Home Blog Page 6310

Satreskrim Bentuk Tim Pegasus

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha.

SUMUTPOS.CO – Polrestabes Medan membentuk tim khusus yang bertugas menangani gangguan-gangguan khusus atau yang diberi nama Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus). Tim ini pun kabarnya sudah dibentuk sejak kemarin.

Pembentukan tim ini berdasarkan perintah Kapolrestabes Medan untuk memberantas dan pencegah tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian dengan pemberatan (Curat) dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) atau yang kerap disebut kejahatan 3C.

Setidaknya ada 29 tim yang terlibat dalam Tim Pegasus. Mereka di antaranya personel Satreskrim  dan polsek-polsek sejajaran Polrestabes Medan sejumlah 174 personel.

“Jadi tim ini akan melakukan hunting, patroli di jalanan. Setiap pengendara yang mencurigakan akan diperiksa baik badan dan kendaraan. Selain dokumen berkendara, tim ini juga mengecek benda-benda apa yang dibawa oleh pengendara,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha, kepada Sumut Pos Rabu (30/5).

Tim ini diketahui sudah bekerja sejak Senin (28/5) kemarin.

Hasil yang dicapai di hari pertama Operasi Pegasus setidaknya diamankan tiga orang diduga sebagai pelaku Curas. Mengamankan dua orang diduga pelaku penadahan kendaraan roda 2. Selanjutnya mengamankan tiga orang membawa narkotika jenis sabu dan ganja.

Selanjutnya, tim ini mengamankan 20 unit sepedamotor roda dua tanpa dokumen. Mengamankan beberapa peralatan yang digunakan untuk melakukan kejahatan seperti tang, beberapa linggis pendek, obeng dan parang dari dalam 20 unit sepedamotor tanpa dokumen itu.

Putu menerangkan, Tim Pegasus dibentuk untuk mengejar Target Operasi (TO) mereka di beberapa titik yang telah mereka petakan. Diceritakannya, saat operasi yang berlangsung kemarin, Tim Pegasus sempat mengejar TO mereka di lokasi mangkalnya para pelaku 3C.”Jadi sewaktu kemarin tim turun melakukan sweeping ke lokasi-lokasi tempat mangkalnya pelaku 3C, anggota ada melihat TO kita melintas,” ujar Putu.

Tim Pegasus direncanakan akan beroperasi secara berkelanjutan untuk meminimalisir kejahatan jalanan yang terjadi di Kota Medan. Menurut Putu, selama ini kejahatan jalanan masih tinggi. “Apalagi menjelang lebaran, ada potensi peningkatan kejahatan jalanan,” ujarnya.

Agar tim tersebut berhasil menjalankan fungsi pencegahan jam operasionalnya rencananya akan diacak. “Bisa siang, sore, malam atau dini hari. Intinya tim ini akan lebih menjemput bola, ketimbang menunggu. Ya harus capek lah intinya,” pungkas Putu. (dvs/ila)

 

 

Ribuan Kapal Nelayan Tak Beroperasi

TRIADI WIBOWO/SUMUT POS Aktifitas nelayan di muara tempat pelelangan ikan (TPI) di Bagan Deli Medan Belawan, (17/4)
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
Kapal nelayan tidak melaut karena kesulitan mendapatkan solar.

SUMUTPOS.CO – Sejak 2 bulan belakangan ini, bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sulit diperoleh nelayan di Belawan. Akibatnya, ribuan kapal nelayan skala kecil tidak melaut.

Salah satu nelayan, Andika mengatakan, kesulitan mereka memperoleh solar diakibatkan tutupnya tiga stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) yang berada di Kampung Kurnia, Gudang Arang dan Jalan Panah Hijau, Marelan.

Sejak itulah, kata pria nelayan berusia 39 tahun ini, banyak nelayan yang ingin mencari solar di beberapa SPBU tidak diperkenankan untuk membeli, sehingga mereka harus memilih tidak melaut.

“Rata – rata, kami nelayan kecil banyak tidak melaut, bayangkan saja, satu kapal kami harus cari 35 liter solar, tapi sampai saat ini sulit kami dapatkan, kami mau beli di SPBU tidak diperbolehkan,” sebut Andika.

Dikatakan pria yang menetap di Gudang Arang Belawan ini, dampak dari sulitnya solar, mengakibatkan banyak nelayan yang menganggur tidak bisa mencari ikan ke laut.

