Home Blog Page 6322

Kapolda Sebut Kasus JR Lanjut

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Tersangka kasus penggunaan dokumen palsu Jopinus Ramli (JR) Saragih, saat ini masih belum juga memiliki titik jelas keberlanjutannya. Bahkan, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) dan sentra Gakkumdu saling lempar bola saat ditanya perkembangan kasusnya. Sehingga terkesan kasus tersebut sengaja disenyapkan untuk selanjutnya di petieskan.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw yang disinggung terkait masalah ini dengan tegas membantahnya. Ia mengatakan, untuk kasus JR Saragih tidak akan dipetieskan. “Nggak ada. Nggak akan itu,” ungkapnya, Jumat (25/5).

Paulus juga menyatakan, terkait kasus JR Saragih ini tentu sudah ada aturannya. Hal ini lah yang menjadi acuan hukumnya.

Akan tetapi, ketika diminta komentar lebih lanjut, Paulus menyebutkan agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) saja yang memberikan tanggapan. Sebab, Paulus mengaku untuk penyidikannya, pihaknya telah menyerahkannya ke sana.

“Jadi, mereka (Bawaslu) yang atur semua. Kalau saya pengaruhi itu nggak boleh, kita nggak punya kewenangan. Jadi itu bukan urusan kita, penyidikannya dengan mereka,” pungkasnya.

Sebelumnya, JR Saragih ditetapkan sebagai tersangka kasus pemalsuan dokumen syarat pencalonan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut) 2018. Penetapan tersangka terhadap JR Saragih dilakukan oleh Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Provinsi Sumut.

JR Saragih ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan menggunakan surat palsu sebagaimana diatur dalam Pasal 184 Undang Undang nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah.

Di diduga telah memalsukan legalisir fotokopi ijazah SMA miliknya dan tanda tangan palsu Kadisdik DKI Jakarta.

“Kita tidak berbicara siapa yang meleges siapa yang membuat legesnya. Kita berbicara siapa yang menggunakan. Yang kita terapkan yang menggunakan,” kata Andi Rian beberapa waktu yang lalu.

Hasil uji labfor, tanda tangan yang ada di surat tidak otentik dengan aslinya. Ditambah lagi dengan keterangan Sekretaris Dinas Pendidikan yang menyatakan JR Saragih tidak pernah melegalisir fotokopi ijazahnya. (mag-1/azw)

Ramadhan Fair di Mata Cawagubsu Musa Rajekshah

Sejumlah remaja putri mengajak Cawagubsu Musa Rajekshah berfoto di depan pintu masuk Ramadhan Fair, Kamis (24/5).

SUMUTPOS.CO – Ramadhan Fair merupakan even tahunan Pemerintah Kota Medan. Bahkan, pelaksanaan even tersebut sudah berjalan sampai edisi ke-15 tahun ini. Selain bersifat syiar Islam, Ramadhan Fair juga bertujuan menggalakkan ekonomi umat di bidang kuliner dan lainnya.

Atas dasar kebermanfaatan even tersebut, Calon Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah menilai Pemko Medan perlu menambah titik Ramadhan Fair di sejumlah kecamatan. “Kita tahu peminat orang datang ke Ramadhan Fair inikan banyak. Tidak mungkin bisa menampung seluruh masyarakat Medan datang kemari. Alangkah baiknya di beberapa kecamatan even seperti ini bisa dibuat juga,” ujar pria yang populer disapa Ijeck, usai melaksanakan Salat Ashar di Masjid Raya Medan, Kamis (24/5).

Menurut Ijeck, Ramadhan Fair yang digelar setiap bulan suci Ramadan oleh Pemko Medan ini memang sangat baik dan positif. Terutama banyak yang menyediakan stand untuk masyarakat yang ingin berbuka puasa bersama keluarga, sahabat dan kerabat. “Saya yakin dengan banyaknya trik Ramadhan Fair di sejumlah kecamatan, manfaatnya bisa lebih besar bagi masyarakat sekitar,” imbuhnya.

