Home Blog Page 6336

Lebaran, Tol Tamora-Perbarakan Bisa Dilewati

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah II Sumut, Paul Ames Halomoan.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah II Sumut, Paul Ames Halomoan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ruas Jalan Tol Tanjung Morawa-Perbarakan telah dilakukan tes uji kelayakan. Diperkirakan dalam delapan hari ke depan, sudah didapatkan hasilnya sehingga pada Lebaran, fasilitas tersebut bisa digunakan sehingga dapat mengurai penumpukan kendaraan di Kayu Besar.

“Untuk Tanjung Morawa ke arah Perbarakan (seksi 1 Tol Medan-Tebingtinggi) kemarin (Jumat, 18/5) sudah dilakukan tes uji kelayakan. Biasanya 10 hari baru keluar hasilnya. Kalau sudah oke (layak,Red), langsung diresmikan,” ujar Kepala Balai Besar  Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah II Sumut, Paul Ames Halomoan Siahaan kepada Sumut Pos, Minggu (20/5).

Dengan penggunaan ruas tol dari Tanjung Morawa ke Perbarakan lanjut Paul, nantinya kawasan Simpang Kayu Besar dan pintu tol Tanjung Morawa akan berkurang volume kendaraan yang biasanya harus antrean panjang.

“Sudah bisa kita pakai nanti pada Lebaran Idul Fitri. Tetapi tidak langsung berbayar. Karena dari Belmera sudah bayar kan, kemudian ke Rampah juga bayar,” katanya.

Sedangkan untuk tarifnya sendiri, kata Paul, dalam waktu dekat akan ada pembahasan sebelum diputuskan berapa besaran hitungan bayarannya. Kemungkinan besar, akan disamakan dengan tarif Kualanamu-Sei Rampah dengan harga Rp981 per kilometer.

“Yang pasti akan berubah banyak di Kayu Besar. Karena yang mau ke Tebingtinggi tidak perlu lewat (keluar) Tanjung Morawa, bisa langsung ke Perbarakan. Terutama yang mau ke bandara, tak harus keluar Tanjung Morawa,” paparnya.

Pun begitu, Paul juga tidak menampik kemungkinan akan ada potensi penumpukan kendaraan di pintu tol Amplas. Untuk itu, akan dilihat kembali bagaimana pola yang akan dilakukan agar tidak ada penumpukan antrean panjang kendaraan di satu pintu tol. “Kita belum tahu polanya bagaimana, mudah-mudahan tidak. Karena kan lebih tersebar. Makanya kita minta percepatan, manatau di pertengahan puasa nanti sudah bisa dipakai,” pungkasnya.

5 Tradisi Kerajaan yang Didobrak

Pangeran Harry dan Meghan Markle meninggalkan Kapel St George di Kastil Windsor setelah pemberkatan pernikahan di Windsor, Inggris, Sabtu (19/5/2018).
Pangeran Harry dan Meghan Markle meninggalkan Kapel St George di Kastil Windsor setelah pemberkatan pernikahan di Windsor, Inggris, Sabtu (19/5/2018).

LONDON, SUMUTPOS.CO – Pada Sabtu (19/5/2018), jutaan pasang mata menjadi saksi dua insan yang saling mencintai berjanji setia dalam ikatan pernikahan di depan altar gereja. Pangeran Harry dan Meghan Markle secara resmi dinyatakan sebagai suami-istri.

Dunia menyoroti segala detail upacara dan resepsi pernikahan keduanya, termasuk beberapa tradisi kerajaan ditanggalkan. Berikut ini beberapa perombakan besar terhadap tradisi kerajaan dalam pernikahan kerajaan Pangeran Harry-Meghan.

