Home Blog Page 6337

Bank Sumut Raih 8 Penghargaan

ISTIMEWA FOR SUMUT POS PENGHARGAAN: Direktur Kepatuhan Bank Sumut Yulianto Maris, saat menerima penghargaan dari Infobank, yang diserahkan langsung oleh Pemimpin Redaksi Majalah Infobank Eko B Supriyanto di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta, Kamis (17/5).
ISTIMEWA FOR SUMUT POS
PENGHARGAAN: Direktur Kepatuhan Bank Sumut Yulianto Maris, saat menerima penghargaan dari Infobank, yang diserahkan langsung oleh Pemimpin Redaksi Majalah Infobank Eko B Supriyanto di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta, Kamis (17/5).

SUMUTPOS.CO – Bank Sumut kembali berhasil meraih penghargaan, kali ini di 8 kategori, di antaranya

Satisfaction, Loyalty, dan Engagement Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam ajang

Infobank Award 2018 yang telah dilangsungkan di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta, 17 Mei 2018 lalu. Adapun 8 penghargaan yang berhasil dibawa pulang tersebut, diterima oleh Direktur Kepatuhan Bank Sumut Yulianto Maris.

“Penghargaan yang berhasil kami raih yakni Peringkat 1 Loyalty, Peringkat 1 Overall, Peringkat 1 NPS (Net Promotor Score), Peringkat 2 Engagement, Peringkat 2 Experience, Peringkat 2 Satisfaction, Peringkat 3 Satisfaction (ATM), dan Peringkat 3 Satisfaction (Fisik),” ungkap Yulianto di akhir acara.

Yulianto juga mengatakan, penghargaan ini merupakan buah dari hasil kerja keras seluruh keluarga besar Bank Sumut, dalam memberikan pelayanan terhadap nasabah.

Selain Direktur Kepatuhan, hadir dalam acara tersebut Sekretaris Perusahaan Bank Sumut Syahdan Ridwan Siregar, Pemimpin Cabang Melawai Treisya Gati, dan Pls Pemimpin Cabang Jakarta Sunan Houdma TAS.

Dalam kesempatan itu, Syahdan menyebutkan, dalam semester pertama 2018 ini, Bank Sumut sudah banyak membawa pulang penghargaan. “Bank Sumut telah meraih Predikat Platinum dalam ajang Indonesia CSR Award (ICSRA) II 2018, Predikat Platinum dalam ajang Indonesia Corsec Corcomm Award (ICCA) II 2018, Predikat Gold dalam ajang Indonesia Information Technology Award (IITA) I 2018, dan 1st Rank The Best Financing Growth-UUS SILO Asset 2-20 T yang diraih Unit Usaha Syariah Bank Sumut dalam ajang Karim Award 2018. Kemudian pada acara Top BUMD 2018 di Jakarta, Bank Sumut juga mendapatkan penghargaan, di antaranya Top BPD Buku II 2018, Top CEO BUMD 2018 berbasis prestasi dan kinerja, dan Top BUMD 2018,” bebernya.

Dalam sambutannya Pemimpin Redaksi Majalah Infobank, Eko B Supriyanto mengatakan, pada event kali ini Infobank bekerja sama dengan Marketing Research Indonesia (MRI) dalam melakukan riset dan penilaian setiap bank yang ada di Indonesia, dan penghargaan Satisfaction, Loyalty, dan Engagement (SLE) ini, merupakan event pertama Infobank untuk 2018. “Tujuan pemberian penghargaan ini adalah untuk mendorong industri perbankan agar terus lebih baik dan menyemangati perbankan agar dapat memberikan pelayanan yang jauh lebih baik,” tutur Eko.

Akuisisi PT Pertagas Paling Lambat Agustus 2018

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta proses akuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selesai paling lambat Agustus 2018. Peralihan kepemilikan saham Pertagas ke PGN tersebut merupakan bagian dari proses pembentukan Pertamina sebagai holding BUMN Migas.

Deputi Bidang Pertambangan dan Industri Strategis Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno berharap semua pihak bisa melaksanakan dengan baik apa yang sudah diputuskan pemerintah terkait holding BUMN Migas. Termasuk soal skema konsolidasi Pertagas dengan PGN, yang bertujuan untuk menetapkan PGN sebagai subholding bisnis gas Pertamina.

