Home Blog Page 6359

Tak Mendapat Jatah Biologis dari Istri Gara-gara Gaji Kecil

SUMUTPOS.CO –  Rumah tangga Donwori (47) dan istrinya, Karin (44) berakhir di Pengadilan Agama. Pemicunya urusan ranjang. Lebih pas, ramuan antara urusan ranjang dan uang. Karin ogah memberi jatah ke suaminya yang bergaji kecil.

Donwori mengeluhkan kandasnya hubungan pernikahannya dengan Karin. Semakin tua usia pernikahannya bukannya semakin cinta, hubungannya malah semakin kacau dengan sang istri. Bibit permasalahannya lantaran Donwori tidak pernah lagi mendapatkan jatah dari Karin.

“Tak ajak begituan sering gak mau. Ada saja alasannya,” ujarnya saat berada di ruang tunggu pengadilan agama.

Tentu saja hal ini membuat Donwori geram. Hal ini karena penolakannya tak hanya sekali atau dua kali, namun sudah puluhan kali ia gigit jari karena tidak bisa menyalurkan hasrat seksualnya. “Akhirnya tak servis sendiri,” keluhnya dengan nada kesal.

Menurut Donwori, perubahan sikap sang istri ini karena masalah ekonomi. Donwori yang memiliki gaji rendah dipaksa Karin untuk keluar dan mencari kerjaan lain. Namun berkali-kali usulan Karin itu ia tolak karena mencari pekerjaan itu susah.

“Lha kalau aku keluar, terus malah jadi pengangguran gimana?” tambah pria yang bekerja sebagai pelayan di sebuah hotel ini.

Berkali-kali usulan Karin agar Donwori mencari pekerjaan lain ia tolak. Tak disangka, hal itu berpengaruh pada mood Karin untuk melayani Donwori. Kesal karena kebutuhan biologisnya tak tersalurkan, Donwori semakin tak betah di rumah. “Aku ke warung tiap malam, lha di rumah juga gak ngapa-ngapain,” tambahnya.

Rupanya hal ini menimbulkan masalah baru. Karin makin tak terima melihat suaminya ke warung hampir tiap hari. Tentu saja keduanya pun sering bertengkar karena ini. Hingga keputusan berpisah ia layangkan.

“Dipaksa kerja, gaji diambil jatah gak dikasih. Dipikir aku mesin ATM. Ya lebih baik pisah saja,” pungkas Donwori geram. (*/rud/sb/is/jek/JPR)

Video Panas Mahasiswi

SUMUTPOS.CO –  Beredar dan viralnya video panas seorang mahasiswi terus ditelusuri pihak kepolisian. Berbagai upaya dilakukan guna mengungkap pemeran dalam video tersebut.

Ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Balikpapan, Kalimantan Timur, AKP Ruslaeni. “Ini kami masih dalam tahap penyelidikan,” kata Ruslaeni kepada Balikpapan Pos (grup SUMUTPOS.CO).

Dia menambahkan, pihaknya belum bisa memastikan apakah wanita dalam video itu merupakan mahasiswi asal Balikpapan atau tidak. “Masih diselidiki. Belum bisa dipastikan dan berandai-andai,” ucap Ruslaeni.

Video panas itu diunggah di situs dewasa pada 2017 lalu, dan kembali jadi gunjingan baru-baru ini. Si wanita diduga mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Balikpapan.

Sementara itu, si pria memiliki badan kekar dan mempunyai tato di lengan kiri. Sejoli itu tengah melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri dengan berbagai posisi.

Wanita berbadan mulus dan berparas cantik dalam video itu mengenakan kalung. Dari kalung dan suara wanita itulah akhirnya banyak yang mengenali wanita tersebut.

“Saya kenal dia dari suaranya, desahannya, wajahnya, tubuhnya, dan kalung yang dipakai. Sangat mirip. Saya yakin itu dia,” ungkap Iwan (bukan nama sebenarnya).

Iwan mengaku mengenal wanita tersebut sejak 2014. Ketika itu, wanita yang berinisial F ini baru masuk perguruan tinggi dan masih berumur 21 tahun.

