Home Blog Page 6360

Menanti Jurus Maut Mahatir

Dahlan Iskan
Dahlan Iskan

SUMUTPOS.CO – Video penemuan harta karun Najib Razak beredar luas: timbunan uang, perhiasan, emas-berlian dan warkat-warkat. Yang melihat pun geleng-geleng kepala saking kagumnya.

”Itu hoax,” tulis teman Malaysia saya lewat WA. ”Masak harta Najib cuma segitu hahaha,” tambahnya.

Jadi, video itu tidak benar?

”Video itu benar. Tapi sudah lama. Itu video dalam kasus lain di Sabah,” katanya.

”Kalau mau dibongkar harta Najib bisa 1000 kalinya hahaha,” tambahnya lagi.

Pembuat hoax itu mungkin terinspirasi dari pernyataan pemimpin baru Malaysia, Mahathir Mohamad. Saat ia ditanya soal mega korupsi di 1MDB.

”Yang penting kita usahakan sebanyak mungkin uang itu kembali,” ujar Mahathir.

Bisa juga terinspirasi dari langkah cerdik Mahathir ini: tiba-tiba mengumumkan libur dua hari. Kamis dan Jumat.

Pengumumannya pun dibuat jam 3 pagi. Begitu ada kepastian partai oposisi menang.

Kalau digandeng Sabtu dan minggu berarti libur empat hari. Dengan mendadak libur itu tidak akan ada transaksi di bank. Tidak akan ada transfer uang ke luar negeri. Tidak ada eksodus orang maupun uang.

Semula libur itu dikira hadiah. Untuk merayakan kemenangan oposisi yang begitu menakjubkan. Atau untuk istirahat. Dari kelelahan berjuang all out berminggu-minggu.

Mahathir sadar banyak juga yang tidak suka atas kemenangan koalisi Pakatan Harapan. Pengusaha umumnya pro kepada yang sudah ada. Kalau tidak diliburkan ekonomi bisa guncang.

Hari Kamis itu harga saham bisa rontok. Mata uang ringgit bisa lebih parah: melorotnya. Hari Jumatnya heboh. Kehebohan itu akan menimbulkan iklim jelek bagi kemenangan oposisi.

Dengan libur empat hari Mahathir punya waktu konsolidasi. Hari pertama Mahathir bikin pernyataan: prioritasnya ekonomi dan keuangan.

Ditanya yang lain jawabnya kembali: prioritasnya ekonomi dan keuangan. Mahathir masih dikenang sebagai pemilik berbagai jurus ekonomi.

Dialah penyelamat Malaysia dalam krisis moneter Asia di tahun 1998. Satu-satunya negara Asia Tenggara yang selamat dari krisis. Ekonomi Indonesia pun rontok. Beserta presidennya: Suharto.

Mahathir juga dikenang membangun tanpa berhutang. Memodernkan Malaysia. Meninggalkan jauh Indonesia.

Dari mana Mahathir dapat uang kala itu? Ternyata dari pajak BBM. Mahathir mengakui bahwa dirinya diktator. Tapi, katanya, dialah diktator yang mau jadi pendengar yang baik.

Dan saya tahu Mahathir juga senang membaca. Itulah pelajaran kepemimpinan dari Mahathir. Mau mendengarkan dan mau membaca.

Mau mendengarkan menandakan seseorang punya jiwa keikhlasan. Mau membaca menandakan seseorang memiliki ruang imajinasi yang cukup sebagai lahan subur munculnya ide-ide. Gagasan. Kreativitas.

Kita ingin segera tahu: ide-ide baru Mahathir. Setelah 14 tahun berada di luar pemerintahan.

Ia memang akan membatalkan rencana pemberlakuan GST (Goods and Service Tax). Diganti dengan SST (Sales and Service Tax).

Atau akan meninjau ulang proyek-proyek Tiongkok dan lainnya. Ia nilai terlalu mahal dan membebani.

Misalnya proyek kereta cepat Timur-Barat. Sejauh 630 Km. Yang groundbreaking-nya dilakukan Najib Razak 9 Agustus tahun lalu.

Pinjaman Tiongkok untuk itu USD 13,1 miliar. Atau sekitar Rp 180 triliun. Belum biaya lokalnya.

Ide kereta itu sebenarnya baik. Menghubungkan pantai barat (Port Klang) ke pantai Timur (Kota Bahru). Yang selama ini terhalang pegunungan tengah.

