Home Blog Page 6406

Masyarakat Tuntut Ganti Rugi Tol Medan-Binjai

Foto: Iqbal/Sumut Pos Masyarakat korban pembanguan Jalan Tol Medan-Binjai melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumut.
Foto: Iqbal/Sumut Pos
Masyarakat korban pembanguan Jalan Tol Medan-Binjai melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat korban pembanguan Jalan Tol Medan-Binjai mendatangi Kantor DPRD Sumut menuntut pembagian ganti rugi lahan di sekitar Pasar 7 Desa Manunggal, Labuhan Deli, Deliserdang. Mereka mengklaim berhak memperoleh bagian dari pembayaran ganti rugi tersebut yang justru diterima PT Medan Property.

Disampaikan pengunjukrasa, bahwa berdasarkan hasil keputusan rapat sejumlah Instansi terkait, masyarakat yang menempati/mendiami tanah mendapat ganti rugi 70 persen, dan 30 persen untuk pemilik sertifikat. “Referensi tuntutan warga adalah keputusan rapat yang oleh Menteri Agraria, Menteri BUMN, Gubsu dan lainnya pada 25 November 2017 lalu,” kata Koordinator Aksi Tambunan dalam orasinya, Rabu (25/4).

Mereka juga menyebutkan, PT Medan Property menerima ganti rugi pembebasan lahan jalan Tol  Medan-Binjai sebesar Rp132,3 milliar, berdasarkan surat lelang oleh Direksi PTPN II dan surat validasi oleh kepala kantor BPN Sumut.

“Surat validasi itu harus diusut dan menarik kembali uang ganti rugi dari PT Medan Property dan diserahkan kepada masyarakat yang sudah 15 tahun mendiami, menanami lahan tersebut, terlebih-lebih masyarakat sudah memiliki surat keterangan tanah dari pemerintahan desa,” tambahnya.

Menurut mereka, Legalitas Hak Guna Usaha (HGU) yang diserahkan oleh Pemerintah kepada PTPN lI peruntukannya hanya sebatas mengusahai, menanami lahan dan bukan untuk menjual, mengalihkan Alas Hak atau melelang lahan HGU maupun lahan eks HGU ke pihak pengembang atau korporasi. “Yang berwenang menjual, mengalihkan alas hak maupun melaksanakan lelang lahan eks HGU adalah Kemeneg BUMN dan bukan Wewenang Direksi atau Direktur Utama PTPN II,” tegas Tambunan.

Jambur Ijuk jadi Potensi Destinasi Wisata Baru

Cawagubsu Musa Rajekshah diulosi saat datang menghadiri undangan Arisan Jambur Ijuk, Desa Talunkenas, Deliserdang, Selasa (24/4) sore.
Cawagubsu Musa Rajekshah diulosi saat datang menghadiri undangan Arisan Jambur Ijuk, Desa Talunkenas, Deliserdang, Selasa (24/4) sore.

SUMUTPOS.CO – Sumatera Utara kaya akan sumber daya alam dan potensi wisata. Namun sayang, belum semua wilayah tersentuh untuk dikembangkan menjadi lokasi wisata baru. Terlebih yang lokasinya tidak jauh dari Kota Medan, Ibukota Provinsi Sumut.

============================================================

PRAN HASIBUAN, Deliserdang

============================================================

Desa Jambur Ijuk, Kecamatan STM Hilir, Deliserdang misalnya, patut dijadikan contoh salah satu destinasi wisata baru di Sumut. Melalui buah pikir dan tangan dingin Calon Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, jadi titik tolak kebangkitan desa yang nyaris punah tersebut. Kini, desa yang telah dihuni seribuan orang itu sangat nyaman untuk dikunjungi dan bahkan menjadi tempat tinggal.

Desa tersebut adalah induk dari perkembangan dua desa (kelurahan) lain di kawasan tersebut. Yakni Desa Kampung Dalam dan Beras Bulan namanya. Menurut informasi, salah satu dari tiga desa di sana justru hampir punah dengan jumlah 70 kepala keluarga (KK) yang ada waktu itu. Desa Jambur Ijuk memiliki panorama alam yang masih alami dan asri. Di desa itu terdapat Sungai Belumei yang mengalir deras. Tentu sangat potensial jika ingin dijadikan destinasi wisata baru.

