Home Blog Page 6371

Lima Polisi Gugur Dieksekusi dengan Cara Keji

Sebanyak 5 polisi gugur setelah disandera napi teroris di Mako Brimob. Mayoritas korban tewas dibacok di bagian leher.
Sebanyak 5 polisi gugur setelah disandera napi teroris di Mako Brimob. Mayoritas korban tewas dibacok di bagian leher.

DEPOK, SUMUTPOS.CO – Lima anggota Polri yang gugur dalam tragedi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, sama-sama menderita luka sayatan di leher.

Dari hasil autopsi yang dilakukan oleh Tim Forensik Mabes Polri, kelima korban tersebut dieksekusi narapidana teroris (napiter) dengan cara yang sadis, menggunakan senjata tajam (sajam) dan senjata api.

“Dari hasil autopsi Tim Forensik Mabes Polri, mayoritas luka yang diderita oleh kelima petugas adalah sayatan di leher dengan senjata tajam, lukanya sangat dalam. Ada satu orang luka di bagian kepala akibat tembakan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen M. Iqbal Rabu (9/4) malam, seperti dikutip dari Tribrata News.

“Silakan disimpulkan apakah perbuatan itu manusiawi atau tidak. Banyak luka akibat senjata tajam dan juga beberapa tembakan,” imbuh Iqbal.

Berikut di bawah ini, hasil identifikasi yang dilakukan Tim Gabungan Inafis Bareskrim Polri dan Inafis Polda Metro Jaya terhadap lima anggota Polri tersebut. (marilin lingga/jpnn)

 

  1. Anggota Densus 88, bernama Candi Setio Nugroho

Mengalami luka sayat pada bagian leher, tembus dari bagian belakang leher sampai dengan tenggorokan, kemudian luka lecet pada alis kiri dan luka terbuka pada pipi kanan.

  1. Anggota Densus 88, bernama Syukron Fadhli

Mengalami luka tembak pada kepala bagian kiri, atas telinga tembus ke arah kepala bagian kanan, dan luka lecet pada paha bagian kanan.

  1. Anggota Densus 88, Wahyu Catur Pamungkas

Mengalami luka sayat pada leher kanan sampai pipi kanan bawah, serta luka pada dagu kanan, dan luka tembak pada dahi bagian kiri.

  1. Anggota Densus 88, Yudi Rospuji

Mengalami luka tusuk pada kaki kanan, luka sobek pada belakang lutut, luka sayat pada kaki kiri, luka sobek pada punggung telapak kaki, luka sobek pada jempol kaki kiri, luka bacok terbuka pada pelipis kanan, mata kanan dan kiri, luka bacok pada leher, luka tusuk pada dada kanan dan dada kiri, dan luka bacok pada lengan tangan kanan, siku kanan, tangan kanan atas.

  1. Penyidik Polda Metro Jaya yang ditugaskan pada Densus 88, Denny Setiadi

Mengalami luka bacok pada leher bagian belakang, luka bacok pada pipi kiri, bengkak pada bibir, gigi atas lepas dan luka tembak pada dada bagian kanan. (*)

Kerusuhan Mako Brimob Tewaskan 5 Polisi dan 1 Napiter

DEPOK, SUMUTPOS.CO – Mabes Polri memastikan ada enam orang tewas dalam kerusuhan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (8/5) malam hingga Rabu (9/5) dini hari.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan, lima dari enam orang itu adalah anggota Polri dan satu narapidana teroris (napiter)

“Kami sampaikan bahwa lima petugas kami gugur, dan seorang masih disandera. Kami masih melakukan berbagai upaya penyelesaian, dan situasinya sudah lebih kondusif,” ujar Iqbal kepada wartawan, Rabu (9/5).

Sementara satu orang dari pihak teroris dilumpuhkan hingga tewas karena melawan dan berusaha merebut senjata dari petugas.

Iqbal juga membantah kabar ada kelompok ISIS yang menyebut bahwa para pelaku kerusuhan itu adalah ‘tentara’ mereka.

“Jadi klaim-klaim itu tidak benar,” tambah mantan Kapolrestabes Surabaya ini. (mg1/jpnn)

Masih Ada Polisi Disandera Narapidana Mako Brimob

DEPOK, SUMUTPOS.CO – Kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua Depok antara oknum narapidana teroris dengan petugas belum berakhir hingga Rabu (9/5) siang.

Hingga sekitar pukul 12.00 WIB, masih ada petugas kepolisian yang menjadi sandera narapidana.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan negosiasi dengan narapidana. “Kami belum bisa sampaikan saat ini (jumlah korban). Karena kami dalam pendekatan, negosiasi,” kata dia kepada wartawan, Rabu (9/4).