Konsistensi Suhandi

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Suhandi menjadi top skor tim PSMS dengan torehan empat gol.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Suhandi menjadi top skor tim PSMS dengan torehan empat gol.

SUMUTPOS.CO – PSMS kembali menelan kekalahan di laga away, namun ada sisi positif yang ditorehkan PSMS pada laga kontra PS Tira di Stadion Sultan Agung Bantul, Jumat (11/5). Ya, satu dari dua gol yang diciptakan PSMS kembali lahir dari kaki Suhandi.

Suhandi menjadi satu-satunya pemain lokal yang masuk jajaran top skor. Ada satu pemain Indonesia lain yang melebihi torehan golnya yakni Stefano Lilipaly dengan lima gol. Namun pemain Bali United itu basicnya naturalisasi.

Tentu saja ini menjadi torehan membanggakan bagi PSMS. Dia menjadi top skor tim. Apalagi Suhandi bukan seorang striker, melainkan gelandang serang.

Gol pertama diciptakannya ke gawang Bhayangkara FC. Saat itu Suhandi masuk sebagai pemain pengganti. Saat dipercaya sebagai starter, Suha, sapaan akrabnya, membalasnya dengan satu gol ke gawang Persija. Dua gol berikutnya diciptakannya ke gawang Persela dan satu gol ke gawang PS Tira.

Urusan mencetak gol, Suhandi memang cukup konsisten. Itu sudah dilakukannya sejak memperkuat PSMS di Piala Kemerdekaan 2015 lalu. Hal itu berlanjut di Liga 2 tahun lalu, Suha juga menjadi top skor tim.

Menariknya gol yang diciptakan pemain berusia 26 tahun itu ke gawang PS Tira, tercipta lewat proses yang cukup apik. Suhandi melepaskan plesing bola dengan kaki kirinya dari luar kotak penalti yang tak dapat dijangkau kiper lawan.

“Pasti bakal menambah motivasi buat saya pribadi, tapi yang paling utama saya ingjn bawa PSMS menang di setiap pertandingan baik home ataupun away,” kata eks pemain PS TNI itu.

Ini merupakan kali kedua Suhandi mencetak gol indah. Sebelumnya gol saltonya ke gawang Persija terpilih menjadi gol terbaik pekan ketiga Liga 1.

Suhandi mengaku senang karena banyak yang mengapresiasi gol tersebut. Ini merupakan berkat kerja kerasnya dalam latihan. “Sebenarnya saya memang lebih sering melatih plesing daripada shoting. Mungkin karena kalau plesing bola saya sudah dapat baik cara tumpuan maupun arahnya dibanding shoting,” kata pemain jebolan Persib junior itu.

Namun Suhandi kecewa karena meski mencetak gol timnya kembali gagal menang di laga away. Apalagi PSMS selalu kebobolan lewat gol-gol cepat. “Kami selalu kebobolan di menit-menit awal dan bola-bola mati. Permasalahannya pastinya tetap fokus sama konsentrasi,” pungkasnya. (don)

Talent Scout North Sumatera to Belgium Tuntas

Para peserta seleksi Talent Scout North Sumatera to Belgium di Dairi, Sabtu (12/5) lalu.
Para peserta seleksi Talent Scout North Sumatera to Belgium di Dairi, Sabtu (12/5) lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pencarian pemain berbakat U-17 from North Sumatra to Belgium akhirnya tuntas, Sabtu (12/5) kemarin. Setelah mengunjungi enam daerah di Sumatera Utara sejak 3 Mei lalu yaitu di Medan, Tebing Tinggi, Kisaran, Padang Sidempuan, Sibolga dan Sidikalang Kabupaten Dairi. Menariknya antusiasme sangat tinggi karena peserta di enam kota mencapai 1000 peserta.

Tim talent scout from North Sumatra to Belgium melihat adanya bakat-bakat pesepak bola dari daerah. Lalu memuji antusias para pemain seleksi yang nekad menempuh perjalanan minimal 4 jam dari venue yang ditetapkan. Setidaknya dari enam daerah ada seribuan pemain yang ikut seleksi. Penyambutan kepada tim talent scout di daerah yang ramah.

“Antusias pemain di daerah sangat tinggi. Itu terlihat dari jumlah peserta seleksi yang ikut. Mereka rela menempuh perjalanan berjam-jam bahkan ada dari Gunung Sitoli naik kapal laut ke Sibolga,” kata Hendriyana koordinator pelaksana talent scout from North Sumatra to Belgium.