“Kami sudah diskusikan ini, masalah ini akan segera kami surati ke PT Pertamina, agar bisa memikirkan nasib kami. Karena, alasan tutupnya 3 SPBN tidak kami ketahui, sehingga kami tidak bisa memperoleh solar,” keluh Andika.

Menyikapi itu, Ketua Aliansi Nelayan Selat Malaka (ANSM) Sumut, Abdul Rahman mengatakan, pihaknya akan memediasi keluhan nelayan terkait masalah solar yang sulit diperoleh, rencananya pihaknya akan menyurati Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) untuk memberikan solusi.

Artinya, dinas yang menggaungi nelayan bisa berkordinasi dengan pihak PT Pertamina agar dibuat SPBN khusus yang bisa memberikan pelayanan solar subsidi kepada nelayan.”Masalah ini sudah lama terjadi, harapan kita ini segera disikapi oleh Diskanla dan PT Pertamina, agar kebutuhan solar nelayan dapat dipenuhi,” terang pria akrab disapa Atan.

Terpisah, Humas PT Pertamina, Rudi Ariiffianto berulang kali dikonfirmasi tidak menjawab ponselnya, begitu juga di SMS tidak mau menjawab. (fac/ila)

 

Ngabalin Ingin Amien Rais Segera Didepak dari PA 212

Ali Mochtar Ngabalin

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin, menginginkan agar Amien Rais segera lengser dari posisi Ketua Dewan Pembina Persaudaraan Alumni (PA) 212.

Keinginan ini disampaikan Ngabalin di sela-sela acara buka bersama di KSP, Gedung Bina Graha, Kompleks Sekretariat Negara Jakarta, Rabu (30/5). Salah satu alasannya karena tidak ingin PA 212 dijadikan alat politik pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

“Saya mengimbau, saya menyarankan, saya menasihati diriku dan semua yang merasa memiliki organisasi Persaudaraan 212 segera mengajukan nota protes, kepada Ketua Dewan Pembina Persaudaraan 212 untuk segera diberhentikan dan jangan merusak organisasi itu,” ucap Ngabalin.

Politikus Golkar itu merasa perlu menyampaikan keinginannya tersebut karena merasa ikut memiliki PA 212 yang berganti nama dari Persaudaraan 212. Menurut Ngabalin, dirinya hadir ketika masyawarah pergantian nama itu dilakukan.

Dia pun terang-terangan mendukung PA 212 karena awalnya perkumpulan itu bukan organisasi politik, tapi wadah mengumpulkan semangat dan perjuangan seluruh umat Islam Indonesia yang datang ke Jakarta ketika bergulir kasus penistaan agama.

“Tidak boleh organisasi itu dipakai untuk kepentingan politik, kepentingan sesaat, kepentingan birahi, kekuasaan politik siapa pun, termasuk kepada Ketua Dewan Pembina Pak Amien Rais. Saya langsung saja, tidak main-main karena hari ini yang mulia Pak Joko Widodo masih Presiden RI,” tegas Ngabalin.

Dia menyerahkan kepada umat Islam untuk menilai kemurnian PA 212, bila sekarang organisasi tersebut dijadikan alat politik oleh segelintir orang. Pihaknya hanya mengingatkan jangan perkumpulan itu dipakai demi kepentingan politik praktis. (fat/jpnn/ala)

Alfian Tanjung Divonis Bebas

Alfian Tanjung

JAKARTA, SUMUTPOS.CO -Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) menjatuhkan vonis bebas kepada Alfian Tanjung yang didakwa melakukan ujaran kebencian melalui Twitter. Menurut majelis hakim, kicauan Alfian di Twitter yang berbunyi ‘PDIP 85% isinya kader PKI’ bukan perbuatan pidana.

“Mengadili, menghukum terdakwa Alfian Tanjung menyatakan perbuatan terbukti namun bukan hukum pidana. Maka Alfian bebas dari tuntutan hukum,” kata Mahfudin selaku ketua majelis hakim saat membacakan amar putusan di PN Jakpus, Rabu (30/5).

Majelis menyatakan Alfian tidak terbukti melanggar Pasal 29 ayat 2 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana dakwaan jaksa penuntur umum (JPU).

Hakim dalam pertimbangannya menyebut Alfian hanya melakukan salin rekat atau copy-paste dari salah satu media online yang tidak terdaftar di Dewan Pers.

