Home Blog Page 6366

Week Of Rally Seri I di Jaharun Circuit

LATIHAN: Aksi seorang pereli yang akan tampil di arena Week Of Rally ketika latihan bersama di Jaharun Circuit, Galang. (IST/Sumut Pos)
LATIHAN: Aksi seorang pereli yang akan tampil di arena Week Of Rally ketika latihan bersama di Jaharun Circuit, Galang. (IST/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 35 pereli memastikan tampil di ajang balap mobil Week Of Rally 2018 bertajuk North Sumatera Sprint Rally 2018 Seri I di Sirkuit Jaharun Circuit, Kecamatan Galang Deliserdang, Minggu (13/5). Para pereli yang ikut serta tersebut masing-masing berasal dari Sumatera Utara (Sumut).

“Besarnya antusias para pereli tangguh Sumut untuk mengadu kemampuan dalam even roda empat ini cukup menggembirakan panitia penyelenggara dan menunjukkan daerah ini tidak pernah kekurangan pebalap tangguh,” ungkap Ketua Panpel Robby Agusman Harahap didampingi Budi Amri dari pengelola sirkuit di Medan, Jumat (11/5).

Dikatakan sejumlah pereli papan atas siap unjuk aksi menaklukkan sirkuit Jaharun yang telah didesain ulang Adek Galaxi dan Panca Nasution dari pihak pengelola sirkuit untuk penggunaan mobil reli. Sirkuit  juga sudah di survei Kabid Roda 4 Pengprov IMI Sumut Elfino Tanjung. Adapun katagori kelas yang diperlombakan adalah M (sedan 4WD), F (sedan 2WD), R (Retro) dan J (Jip).

Di antara pereli yang turun antara lain tercatat Akbar Buchari, Dade Nasution Reza Fachri, Eddy WS, dan Syariful Adil. Kemudian, Adolf Bastian, Anif Fauzi, Agha Novrian, T Daffa, dan Zulfandi Harahap, serta Deddy JP Harahap yang baru kali ini terjun di arena reli. Beberapa di antaranya bahkan telah menguji langsung sirkuit dalam latihan resmi Kamis (10/5).

“Trek Jaharun yang bervariasi sangat menantang dan sangat tricky. Kita tidak boleh lengah dan harus tahan emosi”, sebut Akbar Buchari yang akan turun di atas Mitsubishi Evo usai mencoba sirkuit.

Turunnya para pereli tangguh menjadi hadirnya tontonan bagi masyarakat yang hadir langsung menyaksikan.  “Untuk masyarakan yang hadir langsung telah disiapkan lokasi menonton yang nyaman dan dapat menyaksikan keseluruhan jalannya lomba,” tambah Budi Amri.

Week of Rally North Sumatera Utara Sprint Rally 2018 rencananya berlangsung dua seri sepanjang 2018. Untuk pereli terbaik di kelas M di akhir kejuaraan berhak atas satu unit sepeda motor

“Even digelar untuk mewadahi besarnya minat pebalap dan komunitas reli di Sumut. Juga sesuai harapan Ketua Pengprov IMI Sumut Faisal Arif Nasution yang ingin semakin banyaknya kegiatan balap berkualitas di daerah ini,” tandas Robby Harahap. (dek/azw)

 

 

Sosialisasi Pemecahan Rekor Dunia Poco-poco

Menpora Imam Nahrawi saat melakukan senam poco-poco di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Kamis (10/5) malam.

 

Menpora Imam Nahrawi saat melakukan senam poco-poco di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Kamis (10/5) malam.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerja sama dengan Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) akan melakukan pemecahan rekor dunia atau Guinness World of Records (GWR) pada 5 Agustus mendatang.

Pemecahan rekor dunia bertajuk “The Largest Poco-Poco Dance”, merupakan perpaduan olahraga dan seni sebagai produk asli budaya bangsa.

Tak kurang 65.000 peserta akan bergabung di acara ini dan menari sepanjang jalan dari Istana Negara sampai kawasn Senayan, Jakarta.