“Seribuan peserta ada dari 6 venue telah mengikuti seleksi. Persaingan sangat ketat, karena 18 peserta dari setiap venue yang akan diboyong menuju seleksi berikutnya. Yaitu selepas Idul Fitri nanti,” kata Hendriyana.

Selain itu koordinator pelaksana tim talent scout from North Sumatra to Belgium memastikan belum bisa mengumumkan jumlah pemain yang akan diboyong ke Belgia. Pasalnya data statistik masing-masing pemain yang dikumpulkan talent scout sangat ketat.

“Karena dari seribuan lebih pendaftar sangat ketat. Kami juga ingin menjaga kualitas seleksi. Selanjutnya tim tester (talent scout, red) yang akan memberikan data statistik yang akurat kepada kami untuk bisa memanggil mereka (para pemain, red) pada tahap seleksi berikutnya,” beber Hendriyana disela akhir talent scouting di Sidikalang, Sabtu (12/5) kemarin.

Menurut Hendriyana keterbukaan penyambutan talent scout di daerah ini tidak terlepas dari sebuah kebanggan dan kepedulian sosok putra daerah dengan sepakbola Indonesia. Sehingga nanti mereka tahu meletakan harapannya kelak. “Semoga anak anak sumatra Utara yang terpilih dalam ajang North Sumatra to Belgium mampu membawa nama harum kualitas sepakbola Indonesia disana nanti,” pungkas Hendriyana. (don)

Sumut Juara U-13 Liga Bola-BLiSPI Nasional

Tim Sumatera Utara yang diwakili PS TGM memastikan gelar juara Liga BLISPI Nasional di Stadion Mini USU, Sabtu (12/5).
Tim Sumatera Utara yang diwakili PS TGM memastikan gelar juara Liga BLISPI Nasional di Stadion Mini USU, Sabtu (12/5).

SUMUTPOS.CO – Tuan rumah Sumatera Utara yang diwakili SSB Thamrin Graha Metropolitan (TGM) Medan tampil sebagai juara Liga Bola-BLiSPI Nasional U-13 yang berakhir di Stadion Mini USU, Sabtu (12/5). Sementara itu di tingkat U-11 dijuarai SSB Posila Lhokseumawe

Pada final Sumut menumbangkan Aceh yang diwakili SSB Brata Reulet lewat adu penalti dengan skor 7-6. Sebelumnya kedua tim bermain imbang tanpa gol. Adu penalti pun berlangsung menegangkan sampai melibatkan 14 eksekutor. Namun sayangnya tendangan Muammar digagalkan kiper Sumut.

Pelatih Sumut Heriyanto mengatakan dirinya bersyukur kepada Tuhan YME atas keberhasilan timnya. Apalagi pemainnya berjuang maksimak sejak babak penyisihan Wilayah di Kabupaten Langkat, babak Regional Sumut hingga babak Nasional.

“Anak-anak berjuang maksimal menyingkirkan wakil-wakil dari provinsi lain. Saya sudah bilang ke mereka kalau ini pencapaian tertinggi untuk tingkat pelajar. Jadi kami harus bisa meraih yang terbaik,” kata Heriyanto.

Sebelumnya, posisi ketiga direbut Maluku Utara setelah mengalahkan tuan rumah Sumut 2 (SSB Patriot Medan) lewat adu penalti dengan skor 2-0. Gelar top skor kategori ini disabet Sri Rangga (Sumut 2) dengan mencetak empat gol. Pemain terbaik diraih M Raju (Aceh).

Pada kategori U-11, tim Aceh yang diwakili SSB Posila Lhokseumawe tampil juara setelah di final mengalahkan Sumut yang diwakili SSB Karisma Deliserdang dengan skor 2-0. Dua gol Aceh dicetak M Nabil dan M Fauzan.

Sebelumnya, posisi ketiga diraih Kepulauan Riau setelah mengungguli Sumatera Selatan dengan skor 1-0. Gol tunggal Kepri dicetak Rizki Ananda di menit sembilan. Gelar top skor diraih M Wibi (Sumut) dengan mencetak 10 gol. Pemain terbaik disabet Bahrul Razi (Aceh).