Ketika ditanya berapa polisi yang disandera, Iqbal hanya minta bantu doakan agar kasus ini bisa selesai.

“Kami minta doa teman-teman semua kepada masyarakat seluruhnya bahwa kami bisa menuntaskan ini. Negosiasi ya komunikasi bahwa mereka (narapidana) dapat dengan tenang mengikuti aturan dengan tenang,” imbuh dia.

Sementara dari informasi yang didapat, narapidana menuntut untuk bisa bertemu dengan narapidana teroris bernama Oman Abdurahman yang ditahan di Nusa Kambangan.

Namun kepolisian masih belum membenarkan hal itu, Korps Bhayangkara juga belum menyebutkan apa isi negosiasi petugas dengan narapidana. (mg1/jpnn)

Mako Brimob Rusuh, Narapidana Sandera Anggota Brimob

DEPOK, SUMUTPOS.CO – Kerusuhan di rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat Selasa (8/5) malam memakan korban.

Informasi yang beredar menyebutkan, narapidana menyandera empat anggota Brimob. Bahkan, sampai ada empat senjata api yang dirampas para teroris. “Empat personel Brimob disandera,” kata sumber Jawa Pos di Polri.

Peristiwa itu mengakibatkan sedikitnya empat polisi terluka. Seorang di antaranya adalah polisi wanita (polwan). Empat polisi yang terluka kini sudah dirawat di RS Bhayangkara. Salah satunya Iptu Sulastri, 38, yang mengalami luka memar di mata kiri dan mulut.

Juga ada Brigadir Lalu Abdul Haris, 30, yang mengalami luka sobek dalam di bagian belakang kepala. Briptu Hadi Nata, 26, pun mengalami luka sobek di kepala. Begitu pula Bripda Muh. Ramdhani, 20. Kepalanya terluka karena terkena lemparan asbak.

Selain anggota polisi, kelompok narapidana teroris juga terluka. Setidaknya dua napi mengalami luka tembak.

Diduga, bentrokan itu berasal dari blok C. Para penghuni di blok tersebut sejak awal memang dikenal sebagai tukang bikin ulah. Kelompok dominan di blok itu ternyata berbeda aliran atau pemahaman dengan para penghuni yang tinggal di blok A dan B.

Dua ambulans tampak memasuki Mako Brimob, Depok, Rabu (9/5) pagi. Foto: Ricardo/JPNN.com

Di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, itu memang banyak tahanan kasus terorisme yang belum inkracht status hukumnya. Salah satu yang paling menonjol adalah Amman Abdurrahman.

“Terus, senjata yang dirampas ada tiga pucuk laras panjang dan satu laras pendek,” ungkap sebuah sumber lain.

Penyebab pecahnya bentrokan tersebut masih terus ditelusuri hingga tadi malam. Dikonfirmasi terpisah, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Mohammad Iqbal membenarkan adanya informasi tentang kerusuhan tersebut.

Namun dia belum mau mengungkapkan secara detail perkara itu karena masih mengumpulkan informasi. “Betul, ada insiden dan sekarang sedang ditangani,” ujarnya.

Hingga pagi tadi, suasana di depan Mako Brimob yang dekat dengan berbagai keramaian itu, masih mencekam. Penjagaan di sekitar Mako Brimob superketat. Sejumlah intel disebar untuk mencegah gangguan keamanan dari luar. (idr/jun/ang)

Tiga Napi Lapas Meulaboh Kembali Ditangkap

Kapolres Aceh Barat, AKBP Bobby Aria Prakasa, mengatakan, memaparkan kasus peredaran sabu dari balik jeruji besi, di Mapolres Aceh Barat.
Kapolres Aceh Barat, AKBP Bobby Aria Prakasa, mengatakan, memaparkan kasus peredaran sabu dari balik jeruji besi, di Mapolres Aceh Barat.

ACEH, SUMUTPOS.CO – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Meulaboh, Aceh Barat, berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis sabu dari balik jeruji besi.

