Home Blog Page 6358

Jokowi: Pengecut, Biadab!

Presiden RI Joko Widodo mmberikan pernyataan terkait teror bom di Surabaya, Minggu (13/5).
Presiden RI Joko Widodo mmberikan pernyataan terkait teror bom di Surabaya, Minggu (13/5).

SUMUTPOS.CO – Presiden Jokowi menyebut, ledakan yang terjadi di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5) pagi sekitar pukul 08.50 WIB, merupakan aksi bom bunuh diri.

“Hari ini, pagi ini, baru terjadi lagi bom bunuh diri di Polrestabes, Surabaya lagi,” ujar Presiden Jokowi.

Jokowi juga menekankan bahwa bahwa aksi teroris ini merupakan tindakan pengecut. “Ini adalah tindakan pengecut, tindakan tak bermartabat, tindakan yang biadab,” cetus Jokowi.

Dia mengaku telah memerintahkan Kapolri untuk melakukan tindakan tegas terhadap jaringan teroris.

“Saya perintahkan Kapolri untuk melakukan tindakan tegas, tanpa kompromi,” kata Jokowi.

Selain mengecam aksi bom bunuh diri yang terjadi di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5) pagi tadi, Presiden Joko Widodo juga mendesak DPR dan kementerian terkait segera menuntaskan pembahasan revisi UU Terorisme.

Dikatakan Jokowi, RUU tersebut sudah diajukan ke DPR sejak Februari 2016. Karenanya dia meminta segera dituntaskan. “Segera diselesaikan secepat-cepatnya dalam masa sidang berikut, yaitu di 18 Mei yang akan datang,” ucap Jokowi di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Senin (14/5).

Ditegaskan dia bahwa RUU tersebut penting segera diselesaikan karena akan menjadi payung hukum bagi aparat Polri untuk bisa mengambil tindakan tegas baik saat pencegahan maupun penindakan terduga terorisme.

“Kalau nantinya Juni, di akhir masa sidang ini belum segera diselesaikan, saya akan keluarkan Perppu,” tandas Jokowi.  (mag-01/bbs/mea)

Djoss: Tiap Kecamatan Satu SMA/SMK

Pasangan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus saat acara debat publik kedua yang digelar KPU Sumut di Hotel Adi Mulya, Sabtu malam (12/5).
Pasangan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus saat acara debat publik kedua yang digelar KPU Sumut di Hotel Adi Mulya, Sabtu malam (12/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) menyiapkan program pemerataan pendidikan tingkat SMA/SMK se-derajat dengan penambahan gedung SMA/SMK per kecamatan. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan Angka Partisipasi Murni (APM) sekolah menengah di Sumatera Utara (Sumut).

Program ini menjawab pertanyaan pada segmen ketiga debat publik kedua Pilgubsu 2018 di Ballroom Hotel Adi Mulia, Medan, Sabtu (12/5) malam lalu. Di mana, pertanyaan yang dibacakan pembawa acara Zilvia Iskandar menyebutkan, APM sekolah menengah di Sumut 2016 sebesar 65,5 persen. Hal ini menunjukkan masih ada 34,5 persen penduduk yang belum menikmati pendidikan menengah.

“Kami akan membangun satu kecamatan harus ada satu SMK atau satu SMA. Sehingga daya jangkau sekolah dengan siswa itu lebih dekat. Karena faktor transportasi, kadang menghambat anak-anak tidak mau sekolah. Sehingga mereka, anak-anak kita harus sekolah. Tidak boleh karena keterbatasan biaya mereka tidak sekolah, harus sekolah,” ungkap Djarot.

Katanya, alasan lain pembangunan sekolah tingkat SMA/SMK di tiap kecamatan se-Sumut ini juga agar tingkat perbandingan antara guru dan murid seimbang. “Sehingga rasio antara guru dan murid, itu bisa betul-betul ideal, yaitu 1:17. Tapi kalau tidak bisa, 1:20,” jelasnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, paslon yang diusung PDI Perjuangan dan PPP itu yang sudah menyiapkan program Kartu Sumut Pintar juga menjanjikan beasiswa bagi siswa dari keluarga tak mampu, namun berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Kami juga akan mendorong anak-anak yang pintar, tapi tidak mampu bila diterima di perguruan tinggi, maka pemerintah akan memberikan beasiswa Rp12 juta per tahun. Jaminan beasiswa tidak hanya strata satu, tetapi juga strata dua,” tegasnya.