Diketahui, strategi Pemko Medan mengembangkan even Ramadhan Fair di sejumlah kecamatan pernah dilakukan. Hanya saja tidak efektif berjalan dan kembali difokuskan pada satu titik yakni di depan Taman Sri Deli. Menyikapi hal ini, Ijeck mengungkapkan, perlu ada sinergitas dengan Pemprov Sumut agar program dimaksud lebih efektif lagi.

“Saya yakin dari aspek beban (anggaran) Pemko Medan akan lebih ringan. Tapi yang terpenting kebermanfaatannya bagi masyarakat baik yang berjualan dan berbuka puasa akan semakin meningkat,” kata pria yang berlatarbelakang pengusaha itu. “Saya yakin ini bisa. Yang penting bekerjasama dengan baik dan tujuannya adalah untuk pelayanan kita kepada masyarakat di bulan Ramadan,” demikian Ijeck. (rel/prn)

 

Lagi, Djarot-Sihar Kenalkan Kartu Sumut Pintar, Sehat, dan Sejahtera

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat -Sihar Sitorus saat bertemu dengan warga dan kelompok perwiritan Nurul Ikhwan di Bagan Deli, Medan Belawan, Rabu (23/5/2018).
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat -Sihar Sitorus saat bertemu dengan warga dan kelompok perwiritan Nurul Ikhwan di Bagan Deli, Medan Belawan, Rabu (23/5/2018).

SUMUTPOS.CO – Pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus mendorong kelompok perwiritan turut serta menjadi ujung tombak di lingkungan. Ujung tombak tersebut dalam artian memiliki banyak tujuan, tak hanya fokus pada pengajian kaum ibu-ibu saja.

Di lingkungan tempat tinggal sekitar, juga harus mampu peka terhadap hal-hal atau keluhan yang dihadapi warga. Keluhan tersebut segera disampaikan atau dilaporkan kepada pihak yang berkompeten. Sehingga keluhan warga tersebut cepat teratasi dengan cepat.

Hal tersebut dikatakan Paslon nomor urut dua itu saat bertemu dengan warga dan kelompok perwiritan Nurul Ikhwan Jalan Besar Bagan Deli Lorong VII Proyek Lingkungan III Kelurahan Bagan Deli Medan Belawan, Rabu (23/5) siang. “Kelompok perwiritan juga harus aktif dalam lingkungan masyarakat. Lihat kondisi masyarakat sekitar, warga sekitar tempat tinggal, apa yang menjadi keluhan, dilaporkan,” ungkap Djarot diamini Sihar.

Djarot mengatakan, sikap tersebut harus dibangun dari fase terkecil, yaitu lingkungan. Paslon yang diusung PDI Perjuangan dan PPP itu pun mengingatkan, sangat penting dan perlu sikap saling peduli terhadap sesama. “Kita harus gotong royong, saling membantu, berlomba berbuat kebaikan dan kebajikan. Apalagi saat Bulan Ramadan sekarang ini, kita harus berlomba buat kebaikan dan kebajikan,” tutur Djarot.

Kesempatan tersebut, Paslon yang akrab disapa DJOSS itu juga menyampaikan program yang diusung keduanya di Pilkada Serentak 2018 Sumatera Utara. Di mana, Kartu Sumut Pintar, Sehat dan Sejahtera, merupakan program utama yang akan dan harus segera direalisasikan bila keduanya terpilih memimpin provinsi ini periode 2018-2023 mendatang. “Bagaimana kita mau sejahtera, bila kesejahteraan itu belum dirasakan. Makanya kami siapkan program itu, agar masyarakat tak lagi memikirkan kesejahteraan, kesehatan dan pendidikan. Sehingga kesejahteraan itu akan dicapai,” jelas Sihar.