Amatan di lapangan, daerah tersebut kondisinya juga sudah lebih tertata rapi. Infrastruktur seperti jalan, rumah ibadah, sarana pendidikan dan jambur sudah terbangun di wilayah itu. Lokasinya pun tak jauh berada dari Kota Medan dan sangat cocok untuk wisata liburan keluarga.

“Saya berharap ke depan tidak hanya desa ini saja yang kita bangun, melainkan desa dan kecamatan lain sekitar sini. Kita memang siap membantu. Sebelumnya saya sudah memberikan tanah saya 1 hektare di sini, untuk dibuat tapak SMK yang tujuannya untuk masyarakat karena jauhnya sekolah dari desa ini ke Lubukpakam,” kata Ijeck saat menghadiri undangan Arisan Jambur Ijuk, Desa Talunkenas, Deliserdang, Selasa (24/4) sore.

Netflix Gagas Serial Animasi Fast & Furious

SUMUTPOS.CO – Dominic Toretto, Tej Parker, hingga Roman Pearce, memulai Fast & Furious dari muda. Waralaba itu kini sudah sampai film kedelapan. Jalan ceritanya dimulai dari geng pecinta balap mobil jalanan, hingga sebuah penyelamatan dengan melawan kapal selam. Dinamika konflik mereka kini tak hanya sebatas di jalan raya.

Kini Fast & Furious dibuat serial animasi, khusus untuk Netflix. Serial ini pertama kalinya bekerja sama dengan DreamWorks Animation Television.

Dalam serial tersebut, ada sosok Tony Toretto yang mengikuti jejak sepupunya Dominic. Ia direkrut oleh agen pemerintah untuk menyusup ke liga balap elit yang berfungsi sebagai sebuah organisasi kejahatan yang bertekad menguasai dunia.

“Kami sangat antusias memperluas hubungan kami yang sukses bersama Netflix, dengan tidak hanya memberikan lebih banyak pemrograman DreamWorks berkualitas tinggi, tapi menghubungkan penggemar film Universal dengan cerita baru yang menarik,” kata Margie Cohn, Presiden DreamWorks Animation Television.

Rumah baru mereka di Universal menandai sebuah babak baru. Fast & Furious hanyalah sebuah permulaan untuk karya-karya besar lainnya.

Serial tersebut akan diproduseri oleh Tim Hendrick, sosok yang menulis ‘Voltron: Legendary Defender’ dan Bret Haaland, yang telah memproduksi animasi DreamWorks seperti ‘All Hail King Julien’ dan ‘The Penguins of Madagascar’.

Vin Diesel, Neal Moritz, dan Chris Morgan, yang juga bertindak sebagai produser pada waralaba Fast & Furious live-action, akan bertindak sebagai produser eksekutif pada serial animasi tersebut. (dtc/saz)

Cinta Laura Mirip Ariana Grande di Premier The Avengers: Infinity War

SUMUTPOS.CO – Cinta Laura menjadi satu tamu undangan pada premiere Avengers: Infinity War di Los Angeles. Ia tampil cantik dengan gaun biru rancangan desainer Lebanon, Ashi Studio.

Cinta mem-posting beberapa foto di Instagram. Sejumlah netizen memuji kecantikan dara blasteran Indonesia-Jerman itu. Bahkan, banyak yang menyebut Cinta sangat mirip dengan Ariana Grande.

Kok mirip banget sih sama Ariana Grande?” tulis seorang netizen.

Di lokasi premiere, Cinta juga bertemu dengan Youtubers Chandra Liow. Kedua berpose bersama, dan Chandra mem-posting foto tersebut di Instagram. Dan foto itu sudah mendapat hampir 150 ribu like, serta 1.500 komentar. Di foto ini, banyak netizen menyebut Cinta sangat mirip dengan Ariana Grande.

Bahkan ada seorang netizen yang mengira Chandra Liow berfoto bersama sang penyanyi. “Kirain Ariana,” tulis netizen.