“Inilah tugas kita untuk menjamin rakyat harus sekolah. Dengan adanya motivasi ini, kita harapkan mereka mau sekolah. Sehingga wajib belajar 12 tahun bisa kita selesaikan,” tambah Djarot.

Tak kalah penting, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai, kesejahteraan guru juga menjadi prioritas paslon yang mengusung tagline ‘Semua Urusan Mudah dan Transparan’ itu. “Kita juga harus memberikan perhatian kepada guru-guru, terutama guru honorer, akan diberikan insentif. Termasuk guru-guru madrasah, supaya mereka juga terlibat untuk mengajak anak-anak kita agar sekolah,” pungkasnya. (rel)

 

 

Eramas Komitmen Lepaskan Petani dari Jerat Pengijon

Cawagubsu Musa Rajekshah mengacungkan satu jari saat berada di pematang sawah di kawasan Padang Lawas, Senin (14/5).
Cawagubsu Musa Rajekshah mengacungkan satu jari saat berada di pematang sawah di kawasan Padang Lawas, Senin (14/5).

SUMUTPOS.CO – Persoalan petani di Sumatera Utara yang berurusan dengan pengijon, menjadi perhatian pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah (Eramas). Pasangan ini berkomitmen untuk mendukung petani lepas dari jerat itu.

Salah satu kendala yang masih dihadapi petani di Sumut adalah masalah permodalan. Terbatasnya akses ke bank atau lembaga pembiayaan lainnya membuat banyak petani menjatuhkan pilihan pada rentenir yang membuat praktek ijon masih marak.

Praktek ijon ini, membuat petani membayar pinjaman modal dengan hasil pertaniannya tentu sangat miris. Karenanya petani akan  ketergantungan dan semakin jauh dari kata sejahtera. “Praktek ijon ini adalah masalah pertanian kita di Sumut. Hasil pertanian dibeli pemilik uang dengan harga yang sudah ditentukan lebih dulu. Petani harus jual ke pengijon karena sudah meminjam modal atau uang lebih dulu,” kata Ijeck, saat diwawancarai wartawan dalam kampanye di Padang Lawas, Senin (14/5).

Eramas kata Ijeck, berupaya agar petani bisa mandiri dalam mengelola sawah dan hasil pertaniannya. Salah satunya dengan menyediakan akses petani kecil ke dunia perbankan secara adil dan berkelanjutan. “Persoalan di lapangan, petani kita sulit menembus bank. Maka itu, bank daerah milik Pemprov Sumut harus lebih dimaksimalkan dan diandalkan untuk membantu petani nantinya,” kata Ijeck.

Setelah bebas dari pengijon yang kemudian berpraktik seperti rentenir, petani di Sumut diharapkan bisa lebih maksimal dalam mendukung upaya ketahanan pangan di Sumut. “Ketersediaan lahan pertanian juga harus dipertahankan. Pupuk dan benih disesuaikan dengan kebutuhan di satu daerah. Di samping itu, lahan yang ada dan dikelola petani juga harus dijaga agar hasilnya optimal dan petaninya turut sejahtera, tanpa riba,” kata Ijeck.

Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Sumut, Fadly Abdina, menyambut baik komitmen ERAMAS ini. Isu pertanian tidak hanya semata pengelolaan lahan. Tapi juga pengintegrasian sektor pertanian dari hulu hingga hilir, dari penyediaan benih, bibit dan pupuk yg baik serta terjangkau, penyediaan permodalan, penanganan pasca panen hingga penjaminan pasar yang baik buat para petani. “Program Eramas ini untuk menjaga petani dari jerat pengijon sangat realistis. Karena itu memang terjadi di lapangan,” kata Fadly.

