Home Blog Page 6365

SBY Yakin Edy-Ijeck Mampu Pimpin Sumut

Foto Istimewa Edy Rahmayadi dan Ijeck bertemu Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (11/5). Demokrat akhirnya mendukung penuh dan siap memenangkan Eramas di Pilgubsu 2018.
Foto Istimewa
Edy Rahmayadi dan Ijeck bertemu Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (11/5). Demokrat akhirnya mendukung penuh dan siap memenangkan Eramas di Pilgubsu 2018.

SUMUTPOS.CO – Teka teki sikap dan dukungan Partai Demokrat di Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) 2018 akhirnya terjawab. Partai berlambang mercy tersebut dengan keyakinan penuh akan mendukung dan siap memenangkan pasangan calon nomor urut satu, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas).

Keputusan ini langsung disampaikan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jumat (11/5). “Partai Demokrat mendukung Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah atau Ijeck. Insya Allah, dua putra terbaik Sumatera Utara ini siap memimpin Sumut. Saya punya keyakinan, keduanya memiliki kecakapan dan mengerti permasalahan di Sumut,” kata SBY.

Saat menyampaikan sikap dukungan itu, Edy dan Ijeck terlihat berdiri disamping SBY. Tampak juga Sekretaris DPP Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, Agus Harimurti Yudhoyono, Edie Baskoro Yudhoyono, Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat, Amir Syamsuddin, Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Herri Zulkarnain Hutajulu, dan Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumut, Meilizar Latif. “Sehingga dengan izin Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, Sumatera Utara akan bertambah maju, bertambah adil dan sejahtera,” kata SBY lagi.

Secara resmi kata SBY, Partai Demokrat menyampaikan dukungan penuh. “Pada 15 Mei 2018, akan dideklarasikan dukungan Partai Demokrat ini secara resmi di Medan. Terimakasih,” bilangnya.

Cagub Sumut, Edy Rahmayadi, berterimakasih atas dukungan yang diberikan Partai Demokrat. “InsyaAllah kami sudah yakin. Sekarang bertambah yakin dengan adanya dukungan Partai Demokrat,” katanya.

Napiter di Binjai Dijaga Ketat

File/SUMUT POS Kegiatan warga binaan yang di huni 611 orang di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) wanita kelas IIA Tanjung Gusta, Medan, Rabu (27/4). Kemenhumkam berencana akan menambah ruang hunian Lapas untuk beberapa daerah di Sumut, guna mengatasi permasalahan kelebihan kapasitas.
File/SUMUT POS
Kegiatan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) wanita kelas IIA Tanjung Gusta, Medan, beberapa waktu lalu.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Binjai melakukan penjagaan ketat terhadap Siadih Fitriani alias Ceking alias Memet Dani, narapidana teroris (Napiter) titipan dari Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jakarta Selatan. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi pergerakan Memet Dani paskakerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Rabu (9/5) lalu.

“Itu (Memet Dani, Red) kiriman dari BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme). Sudah hampir setahun, sejak Juli 2017 lalu (dititip di Lapas Binjai),” kata Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Klas II A Binjai, Immanuel Ginting kepada wartawan, Jumat (10/5).

Menurutnya, penjagaan ketat sudah berlaku kepada Memet Dani sejak ia dititipkan di Lapas Binjai. Dan itu sudah merupakan SOP yang ditetapkan. “Maksimum security. (Bantuan personel) dari Polres itu bukan hanya untuk teroris, tapi untuk keselurahan tahanan,” sambungnya.

Disoal terkait sikap Memet Dani belakangan ini, Immanuel mengungkapkan, tidak ada yang berubah. Kondisinya pun, juga sehat.  “Tetap seperti biasa (sikapnya). Kami sudah memberikan penjagaan ketat, tidak ada kejadian pun kami jaga ketat. Karena itu memang SOP-nya,” tukasnya.

Sementara, Polres Binjai menempatkan personel tambahan ke Lapas. Menurut Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Lengkap Tarigan, terkait aksi teror di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, penempatan personel tambahan ke Lapas belum ada. “Sampai saat ini belum ada di-BKO-kan (diperbantukan personel tambahan ke Lapas), masih berjalan seperti biasa. Namun, kami lebih meningkatkan penjagaan di Mako masing-masing jajaran,” ujarnya sembari menambahkan, jika Lapas butuh personel tambahan, Korps Tri Brata di Kota Rambutan siap menempatkan personelnya.