“Sumpah, iya mirip bgt,” timpal yang lain.

Ini bukan kali pertama Cinta disebut Ariana Grande. Sebelumnya, netizen juga menyebut Cinta sangat mirip dengan Ariana saat berpose di dalam air. (dtc/saz)

Sudah Pakai Lipstik sejak TK, BCL Centil

SUMUTPOS.CO – Siapa tak kenal Bunga Citra Lestari (BCL). Perempuan cantik dengan suara merdu dan pandai berakting itu, rupanya sudah mengenal lipstik sejak Taman Kanak-kanak (TK).

Hal itu diungkapkannya saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/4). Pelantun ‘Aku Wanita’ itu, mencoba berbagi pengalamannya saat pertama kali memakai lipstik.

“Aku mencoba mengingat kapan pertama pake lipstik, tapi kayaknya sih waktu TK,” ungkap BCL bernostalgia.

Bukan untuk keseharian, namun wanita yang akrab disapa Unge itu, memakai lipstik hanya untuk menari dan bernyanyi. Maklum BCL memang sudah aktif di dunia seni sejak kecil. “Saat nari dan nyanyi, bukan buat hari-hari dong. Ya kali, tiba-tiba ke sekolah TK pakai lipstik. Cuman aku dari kecil suka tampil di panggung gitu, kan seneng nyanyi, seneng nari. Jadi ceritanya lagi show, show anak TK pada momen itu sama mamiku suka dipakein lipstik, dan aku selalu pilih warna merah,” bebernya.

“Karena momen itu choices warna lipstik belum terlalu banyak ya, balik lagi ke lebih 30 tahun lalu. Paling biasanya merah atau pink, aku end up selalu pake lipstik merah biasanya. Itu juga ingetnya aku lihat foto-foto masa kecil aku, ada beberapa kalau lagi nari atau nyanyi di panggung pake lipstik,” lanjut perempuan 35 tahun itu.

Tak bisa dipungkiri, BCL juga mempunyai pengalaman tak menyenangkan soal lipstik. Sebagai perempuan, ia menyarankan agar pintar-pintar dalam memilih. “Dan kalau misalnya ditanya ada momen enggak enak pakai lipstik, biasanya kalau aku kurang cocok sama produknya memang kadang-kadang ada yang bisa berefek. Kalau aku pake terus-terusan bibir aku kering, jadi enggak enak. Keringnya bener-bener kering, kayak ngeletek-letek gitu, ada produk-produk yang seperti itu. Jadi memang tidak mudah buat aku memilih lipstik yang aman dan nyaman untuk dipakai,” pungkasnya. (dtc/saz)

Raditya Dika Pingin Dibilang Ganteng

SUMUTPOS.CO – Raditya Dika suka diledek, karena belum menikah di usia yang sudah matang. Sang aktor juga pernah mendapat predikat ‘kapten jomblo’. Tapi tak lama lagi, semua itu akan musnah. Radit bakal meminang pujaan hatinya, Anissa Aziza.

Bintang film Target itu, pun menyampaikan pesan untuk para jomblo. Ia juga menyinggung soal mukjizat yang didapatnya karena bisa menikah.

“Gue kapten jomblo? Oh iya, iya. Ya mudah-mudahan ini menjadi inspirasi buat jomblo-jomblo bau tanah semuanya ya. Keajaiban itu ada, mukjizat itu nyata, mudah-mudahan bisa nikah juga,” ujar Radit di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (25/4).

Radit bakal menikah pada 5 Mei 2018 mendatang. Namun tempat nikahnya belum diketahui.

Sebelumnya, Radit dan Anissa sudah melakukan foto prewedding, dan akan melangsukan pernikahan. Ia sempat tak mau bicara soal hari bahagianya itu. “Enggak ada hubungannya sama XYZ ya, lihat sajalah di IG (Instagram) gue. Ya pokoknya gitu deh (prewedding). Pokoknya lihat saja, kalau foto-foto mah di IG gue ada,” katanya sambil tertawa.

