terlebih beredar nama Zudan Arif Fakrulloh. “Belum dapat info,” ujarnya.

Kemendagri sendiri sejauh ini masih menggodok sosok pejabat eselon I di jajarannya sebelum ditetapkan sebagai Pj gubernur. Karena selain Sumut, ada juga Provinsi Jawa Barat yang akan berakhir periodenisasi kepala daerahnya pada 13 Juni. “Masih lama (16 Juni, Red). Untuk Jabar yang tanggal 13 saja masih landai (belum ada). Pada saatnya akan diinfo, Mas,” katanya.

Disinggung mengenai waktu pengisian Pj Gubsu yang masih  dalam masa libur dan cuti bersama Lebaran (ASN mendapat jatah libur Lebaran pada 9-21 Juni 2018, Red), Arief menegaskan, hal tersebut tidak jadi masalah. “Cuti bagi yang cuti. Tugas negara jalan terus,” ujarnya. (prn/ila)

 

 

 

Ratusan Pekerja PT PSS Mengadu ke FSPMI Sumut

Foto: Parlindungan/Sumut Pos Ketua FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo sedang memberi penjelasan.
Foto: Parlindungan/Sumut Pos
Ketua FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo sedang memberi penjelasan.

SUMUTPOS.CO – Ratusan pekerja PT Putra Sitorang Sumatera (PSS) mengadu ke posko pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) FSPMI Sumut di Jalan Medan-Tanjung Morawa KM 13,1 Gang Dwi Warna, Deliserdang, Kamis (31/5). Mereka mengaku dirumahkan secara sepihak oleh pihak perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan tabung gas LPG itu, sejak Selasa (19/5), tanpa diberi pesangon.

Selain itu, para pekerja juga mengaku kalau Direktur Utama Boydo HK Panjaitan memutuskan tidak ada THR untuk mereka.

“Hingga saat ini seratusan buruh sudah mengisi adminitrasi dan data di kantor FSPMI Sumut guna diadvokasi pada hari Senin, 4 Juni 2018. Tim dari LBH FSPMI Sumut, Pelaksana Posko Pengaduan THR bersama seratusan buruh PT PSS tersebut akan mendatangi perusahaan,” ungkap Ketua FSPMI Sumut Wilky Agus Utomo pada Sumut Pos, Selasa (31/5).

Dikatakan Willy, pihaknya akan menuntut PT PSS segera membayarakan hak THR kepada ratusan buruhnya paling lama 1 minggu sebelum lebaran Idul Fitri 1439 H. Kemudian, membayarkan upah dirumahkan terhadap ratusan buruh PT PSS. “Tidak ada alasan appun bagi PT PSS tidak membayar THR pekerjanya. Jika tidak ada niat baik perusahaan, maka kami akan laporkan ke Disnaker Deliserdang dan Menteri Tenaga Kerja. Bahkan kita akan menggelar unjuk rasa untuk mempublikasikan kenakalan pihak perusahaan,” tegas Willy.

Seorang pekerja PT PSS, Bukti Panjaitan mengatakan, pabrik tempat mereka bekerja di Pasar IX, Tanjung Morawa telah disegel dengan garis polisi. Berdasar informasi diterimanya, hal itu karena tabung gas LPG yang diproduksi tidak memiliki SNI.

Namun, lanjutnya, barang hasil produksi masih sangat bangak di dalam pabrik tersebut.”Kemarin saya tanya masalah THR, dia bilang, syukur gajimu saya bayar, THR pula kau tanyakan. Masalah kepastian bekerja kembali tidak ada,” ungkapnya.

Terpisah, Direktur Utama PT PSS, Boydo HK Panjaitan yang dikonfirmasi Sumut Pos melalui telepon mengatakan, untuk THR memang belum diberikan dan akan diberikan pihaknya. Pria yang juga Anggota DPRD Medan itu mengatakan, bahwa perusahaan tutup sejak 17 Mei 2018. Namun, pihaknya telah membayarkan gaji 1 bulan terakhir, walau perusahaan sudah tutup.”Untuk THR sedang dibicarakan dengan management. Perusahaan kita yang pasti bubar dan gulung tikar,” pungkas Boydo. (ain/ila)

 