Katie Holmes dan Jamie Foxx Segera Menikah di Paris

SUMUTPOS.CO – Nampaknya artis cantik Katie Holmes sudah siap untuk kembali berjalan di tengah gereja menuju altar. Setelah satu tahun diam-diam berkencan dengan Jamie Foxx, keduanya diberitakan akan segera menikah. Pasangan ini dikatakan tengah merencanakan pemberkatan pernikahan.

“Mereka sangat tidak sabar. Mereka menginginkan acara yang lebih intim,” kata seorang sumber kepada OK! Magazine.

Dilansir dari Aceshowbiz, Jumat (11/5), sumber tersebut juga mengatakan bahwa pasangan ini kemungkinan akan memilih menikah di Paris dan mengenakan baju pengantin rancangan Zac Polsen.

“Katie dan Jamie menginginkan pesta yang privat. Menurut bisik-bisik, mereka hanya mengundang 30 tamu dan hanya menghabiskan tidak lebih dari USD 250 ribu untuk mendatangkan keluarga dan biaya travel mereka,” imbuh sumber tersebut.

Namun, sebelum keduanya mengikat janji sebagai pasangan suami-istri, mereka harus meminta izin dahulu pada anak perempuan Katie, Suri. Meskipun, remaja 12 tahun itu dikabarkan sudah sangat dekat dengan Jamie Foxx dalam beberapa tahun belakangan ini.

Untuk diketahui, rumor kedekatan antara Katie dan Jamie sudah diberitakan sejak tahun 2013. Tepatnya, ketika mereka tertangkap tengah berdansa di salah satu acara amal di Hamptons. Tetapi, saat itu, keduanya membantah.

Namun, belum lama ini keduanya terciduk tengah menikmati makan malam di Nobu Downtown di New York City. (yln/JPC/ram)

 

Dian Sastro dan Nicholas Sahputra Kembali Bersatu

SUMUTPOS.CO – Rumah produksi Palari Films terus mengungkapkan para pemain yang terlibat dalam film Aruna dan Lidahnya. Setelah minggu lalu mengumumkan Dian Sastrowardoyo akan berperan sebagai Aruna, minggu ini ketiga pemeran lainnya terungkap.

Tiga orang sahabat Aruna akan bergabung dalam perjalanan kuliner ke empat tempat di Indonesia. Mereka yang turut tampil adalah Oka Antara yang didaulat menjadi Farish, Hannah Al Rashid mengisi karakter Nad, dan Nicholas Saputra sebagai Bono. Otomatis ini bakal mempertemukan kembali Nicholas Saputra dengan Dian Sastro yang populer lewat film Ada Apa dengan Cinta (AADC).

Keempat aktor dan aktris kenamaan ini bakal berbagi layar dalam kisah adaptasi lepas dari novel karangan Laksmi Pamuntjak Aruna dan Lidahnya. Aruna dikisahkan berumur pertengahan 30, bahagia sebagai seorang single. Dia adalah ahli wabah yang mempunyai passion utama, makan. Bahkan Aruna berpikir dan terobsesi tentang makanan setiap harinya.

Suatu kali, Aruna ditugaskan untuk menginvestigasi kasus flu burung yang merebak di beberapa tempat di Indonesia. Dia membawa kedua temannya seorang koki profesional Bono yang ingin menemukan resep-resep autentik kuliner Indonesia dan kritikus kuliner Nad yang hendak menulis buku.

Mereka berkeliling bersama untuk mengeksplorasi masakan nusantara. Dalam perjalanan, Aruna bertemu dengan Farish mantan teman kantornya dahulu yang diam-diam memantaunya.

Selain menawarkan kekayaan kuliner seperti yang tercantum di bukunya, film Aruna dan Lidahnya juga menyuguhkan kisah persahabatan. Semua tertera melalui hubungan Aruna yang polos dan sederhana, Bono yang selalu mencoba hal baru dan lucu, serta Nad sang petualang yang elegan. Ketiganya disatukan oleh kesukaan mereka terhadap makanan. Sedangkan Farish yang memandang makanan dengan praktis memberi warna berbeda bagi kumpulan kecil ini.

“Kini Aruna dan Lidahnya sedang dalam tahap produksi,” kata pihak Palari Films kepada JawaPos.com, Jumat (11/5).

Tim yang membuat film Aruna dan Lidahnya kebanyakan berasal dari tim produksi Posesif yang kembali berkumpul. Edwin didapuk sebagai sutradara, sementara Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy sebagai produser. Sedangkan penulisan skenario dipercayakan kepada Titien Wattimena. Sejauh ini syuting sudah dilakukan di dua tempat dan masih menyusul di beberapa daerah lainnya.

