Home Blog Page 6372

Tarif Maksimal Bus Lebaran Rp159 per Km

TRIADI WIBOWO/SUMUT POS Pekerja mempersiapkan kebersihan bus yang akan digunakan untuk transportasi mudik di Terminal Bus Pelangi Jalan Sunggal Gagak Itam Medan, Selasa 8/8). Persiapan tersebut dilakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik yang hendak menggunakan jalur darat seperti bus.
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
Pekerja mempersiapkan kebersihan bus yang akan digunakan untuk transportasi mudik di Terminal Bus Pelangi Jalan Sunggal Gagak Itam Medan, tahun lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan Sumut belum berencana mengubah tarif batas atas dan batas bawah untuk bus pada Lebaran 2018. Begitupun, Dishub masih akan menunggu surat edaran resmi Kemenhub soal ini.

Kepala Dinas Dishub Sumut melalui Bidang Angkutan Jalan, Iswar mengatakan, untuk kenaikan tarif tidak ada kenaikan alias sama seperti tahun lalu. “Apalagi soal tarif ini sudah diatur tarif batas bawah dan batas atas. Nantinya mereka bermain disitu. Artinya ketika penumpang sepi mereka (perusahaan transportasi, Red) terapkan tarif bawah. Dan kalau penumpang ramai maka pakai tarif atas. Tarifnya sesuai tahun lalu yang diatur dengan pergub,” katanya kepada Sumut Pos, Selasa (8/5).

Sesuai Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 13 Tahun 2016 tentang Tarif Angkutan Penumpang Antar Kota Dalam Provinsi Kelas Ekonomi di Sumatera Utara, persis pada Pasal 2, sebut Iswar, tarif dasar angkutan dihitung berdasarkan biaya pokok angkutan yang dikeluarkan oleh perusahaan angkutan untuk penyedia jasa angkutan yang dihitung berdasarkan biaya penuh (full cost) yang terdiri dari biaya langsung dan biaya tak langsung.

Sementara pada Pasal 3 ayat 1 disebutkan, kata Iswar, Tarif Dasar Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi Kelas Ekonomi di Provinsi Sumut adalah sebesar Rp.122 (seratus dua puluh dua rupiah) per penumpang/kilometer.

“Sementara di ayat 2 Tarif Dasar Batas Atas angkutan Antar Kota Dalam Provinsi di Provinsi Sumut adalah sebesar Rp.159 (seratus lima puluh sembilan rupiah] per penumpang/ kilometer, dan Tarif Dasar Batas Bawah sebesar Rp.98 (Sembilan puluh delapan rupiah) per penumpang/ kilometer,” katanya.

Menurutnya sejak pergub tersebut diterbitkan hingga kini belum ada perubahan terkait tarif bus untuk angkutan Lebaran tahun ini. Begitupun mengenai persiapan armada yang disediakan setiap tahun, kata dia, tidak ada penambahan khusus mengingat lonjakan arus mudik maupun balik di Sumut masih terbilang normal.

“Kita di Sumatera inikan tidak seperti Pulau Jawa. Dimana harus menyediakan angkutan khusus pemudik. Di Sumatera terkhusus Sumut cenderung tidak signifikan lonjakan arus mudik,” pungkasnya.

Penduduk Bekerja Naik 457 Ribu

EKSPANSI BISNIS SEMEN. Pekerja melakukan bongkar muat di gudang Semen Indonesia (Semen Gresik) di Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 06 November 2013. PT Semen Indonesia (Persero) menjalin kerja sama dengan pemerintah Jepang untuk berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) berkapasitas 26-28 megawatt pada triwulan I tahun 2014 di Tuban, Jawa Timur, dengan nilai investasi sebesar Rp 600 miliar. JG Photo/ Dhana Kencana
Para pencari kerja sedang mengantre melamar kerja.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jumlah angkatan kerja di Sumatera Utara pada Februari 2018 mencapai 7,23 juta orang, dengan tingkat kenaikan sebesar 483 ribu orang dibandingkan Agustus tahun lalu. Atau naik 510 ribu orang dibanding bulan yang sama 2017.

“Penduduk yang bekerja hingga Februari 2018, sebanyak 6,82 juta orang. Atau naik 457 ribu orang dibanding keadaan semester lalu. Dan bertambah 537 ribu orang dari bulan yang sama tahun lalu. Secara keseluruhan, jumlah pengangguran sebanyak 403 ribu orang atau mengalami peningkatan sekitar 2 ribu orang dari Agustus 2018,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Wilayah Sumut, Syech Suhaimi, Senin (7/50.