  1. Berjalan menuju altar

Jelang hari pernikahan, situasi keluarga Meghan dipenuhi dengan drama. Sang ayah, Thomas Markle, diketahui berpose untuk paparazzi dan memutuskan tidak hadir di pernikahan putrinya. Thomas juga dilaporkan sedang dalam masa pemulihan setelah menjalani operasi jantung. Dia tidak bisa mendampingi putrinya menuju altar gereja. Dengan gaun putih dan riasan sederhana, Meghan menggandeng Pangeran Charles ke altar, di mana Pangeran Harry telah menunggu dirinya. Dalam suatu pernikahan kerajaan, biasanya ayah sang mempelai perempuan berjalan berdampingan dengan putrinya menuju altar.

  1. Ciuman

Pada pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton sekitar 7 tahun lalu, keduanya berciuman di balkon. Sebuah hal yang menjadi ikonik pernikahan di kerajaan Inggris. Namun, Pangeran Harry dan Meghan memutuskan untuk tidak melakukannya di balkon. Istana Windsor, lokasi pernikahan keduanya, tidak memungkinkan keduanya berciuman di balkon. Sebagai gantinya, Pangeran Harry dan Meghan berciuman di depan para tamu di tangga Gereja St George, Istana Windsor, setelah upacara pernikahan.

  1. Kue

Selama berabad-abad, sudah menjadi tradisi bagi para tamu untuk menerima sepotong kue pernikahan kerajaan khas Inggris. Lagi-lagi, keduanya memilih untuk mendobrak tradisi itu. Pangeran Harry dan Meghan menggunakan kue lemon dengan buttercream buatan pembuat roti Amerika Serikat yang berbasis di London. Seperti diketahui, Meghan merupakan seorang aktris asal “Negeri Paman Sam”. Pangeran George dan Putri Charlotte menjadi pengiring pengantin saat pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle.

Sumut Siaga Dua

Kepala Bidang (Kabid) Humas Poldasu melalui Kasubbid PID, AKBP MP Nainggolan.
Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polda Sumut secara resmi telah menurunkan status keamanan Provinsi Sumut dari siaga satu menjadi siaga dua. Dalam siaga 2, Polda Sumut hanya mengerahkan 1/3 kekuatan.

“Sudah diturunkan menjadi siaga dua sejak kemarin malam,” ungkap Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Minggu (20/5).

Dia menyatakan, status tersebut sudah diturunkan sejak Sabtu (19/5) dini hari. Alasan Polda Sumut menurunkan status ini, dikarenakan situasi Kamtibmas yang ada di Sumut masih dinilai kondusif. Namun untuk kewaspadaan, khususnya di Mapolda Sumut, tetap akan dilakukan antisipasi.”Situasi Kamtibmas masih kondusif, makanya statusnya diturunkan,” katanya.

Meski begitu, lanjut Nainggolan, dalam siaga dua ini, kendati para personel yang diturunkan untuk pengamanan tidak lagi secara maksimal, namun penjagaan terhadap objek-objek tertentu masih terus dilakukan.

Karenanya, lanjut dia, untuk kekuatan yang disiapkan dari 2/3 kekuatan Polda Sumut sesuai arahan Kapolda Irjen Pol Paulus Waterpauw saat siaga satu lalu, kini dalam siaga dua kekuatan menjadi 1/3.”Jadi dalam siaga dua ini, kekuatan tidak lagi secara penuh disiapkan seperti sebelumnya,” paparnya.

Sementara, terkait penjagaan pada pintu-pintu masuk kantor kepolisian, setidaknya 3 sampai 5 personel bersenjata lengkap disiagakan mengantisipasi aksi teror. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dan prosedur keamanan semata.

Misalkan, pada pintu masuk Polda Sumut, dibuat dengan sistem masuk zig-zig pada saat memasuki penjagaan. Gunanya untuk memperlambat laju pengunjung yang mengendarai roda empat.

“Pada jarak 10 meteran, untuk pengendara roda empat pengunjung harus melewati rute zig-zag untuk memperlambat laju kendaraan. Kemudian petugas memeriksa setiap isi mobil pengunjung,” jelasnya.

