Home Blog Page 6361

Ramadan Fair Sediakan 210 Stan

Pemasangan atap, tenda dan stan menjelang digelarnya Ramadan Fair di Medan, kemarin.
Pemasangan atap, tenda dan stan menjelang digelarnya Ramadan Fair di Medan, kemarin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Persiapan even tahunan Ramadan Fair yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus dilakukan. Jalan Masjid Raya yang digunakan sebagai tempat berlangsungnya even selama sebulan akan ditutup. Karena digunakan untuk mendirikan stand dan jajaran.

Kepala Bagian Keagamaan Setda Kota Medan, Adlan, selaku satuan kerja yang ditunjuk sebagai panitia pelaksana mengaku, bahwa persiapan terus dilakukan dan tengah berjalan. Diharapkan sehari sebelum puasa telah selesai dan bisa digunakan untuk berjualan.

“Persiapan sedang dilakukan terus dan kita masih ada waktu sekitar seminggu lagi. Kita ingin persiapan benar-benar matang hingga acara tahun ini berlangsung sukses dan lebih baik dari tahun sebelum-sebelumnya,” kata Adlan, kemarin.

Ia menyebutkan, total stan di Ramadan Fair tahun ini sebanyak 210 unit. Stan-stan tersebut nantinya akan ditempat oleh usaha kecil & menengah (UKM) yang berjualan kuliner dan lainnya.

“Stan itu akan diberikan kepada UKM-UKM yang melakukan permohonan. Nantinya akan diundi pembagiannya supaya merata,” aku mantan Plt Kepala SMPN 1 Medan ini melalui sambungan telepon genggamnya.

Disinggung sejauh ini sudah berapa yang mengajukan permohonan untuk menempati stan, Adlan terkesan enggan membeberkannya. Ia hanya mengatakan, berharap semoga terpenuhi dan sedang dalam proses.

“Setiap permohonan untuk menempati stan tidak langsung disetujui, tetapi diseleksi terlebih dahulu,” ucapnya tanpa menjelaskan proses seleksi yang dilakukan seperti apa.

Ditanya adakah memasang tarif setiap stan yang ada, Adlan menyatakan bahwa tidak memperjualbelikan. Artinya, setiap stan ditempati berdasarkan permohonan yang masuk.

“Semua berdasarkan pemohonan, tidak ada jual beli stan,” tandasnya yang buru-buru menutup pembicaraan lantaran mengaku sedang menemani Wali Kota Medan berziarah.

Diketahui, pembukaan Ramadan Fair tahun ini akan dilakukan pada Sabtu (19/5) malam. Direncanakan, jika tidak ada halangan pembukaan dilakukan oleh Wali Kota Medan Dzulmi Eldin.

Sementara, Asisten Pemerintahan Setda Kota Medan, Mussadad Nasution menuturkan, pelaksanaan even tahunan tersebut pada tahun ini berbarengan dengan iklim politik.

Menyadari potensi gerakan politik muncul pada ajang itu, diingatkan agar mencopot seluruh atribut kampanye yang terpasang di sekitar lokasi ramadan fair.

“Jangan sampai ada muncul poster atau atribut yang berbau politik di Ramadan Fair. Apabila ditemukan, maka Satpol PP langsung menertibkan dengan menurunkan dan mengamankannya,” kata Mussadad.

Diutarakannya, Pemko Medan tidak ingin Ramadan Fair dijadikan lokasi kampanye. Sebab, di acara tersebut berkumpul banyak orang. “Saat ini sedang musim kampanye. Atribut kampanye termasuk ujaran kebencian, tidak boleh terlihat di lokasi ramadan fair,” cetusnya.