Dari pengungkapan ini, petugas mengamankan tiga orang nara pidana (Napi) karena mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu di dalam Lapas tersebut.
Ketiga Napi yang diamankan tersebut masing-masing RS (25), J (39) dan HF (38). Dari ketiganya, petugas mengamankan barang bukti berupa 23 paket sabu-sabu dengan berat mencapai 6,62 gram.
Kalapas Kelas II B Meulaboh, Jumadi, mengatakan,  aktivitas jual beli narkoba dari dalam Lapas itu terungkap saat petugas mencurigai barang titipan dari pengunjung yang ditujukan kepada napi RS berupa odol dan satu botol handbody.
“Petugas kemudian memotong odol dan handbody milik tersangka RS, dan menemukan satu paket sabu beserta spet kaca,” beber Kalapas.
Kemudian,sambungnya, petugas Lapas melakukan pengembangkan dan berhasil mengungkap dua Napi lainnya yang menyimpan paket narkoba serupa di dalam kamar tahanan.
“Saat digeledah kamar tahanan, petugas berhasil menemukan 23 paket sabu-sabu di dua tempat yang berbeda, yakni di gedung A dan gedung B,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Aceh Barat, AKBP Bobby Aria Prakasa, mengatakan, ketiga napi yang tengah menjalani hukuman tersebut saat ini telah diamankan di Mapolres Aceh Barat.
“Pihak Lapas menyerahkan tersangka dan barang bukti berupa 23 paket sabu-sabu dengan berat mencapai 6,62 gram, kepada pihak kepolisian. Saat ini ketiga tersangka sedang menjalani proses di Mapolres,” kata Kapolres.
Dari hasil pemeriksaan, kata Kapolres, Napi itu mengakui sabu-sabu tersebut dipergunakan sendiri dan diperjual belikan kepada Napi lainnya di dalam Lapas.
“Para Napi itu dikenakan pasal 114, 112 dan 127 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara,” pungkasnya.(zal)

Buron Selama 8 Tahun, Tersangka Pembunuhan Diciduk Polisi

MSH (41) warga Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya, yang selama 8 tahun menjadi buron berhasil ditangkap polisi.
MSH (41) warga Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya, yang selama 8 tahun menjadi buron berhasil ditangkap polisi.

BLANGPIDIE, SUMUTPOS.CO – Pelarian MSH (41) warga Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya, selama 8 tahun berakhir sudah.

Tersangka kasus pembunuhan ini diciduk oleh personel Kepolisian Resort (Polres) Aceh Barat Daya (Abdya) Senin (7/8) sekira pukul 00.00 Wib, saat pulang ke kampung halamannya.

Kapolres Abdya AKBP Andy Hermawan, mengatakan penangkapan terhadap tersangka pembunuhan tersebut bermula dari informasi masyarakat kepada petugas.

“Warga memberikan informasi bahwa yang bersangkutan telah berada di daerah tempat pelaku tinggal,” ujar Kapolres.

Berbekal informasi tersebut, petugas kemudian mendatangi kediamannya di gampong Teungoh, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya.

“Tersangka ditangkap oleh petugas di rumah kediamannya,” tambah Kapolres.

Disebutkan, MSH merupakan pelaku pembunuhan yang terjadi pada 15 Juli 2010 lalu di Terminal Mini, Kecamatan Manggeng, dengan korban KRL (40) warga Gampong Kepala Badar, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya.

“Pelaku diamankan berdasarkan laporan polisi (LP) Nomor LP/08/VII/2010/SPKT/NAD/Res ABDYA/Polsek Manggeng, tertanggal 15 Juli 2010 dan sesuai Daftar Pencarian Orang (DPO) Nomor : DPO/02/VII/2010, tanggal 16 Juli 2010,” ujarnya.

“Motif sementara pebunuhan tersebut karena korban ada cek-cok dengan adik pelaku, dan kasus ini masih kita dalami,” ungkap Kapolres Abdya.

Selain menangkap pelaku, kata Kapolres, petugas juga mengamankan barang bukti berupa batang besi sepanjang 90 centi meter dengan diameter 5 centimeter, yang digunakan pelaku saat membunuh korban.

“Untuk tersangka akan dikenakan pasal 340 jo pasal 351 ayat (3) Jo pasal 354 ayat (2) Kitap Undang-undang Hukum Pidana (KUHP),” terang Kapolres.(su)

Niat Maling Kotak Amal, Mobil Komplotan Pencuri Malah Dibakar Warga

Mobil Toyota Avanza, milik komplotan pencuri kotak amal masjid yang dibakar warga.
Mobil Toyota Avanza, milik komplotan pencuri kotak amal masjid yang dibakar warga.

BANDA ACEH, SUMUTPOS.CO – Ratusan warga dari Gampong Ara, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (8/5) dini hari, membakar satu unit mobil Toyota Avanza, milik komplotan pencuri kotak amal masjid.

