MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kompol Andi Chandra yang menjadi korban tewas akibat karamnya speedboat yang ditumpanginya, tidak masuk dalam kategori perwira yang gugur dalam bertugas. Itu pula yang menjadi alasan Polri tidak memberikan kenaikan pangkatv terhadap Wakapolres Labuhanbatu itu.
“Kalau naik pangkat statusnya harus gugur sesuai ketentuan. Misalkan gugur dalam bertugas seperti dalam pertempuran atau memburu teroris,” jelas Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting kepada Sumut Pos, Rabu (25/4).
Kendati demikian, atas jasa-jasa pengabdian Kompol Andi Chandra di institusi kepolisian, Polda Sumut akan mengusulkan ke Mabes Polri tentang status yang akan diberikan kepadanya.
“Sedang diusulkan ke Mabes Polri untuk status yang bersangkutan, apakah tewas atau gugur,” katanya.
Soal karamnya speedboat yang ditumpangi korban bersama Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang, Rina menyatakan murni musibah.
“Penyelidikan apa lagi? Itu murni musibah. Kan sudah diketahui penyebab kapal karam karena menabrak tunggul kayu,” katanya.
Bagaimana soal standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dalam menggunakan speedboat tersebut?
“Sudah sesuai standar. Pelampungnya ada, cuma karena terburu-buru tidak sempat menggunakan pelampung,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang bersama rombongan, diantaranya Wakapolres Kompol Andi Chandra menghadiri undangan Bupati Pangonal Harahap di Kecamatan Panai Hilir. Usai menghadiri pesta pernikahan putra ke-2 bupati itu, rombongan kembali menyeberang laut, Sabtu (21/4).
Tapi, dalam pelayaran kapal yang ditumpangi menabrak tunggul kayu dan merusak lambung kapal. Kuat dugaan, kapal tersebut minim pelampung.
Dalam peristiwa itu, Kompol Andi Chandra tewas. Jasadnya kemudian ditemukan terapung menggunakan PDL kepolisian lengkap di koordinat N 2 33 11 E 100 82.(mag-1/ala)
Terdakwa dan korban penganiayaan terlibat baku hantam di PN Medan, Rabu (25/4) sore.
Terdakwa dan korban penganiayaan terlibat baku hantam di PN Medan, Rabu (25/4) sore.
MEDAN, SUMUTPOS.CO -Suasana di ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan mendadak ricuh. Terdakwa penganiayaan, Fery Syahputra bersama isterinya (Anggun) terlibat baku hantam dengan korban Alfin Yunanda beserta adik korban, Aan, Rabu (25/4) sore.
Keributan tidak berlangsung lama. Karena Petugas PN Medan beserta beberapa Polisi yang tengah berada di sana langsung melerai perkelahian.
Pihak korban langsung digiring keluar ruangan sidang, sementara terdakwa dan isterinya tetap di ruang sidang menunggu sidang digelar.
Tidak sampai disitu. Selepas sidang, terdakwa dan istri yang hendak menuju ruang tahanan sementara kembali bertemu dengan pihak korban. Akibatnya, mereka saling ejek dan saling dorong.
Sehingga seorang anak kecil yang tengah duduk di lantai samping ruang Kartika bersama ibunya, tersepak dan nyaris ditimpa tubuh terdakwa yang hampir jatuh karena ditolak korban. Namun, situasi itu dapat kembali dikendalikan setelah petugas memberi peringatan keras.
Saat ditanya, Aan mengaku bahwa dirinya memukulkan map ke wajah terdakwa. Itu dilakukannya karena terdakwa mengejek dan menantang.
Namun, Aan langsung dipukul di bagian wajah oleh istri terdakwa yang saat itu tengah mendampingi suaminya. Hal yang sama juga dikatakan isteri terdakwa, Anggun.
“Cemana itu, berani kali dia mukulin orang yang mau sidang. Tangkap itu Pak, ” pekik Anggun.
Sementara, saat persidangan digelar, terdakwa langsung menyatakan kalau Aan bukan korban dan tidak berada di lokasi kejadian saat kejadian. Namun, saksi Aan tetap duduk untuk juga memberikan keterangan.