Sedangkan, salah seorang warga, Darmawanti, 52, mengapresiasi dorongan DJOSS, dimana kelompok perwiritan harus aktif dalam bermasyarakat. “Memang betul yang dibilang itu, saya sangat setuju. Memang, kita semua harus aktif dan peduli dengan lingkungan dan juga orang sekitar tempat tinggal kita. Terutama, kelompok-kelompok di lingkungan, seperti perwiritan ini,” ujarnya.

Soal program yang diusung DJOSS, ia pun setuju. Bahwa kesejahteraan masyarakat tak akan bisa dicapai, bila pokok permasalahan warga tak dapat diatasi pemerintah. Di mana, persoalan kesejahteraan, kesehatan dan pendidikan kerap dihadapi warga setempat. (rel)

PSMS v Arema FC: Korban Berikutnya

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Pelatih PSMS Medan Djajang nurjaman (kanan) di dampingi Legimin raharjo (kiri) menjawab pertanyaan media saat konferensi per di Lapangan Kebun bunga Medan, (25/5) tahun lalu.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Pelatih PSMS Medan Djajang nurjaman (kanan) di dampingi Legimin raharjo (kiri) menjawab pertanyaan media saat konferensi per di Lapangan Kebun bunga Medan, (25/5)

SUMUTPOS.CO – PSMS Medan kembali harus menghadapi ujian berat di kandangnya kala harus kedatangan tamu yang sedang on fire, Arema FC di Stadion Teladan, Sabtu (26/5). Ayam Kinantan bertekad kembali melanjutkan tren positifnya di kandang sendiri.

Kekalahan dari Mitra Kukar dengan skor 0-1 di Tenggarong beberapa waktu lalu membuat posisi PSMS kembali turun naik di klasemen. Untuk itu Legimin Raharjo dkk bertekad untuk kembali menang.

Sejauh ini rekor kandang PSMS cukup positif. Pasca kalah dari Bhayangkara di pekan kedua, PSMS selalu perkasa di Stadion Teladan dengan menumbangkan tim-tim kuat seperti Persija, Barito, Persery dan Sriwiaya. PSMS pun bertekad menjadikan Barito menjadi korban berikutnya.

Namun Arema sedang dalam tren positif. Kemenangan 4-0 atas Bhayangkara menjadi penyebabnha.  Kemenangan inipun langsung menaikkan posisi Arema dari dasar klasemen selama berminggu-minggu menjadi peringkat 17.

“Yang pasti pergantian pelatih di sana (Arema) dari Joko Susilo ke Milan Petrovic berdampak positif. Arema punya waktu berbenah. Kita harus antisipasi kebangkitan Arema. Mereka punya tren mental positif datang ke Medan, karena kemenangan di home kemarin,” ujar Djanur.

“Kami akui Arema FC kini sedang on fire. Pergantian pelatih menjadi salah satu awal kebangkitan mereka. Tapi sekali lagi, ini main di Teladan. Kami ingin mengulang sukses saat bermain di Teladan dengan meraih poin penuh,” kata Djanur.

Tiga poin pastinya sangat berharga bagi PSMS. Selain mengangkat moral tim juga menjaga asah persaingan menuju papan tengah hingga atas. Sejauh ini, PSMS masih tertahan di posisi 14 dengan 12 poin sedangkan  Arema FC di posisi 17 dengan 9 poin. “Kami tidak boleh lengah sekali pun Arema tanpa diperkuat pemain andalannya. Biar bagaimana pun, Arema patut diwaspadai mereka punya materi pemain cukup merata,” sambungnya.

Kendala juga turut dihadapi PSMS jelang laga ini. Top skor tim dengan 4 gol, Suhandi masih menderita cedera. “Dilshod kemungkinan sudah bisa main. Tapi kalau Suhandi belum bisa dipastikan. Kami akan pantau dia sampai hari terakhir karena bagaimana pun kami butuh dia,” tuturnya.