Radit bahkan sempat menyatakan protes soal berita menikah. Ia pun meminta kepada media agar memberitakan hal yang serius terhadapnya. “Oh sudah nikah. Memang wajah gue gini susah. Jadi gue agak gini ya, tolong luruskan buat semua teman-teman infotainment ya, kalau bisa bikin beritanya yang positif. Karena pas gue lamaran, beritanya gua lihat ada di Line Today ‘Raditya Dika Lamaran Membuktikan Cowok Humoris Mengalahkan Cowok Ganteng’,” bebernya.

Disebut demikian, Radit pun sempat malu dan meragukan wajahnya tak tampan. Ia juga meminta kepada wartawan, jika menikah nanti disematkan kata ganteng di judulnya. “Berarti kan gue jelek ya? Kalau bisa Raditya Dika ganteng banget lah, apa ya. Terus gue sampai search di Google, Raditya Dika ganteng lamaran, yang keluar ‘Lamaran Raditya Dika, Adiknya Ternyata Ganteng’. Jadi pas dibilang ganteng, tahunya adik gue. Jadi pas gue nikah, beritanya ada pada bilang gue ganteng,” harapnya semringah. (dtc/saz)

Jessica Iskandar Hamil di Luar Nikah?

SUMUTPOS.CO – Jessica Iskandar digosipkan berbedan 2, karena ke Amerika Serikat (AS) secara mendadak. Dugaan itu muncul, karena dulu saat mengandung El Barack, Jedar (sapaan akrab Jessica Iskandar) juga sampai melahirkan di sana.

Jedar baru-baru ini kembali lagi ke Tanah Air. Ia pun tertawa-tawa sendiri membaca rumor tentang dirinya. Ibu satu anak itu sekaligus meluruskan pemberitaan tersebut.

“Gosip, gosip… Makanya aku balik lagi buat ngelurusin, gosipnya enggak benar. Ketawa sih (bacanya), tapi ya sudah, biar enggak salah paham aku klarifikasi,” ungkapnya saat berada di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/4).

Jedar digosipkan hamil di luar nikah. Sebab saat ini pun ia belum sama sekali memiliki pasangan. Tapi menurutnya, tak ada alasan lain selain refreshing dalam kunjungannya ke AS. Sebelumnya, rekannya, Ruben Onsu menyebarkan isu, Jedar hijrah ke Negeri Paman Sam. “Rencana balik lagi ada, tapi belum tahu kapan,” ungkap Jedar yang ke AS bersama sang kakak dan El Barack.

Sebelumnya, Jedar sudah terlihat hadir dalam tayangan Pesbukers pada Selasa (24/4) malam. Dalam kesempatan itu, ia juga melakukan klarifikasi atas isu miring yang beredar, dan memastikan hanya mengurus surat-surat untuk sang buah hati. “Aku tuh ke sana (AS) memang untuk ngurus-ngurus suratnya El. Jadi ya memang butuh waktu lama. Aku enggak hamil lagi kok,” tegasnya lagi.

Beberapa waktu lalu, Jedar memang sempat pamit untuk pergi ke AS dalam waktu lama. Hal tersebut mengejutkan banyak pihak maupun sahabatnya. (dtc/saz)

Lumbung Itu tidak untuk Ayam

Dahlan Iskan

SUMUTPOS.CO – Berita ini kurang baik. Kilang kebanggaan anak bangsa ini tutup. Tidak terlalu menarik perhatian media, tapi mengusik perhatian saya.

Lokasi kilangnya di pusat pengeboran minyak Cepu. Namanya Cepu tapi wilayahnya Bojonegoro. Saya pernah mengunjunginya.

Saya pikir inilah ayam yang bertelur di lumbung padi. Tidak menyangka. Empat tahun kemudian ayam itu mati.

Berita media tidak terlalu lengkap. Tidak dalam. Menyisakan banyak sekali pertanyaan.

Saya cari nomor HP penggagas kilang ini: Rudy Tavinos. Anak Padang lulusan kimia ITB (1989). “Anak Padang” kelahiran Banjarmasin.

Sungguh saya ingin tahu lebih banyak. Tapi sampai tulisan ini harus terbit belum ada jawaban darinya.

