Home Blog Page 6409

Produk Sapi Perah Sangat Menguntungkan

Seorang wanita saat memberi makan indukan sapi impor di Jawa Tengah.
Seorang wanita saat memberi makan indukan sapi impor di Jawa Tengah.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Nilai ekonomi yang bisa diperoleh dari produk susu sapi perah lokal dianggap lebih menguntungkan dibandingkan dengan sapi potong.

“Sebab, sapi perah ini panennya bisa setiap hari. Sementara itu, untuk sapi potong ada masa sekitar empat bulan untuk mendapatkan keuntungan,” kata pengamat peternakan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Didin S. Tasripin, Selasa (24/4).

Namun, menurut Didin, industri sapi perah lokal saat ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

Untuk urusan susu, Indonesia masih bergantung pada bahan baku yang diimpor. Jumlahnya mencapai 80 persen dari kebutuhan susu nasional.

Meski begitu, Didin mengapresiasi adanya upaya memperbaiki kondisi ini setelah pemerintah mengeluarkan Peraturan Kementerian Pertanian (Permentan) Nomor 26 Tahun 2017 tentang Peredaran Susu.

Menurut dia, kekosongan regulasi terkait persusuan nasional selama hampir 20 tahun memang perlu penanganan yang serius.

“Perlu ada sinergi dari seluruh pihak karena kita sudah cukup lama tak ada regulasi. Kementerian-kementerian terkait perlu komitmen sesuai dengan wewenangnya. Menaruh perhatian lebih pada urusan susu ini,” kata Didin.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan sedang menyiapkan peraturan untuk mendukung  jalannya Permentan 26/2017.

“Permenperinnya sedang kami draf supaya sejalan. Namun, ini, kan, belum final. Jadi, mesti bahas dengan berbagai pihak yang berkaitan seperti industri pengolahan susu (IPS) yang ada dalam wewenang kami,” kata Direktur Jenderal Agro Industri Kemenperin Panggah Susanto.

Kementerian Perdagangan (Kemendag)  juga siap mendorong kesepakatan antara pengusaha dan peternak lokal soal harga ideal susu segar dalam negeri (SSDN).

“Untuk penetapan harga, kami dorong Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) dengan IPS supaya membuat kesepakatan angka yang ideal dan saling menguntungkan,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahya Widayanti. (jos/jpnn/ram)

 

Mahasiswa Demo Tuntut Netralitas Polri

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS DEMO_Ratusan mahasiswa berunjuk rasa di Gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (25/4). Mereka menuding polisi tidak netral pada Pilgub Sumut.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
DEMO_Ratusan mahasiswa berunjuk rasa di Gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (25/4). Mereka menuding polisi tidak netral pada Pilgub Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Sekitar seratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Medan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Sumut, Rabu (25/4). Mereka menuntut agar dewan memanggil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol Paulus Waterpauw terkait netralitas Polri dalam hal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak.

Para pengunjukrasa yang tergabung dalam Presidium Dewan Mahasiswa Sumatera Utara, berasal dari berbagai kampus seperti Unimed, UIN, Darmawangsa, Trigunadarma, STIK-P, UMN, Amir Hamzah, dan UMSU.

Mereka menilai bahwa pelaksanaan Pilkada di Sumut harus terbebas dari campur tangan aparatur negara dalam hal dukung mendukung. Apalagi sampai mengarahkan orang lain untuk memilih calon.

“Kami punya audio visualnya, ada rekaman yang arahnya mengintervensi ke kepala daerah. Kami juga dapat informasi tentang adanya intervensi dari petinggi Polda Sumut ke berbagai kepala daerah yang mengarahkan untuk membantu pemenangan salah satu calon Gubernur Sumatera Utara. Kami tidak ingin institusi Polda di bawah kepemimpinan Irjen Pol Paulus Waterpauw berubah fungsi menjadi lembaga politik,” sebut Razak dalam orasinya.

Menurut mereka, hal itu bermula ketika ada dugaan pengamputasian hak politik satu bakal calon Gubernur Sumut. Bahkan setelah dinyatakan tidak lolos, nama JR Saragih kemudian disebut menjadi tersangka terkait dugaan pemalsuan dokumen. Namun kasus yang selama ini ditangani Polda Sumut, hampir tidak lagi terdengar.