Bagi pengunjung kendaraan roda dua, kata Nainggolan, diharuskan menyorong kendaraannya dan memperlihatkan barang bawaannya. Hal ini berlaku juga pada jajaran Polres dan Polsek.(mag-1)

 

Berpolitik Itu Harus Ikhlas…

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Wakil Ketua DPRD Medan, Iswan Nanda Ramli makan sahur bersama keluarga di kediamannya komplek tasbih blok A, Minggu (20/5)
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Wakil Ketua DPRD Medan, Iswan Nanda Ramli makan sahur bersama keluarga di kediamannya komplek tasbih blok A, Minggu (20/5)

SUMUTPOS.CO – Seperti tahun-tahun sebelumnya, Tim Sahur Sumut Pos kembali menggelar Sahur Bersama para tokoh, pejabat dan lainnya. Kali ini, Tim menyambangi kediaman Wakil Ketua DPRD Medan, Iswanda Ramli, di Komplek Taman Setia Budi Medan, Minggu (20/5).

====================================

Tim Sahur Sumut Pos, Medan

====================================

Kamipun tiba sekira pukul 04.00 WIB. Tim kemudian dipersilahkan duduk di ruang tamu. Tak lama berselang, Iswanda muncul di hadapan tim dan menyapa hangat dengan saling bersalaman. “Saya pulang habis acara pembukaan Ramadhan Fair sekitar pukul 03.00 WIB. Baru aja saya tidur sekitar 30 menit,” ucap pria yang akrab disapa Nanda membuka cerita.

Perbincangan ringan pun dimulai. Yakni mulai dari membahas aktivitas Nanda Ramli selama bulan suci Ramadan sampai situasi politik Kota Medan dan nasional secara umum. “Tak ada yang berbeda aktivitas yang saya lakukan di bulan Ramadan. Keinginan berkumpul bersama keluarga itu yang utama, baik saat berbuka puasa maupun sahur,” katanya.

Tak sampai 15 menit berbincang, dari balik tembok ruang makan, istri Nanda Ramli, Erniati memanggil sekaligus mengajak Tim Sahur Sumut Pos untuk bersantap sahur bersama. Di meja makan, hidangan sahur sudah tersaji lengkap. Seperti ayam goreng, rendang daging, telur dadar, sayur dan buah-buahan. “Ayo di santap makanannya,” kata Erniati dengan ramah dan penuh senyum.

Kawan Berhasil, Wahab Nyangkut

Curanmor-Ilustrasi.
Curanmor-Ilustrasi.

MEDAN SUMUTPOS.CO – Abdul Wahab (46) warga Rengas Pulau Marelan ini tak berkutik saat dibekuk polisi, Sabtu (19/5). Ia ditangkap setelah mencuri/menggelapkan sepeda motor milik Sukardi (42) dengan modus berpura-pura sebagai pembeli.

Wahab beraksi tidak sendiri. Ia dibantu BG (DPO), temannya.

Penggelapan berawal ketika Wahab dan BG mendatangi rumah Sukardi di Jalan Bintang Terang Dusun XII, Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Jumat (18/5) lalu.

Rencananya, duo bandit itu akan membeli sepeda motor Sukardi yang akan dijual. BG kemudian mencoba sepedamotor yang hendak mereka beli.

Korban tidak curiga sama sekali, lantaran Wahab mengaku kalau BG merupakan adik kandungnya.

“Korban pun percaya dan memberikan sepeda motornya untuk dicoba si BG,” ujar Kapolsek Sunggal Kompol Wira, Minggu (20/5).

Namun setelah ditunggu lama, BG tidak kembali. BG meinggalkan Wahab dan Sukardi di rumah korban.

“Sempat terjadi keributan antara korban dan Wahab. Di saat itu juga petugas kita yang melakukan patroli datang,” kata Wira.

Setelah mendengarkan cerita Sukardi, petugas langsung membawa Wahab dan barang bukti berupa Honda Supra BK 6799 HS yang dikendarainya. Selain itu, petugas juga membawa BPKB Honda Beat milik Sukardi ke Polsek Sunggal.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 378 Subs 372 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

“Sedangkan terhadap rekan pelaku yang melarikan sepeda motor korban saat ini sedang kita buru. Untuk kasus ini masih kita telusuri apa peran si pelaku Wahab, sudah berapa kali dia bersama pelaku yang kabur melakukan aksinya,” ujarnya.