Saat ini, F telah berusia 23 tahun dan diduga bekerja di salah satu perusahaan swasta. Yang lebih mengejutkan lagi, rupanya F memang dikenal pemain lama alias wanita pemuas nafsu berahi pria.

Menurut Iwan, F sering melakukan promosi jasa prostitusi melalui aplikasi BeeTalk dan WeChat. “Saya pernah sama dia. Bayar Rp 500 untuk ST (short time). Kalau LT (long time) itu Rp 1,5 juta,” beber Iwan.  (yad/yud/k1)

Ditinggal Libur, Kantor Jasa Pengangkutan Terbakar

Situasi lokasi kebakaran sebelum api berhasil dipadamkan, Minggu (13/5) sore.
Situasi lokasi kebakaran sebelum api berhasil dipadamkan, Minggu (13/5) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satu unit ruko berlantai 4 di Jalan Ledta Sujono, Komplek SBC 1, Blok A5, Kel. Bandar Selamat, Medan Tembung, terbakar pada Minggu (13/5/2018) sore.

Terbakarnya tempat Jasa Pengangkutan Darat Citra Nusantara itu diduga akibat adanya korsleting listrik. Kebakaran di ruko milik Robby itu pertama kali diketahui Slamad Lubis (30), sekira pukul 15.00 Wib.

Saat itu, Lubis berada di belakang ruko PT. Ratu Intan Kargo, tempatnya bekerja berniat ke kamar mandi. Sehabis dari kamar mandi, pria yang menetap di Jalan Pasar Merah, Gang Rahayu, Medan, ini melihat kepulan asap hitam keluar dari lantai 2 ruko, yang letaknya sedinding dengan ruko PT. Ratu Intan Kargo.

Melihat kepulan asap bertambah banyak, pria Lubis berlari ke pos satpam di pintu masuk komplek SBC 1, dan memberitahukan apa yang dilihatnya.

Selanjutnya Lubis bersama beberapa satpam dan dibantu warga sekitar, mendatangi pintu depan ruko Robby. Dikarenakan posisi ruko sedang tidak ada orang, mereka mendobrak pintu ruko.

“Rukonya tidak ada orang. Memang kalau tanggal merah ruko ini tutup (libur). Jadi pas pintunya kami dobrak berkeluaran lah asap hitam. Disitu kami yakin telah terjadi kebakaran. Selanjutnya warga menghubungi pemadam kebakaran,” ujar Lubis.

Sembari menunggu pemadam, warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Tak lama, 8 unit mobil pemadam kebakaran dari Kota Medan tiba. Dan api berhasil dipadamkan kurang dari satu jam.

Kepala bidang (Kabid) Pemadam dan pencegahan kebakaran Kota Medan, H. Buddin mengatakan titik api berasal dari lantai satu. Tidak ada korban jiwa. Namun kerugian bisa ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

“Setelah kita padamkan, kita mengindikasikan api berasal dari lantai bawah, bukan lantai dua. Asap hitam itu diakibatkan banyak ban mobil di dalam ruko yang terbakar. Untuk asal api kita prediksikan karena arus pendek (Korsleting) listrik,” ucap pak H. Buddin.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu MK Daulay SH menyebutkan, untuk asal api dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

“Penyebab pasti kebakarannya masih kita selidiki. Selanjutnya kita akan mengumpulkan saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut agar dapat mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. Barang bukti yang kita amankan dari TKP, ada satu buah ban mobil yang terbakar dan kabel tembaga yang terbakar, untuk kepentingan penyelidikan,” terang MK. Daulay kepada POSMETRO MEDAN( grup SUMUTPOS.CO). (fad/ras)

 

 

 

 

Beli Jilbab Pakai Upal

PALSU: Mujianto (23) belanja di pasar pakai uang palsu.
PALSU: Mujianto (23) belanja di pasar pakai uang palsu.