Syech menjelaskan, dari 6,82 juta jumlah penduduk bekerja, terdapat 35,435 persen penduduk bekerja tidak penuh atau kurang dari 35 jam seminggu. Di antaranya adalah 8,18 persen setengah penganggur dan 27,27 persen pekerja paruh waktu. Sementara itu, ada 62,18 persen penduduk bekerja pada kegiatan informal, atau naik 1,29 persen dibandingkan bulan yang sama 2017.

“Secara umum, selama Februari 2017 sampai Februari 2018 terjadi peningkatan kondisi ketenagakerjaan di Sumut. Antara lain meningkatnya jumlah penduduk bekerja, meningkatnya tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK), penduduk yang bekerja di atas jam kerja normal juga meningkat, serta pekerja bebas di sektor pertanian mengalami penurunan,” ujarnya.

“Sejalan dengan naiknya jumlah angkatan kerja, TPAK juga naik. Pada Februari 2018 tercatat sebesar 73,36 persen, naik 4,23 persen poin dibanding setahun lalu. Kenaikan ini memberikan indikasi adanya kenaikan potensi ekonomi dari sisi pasokan tenaga kerja,” sebutnya.

Berdasarkan lapangan pekerjaan utama pada Februari 2018, penduduk Sumut paling banyak bekerja pada sektor pertanian yaitu sebanyak 2,66 juta orang (38,95 persen), disusul oleh sektor perdagangan dan industri pengolahan masing- masing sebanyak 1,32 juta orang (19,34 persen) dan 567 ribu orang (8,31 persen).

“Dari tren sektoral, hampir tidak ada lapangan pekerjaan yang konsisten naik atau turun kontribusinya dalam menyerap tenaga kerja. Adapun yang mengalami peningkatan persentase penduduk yang bekerja yakni perdagangan (naik 2,16 persen poin), pernyediaan akomodasi dan makan minum (1,09 persen poin) dan sektor industry (0,42 persen poin),” katanya.

Khusus di sektor pertanian yang jumlah angkatan kerjanya terbanyak, justru mengalami penurunan dari tahun sebelumnya (bulan yang sama) sebesar 3,62 poin. Tahun 2017, persentase penduduk yang bekerja di sektor pertanian sebesar 42,57 persen. Namun tahun ini hanya 2,66 juta atau 38,95 persen.

Perwiridan Kaum Ibu DS dan Sergai Solid Menangkan ERAMAS

Ibu-ibu perwiridan Deliserdang dan Serdangbedagai menyatakan komitmen memenangkan Eramas di Pilgubsu 2018, kemarin.
Ibu-ibu perwiridan Deliserdang dan Serdangbedagai menyatakan komitmen memenangkan Eramas di Pilgubsu 2018, kemarin.

SUMUTPOS.CO – Ratusan ribu anggota perwiridan kaum ibu di Kabupaten Deliserdang dan Serdang Bedagai, menyatakan komitmennya memenangkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah (ERAMAS). Deklarasi dukungan itu kembali dinyatakan kaum ibu Deliserdang dan Sergai dalam pengajian akbar di Tanjungmorawa, kemarin.

Ketua Perwiridan Kaum Ibu (Perkami) Deliserdang, Sulastri Hasibuan mengatakan, jumlah kelompok perwiridan yang bergabung di Perkami sudah mencapai 2.280 kelompok dengan jumlah anggota 114.000 orang. “Jumlah ini tersebar di 21 kecamatan di Deliserdang. Insya Allah, kami solid memenangkan Eramas, pasangan cagub dan cawagub milik umat Islam dan masyarakat Sumut pada umumnya,” kata Sulastri.

Di bawah binaan Pembina Perkami, Drs Mhd Saufi, Perkami akan menyosialisasikan Pak Edy dan Bang Musa Rajekshah ke tengah masyarakat Deliserdang. “Dua sosok ini diyakini kaum ibu bisa menjadi pengayom umat dan masyarakat Sumut. Keduanya juga sosok suami dan kepala keluarga yang bertanggung jawab dan sayang pada keluarga,” katanya.