Disebutkan Fadly, masyarakat Sumut harus jeli melihat program Calon Gubsu dan Wagubsu untuk memilih pada 27 Juni 2018. “Saya pikir, program kerja Eramas orisinal dan menyentuh ke persoalan di masyarakat Sumut . Bukan duplikasi,” katanya. (rel/adz)

Besok, Sidang Isbat Digelar di Kantor Gubsu

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PANTAU HILAL_Seorang petugas Observatorium melihat hilal yang akan muncul di Observatorium Ilmu Falak (OIF) Jalan Denai Medan, jumat (26/5) Berdasarkan sidang isbat dan pantauan hillal penetapan awal ramadan jatuh pada besok hari, Sabtu (27/5).
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Seorang petugas Observatorium melihat hilal di Observatorium Ilmu Falak (OIF) Jalan Denai Medan, tahun lalu. Sidang isbat dan pantauan hillal penetapan awal ramadan 2018 akan digelar di Kantor Gubsu, Selasa (15/5).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Penetapan awal Ramadan 1439 H akan ditentukan melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) RI besok, tepatnya 15 Mei 2018. Di Sumut, sidang isbat akan digelar di Kantor Gubsu, Medan.

Informasi ini disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kemenag RI, A Juraidi. Disebutkan Juraidi, rukyatul hilal akan dilaksanakan serentak di 95 titik pemantauan yang tersebar di 32 provinsi di Indonesia.

“Hasil rukyatul hilal dan data hisab posisi hilal awal Ramadan akan dimusyawarahkan dalam sidang isbat untuk kemudian diambil keputusan penentuan awal Ramadan 1439 H,” terangnya, seperti dikutip dari situs resmi Kemenag.

Sidang ini akan dihadiri duta besar negara-negara sahabat; Ketua Komisi VIII DPR RI; Mahkamah Agung; Majelis Ulama Indonesia (MUI); Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG); Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan); Badan Informasi Geospasial (BIG); Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB); Planetarium; pakar falak dari ormas-ormas Islam; pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama; serta Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

“Sidang isbat merupakan wujud kebersamaan Kementerian Agama selaku pemerintah dengan ormas Islam dan instansi terkait dalam mengambil keputusan, yang hasilnya diharapkan dapat dilaksanakan bersama,” tambahnya.

Panitia sidang isbat Ismail Fahmi, saat dihubungi, Senin (14/5/2018), merinci jalannya sidang isbat pada Selasa (15/5) besok.

“Acara dimulai pukul 16.00 WIB, diawali dengan pemaparan dari Tim Hisab dan Rukyat tentang posisi hilal menjelang awal Ramadan 1439 H. Presentasi posisi hilal pukul 17.00 WIB, sementara itu di bagian penerimaan rukyat sudah sambil bekerja,” terangnya.

Sidang isbat akan berlangsung secara tertutup, seperti saat sidang isbat penentuan awal Ramadan dan Syawal 2017, dan dilaksanakan selepas salat magrib setelah laporan hasil rukyatul hilal dari semua lokasi pemantauan terkumpul.

Ismail sempat menyebutkan ada tambahan titik pemantauan hilal untuk tahun ini, yakni untuk wilayah Jakarta, tepatnya di Masjid KH Hasyim Asy’ari, yang baru diresmikan tahun lalu, yang berlokasi di Kalideres, Jakarta Barat.

“Di sana sudah lengkap peralatan pemantauannya. Itu satu titik yang kita tambah di tahun ini,” ujarnya.

Berikut ini daftar lengkap lokasi pelaksanaan pemantauan hilal penetapan awal Ramadan 1438H/2017M:

Yesaya Bertanya ke Pelaku, Ibu Mau ke Mana?

Suasana usai bom bunuh diri si salahsatu dari tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5),
Suasana usai bom bunuh diri si salahsatu dari tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5),

SURABAYA, SUMUTPOS.CO – Yesaya Bayang, satpam di GKI Diponegoro, sempat memegangi pelaku Bom Surabaya, Minggu (13/5). Dia bertanya kepada tiga orang (pelaku) itu. “Ibu mau ke mana?” tanya Yesaya.