“Bahwa perbuatan terdakwa hanya copy paste media untuk di-posting akun media sosialnya,” tutur hakim.

Oleh karena itu, majelis memerintahkan jaksa penuntut umum (JPU) mengembalikan barang bukti yang sudah disita dari Alfian, yaitu laptop bermerek Asus. Bahkan, hakim juga meminta agar jaksa segera membebaskan Alfian Tanjung dari penjara.

“Terdakwa dibebaskan hukuman, maka denda hukum perkara dikembalikan kepada negara. Barang bukti juga harus dikembalikan,” jelas hakim.

Terpisah, Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menyesalkan vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) tersebut. Anggota Komisi III DPR itu meyakini Alfian melalui kicauannya di Twitter telah melakukan ujaran kebencian kepada PDIP.

Masinton mengatakan, seharusnya hakim mempertimbangkan berbagai aspek secara detail dalam perkara yang menjerat Alfian. Salah satunya adalah efek kicauan Alfian yang menyebut ‘PDIP 85% isinya kader PKI’ terhadap partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu.

“Harusnya itu dijadikan pertimbangan oleh hakim karena dengan putusan itu seakan-akan pernyataan atau tudingan Alfian itu menjadi benar,” kata Masinton di gedung DPR, Jakarta, Rabu (30/5).

Menurut Masinton, kicauan Alfian jelas tak berdasar. Meskipun Alfian hanya melakukan salin rekat (copy paste) dari sumber media yang tak sahih, kata Masinton, hal itu pula yang harusnya dipertanggungjawabkan secara hukum.

“Melakukan copy paste dari sumber tidak benar, itu harus menjadi pertimbangan hakim,” katanya.

Lebih lanjut Masinton mengatakan, Alfian dilaporkan telah melakukan ujaran kebencian ke PDIP karena kicauannya ngawur.

“Pernyataannya fitnah semua,” jelasnya.

Karena itu Masinton mengharapkan jaksa penuntut umum mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Alasannya, majelis hakim PN Jakpus yang mengadili Alfian tidak melihat efek kicauan mantan dosen yang mengaku ahli komunis itu.

“Dia (majelis hakim, red) melihat dari satu sisi saja,” tegasnya. (rdw/boy/jpc/jpnn)

Bos First Travel Divonis 20 Tahun Penjara

Ketiga bos First Travel sebelum jalani sidang di PN Depok, Jawa Barat, Rabu (30/5).
Ketiga bos First Travel sebelum jalani sidang di PN Depok, Jawa Barat, Rabu (30/5).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok menjatuhkan vonis terhadap tiga Bos First Travel, Rabu (30/5). Andika Surrachman, Anniesa Hasibuan, dan Siti Nuraidah alias Kiki Hasibuan dinyatakan terbukti melakukan penipuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Untuk Andika yang notabene Direktur Utama First Travel, divonis 20 tahun penjara sebagaimana tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sementara sang istri dua tahun lebih ringan.

“Menjatuhkan kepada terdakwa 1 Andika Surachman dengan pidana selama 20 tahun penjara. Terdakwa 2 Anniesa Hasibuan dijatuhi pidana 18 tahun penjara,” kata Hakim Ketua Sobandi ketika membacakan vonis di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat.

Sedangkan untuk denda materi, Andika dan Anniesa sama-sama dituntut membayar denda Rp 10 miliar per orang.

“Jika tidak (dibayar) diganti dengan kurungan selama 8 bulan,” lanjut Sobandi.

Sementara itu, Direktur Keuangan First Travel, Kiki Hasibuan mendapat hukuman lebih ringan.

“Menyatakan terdakwa Siti Nuraida telah terbukti sah melakukan penipuan. Menjatuhkan pidana terdakwa dengan pidana selama 15 tahun dan pidana denda sebesar Rp5 miliar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana 8 bulan,” pungkas Sobandi.

Adanya perbedaan hukuman bagi ketiga terdakwa sendiri menurut hakim atas pertimbangan beberapa hal. Anniesa disebabkan yang bersangkutan memiliki balita. Sedangkan Kiki karena dianggap bukan sebagai pelaku utama.

Selain itu, hakim anggota Teguh Arifianto mengungkap fakta menarik. Dia mengatakan, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan mendirikan PT First Travel hanya bermodal uang Rp2 juta.