Ketua DPD Pengajian Al Hidayah Kabupaten Serdangbedagai, Hj Doliana Nasution, juga memberikan dukungan kepada ERAMAS. Dengan jumlah perwiridan 1. 500 kelompok dengan jumlah anggota 67.000 orang. “Jumlah ini tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Serdangbedagai. Semuanya siap jadi juru kampanye ERAMAS di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Sementara, Ketua PHBI Kabupaten Serdangbedagai, Hj Masitah Pane SPdI, menambahkan jumlah dukungan yang akan memilih ERAMAS. Kata dia, dengan jumlah perwiridan 38 kelompok  jumlah anggota 6.000 orang, siap turut serta dalam usaha memenangkan ERAMAS.

“Intinya, koordinator tim pemenangan perwiritan kaum ibu Deliserdang, dan PHBI dan Pengajian Al Hidayah Serdangbedagai,  akan ikut memastikan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah dipilih masyarakat pada 27 Juni 2018,” ungkapnya tokoh perwiridan yang cukup dikenal di Serdangbedagai ini.

Pembina Perkami Deliserdang, Mhd Saufi, menambahkan, pihaknya sangat berterima kasih atas komitmen dukungan kaum ibu untuk Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah. ” Semoga apa yang kita ikhtiarkan ini diberkahi Allah SWT, ” kata Saufi. (rel/adz)

Rekayasa Lalin Empat Ruas Jalan Diberlakukan Tetap

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS REKAYASA_Pengendara terlihat melintas dari Jalan diponegoro menuju Jalan Palang Merah Medan, Selasa (01/5) Dinas perhubungan kota medan bekerja sama dengan Satlantas melakukan rekayasa lalu lintas salah satu nya jalan diponegoro menuju jalan palang merah yang menjadi satu arah.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
REKAYASA_Pengendara terlihat melintas dari Jalan diponegoro menuju Jalan Palang Merah Medan, Selasa (01/5) Dinas perhubungan kota medan bekerja sama dengan Satlantas melakukan rekayasa lalu lintas salah satu nya jalan diponegoro menuju jalan palang merah yang menjadi satu arah.

SUMUTPOS.CO – Rekayasa atau uji coba arus lalu lintas (lalin) yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan terhadap empat ruas jalan kni sudah diberlakukan tetap atau tidak lagi diujicoba.  Kepala Dishub Medan, Renward Parapat mengatakan, rekayasa lalin yang dilakukan terhadap Jalan Zainul Arifin, Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Mutia dan RA Kartini akan didefinitifkan atau diberlakukan tetap. Artinya, tidak lagi diujicoba.

“Dari hasil evaluasi, ternyata efektif. Kemacetan yang terjadi di empat ruas jalan tersebut intensitasnya mulai berkurang dibanding sebelum direkayasa, terutama di kawasan Sun Plaza,” kata Renward, kemarin.

Namun demikian, lanjutnya, kemacetan masih tetap terjadi di seputaran Sun Plaza terutama pada jam pulang kantor. Untuk itu, dilakukan koordinasi dengan pihak Sun Plaza. “Saya monitor terus perkembangan rekayasa yang dilakukan. Saya sudah sampaikan kepada pihak Sun Plaza agar mobil pribadi yang drop tidak terlalu lama. Begitu juga terhadap taksi online jangan sampai mangkal, kalau membandel kita tindak dan sudah diperintahkan kepada anggota akan dikempesi ban mobil mereka” kata Renward.

Diutarakan dia, pemberlakukan definitif arus lalin tersebut dalam waktu dekat akan dilakukan. Hal ini juga sudah disampaikan kepada Satlantas Polrestabes Medan. “Kebetulan saya masih berada di luar kota, setelah berada di Medan bakal berlaku. Jadi, nantinya tidak ada lagi alat-alat di jalan yang digunakan sementara ini,” tuturnya.

Renward menambahkan, apabila sudah didefinitifkan nantinya masyarakat atau pengendara jalan raya harus tertib. Jangan ada lagi yang melanggar. “Persoalan kemacetan ini sebenarnya masalah perilaku masyarakat berlalu lintas di jalan, dan hal ini yang paling sulit. Untuk itu, dihimbau kepada masyarakat mohon kesadarannya supaya tertib dengan menaati aturan yang ada,” imbuhnya.