Dia melanjutkan, tak hanya di lokasi Ramadan Fair, atribut kampanye dan ujaran kebencian juga tidak boleh terdapat Taman Sri Deli. Oleh sebab itu, petugas Satpol PP harus benar-benar jeli dan detail, jangan sampai kecolongan. (ris/azw)

Dewan Usul Pembayaran Pajak Sistem Transfer

SUTAN SIREGA/SUMUT POS ANTRI_Puluhan warga mengantri saat mengurus denda pajak kendaraan bermotor di kantor samsat Jalan Putri Hijau Medan, Rabu (11/4) Warga memanfaatkan penghapusan denda pajak agar lebih meringankan biaya pengurusan.
SUTAN SIREGA/SUMUT POS
ANTRI_Puluhan warga mengantri saat mengurus denda pajak kendaraan bermotor di kantor samsat Jalan Putri Hijau Medan, beberapa waktu lalu.  Warga memanfaatkan penghapusan denda pajak agar lebih meringankan biaya pengurusan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Tidak tercapainya target pemutihan denda pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor (PKB/BBN-KB) mendapat tanggapan dewan. Tahapan proses administrasi di Samsat pun diminta untuk dipangkas agar kepengurusan lebih cepat.

“Proses pembayaran pajak ini masih perlu direvisi. Kalau bisa dipermudah, jangan lagi pakai birokrasi yang berbelit. Bila perlu pakai ATM dan sistem transfer, selesai. Orang tak perlu lagi antre di kantor Samsat sampai berlama-lama,” ujar Wakil Ketua Komisi C DPRD Sumut Zeira Salim Ritonga kepada Sumut Pos, Jumat (11/5).

Selian itu, Zeira mengatakan bahwa di daerah (UPT kabupaten/kota) kemungkinan besar sosialisasi tidak berjalan maksimal. Karena itu pula, banyak warga yang tidak tahu ada program pemutihan dimaksud. Begitu juga dengan sistem pelayanan yang masih cenderung menunggu masyarakat memenuhi kewajibannya.

“Harusnya sudah pakai sistem jemput bola. Kalau perlu ya betul-betul didatangi penunggak pajaknya. Namun saya harus jelas dan akurat. Kalau perlu buat sanksi sehingga masyarakat malu kalau tidak bayar pajak,” katanya.

Dengan kondisi ini menurut Zeira, pemerintah harus mencari cara agar bagaimana proses membayar pajak yang merupakan masukan bagi APBD setiap tahunnya, bisa lebih mudah dan tidak sulit. Apalagi melalui teknologi canggih saat ini, sudah sepantasnya kemudahan didapatkan warga yang punya niat memberikan kewajibannya kepada negara.

“Namanya kita mau dapat duit, ya segala cara harua dibuat untuk bisa mendapatkannya. Jadi jangan lagi panjang prosesnya, harus ini, harus itu, harus daftarkan dulu. Padahal begitu dia belum membayar, tentu sudah penunggak pajak. Kalau dia mau membayar, itu sudah bagus. Jadi jangan lagi ada istilah birokrasi panjang,” sebutnya. (bal/azw)

BKD Distribusikan Pengurangan Jam Kerja

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PENAMBAHAN KUOTA CPNS_Beberapa orang PNS bekerja seperti biasa di Kantor Pemprov Sumatera Utara Medan, Senin (6/2) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abdnur berencana menambah porsi CPNS dari sekolah kedinasan, penambahan porsi CPNS ini akan berlaku untuk seluruh sekolah kedinasan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PENAMBAHAN KUOTA CPNS_Beberapa orang PNS bekerja seperti biasa di Kantor Pemprov Sumatera Utara Medan, beberapa waktu lalu.

SUMUTPOS.CO – BADAN Kepegawaian Daerah (BKD) Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara (Setdaprovsu) sedang menyusun jadwal kerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprovsu selama Ramadan 1439 Hijriah. Acuannya tetap pada edaran dan petunjuk teknis (juknis) yang sebelumnya diterbitkan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Birokrasi Reformasi (Menpan RB), Asman Abnur.

“Sedang disusun BKD. Acuannya tetap seperti juknis pusat,” kata Pelaksana Tugas Sekdaprovsu, Ibnu Sri Utomo kepada Sumut Pos, Minggu (16/5).