Aruna dan Lidahnya dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada semester dua tahun 2018. (ded/ce1/JPC/ram)

 

BNN Dorong Pemko Mendirikan BNNK

SUTAN SIREGA/SUMUT POS PAPARAN_Deputi pemberantasan narkoba BNN Arman depari (kedua kiri) menunjukan baran bukti saat gelar kasus di Jalan Tritura Medan, Selasa (20/3) Petugas BNN berhasil mengamankan 4 orang tersangka dan 30kg narkoba jenis sabu.
SUTAN SIREGA/SUMUT POS
PAPARAN_Deputi pemberantasan narkoba BNN Arman depari (kedua kiri) menunjukan baran bukti saat gelar kasus di Jalan Tritura Medan, beberapa waktu lalu.

SUMUTPOS.CO – Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk segera mengajukan pembentukan BNN Kota Medan. Hal ini mengingat Kota Medan menjadi kota peredaran narkoba cukup tinggi dan kota perlintasan pendistribusian narkoba dengan jumlah besar.

“Begini kita mengusulkan, dengan merancang dimana gedungnya, dimana lahannya, siapa pagawainya dari mana gajinya bila sudah siap gedungnya dari Pemerintahan Daerah (Medan). Bila sudah memenui syarat, kita ajukan Kementerian PAN,” ujar Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari kepada wartawan saat mengunjungi Warkop Jurnalis Medan, Jumat (11/5) sore.

BNN sendiri melihat Kota Medan merupakan Kota Besar. Namun, belum ada BNNK. Dibandingkan Kota Binjai, Kota kecil sudah memiliki BNNK. Dari sarana dan prasana Pemko Medan memiliki untuk mengajukan BNNK di Kota terbesar nomor 3 di Indonesia ini.”Ini bukan tantangan, tapi semuanya. Semuanya itu, ada Wali Kota Medan. Seperti Kota Medan belum BNNK kita dorong untuk segera direalisasi,” tutur Jendral berbintang dua itu.

Arman mengatakan, BNN Pusat menjadi mediator untuk membantu berdirinya BNNK Medan. Namun, kembali lagi kemauan dari Pemko Medan untuk membangunan BNNK Medan.

“Silakan ajukan BNNK Medan, karena Kabupaten/Kota belum memiliki BNNK untuk mendorong segera dibangun oleh Pemerintah Daerah,” pungkasnya.(gus/ila)

 

 

 

 

Sumut Rangking Kedua Tertinggi Peredaran Narkoba

Teks foto: Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos DISKUSI: Diskusi Publik 'Narkoba Perang Zaman Now' diselenggarakan Forum Jurnalis Medan di Kampus UISU.
Teks foto:
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
DISKUSI: Diskusi Publik ‘Narkoba Perang Zaman Now’ diselenggarakan Forum Jurnalis Medan di Kampus UISU.

SUMUTPOS.CO – Sumatera Utara (Sumut) menduduki rangking Ke-2 daerah tertinggi peredaran narkoba, setelah DKI Jakarta. Dengan ini, Sumut sendiri merupakan daerah darurat narkoba. Sedangkan akibat penggunaan narkoba, per harinya sekitar 40 orang di Indonesia meninggal dunia.

Hal ini diungkapkan Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Irjen Pol Arman Depari saat menjadi pembicara Diskusi Publik ‘Narkoba Perang Zaman Now’ diselenggarakan Forum Jurnalis Medan (FJM) di Kampus Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) di Jalan SM Raja, Medan, Jumat (11/5) pagi.

“Sumatera Utara, paling rawan untuk pengguna dan pendistribusian narkoba. Dari Aceh sampai Lampung, tempat-tempat sangat rawan narkoba. Karena, banyak terdapat jalur-jalur tikus. Mereka (pengedar dan bandar narkoba) tidak peduli, mau sakit, mau mati. Yang penting saya punya uang. Narkoba itu, untuk bisnis. Dihukum mati dan ditembak mati, tidak takut. Takutnya, gak punya uang. Itu prinsip kelompok narkoba,” jelas Arman.

Arman juga menjelaskan per harinya 37 hingga 40 orang di Indonesia meninggal dunia. Angka ini, menunjukan Indonesia darurat penyalahgunaan narkoba. Atas hal ini, BNN terus ngencar melakukan pemberantasan narkoba.”Itu orang meninggal sia-sia. Meninggal dari penyakit ditimbulkan narkoba. Hal ini, karena penyalahgunaan narkoba,” tutur Arman.

Arman menjelaskan kesepakatan internasional, 2 persen pengguna narkoba dari jumlah penduduk. Disepakati negara itu, darurat narkoba.Hal tersebut, dialami oleh tanah air termasuk golongan negara darurat narkoba.