“Kasus JR yang selama ini ditangani Polda Sumut, lenyap begitu saja setelah adanya statemen dukungan JR Saragih ke pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur tertentu,” sebut Imam dari STIK-P.

Atas dasar itu, Presidium Dewan Mahasiswa Sumut menyampaikan tuntutan agar DPRD Sumut memanggil Kapolda, sekaligus mengeluarkan rekomendasi ke Kapolri agar Irjen Pol Paulus Waterpauw dicopot dari jabatannya. “Kami mengecam sikap ketidaknetralan Polri di Pilgub. Jika intervensi ini masih berlanjut, maka kami akan melakukan aksi demonstrasi lagi,” sebutnya.

14 Balon Ramaikan Bursa DPD RI

Triadi Wibowo/Sumut Pos_ Gedung KPUD Sumut di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Jumat (9/3).
Triadi Wibowo/Sumut Pos_
Gedung KPUD Sumut di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Sebanyak 14 bakal calon (balon) meramaikan pendaftaran sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Sumatera Utara, menjelang penutupan penyerahan syarat dukungan perseorangan ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Rabu (25/4).

“Ini hari keempat, dengan kehadiran Bapak Parlindungan Purba maka menjadi 13 peserta diikuti Pak Aidan Nazwir Panggabean diurutan ke-14 peserta yang mendaftar sebagai anggota DPD RI,” kata Komisioner KPU Sumut, Iskandar Zulkarnain.

Pihaknya berharap seluruh balon yang mendaftar sudah memenuhi syarat pendaftaran, karena memudahkan tim  yang terdiri dari tujuh kelompok dalam melakukan penelitian berkas semua balon. “Sesuai PKPU itu kami lakukan secara transparan dan akuntabel, jadi kami minta para balon turut menyiapkan tim-nya yang bertindak sebagai saksi dari seluruh proses ini,” terangnya.

Adapun dari masa pendaftaran dibuka yakni 22 April sampai 25 April 2018, KPU telah memberi tanda terima kepada enam balon. Hal itu dilakukan karena berdasarkan penilaian mereka sudah  menyesuaikan antara hardcopy dengan softcopy yang diserahkan ke KPU dari penyerahan syarat dukungan tersebut.

“Ada 6 balon diberikan tanda terima, satu diantaranya Abdillah yang telah menyerahkan syarat dukungan Selasa (24/4) pagi ke KPU Sumut,” ungkapnya.

Jadwal penyerahan syarat dukungan di hari penutupan, Kamis (26/4) ada penambahan waktu sampai pukul 24.00 WIB. Iskandar menambahkan setelah tahapan penyerahan syarat dukungan perseorangan calon peserta DPD RI yang dilakukan dari 22 April–26 April 2018, maka tahapan berikutnya mulai 27 April sampai 10 Mei 2018 masuk tahapan faktualisasi. Sedangkan pada 11 Mei 2018 selanjutnya KPU Sumut akan memberikan kembali berkas yang sudah diterima kepada balon untuk dilakukan perbaikan.

”Kalau ada ditemukan ganda internal maka kita coret,” ucapnya sembari menegaskan bahwa saat ini masih dilakukan berkas yang diterima dihitung sesuai syarat yakni berjumlah 4000 syarat dukungan dari balon.

Adapun ke-14 nama yang telah menyerahkan syarat dukungan ke KPU; Dedi Iskandar Batubara (7.814), Prof Yakub Matondang (4.320), Faisal Amri (4.424), Abdillah (8.177), Raidir Sigalingging (5.182), M Tolopan Silitonga (5.342), Abdul Hakim Siagian (6.330), Solahuddin Nasution (7.092), M Nursyam (4.935), Sultoni Tri Kusuma (6.190), Willem TP Simarmata (4.671), Darmayanti Lubis (7.034), Parlindungan Purba (4.359) dan Aidan Nazwir sebanyak 9.120 dukungan. (prn/azw)

 

Pasar Induk Laucih Makin Menggeliat

Rapat Optimalisasi Operasional Pasar Induk Laucih yang dipimpin Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution di Balai Kota Medan, Selasa (24/4).
Rapat Optimalisasi Operasional Pasar Induk Laucih yang dipimpin Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution di Balai Kota Medan, Selasa (24/4).