Dikatakan Ibnu, jam kerja ASN selama Ramadan akan dikurangi satu jam dari biasanya. Di mana hal itu tertuang sesuai Surat Edaran Menpan RB Nomor 336/2018 tentang Penetapan Jam Kerja ASN, TNI, dan POLRI pada Ramadan.

Sama seperti penuturan menteri, terang dia, hal ini diberikan agar ASN yang melaksanakan puasa bisa meningkatkan ibadahnya.

“Meski begitu pesan menteri agar seluruh ASN tetap memprioritaskan pelayanan publik dan tidak pernah mengabaikan tugas, pokok, dan fungsinya,” tutur Ibnu.

Namun saat disinggung ada atau tidak aturan soal sanksi bagi ASN yang bolos tanpa keterangan selama Ramadan, ia mengaku bahwa hal dimaksud sudah diatur pada peraturan pemerintah tentang disiplin pegawai. “Untuk lebih detailnya apakah edaran tersebut sudah didistribusikan, silahkan ditanya ke BKD,” pungkasnya.

Pelaksana Harian Kepala BKD Setdaprovsu, Abdul Khoir Harahap mengakui, bahwa pihaknya sedang menyusun mengenai waktu kerja ASN selama Ramadan tahun ini. Menurut dia secara prinsip tidak ada yang berubah dari sisi tanggung jawab pekerjaan ASN pada bulan diluar Ramadan. Di mana cuma dikurangi satu jam saja waktu kerjanya dari hari biasa.

“Ya, sudah kita susun dan tinggal minta tanda tangan pimpinan saja. Setelah itu akan kita edarkan ke seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprovsu,” katanya.

Mengenai aturan sanksi bagi ASN yang bolos maupun terlambat masuk jam kerja saat Ramadan, tetap mengacu pada peraturan yang sudah berlaku sebelumnya.

“Ketentuan tersebut sudah jelas diatur. Dan seluruh ASN pasti sudah memahaminya. Pengurangan waktu kerja selama Ramadan tetap tidak mengurangi volume kerja pegawai secara utuh,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menpan RB Asman Abnur mengatakan, jumlah jam kerja bagi instansi pemerintah pusat dan daerah yang melaksanakan lima hari atau enam hari kerja menjadi 32,5 jam per minggu selama Ramadan. (prn/azw)

Harga Daging Sapi Masih Mahal

Foto: BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos SIDAK: KPPU KPD Medan melakukan sidak didua RPH di Kabupaten Deli Serdang.
Foto: BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
SIDAK: KPPU KPD Medan melakukan sidak didua RPH di Kabupaten Deli Serdang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pengawas Persaingan Usaha Kantor Perwakilan Daerah (KPPU KPD) Medan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua rumah potong hewan (RPH) Jalan Inpres Sunggal Kabupaten Deliserdang, Minggu (13/5) dini hari. Langkah yang dilakukan KPPU KPD ini untuk memastikan tidak ada monopoli maupun kartel saat Ramadan dan Idul Fitri 1439 H.

Sidak di RPH ini, dipimpin langsung oleh Kepala KPPU KPD Medan Ramli Simanjuntak. Pertama kali tim mendatangi RPH NP 96 dan selanjutnya RPH Tani Asli. Ramli mengatakan tujuan sidak untuk melihat tidak ada terjadi kecurangan saat dilakukan pendistribusian daging sapi ini.

“KPPU ingin memastikan tidak terjadi gangguan penyaluran bahan pangan strategis khususnya daging sapi menjelang Ramadan di tahun 2018,” ucap Ramli kepada wartawan.

Ramli menjelaskan, sidak ini juga untuk mengantisipasi penyimpangan distribusi daging sapi yang dilakukan dalam bentuk tindakan antipersaingan dalam bentuk monopoli maupun kartel bahan pangan. Di mana saat Ramadan dan lebaran konsumsi daging sapi akan mengalami peningkatan.

“Di dua RPH ini, kita melihat kondisi nyata di lapangan terkait ketersediaan daging sapi,” ungkap Ramli.