Dia menjelaskan, pada tahap awal pembentukan holding migas, sempat terbuka tiga opsi skema konsolidasi PGN dan Pertagas yaitu merger, inbreng (penyertaan atas saham) Pertamina di Pertagas ke PGN, dan akuisisi saham Pertagas oleh PGN.

“Di antara tiga pilihan tersebut, Kementerian BUMN pada akhirnya menjatuhkan pilihan pada skema akuisisi, dengan alasan lebih cepat dibandingkan dengan merger,” kata Fajar di Jakarta, Minggu.

Dia memperkirakan, proses akuisisi rampung dalam empat bulan sejak holding BUMN migas resmi berdiri pada 11 April 2018, atau tepatnya rampung Agustus 2018. Sementara, kalau lewat merger prosesnya bisa 1 tahun lebih.

“Opsi merger memang lebih murah karena tidak memerlukan dana tunai untuk menyelesaikannya, tetapi mendilusi otoritas kedua perusahaan. Sementara itu, akuisisi memerlukan dana dalam jumlah besar, tetapi memberikan otoritas absolut pada pihak pembeli,” jelasnya.

Terbitnya restu Kementerian BUMN, agar PGN mengakuisisi Pertagas sudah melalui pertimbangan dan evaluasi yang matang. PGN diketahui memiliki jumlah aset produktif yang lebih banyak dibandingkan Pertagas yang sekarang merupakan anak usaha Pertamina. Diketahui, PGN telah mulai merintis pembangunan jaringan pipa gas di Indonesia sejak tahun 1974.

Tidak heran jika sampai akhir kuartal I-2018, PGN mengoperasikan 7.453 kilometer (km) pipa gas. Sedangkan, Pertagas baru mengelola pipa gas sepanjang 2.438 km. Secara keseluruhan, panjang pipa yang dioperasikan PGN setara dengan 80 persen total jaringan infrastruktur pipa gas di Indonesia.

Dari infrastruktur tersebut, PGN bisa menyalurkan 1.505 MMscfd gas bumi ke 196.221 pelanggan. Mulai dari rumah tangga, UMKM, sampai pelanggan industri, yang tersebar bukan hanya di Pulau Jawa tetapi juga di Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Lampung, Kalimantan Utara, sampai Sorong di Papua.

Selain itu, ditetapkannya skema akuisisi Pertagas oleh PGN dinilai memiliki keunggulan lebih banyak ketimbang merger dan inbreng dari sisi terjaganya intangible asset karena PGN memiliki brand kuat sebagai perusahaan distributor gas terbesar di Indonesia.

Hal tersebut sejalan dengan sejarah pembentukan PGN oleh pemerintah pada 1965 silam, yaitu bertugas mengoptimalkan gas bumi yang dimiliki Indonesia sehingga dapat membantu membangun perekonomian nasional.

Ijeck Imbau Masyarakat Siantar Jangan Golput

Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah mengajak masyarakat Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun untuk menggunakan hak pilih pada 27 Juni mendatang.
Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah mengajak masyarakat Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun untuk menggunakan hak pilih pada 27 Juni mendatang.

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara nomor urut satu, Musa Rajekshah mengajak masyarakat Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun untuk menggunakan hak pilih pada 27 Juni mendatang.

Ajakan itu disampaikan pria yang populer disapa Ijeck, saat beramah tamah dengan konektor Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah

(Eramas) Kota Pematangsiantar dan konektor Kabupaten Simalungun

“Kami memohon bantuan dari saudara-saudari kami semua. Para konektor dari Pematangsiantar dan Simalungun. Kami tak mungkin sukses tanpa bantuan banyak pihak dan bantuan masyarakat Sumut,” kata Ijeck di Posko Relawan Eramas, Jalan Farel Pasaribu, Kota Pematangsiantar, Minggu (20/5) malam.

“Bantu kami untuk menyukseskan pilkada. Saya harap kita jangan golput dan datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) tanggal 27 Juni nanti. Sampai di TPS saya harapkan pilih Eramas,” sambungnya.