Dirjen Dukcapil Calon Kuat Pj Gubsu

Zudan Arif Fakrulloh
Zudan Arif Fakrulloh

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kabar siapa yang bakal menjadi Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) terus berkembang di Kantor Gubsu. Disebut-sebut, Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh menjadi calon kuat Pj Gubsu setelah masa jabatan Erry Nuradi dan Nurhajizah Marpaung berakhir pada 17 Juni mendatang.

Informasi yang diperoleh Sumut Pos di Kantor Gubsu, Jumat (25/5), santer beredar nama Zudan untuk menjabat sementara kursi Sumut 1. Apalagi Zudan di kalangan birokrat, diketajui cukup disegani karena ikut “membidani” sejumlah peraturan atau keputusan Kemendagri. Antara lain peraturan tentang bantuan sosial (Bansos) yang sudah selesai digodok secara alot di kementerian terkait dan kabarnya sudah mendapat persetujuan dari ‘dicision maker’.

“Untuk namanya secara resmi belum ada. Nanti kan Kemendagri yang usulkan ke presiden. Biasanya dari pejabat eselon I di jajaran Kemendagri,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setdaprovsu, Kaiman Turnip, kemarin.

Kaiman tak memungkiri kemungkinan nama Zudan sebagai Pj Gubsu nanti. Sebab, sesuai ketentuan dan mayoritas yang bisa menjadi Pj gubernur merupakan pejabat eselon I di tingkat kementerian. “Sah-sah saja kalau nama beliau (Zudan) digadang-gadang dan diisukan media. Tapi gitu pun kita belum ada terima salinan dan informasi resminya,” katanya.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Arief M Edie saat dikonfirmasi ihwal nama Zudan  sebagai Pj Gubsu menegaskan, belum ada putusan apapun oleh Mendagri terkait hal ini. Pihaknya menggaransi tidak ada kekosongan jabatan gubernur paska Gubsu Erry Nuradi jabatannya berakhir pada 16 Juni mendatang. “Kan masih lama waktunya. Nanti pada saatnya akan diumumkan,” katanya.

Diketahui, posisi Pj Gubsu ini sangat strategis, mengingat Gubsu dan Wagubsu terpilih yang merupakan hasil Pilkada serentak pada 27 Juni 2018 diperkirakan dilantik pertengahan penghujung akhir tahun  sehingga rentang waktu untuk Pj Gubsu akan relatif panjang, sehingga memerlukan tokoh atau figur yang benar-benar piawai dan berpengalaman memimpin Sumut di masa transisi.

Pemprov Sumut pun hingga kini masih menunggu usulan Kementerian Dalam Negeri, untuk sosok Pj Gubsu yang akan ditunjuk nanti sebelum masuk kepala daerah yang baru. “Sesuai aturan mekanismenya Kemendagri yang nanti usulkan. Mendagri nanti yang usulkan dari jajarannya atau diluar Kemendagri,” kata Kepala Biro Penyelenggara Otonomi Daerah dan Kerjasama Setdaprovsu, Basarin Yunus Tanjung kepada Sumut Pos, Kamis (24/5).

Rekomendasi dari Mendagri itu nanti, lanjut Basarin, akan diusulkan ke presiden. Begitupun sudah sampai dimana seorang prosesnya, ia mengaku tidak mengetahui. “Kalau kita (Pemprovsu, Red) hanya bisa menunggu. Prosesnya semua di Kemendagri. Apakah diambil dari pejabatbat eselon I dari jajaran mereka ataupun di luar itu,” katanya.

Disinggung apakah wacana pejabat Mabes Polri jadi ditempatkan sebagai Pj Gubsu, Basarin juga tidak mengetahuinya. Menurutnya hal itu baru sebatas wacana dan belum ada. (prn)

 

Nyambi Jual Sabu, Petani di Aceh Dibekuk Polisi

Tersangka AJ dan barang bukti sabu saat diamankan di Mapolres Pidie.
Tersangka AJ dan barang bukti sabu saat diamankan di Mapolres Pidie.