Ramli mengungkapkan dari tinjau ini, ditemukan harga daging dijual pihak RPH kepada pedagang tradisional sangat mahal. Diketahui harga daging sapi dari RPH ke pedagang sekitar Rp 103.000 per kilogram (kg). Sementara harga sapi hidup Rp45.000 per kg. Sedangkan harga di tingkat konsumen mencapai Rp 115 ribu per kg.

“Nah dari sini, kita menemukan selisih harga yang cukup fantastis. Atas temuan ini kita akan mengecek langsung kepada pemasok atau produsen hewan potong yang menjual hewan Rp44 hingga Rp48 ribu per kilo kepada pihak rumah potong hewan. Sebab para pengelola rumah potong berkilah hewan potong yang dibeli tersebut tidak seluruh bisa dijual kepada para pedagang,” jelas Ramli.

Poso Tuan Rumah Paskah Nasional 2019

Ketua Umum Perayaan Paskah Nasional 2018, Dr Hj Nurhajizah Marpaung, SH MH diabadikan bersama Panitia Perayaan Paskah Nasional 2018 di Emerald Garden Hotel, Jumat (11/5). SAMBUTAN: Ketua Umum Perayaan Paskah Nasional 2018, Dr Hj Nurhajizah Marpaung, SH MH diabadikan bersama Panitia Perayaan Paskah Nasional 2018 di Emerald Garden Hotel, Jumat (11/5).
Ketua Umum Perayaan Paskah Nasional 2018, Dr Hj Nurhajizah Marpaung, SH MH diabadikan bersama Panitia Perayaan Paskah Nasional 2018 di Emerald Garden Hotel, Jumat (11/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Penyelenggaraan Paskah Nasional ke-14 tahun 2018 di Samosir dan Balige, pada 27-28 April 2018, berlangsung sukses.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Paskah Nasional 2018 yang juga Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH, pada acara pembubaran panitia Paskah Nasional ke-14 di Hotel Grand Emerald, Jalan Yos Sudarso Medan, Jumat (11/5).

“Walaupun sebelumnya kita panitia sempat was-was akan penyelenggaraan tersebut, apakah akan berjalan sukses. Tapi setelah terlaksana, dari informasi di media sosial (Medsos), bahwa Paskah Nasional yang kita selenggarakan telah berjalan sukses. Doa saya memang itu kepada Tuhan, agar penyelenggaraan Paskah ini dapat berjalan sukses. Dan doa saya dijawab Tuhan. Jadi tak ada yang tak mungkin bagi Tuhan,” kata Wagubsu Nurhajizah.

Wagubsu  juga merasa bangga, baru kali ini Ketua Panitia Paskah beragama Islam, dan kegiatan dapat terselenggara dengan baik dan sukses. “Jadi kita panitia di acara ini berasal dari lintas agama. Kerja keras panitia telah dijawab oleh Tuhan. Karenanya, kita harus mengucapkan syukur atas terselenggaranya even nasional ini dengan baik. Paskah sudah sukses kita laksanakan, terimakasih doa dan dukungan dari masyarakat Sumut,” ujarnya.

Secara khusus, Nurhajizah juga menjabarkan berbagai kegiatan paskah yang telah dilaksanakan berkaitan dengan Paskah Nasional 2018, diantaranya bhakti sosial berupa pembuatan dan pemasangan kaki palsu, pembuatan sumur bor, pengadaan bingkisan paskah sebanyak 5000 paket dan pembangunan monumen paskah.

Sementara itu, Ketua Harian Paskah Nasional Bonar Sirait menyampaikan, acara Paskah berlangsung sukses di Samosir dan Tobasa, dikarenakan berkat kerja sama semua panitia, baik dari Provinsi Sumut, Samosir dan Tobasa, juga dukungan masyarakat Sumut. “Kerja keras kita ini juga berjalan sesuai dengan rencana berkat pertolongan Tuhan. Diberikan-Nya cuaca yang cerah selama berlangsungnya acara, sehingga bisa merayakan Paskah Nasional dengan penuh sukacita,” katanya.