Untuk memeriahkan kegiatan puncak poco-poco yang  siap memecahkan rekor dunia tersebut,  sosialisasi dihelat dalam penutupan Invitasi Bola Basket Antar Media Nasional (IBBAMNAS) 2018 di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Kamis (10/05) malam.

“Pemecahan rekor ini adalah sebuah acara spektakuler menjelang Asian Games sekaligus melestarikan budaya bangsa dan mengangkat harkat martabat Indonesia di pentas dunia,” tegas Menpora.

Dalam kesempatan ini pula, Menpora bersama istri, Shobibah Rohmah, Deputi III Kemenpora, Raden Isnanta dan ratusan peserta melakukan atraksi senam Poco-poco. Senam ini akan ditampilkan dalam pemecahan rekor dunia nanti dengan dipandu empat orang instruktur senam Poco-poco.

“Saya berharap agar media turut mempublikasikan dan melakukan sosialisasi acara pemecahan rekor dunia ini,” ujar Shobibah yang juga Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kemenpora.

Sementara itu ketua panitia IBBAMNAS 2018 Hermansyah mengatakan bahwa pihaknya sengaja mengkolaborasikan Poco-poco dalam perhelatan basket antar media ini.

“Sebelum Asian Games akan digelar Poco-Poco pemecahan rekor dunia pada 5 Agustus mendatang. Kami ingin avara tersebut mendapatkan tempat di hati para awak media,” terangnya.

Sedangkan di partai Final IBBAMNAS 2018, tim CNN Detik Transvision, tampil menjadi juara setelah menundukkan tim Jusraga dengan skor 57-36. (dkk/jpnn/azw)

 

Indonesia Bungkam Xin Hua Singapore

FOTO: Pemain timnas basket Indonesia Valentino Wuwungan (putih) berusaha memasukkan bola ke keranjang Xin Hua Singapore. Indonesia menang 96-70.
FOTO: Pemain timnas basket Indonesia Valentino Wuwungan (putih) berusaha memasukkan bola ke keranjang Xin Hua Singapore. Indonesia menang 96-70.

SUMUTPOS.CO – TIMNAS basket Indonesia, di bawah nama Pelita Jaya, meraih kemenangan kedua di Kejuaraan Antarklub SEABA 2018, Rabu (9/5). Mereka menang atas Xin Hua Singapore setelah sehari sebelumnya menundukkan Red Baron Malaysia.

Indonesia menang dengan skor 96-70. Valentino Wuwungan mencetak double-double dengan 17 poin dan 10 rebound, disusul Xaverius Prawiro dengan 16 poin. Pemain asing Jaleel Roberts membuat double-double dengan 13 poin dan 12 rebound.

Indonesia akan melakoni partai terakhir melawan Mono Vampire Thailand, Kamis (10/5) pukul 18.00.

Timnas Indonesia mengikuti Kejuaraan Antarklub SEABA 2018 sebagai bagian dari try out jelang Asian Games 2018. Akhir bulan Mei, tim besutan Fictor Gideon Roring itu akan terbang ke Amerika Serikat untuk menjalani training camp.(kar/isa/jpc/azw)

 

Sumut Dominasi Semifinal Liga Bola-BLiSPI Nasional

TENDANGAN: Anggota Exco Asprov PSSI Sumut Prof Fidel Ganis Siregar menendang bola pertama tanda dibukanya Liga Bola-BLiSPI Nasional 2018 di Stadion Mini USU, Jumat (11/5).
TENDANGAN: Anggota Exco Asprov PSSI Sumut Prof Fidel Ganis Siregar menendang bola pertama tanda dibukanya Liga Bola-BLiSPI Nasional 2018 di Stadion Mini USU, Jumat (11/5).

SUMUTPOS.CO – Tiga tim tuan rumah Sumatera Utara unjuk gigi pada ajang Liga Bola-BLiSPI Nasional 2018 diStadion Mini USU, Medan, Jumat (11/5). Mereka memastikan tiket semifinal yang akan dilanjutkan hingga final pada Sabtu (12/5) hari ini.