Dalam pelaksanaan pilkada, kata Ijeck banyak permasalahan yang dihadapi. Untuk itu, seluruh tim baik relawan dan pemenangan Eramas tidak sungkan saling terbuka dan berkomunikasi guna mencapai satu tujuan.

Dengan komunikasi yang baik diakuinya segala masalah akan dapat dicari jalan keluarnya.

“Mari sama-sama kita kawal suara kita. Jangan sampai surat suara yang tadinya sah tapi harus batal. Kami sampaikan meski konektor yang dibentuk ini diluar dari pasangan Eramas atau parpol pendukung, konektor adalah bagian dari masyarakat Sumut,” tutur ayah empat anak itu.

“Sebanyak 14 juta masyarakat Sumut dan 9 juta lebih pemilih jangan jadikan Pilgubsu menjadi muncul perpecahan dan perselisihan antara kita. Melainkan mari perkuat persaudaraan dan persatuan kita yang sudah lama terjalin,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu, Ijeck menyampaikan salam dari pasangannya yakni Cagubsu Edy Rahmayadi.

“Saya sampaikan permintaan maaf dari Pak Edy Rahmayadi yang tak bisa hadir. Terimakasih kepada seluruh konektor se-Simalungun dan juga Siantar.  Karena ini pertemuan internal maka tidak salah untuk saling mengajak dan mengingatkan,” katanya.

Sebelumnya, Ijeck dan rombongan bersama para konektor berbuka puasa bersama dan Salat Magrib berjamaah di Posko Relawan Eramas.

Melalui Nanda yang memfasilitasi pertemuan tersebut, Ijeck juga mempersilahkan seluruh konektor menyampaikan segala aspirasi selama proses kampanye berlangsung.(prn/ala)

 

Sihar Sedih Lihat Kondisi Warga Bagan Deli

Ratusan warga menyambut hangat kedatangan Calon wakil gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus di Kelurahan Bagan Deli, Belawan, Sabtu (19/5).
Ratusan warga menyambut hangat kedatangan Calon wakil gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus di Kelurahan Bagan Deli, Belawan, Sabtu (19/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara, Sihar Sitorus sedih melihat kondisi warga Bagan Deli Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan, Medan. Sebab, jauh dari sejahtera.

Menghilangkan stigma masyarakat yang merasa terpinggirkan menjadi tugas utama pemerintahan yang akan datang. Demikian dikatakan Tim Relawan persaudaraan Jawa Batak (Pejabat), Rion Aritonang kepada Sihar saat bertemu warga di Gedung Serba Guna Asmika – Areka Lorong V Veteran Bagan Deli Kel Bagan Deli, Medan Belawan, Sabtu (19/5)

“Warga di sini mengharapkan program pemerintah untuk masyarakat pesisir benar-benar dirasakan langsung,” ungkap Rion membuka pertemuan.

Apalagi kata Rion, tak satu pun warga Bagan Deli yang menerima program Kartu Indonesia Sehat maupun Kartu Indonesia Pintar.

“Ke depan, kami sudah siapkan Kartu Sumut Sejahtera, Kartu Sumut Pintar, Kartu Sumut Sehat. Ini akan meng-cover seluruh lapisan masyarakat,” tegas Sihar menyikapi temuan itu.

Sihar menambahkan, kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas agar beriringan dengan pembangunan Sumut.

“Dari itu semua, tentu sasarannya adalah masyarakat harus sejahtera. Apa yang dikeluhkan dan dirasakan masyarakat selama ini akan terjawab semua,” jelas pendamping Djarot Saiful Hidayat itu.

Rion Aritonang kembali menyampaikan beberapa persoalan warga yang didominasi bermata pencarian nelayan. Kata Rion, nelayan mengharapkan ketegasan pemerintah dalam menegakkan Peraturan Menteri Kelautan Nomor 2/2015, tentang larangan penggunaan alat penangkapan ikan pukat Hela (trawls) dan pukat tarik (Seine Nets).

“Di sini sekitar 500 ribu warga, dengan sebagian besar sebagai nelayan. Warga hanya berharap soal ketegasan pemerintah alat tangkap ikan. Jika itu benar-benar ditegakkan, warga di sini siap menerimanya,” pungkasnya.(bal/ala)

Kritis, Penumpang Kapal Pesiar Panama Terpaksa Dievakuasi

Turis asal Jepang yang menumpangi kapal pesiar berbendera Panama Ocean Dream, Minggu (20/5) sore, terpaksa di evakuasi oleh Tim SAR Aceh.
Turis asal Jepang yang menumpangi kapal pesiar berbendera Panama Ocean Dream, Minggu (20/5) sore, terpaksa di evakuasi oleh Tim SAR Aceh.