Dalam kesaksiannya korban mengaku, didatangi terdakwa ke rumah korban di Jalan Puri Gang Amalyah, Medan Area, Kamis (30/11). Terdakwa datang bersama 2 orang temannya bernama Ivan dan Ajai dengan membawa senjata tajam dan airsoftgun.
Terdakwa bersama dua temannya langsung menganiaya korban. Sementara, saksi Aan mengaku melihat keramaian di lokasi kejadian dan saat mendekat mendapati korban sudah terduduk menyandar di pagar dengan kondisi lemah penuh luka.
Mendengar keterangan korban, seketika terdakwa membantah. Disebut terdakwa dirinya hanya memukul 2 kali dan menendang sekali.
Selain itu, disebut terdakwa dirinya tidak ada menggunakan senjata tajam ataupun airsoftgun. Untuk saksi, kembali ditegaskan terdakwa, tidak berada di lokasi kejadian.
Namun, ketika Hakim Ketua, Safri Batubara menanyakan pada korban, disebut korban dirinya tetap pada keterangannya.
“Kalin jangan berantam di sini. Kalau mau berantam, disana kalian di lapangan depan ini. Sidang ditunda, akan dilanjutkam pekan depan dengan mendengar keterangan saksi,” ujar Hakim Ketua sembari menutup sidang.(ain/ala)
Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang bertemu dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana, saat menghadiri kegiatan Program Pembekalan Calon Kepala Daerah Menjelang Pilkada di Tingkat Provinsi, Selasa (24/4).
Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang bertemu dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana, saat menghadiri kegiatan Program Pembekalan Calon Kepala Daerah Menjelang Pilkada di Tingkat Provinsi, Selasa (24/4).
KARO, SUMUTPOS.CO -Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengajak Pemerintah Kabupaten Karo untuk meningkatkan kerjasama dengan lembaga antirasuah itu.
Hal ini diungkapkan Saut Situmorang saat bertemu dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana, saat menghadiri kegiatan Program Pembekalan Calon Kepala Daerah Menjelang Pilkada di Tingkat Provinsi, Selasa (24/4) di Aula Raja Inal, Lantai II, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kota Medan.
Dalam pertemuan itu, Saut menanyakan jumlah pengungsi erupsi Gunung Sinabung apakah bertambah. Ditegaskan Terkelin, saat ini tidak ada lagi pengungsi berada di posko-posko. “Sudah direlokasi ke Siosar, sebagian di Huntap (Hunian Tetap) dan ada di Huntara (Hunian Sementara),” kata Bupati Karo.
Dijelaskan Terkelin, masih ada asumsi menyebutkan pengungsi masih tinggal di posko-posko. Padahal, pengungsi sudah tidak ada lagi di posko-posko, dan itu telah disampaikan dalam rapat dengan Ditjen Bina Pemdes, di Jakarta. Bahkan, sebut Bupati Karo, kondisi terkini pengungsi dampak erupsi Gunung Sinabung telah dijelaskan kepada Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, saat bertemu pada Senin (23/4).
“Pak Menteri menanyakan bagaimana pertemuan tadi (dengan Ditjen Bina Pemdes-Kemendagri),” ungkap Terkelin.
Dikatakannya, pertemuan itu semua berjalan lancar, dan masih dalam proses terkait penetapan Desa Tahap I di Siosar.
Menteri Dalam Negeri, kata Terkelin, meminta segera diselesaikan. “Pak Menteri bilang, bagus, nanti cepat selesaikan. Ada kendala laporkan ke kita,” imbuh Terkelin. Di pertemuan dengan Pimpinan KPK Saut Situmorang pun meminta Pemkab Karo meningkatkan kerjasama dengan KPK.
“Kalau bisa bang (Terkelin), tingkatkan lagi kerjasama KPK dengan Pemkab Karo, misalnya, dalam hal LHKPN dan lainnya. Nanti koordinasi dengan staf ahli saya, ini pak Cahaya, bidang-bidang apa saja yang perlu ditingkatkan kerjasama kita,” ujar Saut Situmorang.
Bupati Karo menjelaskan alasan KPK ikut andil dalam Pilkada karena selama ini KPK hanya dikenal pada penindakannya saja. “Padahal, KPK punya fungsi lain seperti pencegahan, koordinasi, supervisi, dan monitoring,” kata Terkelin menguti penegasan Pimpinan KPK Saut Situmorang.