Iwan Kincit DPO

Iwan Kimcit masuk dalam DPO Polsek Medan Labuhan.
Iwan Kimcit masuk dalam DPO Polsek Medan Labuhan.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO  – Kasus Iwan Kincit (35) bakar kekasihnya hingga kini masih ditangani Polsek Medan Labuhan. Kini, Iwan Kincit sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polsek Medan Labuhan.

Orang tua korban, Hermansyah juga sudah membuat pengaduan resmi ke Polsek Medan Labuhan.

“Anak saya sudah 6 bulan pacaran dengan dia (pelaku), kami selama ini tidak setuju. Tapi tetap saja mereka menjalin hubungan,” keluh Hermansyah.

“Saya berharap pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya,” harapnya.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan Iptu Bonar Pohan mengaku, pihaknya sudah memeriksa 3 orang saksi.

Polisi juga sudah membentuk tim untuk mengejar pelaku dan mengendus keberadaan pelaku. Sebab, selama ini pelaku tidak memiliki tempat tinggal menetap.

“Kita sudah lakukan pengejaran hingga ke luar kota. Harapannya dalam waktu dekat ini pelaku dapat kita tangkap. Kita masih menyelidiki keberadaan pelaku,” pungkas Bonar, Jumat (11/5).

Diberitakan sebelumnya, karena terbakar api cemburu, Iwan Kincit nekad membakar kekasihnya berinisial DAF (16). Peristiwa itu terjadi di rumah teman korban, Jalan RPH, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli.

Akibatnya, korban yang kini masih dirawat di RSU dr Pirngadi Medan mengalami luka bakar 60 persen masih belum sadarkan diri. (fac/ala)

Karyawan Alfamart Merampok Taksi Online

Foto: AGUSMAN/SUMUT POS Kapolsek Delitua, Kompol BL Malau menginterogasi pelaku perampokan taksi online.
Foto: AGUSMAN/SUMUT POS
Kapolsek Delitua, Kompol BL Malau menginterogasi pelaku perampokan taksi online.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Akibat terlilit hutang, membuat Joy Oktoren (24) menjadi gelap mata. Warga Jalan Tanjung Sari Gang Duku ini pun nekat merampok sopir taksi online. Namun karena memang masih amatiran, Joy cepat ditangkap warga.

Kapolsek Delitua Kompol BL Malau menjelaskan, peristiwa perampokan itu terjadi saat korban Jurino Manalu (48) baru menaikkan pelaku yang berpura-pura sebagai penumpang di Jalan Jenderal AH Nasution Gang Permai, Kamis (10/5) sekira pukul 20.30 WIB.

Tak curiga, warga Jalan Pintu Air IV Gang Maju membawa pelaku yang sudah siap dengan senjata tajam.

“Tersangka yang merupakan karyawan Alfamart ini, berpura-pura memesan grab. Kemudian tersangka melakukan menikami korban dengan pisau dapur,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (11/5).

Usai melukai korban, pelaku kemudian meninggalkan korban dan membawa kabur mobil milik korban. Namun, warga yang mengetahui kejadian itu langsung melakukan pengejaran.

“Korban mengalami luka di kepala, leher dan dagu. Dari tersangka kami amankan satu unit mobil Daihatsu Sigra warna silver metalik berpelat BK 1935 FK dan sebilah pisau dapur warna biru,” ujarnya.

Saat itu pelaku yang masih mengenakan seragam Alfamart, sempat menjadi bulan-bulanan massa yang marah.

“Beruntung kita amankan tersangka dari amukan massa. Sedangkan korban kita bawa ke RS Bhayangkara,” katanya.

Kepada polisi, pelaku mengaku terpaksa merampok korban karena baru saja kalah main judi online. Selain itu, pelaku juga terlilit hutang barang yang digadaikannya.

“Saya nggak punya uang lagi bang, jadi terdesak. Saya harus menebus laptop kakak yang saya gadaikan,” ucapnya sembari mengaku telah bekerja di Alfamart selama 1,5 tahun.

Selain itu, kenekatannya juga dipicu menjadi dasar untuk menutupi hutang lainnya. “Saya juga main jula-jula sebesar Rp1 juta untuk dua nomor bang,” katanya. (mag-1/ala)

 

Kepala KSOP Tanjung Balai Terjaring OTT

Foto: AGUSMAN/SUMUT POS PAPARKAN: Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Toga H Panjaitan paparkan 2 tersangka OTT KSOP Tanjungbalai, Jumat (11/5).
Foto: AGUSMAN/SUMUT POS
PAPARKAN: Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Toga H Panjaitan paparkan 2 tersangka OTT KSOP Tanjungbalai, Jumat (11/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Balai Asahan, Juliansyah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Polda Sumut. Juliansyah diamankan bersama nakhoda patroli Kapal Sar-01.