ACEH, SUMUTPOS.CO  –  Seorang turis asal Jepang yang sedang mengelilingi Eropa dengan menumpangi kapal pesiar berbendera Panama Ocean Dream, Minggu (20/5) sore, terpaksa di evakuasi oleh Tim SAR Aceh.

Turis Jepang yang dievakuasi bernama Masao Kurabayasi (92). Ia dievakuasi karena kritis akibat sejumlah penyakit yang dialaminya.

“Saat dievakuasi, korban dalam keadaan kritis dengan kondisi sesak nafas. Korban adalah penumpang kapal pesiar Ocean Dream dari Singapura bertujuan berkeliling Eropa,” ujar Kakansar Banda Aceh, Hari Adi Purnomo.

Proses evakuasi dilakukan setelah adanya permintaan dari kapal pesiar Ocean Dream. Dari informasi itu, tim SAR bersama pihak imigrasi, bea cukai, karantina dan sejumlah instansi terkait lain langsung bergerak melakukan medivac.

“Evakuasi medis dilakukan menggunakan kapal SAR KN Kresna 232 yang dinahkodai Kapten Supriadi. Kapal berangkat dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh sekira pukul 16.00 WIB,” katanya.

Titik evakuasi sendiri, sambung Hari, dilakukan di Selat Benggala, tepatnya di perairan sekitar Pulau Weh, Sabang yang jaraknya sekitar 17 mil laut dari Pelabuhan Ulee Lheue. KN Kresna 232 tiba di kapal pesiar Ocean Dream sekitar satu jam kemudian.

“Saat dievakuasi, korban dalam keadaan sadar dan lemah. Korban didampingi perawat bernama Mutsumi Sato (40), warga Jepang. Dari riwayat kesehatannya, korban mengalami sejumlah penyakit kronis,” ungkap Kakansar.

Setelah pemeriksaan, tim SAR akhirnya mengevakuasi Masao ke KN Kresna 232. Selanjutnya, korban dibawa ke Pelabuhan Ulee Lheue dan tiba sekitar pukul pukul 17.40 WIB.

“Dari Pelabuhan Ulee Lheue yang bersangkutan dibawa ke rumah sakit di Banda Aceh menggunakan ambulans karantina, untuk tindakan medis lebih lanjut,” pungkasnya.(zal)

 

Ijeck: Masyarakat Kurang Mampu Harus Sekolah

Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah saat menghadiri acara peluncuran film berjudul Selembar Itu Berarti, di Merdeka Walk, Jalan Balai Kota, Medan, Sabtu (19/5).
Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah saat menghadiri acara peluncuran film berjudul Selembar Itu Berarti, di Merdeka Walk, Jalan Balai Kota, Medan, Sabtu (19/5).

SUMUTPOS.CO – Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah, menghadiri acara peluncuran film berjudul Selembar Itu Berarti, di Merdeka Walk, Jalan Balai Kota, Medan, Sabtu (19/5). Dari film ini ia Musa Rajekshah bertekad agar masyarakat kurang mampu harus bersekolah untuk bisa meraih masa depan.

Musa Rajekshah mengungkapkan, film tersebut patut diapresiasi. Karena mulai dari kru hingga pemainnya berasal dari Sumatera Utara. Dengan mengambil tema pendidikan, ia berharap film tersebut bisa memberikan makna bagi seluruh masyarakat. Diketahui film tersebut adalah karya sineas lokal, yang awaki oleh lima anak muda kreatif Kota Medan.”Semoga film ini juga bisa membuat pemerintah semakin memperhatikan masyarakat kita yang kurang mampu, tapi mempunyai semangat untuk dapat bersekolah,” ujar pria yang akrab disapa Ijeck itu.