DOLOK MASIHUL, SUMUTPOS.CO – Upaya Mujianto (23) menyebarkan uang palsu (Upal) kandas di tangan polisi. Warga Dusun V Perumnas, Desa Kota Tengah, Kec. Dolok Masihul, ini diciduk Polsek Dolok Masihul beberapa jam usai membeli jilbab.

Sebelum diciduk petugas Polsek Dolok Masihul, Mujianto membeli sebuah jilbab seharga Rp20 ribu kepada Siti Mardiana alias Siti (28) yang berjualan di Pasar Dolok Masihul.

Saat itu Mujianto membayarkan dengan uang Rp50 ribu. Siti pun mengembalikan Rp30 ribu, selanjutnya tersangka Mujianto pergi begitu saja.

Teringat pesanan layanan masyarakat , dilihat, diraba, diterawang dari Bank Indonesia. Siti meraba uang dari Mujianto dan merasa curiga bahwa uang tersebut diduga palsu, Siti pun mendatangi Ahmad Yasir (37)  yang juga rekannya berjualan.

Keduanya pun bersama memastikan bahwa uang tersebut palsu, selanjutnya Siti dan Yasir melapor ke Polsek Dolok Masihul dan memberikan ciri-ciri pelaku. Mujianto akhirnya di temukan tidak jauh dari lokasi kejadian (TKP), Jumat (12/5/2018) sekitar pukul 20:30 wib.

Saat di geledah petugas berhasil menemukan beberapa pecahan uang palsu dari dompet Mujianto. Selanjutnya petugas pun menggeledah rumah Mujianto dan berhasil ditemukan barang bukti, 78 lembar uang palsu pecahan Rp100  ribu, dan 22 lembar pecahan Rp50 ribu, serta sepotong jilbab dan pakaian anak.

Kepada petugas, Mujianto mengaku mendapat uang palsu tersebut dari Adi di Medan sebanyak 10 juta. “ Aku dapat dari Adi Pak, uangnya sekitar Rp1 juta sudah saya edarkan,” ujar Mujinto.

Kapolsek Dolok Masihul, AKP Cahyandi mengatakan bahwa penangkapan tersebut atas laporan dari warga tentang peredaran uang palsu.

“Warga yang melaporkan kejadian tersebut, jadi langsung kita tindak lanjuti dan berhasil menangkap pelaku yang mengedarkan uang palsu tersebut,” tandas Cahyandi kepada POSMETRO MEDAN (grup SUMUTPOS.CO).(war/ras)

 

 

 

 

Tragis! Pasutri Dibalok Depan Kantor Kepala Desa

BALOK: Abdul Rahman alias Rahman alias Penyongat (32) balok pasutri hingga luka.
BALOK: Abdul Rahman alias Rahman alias Penyongat (32) balok pasutri hingga luka.

TANJUNG BERINGIN SUMUTPOS.CO – Pasangan suami istri (Pasutri) Eri Rifainisa (34) dan Aisyah alias Songah (40), bernasib apes sekaligus tragis. Keduanya dibaloki hingga babak belur.

Penganiayaan pada Sabtu (12/5/2018) siang kemarin dilakukan oleh Abdul Rahman alias Rahman alias Penyongat (32). Akibat kejadian itu, pasangan yang menetap di Dusun V, Desa Nagur, Kec. Tanjung Beringin, Sergai ini harus menjalani perawatan di RSUD Sultan Sulaiman.

Informasi diperoleh, aksi tanpa ampun Rahman berlangsung di jalan umum depan Kantor Kepala Desa Nagur. Tindakannya sempat menjadi tontonan warga sekitar.

Pelaku berhenti memukuli korban setelah warga berkerumun, karena tak tega melihat Eri dan Aisyah berlumuran darah, serta tidak berdaya akibat banyak menerima pukulan. Darah segar yang mengucur dari kepala membasahi wajah korban.

Berikutnya, warga dan beberapa tetangga akhirnya melarikan pasutri tersebut ke Puskesmas Tanjung Beringin. Namun karena luka mereka cukup serius, pihak Puskesmas merujuk keduanya ke RSUD Sultan Sulaiman.