Acara ini sebelumnya diawali dengan kebaktian singkat yang dipimpin Pendeta Dr Langsung sitorus. Dia mengatakan, Paskah Nasional di Samosir dan penutupannya di Balige, berjalan dengan sukses berkat karya dari Tuhan.

Untuk Paskah Nasional tahun 2019,  akan digelar di Poso, dan diperkirakan obor Paskah Nasional ke-15 tahun 2019 akan dimulai dari Balige, lalu lanjut keliling ke Papua dan terus ke Poso. “Melihat perjalanan api obor Paskah Nasional ini, artinya kita tidak bisa terpecah satu sama lainnya. Melalui Paskah ini kita mengajak semua pihak harus bekerja menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Sebab, bangsa ini adalah karya besar dari Tuhan. Kita sebagai pengikut Kristus harus membuat bangsa ini semakin besar. Kita dan umat gereja di Sumut lainnya harus menanggalkan hal-hal kecil demi menjaga karya terbesar Tuhan ini.  Kita harus menjadi terang dan garam bagi bangsa ini. Kita tunjukan karya kita kepada negara, bahwa kita bisa memberikan karya terbesar demi kemuliaan bangsa Indonesia,” katanya.

Turut hadir dalam acara itu, Ketua Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Sumut Pdt Dr Langsung Sitorus MTh, Penasehat Panitia JA Ferdinandus, Pdt Lukas Timoteus, Pdt DR Eben Siagian, Darwin Purba, dan sejumlah panitia lainnya. (prn)

 

 

 

Limbah Pabrik Dibuang ke Sungai Padang

Foto: SOPIAN/SUMUT POS PANEN: Puluhan warga di pinggir Sungai Padang menangkap ikan yang mengapung karena tercemar limbah sawit.
Foto: SOPIAN/SUMUT POS
PANEN: Puluhan warga di pinggir Sungai Padang menangkap ikan yang mengapung karena tercemar limbah sawit.

TEBINGTINGGI SUMUTPOS.CO -Masyarakat di seputaran aliran Sungai Padang ketiban rejeki. Mereka memanen ikan yang mengapung, akibat limbah perusahaan pengolahan sawit dibuang ke sungai, Sabtu (12/5) sore.

Dengan menggunakan jaring dan tanggok, warga mulai dari anak-anak dan orang dewasa menangkap ikan seperti Ikan Mas, Ikan Paitan, Ikan Sibaro, Ikan Tampah dan Ikan Baung. Tak tanggung, seorang warga bisa memanen ikan hingga 40 kg.

Menurut warga, ribuan ikan mengapung karena air Sungai Padang telah dicemari limbah dari pengolahan sawit yang berada di hulu sungai.

“Awalnya air sungai menghitam, kemudian ikan ikan mabuk dan mengapung, ada juga yang mati. Melihat itu, warga pun ramai-ramai menangkap ikan itu,”ungkap Subur (49).

Dengan kondisi tersebut, Zulfan (38) warga Jalan Bulian, Kota Tebingtinggi sangat mengutuk keras perusahaan yang membuang limbah ke Sungai Padang. Sebab, ribuan ikan  mati dan ekosistem Sungai Padang sudah tercemar zat kimia.

“Kami meminta petugas kepolisian dan Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan pihak perusahaan ada membuang limbah sawit ke dalam Sungai Padang, pemilik perusahaan harus ditindak sesuai dengan undang undang lingkungan hidup,”jelasnya.

Bukan hanya ikan ikan Sungai Padang saja yang mati, kelompok tani ikan yang berada di sekitar Kelurahan Bulian, Kota Tebingtinggi merugi hingga ratusan juta rupiah. Sebab, keramba apung yang berisi ikan mas, ikan dan patin mati.

Pemilik keramba apung, Mahdin (45) mengaku mengalami kerugian puluhan juta, karena ikan ikan peliharaannya mati pada usia kecil dan gagal panen.