Wira mengatakan, kasus curanmor dengan modus berpura-pura menjadi pembeli sudah sering terjadi. Kepada masyarakat, Wira mengimbau agar selalu waspada dan tidak mudah percaya dengan orang yang baru dikenal.

“Intinya jangan mudah percaya, siapapun itu. Biarpun nampak menyakinkan tidak menipu, jangan pernah mau memberikan sepedamotor begitu saja,” pungkasnya. (dvs/ala)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mantan Bupati Tapteng Tersangka

Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Raja Bonaran Situmeang meladeni wawancara wartawan sebelum dijebloskan ke Rutan KPK di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Raja Bonaran Situmeang meladeni wawancara wartawan sebelum dijebloskan ke Rutan KPK di Jakarta, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Raja Bonaran Situmeang dilaporkan atas dugaan penipuan dan penggelapan saat menjabat sebagai bupati pada 2013 lalu. Dalam kasus ini, terlapor diduga menggelapkan dana Rp3,5 miliar.

Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, laporan korban Efendi Marpaung sudah diterima dengan nomor LP/555/V/2018/SPKT I tanggal 1 Mei 2018.

Dari keterangan pelapor, Raja Bonaran Situmeang memerintahkan anak buahnya untuk mencari calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang akan mendaftar.

Dari para calon, Raja Bonaran memerintahkan mengutip uang sebesar Rp120 hingga 150 juta. Uang itu sebagai ‘pelicin’ untuk lulus sebagai PNS.

“Ya, benar ada laporan tersebut di Polda. Korbannya lebih dari 1 (satu) orang. Dari hasil pemeriksaan saksi dan bukti-bukti yang ada, dilakukan gelar perkara dan status terlapor sudah ditingkatkan menjadi tersangka,” ungkap Tatan, Sabtu (19/5).

Tatan menjelaskan, terlapor akan dijerat dengan pasal 378 dan 372 KUHP. Kata Tatan, penetapan status tersangka karena unsur-unsur perbuatan pidana tersebut terpenuhi dari saksi hingga barang bukti.

Dari hasil penyelidikan sementara, tersangka Bonaran memerintahkan anak buahnya untuk melakukan pengutipan liar diluar prosedur yang berlaku. Kemudian, uang tersebut dinikmati olehnya dan kroni-kroninya.

“Yang dilaporkan dalam kasus ini penipuan dan penggelapan, lebih dari 1 (satu) orang. Tapi untuk saat ini baru Bonaran yang sudah ditingkatkan menjadi tersangka,” katanya.

Sayangnya, Polda Sumut belum berkenan membeberkan siapa saja nama korban dan terlapor dalam kasus ini. Karena masih dalam melakukan penyidikan.

Kemungkinan, masih ada masyarakat yang akan melaporkan terkait kasus tersebut.

“Untuk nama-nama korban nanti saja ya, atau silahkan tanya sama penyidik,” pungkasnya.

Diketahui, Raja Bonaran Situmeang berpasangan dengan Syukran Jamilan Tanjung menjadi Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah. Pada saat Raja Bonaran tersandung kasus, posisi bupati digantikan oleh Syukran Jamilan Tanjung.

Namun, saat ini keduanya tersandung kasus penipuan dan penggelapan. Laporannya di Polda Sumut, dalam kasus yang berbeda. (mag-1/ala)

Ratusan Warga Demo Judi Game Online Golden

Ratusan umat Islam mendemo lokasi judi game online Golden di Jalan Platina Raya, Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli, Sabtu (19/5) sekira pukul 21.00 WIB.
Ratusan umat Islam mendemo lokasi judi game online Golden di Jalan Platina Raya, Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli, Sabtu (19/5) sekira pukul 21.00 WIB.