Melihat karya dari sineas lokal seperi ini, Ijeck juga berharap nantinya ekonomi kreatif masyarakat harus berkembang. Sebab, perkembangan ekonomi kreatif merupakan salah satu program yang akan diperhatikannya. Nantinya, ia memiliki rencana untuk membangun sarana dan prasarana tempat berkumpulnya penggerak ekonomi kreatif. “Karena tanpa dukungan dari banyak pihak terutama pemerintah, perkembangannya akan sulit. Jika kita bersama membangunnya, maka akan lebih mudah mendapatkan kesuksesan,” katanya.

Berdasarkan keterangan sutradara Dedy Arliansyah Siregar, film yang mengusung tema pendidikan ini, rampung tahun 2015 lalu, memakan waktu pembuatan selama dua minggu.

Ketika ditanya alasannya memilih tema tersebut, ia mengatakan dirinya ingin memberikan perhatian dan motivasi kepada setiap orang agar dengan kondisi apapun, penndidikan harus diperjuangkan. “Awalnya karena saya itu idealis, dan saya ingin film ini betul-betul ditonton oleh seluruh kalangan. Saya juga ingin buat film yang antimainstream,” ujar Dedy.

Melalui film tersebut, ia juga berharap perhatian dari pemerintah khususnya, pendidikan dapat merata. Sebab, seperti keadaan saat ini, ketimpangan dari segi apapun masih dirasakan oleh masyarakat.

Ia juga berharap kepada pemerintah daerah untuk dapat memberikan perhatiannya kepada sineas-sineas lokal. Sebab, seniman asal Sumut sangat banyak. “Karya sineas lokal patut diapresiasi. Dengan berhasilnya film ini membawa pulang dua rekor MURI sebagai film paling banyak ditonton sebelum launching,” ujarnya bersyukur.

Ia juga berharap agar para sineas dapat didengar oleh pemerintah. “Selain itu dukungan moral dengan datang saat kita ngadain acara. Terbukti kita dapat dua rekor MURI, pertama kategori sutradara dengan jabatan terbanyak, dan penonton terbanyak sebelum film tayang,” uharapnya. (rel)

Del Piero Pesankan Warga Karo Tetap Semangat

Pemain bola asal Italia, Alessandro Del Piero, didampingi Presiden Pro Duta FC Sihar Sitorus berfoto bersama anak pengungsi Sinabung Rado Rean Purba pada acara penggalangan dana untuk Sinabung di hotel JW Marriott Medan, Jumat malam (18/5/2018
Pemain bola asal Italia, Alessandro Del Piero, didampingi Presiden Pro Duta FC Sihar Sitorus berfoto bersama anak pengungsi Sinabung Rado Rean Purba pada acara penggalangan dana untuk Sinabung di hotel JW Marriott Medan, Jumat malam (18/5/2018

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sihar Sitorus mengundang Alessandro Del Piero datang untuk menghadiri acara penggalangan dana di Hotel JW Marriott Medan, Jumat (18/5). Dalam acara galang dana untuk korban Sinabung, Alessandro Del Piero berpesan agar warga di Tanah Karo tetap semangat menjalani hidup serta tetap percaya bahwa harapan masa depan masih ada.  Pesan moral tersebut disampaikan Del Piero di hadapan ratusan fansnya di Hotel JW Marriott Medan.

Pemain sepakbola Italia yang diundang Sihar Sitorus datang ke Medan tersebut mengatakan, bahwa dia mengetahui tentang bencana tersebut dan dia sangat prihatin. Dia mengharapkan agar nantinya beban masyarakat yang menjadi korban dapat berkurang. Pemain yang membesarkan Si Nyonya Tua tersebut mengajak semua pihak untuk berperan saling membantu.

Dalam kesempatan itu, Rado Purba (11),  warga Desa Berastepu, Kecamatan Simpang empat, Tanah Karo mengatakan bahwa dia bangga bisa bertemu Del Piero.

Bocah yang saat ini duduk di kelas lima Sekolah Dasar Surbakti tersebut merupakan salah satu anak yang menjadi korban dari erupsi Sinabung. Rado mewakili ribuan anak di Tanah Karo yang diundang datang ke Medan untuk bertemu langsung dengan pemain bola legendaris, Alessandro Del Piero.

