Home Blog Page 6309

Dewi Perssik: Saya Kurang Apa Sih?

SUMUTPOS.CO – Permasalahan rumah tangga Dewi Perssik dengan suaminya, Angga Wijaya, belum juga selesai. Pasalnya kekesalan Dewi kepada suaminya belum juga mereda.

Diakui Dewi, ia sangat kecewa melihat suaminya bercanda sampai kelewatan dengan temannya. Dalam sebuah chat, Angga membandingkan istrinya dengan sayuran. Karena itu, wanita yang karib disapa Depe ini, sangat kecewa.

“Wanita atau istri manapun, pasti enggak akan mau kalau dibanding-bandingkan dengan wanita lain, atau dibilang sayur lodeh lah, terong lah,” ungkap Depe, Rabu (30/5).

Setelah melihat chat Angga dengan temannya, keduanya teribat pertengkaran. “Sebagai istri, saya kurang apa sih? Ibaratnya, semua udah gw kasih ke elo, tapi kenapa elo di belakang malah bilang kayak gitu,” kata Depe.

“Buat saya, itu becandaan enggak lucu. Enggak seharusnya suami banding-bandingin istrinya,” pungkasnya. (chi/jpnn/saz)

Rumah Tangga Nikita-Dipo Retak?

SUMUTPOS.CO – Baru tiga bulan menikah, rumah tangga Nikita Mirzani dan Dipo Latief sudah diterpa isu tak sedap. Hubungan keduanya dikabarkan tengah renggang. Kabar itu mencuat usai curhatan Nikita di akun Instagram pribadinya.

Dalam curhatannya, Nikita meminta dijauhkan dari pecandu narkoba.

“Ya Allah jauhkanlah saya dari laki-laki pecandu narkoba dan laki-laki pembohong. Tidak pernah menghargai hidupnya,” tulis Nikita.

Unggahan itu membuat banyak warganet menduga, rumah tangga Nikita dan Dipo tengah bermasalah. Sebelum heboh dengan curhatan itu, Nikita diketahui menghapus foto-foto sang suami dari akun Instagram pribadinya. Padahal, Nikita baru saja mengungkap tanggal pernikahannya dengan putra pengusaha dan menteri era Soeharto, Abdul Latief.

Belum jelas siapa lelaki yang Nikita maksud, namun beberapa foto kebersamaannya dengan Dipo, sudah menghilang dari akun Instagram Nikita.

Ibu 2 anak itu tampaknya sudah menghapus foto Dipo. Belakangan, Nikita memang jarang mem-posting kebersamaannya lagi dengan Dipo.

Sebelumnya, rumah tangga Niki dengan Dipo tengah menjadi sorotan. Keluarga Dipo dikabarkan tidak merestui pernikahannya dengan Nikita. Bahkan saat keluarga besar Dipo kumpul, Nikita dikabarkan tidak diundang. (mg7/chi/jpnn/saz)

Jailangkung 2: Mencari Ketakutan

SUMUTPOS.CO – Bermain dalam film horor bukan perkara mudah bagi aktor kawakan Lukman Sardi. Termasuk saat ia terlibat dalam horor Jailangkung 2.

Berakting dengan mimik ketakutan, diakui Lukman menjadi tantangan yang cukup sulit baginya. Terlebih, selama ini ia tak memiliki pengalaman benar-benar bersentuhan dengan makhluk halus di dunia nyata.

“Gue enggak pernah ngalamin bertemu dengan makhluk-makhluk semacam itu. Jadi kalau dalam aktor ada istilah recall back, nah itu jadi bagian yang susah, karena gue enggak pernah merasa seperti itu,” urai Lukman, belum lama ini.

Alhasil, aktor 46 tahun ini, mencari cara lain untuk mendalami perannya. Lukman melakukan banyak diskusi dengan rekan sesama aktris yang terlibat di film Jailangkung 2.

“Gue ngobrol sih sama Amanda (Rawles). Ia kan beberapa kali ngalamin pengalaman enggak enak selama syuting. Gue juga ngobrol sama Jose Purnomo, ia juga punya pengalaman seram,” kisah Lukman.

