Tim Thomas dan Uber Indonesia diharapkan bisa membawa pulang piala untuk kado ultah PBSI ke-67.
Tim Thomas dan Uber Indonesia diharapkan bisa membawa pulang piala untuk kado ultah PBSI ke-67.
SUMUTPOS.CO – Menpora Imam Nahrawi bersama Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana menghadiri hari jadi ke-67 Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), di Ballroom Hotel Century, Senayan, Jakarta, Selasa (8/5) siang.
Pada acara yang sekaligus pelepasan Kontingen Thomas-Uber Indonesia di Bangkok Thailand tersebut, Menpora berharap Piala Thomas dan Uber bisa kembali ke pangkuan Indonesia.
Dengan skuat yang ada sekarang, talenta-talenta muda bersemangat dengan prestasi tahun lalu yang terbilang moncer.Khususnya posisi ganda putra yang tak tergoyahkan di rangking pertama dunia diharapkan memompa kukuatan seluruh tim.
“Pertama doakan dan dukung sepenuh hati agar Piala Thomas dan Uber dapat kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Kita sangat rindu sekali untuk menjadi yang terbaik dan juara di Thomas dan Uber Cup ini,” pinta Menpora penuh harap.
“Saya tahu persiapan PBSI luar biasa. Para atlet luar biasa mempersiapkan diri semua. Pesan saya jaga kekompakan sebagai sebuah tim. Saya minta juga kepada pelatih untuk menemani setiap detik, apa yang menjadi permasalahan, kendala-kendala teknis non teknis, psikologi dan lain sebagainya dapat diatasi agar harapan dan doa seluruh masyarakat ini betul-betul bisa terwujud dengan baik,” kata Menpora.
Sementara itu Chef de Mission tim Piala Thomas dan Uber Indonesia Achmad Budiharto berharap para wakil yang berangkat ke Bangkok, Thailand nanti bisa membawa pulang gelar juara sebagai kado ulang tahun PBSI yang ke-67.
“Kami berharap bisa memberikan yang terbaik buat PBSI. Syukur-syukur bisa kasih kado terindah dengan membawa pulang gelar juara,” ujarnya.
Menurut Budiharto, tahun ini merupakan saat yang tepat untuk Indonesia unjuk gigi di ajang bulu tangkis. Piala Thomas dan Uber 2018 merupakan salah satu gelar yang sangat dinanti.
“Setelah Piala Thomas dan Uber 2018, bulan Agustus ada Asian Games 2018 di mana kita menjadi tuan rumah. Bulu tangkis diharapkan bisa berkontribusi secara positif,” tutupnya. (jpc/don)
Para pemain Persija Jakarta harus menelan kekalahan dari Home United di Singapura.
Para pemain Persija Jakarta harus menelan kekalahan dari Home United di Singapura.
SUMUTPOS.CO – Persija tumbang di markas Home United, Stadion Jalan Besar, Singapura pada laga leg I semifinal Piala AFC Zona ASEAN, Selasa (8/5). Sempat menyamakan skor lewat dua gol Ramdani Lestaluhu, Macan Kemayoran tumbang lewat gol Hafizh Noor menit ke-79.
Sebelumnya, Macan Kemayoran tertinggal di babak pertama dengan skor 1-2. Dua gol cepat tercipta dari tim tuan rumah masing-masing melalui gol bunuh diri Maman Abdurrahman di menit ke-2.
Pemain senior ini melakukan sundulan dari bola sepakan silang kapten tuan rumah yang juga rekan Maman saat membela Persib pada musim 2011, Shahril Ishak.
Selanjutnya di menit ke-8 mereka menciptakan gol melalui Song Ui Yong. Dia berhasil melewati beberapa pemain bertahan Persija dan melepaskan sepakan keras.
Skuat asuhan Stefano Cugurra merespons, mereka kemudian memangkas ketertinggalan di menit ke-32 melalui Ramdani memanfaatkan sepak pojok Riko Simanjuntak. Babak pertama di tutup dengan skor 2-1 untuk keunggulan Home United.