“Keduanya diciduk dari kantornya di Jalan Pelabuhan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai, Rabu (9/5) lalu,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sumut Kombes Pol Toga H Panjaitan, Jumat (11/5).

Keduanya ditangkap karena melakukan pungutan liar (Pungli) untuk memuluskan pengurusan surat ukur dalam negeri sementara, sertifikat kelaikan dan pengawakan kapal penangkapan ikan pas besar sementara serta gross akta sebesar Rp8 juta.

Semua itu untuk Kapal Motor (KM) Jaya Sempurna II dan III milik saksi bernama Koko Suwendi.

Padahal, berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 15 tahun 2016 tentang jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak, bahwa tarif yang berlaku pada Kementerian Perhubungan untuk surat ukur dalam negeri GT 7 sampai GT 35 Rp100 ribu.

Sedangkan untuk pas besar sementara GT 7 sampai GT 100 Rp150 ribu. Kemudian untuk sertifikat kelaikan kapal ikan GT 7 sampai GT 35 Rp75 ribu dan Gross akta GT 17 sampai GT 100 Rp250 ribu.

“Sehingga ditemukan adanya perbuatan melawan hukum berupa pungutan liar (pemerasan),” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (11/5).

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan barang bukti uang sebesar Rp14 juta, satu set permohonan surat kapal KM Jaya II dan III milik Koko Suwendi serta beberapa berkas-berkas terkait.

Dalam kasus ini, selain Koko, penyidik juga turut memeriksa 2 orang saksi. Keduanya masing-masing, Kepala KSOP Tanjung Balai Asahan, Teuku Faisal dan pengukur kapal KSOP Tanjung Balai, Arifin.

“Kegiatan ini sudah berlangsung lama, sekitar 2 tahun. Karenanya masih ada kemungkinan adanya korban lain, diimbau untuk dapat membuat laporan ke polisi,” sebutnya.

Toga mengingatkan, peristiwa ini sebagai peringatan kepada instansi pemerintah yang berhubungan dengan perizinan untuk dapat bekerja sesuai dengan standar yang ditentukan.

“Jadi ini juga warning kepada teman-teman di dinas yang berhubungan dengan izin,” pungkasnya.(mag-1/ala)

 

 

Australia Terbuka 2018 Sisakan Dua Wakil di Semifinal

Berry Angriawan/Hardianto berhasil melaju ke babak semifinal Australia Terbuka 2018.
Berry Angriawan/Hardianto berhasil melaju ke babak semifinal Australia Terbuka 2018.

SUMUTPOS.CO – INDONESIA hanya berhasil mengirim dua wakil ke babak semifinal Australia Terbuka 2018 setelah lima dari tujuh wakil tersisa gugur di babak perempat final, Jumat (11/5).

Adalah dua wakil ganda putra Berry Angriawan/Hardianto dan Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso yang sukses melaju ke babak empat besar. Berry/Hardi sukses mengalahkan Masato Takano/Yoshiki Tsukamoto (Jepang) 21-10 dan 21-18, sementara Wahyu/Ade mengandaskan Choi Solgyu/Seung Jae Seo (Korea Selatan) 21-19, 14-21, dan 23-21.

Kedua pasangan tersebut berpeluang bersua di babak final jika sukses melewati babak semifinal pada Sabtu (11/5) besok.

Sebelumnya, dua wakil tunggal putra Indonesia, Sony Dwi Kuncoro dan Tommy Sugiarto harus rela tersingkir dari Australia Terbuka 2018 setelah kalah di babak perempat final, Jumat (11/5).

Sony dibuat tak berkutik oleh wakil Tiongkok, Zhao Junpeng. Meski sempat memaksa Junpeng bermain rubber game, Sony harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 8-21, 21-16, dan 17-21.

Nasib sial juga menimpa Tommy yang berduel melawan wakil Tiongkok lainnya, Zhou Zeqi. Tommy langsung bertekuk lutut dalam dua game dengan skor 12-21 dan 15-21.

Kekalahan juga dialami ganda putri Yulfira Barkah/Rosyita Eka Putri Sari. Mereka dihajar pasangan unggulan 1 asal Jepang 15-21 dan 13-21. (kar/isa/jpc/azw)