Lukman kembali untuk sekuel Jailangkung 2. Sebagai sosok ayah, Lukman dikisahkan telah bangkit dari komanya yang berkepanjangan di film pertama. Bersama Amanda Rawles, Hannah Al Rashid, juga Lukman Sardi, Jailangkung 2 yang disutradarai Jose Purnomo dan Rizal Mantovani ini, dijadwalkan rilis di momen Lebaran mendatang. (dtc/saz)

Borneo FC v PSMS: Jangan Tunda Lagi

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Striker asing PSMS Medan Wilfried Yessoh siap menjamu Persija Jakarta, malam ini. Para pemain PSMS siap memuluskan langkah ke final Piala Presiden 2018.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Striker asing PSMS Medan Wilfried Yessoh diharapkam bisa curi poin dari Borneo FC.

SUMUTPOS.CO – Ambisi PSMS meraih poin perdananya di kandang lawan terus tertunda. Dari lima laga away sebelumnya pasukan Djadjang Nurdjaman selalu pulang dengan tangan hampa. Ambisi itu diharapkan tidak lagi tertunda saat PSMS melawat ke markas Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Jumat (1/6).

Legimin Raharjo dkk tetap berangkat dengan penuh optimisme. Meski dihantui rekor buruk di laga away, PSMS tetap yakin bisa pecah telur.

“Kita berharap kepergian kita kali ini bisa mendapatkan poin. Tetap semangat dan jaga konsentrasi saat laga, ” ujar Djanur, sebelum melepas keberangkatan tim di mess Kebun Bunga Medan, Jumat (1/6) pukul 04.00 WIB.

Sama seperti Bali United, PSIS, Persela, PS Tira dan Mitra Kukar yang tak mudah ditumbangkan di kandangnya, Borneo FC juga demikian. Terbukti mereka mampu menumbangkan tim sekelas Bali United. Mereka juga belum terkalahkan dari lima laga kandangnya.

Namun Djanur mengatakan performa timnya di laga tandang mulai membaik dari laga ke laga. Perkembangan itu terlihat pada laga terakhir kontra Mitra Kukar. Pada laga itu PSMS nyaris membawa satu poin namun buyar di menti akhir.

“Saya maklum kalau memang anggapan seperti itu. Karena hasilnya memang begitu. Tapi kami pelatih selalu memotivasi itu uyntuk segera memperbaiki keadaan. Tidak ada pikiran pesimis bagi kami. Kami selalu berangkat dengan optimis,” kata Djanur.

Apalagi menurut pelatih asal Bandung itu, perlahan performa Ayam Kinantan di laga away mulai menemukan strategi yang pas. Seperti di laga terakhir kontra Mitra Kukar, mereka nyaris mendapat poin. Namun sayang kebobolan di menit akhir.

“Apalagi kami sudah beranjak dari kalah telak, kemarin sempat mengimbangi dan hanya kalah di menit akhir. Secara taktikal sudah nemu sebenarnya tinggal lebih konsentrasi saja,” tambahnya.

Hanya saja kali ini tanpa Reinaldo Lobo dikhawatirkan mereduksi kekuatan lini pertahanan PSMS. Apalagi untuk laga tandang PSMS memang harus bertahan dengan lebih baik.

“Yang pasti sangat dirasakan absennya Lobo. Selalu menjadi pilihan utama. Selama ini belum pernah tanpa Lobo. Pasti ada pengaruhnya. Tapi adanya Roni kami harapkan bisa menjadi pengganti. Memang Roni terkadang kurang perhitungan. Sudah saya wanti-wanti setelah kejadian membuat penalti lawan Barito. Mudah-mudahan menjadi catatan bagi dia,” bebernya.

Selain perubahan di belakang, PSMS juga akan menempatkan trio Frets Butuan, Wilfried Yessoh dan Antoni di depan. Sadney yang seharusnya jadi pelapis Suhandi juga tidak dibawa. Untuk itu, ada Choiril Hidayat yang bisa menjadi opsi.

Djanur berharap lini pertahanan lebih sigap mengantisipasi bola-bola mati dan konsentrasi agar tak kebobolan di menit-menit krusial baik di awal maupun akhir laga. “Tetap konsentrasi di lini pertahanan, terutama menit-menit krusial. Di awal dan akhir kami selalu kebobolan. Termasuk itu (set piece). karena itu dalam latihan selalu kami selalu coba antisipasi itu. Apalagi mereka Borneo FC, pemain yang tinggi-tinggi dan bagus dalam bola mati,” bebernya.

Sementara itu Borneo FC juga bakal pincang. Mereka tak diperkuat dua mesin golnya Lerby Eliandri yang harus memperkuat timnas U-23 hadapi Thailand. Selain itu juga harus kehilangan Titus Bonai karena sanksi empat laga akibat protes berlebihan. Hal ini harusnya menjadi keuntungan bagi Ayam Kinantan. (don)

Indonesia U-23 v Thailand U-23: Tunjukkan Riko!