Tim-tim tersebut antara lain Sumut 1 yang diwakili TGM Medan, Sumut 2 (Patriot Medan), dan Sumut (SSB Karisma Deliserdang). Tim Sumut 1 dan 2 ke semifinal kategori U-13 setelah sama-sama tampil sebagai juara Grup A dan B. Sedangkan tim Sumut lolos ke semifinal dari pertandingan kategori U-11.

Sumut 1 menjadi juara Grup A usai meraih dua kemenangan atas Jambi 2-0, Sulawesi Selatan 5-0, dan bermain imbang 0-0 dengan Aceh. Di semifinal, Sumut 1 bertemu runner-up Grup B Maluku Utara.

Sumut 2 menjadi juara Grup B dengan mencatat dua kemenangan atas Riau 3-0 dan Maluku Utara 1-0. Di semifinal, Sumut 2 bertemu runner-up Grup B Aceh. Sedangkan tim Sumut U-11 mencatat kemenangan atas Kepri 4-1, Riau 1-0, dan mencukur Jambi 7-0 untuk menjadi juara Grup B. Di semifinal, Sumut bertemu Sumatera Selatan.

Pertandingan semifinal akan digelar Sabtu (12/5) pagi ini dan dilanjutkan pertandingan perebutan posisi ketiga dan final pada sore harinya. Liga Bola-BLiSPI Nasional ini diikuti delapan tim untuk kateori U-13 dan delapan tim U-11.

Untuk U-13, tuan rumah diwakili Sumut 1 (TGM Medan) dan Patriot Medan setelah tampil sebagai juara daN runner-up Regional Sumut. Enam tim lainnya merupakan wakil dari Provinsi Aceh, Kepri, Riau, Maluku Utara, Jambi, dan Sulsel.

Pada kategori U-11, Sumut diwakili SSB Karisma sebagai juara regional. Tujuh tim lainnya merupakan wakil Provinsi Aceh, Kepri, Riau, Lampung, Jambi, Sumsel, dan Sulsel.

Liga Bola-BLiSPI Nasional ini dibuka resmi Exco Asprov PSSI Sumut Prof Fidel Ganis Siregar. Dalam sambutannya dia mengucapkan terima kasih kepada BLiSPI menjadikan Sumut tuan rumah babak Nasional dan diharapkan menjadi penyemangat pembinaan di daerah ini. “Kami sangat berharap dari ajang ini kembali lahir pemain andal seperti Egy Maulana Vikri. Untuk itu kepada seluruh pemain, bertandinglah sportif dan jangan berusaha menyakini pemain lawan,” ujar mantan kiper PSMS Medan ini.

Ketua Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI) Pusat Subagja Suihan diwakili Sekjen Rusman mengatakan liga kali ini minus tim dari Pulau Jawa, karena memang prioritas untuk tim dari Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. “Kalau di Jawa kan sudah banyak ajang sepakbola seperti ini. Jadi tahun ini kita fokus ke luar Pulau Jawa,” ucap Rusman.

KONI Sumut diwakili M Zeini Zen memotivasi para pemain, khususnya pemain asal Sumut untuk terus mengasah kemampuan. “Tahun 2024 Sumut bersama Aceh akan jadi tuan rumah PON. Tentu itu kesempatan buat kalian untuk bisa membela Sumut,” pungkasnya. (don)

 

Maradona Indonesia Telah Tiada

Zulkarnain Lubis saat bermain bola di tingkat veteran.
Zulkarnain Lubis saat bermain bola di tingkat veteran.

SUMUTPOS.CO – Sepak bola Indonesia berduka. Salah satu bakat terbaik yang pernah lahir, Zulkarnain Lubis menghembuskan nafas terakhirnya di RS Pertamina, Pali, Sumatera Selatan, Jumat (11/5). Pemain yang semasa aktif bermain berjuluk Maradona Indonesia itu meninggalkan kenangan yang sulit dilupakan.