Rado diundang dengan harapan dapat termotivasi untuk terus semangat dalam menggapai cita-citanya. Dia datang bersama ibunya, Retta Ria Plawi untuk mengikuti acara malam dana yang digelar di hotel JW Marriott Medan, Jumat (18/5). “Kami anak-anak yang masih sekolah di Tanah Karo, dan kami semua sangat menderita akibat bencana,” ujarnya.

Rado menuturkan bahwa dia awalnya diundang untuk mengikuti acara itu tanpa berpikir akan berdiri bersama Del Piero di panggung menyapa masyarakat. Namun setelah mengikuti rangkaian acara demi acara, dia dipanggil ke atas panggung usai lelang dalam penggalangan dana. “Aku tadi senang sekali, aku pengen cepat pulang dan menceritakan ini pada keluarga dan teman-teman. Saya menyenangi bola, teman-teman saya juga menyenangi bola. Aku ingin seperti Del Piero,” katanya.

Rado mengaku tidak pernah menyangka akan berdiri di samping pemain bola yang membesarkan Juventus tersebut. Bahkan sampai acara selesai, Rado mengaku masih serasa bermimpi. “Saya mengucapkan terimakasih kepada Pak Sihar Sitorus karena bapak itulah kami di sini,” katanya.

Sementara itu, Ketua Regional Sumatera, Juventus Club Indonesia (JCI) Dikky Harahap mengatakan bahwa mereka sangat bersimpati dan tergugah untuk ikut membantu korban Sinabung. Sebagai salah satu komunitas penggila bola di Indonesia mereka juga mengajak para Juventini di tanah air untuk ikut membantu para korban Sinabung.

“Kita sangat bangga dengan Del Piero di mana dia sudah memberikan kepedulian untuk saudara kita di Tanah Karo yang menjadi korban Sinabung. Kita berharap kedatangan dan aksi yang dilakukan Del Piero dapat mengurangi beban warga di sana,” katanya.(rel)

Jokowi: Bersihkan Lembaga Pendidikan dari Ideologi Sesat Terorisme

Pesan keras Jokowi untuk pelaku terorisme.
Pesan keras Jokowi untuk pelaku terorisme.

SUMUTPOS.CO – Terkait maraknya radikalisme, Presiden Joko Widodo melalui akun resmi Facebook, menyampaikan rasa prihatin  atas aksi terorisme di Surabaya dan Sidoarjo yang melibatkan anak-anak di bawah umur.

“Serangkaian aksi terorisme yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo beberapa hari lalu itu melibatkan anak-anak di bawah umur. Padahal, seharusnya anak-anak ini masih senang bermain-main di halaman rumah atau di gang-gang, bersekolah, berkumpul dengan keluarga dan teman-teman,” demikian bunyi postingan yang diunggah Sabtu (19/5/2018) pukul 13.38 WIB.

Ideologi terorisme dianggap telah merenggut kebahagiaan masa anak-anak itu. “Tapi ideologi terorisme telah merenggut semua kesenangan itu. Ini berarti, ideologi yang kejam ini telah masuk ke dalam sendi-sendi keluarga kita, keluarga di Indonesia. Saya berharap tidak ada lagi keluarga yang hancur karena ideologi sesat seperti terorisme,” tambah Presiden.

Lebih jauh Presiden Joko Widodo berharap agar tetap mengedepankan tindakan preventif daripada langkah represif. Secara khusus Presiden juga memberikan penekanan untuk membersihkan lembaga pendidikan TK sampai peguruan tinggi dari ajaran sesat terorisme.

“Saat berbuka puasa bersama pimpinan lembaga negara, menteri dan para tokoh di Istana Negara, Jakarta, kemarin, saya mengingatkan bahwa untuk mengatasi masalah terorisme, tindakan preventif jauh lebih penting dari langkah represif. Yaitu, membersihkan lembaga-lembaga pendidikan dari TK, SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi, juga ruang-ruang publik, serta mimbar-mimbar umum dari ajaran-ajaran ideologi yang sesat yaitu terorisme,” jelas Presiden Joko Widodo.