Riko Simanjuntak menghindari kejaran pemain JDT.
Riko Simanjuntak akan debut untuk Timnas U-23.

SUMUTPOS.CO – Timnas Indonesia proyeksi Asian Games 2018 bakal dijajal oleh Thailand U-23 di Stadion PTIK, Jakarta, pada 31 Mei dan di Stadion Pakansari, Bogor pada 3 Juni. Duel ini akan menjadi debut bagi Riko Simanjuntak dan striker naturalisasi Alberto Goncalves.

Dalam laga ini, Pelatih Indonesia Luis Milla Aspas memanggil beberapa nama pemain senior baru. Termasuk Riko yang bersinar bersama Persija. Tujuannya, untuk mendapatkan slot tiga pemain senior terbaik yang diperbolehkan turun di Asian Games 2018 nanti.

“Kami sudah analisa di liga, kami berharap pemain senior nanti bisa bantu tim ini,” kata Milla, dalam jumpa pers di kawasan Senayan, Rabu (30/5) siang.

Riko mencatatkan 16 penampilan bersama Persija di kompetisi resmi. Jumlah tersebut terdiri dari delapan di Liga 1 2018 dan delapan sisanya di Piala AFC. Riko juga sejauh ini sukses mencetak satu gol dan empat assist di Liga 1.

Memiliki kecepatan menjadi modal utama buat Riko di Timnas Indonesia U-23. Selain itu, sang pemain juga kerap rajin membantu pertahanan ketika timnya sedang dalam tekanan.

“Kalau tim yang muda, sudah bisa otomatisasi bermain. Kami ingin pemain senior bisa bantu adik-adiknya, bisa cepat menyatu bermain dengan tim ini,” ungkapnya.

Selain Riko, Milla memanggil Teja Paku Alam (kiper), M Ridho (kiper), Victor Igobonefo (bek), Lerby Eliandry (striker), dan Alberto Goncalves (striker).

Dari enam nama itu, hanya tiga nama yang bisa dipilih untuk dimasukkan dalam tim utama yang ke Asian Games 2018.

Senada dengan Indonesia, Thailand juga akan mematangkan skuat untuk berlaga di Asian Games. Saat ini Thailand membawa 23 pemain dan mayoritas U-21. Selain itu, Thailand juag ingin mengakhiri kampanye negatif yang tak pernah menang dalam lima laga terakhir di semua kompetisi.

Sayang pada pertandingan besok mereka tak akan didampingi Pelatih Worrawoot Srimaka yang sakit. Posisinya akan digantikan asisten pelatih Naruephon Kaenson.

“Kami tidak membawa pemain senior tapi memanggil pemain yang performanya sedang menanjak di liga. Di sini, yang akan bermain adalah mereka yang memahami taktik dan bisa beradaptasi dengan instruksi pelatih. Ini pertandingan uji coba jelang Asian Games dan kami akan mencoba pemain yang layak untuk tampil di kompetisi itu,” kata Kaenso

Sementara Kapten Tim Thailand U-23 Suriya Singmui sudah tak sabar beruji coba lawan timnas Indonesia. Bagi pemain tersebut, keinginan untuk melawan Indonesia memang besar karena dukungan suporter cukup besar di Indonesia.

“Saya harap pertandingan akan luar biasa. Saya ingin dapat ramainya suporter di sini,” katanya, dalam jumpa pers sebelum laga di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (30/5) siang.

Pemain 22 tahun tersebut mengakui sudah dua kali dirinya berjumpa Indonesia dan sulit meraih kemenangan. Keduanya tak ada tim yang menjadi pemenang.

Pada SEA Games 2017, kedua tim imbang 1-1. Kemudian pada kualifikasi Piala Asia U-23 Februari lalu, Indonesia main imbang 0-0 di Thailand. “Kami pikir Indonesia lawan yang berat. Sudah dua kali saya rasakan berjumpa Indonesia, keduanya main imbang. Level kami sama,” terangnya. (dkk/jpnn/don)

Perampok Nasabah Bank Diamuk Massa

Imron Panjaitan babak belur dihajar warga.
Imron Panjaitan babak belur dihajar warga.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Aksi perampokan dengan modus gembos ban kembali terjadi di Marelan. Seorang nasabah Bank Mestika menjadi sasaran kawanan rampok di Jalan Rahmad Buddin, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Rabu (30/5) siang.