ACEH, SUMUTPOS.CO  – Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Pidie, Aceh, membekuk seorang petani berinisial AJ (49), warga Kecamatan Meureudu , Kabupaten Pidie Jaya, karena menjual narkoba jenis sabu.

Penangkapan terhadap AJ dilakukan di rumahnya pada Rabu (23/05) malam, sekira pukul 23.30 Wib. Tersangka ditangkap berdasarkan laporan masyarakat kepada petugas Kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Pidie AKP Raja Aminuddin Harahap, S.Sos, mengatakan, penangkapan terhadap tersangka dilakukan dengan melakukan penyamaran sebagai pembeli (Undercover Buy).

“Tim berusaha menemui pelaku di kediamannya. Setelah mendapat kesepakatan untuk bertemu dengan pelaku di rumahnya, tim menuju kerumah pelaku pada Rabu malam,” ujar Kasat.

Setiba di rumah pelaku, kata dia, tim langsung melakukan penggerebekan dan penggeledahan yang disaksikan oleh para perangkat Gampong setempat, dan berhasil menemukan 31 paket sabu yang disimpan pelaku di lantai rumahnya.

“Selain itu petugas juga menyita 1 unit Hp yang digunakan pelaku sebagai alat komunikasi untuk bertansaksi sabu. Pelaku beserta barang bukti langsung di giring ke Mapolres Pidie,” terangnya.

Kasat menambahkan, AJ sudah lama menjalani bisnis haramnya sebagai pengedar sabu dengan tergiur keuntungan yang besar dibandingkan profesinya sebagai petani.

Kini untuk mempertanggung jawabkan perbuatannnya, AJ beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Pidie guna penyelidikan lebih lanjut.(zal)

Terjebak di Kamar Mandi, Pencuri Sekarat Dimassa

Pelaku belum sadarkan diri dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit Bhayangkara Medan.
Pelaku belum sadarkan diri dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit Bhayangkara Medan.

PERCUT, SUMUTPOS.CO – Seorang pelaku bobol rumah yang identitasnya belum diketahui, sekarat dihajar massa di Jalan Pendidikan II, Gang Widia Utama, Desa Sei Rotan, Percut Sei Tuan, Kamis (24/5/2018) dini hari.

Pihak Polsek Percut Sei Tuan belum bisa mengambil keterangan pelaku, karena kondisinya masih tak sadarkan diri hingga harus menjalani perawatan intensif di RS. Bhayangkara Medan.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri SH,SIK menjelaskan, korban Putri Ayuni Amalia (27) berada di rumah sendirian. Kedua orang tua dan saudara laki-lakinya menjaga kakek mereka di rumah sakit.

Sekira pukul 02.30 Wib, Amalia berniat tidur. Namun saat hendak memejamkan mata, dia mendengar jendela dari kamar kakeknya (bersebelahan dengan kamar tidurnya) didobrak.

Merasa curiga bercampur takut, Amalia memberitahu orangtuanya via ponsel dengan mengirim SMS. Dia meminta orang tuanya segera pulang, karena ada orang di kamar kakeknya.

Sembari menunggu orang tuanya, Amalia juga mengirim SMS kepada tetangga samping dan depan rumahnya untuk meminta pertolongan. Tak lama, orang tua korban tiba di depan rumah yang sudah dipenuhi warga sekitar.

“Kemudian, korban diminta orang tuanya membuka pintu. Namun korban membalas SMS orang tuanya dengan mengatakan takut keluar kamar,” kata Kompol Faidil Zikri kepada wartawan, Kamis (24/5/2018) malam.

Mendengar penjelasan anaknya, sambung Faidil, orang tua korban bersama Kepala Dusun (Kadus), Insulindra (37) dan warga sekitar menjebol jendela dan masuk ke dalam rumah. Setelah mengetahui orang tuanya sudah masuk ke rumah, korban baru berani keluar dari kamar.