Sementara personil Polsek Tanjung Beringin bergegas ke lokasi (TKP)  dan mengamankan tersangka Abdul Rahman serta barang bukti ke komando.

”Tersangka telah kita tahan guna proses selanjutnya. Motifnya adanya dendam lama,” tandas Kapolsek Tanjung Beringin, AKP Arifuddin kepada POSMETRO MEDAN (grup SUMUTPOS.CO).(war/ras)

 

 

Tragis! Bocah Tewas di Sisi Ibu Sekarat

Fauzan dan ibunya Yanti diatas badan jalan, setelah mengalami Laka Lantas.
Fauzan dan ibunya Yanti diatas badan jalan, setelah mengalami Laka Lantas.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Kejadian memilukan terjadi di Simpang Tiga, Pasar X, Dea Pasar Baru, Kec. Hinai, Langkat. Seorang bocah berusia 9 tahun, tewas mengenaskan di tengah jalan. Disampingnya, tergeletak sang ibu dalam kondisi sekarat.

Bocah SD bernasib tragis tersebut yakni Fauzan. Sedangkan ibunya, Yanti (40). Fauzan meninggal dunia dengan kondisi kepala pecah digilas truk. Sementara si ibu mengalami perut robek dan kaki kiri patah.

Korban merupakan warga Dusun Sumber Rejo, Desa Sei Bamban, Kec. Batang Serangan, Kab. Langkat. Sabtu (12/5/2018) siang nahas itu, Yanti membonceng anaknya dengan mengendarai Honda Revo BK 5867 PAJ. Mereka melaju dari arah Padang Tualang menuju jalan jalur utama.

Saat melintasi Simpang Tiga samping terminal, Yanti membelokkan keretanya ke jalur utama menuju arah Medan. Setahu bagaimana, korban malah menabrak ban depan mobil Tangki Mitsubishi BK 9379 GK yang melintas dari arah Aceh menuju Medan.

Nurmansyah (24) selaku sopir mobil tangki tak bisa berbuat banyak. Pria asal Dusun Perisai, Desa Pantai Cempa, Kec. Bandar Pusaka, Kab. Aceh Tamiang tersebut hanya bisa terkejut.

Sebab tak lama, Nurmansyah dikejutkan teriakan warga sekitar dan pengendara lain yang menyebutkan dirinya telah melindas orang. Pasalnya, usai menabrak ban depan, Yanti tak bisa mengendalikan keretanya lalu jatuh ke kolong mobil tangki. Dalam hitungan detik, Fauzan dan Yanti pun tergilas ban belakang.

Kasat Lantas Polres Langkat, AKP M Rizky membenarkan peristiwa tersebut. Yanti telah dirawat di rumah sakit sedangkan Fauzan langsung dibawa ke rumah duka guna dimakamkan. Sementara mobil tangki dan sopirnya telah diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut.(yan/ras)

 

 

 

 

Nelayan Aceh Selatan Hilang di Laut Lepas

Ilustrasi

TAPAKTUAN, SUMUTPOS – Bakri (22) seorang nelayan tradisional warga Ladang Tuha, Kecamatan Pasieraja, Aceh Selatan, dinyatakan hilang di laut lepas setelah terjatuh dari perahu, Senin (14/5) sekitar pukul 04.30 WIB.

Panglima Laot Tapaktuan Syafii Jama, kepada wartawan mengatakan, korban hilang saat melabuh pukat 12 mil dari bibir pantai laut Seubadeh, Kecamatan Bakongan Timur.
Kata dia, korban seelumnya pergi melaut bersama tiga rekannya menggunakan bot pukat cincin pada Minggu (13/5) sore kemarin.
“Korban bertolak dari Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Tapaktuan bersama tiga rekannya. Saat sedang melabuh pukat sekitar pukul 04.30 WIB, korban terjatuh ke laut,” ujar Syafii.
Tiga rekan korban, sebut Syafii, sempat berusaha mencari korban dengan terjun ke laut. Sayangnya, korban tidak ditemukan.
“Rekan korban sudah berupaya mencari, bahkan menggunakan pukat juga tidak berhasil,” sebutnya.
Karena tak membuahkan hasil, sambungnya, rekan korban kemudian melaporkan prihal tersebut ke Polsek Bakongan Timur.
Hingga saat ini, upaya pencarian terhadap korban oleh personel Polisi, TNI, tim SAR dan sejumlah elemen terkait lainnya masih dilakukan.(mag)