Selisih Paham, PP-IPK Bentrok

Foto: FACHRIL/SUMUT POS BERJAGA: Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Hendris Tampubolon bersama beberapa anggota berjaga di pos IPK, Jumat (1/6).
Foto: FACHRIL/SUMUT POS
BERJAGA: Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Hendris Tampubolon bersama beberapa anggota berjaga di pos IPK, Jumat (1/6).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Dua organisasi kepemudaan (OKP), Pemuda Pancasila (PP) dan Ikatan Pemuda Karya (IPK) terlibat bentrok. Kedua kubu baku hantam di Jalan KL Yos Sudarso Km, 7,6, Kelurahan Tanjungmulia, Kecamatan Medan Deli, Kamis (31/5) sore.

Bentrok yang dipicu perselisihan paham itu telah ditangani petugas Polsek Medan Labuhan. Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan 2 orang bersama barang bukti broti, golok dan kampak.

Keduanya masing-masing, Saipul (40) warga Jalan Mangaan 8, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli dan Evan (42) warga Jalan Mangaan 1, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli. Keduanya telah diamankan di Mapolsek Medan Labuhan.

Bentrokan dipicu perkataan yang saling menyinggung di sekitar lokasi. Masing – masing OKP naku hantam bersenjatakan broti dan benda tajam di sepanjang akses Medan-Belawan.

Suasana di lokasi sempat mencekam. Petugas Polsek Medan Labuhan dipimpin Kapolsek, Kompol Hendris Tampubolon turun ke lokasi melakukan pengamanan.

Bentrokan tidak sempat memakan korban jiwa. Suasana yang sempat terjadi kericuhan kembali aman.

Dua orang yang kedapatan memegang senjata tajam diamakan polisi dari lokasi. Pasca bentrok, lokasi dijaga polisi.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Hendris Tampubolon mengatakan, bentrokan itu karena selisih paham. Pihaknya sudah menenangkan lokasi terjadi bentrokan.

“Tidak ada korban jiwa, kedua belah pihak akan kita pertemukan untuk menyelesaikan secara damai,” kata Hendris.

Perdamaian kedua belah pihak dilakukan di Mapolres Pelabuhan Belawan, Jumat (1/6). Pimpinan MPC PP Kota Medan, AR Batubara dan Ketua DPD IPK Kota Medan, Tomas Purba bersama seluruh kader turut hadir melakukan perdamaian.

Perdamaian langsung dimediasi Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan SH MH dengan mengajak masing – masing OKP menyepakati perdamaian secara tertulis.

“Dengan adanya pertemuan ini, mari kita jaga kenyamanan, keamanan dan ketentraman. Agar masing – masing OKP bisa tetap bersinergi untuk kenyamanan di masyarakat. Dengan adanya kesepakatan damai ini, saya harapkan tidak ada lagi perselisihan kedepannya khususnya di Medan Deli,” kata Ikhwan.(fac/ala)

 

Nyawa Melayang karena Perkataan Kasar

Pdt Henderson diamankan setelah membunuh jemaatnya.
Pdt Henderson diamankan setelah membunuh jemaatnya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sadis! Pendeta (Pdt) Henderson Kembaren (49) membunuh jemaatnya, Rosalia Cici Maretini Siahaan (21). Tersangka juga diduga memperkosa korban.

Peristiwa tersebut terjadi di Gereja Sidang Rohul Kudus Indonesia (GSRI) Jalan Kebun Sayur, Gang Pendidikan, Dusun XII Desa Limau Manis, Tanjung Morawa, Kamis (31/5).

Pembunuhan itu terungkap berawal dari kecurigaan warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP) melihat gelagat Pdt Henderson.

Sebab, menjelang tengah hari, warga sekitar gereja mendengar suara jeritan yang berasal dari bagian belakang gereja.

Sekira pukul 10.30 WIB, ada teriakan wanita minta tolong dari belakang gereja.

Beberapa saat kemudian, Pdt Henderson keluar. Ketika meninggalkan gereja, ia langsung menggembok gerbang gereja.

Ia masih tampak tersenyum ketika menyapa warga di luar gereja. Saat itu, Pdt Henderson mengatakan hendak membeli nasi.

