Home Blog Page 6350

Polda: Sumut Aman dari Teror

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS BERJAGA_Mobil ambulance yang membawa terduga teroris tiba di Mako Brimob Jalan Wahid hasyim Medan, Rabu (16/5) Pihak kepolisan densus 88 berhasil mengamankan 2 terduga teroris dan 1 diantaranya meninggal dunia karena melawan saat akan diamankan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
BERJAGA_Mobil ambulance yang membawa terduga teroris tiba di Mako Brimob Jalan Wahid hasyim Medan, Rabu (16/5) Pihak kepolisan densus 88 berhasil mengamankan 2 terduga teroris dan 1 diantaranya meninggal dunia karena melawan saat akan diamankan.

SUMUTPOS.CO – Tim Densus 88 Antiteror dibantu personel Brimob Polda Sumut meringkus sejumlah terduga teroris di Kabupaten Asahan, Tanjungbalai, Deliserdang, dan Medan, Selasa (15/5). Meski ada penangkapan, Polda Sumut mengatakan wilayah Sumut masih aman dari tindakan aksi terorisme.

Dari serangkaian penyergapan terduga teroris yang dilakukan Tim Densus 88 yang Polda Sumut membuktikan, jika jaringan teroris di Sumut masih ada. Meski begitu, Direktur Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polda Sumut, Kombes Pol Dedi Kesuma mengatakan, Sumut masih aman dari serangan terorisme. “Ya namanya kalau orang itu (teroris), di mana pun tetap ada, tapi yang penting ‘kan aman Sumatera Utara. Mari kita doakan bersama-sama,” kata Kombes Pol Dedi Kesuma kepada Sumut Pos, Rabu (16/5).

Namun sayang, Dedi enggan membeberkan ketika ditanya mengenai bukti-bukti yang menguatkan sejumlah orang yang diamankan Densus 88 di Tanjungbalai, Asahan, Deliserdang, dan Medan adalah jaringan teroris yang berkembang di Sumut. “Kalau itu silakan tanya ke Humas Mabes Polri, karena wewenangnya menyangkut teroris mereka yang berhak menjawab,” kata Dedi.

Begitu juga disinggung soal warga Sumut yang baru pulang dari Suriah, apakah diberikan pengamanan khusus, Dedi menampiknya. Dedi memastikan, tidak ada warga Sumut yang pulang dari Suriah. “Enggak ada itu, nggak ada yang pulang dari Suriah. Ngeri kali itu, mari kita doakan bersamalah jangan dibuat mencekam,” urainya sambil tertawa. “Amanlah situasinya insha Allah. Berdoa saja di masjid, gereja, semoga Sumut aman,” pungkasnya.

TPID Langkat Sidak Sembako

Bupati Langkat, Ngogesa Sitepu.

SUMUTPOS.CO – Untuk mengantisipasi kelangkaan dan melonjaknya harga bahan pokok menjelang Bulan Ramadan 1349 Hijriah, Bupati Langkat Ngogesa Sitepu memerintahkan Tim Pengendali Inflansi Daerah (TPID) Kabuapten Langkat meninjau pasar-pasar tradisional dan swalayan selama tiga hari, mulai 14 sampai 16 Mei 2018.

TPID tersebut terdiri dari Sekdakab Langkat dr H Indra Salahudin MKes MM, Assisten I Ekbangsos Drs Hermansyah, Assisten Administrasi Umum Drs Eddy Dharma Tarigan MSi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Kesehatan, Kabag. Perekonomian, Diskominfo.

Dijelaskan, Assisten Administrasi Umum Drs Eddy Dharma Tarigan MSi, secara keseluruhan  dari hasil sidak pasar salama tiga tersebut, sampai saat ini  harga komoditi bahan pokok dinilai masih setabil. Secara terperinci, Eddy menyebutkan, dari sidak pasar dan sawalayan di Kecamatan Kuala, tercatat  harga bahan pokok secara keseluruhan dinilai tetap stabil tidak mengalami kenaikan secara merata (siknifikan). “Hanya bahan pokok daging ayam broiler yang mengalami kenaikan harga dari Rp26 ribu menjadi Rp34 ribu per kg, sedangkan untuk stock ketersediaan bahan pokoknya, dinilai cukup,” sampainya.