BELAWAN , SUMUTPOS.CO – Usai salat tarawih, ratusan umat Islam mendemo lokasi judi game online Golden. Tepatnya di Jalan Platina Raya, Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli, Sabtu (19/5) sekira pukul 21.00 WIB.

Para demonstran yang didominasi dari jamaah Mesjid Ar Ridho mendesak agar perjudian berkedok game online yang buka selama bulan ramadan tutup selama-lamanya.

Aksi dibawah komando pengurus BKM Ar Ridho berlangsung lebih dari satu jam. Akibatnya, akses jalan tertutup sehingga terjadi kemacetan panjang selama aksi berlangsung.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, kami minta usaha perjudian ini segera ditutup. Jangan kotori bulan suci ramadan dengan kegiatan maksiat, ini sangat mengganggu kenyamanan kami beribadah,” pekik para pendemo.

Mendapat informasi, puluhan personel Polres Perlabuhan Belawan dan Marinir dari Lantamal I langsung turun ke lokasi.

Dalam orasinya, warga mengaku kecewa dengan sikap pengelola judi yang tidak menghargai bulan suci ramadan. Sebelumnya, pengurus BKM Ar Ridho sudah tiga kali melayangkan surat minta penutupan kedua lokasi perjudian itu ke pemerintah dan kepolisian setempat. Namun tidak mendapat tanggapan.

“Ini terkesan seperti penghinaan, perjudian ini jaraknya sedikit saja dari masjid. Sudah dibilangi untuk tutup malah buka di bulan ramadan,” teriak Ustad Julkifli, Ketua FPI setempat disambut takbir oleh warga.

Situasi semakin tak terkendali. Warga coba memaksa masuk ke rumah toko (ruko) yang dijadikan tempat perjudian. Namun, oleh aparat keamanan langsung melakukan kordinasi dengan pendemo.

Akhirnya, pertemuan antara pengurus BKM Ar Ridho dan perwakilan pemilik judi (Sukdi Rahmansyah dan Suhariono) melakukan pertemuan. Kedua belah pihak membuat kesepakatan penutupan perjudian game online tersebut selama-lamanya.

Pertemuan dan kesepakatan disaksikan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis. Selama proses pertemuan dan kesepatakan berlangsung, terkuak ancaman penculikan dan teror yang diterima pengurus BKM Ar Ridho melalui pesan WhatsApp (WA).

“Ancaman itu masuk ke WA saya, setelah aksi ini terjadi. Kami minta pihak keamanan khusunya polisi untuk melindungi dan menjaga keamanan kami pengurus BKM,” kata Abdul Rahman, Sekretaris BKM Ar Ridha didampingi Ketua Rustam Efendi.

Menyikapi itu, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis menjamin semua perjudian di wilayah kerjanya ditutup. Ikhwan juga berjanji akan menjaga keamanan dan kenyamanan warga, khususnya pengurus masjid.

“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada warga yang telah melakukan aksi dengan damai. Saya juga meminta maaf bila ada kelalaian kami dalam menjalankan tugas,” kata Ikhwan.

Usai penandatangan kesepakatan tersebut, unjuk rasa berakhir dan ratusan warga membubarkan diri. Hal yang sama juga dilakukan puluhan polisi dan Marinir bersenjata laras panjang di lokasi perjudian.(fac/ala)

Catur Harus Digalakkan Lagi

BUKA: Gubsu Erry Nuradi membuka Turnamen Catur Piala Gubsu 2018 yang dihadiri Wakil Ketua DPR Utut Atdianto, Anggota DPR Sofyan Tan dan Wali Kota Medan di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (20/5). Humas Pemprovsu for Sumut Pos
BUKA: Gubsu Erry Nuradi membuka Turnamen Catur Piala Gubsu 2018 yang dihadiri Wakil Ketua DPR Utut Atdianto, Anggota DPR Sofyan Tan dan Wali Kota Medan di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (20/5). Humas Pemprovsu for Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO –Gubernur Sumatera Utara, HT Erry Nuradi mengharapkan olah raga catur kembali digalakkan di masyarakat. Sehingga banyak lahir atlet-atlet catur yang berprestasi dari Sumut. Itu disampaikan Gubsu pada acara Kejuaraan Catur Terbuka Tingkat Nasional, Piala Gubsu 2018 di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (19/5). Hadir Ketua Umum PB PERCASI GM Utut Adianto, Anggota DPR RI Sofyan Tan, Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin dan Kabiro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Ilyas S Sitorus.