Saat hendak meninggalkan lingkungan gereja, seorang warga bertanya padanya. “Ada warga bertanya ke dia (Pendeta H Sembiring), ‘Tadi ada suara minta tolong. Itu siapa?'” ujar seorang warga, Syaiful (40) menirukan pertanyaan warga lain kepada pelaku.

Pdt Henderson menjawab itu hanya suara kucing. Curiga dengan jawaban Pdt Henderson, seorang warga nekat melompati pagar untuk memeriksa arah sumber jeritan di belakang gereja.

“Kami lihat ada perempuan berlumuran darah di dalam kamar mandi. Ada luka di bagian kepala,” kata seorang saksi.

Melihat temuannya, warga langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Tanjungmorawa. Saat ditemukan, leher korban dalam kondisi tergorok menggunakan senjata tajam.

“Kondisi jenazah tidur telentang, terlihat bekas luka di bagian leher. Separuh badan tidak berpakaian (busana),” timpal Muklis (54), sopir ambulans yang memboyong jasad Rosalia sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Medan.

Selain itu, pelipis sebelah kanan korban terlihat koyak (kurang lebih 2 cm).

Terpisah, kepada wartawan Renta ibu korban mengatakan, sebelum tewas anaknya sempat ditelepon Pdt Henderson sekira pukul 09.00 WIB. Henderson menyuruhnya datang ke gereja pukul 11.30 WIB.

Sekira pukul 10.00 WIB, korban pamit. “Dia bilang (pamit) sama saya katanya, mau acara gereja mereka ke Kabanjahe,” ujar Renta.

“Sekaligus mau service sepeda motornya terlebih dahulu katanya. Saat itu, nggak ada firasat apa-apa,” sambung ibu enam anak itu.

Dua Tahun Cabuli Anak, Rahmat Diamankan Warga

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rahmat (35) digelandang warga ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Sat Reskrim Polrestabes Medan. Warga Jalan Menteng VII, Medan Denai itu dipergoki sedang mencabuli putri tirinya, sebut saja Bunga (7).

Peristiwa tersebut terungkap, Jumat (1/6). Saat itu, ibu korban, NIS (29) dan nenek korban, PW (50) sedang memasak di dapur.

Kemudian, nenek korban diminta untuk melihat Bunga yang sedang berdua bersama pelaku di kamar.

“Ketika itu ibu korban curiga karena mengetahui pelaku sedang berdua di dalam kamar bersama anaknya. Selanjutnya NIS memberitahukan ibunya, supaya melihat-melihat ke dalam kamar,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira, Jumat (1/6)

Saat PW ke kamar, ia melihat celana korban sudah dipeloroti Rahmat. Sontak saja, PW berteriak histeris.

Teriakan PW mengundang keluarga korban yang lain dan para tetangga. Dibantu tetangga, pelaku diserahkan ke Mapolrestabes Medan.

Ibu korban juga saat itu membuat pengaduan. Hasil pemeriksaan polisi, ternyata korban sudah acap kali dicabuli oleh ayah tirinya.

Tapi karena diiming-iming uang dan bujuk rayu pelaku, korban enggan mengadu ke ibunya.

“Saat korban diinterogasi, pelaku telah berulang-ulang kali mencabuli korban di dalam rumah. Dari hasil interogasi, pencabulan itu sudah terjadi sejak November 2016 hingga,” ungkapnya.

“Pelaku dijerat tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 Ayat (1), (2) Jo 76 E UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara di atas 5 tahun,” pungkasnya.(dvs/ala)

 

 

 

 

 

 

 

PGN Libatkan Pekerja Berbagi Energi Baik

Direksi PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) berfoto bersama anak yatim piatu penerima santunan. Pada hari ini, Kamis (31/05) PGN menggelar Peringatan Nuzulul Qur'an di Ramadan 1439 H. Peringatan atas momen bersejarah dalam Islam ini digelar dengan kegiatan buka puasa bersama Pekerja PGN dan Grup dengan anak yatim piatu di Masjid Al-Istiqomah, Kantor Pusat PGN, Jakarta.
Direksi PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) berfoto bersama anak yatim piatu penerima santunan. Pada hari ini, Kamis (31/05) PGN menggelar Peringatan Nuzulul Qur’an di Ramadan 1439 H. Peringatan atas momen bersejarah dalam Islam ini digelar dengan kegiatan buka puasa bersama Pekerja PGN dan Grup dengan anak yatim piatu di Masjid Al-Istiqomah, Kantor Pusat PGN, Jakarta.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) tahun ini kembali menggelar Malam Peringatan Nuzulul Qur’an di Ramadan 1439 H. Peringatan atas momen bersejarah dalam Islam ini digelar dengan kegiatan buka puasa bersama Pekerja PGN dan Grup dengan anak yatim piatu di Masjid Al-Istiqomah, Kantor Pusat PGN, Jakarta.