Ketua BLiSPI Pusat Subagja Suihan SSos mengatakan Liga Bola-BLiSPI ini sekaligus ajang penjaringan pemain yang akan dipersiapkan menjadi Timnas Sepakbola Pelajar Indonesia. Dalam hal ini, BLiSPI telah menurunkan tim talent scouting.

“Untuk kategori U-13 tim, tim talent scouting akan menetapkan 18 nama pemain untuk pembentukan Timnas Pelajar Indonesia U-14 dan kategori U-11 dipilih 14 pemain terbaik juga untuk Timnas Pelajar Indonesia U-12. Timnas ini akan mengikuti turnamen internasional antara di Jepang, Singapura, dan Thailand,” jelas Subagja.

Hadir dalam partai final sekaligus acara penutupan Ketua Komite Pengembangan Usia Muda PSSI Pusat Hidayat, Exco Asprov PSSI Sumut Fidel Ganis Siregar, mewakili KONI Sumut Muhammad Zeini Zen, dan undangan lainnya. (don)

Pegulat Muda Sangat Antusias

JUARA: Ketua Pengcab PGSI Medan Mangasi Simangunsong bersama peraih medali pada Popkot Medan 2018. (IST/Sumut Pos)
JUARA: Ketua Pengcab PGSI Medan Mangasi Simangunsong bersama peraih medali pada Popkot Medan 2018. (IST/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Pertandingan cabang gulat pada Pekan Olahraga Pelajar Kota (Popkot) Medan 2018 di GOR Advent, 9-10 Mai lalu berjalan sukses. Menggembirakan, karena para pegulat muda sangat antusias mengikuti even ini.

Cabang gulat Popkot Medan 2018 ini mempertandingkan 20 kelas dan diikuti 135 peserta pelajar. Jumlah peserta mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. “Ya, jumlah peserta meningkat dari tahun sebelumnya,” ujar Ketua Pengcab PGSI Kota Medan, Mangasi Simangunsong, kemarin.

Mengasi mengaku gembira melihat pelaksanaan Popkot Medan 2018 ini. Sebab, selain jumlah peserta bertambah, antusias pegulat-pegulat muda juga luar biasa. “Peserta sangat antusias. Ini terlihat dari kehadiran orang tua mereka memberikan motivasi,” tambahnya.

Kondisi ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya, dimana rata-rata orang tua melarang anaknya menekuni cabang gulat. “Ini merupakan angin segar bagi gulat Kota Medan. Biasanya banyak orang tua melarang anaknya menjadi pegulat,” ungkapnya.

Selain itu, Mangasi mengaku banyak muncul pegulat-pegulat berbakat di ajang Popkot ini. Mereka memiliki potensi jika dibina dengan baik. “Sesuai dengan tujuannya, banyak muncul pegulat-pegulat berbakat dari Popkot 2018 ini. Mereka merupakan pegulat harapan kita di masa mendatang,” tambahnya.

Popkot Medan 2018 merupakan ajang seleksi menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah Sumatera Utara (Popdasu) 2018 mendatang. Para juara sendiri diproyeksikan untuk tampil pada Popdasu di Padangsidempuan nanti. Untuk itu, PGSI Medan bakal melatih para pegulat yang menjadi juara.

“Kalau kelasnya dipertandingkan di Popdasu nanti, maka otomatis tampil. Tapi sebelumnya mereka akan kita bina,” pungkasnya. (dek)

 

Atlet Renang Asahan Raih Tiga Emas Kejurprov

Foto: Tomi Sanjaya Lubis/Sumut Pos FOTO BERSAMA: Atlet renang berfoto bersama usai menerima medali emas dari pihak PRSI Sumut
Foto: Tomi Sanjaya Lubis/Sumut Pos
FOTO BERSAMA: Atlet renang berfoto bersama usai menerima medali emas dari pihak PRSI Sumut

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Atlet renang asal Kabupaten Asahan unjuk gigi pada ajang Kejuaraan renang tingkat provinsi yang digelar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sumut pada 10 – 12 Mei 2018 di kolam renang Selayang Medan, Sabtu (12/5/2018). Asahan menyabet tiga emas, lima perak, dan satu perunggu.

Raihan medali tersebut ditorehkan Gilang Arya Satya meraih dua emas, tiga Perak dan satu perunggu di kelompok umur putra 400 m gaya bebas, 100 m gaya bebas, 100m gaya dada, 50m Gaya Dada, dan 50m gaya kupu-kupu.