Di babak kedua, Persija meningkatkan tempo permainan. Mereka mendapat kesempatan dengan sepak pojok, Riko Simanjuntak memberikan umpan terukur dan lagi-lagi Ramdani mampu memaksimalkannya menjadi gol. Skor 2-2 untuk kedua tim.
Namun lengahnya lini belakang Persija yang tak diperkuat kiper andalannya, Andritany membuat Macan Kemayoran kembali tertinggal. eTmbakan Hafiz Nor dari luar kotak penalti memantul keras tanpa bisa ditangkap kiper yang sebenarnya sudah lurus dengan bola.
Meski kalah, Persija mampu mencetak dua gol tandang. Itu menjadi modal berharga karena di kandang sendiri nanti, Persija cukup butuh menang satu gol. (bbs/don)
Engelberd Sani mencetak gol ke gawang Madura United.
Engelberd Sani mencetak gol ke gawang Madura United.
SUMUTPOS.CO – Gelaran Piala Indonesia 2018 tak menjadi lahan mudah bagi tim-tim Liga 1. Terbukti di partai pembuka antara Persibo Bojonegoro melawan Madura United, Selasa (8/5) sore. Melawan tim Liga 3, Madura United dipaksa mengakhiri pertandingan melalui babak adu penalti.
Sejak awal pertandingan pemain Laskar Angling Dharma memang dipaksa untuk lebih banyak bertahan. Persibo sebagai tuan rumah akhirnya harus kecolongan satu gol melalui sundulan pemain Madura United FC nomor punggung 7, Engelberd Sani pada menit ke 13.
Berada dalam tekanan, Persibo tak memiliki banyak peluang. Justru kesempatan mencetak gol kembali didapat Madura United. Kesempatan itu datang saat tim tamu mendapat hadiah tendangan bebas akibat pelanggaran Mochamad Shulton Fajar kepada Kapten Laskar Sape Kerrab.
Setelah sempat jual beli serangan, tak ada gol tambahan yang dicetak kedua kubu. Hasil akhir babak pertama masih 1-0 bagi Madura United.
Pada awal babak kedua tim Laskar Angling Dharma yang tak mau malu di hadapan suporter sendiri berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan Hasan Basri di dalam kotak pinalti pada menit ke-49.
Gol tersebut membuat pertandingan berlangsung sengit. Peluang-peluang apik terus bermunculan. Namun, Persibo Bojonegoro maupun Madura United tidak mampu mencetak gol tambahan. Hingga akhir babak kedua skor masih imbang 1-1.
Karena kompetisi Piala Indonesia menggunakan sistem gugur, harus ada tim yang menang di akhir laga. Babak adu penalti pun harus terjadi di laga pembuka Piala Indonesia ini. Di babak inilah, Laskar Angling Dharma akhirnya harus akui keunggulan lawan yang lebih piawai mengeksekusi penalti. Hasil akhir, Madura United menang dengan skor 4-2 (3-1).
“Kita baru satu minggu melakukan seleksi enam pemain baru, dan baru tadi siang disahkan bisa ikut berlaga memperkuat Persibo. Kami tidak berfikir pertandingan bisa berjalan sangat menghibur hingga harus berakhir adu pinalti. Meski gugur saya bangga,” terang pelatih Persibo Bojonegoro, Jordi Kartiko.
Dengan hasil ini, langkah Persibo yang merupakan juara Piala Indonesia 2012 pun harus terhenti. Sementara Madura bisa melangkah ke babak 64 Besar. (bbs/jpc/don)
Sejumlah warga mengerumuni Cagubsu Djarot Syaiful Hidayat untuk berselfie di Langkat, kemarin.
Sejumlah warga mengerumuni Cagubsu Djarot Syaiful Hidayat untuk berselfie di Langkat, kemarin.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Berada di Kecamatan Sei Lepan Langkat, Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu), Djarot Saiful Hidayat disambut antusias oleh masyarakat. Di daerah itu, dirinya berjanji akan menambah intensif untuk guru honor di Sumut.