“Menimbang berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti maka fakta-fakta sebagai berikut. Pertama, Andika dan Anniesa mendirikan First Travel di Jakarta dengan modal awal Rp 2 juta dengan usaha ibadah umrah,” ucap Teguh.

Pada awal berdiri, First Travel belum memiliki izin resmi sebagai penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Kemudian Andika dan Anniesa mengajak pihak yang telah memiliki surat izin, sehingga First Travel dapat beroperasi.

Pada 2011 First Travel akhirnya resmi beroperasi. Posisi Direktur Utama diduduki oleh Andika dan jabatan Direktur disandang Anniesa.

“Namun belum punya izin, kemudian mengajak orang. Bahwa selanjutnya tahun 2011 terdakwa mendirikan First Travel bergerak di bidang pariwisata dan umrah, dengan susunan pengurus Andika Surachman sebagai Direktur Utama dan Anniesa Hasibuan sebagai Direktur,” terang Teguh.

“Bahwa tahun 2011 sesuai akta nomor 5 yang dibuat di hadapan notaris berubah menjadi Andika Surachman sebagai Direktur Utama, Anniesa sebagai Direktur, dan Kiki Hasibuan sebagai Komisaris Keuangan,” pungkasnya.(ce1/sat/jpc/ala)

 

Hary Tanoe Makin Berpeluang Jadi Cawapres Jokowi

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo meladeni wawancaara awak media saat membuka Rapimnas II Perindo di Jakarta, 21 Maret 2018 lalu.
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo meladeni wawancaara awak media saat membuka Rapimnas II Perindo di Jakarta, 21 Maret 2018 lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Survei politik yang dirilis Alvara Research Center menempatkan elektabilitas Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo di posisi empat besar setelah Joko Widodo, Prabowo Subianto dan Gatot Nurmantyo. Hasil survei ini sekaligus kembali menunjukkan konsistensi HT mampu memikat perhatian publik.

Alvara juga menunjukkan, Hary Tanoe diasosiasikan secara positif oleh responden antara lain sebagai tokoh merakyat, cerdas dan berwibawa. Hal yang lebih menarik, persepsi di benak publik lainnya yang melekat pada diri HT adalah ganteng, selain tentu saja sebagai ketua parpol berlambang rajawali biru itu.

Menurut dosen metodologi komunikasi Pascasarjana Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, survei terbaru Alvara menunjukkan dinamika politik dan penyikapan publik terus bergerak. Termasuk dapat dilihat bagaimana publik memiliki preferensi dan gambaran pemimpin Indonesia ke depan.

“HT masuk 4 besar, atau survei-survei sebelumnya masuk di papan atas, menunjukkan dia berada dalam radar perhatian publik. HT menjadi salah satu tokoh yang diinginkan masyarakat,” katanya di Jakarta, Senin (28/5).

Ke depan, empat tokoh papan atas dalam survei tersebut dapat saja menjadi pasangan-pasangan capres-cawapres. Dengan Jokowi dan Prabowo bakal menjadi capres maka Gatot dan HT masuk dalam bursa cawapres yang paling berpeluang karena memiliki elektabilitas tinggi.

“Dalam hal ini, HT lebih berpeluang dipasangkan dengan Jokowi. Terlebih keduanya memiliki fokus yang seirama dalam membangun ekonomi dan kesepahaman yang sama tentang pembangunan infrastruktur,” paparnya.

Sementara, Ketua Bidang Media dan Komunikasi Massa Partai Perindo Arya Mahendra Sinulingga mengungkapkan, dalam beberapa survei menunjukkan konsistensi elektabilitas dan popularitas Hary Tanoesoedibjo.

“Survei-survei terbaru, termasuk Alvara, kembali menunjukkan Pak HT diterima sebagai tokoh nasional yang layak dan diterima oleh masyarakat Indonesia,” tegasnya secara terpisah.

Ini juga menjadi gambaran bagaimana Perindo memiliki pemimpin dan tokoh yang bisa mengangkat partai itu di kancah politik nasional. Infrastruktur dan para kader partai juga diakuinya memiliki peran mendorong keterpilihan HT dan menopang eksistensi Perindo.

Mencermati Perindo sebagai parpol peserta Pemilu 2019, CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali mengatakan, publik menilai Perindo identik secara kuat dengan sosok Hary Tanoe.