Sementara Anisah Tirani Lubis peroleh satu emas mengikuti putri 50m Gaya Kupu-kupu. Sedangkan Rizky Nanda peroleh dua perak, satu perunggu di nomor 400m gaya bebas, 200m gaya Bebas dan 50m gaya bebas.

Pelatih Renang Asahan, Abdi Sukma yang turut mendampingi anak didiknya mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Asahan khususnya pengurus PRSI Asahan yang telah banyak memberikan support kepada atlet-atlet renang Asahan.

“Ketiga atlet renang Asahan ini, masih menimba ilmu di Medan seperti Gilang Arya Satya menempa pendidikannya di PPLP Medan. Sama halnya Rizky Nanda juga kuliah di Medan dan Anisah Tirani Lubis juga melanjutkan sekolahnya di Medan,”bilangnya.

Perjuangan memperoleh prestasi dikejuaraan ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat Asahan dan khususnya kepada pengurus PRSI Asahan yang telah banyak memberikan supportnya kepada atlet-atlet renang kita.

Sementara itu Ketua PRSI Asahan, Nauli Parlaungan Siregar melalui Bendahara PRSI Asahan, Khairul Fahrizal menyebutkan bahwa prestasi yang diperoleh ketiga atlet Asahan ini, diharapkan menjadi contoh kepada para atlet-atlet renang Asahan untuk bersaing menjadi perenang profesional yang berprestasi. “Ketiga atlet kita yang mendapat medali ini, bisa menjadi contoh kepada para atlet-atlet renang Asahan untuk bersaing menjadi perenang profesional yang berprestasi,bilangnya. (omi/don)

 

Bayi Cantik Ditinggal Ibu Kandung di Rumah Bersalin

GENDONG: Kapolsek Tangan-tangan Ipda Ali Kosasi menggendong bayi malang yang ditinggal kabur ibu kandungnya.
GENDONG: Kapolsek Tangan-tangan Ipda Ali Kosasi menggendong bayi malang yang ditinggal kabur ibu kandungnya.

BLANGPIDIE, SUMUTPOS.CO – Seorang bayi perempuan ditinggal kabur oleh ibu kandungnya usai bersalin di klinik bersalin milik Bidan Ruhama. Tepatnya, di Desa Padang Bak Jeumpa, Kecamatan Tangan-tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Kapolsek Tangan-tangan Ipda Ali Kosasi menyebutkan, bayi mungil tersebut ditinggal oleh ibu kandungnya, Minggu (13/5) sekira pukul 04.30 WIB.

Menurutnya, kejadian tersebut bermula saat seorang ibu hamil yang belum diketahui identitasnya dengan kondisi pecah ketuban mendatangi tempat praktek Bidan Ruhama sekira pukul 03:30 WIB.

Melihat kondisi tersebut, kemudian Bidan Ruhama langsung membantu proses persalinan. Tak lama kemudian, wanita yang diperkirakan berumur 35 tahun tersebut melahirkan seorang bayi perempuan dengan selamat.

Selesai membantu persalinan, bidan Ruhama kembali ke kamar untuk beristirahat. Sekira pukul 04.30 WIB, bidan Ruhama mendengar tangisan bayi.

Ketika dilihat, ternyata bayi yang memiliki berat 2,7 Kg tersebut sendirian. Sedangkan si ibu tidak ada lagi di tempat tidur.

“Setelah dicari di beberapa tempat, ternyata ibu si bayi telah pergi. Kemudian, bidan Ruhama menghubungi Polsek Tangan-tangan sekitar pukul 08.00 WIB,” ujarnya.

Mendapat laporan itu, ia bersama Kanit Intel dan Kanit Reskrim mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Saat ini, bayi malang tersebut masih berada di tempat praktek Bidan Ruhama,” tambahnya.

Disebutnya, ciri-ciri ibu si bayi diperkirakan berusia 35 tahun dengan tinggi sekira 150 centimeter dan kulit sawo matang.

“Pada saat datang menggunakan pakain baju tidur warna pink, jilbab warna hitam dan menggunakan sarung. Semoga ibu si bayi segera kembali untuk mengambil si buah hati yang lucu ini,” harapnya.(mag-2/ala)

 

 

 

 

Dua Polisi Ditangkap Pesta Sabu

Jual sabu pada polisi-Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua personel Polsek Patumbak tertangkap saat pesta sabu di Gang Pelita, Pasar XII, Patumbak, Jumat (11/5) malam.