“Kampungnya jauh, jalannya kelok-kelok banyak lubang. Tapi, mereka sangat antusias sebab baru kali itu ada calon pemimpin datang ke kampung itu. Bahkan Bupati menurut warga belum pernah datang ke sana. Jadi, maaf kalau saya datang terlambat,” ujar Djarot Saiful Hidayat, yang disambut tepuk tangan warga.
Dalam pertemuan itu, ada seorang guru madrasah status honorer mengaku dapat honor Rp150 ribu per bulan. Menanggapi hal itu, Djarot Saiful Hidayat mengatakan hal demikian tidak bisa dibiarkan lagi.
Calon Gubernur Sumatera Utara Nomor Urut 2 itu menyampaikan ke depan akan meluncurkan Kartu Sumut Keluarga Sejahtera (KSKS), untuk memberikan insentif bagi guru honorer. Uangnya akan ditransfer langsung ke para guru-guru honorer.
“Tak cukup itu hanya Rp150 ribu per bulan. Nanti akan kita tambah lewat Kartu Sumut Keluarga Sejahtera,” ujar Djarot.
Diketahui, dengan Kartu Sumut Keluarga Sejahtera (KSKS), ini juga akan mengakomodir keinginan nelayan, petani dan buruh untuk mendapatkan tambahan modal usaha. (bal/azw)
SUMUTPOS.CO – PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah memikirkan masak-masak terkait waktu kick-off Liga 1 saat bulan Ramadan. Nantinya hanya akan ada satu laga saja dalam sehari.
Jelang bulan puasa, Liga 1 memang akan terus digulirkan. Namun kemungkinan besar waktu kick-off akan digeser lebih malam untuk menyesuaikan waktu berbuka.
Nantinya dalam satu hari kemungkinan besar hanya ada satu pertandingan saja. Namun tak menutup kemungkinan ada dua laga dalam waktu sama meski tempat yang berbeda.
“Pastinya dalam satu hari ada satu laga. Tapi bisa saja dalam satu hari ada dua laga tapi di dua tempat yang berbeda dalam waktu sama,” bilang CEO LIB, Risha Adi Widjaya saat dihubungi wartawan.
Hal itu jelas berbeda saat hari-hari biasa. Biasanya pada akhir pekan dalam satu hari bisa sampai ada dua sampai tiga pertandingan.
“Jadwalnya sudah ada. Kick-off puasa juga kemungkinan akan dilakukan antara jam setengah sembilan atau sembilan malam,” tandasnya. (ies/jpc/don)
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Para pemain PSMS saat selebrasi gol ke gawang Barito. PSMS yakin bisa curi poin di Bantul.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Para pemain PSMS saat selebrasi gol ke gawang Barito. PSMS yakin bisa curi poin di Bantul.
SUMUTPOS.CO – PSMS akan bertolak menuju Bantul, Rabu (9/5) pagi untuk melakoni laga away keempatnya kontra PS Tira di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (11/5). PSMS akan berkekuatan 18 pemain pada lawatan kali ini.
Dari daftar 18 pemain, tidak jauh berbeda dari komposisi tim saat bersua Barito Putera. Hanya sedikit perubahan, Sadney Urikhob yang sebelumnya tidak masuk line up karena cedera kini akan turut dibawa. Sementara Alwi Slamet untuk pertama kalinya tidak dibawa.
Sementara untuk pos bek kiri, Djanur hanya membawa Jajang Sukmara. Dia meninggalkan Firza Andika yang baru kembali dari timnas dan Gusti Sandria yang lagi-lagi tidak ikut tur.
Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman mengatakan cukup yakin untuk kali ini bisa membawa pulang poin. Sebelumnya di tiga lawatan terakhir, PSMS kerap gagal.
“Untuk kali ini curi poin saja. Syukur bisa tiga. Satu juga sudah baguslah. kaarena kita tiga kali away dapat poin. Yakinlah. Keyakinan harus ada,” kata Djanur, sapaan akrabnya.
Soal kekuatan lawan, Djanur sudah menganalisisnya. Menurutnya tim yang dulu bernama PS TNI ini punya kekuatan yang tidak bisa dianggap remeh. Meskipun saat ini berkutat di tiga terbawah.