Aksi massa ini terjadi sekira pukul 03.10 Wib. Kejadian ini bermula saat warga memergoki komplotan pencuri hendak mencuri kotak amal di Masjid Baiturrahman.

Kepala desa Gampong Ara, Basri Ismail kepada wartawan Selasa (8/5) mengatakan, mobil yang dibakar oleh ratusan masa tersebut digunakan oleh pelaku untuk mencuri kotak amal Masjid.

Dikatakan, aksi pencurian kotak amal masjid ini dilakukan oleh tiga orang pelaku. Ketiganya berhasil melarikan diri saat dipergoki warga.

“Saat para pencuri sedang mencoba membongkar gembok celeng Masjid, kebetulan saat itu ada santri yang menginap di balai pengajian. Mengetahui ada pencuri, mereka langsung meneriakkan maling,” ujar Basri.

Komplotan pencuri belum sempat mengambil isi di dalam kotak amal yang hanya berjumlah sekitar Rp 90.000. Pelaku yang mendengar teriakan tersebut, langsung melarikan diri dengan menggunakan mobil Avanza yang terparkir di pintu gerbang Masjid.

Warga yang tersulut emosi tidak dibairkan begitu saja, para santri mencoba melempar minibus tersebut dengan batu, hingga mobil tersebut masuk ke dalam selokan.

“Maling celeng masjid tersebut langsung meninggal mobil di parit dan berhasil kabur menyelamatkan diri. Masa yang sudah berdatangan akhirnya membakar mobil itu karena geram,” katanya.

Warga sempat mengamankan selembar Surat Izin Mengemudi (SIM), Kartu Keluarga (KK), dua uni ponsel, serta sebuah linggis dari dalam mobil tersebut.(mag-1)

Kami Siap Memenangkan Djoss…

Ketua eks Relawan Global Eramas, Haryadi mendatangi Posko Pemenangan DJOSS di Jalan Dr Cipto Medan, Selasa (8/5/2018). Kedatangan mereka pun disambut Kepala Kantor Rumah Pemenangan Relawan Djarot-Sihar Hayam Wuruk, Lancar Siahaan.
Ketua eks Relawan Global Eramas, Haryadi mendatangi Posko Pemenangan DJOSS di Jalan Dr Cipto Medan, Selasa (8/5/2018). Kedatangan mereka pun disambut Kepala Kantor Rumah Pemenangan Relawan Djarot-Sihar Hayam Wuruk, Lancar Siahaan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Relawan yang sebelumnya mendukung pasangan nomor urut 1 dari Kota Binjai dan Kabupaten Langkat menyatakan pindah dukungan ke pasangan nomor urut 2, Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss). Kepindahan relawan yang bernama Relawan Global ini ditandai dengan pemberitahuan kepada KPU Sumut dan penyerahan surat bukti pengunduran diri mereka dari barisan relawan paslon nomor urut 1 kepada koordinator relawan Djoss di Posko Relawan Djoss, Jalan Cipto no 4 Medan Polonia, Medan, Selasa (8/5).

Ketua Global BinjaiHaryadi menjelaskan, diambilnya keputusan tersebut tidak ada unsur paksaan dari pihak mana pun. Alasan mereka menarik dukungan tersebut, karena perbedaan visi dan misi dalam memajukan dan menyejahterakan Sumut ke depan.

“Kami terbentuk sebelum paslon diumumkan. Dengan kami menarik dukungan, maka 2.350 lebih warga Binjai dan 9 ribu masyarakat Langkat juga melakukan hal yang sama,” kata Haryadi didampingi Ketua Global Langkat, Hendro S dan para relawan lainnya.

Dengan bergabungnya mereka ke ’kapal’ Djoss, mereka pun langsung mengganti nama menjadi Bintang Djoss. “Kami bukan lagi Relawan Global Eramas, dan kami menganti nama menjadi Bintang DJOSS dan kami siap memenangkan Djoss,” kata Haryadi, ketua Bintang Djoss .

770,812 Km Diusul Jadi Jalan Provinsi

Foto: Triadi Wibowo/Sumut Kenderaan melintas di depan rumah makan jalan Sisingamangaraja Parapat, Simalungun (31/7)
Foto: Triadi Wibowo/Sumut
Kenderaan melintas di depan rumah makan jalan Sisingamangaraja Parapat, beberapa waktu lalu.  Tahun ini sepanjang 770.812 Km ruas jalan di 21 kabupaten/kota disulkan jadi jalan provinsi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sepanjang 770,812 km dari 56 ruas jalan di 21 kabupaten/kota diusulkan peningkatan status menjadi jalan provinsi. Meski begitu, usulan tersebut masih bisa bertambah. Karena hingga akhir pekan ini, pengusulan dibuka melalui kepala daerah maupun legislatif.

Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi D DPRD Sumut bersama Bappeda serta Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut, Selasa di Gedung Dewan, Selasa (8/5).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut Irman Oemar menyampaikan, pada SK Gubernur 2012 lalu, panjang jalan provinsi sekitar 3.048 Km. Dengan merujuk Undang-Undang Nomor 38/2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 34 serta Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/PRT/M/2012, akan dilakukan revisi terhadap SK Gubernur Sumut bernomor 188.44/30/KPTS/2012.

“Saat ini usulan yang masuk segitu jumlahnya, dan masih kita bahas bersama. Bisa jadi bertambah dan berkurang. Kita tunggu sampai Jumat pekan ini jika ada usulan tambahan,” ujarnya.

Dari usulan yang masuk ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut hingga kemarin, ruas jalan terpanjang yang diusulkan untuk berubah statusnya dari jalan kebupaten menjadi jalan provinsi yakni berada di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) yakni sepanjang 95,98 Km.

Selanjutnya di Kabupaten Samosir dengan panjang 86,03 Km, sebagaimana diketahui, jalan provinsi sebelumnya kini telah berubah menjadi jalan nasional. Sehingga jalan akses di daerah itu bersinggungan langsung, dan biasanya ditingkatkan statusnya. Sebab ruas jalan yang terus dibangun itu, menjadi jalur lingkar dalam Samosir untuk mendukung proyek strategis pariwisata nasional.

Untuk revisi SK Gubernur tentang fungsi dan status jalan sebagai jalan provinsi, telah dibentuk tim kerja yang diinisiasi oleh Bappeda Sumut yaitu tim pengelola kegiatan pembinaan dan koordinasi perencanan pembangunan sistem jaringan jalan dan jembatan di Sumut 2016. Terdiri dari unsur pemerintah pusat yakni BBPJN II Wilayah Sumut, dan Pemprov Sumut melalui Bappeda, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi serta Dinas Perhubungan.

Ramadan, Kerja PNS Kurang 1 Jam

MENPAN RB-Asman Abnur
MENPAN RB-Asman Abnur

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sepekan lagi Ramadan tiba. Terkait hal itu, pemerintah melakukan penyesuaian jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri. Jadwal kerja ini berlaku selama Ramadan 1439 Hijriyah.

Berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Nomor 336 Tahun 2018 tentang Penetapan Jam Kerja ASN, TNI, dan POLRI pada Bulan Ramadan, jam kerja dikurangi satu jam dari biasanya.

“Jumlah jam kerja bagi instansi pemerintah pusat dan daerah yang melaksanakan lima hari atau enam hari kerja menjadi 32,5 jam per minggu,” kata MenPAN-RB Asman Abnur dalam surat edarannya.

Hal ini diberikan agar ASN yang melaksanakan puasa bisa meningkatkan ibadahnya. Walaupun berpuasa, Menteri Asman berpesan agar pelayanan publik tetap berjalan dan ASN tidak mengabaikan tugasnya sebagai pelayan masyarakat.

Sementara terkait cuti bersama, sempat beredar kabar kalau masyarakat yang memiliki SIM dengan batas waktu sampai Juni 2018 harus segera melakukan perpanjangan sebelum 11 Juni 2018. Hal ini karena pada 11 Juni nanti, pelayanan perpanjangan SIM akan ditutup selama dua minggu. Apalagi, bila masa waktu SIM lewat atau mati, masyarakat diharuskan membuat SIM baru.

Kabar ini cukup meresahkan masyarakat. Polisi pun langsung membantah informasi yang beredar di media sosial tersebut. Direktur Regident Korlantas Polri Brigjen Halim Pagarra menyatakan, pelayanan perpanjangan SIM pada saat cuti bersama Lebaran tetap dibuka. “Pelayanan SIM tetap buka atau tidak tutup selama dua minggu. Saya sudah perintahkan ke direktur-direktur lalu lintas agar tetap membuka pelayanan,” kata Brigjen Halim Pagarra, Selasa (9/5).

Halim mengatakan, meski masa berlaku SIM jatuh tempo pada hari libur, mereka memberikan toleransi. Pemilik SIM boleh memperpanjang setelah liburan selesai. “Kalaupun SIM matinya pas hari libur, tetap diberi toleransi ke hari berikutnya saat masuk kerja,” imbuhnya.