Acara itu dihadiri Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuraidi, Bupti/Walikota se-Sumatera Utara, Ketua DPRD se-Sumatera Utara, juga pasangan calon Gubsu/Wagubsu, serta pasangan calon di daerah.(deo/han)
Foto : ADITIA LAOLI/SUMUT POS
DIEVAKUASI: Tim SAR, BPBD Kabupaten Nisel mengevakuasi jasad Iwan Darnis Ndruru dari tepi Sungai Eho
Foto : ADITIA LAOLI/SUMUT POS DIEVAKUASI: Tim SAR, BPBD Kabupaten Nisel mengevakuasi jasad Iwan Darnis Ndruru dari tepi Sungai Eho
NISEL, SUMUTPOS.CO –Setelah tiga hari tenggelam terseret arus, Iwan Darnis Ndruru (17) warga Desa Lolozaria, Kecamatan Amandraya, Kabupaten Nias, ditemukan tewas dengan kondisi terapung di Sungai Eho.
Kepala Pos SAR Nias, Tonggor Gultom mengatakan, korban Iwan Darnis ditemukan setelah tiga hari dalam pencarian oleh tim gabungan SAR, BPBD Kabupaten Nisel, personel Polsek Amandraya dan masyarakat. Saat ditemukan, jasad korban terapun di pinggir Sungai Eho, sekitar 5 kilometer dari lokasi korban tenggelam terseret arus.
“Sejak senin lalu bersama tim terus melakulan pencarian, dan akhirnya hari ini sekitar pukul 11.30 WIB, tim menemukan korban mengapung di pinggir sungai dalam keadaan sudah tak bernyawa. Setelah dievakuasi, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga,”ungkap Gultom kepada Sumut Pos, Rabu (25/4).
Sementara itu, Camat Amandraya Sokhiato Mendrofa yang dihubungi kemarin sore mengatakan, sebelum ditemukan tewas, Senin (23/4), korban bersama tantenya pergi ke ladang dengan cara menyeberangi Sungai Heo.
“Saat itu sedang hujan deras. Korban yang baru pulang dari sekolah diajak tantenya ke ladang untuk menjemput keperluan rumah tangga. Namun saat mereka sampai di tengah sungai, arus sungai menenggelamkan pelajar SMA tersebut. Dimana korban bersama tantenya menyeberangi sungai Heo yang saat itu dalam kondisi air meluap karena banjir.
”Tantenya berhasil menyeberangi sungai, sementara korban tidak,”Beber Sokhiato.
Menurut Sokhiato, Sungai Eho belum memiliki jembatan, sehingga warga bepergian harus menyeberangi sungai. Sokhiato juga mengaku sudah mengusulkan kepada Pemkab Nias Selatan (Nisel) untuk membangun jembatan. Namun hingga saat ini belum terealisasi dengan alasan ketidakmampuan keuangan Pemerintah Daerah.
“Kita sudah mengajukan melalui musrembang kecamatan, maupun musrembang tingkat Kabupaten. Akan tetapi, keuangan Pemda Nisel tak mampu membangun jembatan ini. Mulut sungainya lebar, sehingga memerlukan dana yang besar untuk membangun jembatan, diperkirakan biayanya di atas Rp5 miliar”,Kata Sokhiato. (mag-5/han)
KARO, SUMUTPOS.CO -Praktek dugaan pengutipan dana BOS tingkat SD dan SMP tahun 2017 di Kabupaten Karo mulai menyeruak ke permukaan. Tak tanggung, setiap kepala sekolah (kasek) diwajibkan menyetor uang Rp2,5 juta.
Ironisnya, dana ini disebut-sebut sebagai ’uang rokok’ untuk Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo.
Terkait adanya dugaan pengutipan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Karo, Eddi Suranta Surbakti langsung membantah.
“Nggak ada itu,” kata Eddi sedikit gelagapan, saat dikonfirmasi Sumut Pos di ruang kerjanya, Rabu (25/4) siang,
Eddi berdalih, dana BOS itu langsung dikirim ke rekening sekolah masing-masing dan bersifat swakelola. “Jadi nggak boleh ada pengutipan. Karena tak sesuai dengan juknis (petunjuk dan teknis,”terangnya.