“Pasti sudah tahu. Sudah sering lihat PS Tira. Main, tim kuat. Tim bisa ngalahin Bali United di kandangnya. Jaminan kalau dia kuat main di kandang,” kata Djanur.
Selain itu dari materi pemain, tim berjuluk The Army ini punya barisan pemain muda berkualitas. Selain itu juga ada beberapa jebolan timnas seperti Abdul Lestaluhu, Ahmad Nufiandani serta Wawan Febrianto. “Pemain muda, banyak pemain nasional asingnya juga bagus,” bebernya.
Djanur mengatakan belum memutuskan apakah akan mempertahankan the winning team saat bersua Barito Putera atau tidak. Ketika itu ada beberapa perubahan krusial yang dibuat Djanur. Salah satunya menempatkan Legimin Raharjo sebagai gelandang jangkar bersama Dilshod Sharofetdinov. Selain itu Ahmad Fauzi juga diturunkan menggantikan Dhika Bhayangkara di bawah mistar. “Perubahan komposisi lihat nantilah. Belum tahu perkembangan pemain. Lagipula masih ada dua hari lagi,” katanya. (don)
Foto: Andreas Lukas Altobeli/kps
Seorang pedagang terlihat sedang memilih SIM card di gerai miliknya di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Selasa (7/11/2017). Pemerintah mewajibkan registrasi ulang SIM card bagi para pengguna telepon seluler hingga 28 Februari 2018 dengan memakai nomor NIK dan kartu keluarga (KK).
Foto: Andreas Lukas Altobeli/kps Seorang pedagang terlihat sedang memilih SIM card di gerai miliknya di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Selasa (7/11/2017). Pemerintah mewajibkan registrasi ulang SIM card bagi para pengguna telepon seluler hingga 28 Februari 2018 dengan memakai nomor NIK dan kartu keluarga (KK).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memutuskan bahwa satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) bisa digunakan untuk mendaftarkan lebih dari 3 nomor kartu SIM dan tak memiliki batasan.
Hal ini tertuang dalam surat tentang implementasi registrasi kartu SIM yang didistribusikan kepada masing-masing operator seluler.
Dalam surat tersebut secara rinci tertuang lima poin yang disampaikan untuk para operator. Disebutkan bahwa operator wajib melaksanakan Surat Edaran Menteri Kominfo Nomor 01 Tahun 2018 untuk memberikan hak kepada outlet untuk menjadi mitra pelaksana registrasi termasuk nomor pelanggan ke-4 dan seterusnya sesuai undang-undang. Dalam surat itu diterangkan bahwa tak ada pembatasan jumlah nomor yang bisa diregistrasikan dengan satu NIK.
Sebelumnya Kominfo membatasi satu orang dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) e-KTP hanya boleh melakukan registrasi mandiri maksimal tiga nomor kartu SIM. Artinya pengguna bisa memiliki lebih dari tiga nomor SIM asalkan dengan syarat, operator seluler yang bersangkutan melaporkan NIK yang mendaftarkan banyak nomor setiap tiga bulan secara berkala. Kemudian selain itu, Kominfo juga meluruskan kebijakan yang sebelumnya berubah-ubah yakni soal penonaktifan nomor SIM yang tidak melakukan registrasi sampai batas waktu 30 April kemarin.
Pada awalnya Menkominfo Rudiantara mengatakan bahwa nomor pelanggan yang melewati batas registrasi akan dinonaktifkan alias hangus sehingga nomor tersebut tak akan lagi bisa digunakan. Baca juga : ATSI Pastikan Nomor Prabayar yang Lewat Tenggat Registrasi Tidak Hangus Namun lewat surat ini diputuskan bahwa pengguna bisa mengaktifkan kembali nomor yang melewati batas registrasi sampai tenggat akhir bulan lalu. Namun pengguna harus melakukan registrasi sesuai dengan mekanisme pendaftaran nomor baru, bukan mekanisme daftar ulang.