SUMUTPOS.CO – Pasar Induk Laucih Jalan Bunga Turi, Kelurahan Laucih, Kecamatan Medan Tuntungan, tidak hanya sebagai tempat transaksi jual beli sayuran dan buah-buahan, tapi juga menjadi tempat pertukaran moda angkutan. Sebab, rencananya ada lahan yang disediakan  di Pasar Induk Laucih untuk dibangun menjadi Depo Light Rail Transit (LRT) dan terminal  angkutan trayek Medan-Kabanjahe.

Demikian terungkap dalam rapat Optimalisasi Operasional Pasar Induk Laucih yang dipimpin Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution di Balai Kota Medan, Selasa (24/4). Rapat ini dihadiri Asisten Ekbang Qamarul Fatah, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Irwan Ritonga, serta sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam rapat itu, Akhyar menegaskan, pemanfaatan Pasar Induk Laucih harus optimal. Artinya, tidak hanya sebagai tempat transaksi jual beli sayuran dan buah-buahan, tapi juga direncanakan menjadi tempat pertukaran moda angkutan.

“Rencananya ada lahan di Pasar Induk Laucih yang akan dibangun menjadi Depo LRT.  Sehubungan dengan rencana itu lahan yang tersedia tersebut dimanfaatkan untuk membangun terminal angkutan, terutama untuk menampung bus-bus trayek Medan-Kabanjahe,” tutur Akhyar.

Akhyar juga mengatakan, selama ini bus-bus trayek Medan-Kabanjahe jarang masuk ke Terminal Terpadu Pinangbaris, mereka memilih parkir dan cari penumpang di pinggiran Jalan Jamin Ginting, persisnya seputaran Simpang Pos. Tak pelak kehadiran bus-bus tersebut sangat mengganggu kelancaran arus lalu lintas. “Jika terminal bus dibangun di Pasar Induk Laucih, maka bus-bus itu nantinya tidak usah lagi menuju Terminal Pinangbaris, mereka dapat parkir dan mencari penumpang di Pasar Induk Laucih. Insha Allah kehadiran terminal bus akan membuat Pasar Induk Laucih semakin menggeliat. Ditambah lagi dengan kehadiran Depo LRT,” ungkapnya.

Guna mewujudkan pembangunan terminal bus, Akhyar menginstruksikan kepada Dinas Perhubungan segera membuat perencanaan terkait dengan pembangunan terminal tersebut. “Dinas Perhubungan harus secepatnya membuat perencanaan. Kami harap kehadiran terminal angkutan dan Depo LRT semakin mengoptimalisasikan Pasar Induk Laucih,” harapnya.

Selain  rencana pembangunan Depo LRT dan terminal angkutan, Akhyar juga membahas kendala-kendala yang masih ditemui jelang operasional jalan alternatif Simpang Selayang menuju Pasar Induk Laucih, seperti belum tuntasnya penyelesaian ganti rugi satu persil lahan, masih terdapatnya tiang papan reklame di jalan, dan tiang listrik di tengah jalan alternatif, serta pemasangan lampu penerangan jalan di jalan alternatif, dan penambahan penerangan di Pasar Induk Laucih. “Saya berharap seluruh OPD terkait dapat segera mengoptimalisasikan Pasar Induk Laucih. Untuk itu, semua pemasalahan dan kendala yang ada agar dapat diselesaikan secepatnya, sehingga pengoperasian jalan alternatif bisa dilakukan secepatnya,” pungkas Akhyar. (ris/saz)

Abdul Hakim Siagian Daftar DPD RI

Abdul Hakim Siagian saat mendaftar sebagai calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2019-2024 ke Komisi Pemilihan Umum Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Selasa (24/4).
Abdul Hakim Siagian saat mendaftar sebagai calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2019-2024 ke Komisi Pemilihan Umum Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Selasa (24/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Abdul Hakim Siagian akhirnya resmi mendaftar sebagai calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2019-2024 ke Komisi Pemilihan Umum Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Selasa (24/4).

Kehadiran mantan anggota DPRD Sumut  periode 2004-2009 di KPU diantar langsung massa pendukung dari Ormas  Muhammadiyah serta berbagai kelompok masyarakat dari sejumlah daerah. Berkas Hakim Siagian bersama tim pendukung diterima Ketua KPU Sumut Mulia Banurea dan seluruh komisioner, Yulhasni, Iskandar Zulkarnain dan Nazir Salim Manik.