Ashanty: Semoga Cinta Kami Abadi

SUMUTPOS.CO – Pasangan artis Anang Hermansyah dan Ashanty, merayakan 6 tahun pernikahan mereka. Ashanty mengaku, ia tidak meminta hal yang muluk-muluk untuk keluarga kecilnya.

Enggak pernah mau minta yang lain-lain di dunia ini, doa paling utamaku pada Allah, yakni panjang umur, sehat, dan jadikan keluarga kecil kami selalu seperti ini ya Allah,” harap Ashanty.

Selain itu, ibu 2 anak ini, juga berharap bisa mengantarkan anak-anaknya sampai nanti menikah. “Jauhkan dari yang berusaha memisahkan atau menjauhkan kami. Semoga aku bisa mengantarkan anak-anakku sampai menikah dan mendidik mereka dengan baik, Amin,” imbuhnya.

Terkait dengan hubungannya dengan Anang, Ashanty berdoa, agar cinta keduanya bisa abadi sampai maut memisahkan. “Di dunia ini pastinya tidak ada yang abadi, tapi doa kami berdua semoga cinta kami bisa abadi sampai maut yang memisahkan,” katanya.

Keduanya pun bertekad untuk melalui suka dan duka bersama. “Apa pun, insha Allah akan kami lewati, suka dan duka, seperi janji kami pada-Mu ya Allah, 6 tahun yang lalu. Love u my love (12 Mei 2018),” tulisnya.

Pada perayaan ini, kebahagiaan Ashanty pun bertambah, lantaran mendapat kejutan tak terduga dari Anang juga anak-anaknya. Ia mengaku tidak pernah membayangkan bisa mendapatkan kejutan romantis dari orang-orang terkasihnya.

Momen bahagia itu diunggah Ashanty lewat akun Instagram miliknya. Terlihat, suasana yang sangat romantis dan penuh ekspresi kebahagiaan. “Jujur adegan moment ini enggak pernah aku bayangin, boro-boro bayangin, tau aja enggak apa artinya vow renewal hehehe, baru tau ini. Cuma ngelewatin semua prosesinya bikin aku bahagia banget. Serasa kawin lagi,” ujar Ashanty dalam keterangan video tersebut.

Menurut Ashanty, mengutarakan kembali rasa sayang setelah 6 tahun dirasa perlu dilakukan. “Sempet Mas Anang enggak mau, karena ngapain si ke bule2an hahaha. Tapi enggak tau juga knp ia mau akhirnya (kepaksa loly sm jiel) hehehe. Tapi yang jelas kita berdua happy banget, dan serasa kayak baru nikah lagi,” pungkasnya. (chi/jpnn/saz)

Suami Dewi Perssik Ibaratkan Istri seperti Sayuran

SUMUTPOS.CO – Rumah tangga Dewi Perssik dan Angga Wijaya sedang bermasalah. Kabar ini mencuat lantaran posting-an Dewi yang dinilai menyindir seseorang.

Tidak sekali, Dewi kembali menuliskan keterangan bernada sindiran, kali ini, merujuk pada suaminya, Angga.

Baru-baru ini terungkap apa yang menjadi sumber masalah keduanya. Hal ini diketahui melalui posting-an Depe lewat Instagram Story yang diunggah ulang oleh akun gosip igtainment.

Dewi terlihat memajang foto capture posting-an akun yang membeberkan masalah di antara ia dan suaminya. Akun bernama santimilani ini mengungkapkan, Angga melakukan pelecehan kepada Dewi.