Informasi yang dihimpun, kabarnya dugaan dugaan pengutipan dana BOS kepada Kasek-kasek tersebut sudah bergulir ke Sat Tipikor Polres Tanah Karo.
Bahkan beberapa waktu lalu, dua orang bawahan Eddi sudah dimintai keterangan oleh penyidik. Terkait pemeriksaan itu, Eddi juga menampik dengan dalih tak mengetahui pemeriksaan tersebut.
“Saya belum tau soal pemeriksaan itu ya,” katanya. Untuk membuktikan pungutan itu, Eddi berjanji akan meminta tim dari Dinas Pendidikan untuk melakukan pemeriksaan. “Akan saya suruh tim untuk melakukan pemeriksaan,”tandasnya.
Meski Eddi membantah, namun Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Maklum Peranginangin tak menyangkal kabar adanya dugaan pungutan tersebut.
Hanya saja Maklum menolak hal itu sebagai kutipan. “Bukan kutipan, tapi iuran untuk komunitas MKKS,”katanya.
Dijelaskan Maklum, iuran tersebut digunakan untuk biaya pertemuan para kepala sekolah. “Kami kan punya komunitas kerja. Uang itu dipakai untuk kegiatan rapat dan pertemuan,”ungkapnya.
Bukankah selama ini biaya rapat sudah diakomodir di anggaran yang dikucurkan dari APBD ke Dinas Pendidikan Karo?
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
Siswa SMA negri III di jalan Budi Kemuliaan Medan, Jumat (16/1)
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS Sejumlah pelajar sedang berbincang saat jam istirahat.
SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) telah menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ke seluruh kabupaten/kota sebesar Rp487 miliar untuk triwulan pertama pada dua pekan lalu.
“Sudah kami transfer lewat Bank Sumut dana BOS triwulan pertama ini. Artinya sekarang lagi proses transfer Bank Sumut ke sekolah-sekolah penerima,” ujar Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Pemprov Sumut, Agus Triprioyono didampingi Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Pemprov Sumut, Raja Indra Saleh, Rabu (25/4).
Diakuinya, pencairan dana BOS triwulan pertama ini memang terlambat karena banyak laporan administrasi yang harus diselesaikan. “Laporan BOS dari setiap sekolah ini harus lengkap, satu sekolah saja belum beres, maka berkas belum bisa dikirim secara keseluruhan. Koordinasi berkas administrasi ini antara pihak sekolah ke Dinas Pendidikan Sumut,” ucapnya.
Untuk proses pencairan, kata Indra, Pemprovsu sudah melakukan MoU dengan Bank Sumut sebagai rekening penampung dana BOS tersebut dan kemudian tugas Bank Sumut yang menyebarkannya ke sekolah penerima.
Sedangkan untuk besaran nilai dana BOS sekolah swasta dan negeri, menurutnya, berjumlah yang sama hanya saja untuk sekolah negeri diambil dari anggaran belanja langsung dan sejahtera swasta dari belanja hibah.
Disalurkannya dana tersebut, diharapkan poses belajar mengajar di sekolah tidak terkendala. Dimana juga didalamnya sekitar 15% dari dana BOS yang diterima pihak sekolah dialokasikan untuk gaji guru honor. “Kami memang belum dapat laporan apakah dana sudah diterima pihak sekolah. Yang pasti pemerintah provinsi sudah mencairkan dana itu melalui Bank Sumut,” katanya.
Disdik Sumut sendiri mengaku belum mengetahui tentang progres penyaluran dari BOS apakah melalui bank sudah disalurkan semua ke sekolah penerima. “Kebetulan beberapa hari ini kami kedatangan tamu dari BPK. Jadi saya belum sempat cek gimana progresnya. Besok (hari ini, Red) saya kabari lagi ya,” ujar salah seorang Tim Manajemen BOS Disdik Sumut, Yusri. (prn/han)
Sejumlah konsumen mengisi bahan bakar Pertalite di SPBU Abdul Muis Jakarta Pusat. PT Pertamina (Persero) mulai secara resmi menjual BBM jenis Pertalite dengan kandungan 'Research Octane Number' (RON) 90 kemarin Jumat (24/7) di 103 SPBU dengan target penjualan rata-rata pada minggu pertama sebanyak 500.000 liter per hari. Foto:Adrianto/Indopos
Sejumlah konsumen mengisi bahan bakar Pertalite di SPBU Abdul Muis Jakarta Pusat.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Arie Gumilar mengaku khawatir dengan adanya pergantian direksi PT Pertamina (Persero) dalam waktu singkat. Elia Massa Manik yang baru duduk di kursi direktur utama Pertamina dicopot usai 13 bulan menjabat.