Menurut Hakim, kehadirannya ke KPU sebagai calon anggota DPD atas dorongan dan dukungan dari kader dan pengurus wilayah Muhammadiyah Sumut. Berdasarkan rekomendasi hasil  rapat pimpinan wilayah Muhammadiyah  Sumut, Siagian diputuskan untuk maju mencalonkan diri sebagai anggota DPD asal Sumut.

“Prinsipnya saya hanya menjalankan hasil Rapim PW Muhammadiyah Sumut untuk maju sebagai calon anggota DPD RI.  Sebagai kader tentu saja saya harus patuh menjalankan tugas yang diberikan, Insya Allah saya mampu menjalankan amanah,” katanya.

Sementara, Wakil Ketua PWM Sumut, Ibrahim Sakti Batubara mengatakan, ditunjuknya Siagian sebagai calon anggota DPD Sumut telah melalui proses  kajian mendalam dan melibatkan segenap unsur dan elemen perserikatan. “Sehingga pada Rapimwil Muhammadiyah Sumut beberapa waktu lalu memutuskan Abdul Hakim Siagian sebagai calon anggota DPD yang kita rekomendasikan dari Muhammadiyah,” ujarnya.

Dia menambahkan, figur Abdul Hakim Siagian memiliki kemampuan dan kredibilitas sebagai akademisi dan politisi. Selain itu juga dia dikenal sebagai sosok yang berpengalaman di bidang organisasi. “Beliau adalah akademisi yang juga aktif dalam bidang sosial kemasyarakatan, termasuk salah satu penggagas dan panitia pembangunan Masjid Agung Medan,” sebutnya.

Sedangkan Ketua PW Aisyiyah Sumut Hj Elynita mengungkapkan, sosok Hakim Siagian sudah tidak asing lagi bagi keluarga besar Muhammadiyah Sumut. Menurutnya, Hakim adalah aset berharga yang dimiliki Muhammadiyah Sumut.

Karenanya Aisyiyah Sumut melalui Rapimwil yang baru digelar belum lama ini telah membulatkan komitmen untuk all out mendukung pencalonan Hakim. “Ini tentu merupakan bentuk komitmen kita untuk mengaktualisasikan hasil Rapimwil Muhammadiyah. Prinsipnya kami sami’na wa atho’na,” katanya.

Sampai hari ketiga pendaftaran Balon DPD Sumut, sebanyak 30 orang yang  telah mendaftar. Sebagian diantaranya sudah mengembalikan berkas. Ketua KPU Sumut Mulia Banurea mengatakan pihaknya akan berupaya memberikan pelayanan terbaik tanpa membeda-bedakan calon yang mendaftar. (prn/azw)

Durian Runtuh di Rumah Sebelah

Dahlan Iskan

SUMUTPOS.CO – Jari ini begitu gatal. Ingin menulis tentang Pertamina. Yang hanya dalam tiga tahun lima kali ganti direksi. Saya bayangkan betapa ruwet jajaran di bawahnya. Jari ini juga begitu gatal. Ingin menulis tentang bandara Kertajati. Tapi otak saya menolak.

Mengalahkan jari saya: jangan menulis itu. Kadang sampai harus saya pukul jari ini: tidak boleh. Kadang kemarahan otak saya reda: setidaknya jangan dulu.

“Lalu harus menulis apa?” tanya jari saya. Sambil meremas-remaskan dirinya.

Tulislah yang lain. Misalnya tentang durian. Maka dengan terpaksa jari ini menulis tentang durian. Durian saja.

Tidak ada resikonya. Bahkan banyak sekali manfaatnya: termasuk bagi negara. Kalau mau.

Jangan dianggap remeh: Alibaba baru saja berhasil menjual 80.000 durian. Dalam waktu 60 detik. Untuk pasar Tiongkok. Hanya dalam waktu satu menit. Kamis minggu lalu. Secara online.

Alhamdulillah, Puji Tuhan, yang dijual itu durian Thailand. Durian montong. Bukan durian kita. Coba kalau durian kita, akan krisis durian di tanah air!

Dan ternyata selama ini Alibaba sudah melangkah jauh: berhasil menjual durian sebanyak 2 miliar buah. Untuk pasar Tiongkok saja. Betapa beruntungnya petani durian Thailand. Buah tropiknya dapat pasar ekspor. Yang begitu gigantik.

