Home Blog Page 6364

Saksi: Pelaku Bom Bunuh Diri Terobos Gereja Santa Maria Naik Motor

TKP bom bunuh diri di salahsatu dari tiga gereja yang dibom di Surabaya, Minggu (13/5).
TKP bom bunuh diri di salahsatu dari tiga gereja yang dibom di Surabaya, Minggu (13/5).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pelaku bom bunuh diri di Gereja Katolik Santa Maria di Jalan Ngagel Madya Utara Surabaya diduga berjumlah dua orang. Mereka menerobos gerbang gereja menggunakan sepeda motor.

“Saya pas lihat masuk orang dua menerobos masuk tapi orangnya langsung mati (meledak). Jadi mereka pakai motor langsung tet (klakson). Kan nggak biasanya begitu,” kata saksi mata, Samsia, Minggu (13/5/2018).

Menurut Samsia, salah seorang pelaku membawa tas ransel. Keduanya sama-sama mengenakan celana warna hitam.

“Ya, bawa ransel, bawa anu pokoknya, kalau nggak salah pakai celana hitam di depan pintu gerbang pas lokasi saya jualan. Kalau nggak salah pakai celana panjang dua-duanya orang kurus,” terang Samsia.

Samsia yang berjualan di dekat pintu gerbang gereja sampai terpental karena ledakan. Dia melihat ada dua polisi dan dua pihak keamanan gereja yang jadi korban.

“Satpam kena 2, polisi kena. Satu satpam, perempuan tukang catat di gereja. Saya terlempar 15 meter,” ujar dia.

Baca juga: Bom Bunuh Diri Tewaskan Pelaku dan Satu Jemaat Gereja di Ngagel. (zak/tor/dtc)

Saksi GKI: Perempuan Peluk Petugas dan Meledak

Korban bom bunuh diri salahsatu dari tiga gereja yang dibom di Surabaya, Minggu (23/5).
Korban bom bunuh diri salahsatu dari tiga gereja yang dibom di Surabaya, Minggu (23/5).

SURABAYA, SUMUTPOS.CO – Ledakan bom terjadi di 3 gereja di Surabaya. Akibat ledakan ini, 9 orang meninggal dunia dan 39 orang mengalami luka.

Lokasi pertama di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, kedua Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro 146 dan ketiga Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna.

Dari informasi yang dihimpun, Minggu (13/5/2018), ledakan yang terjadi di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) berasal dari bom mobil.

Akibat ledakan di GPPS, dilaporkan 5 mobil dan 30 motor terbakar. 2 Mobil pemadam kebakaran dikerahkan di lokasi. Saaar ini lokasi sudah disterikan oleh petugas kepolisian.

Seorang saksi bom bunuh diri yang meledak di GKI Surabaya, Jalan Diponegoro, Minggu (13/5) pagi  menyebut, seorang perempuan membawa 2 anak meledakkan dirinya di depan halaman.

“Saya sempat melihat 2 orang anak dan ibunya datang membawa 2 tas,” kata satpam, Antonius kepada wartawan di lokasi, Minggu (13/4/2018).

Awalnya, petugas menghadang ibu tersebut di depan pagar halaman gereja sekitar pukul 07.45 WIB. Namun ibu itu tetap mencoba masuk. Tiba-tiba saja ibu itu memeluk petugas.

“Tiba-tiba meledak,” kata Antonius.

Suara ledakan cukup besar, hingga terdengar sampai lima kali.

Kini, Jalan Diponegoro ditutup. Aparat kepolisian menyisir gereja. (asp/dtc)

Ijeck Tanya Pemekaran Nias, Sihar: Ada Kriteria Tertentu

Pasangan Djoss dalam debat Pilgubsu sesi kedua di Medan, Sabtu (12/5).
Pasangan Djoss dalam debat Pilgubsu sesi kedua di Medan, Sabtu (12/5).

JAKARTA, SUMUTPOS – Calon Wakil Gubernur Sumut Sihar Sitorus menyindir cawagub tandingannya Musa Rajekshah soal desakan pemekaran Kepulauan Nias. Menurut Sihar, pertanyaan mengenai topik itu sudah disampaikan dalam debat sebelumnya.