Salah satu pelaku, Imron Panjaitan (36) berhasil ditangkap massa. Itu setelah gagal membawa kabur dompet milik Kelvin 28) warga Desa Lama, Kecamatan Hamparanperak.

Siang itu, korban mengendarai Toyota Fortuner B 8858 BI baru saja keluar dari Bank Mestika KIM, Medan Deli. Tanpa sadar, 4 pelaku mengendarai 2 sepeda motor telah membuntuti korban.

Salah satu pelaku kemudian menembak ban mobil korban menggunakan softgun. Akibatnya, ban mobil korban kempes.

Korban lalu berhenti dan turun untuk mengganti ban. Tiba – tiba 4 pelaku turun dari sepeda motor dan salah satunya mencoba membuka pintu mobil korban.

Sadar dirinya target perampokan, korban kemudian berteriak rampok. Mendengar teriakan korban, warga sekitar langsung mengejar pelaku.

Pelaku Imron Panjaitan berhasil dibekuk warga. Sedangkan ketiga temannya berhasil kabur.

Warga Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan itu menjadi bulan-bulanan massa. Imron babak belur sebelum diserahkan ke polisi.

“Tadi, saya baru pulang dari bank. Saya lihat ban bocor, rupanya saya mau dirampok, makanya saya teriak rampok. Tapi masyarakat langsung menangkap satu pelaku,” kata korban kepada polisi.

Pelaku yang kondisi babak belur langsung diboyong ke Mapolsek Medan Labuhan.

“Satu pelaku sudah kita amankan, kita masih lakukan pengembangan pelaku lainnya,” kata Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar Pohan.(fac/ala)

Pembacok Anggota Satpol PP Diringkus

Iwan Lecit
Iwan Lecit

SERGAI, SUMUTPOS.CO  – Setelah buron 7 bulan, akhirnya Iwan Kurniawan alias Iwan Lecit (29) berhasil diciduk, Sabtu (26/5). Warga Lingkungan XI, Kelurahan Tualang, Perbaungan, Sergai ditangkap karena membacok anggota Satpol PP Pemkab Sergai, Deni Efendi Markus Tamba (29).

Iwan Lecit sempat berpindah-pindah tempat persembunyian. Keberadaan pelaku pernah terendus polisi di Dusun II, Desa Tanjungmorawa, Deliserdang.

Namun rupanya, pria yang terlibat kasus pencurian (bongkar) rumah ini sadar diketahui polisi. Ia pun memutuskan untuk kabur ke Kisaran dan kemudian menuju Pekanbaru.

Namun sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga. Merasa aman, Iwan Lecit kembali ke Batang Kuis.

Akhirnya, Iwan Lecit berhasil diciduk Tim Opsnal Polsek Perbaungan di Dusun II,  Tanjungmorawa, Deliserdang.

Saat ditangkap, Iwan Lecit mengakui seluruh perbuatannya. Kepada polisi, ia mengaku membacok korban seorang diri.

Kapolsek Perbaungan AKP Ilham Harahap mengaku sudah menahan pelaku.

“Kini tersangka telah dijebloskan ke penjara untuk proses hukum. Selain itu, turut diamankan barang bukti potongan sebilah parang, potongan kulit kepala dan rambut korban serta hasil visum dari RSU Melati Perbaungan,” terang Ilham.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi Kamis (28/9/2017) sekira pukul 02.00 WIB pagi. Saat itu, korban mendapat giliran jaga piket di komplek Replika Sultan Serdang.

Tanpa basa basi, pelaku mendatangi korban dan langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam. Akibatnya, korban mengalami luka robek di bagian kepala, pergelangan lengan kiri dan kanan luka robek menganga.

Teman jaga korban melarikannya ke RSU Melati Perbaungan. Selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolsek Perbaungan.(sur/ala)

 

 

 

Uang Pungli Masuk Kantong Sendiri

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PAPARAN_Dir Krimsus Polda Sumut Kombes Toga (kedua kiri) beserta jajaran menunjukan barang bukti dan tersangka kasus OTT di Mapolda Sumut Jalan Sisingamangaraja Medan, Rabu (30/5) Petugas kepolisian berhasil menangkap Kepala dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu Kabupaten Padang Lawas beserta barang bukti uang tunai Rp.50 Juta.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PAPARAN_Dir Krimsus Polda Sumut Kombes Toga (kedua kiri) beserta jajaran menunjukan barang bukti dan tersangka kasus OTT di Mapolda Sumut Jalan Sisingamangaraja Medan, Rabu (30/5) Petugas kepolisian berhasil menangkap Kepala dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu Kabupaten Padang Lawas beserta barang bukti uang tunai Rp.50 Juta.