Gubsu mengatakan, olah raga catur merupakan olah raga yang sangat digemari masyarakat di daerah ini. Hal ini dibuktikan dengan keseharian masyarakat yang rutin bermain catur di tempat tempat umum, seperti di kedai kopi, serta banyaknya kejuaraan catur yang diinisiasi berbagai pihak maupun organisasi di Sumut.

Namun secara umum, menurut Erry, prestasi catur Sumut saat ini belum menunjukkan hasil yang maksimal. Atlet-atlet catur Sumut yang bertanding di Pekan Olah Raga Nasional di Jawa Barat 2016 belum berhasil menyumbangkan medali. Padahal, Sumut dahulu merupakan gudang atlet catur yang handal, seperti Sinarsar Karo-karo, Merlep Ginting, Monang Sinulingga dan Cerdas Barus.

“Saya harapkan ke depan kejuaraan-kejuaraan catur lebih digalakkan lagi oleh Pengprov PERCASI Sumut dengan dibantu berbagai stakeholder. Dengan semakin banyaknya kejuaraan maka akan mendorong prestasi atlet catur Sumatra Utara,” ujarnya.

Erry juga berpesan agar semua peserta bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas dan jiwa kesatria. Karena prestasi yang baik dapat dicapai tidak hanya karena berlatih, namun didukung sikap disiplin yang tinggi oleh atlet itu sendiri. “Selain itu para juri diharapkan berlaku jujur dan adil sebagai wasit pertandingan. Sehingga melalui pertandingan ini akan tumbuh atlet-atlet handal,” ujarnya.

Tak lupa, Gubsu juga mengingatkan agar para atlet dan semua hadirin untuk membentengi diri dari bahaya penyalahgunaan narkoba dan bahaya paham radikalisme yang semakin mengkhawatirkan. “Kita harus berani menolak narkoba dan paham radikalisme,” ajaknya.

Sementara itu, Kejurnas Catur Piala Gubernur Sumatera Utara yang diikuti sedikitnya 200 peserta dari seluruh Indonesia, serta Malaysia dan Thailand itu berlangsung meriah. Masyarakat yang berada di sekitar Lapangan Merdeka terlihat antusias menonton pertandingan catur. (prn)

 

PSMS Tiba di Tenggarong

Pemain PSMS Medan melakukan selebrasi usai Dilshod mencetak gol ke gawang Sriwijaya FC dalam lanjutan liga 1 di Stadion Teladan Medan, Jumat (18/5) Psms berhasil mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 1 - 0, Dan gol di cetak oleh Dilshod.
Dilshod melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Sriwijaya FC dalam lanjutan liga 1 di Stadion Teladan Medan, Jumat (18/5).  Dishold dipastikan absen menghadapi Mitra Kukar karena cedera.

SUMUTPOS.CO – PSMS tak punya banyak waktu untuk menikmati euforia kemenangan atas Sriwijaya FC. Pasalnya mereka sudah ditunggu lawan berikutnya yakni Mitra Kukar pada laga tandang di Stadion Aji Imbut, Kutai Kertanegara, Selasa (21/5).

Legimin Raharjo dkk sudah tiba di Tenggarong Minggu (20/5) malam. Mereka melalui perjalanan panjang. Berangkat pagi, anak asuh Djadjang Nurdjaman tiba pukul 14.00 di Bandara Sepinggan, Balikpapan. Selanjutnya melalui perjalanan darat hingga lebih empat jam ke Tenggarong.