Bukannya menjawab, tiga orang itu, seorang dewasa dan dua anak-anak, malah kian mempercepat langkah menuju pintu gereja di Jalan Diponegoro tersebut. Bahkan sudah setengah berlari.

Melihat gelagat mencurigakan itu, dengan segera Yesaya yang bertugas bersama Antonius mengejar ketiganya. Namun, tetap saja tiga orang yang berpakaian serbagelap, longgar, dan hanya memperlihatkan kedua mata tersebut tak mau berhenti.

Yesaya pun spontan langsung memegang si dewasa, yang dipegang berontak. Karena mendapatkan perlawanan, Yesaya pun memegang lebih erat. Saat itulah ledakan keras langsung terdengar. ”Daarrr…!”

Yesaya mengalami luka bakar di kaki dan tangan sebelah kanan serta pipi. Dia dirawat di Di RSAL Surabaya. Sang istri, Yeni Widiastuti mengaku tak punya perasaan aneh soal kebiasaan suaminya sebelum berangkat bertugas kemarin.

Semua berjalan seperti biasa. Saat Yesaya hendak pergi ke GKI, tempat dia bekerja 12 tahun terakhir, Yeni pun mencium tangan dan mendoakannya. Seperti yang sudah bertahun-tahun dia lakukan.

Pasangan tersebut telah dikaruniai dua anak: Gerrard Cillion, 12, dan Pavel Cillion, 13. ”Papanya anak-anak itu disiplin dan suka berolahraga. Dia sering olahraga bareng anak-anak,” kata Yeni tentang suaminya yang berusia 40 tahun dan berasal dari Alor, Nusa Tenggara Timur itu.

Sekitar dua jam setelah sang suami berangkat, barulah Yeni mendapat kabar yang merobek hati tersebut. ”Sekitar jam 08.00 dikabarin kalau suami saya kena bom dan dilarikan ke rumah sakit,” katanya.

Yesaya dirawat di instalasi gawat darurat dan hanya boleh dijenguk istri dan anak. Itu pun dibatasi waktunya. ”Semoga suami saya baik-baik saja,” harap perempuan 39 tahun tersebut. (Edi Susilo-Nurul Qomariyah-Jos Rizal//c9/ttg)

Eksepsi Ditolak, Ahmad Dhani Siap Datangkan 19 Saksi

Terdakwa Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Ahmad Dhani berpose saat mengikuti sidang perdana pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Sellata, Jakarta, Senin (16/4). Dhani ditetapkan menjadi tersangka atas laporan pendiri BTP Network Jack Lapian karena kicauannya di sosial media Twitter dan dianggap menghasut serta penuh kebencian terhadap pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Foto: Ismail Pohan/INDOPOS
Terdakwa Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Ahmad Dhani berpose saat mengikuti sidang perdana pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Sellata, Jakarta, Senin (16/4). Dhani ditetapkan menjadi tersangka atas laporan pendiri BTP Network Jack Lapian karena kicauannya di sosial media Twitter dan dianggap menghasut serta penuh kebencian terhadap pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Musikus Ahmad Dhani kembali menjalani sidang lanjutan dugaan ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (14/5).

Sidang beragendakan putusan sela itu, Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Ketua Ratmoho menolak eksepsi yang diajukan oleh Ahmad Dhani.

Hakim berpendapat, nota keberatan yang disampaikan Ahmad Dhani telah telah terkategorikan ke dalam pokok perkara sidang. Sehingga harus melalui sidang lanjutan untuk mengetahui kebenarannya.

“Menimbang setelah majelis meneliti seksama surat dakwaan yang telah dibacakan Jaksa Penuntut Umum dan dikaitkan dengan nota keberatan yang dibuat terdakwa. Maka majelis hakim berkesimpulan bahwa apa yang di sampaikan pengacara terdakwa dalam eksepsinya itu adalah materi perkara. Hal tersebut baru diketahui benar nanti setelah bukti yang diajukan Jaksa Penuntut Umum atau terdakwa sendiri,” kata Ratmoho dalam persidangan.