Sedangkan untuk peninjauan pasar tradisioal di Kecamatan Babalan, persediaan stock bahan pokok juga cukup sampai menjelang Ramdan, harga setabil tidak ada kenaikan sama sekali, sedangkan untuk daya beli masyarakat sedikit lebih meningkat dari sebelumnya.

Sementara, untuk peninjuan pasar tradisional Kecamatan Stabat, daya beli masyarakat meningkat dibanding hari biasa, untuk persediaan stock bahan pokok cukup dan harga bahan pokoknya  stabil.

Selanjutnya, dikatakan Eddy, ada beberapa sempel makanan  yang diperiksa pada laboraturium Dinas Kesahatan, diantaranya kerupuk merah, saus, mie lidi, buah-buahan dan lainnya. Hasilnya ada jenis buah yang positif mengadung formalin, yaitu buah anggur,  sedangkan lainnya negative  dari kandungan mahan kimia berbahaya. “Kini buah tersebut sudah kita amankan, agar tidak beredar lagi di pasaran dan dikonsumsi masyarakat,” jelasnya. (prn/gus/bam/btr)

 

Harga Sembako di Deliserdang Melonjak

TRIADI WIBOWO/SUMUT POS Sejulah warga membeli sayuran di pusat pasar Medan,senin (16/7) menjelang bulan Ramadha sejumlah keutuhan pokok mengalami kenaikan harga
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
Sejulah warga membeli sayuran di pasar,  menjelang bulan Ramadhan sejumlah keutuhan pokok mengalami kenaikan harga

SUMUTPOS.CO -Harga bahan-bahan kebutuhan pokok di Lubukpakam, Deliserdang juga merangkak naik. Kondisi ini terpantauan di Pasar Delimas, Lubukpakam, Rabu (16/5). Harga kebutuhan yang mengalami kenaikan mulai cabai merah dan cabai rawit seharganya Rp35 ribu per kilogram (kg), harga sebelumnya Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per kg.

“Bawang merah harganya Rp38.000 per kg, minggu yang lalu harganya Rp34 ribu per kg. Bawang putih saat ini harganya Rp25 ribu per kg, minggu lalu harganya Rp18 ribu-Rp20 ribu per kg. Tomat harganya Rp10 ribu per kg, minggu lalu Rp7 ribu-Rp8 ribu per kg,” terang pedagang Norma Br Turnip.

Sementara untuk daging ayam saat ini harganya Rp27.000 per kg, dimana 2 hari sebelumnya per kg harganya Rp25 ribu0. “Sama semua harga ayam di pasar Delimas ini. Besok kita tidak tau, entah naik lagi harga ayam, kita lihat sajalah besok,” kata Rizky, pedagang ayam potong di pasar itu.

Daging lembu per kg harganya Rp 110 ribu, harga itu tetap dari hari-hari sebelumnya. “Harga daging lembu ada yang Rp110 ribu per kg dan Rp120 ribu per kg, tergantung jenis daging yang dibeli harganya tentu berbeda. Harga masih normal, kita tidak tau entah ada perubahan harga daging lembu nanti jelan Hari Raya,” kata pedagang daging lembu bernama Ani ke wartawan.

Wati (55) kepada wartawan saat berbelanja di pasar itu, berharap harga bahan pokok jelang bulan suci Ramadhan hendaknya tetap normal. “Kita berharap pemerintah dan pihak kepolisian agar dapat memantau harga bahan pokok di Deliserdang, khususnya di Lubukpakam,” katanya.(prn/gus/bam/btr)

Stok Sembako Cukup

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS SIDAK_Gubernur Sumut, T Erry Nuradi bersama Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw melakukan inspeksi mendadak (sidak) bahan pokok di sejumlah pusat perbelajaan di Medan, Sumatera Utara, Rabu (16/5). Sidak dilakukan untuk untuk mengetahui harga kebutuhan pokok sebagai langkah antisipasi permainan harga, serta memantau kelaikan produk makanan yang dijual di pasar swalayan menjelang bulan suci Ramadan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
SIDAK_Gubernur Sumut, T Erry Nuradi bersama Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw melakukan inspeksi mendadak (sidak) bahan pokok di sejumlah pusat perbelajaan di Medan, Sumatera Utara, Rabu (16/5). Sidak dilakukan untuk untuk mengetahui harga kebutuhan pokok sebagai langkah antisipasi permainan harga, serta memantau kelaikan produk makanan yang dijual di pasar swalayan menjelang bulan suci Ramadan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kebutuhan bahan pokok selama Ramadan sampai Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah di pasar tradisional Kota Medan mencukupi. Kenaikan harga barang sembako terpantau hanya beberapa item saja yang mengalami lonjakan. Namun yang terpenting, spekulan diingatkan jangan melakukan penimbunan sembako. Jika kedapatan melakukan hal itu, aparat penegak hukum tak segan memberi tindakan tegas.