Menurut Arie, perombakan yang terlalu singkat tak akan membuat kemajuan di dalam tubuh perusahaan pelat merah ini. Apalagi, Pertamina dituntut untuk bisa mengalahkan kinerja Petronas, Malaysia.
“Kita dituntut pemerintah mengalahkan Petronas Malaysia. Namun, jika terus seperti ini, kemajuan perusahaan untuk mengejar ketertinggalan pasti akan terganggu,” ujar Arie di Jakarta, Rabu (25/4).
Saat ditunjuk menjadi bos Pertamina, katanya, Elia Massa membawa kebijakan jangka pendek dan jangka panjang yang dijabarkan ke seluruh pekerja perseroan. Namun, kebijakan ini tak ada artinya saat Elia Massa digantikan Nicke Widyawati.
“Tetapi, dari sisi operasional, pekerja terus bekerja memenuhi target perusahaan, tak ada gangguan dari sisi operasional atas perombakan direksi ini,” katanya.
Arie menambahkan jabatan direktur utama Pertamina sangat strategis. Untuk itu, dia berharap, jabatan ini tidak lagi ditungganggi kepentingan-kepentingan yang merugikan perusahaan.
“Karena Pertamina ini bukan hanya berkepentingan membawa nama baik perusahaan, namun juga nama baik negara di dunia internasional. Kami harapkan tidak ada lagi pejabat-pejabat yang menunggangi Pertamina,” tambahnya.
Sementara itu, Sementara itu, Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan pencopotan direksi Pertamina sarat kepentingan politis. Hal ini akibat dari gencarnya pemerintah untuk membentuk holding migas antara Pertamina dan PGN.
Bhima menegaskan direksi Pertamina sekarang ingin fokus untuk eksplorasi minyak mentah dan kurangi defisit Neraca migas tahun 2017 yang mencapai USD 8,5 miliar (data BPS). Sedangkan, jumlah wilayah kerja eksplorasi secara nasional dalam periode 2014-2017 terus mengalami penurunan sebesar 68 WK.
“Jika kondisi ini tidak berubah, lifting minyak pada tahun 2025 akan turun menjadi 505 ribu barel per hari dari kondisi saat ini 775 ribu barel per hari. Kinerja eksplorasi yang terus memburuk jadi alasan pencopotan direksi,” Kata Bhima.
“Pencopotan ini justru memperlancar holding migas. Direksi yang baru dipaksa patuh ke Kementerian BUMN tanpa syarat. Disitu sisi politiknya,” tambahnya. (srs/JPC/ram)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Beberapa perusahaan sudah mulai merasakan dampak melemahnya rupiah terhadap dolar sejak beberapa hari yang lalu. Bukan hanya swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga mulai merasakan dampaknya, karena tidak dipungkiri untuk membeli peralatan menggunakan kurs dolar.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir mengatakan, pelemahan Rupiah awal pekan ini sangat berpengaruh pada keuangan PLN.
Kurs tengah Bank Indonesia Rupiah berada di kisaran Rp 13.894 per dolar AS. Melemah 90 basis poin dibanding perdagangan pekan lalu. “Sangat (berpengaruh),” jelas Sofyan di Kompleks Parlemen Jakarta, Selasa (24/4).
Sofyan menuturkan, USD banyak digunakan untuk bertransaksi. Di antaranya saat membeli energi primer. Contonya batu bara, Independent Power Producer (IPP) dan untuk membayar bahan bakar minyak (BBM). “Lah iya dong bayar batu bara pakai Dolar, bayar IPP pakai Dolar, bayar BBM pakai Dolar,” tuturnya.
Menurutnya, pelemahan Rupiah terhadap USD sebesar seratus Rupiah saja akan membuat PLN menanggung tambahan biaya. Artinya, ada biaya yang harus ditampung oleh PLN akibat fluktuasi Rupiah. Hal tersebut dapat memicu kehilangan untung atau loss potential bahkan kerugian.