“Melalui peringatan Nuzulul Qur’an ini, kami ingin mengajak seluruh pekerja PGN dan Grup untuk meneruskan berkah energi baik kepada yang membutuhkan sebagaimana Allah memberikan berkah bagi manusia saat kitab suci Alqur’an turun ke dunia,” kata Direktur Utama PGN, Jobi Triananda Hasjim, Kamis (31/05/2018).

Peringatan Nuzulul Qur’an yang diselenggarakan PGN tahun ini mengambil tema _”Menyalurkan Energi Baik untuk Kemuliaan Indonesia”_ dengan tamu undangan yang hadir sejumlah 600 orang.

Mereka adalah 500 anak yatim piatu yang merupakan perwakilan dari 160 yayasan yang diundang. Juga terdapat 89 anak dari 135 anak korban bencana kebakaran dan 11 anak Anumerta PGN. “Mengulang yang sudah kami lakukan tahun lalu, setiap anak yatim piatu yang hadir harus didampingi oleh 1 Pekerja PGN atau Anak Perusahaan,” kata Jobi.

Menurut Jobi, aksi mendampingi anak yatim piatu ini merupakan salah satu cara sederhana untuk turut memuliakan anak yatim piatu di bulan suci Ramadan. “Para pendamping harus menemani sejak adik-adik itu datang, memastikan alas kaki mereka disimpan dengan aman, mencarikan tempat duduk, menemani makan bersama, hingga mengantar mereka kembali ke yayasan masing-masing,” ujar Jobi.

Jobi mengatakan, melalui peringatan momen bersejarah bagi umat Muslim ini, Manajemen PGN juga mengajak para Pekerja untuk berperan serta dalam menyalurkan energi baik. Caranya dengan melibatkan para Pekerja untuk ikut menyediakan paket-paket bingkisan yang akan diserahkan kepada anak yatim piatu, anak Anumerta PGN, dan anak korban bencana kebakaran.

“Melanjutkan yang sudah kami lakukan tahun lalu, paket-paket bingkisan ini bukan berasal dari dana perusahaan, melainkan uang pribadi para Pekerja,” kata Jobi.

Menurut Jobi, dengan nilai Rp 150 ribu per paket, ajakan kepada Pekerja ini mendapat respon yang baik. “Yang mengharukan, bahkan teman-teman _Outsourching_ PGN, seperti _Office Boy_ juga berkontribusi secara kolektif dengan mengumpulkan uang Rp 20 ribu per orang agar bisa ikut menyumbang paket bingkisan,” tutup Jobi.

Pada peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini, PGN membagi sebanyak 10.224 paket bingkisan. Selain pembagian simbolisasi paket bingkisan dan buka bersama, kegiatan Nuzulul Qur’an ini juga diisi dengan siraman rohani dari Ustadz Salim A. Fillah. Dalam ceramahnya, Ustadz Salim menyampaikan tentang keutamaan bulan Ramadan dan pentingnya berzakat bagi umat muslim. (rel/ram)

 

 

 

Izin Tujuh PTS di Sumut Segera Dicabut

TRIADI WIBOWO/SUMUT POS Ketua Kopertis Sumut, Prof. Dian Armanto M,Pd, MA, M.Sc, Ph.D, di kantor Kopertis Medan, kamis (12/9)
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Aceh, Prof. Dian Armanto M,Pd, MA, M.Sc, Ph.D, di kantor Kopertis Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO –  Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah I Sumut-Aceh sudah mendapatkan ‘restu’ dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemen Ristekdikti) untuk menutup 7 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sumut, yang bermasalah atau bodong.

Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Aceh, Prof Dian Armanto mengatakan, pihaknya sudah berdiskusi dengan pihak Kemen Ristekdikti di Jakarta, Rabu (30/5), perihal progres penutupan aktivitas 7 PTS bodong tersebut. “Surat Keterangan pencabutan izin operasional 7 PTS bermasalah itu sedang disiapkan Kemen Ristekdikti,” ucap Dian, saat dikonfirmasi Sumut Pos melalui telepon selular, Jumat (1/6) kemarin.

Sebelumnya, Kopertis Sumut-Aceh telah mengirim rekomendasi ke Kemen Ristekdikti, soal rencana penutupan ketujuh PTS itu. Dan pihak Kementerian menyetujui rekomendasi tersebut. Ketujuh PTS itu yakni Politeknik Tugu 45 Tebing Tinggi, Akbid Eunice Rajawali Binjai, Politeknik Profesional Mandiri, Politeknik Trijaya Krama, Akubank Swadaya Medan, Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan Indonesia, dan Akademi Manajemen Ilmu Komputer Medan.

Ke-7 PTS bermasalah ini sempat diberi tenggat waktu selama 2 X 6 bulan untuk memperbaiki seluruh fasilitas akademisnya. Masalah dimaksud antara lain tidak memiliki mahasiswa, tidak memiliki dosen tetap, tidak memiliki sarana dan prasarana, belum ada lahan sarana dan prasarana atau masih menyewa. “Kemudian, tidak ada kemajuan perbaikan dan perkembangan kampus,” ucap Dian.

Kopertis Sumut-Aceh selalu mengawasi PTS di wilayah kerjanya, agar kasus PTS bodong tidak terulang kembali. “PTS lain juga diperhatikan agar masalah-masalah akademis tidak terjadi. PTS bermasalah sudah diberi waktu untuk memperbaiki. Rekomendasi penutupan kita keluarkan setelah diketahui tidak ada perkembangan berarti,” pungkasnya. (gus)

Satgas Joko Tingkir Dukung Djoss

Pasangan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus menjawab pertanyaan saat acara debat publik kedua yang digelar KPU Sumut di Hotel Adi Mulya, Sabtu malam (12/5).
Pasangan Djoss

MEDAN, SUMUTPOS.CO – -Satuan Tugas (Satgas) Joko Tingkir dari empat daerah memberikan dukungan ke pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu).

Dukungan tersebut dipimpin Korwil Dapil 2 Satgas Joko Tingkir Sumut Sofyan Nasution kepada Ketua Tim Pemenangan Djoss, H Djumiran Abdi di Medan, Kamis (31/5) malam.

Pernyataan dukungan tersebut disaksikan Ketua Satgas Joko Tingkir  Kabupaten Padanglawas Utara Marahalim Harahap, Ketua Satgas Joko Tingkir  Kabupaten Labuhan Batu Ahmad Saini, Ketua Satgas Joko Tingkir Kabupaten Tapanuli Tengah Sabri Lubis, Ketua Satgas Joko Tingkir  Kabupaten Labuhan Batu Utara Ade Haryadi.

Korwil Dapil 2 Satgas Joko Tingkir Sumut Sofyan Nasution mengatakan, awalnya ormas tersebut mendukung cagub tertentu dan sudah didukung sejak tahun 2016.

Ketua Satgas Joko Tingkir  Kabupaten Padanglawas Utara Marahalim Harahap mengatakan, awalnya komunikasi dan koordinasi dengan Edy Rahmayadi cukup baik ketika masih dalam tahap sosialisasi.

Namun setelah mulai banyak mendapatkan dukungan parpol, keadaan berubah dan kegiatan relawan dari daerah merasa tidak dihargai  sama sekali.

“Kami datang jauh-jauh dari Padang Lawas Utara, tapi tidak dihargai lagi,” katanya.

Ketua Satgas Joko Tingkir  Kabupaten Tapanuli Tengah Sabri Lubis mengatakan, pihaknya akan kembali melakukan sosialisasi untuk mengenalkan sosok Djarot-Sihar, sekaligus menjelaskan peralihan dukungan tersebut.