Berikutnya, mereka mencari pelaku di setiap sudut ruangan. Sesaat mencari, pelaku akhirnya didapati bersembunyi di balik pintu kamar mandi. Tak pelak, warga langsung memukulinya hingga pingsang.

Mendapat info ada pencuri ketangkap warga dan dihakimi, personel Polsek Percut Sei Tuan bergegas ke lokasi kejadian. Setiba disana, polisi menenangkan warga lalu mengamankan pelaku.

Melihat pelaku tak sadarkan diri, petugas akhirnya memboyongnya ke rumah sakit guna memberikan pertolongan medis. Sementara korban diarahkan membuat laporan pengaduan ke Mapolsek Percut Sei Tuan.

“Sampai saat ini, pelaku masih di rawat di ruangan ICU RS. Bhyangkara Medan. Hasil pemeriksaan tim medis, pelaku mengalami luka retak di bagian kepala, pendarahan di bagian kuping, air seni berwarna hitam, dan kondisinya belum sadarkan diri. Dari TKP, personel mengamankan satu bilah pisau dan linggis yang digunakan pelaku saat beraksi. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian 3 buah cincin, 1 buah kalung, dan 1 buah gelang. Laporan korban sudah kita terima dan tertuang LP/1029/K/V/2018/SPKT Percut, tertanggal 24 Mei 2018. Dan untuk pelaku kita sangkakan dengan pasal 363 Subs 53 KUHP, ancaman 7 tahun kurungan penjara,” tandas Faidil. (fad/ras)

 

 

Usai Disetubuhi, Diputusin, Digolkan Kekasih

MWR, pelaku pencabulan.
MWR, pelaku pencabulan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Permainan cinta MWR alias R menggiringnya ke balik jeruji besi, Kamis (24/5/2018). Pemuda berusia 19 tahun ini dipolisikan karena mencabuli kekasihnya, sebut saja Kembang (15).

Ini terungkap setelah Kembang nekat memberitahu orangtuanya, jika dirinya sudah tidak perawan. Kenekatan cewek berusia 15 tahun ini sebagai luapan ketakutannya. Dimana, MWR (memutuskannya) begitu saja.

Aksi pencabulan terjadi pada Minggu (11/2/2018) lalu. Saat itu, korban yang tengah mencuci baju di rumah dikejutkan dengan kedatangan MWR. Mengetahui situasi rumah sepi, korban diajak ke kamar dan melakukan hubungan layaknya suami istri.

“Awalnya korban menolak, namun karena terus dibujuk rayu tersangka dan berjanji akan dinikahi, korban pun luluh,” jelas Kanit Reskrim Patumbak, Iptu Ainul Yaqin.

Diceritakan mantan Kanit Reskrim Medan Timur ini, setelah melakukan hubungan suami istri, keduanya masih menjalani hubungan mereka seperti layaknya pacaran. Namun diawal bulan Mei, R mulai berulah dengan maksud berpisah dengan Bunga.

“Setelah tak memiliki hubungan lagi, korban yang merasa dirugikan memberitahu pada ibunya. Selanjutnya diteruskan ke kita (Polsek Patumbak) dengan LP/270/IV/2018/Su/Restabes/Sek Patumbak dan kita lakukan penyelidikan,” ungkap Yaqin.

Penyelidikan yang dilakukannya polisi pun membuahkan hasil. “Setelah dapat informasi tersangka di rumahnya, petugas kita langsung meluncur ke lokasi. Tersangka pun kita amankan tanpa perlawanan. Kini tersangka masih kita periksa dan kita jerat Pasal 81 ayat 1 jo Pasal 76D dan atau pasal 82 ayat 1 jo Pasal 76 E dari UU RI No 35 tahun 2014/ UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” tandas Yaqin. (Cr-8/ras)

 

 

Poldasu OTT di Dinkes Sumut

Kepala Bidang (Kabid) Humas Poldasu melalui Kasubbid PID, AKBP MP Nainggolan.
 Kasubbid Penmas Polda SumuD, AKBP MP Nainggolan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, sasarannya adalah Kantor Dinas Kesehatan Provsu. Dari OTT tersebut, 8 orang dikabarkan diamankan.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan membenarkan informasi tersebut. “Benar, Tipikor ada melakukan OTT,” ujarnya, Kamis (24/5/2018).