“Ada selisih setiap seratus Rupiah ada konsekuensi sekian nambah biaya. Gitu aja. kita cari uangnya nanti,” terangnya. (uji/JPC/ram)
Papan sahan yang terletak di depan pintu masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta.
Papan sahan yang terletak di depan pintu masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pasar saham Indonesia hingga akhir perdagangan kembali parkir di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 149,79 poin atau 2,4 persen ke 6.079,85 poin.
Sementara, indeks LQ45 turun 32 poin atau 3,2 persen menjadi 978 poin, Jakarta Islamic Index (JII) melemah 15,4 poin atau 2,14 persen ke 704 poin, dan indeks IDX30 terkoreksi 18,4 poin atau 3,34 persen ke 540 poin.
Menutup perdagangan hari ini, ada 92 saham menguat, 303 saham melemah, dan 89 saham stagnan. Sore ini, transaksi perdagangan mencapai Rp 8,11 triliun dari 8,56 miliar lembar saham diperdagangkan.
Sektor-sektor penggerak IHSG kompak melemah, dengan sektor keuangan turun 4 persen. Sementara sektor konsumsi, manufaktur, dan properti melemah lebih dari 2,3 persen.
Adapun, saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain PT Kobexindo Tractors naik 65 poin atau 34,39 persen ke Rp 254, PT Mahaka Media Tbk naik 17 poin atau 26,56 persen ke Rp 81, dan PT Astra Otoparts Tbk naik 220 poin atau naik 13 persen ke Rp 1.860.
Sedangkan, saham-saham yang berada di deretan top losers, antara lain, PT Lippo Securities Tbk turun 22 poin atau 15,17 persen ke Rp 123, PT Eagle High Plantations Tbk turun 26 poin atau 8,78 persen ke Rp 270, dan PT Bank Mandiri Tbk turun 575 poin atau 7,44 persen ke Rp 7.150.(ce1/mys/JPC/ram)
ASUS ZenFone Max M1, smartphone satu ini merupakan varian lite dari generasi ZenFone Max M1 terbaru yang diluncurkan di tahun 2018.
ASUS ZenFone Max M1, smartphone varian lite dari generasi ZenFone Max M1 terbaru yang diluncurkan di tahun 2018.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – ASUS memperkenalkan smartphone terbarunya yang juga membawa desain FullView dengan aspek rasio 18:9 dengan kapasitas baterai yang besar. Dinamakan dengan ASUS ZenFone Max M1, smartphone satu ini merupakan varian lite dari generasi ZenFone Max M1 terbaru yang diluncurkan di tahun 2018.
Seperti diketahui, ada tiga varian ZenFone Max M1 yang diperkenalkan oleh ASUS untuk konsumen di Indonesia. Paling awal membawa embel-embel Plus di belakangnya, yang juga bergaya FullView. Namun sedikit memiliki perbedaan dalam bentuk bodi dan SoC (System on Chip) yang digunakan. Dan yang terbaru, adalah ZenFone Max Pro M1 dan ZenFone Max M1.
“Salah satu varian terbaru yang diperkenalkan hari ini adalah ASUS ZenFone Max M1,” sebut Benjamin Yeh, Regional Director ASUS South East Asia. “Model ini dihadirkan untuk konsumen di Tanah Air yang sangat gemar menggunakan smartphone-nya untuk bermultimedia, khususnya bermain game, namun kalangan gamers casual yang tidak terlalu intens bermain,” sebut Benjamin.
ASUS ZenFone Max M1, Benjamin menyebutkan, didukung dengan prosesor octa core untuk menunjang proses komputasi yang memadai. Hal yang juga unik adalah, meski punya baterai jumbo, tidak lantas membuat perangkat ini menjadi tebal dan berat. “Justru ZenFone Max M1 adalah smartphone dengan kapasitas baterai yang besar namun memiliki bobot yang sangat ringan yakni 150 gram, dibandingkan seri Max lainnya,” sebut Benjamin.