Di Tapanuli Tengah, Satgas Joko Tingkir memiliki minimal 10 di setiap TPS yang akan membantu dalam menyosialisasikan dan mengenalkan Djoss kepada masyarakat.”Hingga menjelang pemungutan suara, kami akan terus menyosialisasikan Djoss” ujar Sabri. (bal/azw)

Djoss Harus Menang Telak di Taput

Calon wakil gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus saat melakukan pertemuan dengan masyarakat Tapanuli Utara di Tarutung, Kamis (31/5).
Calon wakil gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus saat melakukan pertemuan dengan masyarakat Tapanuli Utara di Tarutung, Kamis (31/5).

SUMUTPOS.CO – Tidak ada alasan masyarakat Tapanuli Utara (Taput) untuk tidak mendukung pasangan Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus atau Djoss. Bahkan pasangan yang maju dengan nomor urut dua di Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) tersebut harus menang telak, karena tidak ada alasan untuk memilih yang lain.

Permyataan tersebut disampaikan tokoh masyarakat Taput saat bertemu Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumut, Sihar Sitorus di Taput. Dalam pertemuan dengan sejumlah warga, tegas dikatakan bahwa hanya Djoss pasangan yang benar-benar milik masyarakat Sumut. “Tidak ada alasan memilih yang lain, karena sudah jelas Djoss yang mengenal Sumut. Khususnya Taput, kalau sampai memilih yang lain berarti jiwanya tidak terpanggil untuk membangun Bona Pasogit,” terang tokoh masyarakat Tarutung, Kam Hutabarat, Kamis (31/5).

Kam menengaskan, figur Djarot dan Sihar adalah sosok yang dibutuhkan Sumut. Alasannya jelas, berpengalaman dan memiliki darah asli Sumut. “Jadi kenapa harus mempersoalkan yang lain lagi, tegas pilih nomor dua untuk gubernur,” katanya.

Demikian juga dengan Marningot Siregar yang merupakan tokoh masyarakat Pangaribuan. Siregar mengatakan, putra asli Sumut itu hanya Sihar Sitorus. Karena itu, Sihar pasti akan membangun Sumut dengan baik. “Kalau dilihat dari figure, sudah pasti Djoss. Karena berpengalaman dan memihak pada rakyat. Jadi kenapa harus yang lain. Kalau memang mau Sumut maju, dan Taput berjaya maka harus menang penuh,” katanya.

Ijeck: 27 Juni Nanti Jangan Golput

Cawagubsu, Musa Rajekshah menyalami masyarakat yang hadir di acara Silaturahmi dan Bukber PMI, Rabu (30/5) lalu.
Cawagubsu, Musa Rajekshah menyalami masyarakat yang hadir di acara Silaturahmi dan Bukber PMI, Rabu (30/5) lalu.

SUMUTPOS.CO – Dunia politik dan sosial memang berbeda. Namun terdapat satu tujuan yang sama, yakni ingin berbuat dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Hal tersebut dirasakan betul seorang Musa Rajekshah, tatkala sudah terjun ke pusaran politik dalam pencalonan sebagai Wakil Gubernur Sumut.

“Yang pastiI saat ini saya tidak turun untuk ikut berpolitik. Tapi ikut sebagai kontestan di pilkada Sumut, ingin suasana kampung halaman kita (Sumut) berubah jadi lebih baik. Khususnya untuk kesejahteraan masyarakat kita,” ujarnya usai menghadiri silaturahmi dan buka puasa bersama untuk kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan, di Hotel Grand Mercure Jl. Perintis Kemerdekaan Medan, Rabu (30/5).

Pria yang populer disapa Ijeck ini mengakui, pencalonan dirinya dan Edy Rahmayadi sebagai cagub memang tak terlepas dari peran partai politik. “Tapi artinya suasana ini memang beda saat saya menjalankan organisasi olahraga dan kegiatan sosial. Sebab ruang lingkupnya juga tidak besar. Semua aspirasi dan keinginan masyarakat harus kita dengar dan temui langsung,” katanya.

Begitu juga dengan waktu yang dijalani, lanjut Ijeck, sangat banyak tersita karena lebih intens menyapa dan berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat di Sumut. Namun ia optimis, hal ini justru menjadi tantangan yang mesti dihadapi dan diperjuangkan secara optimal.

“Yang terpenting kami berniat membawa Sumut dan masyarakatnya lebih baik ke depan serta menuju Sumut yang bermartabat,” tegas suami Sri Ayu Mihari ini.