Alibaba masih memberi komitmen lanjutan. Untuk Thailand: penjualan durian itu dilanjutkan. Selama tiga tahun ke depan. Senilai Rp 6 triliun. Atau tepatnya US 478 juta dolar. Begitu besar devisa dari durian. Belum dari buah tropik lainnya.

Kita, yang mestinya harus haus devisa, hanya bisa ngiler. Kita hanya bisa mengeluh diserbu Tiongkok. Kita tidak tahu bagaimana harus menyerbu balik. Buah tropik adalah tentara tangguh kita: untuk menyerang Tiongkok. Memanfaatkannya.

Hubungan terbaik dengan Tiongkok adalah saling memanfaatkan. Bukan saling membenci.

Sudah ada 300 juta orang kaya di Tiongkok. Semua takut gemuk. Semua ingin sehat. Kalau malam hanya mau makan buah. Buah. Buah. Buah. Dan yang paling eksotik adalah buah tropik. Hanya kita yang diberi nikmat oleh Allah berupa negeri tropik yang besar.

Sah, Sumut-Aceh Tuan Rumah PON 2024

Suasana voting penentuan provinsi yang menjadi tuan rumah PON 2024.
Suasana voting penentuan provinsi yang menjadi tuan rumah PON 2024.

SUMUTPOS.CO – Harapan masyarakat Sumatera Utara (Sumut) untuk kembali menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) akhirnya terwujud. Penantian selama 65 tahun, sejak tahun 1953, berakhir dengan terpilihnya Sumut menjadi tuan rumah PON XXI tahun 2024 bersama Aceh.

Terpilihnya Sumut bersama Aceh menjadi penyelenggara even akbar olahraga Indonesia itu dipastikan pada bidding di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (24/4). Pemilihan dilakukan menggunakan sistem voting dengan 34 KONI provinsi se-Indonesia sebagai pemilik suara sah. Sumut-Aceh kemudian memenangkan bidding dengan 24 suara.

Sumut-Aceh mengalahkan Bali-Nusa Tenggara Barat (NTB) yang juga mengusung konsep tuan rumah bersama dengan 8 suara. Calon tuan rumah tunggal Kalimantan Selatan, hanya memperoleh 2 suara. Hasil ini membuat Sumut-Aceh mencatatkan sejarah. Ini akan menjadi pertama kalinya PON digelar di dua provinsi bertetangga, atau tuan rumah bersama. Hasil ini juga mengakhiri penantian panjang masyarakat Sumut menjadi tuan rumah PON.

Sebelumnya, Sumut sudah pernah mengajukan diri menjadi tuan rumah, tapi baru kali ini berhasil. Sebelumnya, Sumut bersaing pada biding tuan rumah PON 2016, namun kalah dari Jawa Barat. Empat tahun kemudian, kembali bersaing menjadi tuan rumah PON 2020, tapi kalah dari Papua.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah Marpaung yang turut menghadiri bidding ini, tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Dia mengaku sangat senang mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah PON bersama Aceh. Apalagi, ini merupakan kali pertama tuan rumah PON digelar di dua provinsi berbeda.

Masayu: Pelan-pelan Saja

SUMUTPOS.CO – Masayu Anastasia sudah 2 tahun berpacaran dengan seorang duda. Namun untuk ke jenjang serius, ia masih tak mau buru-buru.

Alhamdulilah ibadahnya rajin. Terus pelan-pelan lah, kami berdua enggak mau buru-buru juga. Jadi benar-benar ya kami berdua sama-sama minta sama Allah SWT. Kali jodoh, didekatin, kali misalkan memang belum waktunya. Pokonya minta yang terbaik juga,” tutur Masayu, saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan.

Selain anak, aktris cantik itu pun sudah mengenalkan kekasihnya ke orangtuanya. “Tanggapan orangtua baik-baik saja. Bagaimana pun juga yang jalani anaknya,” sambungnya.

Sejak berpacaran dengan pria yang belum diketahui identitasnya itu, Masayu mengaku lebih bahagia. Walaupun sudah 2 tahun berhubungan, tapi hampir tiap hari ia selalu merasakan kasmaran. “Kalau dibilang berbunga-bunga, setiap hari. Padahal sudah mau 2 tahun. Apa ya, karena kami sama-sama menyatukan visi misi dan isi kepala bareng-bareng. Adik kakak saja bisa beda pemikiran. Apalagi orang lain dan baru dikenal juga,” katanya.