Selain itu, partai ini yang berpeluang menembus ambang batas 4%  untuk melaju ke Senayan. “Perindo termasuk parpol yang relatif aman lolos Parliamentary Threshold,” ujarnya.(rel/ram/ala)

 

 

 

Tabagsel Bersatu Ingin Pemimpin Berpengalaman

Foto: M IDRIS/Sumut Pos Koordinator Relawan Djoss, Ricky Sitorus foto bersama dengan perwakilan relawan Tabagsel Bersatu yang beralih dukungan dari Eramas di Posko Pemenangan Djoss se-Sumut Jalan Cipto, Medan,? Senin (28/5) kemarin.
Foto: M IDRIS/Sumut Pos
Koordinator Relawan Djoss, Ricky Sitorus foto bersama dengan perwakilan relawan Tabagsel Bersatu yang beralih dukungan dari Eramas di Posko Pemenangan Djoss se-Sumut Jalan Cipto, Medan,? Senin (28/5) kemarin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Relawan Tapanuli Bagian Selatan (Tagagsel) Bersatu mendukung Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus (Djoss). Sebelumnya, mereka mengaku mendukung nomor urut 1, karena alasan ingin dipimpin sosok yang berpengalaman maka mereka mengalih dukungannnya ke Djoss.  Sekretaris Tabagsel Bersatu, Andi Hakim Nasution mengatakan masyarakat berhak memilih calon pemimpinnya yang benar-benar sesuai dengan harapan-harapan ke depan. Oleh karena itu, dilakukan penyeleksian terlebih dahulu siapa yang menyerap aspirasi rakyatnya.

“Seiring berjalannya waktu, ternyata pilihan kami lebih tepat kepada pasangan Djoss ketimbang Eramas. Sebab, Pak Djarot sudah tidak diragukan lagi pengalamannya dalam dunia pemerintahan,” ungkap Andi saat berada di Posko Pemenangan Djoss se-Sumut, di Jalan Cipto, Medan,‎ Senin (28/5) kemarin.

Diutarakan dia, sebelum memutuskan pindah ke Djoss pihaknya telah mengadakan pertemuan semacam forum internal pengurus. Dalam forum itu, dibahas sikap untuk benar-benar memilih pemimpin yang memperjuangkan aspirasi masyarakat Sumut. Hasilnya, memutuskan beralih pilihan dari Eramas ke Djoss.

“Pak Djarot pernah menjadi Wali Kota Blitar selama dua periode. Kemudian, wakil gubernur DKI Djakarta satu periode dan sempat juga menjadi gubernur. Lalu, pernah juga duduk di kursi DPR RI. Melihat pengalaman atau sepak terjangnya di dunia pemerintahan, jelas tak diragukan lagi. Hal itu yang menjadi salah satu pertimbangan kuat beralihnya dukungan ke Djarot-Sihar. Artinya, kami tidak ada sedikitpun unsur paksaan atau intimidasi,” jelas Andi.

Menurutnya, Sumut ini sudah waktunya berbenah, karena faktanya telah jauh tertinggal dengan provinsi lain yang telah maju dan berkembang. Jadi, apabila nantinya yang memimpin Sumut ini Djarot-Sihar maka diyakini dapat bersaing dengan provinsi yang telah maju seperti Surabaya.

“Pasangan nomor 2 ini memiliki jargon yaitu Semua Urusan Mudah dan Transparan. Untuk pasangan sebelumnya, kami merasa arah perbaikan belum jelas seperti apa di Sumut,” tutur Andi.

Edy Rahmayadi dan Tim Pemenangan Eramas Buka Bersama

Edy Rahmayadi menggelar buka puasa bersama koalisi PartaiTim Pemenangan Eramas di kediamannya Medan Johor, Rabu (30/5).
Edy Rahmayadi menggelar buka puasa bersama koalisi PartaiTim Pemenangan Eramas di kediamannya Medan Johor, Rabu (30/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Calon Gubernur Sumut Nomor (Cagubsu) Urut 1 Edy Rahmayadi menggelar buka puasa bersama koalisi Partai Tim Pemenangan Eramas di kediamannya Jalan Karya Amal/Karya Bakti Medan Johor Rabu (30/5).Selain kurma dan makanan pembuka puasa lainnya, panganan khas rumpun Melayu, bubur pedas juga melengkapi menu berbuka.