“Kembali lagi pertanyaan yang sama dilontarkan dua minggu berturut-turut. Tapi jawabannya beda pak,” kata Sihar dalam debat kedua Pilgub Sumut 2018, di Hotel Adi Mulia Medan, Sabtu (12/5/2018).

Namun, Sihar tetap menjawab pertanyaan Ijek, sapaan karib Musa. Sihar menyadari warga Kepulauan Nias perlu perhatian lebih dari Pemprov Sumut.

“Kewenangan pusat sudah mengatur, siapa, kriteria untuk pemekaran. Tetapi ada yang penting daripada hal itu. Apa yang harus kita lakukan bagi Nias? Nias dari berbagai macam indeks di berada di bawah. Ini dengan kata lain bahwa kita harus tunjukkan keberpihakan kepada Nias,” papar Sihar.

Namun, menurut Ijek jawaban Sihar serupa dengan yang disampaikan sebelumnya. Ijek kemudian mempertegas pertanyaannya soal pemekaran Kepulauan Nias.

“Memang pertanyaan saya hampir sama dengan debat yang lalu. Tapi, jawaban Bang Sihar juga hampir sama dengan yang lalu. Karena poinnya yang saya tanyakan apakah Pak Sihar setuju atau tidak kalau Provinsi Nias ini terbentuk?” ujar Ijek.

Sihar kembali menekankan pemekaran Kepulauan Nias memang kewenangan Pemprov Sumut. Namun, sebelum melakukan pemekaran hendaknya mempertimbangkan beberapa aspek misalnya potensi ekonomi di Kepulauan Nias.

“Ya, seperti yang saya jelaskan tadi bahwa pusat mempunyai kewenangan dalam hal pemekaran suatu provinsi. Ada kriteria-kriteria tertentu yang harus dipenuhi. apakah itu kriteria budaya, kriteria ekonomi, kriteria geografis,” tutur Sihar.

“Umpamanya, kalau ada pulau terluar dan tetangganya adalah negara asing mungkin ini salah satu kriteria. Kemudian kalau penduduknya sangat, apa ya, sangat banyak, sangat banyak potensinya, ini juga menjadi pertimbangan. Jadi, banyak hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam mengambil suatu keputusan,” lanjut dia.(zak/nvl/dtc)

Ditanya Djarot Soal Stunting, Edy: Apa Itu Stunting?  

Debat Pilgubsu sesi dua tahun 2018.
Debat Pilgubsu sesi dua tahun 2018.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengaku tidak memahami saat ditanya mengenai stunting oleh Cagub Djarot Saiful Hidayat. Edy tak mau menjawab sebelum Djarot menjelaskan arti stunting.

“Saya baru tahu stunting. Jadi kenapa harus pakai (istilah) yang sulit-sulit? Dijelaskan dulu nanti pasti akan saya jawab dan saya tidak bisa menjawab apa itu stunting karena saya tidak mengerti apa itu stunting. Terima kasih,” kata Edy, di Hotel Adi Mulia Medan, Sabtu (12/5/2018).

Djarot menjelaskan stunting merupakan kondisi di mana bayi tidak tumbuh dengan baik. Penyebabnya, karena si bayi tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup.

“Pak Edy, ini persoalan yang sangat penting dan strategis. Stunting itu gagal tumbuh kembang yang menyebabkan anak itu cebol. Bukan hanya gagal tumbuh kembang, tapi juga otaknya berpengaruh menjadi rendah. Penyebab utama stuntingadalah pada saat golden age, 100 hari, 1000 hari dia tidak mendapatkan pengasuhan yang baik bagi si bayi,” papar Djarot.

Setelah dijelaskan Edy pun menjawab pertanyaan Djarot. Edy mengatakan telah memiliki sejumlah program untuk menangani masalah stunting di Sumut dan bahkan, dia sempat menyindir Djarot.

“Kalau itu memang kami sudah membuatkan rencana. Ada di situ bidan siaga, ada perawat siaga, ada ambulan siaga. Kita sampaikan bahkan nanti ada mobil jenazah siaga. Setiap ada di tingkat kabupaten bahkan tingkat kecamatan untuk mengatasi yang disebut tadi stunting,” terang Edy.

“Tapi setahu saya stunting yang pernah bapak duduki itu juga masih banyak. Yang stunting ini akan saya catat agar nanti saat saya jadi gubernur saya tidak akan lupa lagi tentang stunting,” imbuh dia.