Bahkan Mahdin mengaku, dirinya sangat kecewa dengan pihak perusahaan pengolahan sawit yang sembarangan membuang limbah ke dalam Sungai Padang. “Rugi puluhan juta, padahal ikan baru berumur sebulan,”terang Mahdin, Minggu (13/5).

Sementara itu, Kepala Seksi Dinas Ketapang dan Perikanan Kota Tebingtinggi, Merlyn mengaku dirinya mendapatkan laporan ikan milik kelompok tani mati akibat pencemaran limbah sawit. Atas kejadian ini, pihaknya telah mengambil sampel air Sungai Padang untuk di teliti di laboratorium.

Merlyn juga berharap, agar pihak kepolisian mengungkap dan menangkap segera pelaku pembuangan limbah sawit tersebut.

Sementara Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi AKP MT Sagala mengatakan mendapatkan informasi dari masyarakat, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. “Atas dugaan pencemaran sungai ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan,”jelasnya.

Sedangkan Direktur PDAM Tirta Bulian Kota Tebingtinggi, Ewin Putra SE mengatakan pihaknya terpaksa mematikan mesin pengolahan air bersih di semua WTP untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan karena aliran sungai padang tercemar limbah sawit, warga masyarakat sebagai pelanggan air bersih untuk bisa memahami hal ini, karena kita takut air nanti tidak layak dikonsumsi. “Satu hari saja kita tidak distribusikan air bersih kepada pelanggan, tetapi hari Minggu (13/5), masyarakat bisa kembali menikmati air bersih,”jelasnya. (ian/han)

Paslon Dianggap Kurang Paham Sejarah

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Pasangan Eramas dan Djoss sebelum debat kandidat Pilgubsu, Sabtu (12/5) lalu.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Pasangan Eramas dan Djoss sebelum debat kandidat Pilgubsu, Sabtu (12/5) lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO  – Debat kandidat putaran kedua pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018 sukses digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, di Hotel Adi Mulia Medan, Sabtu (15/5) malam. Suasana debat terbuka itu dinilai lebih atraktif dan dinamis dibanding putaran debat pertama pada dua pekan yang lalu.

Meski begitu, menurut pandangan salah satu tim perumus, kedua paslon justru dianggap belum paham akan sejarah warisan Sumut. “Pertanyaan pertama soal warisan sejarah itu dari saya. Kedua calon saya lihat masih kurang pemahamannya tentang warisan sejarah. Karena pertanyaan saya tadi, pertanyaan yang disusun tim panelis, apa yang akan dilakukan oleh kedua paslon dalam mengelola dan memanfaatkan warisan sejarah dan kebudayaan,” kata Phil Ichwan Azhari, salah satu perumus kepada wartawan usai acara debat.

Ia menilai pernyataannya belum dijawab dengan baik dan belum sesuai mengenai pembuktian, khususnya mengenai pembuktian yang akan dilakukan kedua paslon. Bahkan akademisi Universitas Negeri Medan ini menyebut, banyak warisan sejarah di Sumut, salah satunya letusan Gunung Toba 70 ribu tahun lalu.

“Itu warisan sejarah, bukan warisan sejarah politik, bukan sejarah manusia semata. Itu potensi yang saya kira kalau mereka bisa mengambil itu, letusan Gunung Toba 70.000 tahun lalu itu aset luar biasa di Sumut. Sayangnya jawaban mereka masih normatif,” ujarnya.

Selain situs Portibi, Ichwan mengatakan ada situs yang tidak kalah penting yakni situs di Barus dan Situs Kota Cina.

“Tiga situs itu kalau dikelola dengan baik bisa menjadi aset penting yang bisa mendatangkan jutaan orang ke Sumut. Malaysia cerdik di situ, mereka mengambil gondang kita untuk mengembangkan kebudayaannya. Kemudian rumah adat, tenun, songket, itu yang saya maksud tadi, bagaimana mereka mengelolanya. Sayangnya jawaban mereka masih normatif,” kata dia.