“Karena saya orang Melayu, bubur pedas ini selalu ada setiap buka puasa. Dan ini sudah tradisi keluarga saya setiap bulan puasa,” ujar Edy Rahmayadi usai salat Magrib dan makan malam bersama.

Dikatakan Edy bahwa pada mumnya masyarakat Melayu di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, berbuka puasa di bulan Ramadan harus tersedia bubur pedas yang merupakan makanan khas yang sudah ada sejak zaman kerajaan Melayu dahulu kala.

Dikatakannya bahwa makanan khas Melayu Langkat ini sangat diminati, dan ini salah satu makanan yang wajib untuk dicicipi di setiap datangnya bulan suci Ramadan. Konon menurut ceritanya, bubur pedas merupakan kuliner warisan Kesultanan Deli, yang selalu dinikmati selama bulan Ramadan sejak tahun 1909.

Makanan khas Melayu ini tidak hanya lezat tapi juga bisa menjadi makanan penghangat tubuh. Di mana bubur khas Melayu ini memiliki rasa dan aroma yang sangat khas, berwarna kuning pekat dengan kuah santan kental, diirisi daun mangkokan, daun jambu biji, serta daun ketumbar.

Sehingga membuat bubur pedas ini tidak hanya enak tapi juga menyehatkan, kata Edy. Edy juga menyampaikan selain itu juga pembuatannya dengan memakai beras sebagai bahan dasar bubur, ditanak dicampur dengan berbagai macam rempah-rempah.

Seperti kunyit, temu kunci, temu hitam, jintan serai, temu mangga, dan puluhan macam jenis rempah lainnya. Sementara untuk campurannya biasanya menggunakan potongan dada ayam serta udang segar.

“Sumut ini kaya akan kulinernya dan kita memiliki tanggungjawab untuk menjaga kelestarian kuliner kita itu. Termasuk bubur pedas ini yang akhir-akhir ini mulai jarang kita jumpai,” ujarnya.

Hadir dalam buka bersama Guru Besar UIN Sumut Prof Dr Syahrin Harahap, Ketua Hanura Sumut Kodrat Shah, Sekretaris Golkar Sumut Irham Buana, Sekretaris Nasdem Iskandar ST, Ketua PBB Sumut Drs H Awaluddin Sibarani, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sumut, John Robert Simanjuntak, Sekjen PKS Sumut Abdul Rahim, serta pengurus Partai Pengusung dan Pendukung Pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah.

Dalam kesempatan itu, Edy juga menyampaikan acara buka puasa yang digelar di kediamannya dalam rangka mempererat tali silaturahmi khususnya dengan tokoh-tokoh partai pengusung dan pendukung Eramas.

“Ini bulan baik dan penuh rahmat. Tentunya Silaturahmi ini harus terus ditingkatkan,” pungkasnya.(bbs/azw)

Sihar Jelaskan Program Pendidikan

Calon wakil gubernur Sumut, Sihar Sitorus menjelaskan program unggulan Djoss dalam temu ramah bersama para muda-mudi di Lampion Cafe, Padang Sidempuan, Selasa malam (29/5/18)
Calon wakil gubernur Sumut, Sihar Sitorus menjelaskan program unggulan Djoss dalam temu ramah bersama para muda-mudi di Lampion Cafe, Padang Sidempuan, Selasa malam (29/5/18)

PADANG SIDIMPUAN, SUMUTPOS.CO – Calon Wakil Gubernur Sumut Sihar Sitorus menyempatkan diri untuk singgah di Garasi Djoss di Lampion Cafe, Jalan Kenanga Padangsidimpuan. Ia disambut dengan suasana kebahagiaan setelah tiba di tempat tongkrongan yang berada dekat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidimpuan, bahkan sejumlah pengunjung mengajak berswafoto.

Kedatangan Sihar Sitorus yang disambut antusias oleh pengunjung membuat  pengunjung tertarik ingin mengenal Sihar lebih dekat. Jika biasanya Sihar hanya ditawari  untuk berfoto bersama namun kali ini Sihar  diminta menjelaskan sedikit tentang programnya dalam membangun Sumut. Tetapi bukan dalam bentuk kampanye melainkan dalam diskusi di meja makan.