Dual Kamera untuk Lihat Dunia Lebih Luas
ASUS ZenFone Max M1 memiliki ukuran layar sebesar 5,5 inci, namun dikemas dalam ukuran bodi 5 inci berkat desain FullView-nya dan bezel yang sangat tipis. Display-nya juga telah dilengkapi dengan resolusi layar HD+, dimana resolusi tersebut mencapai 1440×720 piksel serta punya kecerahan layar mencapai 400 nits.
“Smartphone ini juga dirancang dengan 2.5 curved display agar membuat bodinya nyaman digenggam. Dengan screen to body ratio hingga 82 persen, ZenFone Max M1 sangat ideal untuk mendampingi padatnya aktivitas sehari-hari Anda,” ucap Benjamin.
ZenFone Max M1 bisa bertahan hingga 41 hari dalam kondisi standby di jaringan 4G, berbicara hingga 36 jam non stop di jaringan 3G, memutar video selama 16 jam, atau menjelajah web selama 23 jam.
Max Stamina
“Kelebihan utama yang menjadi ciri khas ASUS ZenFone Max series adalah kapasitas baterainya yang didesain khusus untuk para traveller dan mereka yang butuh daya tahan baterai maksimal,” ucap Benjamin. “ZenFone Max punya kapasitas baterai yang besar, yakni 4.000mAh, dapat menyimpan daya lebih besar, namun dibuat dalam dimensi yang ringkas,” ucapnya.
ZenFone Max M1 bisa bertahan hingga 41 hari dalam kondisi standby di jaringan 4G, berbicara hingga 36 jam non stop di jaringan 3G, memutar video selama 16 jam, atau menjelajah web selama 23 jam. Kapasitas baterainya yang besar juga bisa membuatnya bisa bertindak sebagai power bank untuk mengisi ulang smartphone lain.
Tak hanya soal kapasitas, baterai pada ZenFone Max juga dilengkapi ASUS PowerMaster, sebuah teknologi manajemen daya yang cerdas yang bekerja untuk mengoptimalkan masa aktif baterai. Selain itu, ia juga berfungsi untuk menjaga performa baterai dan smartphone dalam jangka panjang, menyediakan kemampuan reverse charging dan lain-lain.
Dikombinasikan dengan 12 teknologi pengamanan termasuk temperature monitoring dan overvoltage protection, serta tersedianya setting maintenance otomatis untuk memastikan baterai berjalan optimal, ASUS ZenFone Max M1 menyediakan masa pakai baterai lebih. Durasinya bisa 2x lebih panjang dibanding masa pakai baterai smartphone lain sebelum mulai mengalami penurunan kapasitas maksimal.
“ZenFone Max M1 juga telah dilengkapi dengan teknologi fast charging 10W, dimana dalam waktu 15 menit pengisian baterai, akan memberikan kekuatan untuk Anda berbicara (talk time) selama 4.6 jam,” pungkas Benjamin.
ZenFone Max M1 adalah smartphone dengan kapasitas baterai yang besar namun memiliki bobot yang sangat ringan yakni 150 gram, dibandingkan seri Max lainnya.
Model
ZenFone Max M1 (ZB555KL)
Display, Resolution
5.5-inch HD (1440 by 720) IPS display
SoC Processor
CPU
Snapdragon 8937 Octa Core 1.4GHz 64-bit
GPU
Adreno 508 GPU
Memory
RAM / Storage
3GB/32GB
Supports up to 256GB MicroSD, 100GB Google Drive (free 1 year)
Both SIM card slots support 3G WCDMA / 4G LTE network band. But only one SIM card can connect to 4G LTE service at a time.
Network
FDD-LTE, TD-LTE, WCDMA, GSM
Data rate:
LTE Cat4: UL 50 / DL 150 Mbps
DC-HSPA+: UL 5.76 / DL 42 Mbps
GPS
GPS, AGPS, GLONASS
OS
Android 8.0 Oreo and ASUS ZenUI 5.0 with new skin & features
Battery
4.000 mAh capacity with fast charging, ASUS PowerMaster technology, 2x longer battery lifespan, up to 41 days 4G standby, up to 36 hours 3G talk time, up to 16 hours video playback, up to 23 hours Wi-Fi web browsing
Audio / Microphone
Loud speaker, PMIC internal amplifier, Dual internal microphones with ASUS Noise Reduction Technology, FM Receiver