Purnawirawan TNI itu juga menyindir Djarot saat bertanya mengenai pembangunan di Sumut. Yang ditanyakan Edy, apakah pembangunan di Sumut sudah adil dan merata?
“Pembangunan yang berkeadilan itu ada beberapa cirinya. Satu, adil dari sisi struktur pendapatan. Yang miskin, yang kurang, harus dibantu. Kedua, dari sisi wilayah. Wilayah yang tertinggal itu harus juga mendapatkan perhatian khusus. Ini yang masalah keadilan,” jawab Djarot.

“Sedangkan kesetaraan, itu kita di dalam membangun tanpa membeda-bedakan terutama dari sisi gender, laki-laki dan perempuan,” lanjut dia.

Edy nampaknya tak puas dengan jawaban Djarot. Menurut dia, untuk melihat apakah pembangunan di Sumut adil dan merata ada dua kata kunci.

“Pak Djarot, yang saya tanya ke bapak bagaimana pembangunan yang ada di Sumut, sudah berkeadilan? Itu jawabannya adalah kunci, kata kunci di situ. Akses dan pemberdayaan,” ujar Edy.

Djarot langsung menimpali. Politikus PDIP itu menilai pembangunan di Sumut baik, namun harus dipercepat.

“Terima kasih Pak Edy. Pembangunan di Sumut dengan koordinasi dengan pemerintah pusat itu sudah cukup baik. Maka ini harus kita percepat. Percepatan pembangunan ini akan mengurangi kemiskinan,” tutur Djarot. (zak/nvl/dtc)

Sekda: Stok Pangan Aman, Masyarakat Tak Perlu Panik

FOTO: Ist Sekda Aceh Dermawan, saat memimpin rapat  Koordinasi Ketersediaan Bahan Pangan, BBM, Arus Listrik dan Arus Mudik dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1439 Hijriah.
FOTO: Ist
Sekda Aceh Dermawan, saat memimpin rapat  Koordinasi Ketersediaan Bahan Pangan, BBM, Arus Listrik dan Arus Mudik dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1439 Hijriah.

BANDA ACEH, SUMUTPOS – Pemerintah Aceh memastikan stok kebutuhan bahan makanan pokok aman hingga beberapa bulan mendatang. Untuk itu, masyarakat diimbau tidak perlu panik dan tidak melakukan pembelian bahan makanan pokok secara besar-besaran.

Imbauan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Dermawan, usai memimpin Rapat Koordinasi Ketersediaan Bahan Pangan, BBM, Arus Listrik dan Arus Mudik dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1439 Hijriah, di ruang Potensi Daerah Setda Aceh, Jumat (11/5/2018) sore.

“Stok semua bahan makanan pokok termasuk daging aman hingga beberapa bulan ke depan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi kenaikan harga, dan melakukan pembelian besar-besaran harga bahan pokok semua akan kita pantau bersama pihak terkait lainnya,” ujar Dermawan.

Sekda mengungkapkan, untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran, Pemerintah Aceh bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah dan seluruh SKPA terkait akan melakukan operasi pasar dan menggelar pasar murah di seluruh kabupaten/kota.

“Memang selalu ada oknum–oknum pedagang nakal yang bermain dengan harga kebutuhan pokok. Untuk mencegah hal itu Pemerintah Aceh bersama aparat kepolisian akan melakukan operasi pasar,” imbuh Dermawan.

Sebelumnya, dalam presentasinya, Bulog Divre Aceh, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, dan serta Dinas Pangan, menjelaskan bahwa stok pangan Aceh sangat mencukupi hingga beberapa bulan ke depan.

Sementara itu, Kepolisian Daerah Aceh juga menyatakan siap mendukung Pemerintah Aceh dalam menjaga situasi kondusif jelang dan selama Ramadhan dan Idul Fitri serta siap membantu operasi maupun kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menjaga stabilitas harga pangan di Aceh.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kodam Iskandar Muda, tim dari Kantor Bank Indonesia Perwakilan Aceh, SKPA terkait serta sejumlah pengusaha dan mitra kerja Pemerintah Aceh lainnya. (zal)