Sihar pun memaparkan program-programnya dan menjelaskan tujuan dari masing-masing program tersebut. “Yang ini untuk pendidikan, jadi untuk kalian anak-anak muda yang ingin melanjutkan sekolah kita memiliki program beasiswa. Termasuk dalam pengembangan kreativitas agar dapat lebih baik lagi,” kata Sihar pada mereka, Selasa malam  (29/5).

Selain memberikan penjelasan singkat terhadap program kerjanya jika terpilih menjadi Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) nanti Sihar juga melakukan aktivitas live lewat Instagram menyapa simpatisannya di dunia maya lewat media sosial. (rel/azw)

 

 

 

 

Tuan Guru: Ijeck Tokoh Muda Peduli Ulama

Cawagubsu Musa Rajekshah bersalaman dengan Tuan Guru Syekh Ahnad Sabban El Rahmaniy Rajagukguk, saat berkunjung ke Simalungun.

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Tuan Guru Syekh Ahmad Sabban El Rahmaniy Rajagukguk, melihat sosok Musa Rajekshah sebagai tokoh muda yang peduli dengan para ulama.

“Saya mengenal Bang Ijeck (sapaan Musa Rajekshah) sudah cukup lama. Yang lebih penting lagi, ia cinta terhadap ulama,” ujarnya usai menerima kunjungan Ijeck di Persulukan di Kecamatan Hatonduhan, Simalungun, Sumut, Senin (28/5).

Menurutnya, Ijeck memiliki kualifikasi dan kompetensi menjadi Wakil Gubernur Sumut. Selain sebagai putra daerah, Ijeck juga dinilai sudah banyak berbuat untuk masyarakat Sumut. “Seperti membangun masjid, membangun gereja, membantu orang yang susah. Jadi kalau menurut saya, Bang Ijeck ini bisa dikatakan lebih dari pantas untuk memimpin Sumut,” katanya.

Selain perbuatan nyata Ijeck itu, menurut Tuan Guru, latar belakang Ijeck sebagai pengusaha juga menambah keyakinannya. Karena kehidupan pasti tak terlepas dari urusan ekonomi. Maka, Ijeck yang berlatar belakang ekonom dan pengusaha, dinilai akan mementingkan kehidupan masyarakat.

“Jadi dari segi keilmuan dan pengalaman, seperti sepak terjang di organisasi, beliau ini adalah orang yang mumpuni,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Ijeck mengungkapkan, sejak dulu orang tuanya selalu mengajarkan untuk dekat dengan ulama. “Jadi tak pun mau jadi apa-apa, saya memang sejak dulu sudah diajarkan orang tua saya untuk dekat dengan ulama,” katanya.

Ngopi Malam

Pada hari yang sama, usai Salat Tarawih di Masjid Al Jihad Siantar, Ijeck bersilaturahmi dengan warga dan pengunjung di Kok Tong, Jl. MH Sitorus Kota Siantar, Senin (28/5) sekira pukul 22.50 WIB.

“Sudah lama di sini?” tanya dia kepada kru Eramas yang terlebih dulu nongkrong di situ.

“Kita duduk di sini aja,” imbuhnya sambil menunjuk posisi bangku di depan.

Kehadiran pasangan Cagubsu nomor urut satu Edy Rahmayadi bersama rombongan membuat terkejut para pengunjung. Tanpa sungkan mereka menawarkan diri untuk berswafoto Cawagubsu itu. Bahkan ada pasangan suami istri yang ketika lewat di depan kedai kopi tersebut, spontan meminggirkan mobil dan menghampiri Ijeck untuk berswafoto.

“Bang Ijeck, foto dulu kita bang,” ujar wanita berambut panjang itu.

“Boleh, boleh ayo sini kita foto,” sahut Ijeck.

Kedatangan Ijeck ke tempat nongkrong kawula muda di Siantar itu juga didampingi tim kampanye dan pemenangan Eramas. Turut mendampingi keponakannya, Nanda, yang menjadi narahubung para konektor di Posko Pemenangan Eramas wilayah Siantar dan Simalungun.

Ijeck memilih duduk di bagian depan kedai kopi tersebut. Sembari ngobrol, suami Sri Ayu Mihari ini menikmati mie instan kuah dan kopi hitam yang telah dipesan sebelumnya. Tak ketinggalan ada Roti Ganda yang menjadi khas Kota Siantar, sebagai menu hidangan yang tersedia di meja Ijeck dan tim. (prn)