Home Blog Page 6374

Operasional Pelabuhan Tetap Beroperasi

Foto: Fachril/Sumut Pos Sebanyak 2001 ekor sapi Australia dibongkar di Pelabuhan Belawan, Sabtu (27/1).
Foto: Fachril/Sumut Pos
Sebanyak 2001 ekor sapi Australia dibongkar di Pelabuhan Belawan, Sabtu (27/1). Cuti bersama lebaran, kegiatan pelabuhan tetap beroperasi.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Perhubungan akan mengatur semua stakeholder pelabuhan agar bisa melayani kegiatan pelabuhan selama masa cuti bersama Idul Fitri 1439 H tahun ini.

Hal ini dijelaskan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada saat jumpa pers terkait tindak lanjut Surat Keputusan Bersama tiga menteri mengenai cuti bersama lebaran di Gedung Kementerian Kooordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Senin (7/5) kemarin.

“Tetap buka, sama seperti biasa tanpa ada pengecualian. Kami akan tetap buka dan segala pelayanan akan dibuka seperti biasanya,” ungkap Budi.

Budi menambahkan, keputusan ini sudah didukung oleh sejumlah asosiasi karena telah melalui proses diskusi.

Setelah ini, akan ada diberikan penjelasan khusus mengenai mekanisme dan operasional pelabuhan.

“Nanti secara khusus saya akan membuat press conference berkaitan dengan operasional pelabuhan. Akan dijelaskan bagaimana mekanisme dan tidak ada bedanya dengan sekarang karena semua masuk,” tutur Budi.

Terkait dengan tanggal yang telah ditetapkan untuk cuti bersama lebaran, Budi mengimbau agar masyarakat melakukan mudik jauh hari sebelum lebaran agar penyebaran arus mudik tidak tertumpuk di H-2 atau H-3 lebaran.

“Dari riset yang kami lakukan, libur itu preferensinya dua hari dan tiga hari sebelum lebaran. Hindari itu ya, lakukan sebelumnya supaya ada penyebaran yang lebih baik,” tandas Budi. (chi/jpnn)

Biar Suami Senang, Nikita Mirzani Operasi Organ Intim

Nikita Mirzani dan Dipo Latief.
Nikita Mirzani dan Dipo Latief.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Aktris Nikita Mirzani bikin sensasi lagi. Baru-baru ini, Nikita Mirzani mengaku melakukan tiga operasi sekaligus agar dinikahi Dipo Latief secara resmi.

Operasi pertama penghapusan tato. Kemudian pengencangan perut dan operasi vaginoplasty alias peremajaan organ intim.

Menjalani tiga operasi ini, Nikita Mirzani harus menahan sakit yang luar biasa.

Apalagi saat organ intimnya diremajakan melalui proses jahit luar dalam.

“Menghilangkan tato karena keluarga Mas Dipo enggak setuju perempuan bertato. Kalau kencangin perut karena kulit perut meleber, maklum hamilnya dua kali kan,” ungkap Nikita.

Sedangkan vaginoplasty dirasakan Nikita paling sakit. Pascaoperasi peremajaan organ intim, dia terpaksa pakai rok dan jalang ngangkang karena sakit.

Namun, operasi ini sangat diimpikannya karena ingin organ intimnya seperti gadis lagi.

“Namanya sudah melahirkan normal dua kali terus bayinya besar, bisa bayangin kan organ intimnya kayak apa. Makanya diremajakan lagi biar suami senang,” ucapnya.

Untuk menjalani tiga operasi ini, Nikita harus membayar ratusan juta rupiah. Namun dia tidak peduli asalkan impiannya bisa tercapai. (esy/jpnn)

Awas! Jutaan Upal Beredar di Medan

Uang palsu-Ilustrasi
Uang palsu-Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Sektor (Polsek) Percut Sei Tuan meringkus dua pengedar dan otak pelaku pembuatan uang palsu (Upal), berikut dua mesin pencetak uang palsu, Senin (7/5/2018).

Peredaran uang palsu ini terungkap pada Sabtu (5/5/2018) kemarin. Siang itu, pelaku Wahyu, datang ke sebuah toko handphone di Jodoh Centre, Pasar VII Tembung, Percut Sei Tuan. Dia membawa Upal sebanyak Rp1,4 juta pecahan Rp50 ribu, untuk membeli handphone.