Namun sayangnya, MP Nainggolan belum bisa menjabarkan para terduga pelaku maupun saksi-saksi yang diamankan Tipikor Polda Sumut. “Sampai saat ini masih membenarkan saja, kalau siapa-siapa yang diamankan nanti akan di ekspos,” katanya.

Menurut informasi beredar di lapangan, operasi tangkap tangan (OTT) di Dinas Kesehatan Pelayanan Kesehatan (Pelkes) Jalan Namo Gajah, Kel. Lau Cih terkait pengungkapan kasus pungli. Disebut-sebut, petugas mengamankan uang kontan senilai Rp8 juta. (fir/pjs/ras)

Hotel Bidadari Persinggahan Favorit Oknum Anggota Dewan

Hotel Bidadari.
Hotel Bidadari.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Kisah persetubuhan SPR warga Kota Galuh, Kec. Perbaungan, Sergai, di Hotel Bidadari Desa Sukamandi, Kec. Pagar Merbau, Deliserdang, kini menjadi perbincangan publik.

Banyak kalangan mengaku terkejut. Mengingat, selain disebut-sebut milik anggota DPRD Deliserdang, hotel tersebut juga dikabarkan jadi tempat persinggahan favorit sebagaian wakil rakyat.

Tak ayal, muncul pemikiran di kalangan masyarakat, jika oknum anggota dewan yang kerap mengunjungi hotel tersebut juga perlu dipertanyakan maksud dan tujuannya.

Lantas, seperti apa reaksi pengelola. Ketika dikonfirmasi POSMETRO MEDAN via telepon selular, Yusuf Berahmana Sembiring menyangkalnya meski dengan nada dan kalimat ragu-ragu.

“Waduh mana mungkin itu. Tapi biar anda jelas dalam hal ini, coba konfirmasi saja kepada pengawas saya di hotel. Saya saat ini sedang berada di luar kota,” jawab Yusuf, Kamis (24/5/2018) siang.

Namun saat kru menanyakan identitas dan nomor ponsel pengawas dimaksud, Yusuf mendadak memutus komunikasi.

Diberitakan sebelumnya, terungkapnya pasangan bukan suami istri bisa nginap sekamar di hotel Bidadari, berdasarkan kasus yang dialami SPR. Dia jadi korban hidung belang.

Dimana, dengan janji akan memberikan bantuan modal usaha, oknum Dinas Perhubungan Batubara itu membawa SPR ke hotel Bidadari sekira pukul 04.00 wib.

Usai memesan sebuah kamar, keduanya lantas terlibat ‘perang’ di ranjang. Kelelahan, SPR terbangun sekira pukul 06.00 wib. Oleh pria berinisial AS tersebut, korban lantas disuruh mandi.

Tapi setelah selesai mandi, SPR mendapati AS sudah tidak ada di kamar. Apesnya, barang-barang dan uang SPR juga raib dibawa. Dan ketika diperiksa ke parkiran, mobil AS juga tidak ada.

Olehnya, kasus ini dilaporkan ke polisi dan telah disidangkan di Pengadilan Negeri Lubukpakam beberapa waktu lalu.

Sementara itu, menurut informasi warga, hotel Bidadari terbilang paling jarang dirazia. Baik itu pihak muspika maupun polisi. Minimnya razia penyakit masyarakat (Pekat), disyaki menjadi salah satu faktor menjamurkan tempat prostitusi berkedok hotel, kafe hingga pijat refleksi di Deliserdang. (war/ras)