Ijeck Jadi Sasaran Warga Berswafoto

Cawagubsu Musa Rajekshah, Sultan Djorghi dan H Latief H Sitepu saat menghadiri tabligh akbar di Kabupaten Deliserdang, Jumat (11/5) malam.
Cawagubsu Musa Rajekshah, Sultan Djorghi dan H Latief H Sitepu saat menghadiri tabligh akbar di Kabupaten Deliserdang, Jumat (11/5) malam.

AEKKANOPAN, SUMUTPOS.CO – Ribuan masyarakat Aekkanopan, menghadiri tausyiah yang diberikan Ustadz Abdul Somad, di Masjid Raya Al Aman Labuhanbatu Utara, Jalan Gazali Sinaga, Aekkanopan, Minggu (13/5). Di antara ratusan jamaah, tampak sosok calon Wakil Gubernur Sumut Musak Rajekshah juga turut hadir.

Di samping pria yang akrab disapa Ijeck itu, juga terlihat sosok yang sudah tak asing lagi di layar kaca. Yaitu H Latief Sitepu atau yang lebih dikenal Haji Muhidin dalam sinetron “Tukang Bubur Naik Haji”, dan aktor Sutan Djorgi. Ketiganya tampak akrab dan antusias saat mendengarkan ceramah dari Ustadz Abdul Somad.

Di akhir tausyiah, ustadz jebolan Al Azhar Mesir tersebut, mengundang Latief dan Sutan untuk naik ke atas panggung. Ia pun meminta tanggapan dari keduanya, tentang kondisi yang ada di Sumatera Utara. “Setelah Pak Haji dan Bang Sultan datang ke Sumut, bagaimanalah penilaiannya terhadap kondisi yang ada di sini,” ujar Abdul Somad.

Latief yang duluan berkomentar, terlebih dahulu ia mengatakan bahwa dirinya mengidolakan sosok pendakwah tersebut. Ia juga mengungkapkan, perasaan senangnya bisa bertemu dengan Abdul Somad. Karena ia telah mendambakan bisa berada di panggung yang sama dengannya. “Jadi ada tiga ustadz yang saya senengi. Pertama KH Zainudin MZ, Kedua Ustadz Jefri Al Buchori (Uje), dan yang ketiga ya Ustadz Somad ini,” ucapnya.

Mendengar pernyataan tersebut, Somad pun membalasnya dengan gurauan. “Yang dua kan sudah meninggal, tinggal saya lah berarti ini ya,” katanya sembari bercanda dan diiringi tepuk tangan para jamaah.

Sutan Djorgi pun turut memberikan tanggapannya, namun berbeda dengan Latief yang lebih dominan mengagumi Somad. Pria yang diketahui adalah seorang mualaf tersebut, mengimbau kepada seluruh umat Islam untuk terus bersatu. “Saya rasa yang diperlukan umat Islam saat ini adalah bersatu untuk masa depan yang lebih baik lagi,” pungkasnya.

DJOSS Prioritaskan Pantai Barat dan Kepulauan Nias

Pasangan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus menjawab pertanyaan saat acara debat publik kedua yang digelar KPU Sumut di Hotel Adi Mulya, Sabtu malam (12/5).
Pasangan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus menjawab pertanyaan saat acara debat publik kedua yang digelar KPU Sumut di Hotel Adi Mulya, Sabtu malam (12/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus menyatakan, Pantai Barat dan Kepulauan Nias menjadi prioritas pembangunan ke depan. Menurut mereka, ini harus dilakukan guna mempercepat kesetaraan pembangunan di Sumatera Utara.

“Kami akan mengintegrasikan program-program pemerintah provinsi dengan pemerintah pusat. Pusat-pusat pertumbuhan baru akan didorong ke bagian barat dan Kepualaun Nias. Kepulauan Nias harus mendapat perhatian khusus, terutama dari sisi infrastruktur dan optimalisasi pariwisata. Dengan demikian, terjadi percepatan pemerataan pembangunan,” ungkap Djarot, saat debat publik kedua Pilgub Sumut di Ballroom Hotel Adi Mulia, Medan, Sabtu (12/5).