Waktu itu saya sungguh tertarik dengan konsep kilang ini. Kilang pertama yang sepenuhnya didesain oleh anak bangsa. Ya si Rudy itu.

Juga kilang pertama yang ukurannya kecil: 8.000 barel. Kecil tapi desainnya dibuat modular. Kalau kebutuhan lebih besar bisa ditambah modul kedua. Ketiga. Keempat. Dan seterusnya.

Maka ketika kilang itu diberitakan mati saya kaget. Padahal sudah sempat dikembangkan modul kedua.

Ide kilang ini saya anggap brilian: dibangun di dekat sumur minyak.

Dengan demikian tidak perlulah minyak mentah diangkut ke sana ke mari.

Dikumpulkan dulu dari berbagai lapangan. Agar mencapai jumlah tertentu. Baru dikirim ke pengilangan. Padahal kilangnya jauh sekali. Harus di pinggir laut.

Ada minyak mentah yang harus dikirim ke kilang ‘terdekat’ dengan kapal laut. Tanker. Atau dikirim dengan pipa ratusan kilometer. Pastilah biayanya lebih mahal.

Kilang kreasi Rudy ini bisa dibilang ‘kilang mulut tambang’. IRR-nya pasti lebih baik. IRR adalah rumus perhitungan waktu yang diperlukan untuk mengembalikan modal.

Pengusaha biasanya tertarik kepada bisnis yang IRR-nya di atas 14. Modal bisa kembali dalam waktu 5 tahun.

Untuk mewujudkan idenya itu Rudy menggandeng PT TWU. Milik temannya. Jadilah kilang itu populer dengan nama kilang TWU. Belakangan uangnya tidak cukup.

Diundanglah Saritoga, perusahaan keuangan milik grupnya Sandiaga Uno. Yang sekarang menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta Raya. Saratoga memegang saham 70 persen.

Kilang ini memang kecil. Tidak seperti Balongan yang raksasa. Yang bisa sampai 125.000 barel. Hukum membangun kilang memang begitu: harus besar.

Setidaknya dua kali Balongan. Bisa lebih efisien. Namun biayanya juga gajah bengkak: Rp 100 triliun. Sekitar itu.

Mencari pinjaman Rp 100 triliun tidaklah mudah. Apalagi menyediakan modal sendiri. Apalagi IRR untuk sebuah refinery besar kurang dari 10. Tidak menarik. Secara bisnis.

Komisi C Minta Kontes Pemilihan Kepala Pasar Kwala BekalaDihentikan

Wakil Ketua Komisi D DPRD Medan, Hendra DS.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Medan, Hendra DS.

SUMUTPS.CO – Komisi C DPRD Kota Medan meminta dengan tegas Perusahaan Daerah (PD) Pasar untuk menghentikan kontes (semacam tender) pemilihan Kepala Pasar Inpres Kwala Bekala. Sebab, apabila kontes tetap dilanjutkan khawatir menimbulkan gejolak di pasar tersebut.

Ketua Komisi C DPRD Kota Medan Hendra DS mengatakan, para pedagang yang berjualan di pasar itu telah merasa aman dan nyaman dengan kondisi yang sekarang. Pedagang merasa bahwa pengelola jaga malam, parkir dan kebersihan bekerja dengan baik.

“PD Pasar harus menghentikan kontes tersebut yang nantinya mengelola jaga malam, parkir dan kebersihan. Sebab, dikhawatirkan bila berganti terjadi gejolak yang merugikan para pedagang,” ungkapnya, kemarin.

Diutarakan Hendra, oleh karena itu dalam waktu dekat akan memanggil PD Pasar dan juga Badan Pengawasnya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui lebih dalam persoalan yang terjadi hingga menjadi jelas. “Akan kita panggil untuk mempertanyakan. Kalau memungkinkan, dalam minggu ini dilakukan,” tuturnya.

Sekretaris Komisi C DPRD Medan, Boydo HK Panjaitan menuturkan, peristiwa sekitar 15 tahun lalu yang pernah terjadi di Pasar Inpres Kwala Bekala diharapkan tidak terulang kembali. Pasalnya, kejadian itu membuat para pedagang serta warga di sekitar pasar tidak bisa beraktivitas lantaran terjadi keributan.