Debat Pilgubsu Kedua Digelar Hari Ini

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS DEBAT_Pasangan cagub-wagub Sumut nomor urut satu Edy Rahmayadi (kiri)-Musa Rajekshah (kedua kiri) dan pasangan nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat (kedua kanan)-Sihar Sitorus (kanan) mendengarkan pertanyaan pada Debat Publik Pilkada Sumut, di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (5/5). Debat publik tersebut mengangkat tema Tata Kelola Pemerintahan Bebas dari Korupsi.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
DEBAT_Pasangan cagub-wagub Sumut nomor urut satu Edy Rahmayadi (kiri)-Musa Rajekshah (kedua kiri) dan pasangan nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat (kedua kanan)-Sihar Sitorus (kanan) mendengarkan pertanyaan pada Debat Publik Pilkada Sumut, di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (5/5). Debat publik tersebut mengangkat tema Tata Kelola Pemerintahan Bebas dari Korupsi.

SUMUTPOS.CO – Dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara bakal kembali adu program dalam debat yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, Sabtu (12/5) malam ini pukul 19.00 WIB. Pendukung kedua pasangan calon pun diminta lebih tertib dan taat aturan. Jika tidak, penyelenggara akan mengusir dari ruangan tempat acara berlangsung.

Kemarin (11/5), KPU Sumut sudah mematangkan persiapan debat kandidat kedua Pilgubsu 2018. Komisioner KPU Sumut Benget Silitonga meminta, kedua pendukung pasangan calon lebih tertib dan taat aturan selama acara berlangsung. “Kemarin kita sudah sepakat, khusus pendukung paslon yang hadir dalam debat, dengan keras kita meminta yang boleh dipakai terkait slogan Pilgubsu. Contohnya seperti pakaian yang dikenakan melekat dengan badan. Tidak boleh memuat gambar atau ada tulisan di luar slogan paslon yang didukung,” kata Benget Silitonga kepada wartawan, usai rapat persiapan terakhir debat kandidat kedua di Kantor KPU Sumut, Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Jumat (11/5).

Hal itu, kata Benget, sudah disosialisasikan pihaknya ke kedua paslon agar bisa disampaikan kepada masing-masing pendukung. Adapun hal kedua kata dia, masing-masing tim pendukung yang mengikuti acara debat memiliki leader. “Alhasil mereka kewalahan sendiri mengelola anggotanya. Jangan seolah-olah kita yang melarang ini, padahal sudah kita sampaikan sebelumnya. Kira-kira besok seperti itulah pengelolaannya,” tuturnya.

Selanjutnya, hal ketiga yang paling penting sebut Benget, terkait tata terbit selama acara berlangsung. Baik saat on air maupun off air. Antara lain, kedua pendukung tidak boleh saling mengejek dan memprovokasi. “Jadi kita sudah sepakat dengan pihak keamanan, jika ada yang seperti itu tidak ada peringatan apapun, melainkan langsung dibawa keluar. Termasuk ada yang naik ke kursi,” katanya.

Sebenarnya, kepada perwakilan paslon saat pengarahan belum lama ini, KPU telah mengingatkan bahwa debat bukan acara massa di lapangan sepakbola. Di mana seharusnya orang-orang yang dibawa bisa lebih selektif dan tidak sekadar mengandalkan suara kuat saja. “Seharusnya orang-orang kuncinya yang dibawa, bukan massa yang sekadar pandai bersorak. Sebab acara ini ditonton banyak orang,” katanya.

Menyinggung tema debat kedua ini, dirinya menjelaskan lebih kepada pembangunan yang berkeadilan dan berkesetaraan. Dimana konteksnya adalah mendalami visi misi paslon terkait tema itu. “Bila debat pertama yang didalami tentang tata kelola pemerintahan yang bebas korupsi, pada debat kedua kali ini kita ingin perdalam terkait bagaimana paslon melihat pentingnya pembangunan yang adil dan merata di Sumut. Apa yang akan mereka lakukan dan bagaimana menghadapi problematika yang ada,” ujarnya.

Namun untuk pertanyaan konkritnya, KPU tidak bisa menyampaikan, sebab hal itu bersifat rahasia. “Biarlah itu ranah panelis yang meramu pertanyaan, khususnya sekaitan dengan tema. Tetap ada tujuh orang perumus dari berbagai latar belakang yang telah kami tunjuk,” pungkasnya.