Zulkarnain kabarnya pergi ke Palembang untuk mengurus persiapan Piala AFC sepak bola Wanita di stadion Bumi Sriwijaya. Namun tiba-tiba mengalami serangan Jantung di Mess Pali dan meninggal usai 30 menit dirawat di RS Pertamina.

Semasa kariernya sebagai pemain, pria kelahiran Binjai itu pernah memperkuat PSKB Binjai, PSMS Medan, Krama Yudha Tiga Berlian, dan Mercu Buana Medan. Tentunya tim nasional Indonesia pada 1982-1987. Salah satu prestasi terbaiknya membawa timnas semifinalis Asian games 1986.

Selain itu Zulkarnain juga nyaris membawa Merah Putih lolos ke Piala Dunia 1986. Sayangnya, kalah agregat 1-6 saat play off lawan Korea Selatan.

Zulkarnain memang akan selalu dikenang karena skill olah bolanya yang ciamik. Persis Maradona. Julukan itu hadir saat Zulkarnain membawa Kramayuda Tiga Berlian menjadi peringkat ketiga Liga Champions Asia.

Salah satu rekan setimnya di Mercu Buana, Amrustian tak memungkiri kehebatan Zulkarnain di masa jayanya. “Kalau ada orang yang dilahirkan untuk jadi pemain bola. Itulah dia. Soalnya dia males latihan, tapi saat bertanding orang akan kagum dengan kemampuannya,” kata Amrustian.

Menurut pemain yang membawa PSMS juara Perserikatan tahun 1983 dan 1985 ini, Zulkarnain adalah sosok yang ramah. “Tapi yang namanya pemain hebat ya adalah bandal-bandalnya sedikit. Maradona saja seperti itu. Saya pikir belum ada pemain di zaman sekarang ini yang bisa seperti dia kemampuan sepakbolanya. Luar biasa dia. Pantaslah julukan Maradona Indonesia untuk dia,” tambahnya.

Merapi Meletus, Bandara Adisutjipto Ditutup

Gunung Merapi meletus, Jumat (11/5) pagi.
Gunung Merapi meletus, Jumat (11/5) pagi.

SUMUTPOS.CO – Gunung Merapi meletus lagi, Jumat (11/5) sekira pukul 07.32 WIB. Letusan ditandai dengan semburan asap tebal bergulung-gulung yang dikenal dengan sebutan Wedhus Gembel.

Semburan Wedhus Gembel membuat panik warga yang berada di lereng gunung berapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu.

“Wedhus gembel besar, tadi semua panik, lari keluar rumah ke arah jalan besar,” ujar Sri Mulyati warga Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali, Jumat (11/5).

Dusun Lencoh tergolong tidak jauh dari Merapi. Warga yang panik berhamburan mendekat Kantor Kecamatan Selo. Di sana warga berkumpul, menunggu perkembangan.

“Wedhus gembel mulai hilang, sebagian warga sudah pulang,” imbuh Sri, guru PAUD di Desa Lencoh, saat dihubungi JPNN (grup Sumut Pos).

Gunung Merapi yang  terletak di Kabupaten Klaten, Megelang, Boyolali dan Sleman meletus freatik pada Jumat (11/5/) sekitar pukul 07.32 WIB.

Letusan disertai suara gemuruh dengan tekanan sedang hingga kuat dan tinggi kolom 5.500 meter dari puncak kawah.

Letusan melontarkan abu vulkanik, pasir dan material piroklatik. Letusan berlangsung tiba-tiba.

“Jenis letusan adalah letusan freatik yang terjadi akibat dorongan tekanan uap air yang terjadi akibat kontak massa air dengan panas di bawah kawah Gunung Merapi,” ujar Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam rilisnya, kemarin (11/5).

Menurut Sutopo, jenis letusan ini tidak berbahaya dan bisa terjadi kapan saja pada gunung api aktif.