Kanit Reskrim Polsek Patumbak Iptu Ainul Yaqin mengatakan, awalnya personel Reskrim Polsek Patumbak akan menangkap Edi Sudarman (50) dan Abdi Gobel (41) warga Gang Pelita, Pasar XII, Kecamatan Patumbak yang sudah menjadi target operasi (TO).

Namun saat dilakukan penggerebekan, Brigradir S dan W malah ada di lokasi. “Ya benar, kita ada melakukan penangkapan tadi malam,” ungkapnya, Minggu (13/5).

Dari lokasi, petugas juga turu mengamankan 4 orang wanita. Satu diantaranya merupakan tersangka dengan inisial SR (23) warga Langsa, Kabupaten Aceh Timur.

Sedangkan tiga wanita lainnya, masing-masing R (23), B (25) dan C (19) merupakan saksi. Sebab, ketiganya berada di tempat saat penggerebekan.

Namun, Yaqin menyatakan kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Polrestabes Medan. Sedangkan untuk dua oknum polisi yang diamankan masih dalam tahap proses pembuktian.

“Karena kita kan ada waktu 6 hari untuk lakukan pembuktian apakah anggota kita benar terlibat atau tidak,” ujarnya.

Yaqin menegaskan, penggerebekan dilakukan Polsek Patumbak. Buka BNNP atau Polda Sumut.

Penggerebekan berawal dari informasi masyarakat. Yaqin mengaku, anggotanya sudah melakukan pengintaian selama satu bulan.

“Masyarakat juga sudah sangat resah dan memberikan informasi ke kita. Makanya kita langsung mengadakan penggerebekan,” katanya.

Dari lokasi, petugas mengamankan satu buah bonk (alat hisap sabu), 1 gram sabu dan timbangan elektrik.

Soal dua oknum polisi yang terjaring dalam penggerebekan tersebut, pihaknya masih menunggu hasil labfor. Apakah mereka terlibat atau tidak.

“Soalnya, saat penggerebekan tidak ada barang bukti di tangan mereka,” pungkasnya.

Apakakah keempat wanita itu digunakan untuk pesta sabu dan seks? Yaqin mengaku masih dikembangkan.(mag-1/ala)

 

Direktur CV Aida Cahaya Lestari DPO

Foto: Teddy Akbari/Sumut Pos Kantor Kejari Binjai, Jalan Tengku Amir Hamzah, Binjai Utara.
Foto: Teddy Akbari/Sumut Pos
Kantor Kejari Binjai, Jalan Tengku Amir Hamzah, Binjai Utara.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Pidsus) Kejari Binjai mengeluarkan surat daftar pencarian orang (DPO) terhadap tersangka dugaan korupsi pengadaan alat peraga sekolah dasar tahun anggaran 2011, Dodi Asmara. Pasalnya, rekanan Dinas Pendidikan yang merupakan Direktur CV Aida Cahaya Lestari itu tiga kali mangkir dari panggilan penyidik saat berstatus tersangka.

Kepala Kejari (Kajari) Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar membenarkan, penyidik telah mengeluarkan surat DPO tersebut. “Kami juga sudah kordinasi hal ini ke Kejatisu,” kata Victor, Selasa (8/5).

Selain mengeluarkan surat DPO, tersangka yang merupakan rekanan pelaksana pengadaan barang itu juga sudah dicekal keluar negeri. Menurut Kajari, penyidik juga sudah berupaya mengendus keberadaan yang bersangkutan.

Sayang, upaya tersebut belum menuai hasil. Selain keberadaannya, penyidik juga tengah mengendus aset-aset yang bersangkutan.

“Tersangka yang satu lagi dari PPK kooperatif,” sambung bekas Kajari Kualatungkal ini.

Kedua tersangka sejauh ini belum ditahan penyidik. Victor menambahkan, pihaknya juga sudah meminta bantuan kepada Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut guna menghitung kerugian negara dari auditor yang independen.

Kata Victor, hasil audit dari BPKP nanti bisa saja bertambah. “Hasil audit (kerugian negara) yang Rp200 juta itu merupakan hasil dari hitungan jaksa. BPKP Sumut akan mengundang kita (Kejari Binjai) terkait surat permohonan kami, sudah mendapat balasan, Minggu depan itu, (undangannya),” tukasnya.