Warga Doakan Djoss Sukses Debat Kedua

Calon wakil gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus dihampiri warga di Jalan Abdullah Lubis, Medan, Jumat (11/5).
Calon wakil gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus dihampiri warga di Jalan Abdullah Lubis, Medan, Jumat (11/5).

SUMUTPOS.CO – CALON Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara, Sihar Sitorus kaget ketika seorang pria menghampirinya saat menikmati makan siang di Mie Ayam Jamur H Mahmud, Jalan Abdullah Lubis, Jumat (11/5). Pria yang menggenakan baju koko itu menyapa dan mengulurkan tangan untuk bersalaman.

Sihar pun spontan menghentikan santapan mie ayam yang tengah ia nikmati, lalu berdiri menyambut tangan pria itu. Rupanya, pria itu baru selesai menunaikan ibadah salat Jumat di Masjid Al-Jihad, tepat di seberang jalan tempat Sihar makan siang itu.

Dengan niat yang sama, pria ini juga sebenarnya hendak bersantap siang di warung itu. Namun, ketika melihat Sihar, ia spontan menyambanginya untuk turut mendoakan agar sukses pada debat kedua.”Besok (hari ini, Red) debat kedua ya Pak. Saya doakan semoga sukses ya Pak,” ucap pria itu.

“Terimakasih Bapak, mohon doa restu dan dukungannya Pak. Nonton ya Pak debatnya besok,” jawab Sihar.

Usai makan, Sihar beranjak dari warung mie ayam jamur itu, kembali ke kediamannya dengan berjalan kaki. Saat melintas di persimpangan Jalan KH Wahid Hasyim, mobil mewah berhenti. Kaca pintu mobil pun terbuka dan terlihat tiga ibu-ibu di dalamnya. “Pak Sihar, kok jalan kaki?” tanya seorang ibu di dalam mobil itu.

Umat Islam Sumut Kecam Penempatan Dubes AS di Jerusalem

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS AKSI_Ratusan umat islam menggelar aksi solidaritas untuk palestina di depan Kedubes Amerika Serikat Jalan M T Haryono Medan, Jumat (11/5). Aksi yang yang bertajuk Indonesia Bebaskan Al-Quds ini sebagai penolakan atas keputusan pemerintah Amerika Serikat yang memindahkan Kantor Kedutaaan Besar AS untuk Israel ke Yerusalem.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
AKSI_Ratusan umat islam menggelar aksi solidaritas untuk palestina di depan Kedubes Amerika Serikat Jalan M T Haryono Medan, Jumat (11/5). Aksi yang yang bertajuk Indonesia Bebaskan Al-Quds ini sebagai penolakan atas keputusan pemerintah Amerika Serikat yang memindahkan Kantor Kedutaaan Besar AS untuk Israel ke Yerusalem.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekitar seribuan orang dari berbagai ormas Islam yang tergabung dalam Komite Nasional Rakyat Palestina (KNRP) menggelar unjuk rasa di depan Konsulat Amerika Serikat di Jalan MT Haryono, Medan, Jumat (11/5). Unjuk rasa  ini dilakukan terkait dengan pernyataan sepihak Presiden AS, Donald Trump yang menyatakan Jerussalem sebagai Ibu Kota dari Israel.

Ustaz Shakira Zandi yang berasal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut, pada orasinya menegaskan, unjuk rasa tersebut sebagai pembelaan terhadap Palestina. “Ini adalah pembelaan langsung kepada Palestina, karena saudara kita sedang terancam kehidupannya. Mereka terus dibunuh zionis Israel,” ucap Ustaz Shakira di depan Konjen Amerika, Jumat (11/5).

“Tegakah kita melihat saudara kita yang tidak berdosa dibinasakan Israel?,” tanyanya disahuti massa aksi lainnya dengan jawaban “Israel zionis”.

Lebih lanjut, Shakira menyebut, Palestina adalah negara yang penuh dengan keistimewaan. Kalau saja negara mau memfasilitasi kita untuk berjihad, semua pasti mau untuk berjihad ke Palestina. “Tolonglah kalian para utusan Amerika yang berada di atas (dalam gedung), turun jumpai kami yang ingin memperjuangkan Islam di sini,” pungkas Shakira.

Massa juga menuntut Presiden Amerika Serikat, Donald Trump membatalkan keputusannya untuk menempatkan konjennya di Jerrusalam dan menarik perkataannya yang menyatakan Jerrusalam sebagai Ibu Kota Israel.