Biasanya letusan hanya berlangsung sesaat. Gunung Merapi sebelumnya pernah terjadi letusan freatik.

“Status Gunung Merapi hingga saat ini masih tetap normal (Level I) dengan radius berbahaya adalah 3 kilometer dari puncak kawah,” imbuhnya.

PVMBG tidak menaikkan status Gunung Merapi dan masih terus memantau perkembangan.

Akibat letusan Gunung Merapi, beberapa penerbangan terkendala. Sebab, Banda Adisutjipto, Yogyakarta kembali ditutup.

Penutupan bandara sesuai Notice to Airmen (Notam) B3567/2018.

“Aerodrome Bandara Adisutjipto, Yogyakarta kembali ditutup hingga pukul 16.30 WIB,” ujar Manager Humas AirNav Indonesia Yohanes Sirait.

Penutupan ini merupakan dampak dari hasil letusan Gunung Merapi pagi tadi.

“AirNav Indonesia bersama seluruh stakeholder terkait akan terus memonitor perkembangan status Gunung Merapi dan dampaknya terhadap penerbangan,” ucap Yohanes.

Sebelumnya, Bandara Yogyakarta sempat ditutup sejak pukul 10.42 WIB dan satu jam kemudian kembali beroperasi normal.(sam/flo/chi/jpnn/ala)

 

 

Jika PDIP Kalah, Megawati Ancam Pecat Ketua DPC

Foto: Ari Purnomo/JawaPos.com SANTI AJI: Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri saat memberikan orasi di hadapan puluhan ribu kader dan simpatisan di Stadion Manahan Solo, Jumat (11/5).
Foto: Ari Purnomo/JawaPos.com
SANTI AJI: Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri saat memberikan orasi di hadapan puluhan ribu kader dan simpatisan di Stadion Manahan Solo, Jumat (11/5).

SOLO, SUMUTPOS.CO -Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengancam akan memecat ketua DPC jika sampai PDI Perjuangan kalah dalam kontestasi mendatang. Ancaman itu disampaikan Megawati saat menjadi Santi Aji dalam apel siaga Setia Megawati, Setia NKRI yang digelar di Stadion Manahan, Solo, Jumat (11/5) sore.

“Kalau nanti head to head, tempatnya kalah saya akan pecat pemimpinnya,” tegas Mega disambut teriakan para peserta apel yang mencapai lebih dari 69 ribu orang tersebut.

Menurut Mega, sudah sepantasnya para pimpinan partai di daerah itu bekerja keras untuk memenangkan setiap calon yang diusung oleh partai berlambang moncong putih tersebut. Bahkan Megawati menginstruksikan agar para pimpinan partai tersebut turun ke masyarakat untuk memenangkan Pilkada, Pileg dan Pilpres.

“Awas kalau tidak menang, gerakkan struktur partai sampai DPP, bahkan sampai di 34 provinsi,” tegasnya.

Mantan Presiden RI ke-5 itu juga sangat optimistis dengan pesta demokrasi mendatang. Terlebih saat melihat antusiasme para kader dan simpatisan PDI Perjuangan. Bahkan Mega menyebut, partai lain akan gemetar saat melihat Stadion Manahan menjadi lautan merah.

“Kalau lihat kayak gini yang lain (partai lain) juga akan gemetar,” tegasnya.

Semangat yang ditunjukkan para kader dan simpatisan PDI Perjuangan tersebut dikatakan Mega sebagai wujud Banteng Ketaton (Banteng Tersakiti).

Mendapat semangat tersebut, para kader, simpatisan dan para pemimpin partai menyatakan siap untuk berupaya memenangkan setiap calon yang diusung oleh PDI Perjuangan.(apl/jpc/ala)

 

Beras Impor Kok Lebih Mahal dari Lokal?