Tawar menawar antara pelaku dan korban pun terjadi. Setelah harga disepakati, pelaku membayarpakai upal. Oleh korban, uang itu dicek menggunakan alat money detector.

Mengetahui semua uang yang diterima ternyata palsu, si penjual ponsel mengamankan pelaku dengan dibantu pedagang lainnya. Berikutnya, mereka menghubungi Polsek Percut Sei Tuan. Mendapat informasi itu, personel cepat menuju lokasi guna mengamankan pelaku.

Kepada penyidik, Wahyu mengaku uang palsu itu didapatnya dari seorang pria, dan dia juga mengaku tidak sendirian mengedarkan uang palsu tersebut.

Berdasarkan pengakuan Wahyu, petugas melakukan pengembangan. Hasilnya, Minggu, Tumbur Marpaung diringkus dari sebuah warnet kawasan Perumnas Mandala.

Di kantor polisi, Tumbur menyebut nama pelaku lainnya. Senin (7/5/2018) siang, B. Sitanggang yang berperan sebagai pencetak uang palsu diciduk dari kediamannya di Jalan Selamat Ketaren, Desa Medan Estate, Percut Sei Tuan. Selain B. Sitanggang, 2 unit mesin pencetak uang palsu juga turut diamankan.

Saat meringkus B. Sitanggang, petugas sempat meletuskan tembakan peringatan karena yang bersangkutan mencoba kabur dengan memanjat atap rumahnya. Sementara seorang pengedar uang palsu lainnya berhasil lolos. Personel yang sudah mengetahui identitasnya sedang melakukan pengejaran.

Kedua pelaku Wahyu dan Tumbur Marpaung, mengaku sudah 2 bulan mengedarkan uang palsu yang jumlah keseluruhannya Rp.3,5 juta di lokasi yang berbeda di Kota Medan. (fad/ras)

Via Vallen Cari Suami

Via Vallen
Via Vallen

SUMUTPOS.CO –  Meski sempat dikabarkan sudah menikah, Via Vallen tetap menanggapi santai. Pelantun lagu Sayang ini mengaku sampai saat ini dirinya masih sendiri alias jomlo.

Wanita 27 tahun ini mencurahkan konsentrasi untuk berkarier ketimbang pacaran. “Belum punya pacar,” ucap Via belum lama ini. Justru Via sudah tidak ingin berpacaran lagi.

Wanita asal Surabaya ini ingin mecari pendamping hidup. Terlebih, usianya kini tak lagi muda. “Udah waktunya Via cari suami, bukan pacar,” cetusnya.

Lalu seperti apa kriteria calon suami yang Via idamkan? “Setia dan bertanggung jawab, itu aja sih. Sebenernya gak ada kriteria sih yang harus gimana-gimana banget, kalau Via ngerasa udah ada yang cocok, ya udah,” kata dia.(chi/jpnn)

Burung Lovebird Jadi Maskawin Pernikahan

Potongan video prosesi ijab-kabul pengantin. Mempelai pria menjadikan burung lovebird sebagai maskawin.
Potongan video prosesi ijab-kabul pengantin. Mempelai pria menjadikan burung lovebird sebagai maskawin.

JAKARTA, SUMUTPSO.CO – Di media sosial sedang viral potongan video prosesi ijab-kabul pengantin. Mempelai pria menjadikan burung lovebird sebagai maskawin.

Pantauan, Senin (7/5/2018), video ini viral di sejumlah medsos, seperti Facebook dan Instagram. Terlihat ada pengantin yang sedang menjalani prosesi ijab-kabul.

“Dengan maskawin burung lovebird dan uang seratus delapan puluh ribu rupiah dibayar tunai,” kata penghulu.

“Saya terima nikahnya Mara Elviesta binti Koko Asmara dengan maskawin uang seratus delapan puluh ribu rupiah dan sepasang burung lovebird dibayar tunai,” ujar mempelai pria dengan lancar.

Di atas meja penghulu tersebut tampak ada sangkar burung berisi sepasang burung lovebird yang dijadikan maskawin.

Belum diketahui kapan dan di mana ijab-kabul yang viral ini. Di Facebook sendiri ada cukup banyak akun yang mengunggah potongan video ini, termasuk pemilik akun Ahmad Humaidi.