Sebelumnya, penyidik menetapkan dua tersangka. Keduanya masing-masing, Bagus Bangun selaku Pejabat Pembuat Komitmen dan rekanan pelaksana pengadaan barang, Direktur CV Aida Cahaya Lestari, Dodi Asmara. Penyidik menetapkan mereka tersangka pada 28 Maret 2018.

Dugaan penyelewengan pada pengadaan sound sistem dan mesin tik fiktif yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Binjai bersumber dari Dana Alokasi Khusus dengan pagu anggaran sebesar Rp1,2 miliar. Sekira 10 kepala sekolah juga sudah diperiksa sebagai saksi.

Bahkan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Ismail Ginting yang saat itu menjabat Sekretaris Disdik pun pernah memenuhi panggilan pemeriksaan dari penyidik sebagai saksi pada Rabu (28/3) lalu.

Beredar kabar, Ismail Ginting sudah ditetapkan tersangka oleh penyidik. Namun hal itu ditepis Kasi Pidsus Kejari Binjai, Hery P Situmorang.

“Belum, masih sebagai saksi (Ismail). Tapi tak menutup kemungkinan juga ada tersangka baru,” jawab Hery disoal peningkatan status Ismail dari saksi menjadi tersangka.(ted/ala)

Usai Maling, Jhoni Iskandar Foya-foya

Foto: SOPIAN/SUMUT POS APIT: Kasubbag Humas AKP MT Sagala didampingi KBO Satreskrim Iptu Beringin Jaya mengapit Jhoni Iskandar.
Foto: SOPIAN/SUMUT POS
APIT: Kasubbag Humas AKP MT Sagala didampingi KBO Satreskrim Iptu Beringin Jaya mengapit Jhoni Iskandar.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO  – Jhoni Iskandar Lumbangaol (28) diringkus tim gabungan Polsek Bandar Khalifah bersama Satreskrim Polres Tebingtinggi, Rabu (25/4). Pasalnya, ia telah melakukan pencurian di rumah Elpide (57), warga Dusun II, Desa Juhar, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Kasubbag Humas AKP MT Sagala membenarkan penangkapan warga Desa Maligas, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun itu. Sedangkan rekan pelaku berinisial WS (DPO), masih dalam pengejaran.

“Minggu (25/3), pelaku Jhoni bersama rekannya WS pada mengendarai satu unit sepeda motor datang ke Desa Juhar, Kabupaten Sergai. Mereka bermaksud melakukan aksi pencurian,” jelas.

Saat kedua pelaku melintas di lokasi kejadian, keduanya melihat korban bersama keluarganya meninggalkan rumah untuk melaksanakan ibadah ke gereja.

“Selanjutnya, menggunakan sepotong besi berukuran sekitar 40 cm dan satu buah obeng, kedua pelaku berhasil merusak pintu bagian belakang dan masuk kedalam rumah korban,” tutur MT Sagala.

Usai melakukan aksinya, kedua pelaku kabur ke Kota Medan untuk menjual barang-barang hasil curian. Korban yang mengetahui rumahnya dibongkar maling, kemudian membuat pengaduan ke Mapolsek Bandar Khalifah.

Akibat kejadian ini, korban mengaku mengalami kerugian hingga sebesar Rp 29 juta rupiah.

“Pelaku Jhoni akhirnya berhasil ditangkap pada hari Rabu (25/4) sore sekitar pukul 18.00 WIB di Kota Perbaungan,” ujar MT Sagala.

Kepada polisi, Jhoni mengaku emas seberat 166 gram milik korban telah dijual pelaku di Kota Medan. Sedangkan handphone Oppo milik korban dijual pelaku di Kota Perbaungan.

Jhoni mengaku dirinya ditangkap saat hendak menagih sisa uang penjualan handphone Oppo milik korban kepada seorang pria bernama Utoyo warga Kota Perbaungan.

“Handphone Oppo curian itu kujual seharga Rp800 ribu, tapi baru Rp 400 ribu yang dibayar. Itulah yang mau kutagih,” ujar Jhoni.

Pelaku juga mengakui jika uang hasil pencurian tersebut telah habis digunakan keduanya untuk foya-foya dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dari pelaku Jhoni petugas berhasil menyita barang bukti 1 unit handphone Oppo warna hitam, 1 buah kaos warna biru, 1 potong celana jeans serta sepasang sepatu warna biru. Akibat perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 4e, 5 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun.(ian/ala)