MEDAN, SUMUTPOS.CO  – Pasca terjaring operasi tangkap tangan (OTT), Senin (28/5) kemarin, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut telah memeriksa Kepala Dinas Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Satu Pintu (PPPMSP) Kabupaten Padang Lawas (Palas), Arseh Hasibuan.

Kepada penyidik, Arseh mengaku uang hasil pungli yang dilakukannya terhadap PT Duta Varia Pertiwi terkait pengurusan IUP-B (Ijin Usaha Perkebunan Budidaya) masuk kantong sendiri.

“Pengakuan tersangka, uangnya untuk yang bersangkutan. Tetapi masih kita minta keterangan pihak-pihak lain,” ungkap Direktur Reskrimsus, Kombes Pol Toga H Panjaitan, Rabu (30/5).

Toga menyampaikan, apa yang dilakukan oleh orang nomor satu di Dinas PPPMSP Palas ini merupakan murni tindakan pemerasan untuk mengeluarkan izin yang diurus bertele-tele dan memakan waktu lama.

“Padahal seharusnya ngurus izin itu gratis. Tidak ada dikenakan biaya, sesuai keputusan Kementerian Keuangan,” jelasnya.

Meski begitu, Toga mengaku kasus pungli ini masih dalam proses pengembangan lebih lanjut dari kepolisian. Sebab menurut Toga, kemungkinan masih ada korban lain.

Sehingga ia meminta agar pihak-pihak yang menjadi korban pemerasan di Dinas PPPMSP agar segera melaporkannya ke Polda Sumut.

“Kami masih dalami berapa banyak izin yang sudah diurus. Kalau ada korban lain kita minta agar melapor. Kalau terjadi pemerasan kita siap tindak lanjuti,” tegasnya.

Sebagai ganjarannya, Arseh akan dijerat dengan Pasal 12 huruf e UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Sementara itu, Arseh Hasibuan hanya bisa diam tertunduk saat ditanyai tentang aksi kriminalnya. Namun ia mengakui, jika sebetulnya untuk pengurusan izin tersebut sama sekali tidak ada dipungut biaya.

“Ngurus izinnya sebenarnya memang gratis,” ucapnya lesu.

Namun, ketika Toga menyinggung uang hasil pungli yang dilakukannya akan digunakannya untuk apa, Arseh memilih diam.

Seperti diketahui, Arseh Hasibuan ditangkap di Hotel Al Marwah, Jalan Ki Hajar Dewantara No 99, Kelurahan Bangun Raya, Kecamatan Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas. Ia dibekuk dalam operasi tangkap tangan Polda Sumut, Senin (28/5) sekira pukul 15.15 WIB.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita uang sebesar Rp50 Juta dari dalam mobil dinas Arseh Hasibuan, mobil dinas BB 1064 K, dokumen pengajuan izin lokasi PT Duta Varia Pertiwi, 3 unit HP milik Arseh Hasibuan dan 2 unit HP milik Ely Harahap (korban).(mag-1/ala)

 

Satreskrim Bentuk Tim Pegasus

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha.

SUMUTPOS.CO – Polrestabes Medan membentuk tim khusus yang bertugas menangani gangguan-gangguan khusus atau yang diberi nama Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus). Tim ini pun kabarnya sudah dibentuk sejak kemarin.

Pembentukan tim ini berdasarkan perintah Kapolrestabes Medan untuk memberantas dan pencegah tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian dengan pemberatan (Curat) dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) atau yang kerap disebut kejahatan 3C.

Setidaknya ada 29 tim yang terlibat dalam Tim Pegasus. Mereka di antaranya personel Satreskrim  dan polsek-polsek sejajaran Polrestabes Medan sejumlah 174 personel.

“Jadi tim ini akan melakukan hunting, patroli di jalanan. Setiap pengendara yang mencurigakan akan diperiksa baik badan dan kendaraan. Selain dokumen berkendara, tim ini juga mengecek benda-benda apa yang dibawa oleh pengendara,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha, kepada Sumut Pos Rabu (30/5).

Tim ini diketahui sudah bekerja sejak Senin (28/5) kemarin.