Disebutkan juga bahwa kebijakan ini sejatinya dibuat untuk melindungi pengguna dan menjaga kerahasiaan data pribadi pelanggan sesuai dengan aturan perundang-undangan. Sebelumnya, diketahui periode kebijakan registrasi kartu SIM prabayar dimulai sejak 31 Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018. Setelah tenggat itu, nomor prabayar yang belum registrasi diblokir sebagian.
Selanjutnya, tahap kedua dimulai dari 1 Maret 2018 hingga 30 April 2018. Bagi yang belum registrasi juga, nomor prabayar akan diblokir total. Bisa aktif kembali pasca registrasi di gerai operator seluler. (Yudha Pratomo/kps)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
UJIAN_Sejumlah peserta mengerjakan soal ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 di ruang Serba Guna Universitas Negeri Medan (Unimed), Sumatera Utara, Selasa (16/5/). Sebanyak 58.691 peserta mengikuti SBMPTN untuk wilayah Sumatera Utara secara bersama melalui ujian tertulis yang terdiri dari Paper Based Testing (PBT) dan Computer Based Testing (CBT).
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS UJIAN_Sejumlah peserta mengerjakan soal ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 di ruang Serba Guna Universitas Negeri Medan (Unimed), Sumatera Utara, Selasa (16/5/) lalu. Ujian masuk PTN sudah ada yang memakai telepon pintar berbasis android.
SOLO, SUMUTPOS.CO – Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri SBMPTN 2018 mengalami sejumlah perubahan. Proses seleksi menggunakan sistem penilaian baru dan peserta bisa menggunakan telepon pintar berbasis android.
Seorang peserta Seleksi Bersama Masuk perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN 2018, bersiap menjalani ujian di SMA Negeri 1 Solo, Selasa (8/5).
Julia, bersama tiga rekannya, memilih ujian menggunakan komputer. Menurut siswa lulusan SMA 1 Purwantoro ini, ia ingin bisa kuliah di perguruan tinggi negeri di di Yogyakarta atau Semarang.
“Saya dan tiga teman sekolah saya ini akan mengikuti ujian SBMPTN menggunakan komputer. Sebentar lagi masuk ujian. Kan waktu mendaftar ujian dulu diminta memilih apakah mau mengikuti ujian pakai kertas atau komputer, saya pilih komputer karena sudah terbiasa. Waktu Ujian Nasional kemarin juga pakai komputer. Ya menurut saya, pakai komputer, datanya lebih aman, saya lebih nyaman,” kata Julia.
Panitia lokal SBMPTN Solo, Sunardi, mengatakan seluruh aktivitas penyelenggaran SBMPTN berlangsung lancar.
“Ada 900an peserta ujian memakai komputer di sini. Kendala sampai saat ini tidak ada. Anak-anak sudah terbiasa dengan computer-based testing atau CBT. Ini tidak ada gangguan apa-apa, listrik lancar, tidak ada pemadaman, jaringan internet juga lancar,”kata Sunardi
Julia dan tiga rekannya adalah bagian dari 26 ribu peserta SBMPTN 2018 yang menjalani ujian dengan komputer. Data panitia Pusat SBMPTN 2018 menunjukan ada sekitar 860 ribu peserta yang akan bersaing memperebutkan 135 ribu kursi di 85 perguruan tinggi negeri di Indonesia.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
SALAM_Coach PSMS Medan Djajang nurjaman (kanan) di dampingi Suhandi (kiri) memberi kan keterangan saat Conferensi Pers di Mess Kebun bunga Medan, Jumat (04/5) Hari ini Psms medan akan menjamu Barito putra dalam lanjutan Liga 1 indonesia di Stadion Teladan medan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Pelatih PSMS Medan Djajang Nurjaman (kanan) didampingi Suhandi (kiri), memberi kan keterangan saat konferensi pers di Mess Kebun Bunga Medan, Jumat (04/5).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelatih PSMS Medan Djadjang Nurdjaman bertekad mengubur rekor buruk laga tandang di Liga 1 2018. Pasalnya hingga pekan ketujuh kompetisi Liga 1, Ayam Kinantan, julukan PSMS Medan selalu keok (kalah 0-1 dari Bali United, kandas 1-4 dari PSIS dan takluk 1-4 dari Persela).