Video ijab-kabul dengan maskawin sepasang burung lovebird yang diunggah Ahmad viral dan dibagikan hingga 920 kali per pukul 12.00 WIB ini. Di medsos sendiri banyak yang berkomentar. Ada yang menilai ini unik, ada pula yang mempertanyakan kenapa maskawinnya tidak seperangkat alat salat.

Dimintai konfirmasi, Ahmad tidak mengetahui kapan dan di mana kejadian tersebut. Dia mengaku mendapatkan video tersebut dari akun Facebook lainnya.

“Itu cuma ambil di grup burung teman-teman. Bukan video pribadi. Nggak tahu juga (kenapa video yang diunggahnya viral), padahal iseng-iseng,” kata Ahmad lewat sambungan telepon. (fjp/bbs)

Di Kemaluan Korban Ada Kuntilanak

Kapolsek Sunggal, Kompol Wira Prayatna memaparkan kasus pencabulan, Senin (7/5/2018).
Kapolsek Sunggal, Kompol Wira Prayatna memaparkan kasus pencabulan, Senin (7/5/2018).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Akal bulus Saripin alias Ipin (27) sebagai dukun palsu berakhir di penjara. Kuli bangunan ini diciduk karena mencabuli tiga cewek berusia belasan tahun.

Ketiga korban dicabuli dalam waktu berbeda tapi di tempat serupa, tepatnya pinggir sungai Jalan Setia Tirta, Desa Sunggal Kanan, Sunggal.

Dalam memuluskan akal bulusnya, para korban ditakut-takuti dengan modus di kelamin mereka berdiam kuntilanak. Dan untuk mengusirnya, dibutuhkan ritual khusus serta harus bugil.

Dalam paparannya, Senin (7/5/2018), Kapolsek Sunggal, Kompol Wira Prayatna menyebutkan, pelaku menetap di Jalan Setia Bendungan, Sunggal. Sedang ketiga korbannya adalah DP (14), MRP (14) dan BS (15), ketiganya tinggal di kawasan Sunggal.

Pencabulan ini berawal saat Ipin mengatakan jika korban diikuti Kuntilanak. Dan makhluk itu diam di kemaluannya. Korban pun ketakutan, dan mengatakan akhir-akhir ini badannya sering sakit.

“Apa abang bisa mengobatinya?,” tanya DP. Ipin pun mengiyakannya. Ia lalu mengajak DP untuk ke pinggir sungai, 100 meter dari rumah pelaku. Lokasi tersebut memang tersembunyi dan sangat sepi.

Di tempat sepi itu, korban DP diminta pelaku untuk membuka celana panjangnya, sekalian dengan celana dalamnya. Pelaku pun mulai meraba dari ujung hingga pangkal paha siswi kelas 3 SMP itu hingga 5 kali.

Tersangka melakukannya sambil seolah-olah melakukan ritual pengobatan. Setelah puas meraba kelamin korban, tersangka meminta korban kembali memakai celananya. Mereka pun beranjak dari tempat sepi itu.

Setelah pulang ke rumah, DP menceritakan ‘ritual’ pengusiran Kuntilanak dari alat kelaminnya yang dilakukan tersangka kepada temannya, MRP dan BS. Ternyata apa yang dialami DP, sebelumnya telah dialami MRP dan BS dengan modus yang sama, yakni ada hantu Kuntilanak yang bersemayam di alat kelamin.

MRP mengaku pengalaman pahit itu dilakukan Ipin Minggu (18/3/2018) lalu. Modusnya serupa, yakni berpura-pura dapat mengobati dari gangguan setan dan jin.

Korban BS pun mengaku diperlakukan lebih tak senonoh. Semua aksi bejat itu dilakukan tersangka di lokasi yang sama, yakni tempat sepi di pinggir sungai.

Yakin telah ditipu pelaku, ketiga korban pun sepakat menceritakan peristiwa itu kepada orangtuanya yang kemudian membuat laporan ke Polsek Sunggal.

“Petugas bergerak cepat menangkap pelaku di dekat rumahnya, kemudian dibawa ke Polsek Sunggal untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” terangnya.