Postingan Presiden Joko Widodo ini telah mendapatkan lebih dari 6 ribu komentar dan lebih dari 37 ribu menyukai.  (mag-1/gus/wiw)

 

Langgar UU ITE, Satpam Bank Ditangkap Polisi

Foto: Gusman/Sumut Pos DOSEN DITANGKAP: Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja memaparkan tersangka ujaran kebencian, Himma Dewiana Lubis, yang merupakan dosen USU di Mapolda Sumut, Minggu (20/5).
Foto: Gusman/Sumut Pos
DOSEN DITANGKAP: Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja memaparkan tersangka ujaran kebencian, Himma Dewiana Lubis, yang merupakan dosen USU di Mapolda Sumut, Minggu (20/5).  Selain Himma, oknum satpam berinisial AD (46) juga sudah ditetapkan menjadi tersangka ujaran kebencian.

SUMUTPOS.CO – Tak hanya Himma, Amaralsyah Dalimunthe seorang satpam Bank Sumut, juga ditangkap terkait ujaran kebencian. Amaralsyah ditangkap Polres Simalungun juga di kediamannya di Jalan Karya Bakti, Serbelawan, Kecamatan Batu Nangar, Simalungun, Jumat (18/5).

Amaralsyah dalam akun facebook miliknya memposting, di Indonesia tidak ada teroris, itu hanya fiksi, pengalihan isu.

Polres Simalungun yang mendapat info tersebut, melakukan penelusuran dan menangkap Amaralsyah setelah sebelumnya Polisi membuat laporan terlebih dahulu. “Status itu telah melukai perasaan polisi dan juga keluarga korban terorisme,” kata Kabid Humas Poldasu AKBP Tatan Dirsan Atmaja dalam keterangan persnya di Mapoldasu Jalan Sisingmamgaraja, Medan, Minggu (20/5/2018).

Oknum satpam berinisial AD (46) itu kini sudah ditetapkan menjadi tersangka. Dia juga ditahan. “Tersangka kini sudah ditahan,” jelas Tatan. Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita barang bukti HP dan flashdisk milik tersangka.(mag-1/gus/wiw)

 

 

Himma Dicopot dari Kepala Arsip

Foto: TribrataNews Polda Sumut Dosen USU, Himma Dewiyana Lubis, Ditangkap Karena Sebar Hoax soal Bom Surabaya.
Foto: TribrataNews Polda Sumut
Dosen USU, Himma Dewiyana Lubis, Ditangkap Karena Sebar Hoax soal Bom Surabaya.

SUMUTPOS.CO – Pihak rektorat USU mendukung Polda Sumut mengusut tuntas kasus Himma yang menyebut bom Surabaya pengalihan isu. Sementara ini, Himma dicopot dari jabatan kepala arsip.

“Kita tegas. Artinya itu kan masih dalam pemeriksaan, tapi walaupun dalam pemeriksaan, kebetulan karena yang bersangkutan ini ada tugas tambahan yang kita berikan dia sebagai kepala arsip, saya sudah sampaikan kemarin ke sekretaris universitas untuk segera menerbitkan surat pemberhentian sementara dari kepala arsip itu,” kata Rektor USU Runtung Sitepu, Minggu (20/5/2018).

Runtung menuturkan kinerja Himma sebagai kepala arsip, bagus. Himma juga masuk dalam pengurus komunitas arsip tingkat nasional.

“Kalau kinerjanya dia menangani kepala arsip ini, bagus kerjanya. Bahkan dia juga ikut salah satu pengurus, ada istilahnya komunitas arsip tingkat nasional, dia ikut di dalam itu. Dan menyusun arsip kita juga tertib semua, maka saya terkejut dengan berita itu,” ucapnya.

Terkait status dosen Himma, Runtung mengatakan pihaknya masih menunggu putusan pengadilan terkait kasus ini. Namun, dia memastikan ada sanksi jika kasus ini terbukti.

“Kalau untuk statusnya sebagai dosen, kita harus menunggu putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Kalau sudah berkekuatan hukum tetap baru kita menjatuhkan sanksi administrasi sesuai peraturan yang berlaku pada aparatur sipil negara gitu, ada kesalahan berat, sedang dan ringan. Tapi kalau terbukti di pengadilan apa yang disangkakan sekarang ini, saya kira itu sudah sanksi berat. Cuma kita menunggu,” ujarnya.

Pihak USU menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada proses hukum. Runtung menegaskan tidak akan melindungi dosennya jika memang terbukti bersalah.