Masayu dan sang duda itu, berbeda usia satu tahun. Tapi ia menegaskan, belum ada niat untuk ke arah pernikahan. “Makanya itu, kami berdua memang pernah gagal. Sama-sama masih dalam healing,” pungkasnya. (dtc/saz)

Maria Tak Ingin Menangis

SUMUTPOS.CO – Usai diumumkan menjadi juara Indonesian Idol 2018, Maria Simorangkir tampak sangat bahagia. Saat membawakan lagu kemenangannya berjudul Yang Terbaik, ia juga langsung menghampiri para pendukungnya untuk menyanyi dan berfoto bersama.

Terlihat sangat bahagia, ternyata Maria juga menahan air mata. Ia tidak ingin menangis di momen bahagianya tersebut.

“Sebenarnya tadi udah nahan sedih, udah nahan nangis, karena memang. Bisa sih nangis bahagia, tapi menurutku untuk apa menangis, karena aku sudah menjadi juara di Indonesian Idol ini. Untuk apa aku bersedih, untuk apa aku menangis, jadi aku selalu tahan,” tutur Maria, saat jumpa pers di Ecovention Ancol, Jakarta Utara, Selasa (24/4) dini hari.

Kemenangannya ini pun, Maria persembahkan untuk seluruh penggemar setianya yang telah mendukungnya dari awal hingga akhir. “Ya karena keberhasilan aku di Indonesian Idol ini, piala ini aku persembahkan untuk semua orang yang udah men-support aku, udah mendukung aku, sampai mereka rela jauh-jauh datang ke Indonesian Idol, demi nonton aku dan semangat semuanya,” ungkapnya.

Namun yang paling menyedihkan buat Maria, karena harus berpisah dengan teman-teman sesama finalis dan para juri. Momen-momen selama di Indonesian Idol lah yang paling dirindukan Maria nanti. “Pastinya ngumpul sama teman-teman, sama Idol juga, sama yang lain juga, sama juri juga, karena kita sering cerita-cerita bareng, sering kasih motivasi bareng. Jadi untuk Idol juga banyak kenangan,” pungkasnya. (kplc/saz)

The Avengers 4 Bakal Lebih Spesial dari Infinity War

SUMUTPOS.CO – The Avengers: Infinity War belum tayang di bioskop-bioskop Indonesia, namun penulis naskah sudah membocorkan bagian keempat. Penulis naskah Chris Markus dan Stephen McFeely, menegaskan, bagian keempat bakal lebih spesial.

“Kami tidak ingin dan dilarang membicarakan tentang 4. Tapi kami bisa mengatakan, bagian keempat akan sangat sangat spesial, dan penonton akan terkejut,” tutur Stephen di Pinewood Atlanta’s Studio, belum lama ini.

Stephen kembali menegaskan, bagian final Avengers memang spesial. “Kalian pasti sudah banyak menerka-nerka dengan yang terjadi di 3 (Infinity War). Kami mengatakan pada kalian siapa yang menjadi villain terjahat,” katanya.

“Kami juga mengatakan apa yang diinginkan oleh Thanos. Dan kami juga tidak bisa mengubah takdir Thanos. Itulah yang terjadi, dan film ini lebih spesial, karena eksekusi dari Russo Brothers dan kami, tak ingin memberikan twist sepanjang cerita,” lanjutnya.

Menurut keduanya, cerita bagian final Avengers bukan satu cerita utama dibagi menjadi 2. Namun, sejak awal proses penggarapan memang ada 2 cerita. “Ini benar-benar 2 cerita yang berbeda,” kata Stephen.

“Ya, bukan satu cerita dibagi setengah-setengah menjadi 2,” timpal Chris.

Keduanya pun kerap membaca tebakan cerita dari pecinta Marvel, mengenai siapa yang mati maupun akhir dari film. “Kami membacanya di online, dan agak membuat kami tertawa. Tapi di sini kami jelaskan, kami tidak ingin memisahkan satu film di tengah dan kamu membayar uang lagi di film berikutnya. Betul kan? Kami sama merasakannya dengan kalian penonton. Kami melakukan terbaik di 2 film ini,” pungkas Stephen. (dtc/saz)