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS BERAS_Pekerja mengangkat karung beras dan menyusun nya ke truk di Gudang Bulog Jalan Mustafa Medan, Kamis (27/4)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
BERAS_Pekerja mengangkat karung beras dan menyusun nya ke truk di Gudang Bulog Jalan Mustafa Medan, beberapa waktu lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO -Pemerintah berencana menggelar operasi pasar. Tujuannya, untuk menjaga stabilitas pasokan pangan saat Ramadan dan Idul Fitri.

Hanya saja kebijakan tersebut menimbulkan pertanyaan. Yakni soal rencana menggelontorkan beras impor di gudang Perum Bulog.

Anggota DPR Fraksi Golkar, Firman Soebagyo mengatakan, beras impor yang digelontorkan harusnya lebih murah dari beras lokal. Dia pun ragu kebijakan ini ampuh menekan harga beras di pasaran.

“Logikanya kan kalau OP itu harga terjangkau. Harusnya murah kan. Tapi kalau harga berasnya lebih mahal jadi buat apa kita impor,” kata dia dilansir Rakyat Merdeka (Sumut Pos Grup), Jumat (11/5).

Idealnya, kata dia, OP dilakukan untuk menjaga stabilitas harga. Sehingga masyarakat mampu membeli beras dengan harga terjangkau.

“Tetapi dengan adanya impor yang jauh lebih mahal, sehingga tidak bisa dibeli dengan harga murah dengan kualitas yang baik, artinya, ada apa?,” tanya Firman.

“Jadi OP ini hanya jadi alasan saja untuk dijadikan pembenaran agar bisa impor. Dibalik itu ada pemain-pemain, ada kepentingan-kepentingan di dalamnya. Tapi Siapa? Saya kira ini menarik dilakukan kajian,” lanjut dia.

Dia juga curiga impor beras ini untuk kepentingan politik di 2019. Kecurigaan Anggota Komisi IV DPR ini lantaran tahun lalu, Kemendag sudah komit untuk tidak impor beras.

“Buktinya, harga beras tahun lalu juga stabil. Tapi belakangan begitu memasuki tahun politik, Kemendag malah buka impor kran beras 500 ribu ton,” tegas dia.

Terpisah, salah satu pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Afong tegaskan situasi harga beras saat ini sudah turun.

Menurut dia, harga beras medium saat ini rata-rata jauh di bawah Rp9.000 per kilogram. HET untuk beras medium sendiri Rp 9450 per kilogram untuk wilayah Jawa dan Jakarta.

“Bahkan beberapa waktu lalu (harga beras medium di Cipinang) ada yang pernah menyentuh Rp 7900 per kilogram,” katanya.

Mengenai OP yang dilakukan Bulog, dia tidak terlalu yakin akan efektif. Buktinya, harga beras selama ini turun, bukan karena OP, tapi karena memang suplai beras berlebih dan di berbagai daerah sentra produksi banyak panen.

“Jadi harga turun bukan karena operasi pasar tapi karena produksi melimpah,” pungkasnya.(mam/jpg/jpc/ala)

 

Petani Percut Berharap Air Hujan

Foto: Batara/Sumut Pos Salah seoang petani Desa Percut, Kecamatan Percut Seituan menunjukkan sawahnya tidak dapat ditanami padi karena irigasi mengalami kerusakan.
Foto: Batara/Sumut Pos
Salah seoang petani Desa Percut, Kecamatan Percut Seituan menunjukkan sawahnya tidak dapat ditanami padi karena irigasi mengalami kerusakan.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO -Para petani Dusun XII Desa Percut Kecamatan Percutseituan tak bisa bercocok tanam padi. Pasalnya, irigasi yang mengaliri air ke 150 hektare lahan pertanian mereka mengalami kerusakan.

Menurut salah satu petani, Muhamad Yusuf (75), irigasi yang biasa mengaliri air ke sawah mereka mengalami kerusakan sudah 7 tahun. Meski kerusakan saluran irigasi itu sudah beberapa kali dilaporkan, namun pihak pemerintah Kabupaten Deliserdang tak memberikan solusi kepada para petani. “Petani di sini hanya minta air irigasi menggalir, agar sawah kami dapat ditanami padi,”sebutnya.