Kekurangan ini nantinya, diharapkan mampu teratasi pada saat PSMS melawan PS Tira, Jumat (11/5) mendatang.
“Evaluasi yang pasti kelengahan konsentrasi di lini belakang. Kita sudah leading dua kosong kemarin (lawan Barito), ada tindakan yang ceroboh yang dilakukan lini belakang. Itu jadi catatan dan dievaluasi tidak boleh terulang lagi,” ujar pelatih yang akrab disapa Djanur usai memimpin timnya latihan di Stadion Mini Kebun Bunga, Senin (7/5/2018) sore.
Hingga pekan ketujuh, PSMS sendiri sudah kebobolan 14 gol, termasuk dalam deretan klub Liga 1 dengan kebobolan terbanyak bersama PS Tira (kemasukan 16 gol) dan Arema (kebobolan 14 gol).
Pelatih yang akrab disapa Djanur ini mengatakan dengan hasil buruk tiga laga away sebelumnya, tak ingin mendapatkan hasil yang sama saat lawan PS Tira. “Itu sudah kita push terus-terusan ke pemain. Persoalan mental dan mungkin soal taktikal juga. Mudah-mudahan bisa beda lawan PS Tira nanti,” ungkapnya.
Saking fokusnya lawan PS Tira, Djanur enggan membicarakan lebih panjang saat ditanya soal padatnya jadwal di bulan puasa nanti, termasuk Piala Indonesia.
“Kita fokus ke PS Tira. Untuk bulan puasa nanti ada lima pertandingan yang berat. Pertandingan yang dekat dulu kami pikirkan. Yang pasti bulan puasa tetap latihan karena pertandingan berat semua,” jelasnya.
Melawan PS Tira nantinya, semua pemain PSMS masih aman dari akumulasi kartu. Jika cedera ringan para pemain seperti Suhandi, Frets Butuan bisa recovery dalam dua hari ini, Ayam Kinantan akan tampil full. (nin)
Foto: ZUL PATTINGALLOANG
Panggung yang semula dirancang untuk pelaminan kedua mempelai diubah dan diperuntukkan acara sunatan adik bungsu SR, calon mempelai perempuan.
Foto: ZUL PATTINGALLOANG Panggung yang semula dirancang untuk pelaminan kedua mempelai diubah dan diperuntukkan acara sunatan adik bungsu SR, calon mempelai perempuan.
SULSEL, SUMUTPOS.CO – Akad nikah dan resepsi perkawinan yang melibatkan siswi SD dan pemuda berusia 21 tahun di Sulawesi Selatan, dinyatakan batal oleh pihak keluarga, Selasa (08/05).
Dari pantauan di lokasi, panggung pelaminan beserta aneka macam hidangan serta acara hiburan untuk tamu undangan resepsi pernikahan kedua mempelai telah lengkap.
Namun, karena pernikahan batal, acara pun diganti menjadi resepsi sunatan adik bungsu SR, calon mempelai perempuan.
“Kami hanya bisa menghibur kedua orang tua SR atas pembatalan akad nikah ini. Kami ganti acara resepsinya jadi sunatan adik bungsu karena persiapannya juga sudah lengkap,” terang Ramli, kakek SR, kepada wartawan di Sulawesi Selatan, Zul Pattingalloang.
Alasan pembatalan akad nikah yang sebelumnya bakal digelar di rumah keluarga mempelai pria di Kecamatan Taroeng, Kabupaten Jeneponto, terjadi karena tidak adanya penghulu yang berani menikahkan anak tersebut lantaran takut berbenturan dengan hukum mengingat usia anak itu telah diketahui dan viral di sejumlah media.
“Tidak ada penghulu yang mau nikahkan di Jeneponto karena katanya takut umurnya masih muda dan aturan hukum, apalagi sudah ramai di media,” ungkap Basri, ayah kandung SR di hadapan para wartawan.