“Dari tinjauan kita hari ini, stok kebutuhan bahan pokok tersedia dan cukup. Itu yang terpenting. Sejumlah komoditas memang ada kenaikan seperti bawang merah dan ayam. Ini disebabkan permintaan yang tinggi menjelang bulan suci Ramadan,” ujar Gubernur Sumut Erry Nuradi saat meninjau ke Pasar Petisah Medan, Rabu (16/5) siang.

Menurut Erry, kabar gembira dari tinjauan jelang Ramadan yakni stabilitas bahan pangan di Sumut sampai sekarang aman dan mengalami kenaikan harga yang belum begitu signifikan. Kesempatan itu, Gubsu yang didampingi Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw, turut mengultimatum agar oknum spekulan jangan coba-coba melakukan penimbunan barang kebutuhan pokok sampai Hari Raya Idul Fitri nanti. “Bila hal itu tetap berani dilakukan, maka kami berkoordinasi dengan aparat penegak hukum siap menindak tegas,” katanya.

Amatan Sumut Pos, begitu sampai di Pasar Petisah, rombongan Gubsu langsung menyapa pedagang sayur dan mayur. Di situ Gubsu banyak berbincang tentang harga sayur mayur dan peningkatkan konsumen jelang Ramadan. Rombongan juga menyambangi pedagang daging sapi dan ayam serta bumbu masakan di pasar tersebut.

Selain itu, Erry menyebut Bulog Sumut akan menggelar operasi pasar (OP) yang akan dilakukan Bulog untuk menekan harga daging yang melonjak tinggi menjelang Ramadan. “Bulog akan OP dan mendistribusikan daging beku seharga Rp80 ribu per kg. Jadi masyarakat bisa menjadikan daging beku sebagai pilihan untuk mendapatkan daging murah,” ujarnya.

Wakapolri: Jangan Lengah Jaga Markas

Wakapolri Komjen Syafruddin saat meninjau lokasi penyerangan komplotan terduga teroris di Mapolda Riau, pada Rabu (16/5). (Virda Elisya/JawaPos.com)
Wakapolri Komjen Syafruddin saat meninjau lokasi penyerangan komplotan terduga teroris di Mapolda Riau, pada Rabu (16/5). (Virda Elisya/JawaPos.com)

SUMUTPOS.CO – Terkait tentetan aksi terorisme terjadi sepekan ini, Wakil Kepala Polri memerintahkan agar para personelnya tidak lengah menjaga markas. “Saya memerintahkan, menekankan kembali kepada aparat keamanan khususnya Polri dan TNI untuk waspada, sama juga dengan masyarakat, lebih profesional dalam melaksanakan tugas,” kata Wakapolri Komjen Syafruddin di Markas Polda Riau, kemarin.

Komjen Syafruddin memerintahkan agar personelnya tetap berkonsentrasi dalam menjaga markas-markas. Dia juga mengajak para personel TNI untuk tidak lengah menjaga markasnya.

“Jangan pernah lengah di penjagaan-penjagaan mana pun, di markas-markas mana pun, markas besar, markas komando, markas polda, markas polres, markas brimob, dan demikian juga TNI untuk seluruh yang berjaga dan bertugas lebih profesional,” tutur Syafrudin.

Sedangkan untuk memberantas terorisme, Polisi akan menggandeng pasukan elite TNI Angkatan Darat, Kopassus, dalam operasi antiterorisme beberapa waktu belakangan. Keterlibatan Kopassus ini merupakan arahan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian. “Kopassus sudah ikut masuk. Pak Kapolri sampaikan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto.

Setyo menjelaskan Kopassus ikut membantu Polri dalam operasi penangkapan dan penggerebekan. Satuan Polri yang bersentuhan langsung dengan Kopassus adalah Brimob. “Sudah bekerjasama dengan Brimob di lapangan untuk penggerebekan-penggerebekan. Sedangkan penangkapan-penangkapan sudah melibatkan Kopassus,” jelas Setyo.