“Berdasarkan uraian dan pendapat dengan Jaksa Penuntut Umum bahwa alasan terdakwa tidak beralasan hukum maka harus ditolak. Menimbang karena eksepsinya ditolak maka pemeriksaan Ahmad Dhani dilanjutkan,” lanjutnya.

Mengetahui penolakan tersebut, suami Mulan Jameela ini hanya bisa menerima dengan ikhlas dan siap menghadapi sidang lanjutan.

“Enggak ada (kekecewaan). Ini kan berarti terobosan baru dalam dunia hukum kita, bahwa pendapat bisa diadili,” jawab Dhani.

Bahkan tak main-main, guna membuktikan dirinya tidak bersalah, Dhani akan menghadirkan 19 saksi ahli. Namun, dia masih enggan membeberkan identitas saksi tersebut.

“Siap 19 saksi akan kami datangkan,” imbuhnya. (sat/jpc)

Kedua Gadis Cilik Itu Biasa Main, Diajak Ayahnya Ledakkan Bom

Dita Supriyanto (sang ayah), bersama istri dan keempat anaknya, yang melakukan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5).
Dita Supriyanto (sang ayah), bersama istri dan keempat anaknya, yang melakukan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5).

SIDOARJO, SUMUTPOS.CO – Densus 88 mendatangi rumah Dita Oeprianto, otak peledakan bom di tiga gereja di Surabaya, berlokasi di Jalan Wisma Indah Blok J/22, Wonorejo, Rungkut.

Polisi datang Minggu pukul 18.15 dan mendapati rumah dalam keadaan kosong. Mereka kemudian menyisir rumah tersebut untuk mencari barang bukti.

Densus 88 menemukan enam bom berbentuk pipa yang masih aktif. Keenamnya dikemas dalam tiga kantong plastik, masing-masing berisi dua bom. Letaknya berada di salah satu kamar rumah berwarna merah bata itu. ”Gegana langsung meledakkan bom di lokasi,” ujar Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan.

Selain itu, Densus 88 menemukan styrofoam yang digunakan untuk mengemas bom. Rudi menyatakan, bahan tersebut persis dengan yang ditemukan di lokasi bom Jalan Arjuno. Gunanya adalah untuk memperbesar pembakaran bahan peledak. Dengan demikian, daya ledaknya lebih tinggi.

Beberapa bahan kimia juga ditemukan di rumah itu. Di antaranya, aseton, belerang, Hcl, H2O, Aquades, dan korek kayu. ”Itulah yang digunakan pelaku untuk membuat bom TATP,” katanya. Jenis bom itulah yang digunakan Dita dan pelaku lain untuk meledakkan tiga gereja.

Polisi membawa beberapa barang bukti lain. Yakni, buku dan dokumen berupa surat. Rudi menambahkan, kondisi rumah cukup berantakan. Di sana ada ruangan yang biasa digunakan untuk latihan memanah. Disinggung soal kelompok asal Dita, Rudi belum bisa memberikan kepastian.

Rumah tersebut adalah rumah pribadi milik Dita. Dia tinggal di sana sejak 2010.

Aceh United Tutup Jeda Ramadhan dengan Kemenangan

Aceh United mengalahkan tuan rumah dengan skor 2-3 dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jawa Barat, Minggu petang, 13 Mei 2018.
Aceh United mengalahkan tuan rumah dengan skor 2-3 dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jawa Barat, Minggu petang, 13 Mei 2018.

BANDA ACEH, SUMUTPOS.CO – Aceh United berhasil meraih poin penuh saat bertandang ke markas Persita Tanggerang usai mengalahkan tuan rumah dengan skor 2-3 dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jawa Barat, Minggu petang, 13 Mei 2018.