Hal senada dikatakan petani lainnya, Bahnur (55). Menurutnya, pengairan ke sawah mereka hanya berharap turunnya air hujan.

“Permasalahan ini sudah pernah dilaporkan ke penyuluhan pertanian setempat namun tak pernah di gubris, hingga sampai saat ini kami hanya bisa berharap dari air hujan,”terangnya.

Karena rusaknya irigasi tersebut, lanjut Bahnur, mereka pun memanfaatkan lahan pertanian dengan bercocok tanam Palawija. Meskipun masih ada petani yang menanam padi dengan sistem tadah hujan dan menggali sumur bor untuk mengalirkan air ke sawah mereka. “Ya harus dijagalah, soalnya kalau dibiari bisa-bisa mesin pompanya dimaling orang. Tentu biaya beli minyak mahal,”ucapnya. Adanya kerusakan saluran irigasi di Dusun XII Desa Percut, membuat para petani mengalami kerugian sekitar 3000 ton gabah panen kering.

“Sekali panen dengan luas 1 hektare mampu menghasilkan gabah panen kering 20 ton. Sekarang apa, tak ada yang bisa menanam padi. Kalaupun ada yang nekat, petani menanam padi dengan sistem pompo tentu akan mengalami kerugian karena harus mengeluarkan biaya beli minyak,”keluh Anwar(45), petani lainnya. (btr/han)

Rupiah Babak Belur

Rupiah melemah terhadap Dolar Amerika.
Rupiah melemah terhadap Dolar Amerika.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, Rupiah pada perdagangan hari ini berada di kurs tengah Rp14.074 atau terdepresiasi 38 poin dari perdagangan sebelumnya Rp14.036. Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp14.144 (kurs jual) dan Rp14.004 (kurs beli).

Kondisi ini terus terjadi awal Maret 2018. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan sebetulnya kondisi melemahnya Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat normal saja. Sebab, seluruh transaksi valas di negara lain juga mengalami hal yang sama.

Apabila kondisi ini terus terjadi berlarut-larut, kata Darmin, Bank Indonesia tidak memiliki pilihan lain selain membiarkan kurs terus melemah atau menaikkan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate.

“Tekanan itu membuat kita sebenarnya tinggal memilih biarkan kursnya melemah atau suku bunganya dinaikkan,” ujar Menko Darmin ditemui di Rokan Hilir, Riau, Rabu (9/5).

Dia melanjutkan Bank Indonesia juga sudah mengantisipasi mengenai rencana kenaikan suku bunga. Namun, hal itu baru akan diputuskan saat Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan setiap tanggal 16 atau 17. Sehingga, Bank Indonesia belum dapat menaikkan suku bunganya.

Kendati begitu, Darmin menekankan meski BI belum menaikkan suku bunga acuannya dan nilai rupiah telah menembus batas psikologis pasar yang sudah mencapai Rp14.000 per USD, kondisi ekonomi dalam negeri tidak masalah.

“Walaupun begitu jangan kemudian dibawa-bawa kalau Rupiah Rp 14.000 masalah. Enggak masalah,” tuturnya.

Bank Indonesia menegaskan tengah menyiapkan langkah-langkah terukur guna meredam berlanjutnya depresiasi nilai tukar rupiah.

“Di tengah meningkatnya tantangan global saat ini, Bank Indonesia tengah dan akan mengambil langkah-langkah yang tegas untuk memastikan terciptanya stabilitas perekonomian,” Kata Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, lewat keterangan resminya, Jumat (11/5).

Tantangan global terutama siklus peningkatan suku bunga di Amerika Serikat, meningkatnya harga minyak dunia, serta menguatnya risiko geopolitik sebagai akibat meningkatnya tensi sengketa dagang AS-Tiongkok. Selain itu, pembatalan kesepakatan nuklir AS-Iran, turut mendorong menguatnya dollar AS terhadap seluruh mata uang dunia, termasuk rupiah.