Namun Setyo tidak menjelaskan secara detail, sejak kapan dan operasi penangkapan atau penggerebekan di lokasi mana saja, yang melibatkan Kopassus.

Wakapolri mengatakan 33 orang terduga teroris telah ditindak dalam 9 hari terakhir. Penindakan itu terkait rentetan mulai dari rusuh napi di Rutan Mako Brimob hingga penggerebekan di Tangerang. “33 jumlahnya sampai hari ini,” kata Syafruddin.

Jaringan teroris itu ditangkap di berbagai wilayah. Baik di Jakarta, Jawa Timur, maupun Riau. “Tersebar, termasuk di Riau, di Riau itu 4 (orang) sudah, kemudian ada pengembangan 7 di Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, Tangerang dan sebagainya,” ujarnya.

Kerusuhan di Mako Brimob terjadi pada Selasa (8/5). Setelah itu, terjadi beberapa peristiwa berkaitan dengan tindak pidana terorisme susulan.

Pada Minggu (13/5) pagi, terjadi serangan bom bunuh diri di 3 gereja di Surabaya disusul bom meledak di rusunawa di Sidoarja, hingga penyerangan ke Mapolda Riau hari ini.

Syafruddin mengatakan rentetan peristiwa ini diduga memiliki keterkaitan. Namun begitu, pihaknya masih menyelidiki lebih jauh.

“Tindakan sporadis yang diumulai dari hari Selasa Minggu lalu di tahanan Salemba Cabang Kelapa Dua, Depok yang bertepatan di Mako Brimob Polri, itu rentetannya, memakan korban sampai 9 anggota polri, 5 gugur 4 luka-luka masuk RS,” tutur Syafruddin.

Serangan ini merupakan serangan yang terburuk di tanah air sejak pengeboman restoran yang dipenuhi turis di Bali pada 2005.  (bbs/mea)

Mapolda Riau Diserang Kelompok NII

Polda Riau diserang terduga teroris pagi ini, Rabu (16/5/2018). Mereka melukai polisi dengan samurai. Empat terduga teroris ditembak mati.
Polda Riau diserang terduga teroris pagi ini, Rabu (16/5/2018). Mereka melukai polisi dengan samurai. Empat terduga teroris ditembak mati.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Mapolda Riau diserang oleh sekelompok pria menggunakan senjata tajam jenis samurai. Akibatnya dua polisi terluka dan seorang perwira meninggal dunia ditabrak dengan mobil, Rabu (16/5/2018) pukul 09.00 WIB. Polisi balas menembak mati empat pria bersenjata tajam tersebut. Serangan itu terjadi setelah serangkaian pemboman bunuh diri oleh anggota kelompok militan Islam yang menargetkan tiga gereja dan Mapoltabes Surabaya selama beberapa hari terakhir.

“Terduga teroris yang menyerang Mapolda Riau bukan jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Kelompok ini adalah kelompok Negara Islam Indonesia atau NII, yang afiliasi dengan ISIS Dumai,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, kemarin.

Setyo juga mengatakan, mereka masih ada kaitannya dengan Beny Syamsu alias Abu Ibrahim, narapidana kasus terorisme yang tewas saat kerusuhan di rutan cabang Salemba, Kompleks Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pekan lalu. “Kalau anak buahnya, saya nggak bisa pastikan. Tapi ini ada kaitannya sama Beny,” kata Setyo.

Keempatnya pun sempat datang ke Mako Brimob pasca kerusuhan bersama dua terduga teroris lainnya yang berasal dari Sumatera Selatan (Sumsel). Namun karena situasi sudah kondusif, mereka kembali lagi ke Pekanbaru, Riau. “Dua pulang ke Sumsel sudah ditangkap. Nah ini empat ke Pekanbaru melakukan penyerangan ke Mapolda Riau, kami patahkan,” katanya.

Mereka juga diduga satu kelompok dengan Wawan Kurniawan alias Abu Afif yang merupakan provokator dari kerusuhan di Mako Brimob. “Wawan juga dari Pekanbaru. Satu kelompok,” pungkas Setyo.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Sunarto, mengatakan saat Mapolda diserang pada Rabu pagi pukul 09.00 Wib, kondisi Mapolda dalam keadaan siaga.