Peserta SBMPTN Panlok Medan Nomor 2 Terbanyak se-Indonesia

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS UJIAN_Sejumlah peserta mengerjakan soal ujian pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Negeri Medan, Selasa (8/5) Sumatera Utara kota ke dua terbanyak peserta yang mengikuti ujian SNMPTN setelah DKI Jakarta.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
UJIAN_Sejumlah peserta mengerjakan soal ujian pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Negeri Medan, Selasa (8/5) Sumatera Utara kota ke dua terbanyak peserta yang mengikuti ujian SNMPTN setelah DKI Jakarta.

SUMUTPOS.CO – Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 di Pantia Lokal (Panlok)14 Medan diikuti 63.357 peserta. Angka itu, membuat Panlok Medan menjadi nomor dua peserta SBMPTN terbanyak se-Indonesia, Peringkat pertama diduduki Panlok DKI.

“Kepecaryaan masyarakat terhadap Panlok 14 Medan, semakin meningkat setiap tahun Alhamdullillah,” ungkap Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Dr Runtung  Sitepu, SH, M Hum kepada wartawan, usai meninjau pelaksanaan SMBPTN 2018 di Unimed, Selasa (8/5) siang.

Panlok14 Medan yang merupakan panitia bersama antara Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Medan (Unimed), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dan Sub Panlok Universitas Samudra (UNSAM) Kota Langsa, Aceh.

Dengan didamping pihak rektorat Unimed dan UINSU, Runtung melakukan peninjauan pelaksanaan SMBPTN di USU, Universitas Harapan Medan, Unimed dan UINSU, kemarin pagi. Saat meninjau Runtung sempat mendapatkan keluhan dari peserta, bahwa soal SBMPTN sulit dijawab.

“Pada sesi pertama, kita tanya 1,2 dan 3 peserta soalnya sulit. Namun, pada sesi kedua mudah. Tapi, itu relatif. Hingga saat ini, belum ada ditemukan Gajok (Joki Kunci Jawaban),” ucap Runtung.

Tempat Hiburan Malam Wajib Tutup

Razia di tempat hiburan malam - Ilustrasi
Razia di tempat hiburan malam – Ilustrasi

SUMUTPOS.CO – Tinggal dalam hitungan hari, akan memasuki bulan suci Ramadan. Untuk itu, seluruh pengusaha tempat hiburan dan rekreasi di Medan diminta menutup sementara usahanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan Agus Suriono mengatakan, sehari sebelum bulan puasa tempat hiburan dan rekreasi wajib menutup usahanya sementara. Selanjutnya, buka kembali sehari setelah Hari Raya Idul Fitri.

Menurut Agus, penutupan sementara dilakukan berdasarkan Perda Kota Medan Nomor 4/2014 tentang Kepariwisataan dan Peraturan Wali Kota Medan Nomor 29 tahun 2014 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) pasal 58 ayat 1.

Dimana, disebutkan bahwa dalam rangka menghormati perayaan hari besar keagamaan, maka selama bulan suci Ramadan, Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha dan Natal, tempat usaha hiburan dan rekreasi di Kota Medan untuk tutup sementara.

“Nanti akan kita kirimkan Surat Edaran Wali Kota kepada seluruh pengusaha tempat hiburan dan rekreasi. Jadi, kami minta untuk menaati aturan tersebut,” ungkapnya saat ditemui di Balai Kota, kemarin.

Dikatakan Agus, adapun usaha penyelenggara kegiatan hiburan dan rekreasi yang diminta untuk tutup sementara antara lain diskotik, klub malam, gelanggang permainan ketangkasan (kecuali pusat permainan anak-anak/taman rekreasi keluarga), karaoke, music hidup (live music), bar, pub, spa dan panti pijat. Selain itu, tidak memajangkan makanan dan minuman secara terbuka atau mencolok di siang hari.

Agus menuturkan, apabila kedapatan tempat hiburan yang beroperasi atau membuka usahanya selama puasa maka akan diberi tindakan. “Kalau mereka tetap beroperasi, tentu akan kita tutup. Untuk masalah izinnya, nanti urusan bagian perizinan (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu),” kata dia.

Cemburu, Kincit Bakar Kekasih

Korban mendapat perawatan medis usai dibakar kekasihnya.
Korban mendapat perawatan medis usai dibakar kekasihnya.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Sekujur tubuhnya melepuh akibat luka bakar. Delisa (16) harus menahan sakit usai dibakar kekasihnya, Iwan alias Kincit (23). Kejadian itu dipicu rasa cemburu Kincit yang berlebihan.