“Tersangka kita jerat Pasal 82 Jo 76 E UU RI. No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI. No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman paling hukuman 15 tahun penjara,” pungkas Wira. (cr-8/ras)

Badan Bertato, Sangar tapi Dibilang Pria Loyo

SUMUTPOS.CO –  Sangar, terkesan sangat jantan di hadapan banyak orang. Berani melawan preman mana pun. Tapi takluk ketika berhadapan dengan istri.

Seperti Donwori ini. Meski fisiknya tinggi besar dengan banyak tato di badan, nyalinya ciut di hadapan istri barunya yang suka ngomel.

Donwori kini gigit jari. Harapannya untuk hidup bahagia dengan istri baru harus kandas lantaran tak lama lagi statusnya akan kembali menjadi duda. Pria ini memilih hengkang dari kehidupan Karin lantaran merasa jati dirinya hilang setelah menikah.

Donwori mengaku, dirinya adalah orang yang keras dan sangar. Namun rupanya kesangarannya tidak ada apa-apanya di hadapan Karin.

“Aku jadi kalah terus di hadapan istri,” ujar Donwori saat berada di ruang tunggu pengadilan agama.

Donwori yang sehari-harinya bekerja membantu istrinya dagang ini menjelaskan, ia menikahi Karin baru beberapa bulan terakhir ini. Duda satu anak ini jatuh cinta pada janda yang ia lihat sebagai sosok tegar dan rajin bekerja. Nahasnya, ia tak tahu kalau istrinya ini suka ngomel. Ada kesalahan sedikit saja ia langsung ngamuk tidak jelas.

“Pas ngambil es batu misalnya, kebanyakan dikit aja aku sudah dimarahin. Apalagi, kalau kelebihan ngasih kembalian,” keluhnya.

Tak hanya itu, Karin juga sering marah-marah jika Donwori ngopi di warung dan meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya. Atau, ketika melihat rumah dalam keadaan kotor, Karin langsung memarahi Donwori.

Diamuk terus-terusan seperti itu, Donwori juga heran kenapa bisa tak berkutik dan mengiyakkan saja ucapan-ucapan nyelekit Karin. “Tidak tahu ya, dia iku kayak punya kekuatan yang membuat aku tidak bisa berkata-kata lagi dan tak berkutik,” aku dia.

Harga diri Donwori juga makin terinjak-injak ketika sikap suka ngomel Karin ini ketahuan oleh teman-temannya. Sempat beberapa kali Donwori didatangi teman-temannya di rumah. Bukannya menyambut dengan baik, Karin malah marah-marah melihat kondisi rumah yang kotor.

Kesabaran Donwori sudah pada puncaknya ketika Karin membawa-bawa masalah pekerjaan saat ngomel. Donwori yang berhenti bekerja lantaran diminta Karin membantu membesarkan usaha istri kerap dituduh sebagai pria yang loyo dan mengandalkan istri. Dihina begini, Donwori pun tak terima.

“Dia nyuruh berhenti, tapi akhirnya aku malah disalah-salahkan, dipikir aku nggak punya harga diri, tak tinggal aja,” kata Donwori sebal. (*/hen/sb/is/jek/JPR)

Wu Xinxin Kritis Lompat Dari Lantai 3 Hotel

Wu Xinxin alias Wendi (23) saat dirawat di RS Harapan Bunda.
Wu Xinxin alias Wendi (23) saat dirawat di RS Harapan Bunda.

BATAM, SUMUTPOS.CO – Seorang gadis cantik WNA asal China, Wu Xinxin alias Wendi (23), hingga kini belum sadarkan diri setelah percobaan bunuh diri yang dilakukannya berhasil digagalkan.

Wendi nekat melakukan percobaan bunuh diri dari lantai 3 Hotel Goodway, Minggu pagi (6/5/2018), saat ini dirawat di RS Harapan Bunda. “Belum bisa dimintai keterangan, masih koma,” ujar Kapolsek Batu Ampar, AKP Ricky Firmansyah, Senin (7/5/2018).

Ricky menyebutkan, keluarga korban sudah datang ke RS Harapan Bunda. Diketahui, Wendi sudah tiga bulan berada di Batam. Sebelumnya, perempuan ini sempat dicegah warga untuk tidak melompat. Sayangnya, Wendi tidak mengindahkan dan langsung melompat. Warga di sekitar Hotel Goodway langsung memberikan pertolongan.