Tiga gol kemenangan Aceh United tersebut dicetak oleh Syakir Sulaiman, masing-masing pada menit 30 melalui titik pinalti, serta dua gol yang dicetak pada menit  36 dan 49. Sedangkan gol dari tuan rumah di cetak oleh Aldi Al Achya pada menit 54 dan di masa injury time.

Dengan kemenangan tersebut, Aceh United menutup jeda menghadapi bulan Ramadhan dengan kemenangan. Untuk saat Syakir Sulaiman dkk mengumpulkan 8 poin dan berhasil duduk di posisi dua papan klasemen sementara. Di atasnya Semen Padang yang unggul satu poin.

Pelatih Aceh United, Pelatih Aceh United FC, Simon Elissetche mengaku puas dengan hasil yang diperoleh anak asuhnya.

“Hasil tersebut sesuai dengan target yang diharapkan, yaitu poin penuh di kandang lawan,” kata Simon.

Dalam pertandingan tersebut, Simon juga memakai formasi baru dengan menurunkan para pemain muda. “Hasilnya sangat memuaskan. Anak-anak sudah bermain bagus, kerjasama tim yang solid serta semangat juang yang tinggi sehingga hasilnya pun sangat memuaskan,” katanya. (zal)

Nelayan Tapaktuan Hilang Jatuh dari Perahu

Kapal tenggelam-Ilustrasi.
Kapal tenggelam-Ilustrasi.

TAPAKTUAN, SUMUTPOS.CO – Bakri (22) seorang nelayan tradisional warga Ladang Tuha, Kecamatan Pasieraja, Aceh Selatan, dinyatakan hilang di laut lepas setelah terjatuh dari perahu, Senin (14/5) sekitar pukul 04.30 WIB.

Panglima Laot Tapaktuan Syafii Jama, kepada wartawan mengatakan, korban hilang saat melabuh pukat 12 mil dari bibir pantai laut Seubadeh, Kecamatan Bakongan Timur.

Kata dia, korban seelumnya pergi melaut bersama tiga rekannya menggunakan bot pukat cincin pada Minggu (13/5) sore kemarin.

“Korban bertolak dari Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Tapaktuan bersama tiga rekannya. Saat sedang melabuh pukat sekitar pukul 04.30 WIB, korban terjatuh ke laut,” ujar Syafii.

Tiga rekan korban, sebut Syafii, sempat berusaha mencari korban dengan terjun ke laut. Sayangnya, korban tidak ditemukan.

“Rekan korban sudah berupaya mencari, bahkan menggunakan pukat juga tidak berhasil,” sebutnya.

Karena tak membuahkan hasil, sambungnya, rekan korban kemudian melaporkan prihal tersebut ke Polsek Bakongan Timur.

Hingga saat ini, upaya pencarian terhadap korban oleh personel Polisi, TNI, tim SAR dan sejumlah elemen terkait lainnya masih dilakukan. (zal)

Densus 88 Tangkap 5 Teroris di Sidoarjo

Anti teror Mabes Polri-Ilustrasi

SIDOARJO, SUMUTPOS.CO – Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap lima orang terduga teroris di Perumahan Puri Maharani, Sukodono dan juga di Desa Urangagung, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (14/5).

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto membenarkan penangkapan tersebut. Namun, Setyo masih merahasiakan identitas kelima terduga teroris.

“Benar informasinya seperti itu (soal penangkapan lima teroris di Sidoarjo),” kata Setyo kepada wartawan di Mabes Polri, Senin (14/5).

Dari data yang dihimpun, dalam penangkapan itu diwarnai dengan baku tembak antara pelaku dan anggota Densus 88 Antiteror.

Belum diketahui apakah dari peristiwa itu memakan korban jiwa baik dari terduga teroris maupun polisi.

Dalam operasi penangkapan itu, Densus 88 juga mengamankan beberapa bahan peledak aktif dari tempat tersebut. Saat ini, polisi masih terus melakukan pemeriksaan soal tersebut.

Diketahui, serangkaian aksi teror terjadi di Jawa Timur. Mulai dari ledakan di tiga gereja hingga sebuah rusun yang tak jauh dari kantor polisi. (mg1/jpnn)