Hasil yang dicapai di hari pertama Operasi Pegasus setidaknya diamankan tiga orang diduga sebagai pelaku Curas. Mengamankan dua orang diduga pelaku penadahan kendaraan roda 2. Selanjutnya mengamankan tiga orang membawa narkotika jenis sabu dan ganja.

Selanjutnya, tim ini mengamankan 20 unit sepedamotor roda dua tanpa dokumen. Mengamankan beberapa peralatan yang digunakan untuk melakukan kejahatan seperti tang, beberapa linggis pendek, obeng dan parang dari dalam 20 unit sepedamotor tanpa dokumen itu.

Putu menerangkan, Tim Pegasus dibentuk untuk mengejar Target Operasi (TO) mereka di beberapa titik yang telah mereka petakan. Diceritakannya, saat operasi yang berlangsung kemarin, Tim Pegasus sempat mengejar TO mereka di lokasi mangkalnya para pelaku 3C.”Jadi sewaktu kemarin tim turun melakukan sweeping ke lokasi-lokasi tempat mangkalnya pelaku 3C, anggota ada melihat TO kita melintas,” ujar Putu.

Tim Pegasus direncanakan akan beroperasi secara berkelanjutan untuk meminimalisir kejahatan jalanan yang terjadi di Kota Medan. Menurut Putu, selama ini kejahatan jalanan masih tinggi. “Apalagi menjelang lebaran, ada potensi peningkatan kejahatan jalanan,” ujarnya.

Agar tim tersebut berhasil menjalankan fungsi pencegahan jam operasionalnya rencananya akan diacak. “Bisa siang, sore, malam atau dini hari. Intinya tim ini akan lebih menjemput bola, ketimbang menunggu. Ya harus capek lah intinya,” pungkas Putu. (dvs/ila)

 

 

Ribuan Kapal Nelayan Tak Beroperasi

TRIADI WIBOWO/SUMUT POS Aktifitas nelayan di muara tempat pelelangan ikan (TPI) di Bagan Deli Medan Belawan, (17/4)
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
Kapal nelayan tidak melaut karena kesulitan mendapatkan solar.

SUMUTPOS.CO – Sejak 2 bulan belakangan ini, bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sulit diperoleh nelayan di Belawan. Akibatnya, ribuan kapal nelayan skala kecil tidak melaut.

Salah satu nelayan, Andika mengatakan, kesulitan mereka memperoleh solar diakibatkan tutupnya tiga stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) yang berada di Kampung Kurnia, Gudang Arang dan Jalan Panah Hijau, Marelan.

Sejak itulah, kata pria nelayan berusia 39 tahun ini, banyak nelayan yang ingin mencari solar di beberapa SPBU tidak diperkenankan untuk membeli, sehingga mereka harus memilih tidak melaut.

“Rata – rata, kami nelayan kecil banyak tidak melaut, bayangkan saja, satu kapal kami harus cari 35 liter solar, tapi sampai saat ini sulit kami dapatkan, kami mau beli di SPBU tidak diperbolehkan,” sebut Andika.

Dikatakan pria yang menetap di Gudang Arang Belawan ini, dampak dari sulitnya solar, mengakibatkan banyak nelayan yang menganggur tidak bisa mencari ikan ke laut.

“Kami sudah diskusikan ini, masalah ini akan segera kami surati ke PT Pertamina, agar bisa memikirkan nasib kami. Karena, alasan tutupnya 3 SPBN tidak kami ketahui, sehingga kami tidak bisa memperoleh solar,” keluh Andika.

Menyikapi itu, Ketua Aliansi Nelayan Selat Malaka (ANSM) Sumut, Abdul Rahman mengatakan, pihaknya akan memediasi keluhan nelayan terkait masalah solar yang sulit diperoleh, rencananya pihaknya akan menyurati Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) untuk memberikan solusi.

Artinya, dinas yang menggaungi nelayan bisa berkordinasi dengan pihak PT Pertamina agar dibuat SPBN khusus yang bisa memberikan pelayanan solar subsidi kepada nelayan.”Masalah ini sudah lama terjadi, harapan kita ini segera disikapi oleh Diskanla dan PT Pertamina, agar kebutuhan solar nelayan dapat dipenuhi,” terang pria akrab disapa Atan.

Terpisah, Humas PT Pertamina, Rudi Ariiffianto berulang kali dikonfirmasi tidak menjawab ponselnya, begitu juga di SMS tidak mau menjawab. (fac/ila)