Hal itu dikatakan Djarot yang didampingi Sihar Sitorus saat menjawab pertanyaan strategi dan langkah konkret yang akan dilakukan paslon nomor urut dua itu untuk mengurangi ketimpangan pembangunan antarwilayah Pantai Timur, Pantai Barat, dataran tinggi dan Kepualaun Nias. Djarot mengatakan, alasan paslon yang dikenal dengan DJOSS itu memprioritaskan Pantai Barat dan Kepualaun Nias pada pembangunan ke depannya, berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sumut, yang menjadikan Nias, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah, adalah daerah yang paling terendah.

Sedangkan IPM tingkat menengah ada di Mandailing Natal (Madina), Asahan, dan Dairi, ini juga harus mendapatkan perhatian yang baik, dibandingkan daerah yang sudah baik. “Ketimpangan itu, bukan hanya persoalan infrastruktur. Tapi ketimpangan dari sisi akses ekonomi dan tingkat pendapatan. Berdasarkan data, IPM terendah (Sumut) itu di Nias, Tapsel, dan Tapteng. Maka dari itu, harus mendapatkan perhatian yang besar,” tegas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

“Kita akan mendorong bahwa pola pembangunan terpusat pada pusat-pusat pertumbuhan untuk mengintegrasikan kawasan ekonomisi khusus untuk mendorong betul, supaya keterkaitan dan koneksitas antarwilayah itu betul-betul terwujud di Sumut. Saya yakin, itu bisa kami kerjakan dalam waktu lima tahun,” tambah Djarot.

Sedangkan Sihar Sitorus menambahkan, dengan prioritas pembangunan tersebut, akan mendorong Pantai Barat dan Kepulauan Nias untuk mengejar ketertinggalan dan menjadi motivasi bagi daerah lainnya. “Ini akan memberi percepatan bagi Nias dan Nias ini sendiri pun akan menjadi jangkar perekonomian di regional barat dan juga memberikan kontribusi bagi daerah lainnya,” pungkas Sihar. (bal/adz)

 

 

 

 

BI Terapkan Kebijakan Moneter

Sutan siregar /SUMUT POS - Teller menghitung lembaran uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang asing (money changer) Jalan Juanda Medan, Rabu (7/10). Rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat, hingga sore ini, dolar AS menyentuh level terendahnya di angka Rp 13.900.
Sutan siregar
/SUMUT POS – Teller menghitung lembaran uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang asing (money changer) Jalan Juanda Medan, beberapa waktu lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO -Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, menyebutkan, melemahnya nilai tukar rupiah pada beberapa pekan terakhir, tidak lagi sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.

Bank sentral mengarahkan dan memprioritaskan kebijakan moneter pada terciptanya stabilitas. Turbulensi yang berasal dari pasar global masih berlanjut, sehingga BI perlu mengambil kebijakan tegas.

“Bank Indonesia punya ruang yang cukup besar untuk menyesuaikan suku bunga kebijakan (BI 7-day reverse repo). Respon kebijakan itu akan dijalankan secara konsisten dan preemptive untuk memastikan keberlangsungan stabilitas,” tutur Agus, baru-baru ini.

Suku bunga acuan kini berada di level 4,25 persen. Posisi itu tidak berubah sejak sekitar 8 bulan lalu, atau tepatnya pada 22 September 2017.

Agus menambahkan, BI juga bakal konsisten mendorong berjalannya mekanisme pasar secara efektif dan efisien. Dengan begitu, ketersediaan likuiditas, baik di pasar valuta asing maupun pasar uang, tetap terjaga dengan baik.

Operasi moneter di pasar valuta asing tetap akan dilakukan untuk meminimalkan volatilitas kurs. “Operasi moneter di pasar uang bakal terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan likuiditas rupiah yang memadai dan terjaganya stabilitas suku bunga di pasar uang, dalam koridor yang sejalan dengan stance kebijakan moneter Bank Indonesia,” pungkas Agus. (ken/rin/c14/sof/jpnn/saz)