Dijelaskannya, Angga sudah kebablasan bercanda saat chat dengan teman laki-lakinya. Angga mengibaratkan perempuan seperti sayur lodeh, sayur asam, dan tumis kangkung.

“Walaupun candaan itu tidak ditujukan kepada sang istri (Dewi Perssik), tapi kalau menurut saya, itu memang tidak pantas untuk dibuat candaan,” jelasnya.

Penjelasan akun santimilani mendapat ucapan terima kasih dari Dewi. Ucapan ini seolah membenarkan sumber masalahnya.

Sementara sindiran Dewi tentang sosok suami ideal, membuat warganet menduga rumah tangganya dengan Angga bermasalah. Apalagi, Dewi menghapus foto-foto sang suami di akun Instagram pribadinya.

Mengetahui hal tersebut, Angga akhirnya buka suara. Pria yang belum setahun menikahi Dewi ini, mengaku ada konflik dalam rumah tangganya.

Angga pun tak masalah foto-fotonya dihapus dari akun Instagram sang istri. “Ada masalah sih, cuma enggak besar. Biasalah namanya berumah tangga, pertengkaran pasti ada,” katanya.

Hal sama diungkapkan wanita yang karib disapa Depe itu. Meski membantah sindirannya untuk sang suami, pemilik goyang gergaji ini membenarkan, sempat bertengkar dengan Angga. “Yah kalau berantem dikit biasalah. Cuma saya akan berusaha memertahankan rumahtangga saya,” pungkasnya. (pojoksatu/esy/jpnn/saz)

Wiro Sableng Muncul di Screening Deadpool 2

SUMUTPOS.CO – Kerja sama film Wiro Sableng dengan Deadpool 2 terus berlangsung. Setelah 2 pemain Wiro Sableng muncul dalam trailer film Deadpool 2 untuk pasar Indonesia, kini giliran superhero nyeleneh itu memberi dukungan untuk Wiro Sableng.

Official teaser trailer film Wiro Sableng yang baru dirilis, muncul dalam acara screening film Deadpool 2 di Singapura. Hal tersebut disampaikan langsung Produser Film Wiro Sableng Sheila Timothy.

Teaser trailer Wiro Sableng diputar pada screening Deadpool 2 di Singapura,” ungkap Sheila saat media gathering di Plaza Indonesia, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Meski hanya sebatas pemutaran teaser trailer, munculnya karakter Wiro Sableng di acara screening Deadpool 2 tentu sangat membanggakan.

Momen ini diharapkan bisa membuat Wiro Sableng yang notabene karakter pendekar buatan Indonesia, semakin dikenal luas.

Kerja sama ini terjalin lantaran film Deadpool 2 diproduksi oleh 20th Century Fox. Sama halnya dengan Wiro Sableng, yang merupakan film hasil kerja sama Lifelike Pictures dengan 20th Century Fox.

Dalam teaser trailer, publik dapat melihat karakter-karakter dalam film Wiro Sableng yang beraksi dalam berbagai adegan. Seperti, Vino G Bastian yang menjadi tokoh utama.

Ada juga Anggini yang diperankan Sherina Munaf, Fariz Alfarazi sebagai Bujang Gila Tapak Sakti, dan Andy /rif sebagai Dewa Tuak.

Selain mereka, ada juga penampilan dari beberapa karakter yang memang belum pernah dirilis secara resmi, yakni Bidadari Angin Timur (Marsha Timothy), Sinto Gendeng (Ruth Marini), Raja Kamandaka (Dwi Sasono), Permaisuri (Marcella Zalianty), Werku Alit (Lukman Sardi), Kalasrenggi (Rifnu Wikana), Bajak Laut Bagaspati (Cecep Arif Rahman), Kakek Segala Ayu (Yayu Unru), Rara Murni (Aghniny Haque), serta Pangeran (Yusuf Mahardika).

Film Wiro Sableng diadaptasi dari buku legendaris karya Bastian Tito. Disutradarai oleh Angga Dwimas Sasonggo, film tersebut tayang mulai Agustus 2018 mendatang. (ded/jpc/saz)