Foto: ZUL PATTINGALLOANG Para tamu berkumpul di rumah keluarga calon mempelai pria, yang semula dipersiapkan untuk resepsi pernikahan.
Pihak keluarga pun hanya bisa pasrah atas pembatalan acara ini.
Suasana sempat gaduh ketika ibu SR histeris, meronta, dan menangis hingga sempat pingsan selama beberapa saat.
Pelajar Sekolah Dasar
SR masih berstatus sebagai pelajar Sekolah Dasar, sementara Erwin merupakan pemuda yang telah beberapa tahun menjadi TKI bersama orang tuanya di perkebunan kelapa sawit Malaysia.
Dua tahun lalu dia pulang ke kampung halaman. SR dan Erwin masih bertalian darah sebagai sepupu.
“Mereka saling mengenal dua tahun lalu, karena sepupuan. Mereka sering telponan dan ketemu karena saling suka. Kami sekeluarga mendukung saja dari pada terjadi apa-apa kalau mereka ketemu, mending kami nikahkan saja,” ungkap Sinar, ibu SR.
Sementara itu, Basri, ayah SR, menyatakan harus menikahkan keduanya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan antar keluarga.
“Ini kembali pada budaya Siri’ (malu) yang kami pegang di kampung, jangan sampai terjadi masalah dan ada korban sesama keluarga jika mereka terlihat berduaan oleh keluarga tanpa ada ikatan,” terang Basri.
Foto: ZUL PATTINGALLOANG Ibu SR menangis histeris setelah acara akad nikah dan resepsi anaknya dibatalkan.
Saat ditanyakan tentang SR yang masih belum cukup umur untuk menikah, ibunya berkata, “Mau diapa lagi, mereka berjodoh. Saling suka, keluarga semua setuju,” kata Sinar.
Basri dan Sinar mengaku rencana pernikahan ini terjadi atas keinginan anak mereka tanpa adanya paksaan. Semula mereka hendak menikahkan SR di rumah mereka, di Kecamatan Sinjai Utara.
Namun, lurah setempat melarangnya sehingga rencana pernikahan dipindahkan ke rumah keluarga mempelai pria di Kecamatan Taroeng, Kabupaten Jeneponto. Ternyata di Jeneponto pun tidak ada penghulu yang mau menikahkan.
Secara terpisah, Lurah Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Muhammad Azharuddin menjelaskan mengapa dia melarang pernikahan SR dan Erwin.
“Awalnya dia minta nikah di sini, tapi saya selaku pihak pemerintah jelas tidak mengizinkan hal itu, karena melanggar aturan. Saya memberi peringatan, akad nikah jangan sampai berlangsung di Sinjai,” ungkap Azharuddin.
Berdasarkan Undang-Undang Perkawinan 1974, “perkawinan hanya diijinkan jika pihak pria mencapai umur 19 tahun dan pihak wanita mencapai umur 16 tahun”.
Profesor Ilham Oetama Marsis, dokter ahli kebidanan dan kandungan, pun menegaskan bahwa pernikahan di bawah umur sangat berbahaya bagi pengantin perempuan. “Itu sangat berbahaya,” kata Marsis pada BBC Indonesia.
Menurut Lies Marcoes, ahli kajian gender dan Islam sekaligus Direktur Yayasan Rumah Kita Bersama, tingkat pernikahan anak di Indonesia mencapai satu dari lima anak. Angka moderatnya pun satu di antara sembilan anak menikah di bawah usia 18 tahun, umur anak sesuai dengan Undang-undang Perlindungan Anak.
Menurut riset BPS dan Badan PBB Unicef, sekitar 300.000 ribu anak perempuan menikah sebelum berumur 16 tahun. Pernikahan anak di bawah umur di sisi lain mengakibatkan PDB turun 1,7 persen (2014).
“Negara harus mengakui ini krisis yang sangat serius. Pernikahan dini adalah alarm kematian yang sunyi karena menyumbang pada tingginya kematian ibu,” kata Lies. (BBC Indonesia)