“Kami sudah harus fokus lagi bertanding untuk tanggal 22. Ini berat sekali karena lawannya Mitra Kukar di Kalimantan. Perjalanan satu harian. Ini luar biasa. Lusanya harus main, kembali ke sini dan dihadang lagi Arema di kandang. Sangat memberatkan,” beber eks pelatih Persib itu.

Djanur mengakui dirinya tak punya pilihan untuk memprotes jadwal karena sudah menjadi ketetapan PT Liga Indonesia Baru dan setiap tim menjalani hal yang sama. “Kalau dibilang protes tentu kami tidak mau berada dalam situasi seperti ini. Kalau bisa diubah tentu kami minta berubah. Tapi apa boleh buat kami harus menghadapinya,” pungkasnya.

Menghadapi laga itu, Djanur juga langsung menggeber latihan pasca laga. Pemain yang biasanya mendapat jatah libur sehari harus bekerja lebih keras karena latihan persiapan hadapi Mitra Kukar langsung digelar Sabtu (19/5).

Selain itu PSMS dipastikan kehilangan komplet. PSMS tak diperkuat tiga pemain andalannya, Dilshod Sharofetdinov, Suhandi dan Firza Andika. Dilshod mengalami cedera saat bentrok dengan Sriwijaya. Pada laga itu dia ditarik menit ke-87 usai mencetak satu-satunya gol kemenangan.

Sementara Suhandi yang juga sudah absen di laga kontra Sriwijaya juga tidak ikut dalam rombongan tim. Selain itu Firza Andika harus absen karena mengikuti TC bersama timnas U-19.

“Dilshod belum bisa dibawa karena masih cedera namun belum bisa dipastikan seberapa parah cedera yang dialaminya,” terang asisten pelatih PSMS, M Yusuf Prasetyo.

Untuk itu tim pelatih kembali menyertakan Gusti Sandria yang selama ini jarang dibawa saat laga away. Alwi Slamet juga kembali dibawa setelah sempat absen pada lawatan ke markas PS Tira. (don)

1.376 Botol Miras Oplosan Diamankan

Polres Asahan AKBP Yemi Mandagi SIK didampingi Kasat Narkoba AKP Wilson Siregar memaparkan hasil yangkapan miras oplosan dan narkoba di Polres Asahan, Sabtu (19/5) siang.
Polres Asahan AKBP Yemi Mandagi SIK didampingi Kasat Narkoba AKP Wilson Siregar memaparkan hasil yangkapan miras oplosan dan narkoba di Polres Asahan, Sabtu (19/5) siang.

KISARAN, SUMUTPOS.CO –Polres Asahan menyita sebanyak 1.376 botol miras oplosan dari sejumlah pedagang yang ada di wilayah hukumnya.

Hal itu terungkap dalam paparan Polres Asahan, Sabtu (19/5) siang. Selain itu, petugas juga mengamankan 70 jerigen besar (ukuran 25 liter) dan 1 drum tong tuak.

AKBP Yemi Mandagi SIK didampingi Kasat Narkoba AKP Wilson Siregar mengatakan Polres Asahan dan jajarannya juga mengungkap 48 kasus narkoba dengan 57 tersangka, dan barang bukti yang diamankan 156,13 sabu, ganja sebanyak 202, 16 gram dan pil ekstasi sebanyak 50 butir. ”Mereka diamankan sejak 1 April sampai 19 Mei 2018,”ungkap Yemi Mandagi.

Dijelaskan Yemi Mandagi, dari 23 kasus kepemilikan miras oplosan, satu perkara dilanjutkan untuk diproses ke pengadilan. Sedangkan 22 kasus lainnya para pedagang diberi pembinaan dengan membuat persyaratan tidak mengulanginya kembali.

”Keberhasilan ini juga berkat kerja sama masyarakat dengan Polres Asahan yang mau menginformasikan tentang adanya tindak pidana. Kesigapan personel dalam rangka menekan untuk membasmi peredaran, pengguna dan bandar narkoba di wilayah hukum Polres Asahan,”tegas Yemi Mandagi. (fran/ma/smg/han)