Peristiwa tersebut terjadi di rumah salah satu teman korban, Hela (20). Tepatnya di Jalan RPH, Gang Suka Maju, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Senin (7/5) pukul 20.00 WIB.

Percobaan pembunuhan yang dilakukan warga Mabar, Kecamatan Medan Deli itu berawal ketika dirinya dan korban berjalan-jalan.

Di tengah jalan, terjadi percekcokan antara pelaku dan korban dipicu rasa cemburu. Pelaku kemudian membawa korban ke rumah Hela.

Setibanya di rumah itu, kembali terjadi percekcokan. Pelaku kemudian membeli sebotol bensin. Tanpa pikir panjang, pelaku menyiramkan bensin itu ke tubuh korban.

Pelaku kemudian menyulut tubuh kekasihnya yang tinggal di Lingkungan 11, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli. Korban pun terbakar di dalam rumah.

Melihat kekasihnya terbakar, pelaku langsung kabur. Teman korban meminta tolong kepada tetangga.

Setelah api padam, korban dilarikan menuju RSU Mitra Medika. Luka bakar di tubuh korban mencapai 60 persen.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Medan Labuhan. Polisi yang datang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.

“Pelaku itu cemburu dengan teman saya (korban), makanya mau dibunuhnya teman saya,” kata Hela kepada polisi.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar Pohan mengatakan, pihaknya masih mengejar keberadaan pelaku. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan.

“Motifnya cemburu. Kita masih di lapangan mengejar pelaku, karena pelaku alamat tinggalnya tidak jelas. Jadi masih kita lakukan pengejaran,” kata Bonar Pohan. (fac/ala)

Garuda Baru, Indonesia Goes To SCWC Rusia 2018

Ketua Yayasan Transmuda Energy Nusantara (TEN), Mahir Bayasut (ketiga dari kiri), Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (keempat dari kiri) bersama Tim Garuda Baru yang beranggotakan 9 anak jalanan di sela audiensi di Balai Kota Jakarta pada Senin (7/5). 
Ketua Yayasan Transmuda Energy Nusantara (TEN), Mahir Bayasut (ketiga dari kiri), Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (keempat dari kiri) bersama Tim Garuda Baru yang beranggotakan 9 anak jalanan di sela audiensi di Balai Kota Jakarta pada Senin (7/5).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Setelah sukses berpartisipasi pada Piala Dunia Anak Jalanan (Street Child World Cup) 2014 di Brazil, kini Indonesia kembali mengirim bakat-bakat terbaik dari anak-anak jalanan yang tergabung dalam Tim Garuda Baru untuk berlaga di ajang internasional Street Child World Cup (SCWC) 2018 di Moscow, Rusia, 10-18 Mei mendatang.

Tim Garuda Baru beranggotakan 9 anak dengan talenta unggulan yang memilki latar belakang pernah terkoneksi dengan kehidupan jalan; pernah bekerja atau rentan turun ke jalan. Garuda Baru merupakan sebuah inisiasi untuk membantu anak keluar dari kehidupan jalanan melalui media sepakbola. Program ini digagas oleh tiga lembaga sosial, yakni Yayasan Transmuda Energi Nusantara (TEN), Kampus Diakoneia Modern (KDM) dan Yayasan Sahabat Anak (YSA). Tujuan utamanya adalah membawa perubahan sosial dalam masyarakat, khususnya bagi anak-anak jalanan lewat sepak bola.

Bersama dengan 24 Tim Nasional dari 21 negara di seluruh dunia, Garuda Baru bakal  berkompetisi secara sehat sekaligus menyuarakan satu pesan mengenai hak anak, hak yang selayaknya dimiliki anak-anak yang selama ini berada di jalan. Ketua Yayasan Transmuda Energy Nusantara (TEN), Mahir Bayasut mengungkapkan lewat SCWC ini anak-anak jalanan tidak hanya bisa menyalurkan kegemaran mereka bermain sepak bola, melainkan juga  memiliki pengalaman baru serta berkesempatan mewujudkan cita-cita.