3 PS Tira v PSMS 2: Rekor Away Buruk

Striker PSMS Medan Wilfried Yessoh dihadang dua pemain PS Tira di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (11/5).
Striker PSMS Medan Wilfried Yessoh dihadang dua pemain PS Tira di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (11/5).

SUMUTPOS.CO – PSMS kembali gagal memetik poin di kandang lawan. Kali ini Ayam Kinantan tumbang dengan skor 2-3 dari PS Tira di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (11/5). Hasil ini membuat PSMS menelan kekalahan kelimanya musim ini.

PSMS menjadi tim dengan kekalahan terbanyak dari delapan laga. Satu terjadi di kandang sendiri, empat lagi di kandang lawan. Rekor buruk away pun masih belum bisa dihentikan anak asuh Djadjang Nurdjaman.

Sementara bagi PS Tira, kemenangan ini menjadi obat dari rententan hasil minor yang sering didapat PS Tira. Dengan tambahan tiga poin membuat posisi tim milik TNI ini mulai merangkak ke papan tengah.

Tapi bisa saja posisi terbarunya tergusur tim lain yang belum bermain di pekan kedelapan. PS Tira unggul cepat pada menit kedelapan saat Ganjar Mukti berhasil membobol gawang PSMS. Ganjar memanfaatkan bola rebound tendangan Wawan Febriyanto yang dihalau Ahmad Fauzi, kiper PSMS. Namun PSMS bereaksi cepat.

Tendangan kaki kiri Frets masih mengenai tiang gawang menit ke-11. Di kesempatan berikutnya, Frets berhasil. Gol penyama kedudukan itu terjadi menit ke-29. Frets Butuan sukses mengelabui lawan dan mencetak gol dengan tembakan mendatar ke arah kiri gawang PS Tira yang dikawal Syahrul Trisna Fafillah. Skor 1-1.

Namun PSMS kembali lengah. Alhasil Ayam Kinantan tertinggal kembali menit ke-34 lewat tendangan bebas Wawan.  Dua menit berselang,  Gustavo Lopez membawa Young Warriors unggul 3-1 lewat placing kaki kanannya.

SBY Yakin Edy-Ijeck Mampu Pimpin Sumut

Foto Istimewa Edy Rahmayadi dan Ijeck bertemu Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (11/5). Demokrat akhirnya mendukung penuh dan siap memenangkan Eramas di Pilgubsu 2018.
Foto Istimewa
Edy Rahmayadi dan Ijeck bertemu Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (11/5). Demokrat akhirnya mendukung penuh dan siap memenangkan Eramas di Pilgubsu 2018.

SUMUTPOS.CO – Teka teki sikap dan dukungan Partai Demokrat di Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) 2018 akhirnya terjawab. Partai berlambang mercy tersebut dengan keyakinan penuh akan mendukung dan siap memenangkan pasangan calon nomor urut satu, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas).

Keputusan ini langsung disampaikan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jumat (11/5). “Partai Demokrat mendukung Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah atau Ijeck. Insya Allah, dua putra terbaik Sumatera Utara ini siap memimpin Sumut. Saya punya keyakinan, keduanya memiliki kecakapan dan mengerti permasalahan di Sumut,” kata SBY.

Saat menyampaikan sikap dukungan itu, Edy dan Ijeck terlihat berdiri disamping SBY. Tampak juga Sekretaris DPP Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, Agus Harimurti Yudhoyono, Edie Baskoro Yudhoyono, Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat, Amir Syamsuddin, Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Herri Zulkarnain Hutajulu, dan Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumut, Meilizar Latif. “Sehingga dengan izin Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, Sumatera Utara akan bertambah maju, bertambah adil dan sejahtera,” kata SBY lagi.

Secara resmi kata SBY, Partai Demokrat menyampaikan dukungan penuh. “Pada 15 Mei 2018, akan dideklarasikan dukungan Partai Demokrat ini secara resmi di Medan. Terimakasih,” bilangnya.

Cagub Sumut, Edy Rahmayadi, berterimakasih atas dukungan yang diberikan Partai Demokrat. “InsyaAllah kami sudah yakin. Sekarang bertambah yakin dengan adanya dukungan Partai Demokrat,” katanya.