Kala itu, petugas jaga yang dilengkapi dengan senjata laras panjang sedang melakukan penjagaan di pagar depan Mapolda Riau. Kemudian tepat pukul 09.00 WIB, ada kendaraan minibus Avanza BM-1192-LO warna putih yang menerobos masuk.

Petugas sempat menutup pagar, tetapi mobil itu berhasil masuk setelah menabrak pagar berwarna hitam. “Ada lima orang di dalamnya, kemudian sampai di halaman Polda, penumpang turun dan melakukan penyerangan kepada anggota dengan senjata tajam jenis samurai,” terangnya.

Tangkap Teroris, Polisi Gandeng Kopassus

Polri gandeng Kopassus dalam operasi penangkapn teroris, pasca serangan bom bunuih diri di Surabaya.
Polri gandeng Kopassus dalam operasi penangkapn teroris, pasca serangan bom bunuih diri di Surabaya.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Polisi menggandeng pasukan elite TNI Angkatan Darat, Kopassus, dalam operasi antiterorisme beberapa waktu belakangan. Keterlibatan Kopassus ini merupakan arahan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Kopassus sudah ikut masuk. Pak Kapolri sampaikan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2018).

Setyo menjelaskan Kopassus ikut membantu Polri dalam operasi penangkapan dan penggerebekan. Satuan Polri yang bersentuhan langsung dengan Kopassus adalah Brimob.

“Sudah bekerjasama dengan Brimob di lapangan untuk penggerebekan-penggerebekan. Saya lupa tadi sampaikan bahwa kami sudah kerjasama dengan kopassus. Penangkapan-penangkapan itu sudah melibatkan Kopassus,” jelas Setyo.

Namun Setyo tidak menjelaskan secara detail, sejak kapan dan operasi penangkapan atau penggerebekan di lokasi mana saja, yang melibatkan Kopassus.

Ditanya soal sikap kelompok teroris yang menjadi agresif sepekan belakangan, Setyo berujar hal itu dikarenakan instruksi pimpinan kelompok teroris itu. “Ya itu atas perintah pimpinannya mereka untuk melakukan amaliyah itu,” ujar Setyo. (aud/rvk/dtc)

ISIS Rilis Poster Cara Lakukan Aksi Teror di Piala Dunia

Poster yang dirilis oleh ISIS memperlihatkan aksi teror seperti apa yang harus dilakukan saat menyerang Piala Dunia.via Daily Mirror Poster yang dirilis oleh ISIS memperlihatkan aksi teror seperti apa yang harus dilakukan saat menyerang Piala Dunia.
Poster yang dirilis oleh ISIS memperlihatkan aksi teror seperti apa yang harus dilakukan saat menyerang Piala Dunia.via Daily Mirror Poster yang dirilis oleh ISIS memperlihatkan aksi teror seperti apa yang harus dilakukan saat menyerang Piala Dunia.

MOSKWA, SUMUTPOS.CO – Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) dilaporkan merilis sebuah poster untuk menyerang perhelatan Piala Dunia di Rusia.

Diberitakan Daily Mirror Raby (16/5/2018), dalam poster itu, ISIS memberikan instruksi kepada pengikutnya cara melakukan aksi teror di Rusia.

Dalam foto yang dipajang tersebut, ISIS memberikan titik-titik mana saja di tubuh manusia yang bisa memberikan luka fatal.

Kemudian terdapat gambar imbauan untuk menggunakan mobil dan truk untuk menabrak penggemar tim nasional negara peserta.

Selain itu, terdapat gambar senjata seperti senapan serbu AK-47, pisau, dan dinamit. “Ledakan, tusuk, atau tembak mereka,” demikian keterangan ISIS dalam pamflet itu.

Ini bukan pertama kalinya ISIS menyebarkan ancaman ke Piala Dunia yang kick off-nya bakal dimulai 14 Juni mendatang tersebut.

Pada Oktober 2017, ISIS menggunakan poster bintang timnas Argentina dan Barcelona, Lionel Messi, yang tengah menangis darah.

Kemudian pada Maret lalu, ISIS kembali menggunakan wajah Messi. Kali ini, penyerang berusia 30 tahun ditampilkan seolah bakal dipenggal.

Selain itu, satu ikat dinamit terlihat tergeletak di tiang bendera yang biasa digunakan untuk menandai tendangan penjuru.