“Melalui SCWC anak-anak jalanan mampu menyuarakan hak-hak mereka pada proses konferensi anak di saat acara berlangsung. Mereka bisa berteman dengan anak-anak dari negara lain dan saling berbagi cerita dan pengalaman hidup, yang menjadi sumber inspirasi dan cerita bagi anak-anak lain yang masih mengalami keterbatasan sosial ekonomi untuk berani mengejar cita-cita,” ujar Mahir.

Tim Garuda Baru sebelumnya telah menjalani tiga tahapan seleksi dan serangkaian pelatihan selama 8 bulan terakhir. Untuk mengoptimalkan persiapan, masa karantina juga dilakukan sebelum keberangkatan Tim Garuda Baru yakni 30 April – 6 Mei 2018 di PUSDIKLAT SAG di Megamendung, Bogor. Meski demikian, Mahir mengaku pembinaan yang diberikan tidak melulu mengenai latihan fisik dan sepak bola, melainkan juga soft skill yaitu pendalaman ilmu pengetahuan dan wawasan umum.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyambut optimis keberangkatan Tim Garuda Baru. Dukungan ini Ia sampaikannya saat tatap muka dengan Tim Garuda Baru di Balai Kota, Senin (7/5). “Kegiatan ini sangat positif dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendukung penuh keberangkatan Garuda Baru ke SCWC. Garuda Baru bukan hanya menjadi wadah anak jalanan untuk berkreasi tapi juga menyalurkan bakat mereka hingga ke Rusia. Ini sangat membanggakan. Selain itu, melalui Garuda baru juga mereka mendapat pendidikan yang baik, bisa mandiri dan punya karakter (akhlaknya),” tutur Anies.

Medan Juara Umum Silat Porwilsu

Atlet silat Kota Medan pose bersama offisial tim usai meraih juara umum Porwilsu 2018 Wilayah III di Stabat.
Atlet silat Kota Medan pose bersama offisial tim usai meraih juara umum Porwilsu 2018 Wilayah III di Stabat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kontingen Kota Medan keluar sebagai juara umum setelah mengumpulkan medali emas terbanyak cabor pencak silat Porwilsu 2018 Wilayah I yang berakhir di GOR Serbaguna Stabat, Kabupaten Langkat, Senin (7/5).

Medan sukses membawa pulang 11 medali emas dan 2 medali perak dan 3 perunggu dari cabor ini. Selain itu dari ajang Porwilsu ini, Medan juga sukses meloloskan 13 atletnya ke Porprovsu 2018.

Medali emas Medan masing-masing disumbangkan atas nama Muhammad Pranata di kelas B Putra, Fadil Syahputra (B/Putra), Adek Arifin (C/Putra), Amirul Hafiz (D.Putra), Yolanda Sri Rahayu (A/Putri), Rini Utami (B/Putri), Adinda Mawaddah (C/Putri), Salsabila Larasati (G/Putri).

Kemudian Tessa (Tunggal Putri), Ahmad Fandi Sinaga (Tunggal Putra), Akmal (Ganda Putra). Sedangkan medali perak diraih Adek Prima (H/Putra) dan Fitari Rahma (F/Putra). Adapun medali perunggu atas nama Rosyah Bahri Jambak (G/Putra), Rifa Agustino (F/Putra) dan Nastian (I/Putra).

Ketua IPSI Medan Kompol H. Enjang Bahri SH mengatakan, hasil yang didapat sungguh menggembirakan, karena para atlet telah bertarung dengan penuh semangat dan mampu menjalankan strategi dari tim pelatih. “Sukses ini berkat kerja sama tim yang kompak antara atlet, pelatih serta ofisial,” sebut H. Enjang Bahri didampingi Manager Tim Nila Kesuma.

H. Enjang Bahri berharap para atlet untuk tidak kendur berlatih, karena setelah ini arena Porprovsu 2018 telah menanti. “Mulai saat ini persiapkan diri menuju Porprovsu dengan harapan di ajang puncak multi event yang berlangsung November nanti, Kota Medan juga mendulang prestasi membanggakan,” ucap Ketua IPSI Medan.

Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani juga mengaku senang dan bangga dengan pencapaian kontingen pencak silat di pentas Porwilsu 2018. “KONI Medan tentu mengapresiasi prestasi para atlet di Porwilsu. Kiranya di Porprovsu nanti yang akan digelar November, cabor pencak silat juga bisa mendulang medali terbanyak untuk kontingen Medan,” sebut Eddy Sibarani.