Zunafar, Front Office Manager hotel Goodway mengatakan kepada batamnews.co.id (grup medansatu.com), setahu dia tidak ada tampak tanda-tanda yang aneh dari korban. “Dia baik-baik saja, nggak ada macam-macam kok. Nggak ada tampang pemakai atau yang lainnya juga,” ujarnya.

Zunafar bahkan mengaku sudah menanyakan kepada pihak penanggung jawab acara yang diikuti korban, untuk memastikan kondisinya. “Dia malahan bilang selama ini anak itu baik-baik saja, nggak ada apa-apa. Makanya dia heran juga, kok bisa tiba-tiba stres gitu,” ucapnya.

Zunafar menceritakan, korban itu di Batam dalam rangka mengikuti sebuah acara keagamaan. Dia tidak sendirian, dia datang bersama rombongannya yang sekitar 30-40 orang. “Dia sekamar juga ada temennya, bukan sendiri aja,” kata dia.

Lanjut dia, pada saat kejadian pihak managemen hotel berupaya memberikan bantuan. “Kami sudah mau mempersiapkan kasur, tapi sudah telat,” terangnya. (bbs)

Panti Pijat Ringroad Diseser, Belasan Wanita Cantik Diangkut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Belasan wanita cantik dan seksi dan sejumlah pria pelanggannya digerebek dari dua panti pijat plus-plus di Jalan Ringroad (Jalan Gagak Hitam), Medan.

Muspika Kecamatan Medan Sunggal dipimpin Kapolsek Sunggal, Kompol Wira Prayatna menggerebek sejumlah tempat pijat dan spa di Medan. Pengerebekan dilakukan dalam rangka operasi penyakit masyarakat (pekat) jelang bulan suci Ramadhan, Minggu (6/5/2018).

Dari tempat berkedok kusuk tradisional tersebut, petugas mengamankan 11 wanita cantik dan seksi yang berperan sebagai terapis, dan 3 pria pelanggannya. “Operasi pekat ini sebagai bentuk pencegahan praktik prostitusi yang berkedok pijat tradisional,” kata Kompol Wira Prayatna.

Dalam razia tersebut petugas menyisir seluruh bilik-bilik kamar. Di kamar tersebut, petugas juga mencari barang berbahaya, dan kemungkinan adanya narkoba. Namun setelah semua kamar disisir, tak ada barang berbahaya atau narkoba yang ditemukan.

“Razia dilakukan karena kita mendapat informasi dua lokasi panti pijat ini diduga dijadikan sebagai tempat maksiat atau prostitusi. Kita akan kerja sama dengan dinas terkait untuk melakukan pembinaan terhadap wanita pekerja di panti pijat ini,” tambahnya.(bbs)

Poldasu Target Firman Si Penyuplai Narkoba

Petugas Satres Narkoba Polrestabes Medan melakukan razia di salah satu lokasi hiburan malam.
Petugas Satres Narkoba Polrestabes Medan melakukan razia di salah satu lokasi hiburan malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasca razia tempat hiburan malam karaoke Stroom di Jalan Listrik, Medan, nama Firman kembali ‘naik daun’. Pasalnya, pria yang disebut sebagai penyuplai tunggal narkoba di tempat tersebut, luput dari ‘jaring’ petugas.

Disinggung perihal belum tersentuhnya Firman, Kasubbid Penmas Poldasu,  AKBP MP Nainggolan menegaskan pihaknya akan menindaklanjutinnya. Apalagi sekarang narkoba sedang gencar-gencarnya diberantas. “Saya akan teruskan ke Direktorat Narkoba,” tuturnya kepada POSMETRO MEDAN (grup SUMUTPOS.CO), Senin (7/5/2018) siang.

Ditanya kapan F ditangkap. Nainggolan menambahkan itu teknis. Tentunya pemberitaan di koran sudah menjadi laporan kepada kami. Pastinya kami tindaklanjutin. “Ada strategi penangkapannya,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam razia akhir pekan kemarin, sedikitnya 16 pengunjung terpaksa diboyong ke Mapolrestabes Medan karena pemeriksaan awal dinyatakan positif narkoba.

Apakah para pengunjung dimaksud mengonsumsi narkoba yang disuplai Firman? Belum bisa dipastikan. Namun beberapa waktu lalu, pihak pengelola memastikan tidak ada memfasilitasi apalagi menyediakan narkoba. (gib/ras)