LAPK : Kelangkahan Premium, Kegagalan Pertamina

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS - Seorang operator SPBU melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) kendaraan di SPBU Jalan Brigjend Katamso Medan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS – Seorang operator SPBU melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) kendaraan di SPBU Jalan Brigjend Katamso Medan.

SUMUTPOS.CO – Pembantasan penggunaan, mengakibatkan terjadi kelangkahan bahan bakar minyak (BBM) dengan jenis Premium di Sumut, menunjukan kegagal PT Pertamina sebagai operator pendistribusi Premium kepada masyarakat selaku konsumen. Hal itu diungkapkan Sekretaris Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) Padian Adi S. Siregar.

Ia mengatakan sudah seharus Pertamina memberikan pelayanan terbaik kepada publik dengan menyalurkan premium tanpa ada batasan.”Idealnya langkahnya Premium apabila dianggap kegagalan Pertamina maka harus dilakukan evaluasi di tubuh manajemen Pertamina. Tetapi faktanya, malah mendapat pujian dari pemerintah akibat laba yang dicapai Pertamina. Maka, kelangkahan Premium adalah pembohongan publik yang dilakukan Pemerintah dan Pertamina secara bersama-sama,” ucap Padian saat dikonfirmasi Sumut Pos, Rabu (25/4) siang.

Padian mengungkapkan, harusnya Pemerintah melalui Pertamina harus bisa menjamin pasokan BBM bersubsidi seperti Premium. Karena, BBM jenis itu yang sangat dibutuhkan masyarakat, terutama masyarakat golongan menengah ke bawah.

“Pemerintah harus menjamin pasokan BBM subsidi tetap tersedia di SPBU. Bukan menghilangkan Premium karena alasan biaya produksi yang mahal karena masih RON 88 sementara di dunia sudah tidak ada lagi BBM Ron 88. Apakah Pertalite kemudian dijadikan BBM subsidi? Bukankah pemerintah bisa membuat kebijakan subsidi silang dalam penetapan harga BBM. Karena pemerintah menghilangkan BBM subsidi merupakan pelanggaran hukum, ada produknya tetapi tidak ada pasokannya,” tutur Padian.

Ia juga mengkritisi kebijakan Pemerintah dalam menerapkan harga BBM sangat tidak terbuka dan tidak berjiwa besar. Bagaimana tidak, harga BBM subsidi jenis Premium sengaja dibuat langka. Sementara itu, jenis BBM non-subsidi seperti Pertalite dinaikan.

“Apa karena tidak mengharuskan adanya persetujuan DPR dalam menaikkan atau menurunkan harga sengaja disediakan pasokannya mencukupi bahkan di beberapa SPBU diperbanyak pompanya menggantikan pompa premium,” jelas Padian.

Dengan itu, ia mengharapkan masyarakat untuk mendapatkan kehidupan lebih baik pada pemerintah terbukti sia-sia. Pemerintah justru menaikkan harga BBM tanpa empati, tidak memperhatikan masyarakat dan daya beli konsumen.

“Alasannya, kenaikan harga BBM dilakukan saat ada terjadi di saat daya beli masyarakat turun, serta lonjakan harga bahan pangan seperti beras, sembako dan kenaikan lain, diantaranya tarif tol, tiket kereta api serta agresif mengenakan berbagai pajak kepada konsumen,” kata Padian.

Kemudian, menurutnya, Pemerintah tidak boleh membuat kebijakan khususnya harga BBM tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat dan hanya beracuan pada harga minyak dunia yang naik. Tetapi anehnya ketika harga minyak dunia turun harga BBM justru tidak.

“Tentu Pertamina sebagai BUMN jangan hanya digenjot menaikkan keuntungan tetapi fungsi sosialnya diabaikan. Idealnya harga BBM tidak boleh sepenuhnya dilemparkan pada mekanisme pasar yang kemudian tidak berorientasi pada kepentingan rakyat,” pungkasnya.(gus/ila)