Cabor pencak silat Porwilsu 2018 Wilayah I diikuti enam kontingen yakni Medan, Dairi, Sergai, Batubara, Simalungun dan tuan rumah Langkat. (dek)

PBSI Tebingtinggi Juara Umum Porwilsu Wilayah IV

Foto: Sopian/Sumut Pos BERSAMA: Ketua Harian Koni Tebingtinggi Chaidir Candra didampingi Ketua Pengkot PBSI Parlindungan SE usai penyerahan medali dan piagam kepada para juara Porwilsu Cabor Bulutangkis.
Foto: Sopian/Sumut Pos
BERSAMA: Ketua Harian Koni Tebingtinggi Chaidir Candra didampingi Ketua Pengkot PBSI Parlindungan SE usai penyerahan medali dan piagam kepada para juara Porwilsu Cabor Bulutangkis.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Tebingtinggi, berhasil menyapu bersih medali emas dari kelas yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Wilayah Sumatera Utara (Porwilsu) Wilayah IV tahun 2018, yang berlangsung dari 4 – 7 Mei 2018 di Gor Mara Halim Jalan Tamrin Kota Tebingtinggi.

Tebingtinggi sebagai tuan rumah disamping menyapu bersih medali emas, juga hampir dis etiap kelas terjadi all Tebingtinggi final. Porwilsu Wilayah IV ini diikuti hanya 3 daerah yakni Kota Tebingtinggi, Padang Sidempuan dan Gunung Sitoli, sedang beberapa daerah lainnya tidak mengirimkan atlitnya.

Hasil akhir Porwilsu tersebut Kota Tebingtinggi berhasil meraih juara umum dengan memperoleh 7 emas, 4 perak dan 2 perunggu, sedang ditempat kedua diraih Kota Padangsidimpuan dengan 3 perak dan 6 perunggu. Sementara di tempat ketiga diraih Kota Gunung Sitoli dengan 4 perunggu.

Rincian medali yang diperoleh tersebut, di antaranya dalam kelas Beregu Putra dan putri, juara Kota Tebingtinggi,runnerup Kota Padang Sidempuan dan peringkat ketiga Kota Gunung Sitoli.

Untuk kelas perorangan tunggal putra dijuarai Dewa Sihombing (Tebingtinggi) sementara tunggal Putri dijuarai Lisa Anjeli (Tebingtinggi) setelah menumbangkan sesama pebulutangkis Tebingtinggi, Malkhatus Sholekah. Peringkat ketiga bersama diraih Diti Fadilla (Tebingtinggi) dan Raadani (Padangsidimpuan).

Di ganda putra, Tebingtinggi juga berjaya lewat pasangan Muhammad Rizki dan Irwan Efendi yang juga mengalahkan pasangan sedaerah, M Dewa dan Fajar Siddik. Sementara peringkat ketiga bersama ditempati pasangan Ilham H-Ardi S (Padangsidimpuan) dan pasangan Akbar-Fauzi (Padang Sidempuan).

Sementra untuk ganda putri, pasangan Lisa Anjeli dan Shanda Amalia (Tebingtinggi) menumbangkan Malkhatus S dan Siti Fafilla (Tebingtinggi). Peringkat ketiga bersama diraih Rahma-Cristin (Padang Sidempuan) dan Inez Harahap-Wardah Harahap (Tebingtinggi).

Untuk ganda campuran dijuarai Fajar S dan Lisa Anjeli (Tebingtinggi) yang menumbangkan M Dewa dan Malikhatus S (Tebingtinggi). Peringkat ketiga diraih dua pasangan Padangsidimpuan, Ilham H -Rahma dan Ardi S-Nur Aminah.

Penyerahan medali dan piagam diaerah usai acara penutupan yang ditutup oleh Ketua Harian Koni Tebingtinggi Chaidir Chandera. Chaidir mengatakan, atlet yang berhasil meraih juara dalam Porwilsu wilayah IV ini nantinya akan diuji lagi dalam Pekan Olahraga Sumatera Utara (Porprovsu) pada bulan September 2018 mendatang.

“Inilah jenjang prestasi para atlet sekalian, jika berhasil menjadi juara Porprovsu nanti, selanjutnya dilaksanakan seleksu Pra PON dan bila lulus akan menjadi atlit yang tergabung dalam kontingen Sumut di PON XX Tahun 2020 di Papua,” terangya.(ian/don)