Piala Dunia 2018 ini akan digelar di 11 kota Rusia mulai 14 Juni hingga 15 Juli mendatang dengan partai final digelar di Luzhniki, Moskwa. (kps)

Terduga Teroris Medan Pedagang Susu Kedelai

Anti teror Mabes Polri-Ilustrasi
Anti teror Mabes Polri-Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua terduga teroris Yusuf dan MRL diamankan Densus 88 di Medan. MRL dikenal sebagai pedagang susu yang dikenal tertutup.

MRL merupakan warga Jalan Ulayat, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang.

“Dia tinggal di kampung ini sudah 8 tahun. Aktivitasnya sehari-hari sebagai pedagang susu kedelai keliling,” kata tetangga, M Zabidi, kepada wartawan, Rabu (16/5/2018).

Selama tinggal di kampung tersebut, pria 38 tahun itu jarang berkomunikasi dengan masyarakat dan sedikit tertutup. Namun MRL rajin mengikuti pengajian dan sholat berjamaah di mesjid yang ada di kampung ini.

“Kalau kita mengadakan gotong royong, dia tidak pernah mau ikut gotong royong.” uangkap Zabidi.

Saat ditangkap di kediamannya oleh Densus 88, MRL baru pulang dari mesjid usai melaksanakan salat ashar.

“Dia diamankan usai melaksanakan salat ashar di masjid sekitar pukul 16.00 WIB,” tambahnya.

Zabidi mengatakan, tidak menyangka kalau MRL salah satu kelompok radikal tersebut. “Nggak nyangka lah, kalau dia terlibat jaringan teroris,” ucapnya.

Selain MRL, Densus 88 juga mengamankan Yusuf, warga jalan Pukat 1 Gang Sekolah, Kecamatan Medan Tembung, Sumatera Utara. Yusuf yang sehari-hari sebagai pengemudi ojek online ditangkap di Jalan Sekip, Kecamatan Medan Petisah oleh Densus 88.  (asp/dtc)

Ayah Yusuf Tak Percaya Anaknya Terlibat Bom

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PENJAGAAN_Polisi berjaga di depan Mapolrestabes Jalan HM Said Medan, Senin (14/5). Kepolisian setempat memperketat penjagaan Mapolda, Mapolrestabes dan tempat pemerintahan di Medan untuk meningkatkan keamanan, menyusul terjadinya peristiwa teror bom di surabaya dan sidoarjo.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PENJAGAAN_Polisi berjaga di depan Mapolrestabes Jalan HM Said Medan, Senin (14/5). Kepolisian setempat memperketat penjagaan Mapolda, Mapolrestabes dan tempat pemerintahan di Medan untuk meningkatkan keamanan, menyusul terjadinya peristiwa teror bom di surabaya dan sidoarjo.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Salah seorang terduga teroris, M Yusuf, diamankan Densus 88 pada Selasa (14/5) malam. Pria berusia 28 tahun ini ditangkap petugas di Simpang Sei Sikambing, Sekip, Medan, Sumatera Utara. Ia saat itu mengendarai sepeda motor.

“Saya tidak percaya anak saya itu terlibat dalam kelompok tersebut. Apalagi terlibat dalam aksi bom bunuh diri di Surabaya kemarin,” kata ayah Yusuf, Zulfahri Rangkuti, kepada detikcom di kediamannya di Jalan Pukat 1 Gang Sekolah, Kecamatan Medan Tembung, Rabu (16/5/2018).

M Yusuf dinilai sebagai anak yang baik. Sehari-hari pemuda berusia 28 tahun tersebut bekerja sebagai tukang ojek.

“Anak saya juga nggak pernah ke mana-mana. Tiap hari kerjanya ngojek. Pergi pagi pulang sore. Malam dia nggak pernah ke luar rumah,” cerita Zul.

Keluarga sempat terkejut dan syok saat petugas datang ke rumah membawa Yusuf. Seluruh rumah digeledah, buku dan Alquran dibawa petugas.

“Kami sekeluarga terkejut saat petugas datang membawa anak saya dan menggeledah rumah,” tuturnya.

“Yusuf merupakan putra ketiga dari tujuh bersaudara,” sambung Zul.

Zul menambahkan selama ini tidak mengetahui kegiatan Yusuf di luar rumah. Apalagi Yusuf disebut bergabung dengan kelompok tertentu.

“Mana tahu saya kalau dia ikut gabung dengan ISIS, apalagi pernah ke luar negeri,” paparnya.  (asp/dtc)