Home Blog Page 6418

PSMS Santai Tanpa Firza

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Firza Andika memperkuat PSMS saat menghadapi Persija. Nek kiri timnas U-23 itu akan absen menghadapi Persela karena mengikti Anniversary Cup.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Firza Andika memperkuat PSMS saat menghadapi Persija. Nek kiri timnas U-23 itu akan absen menghadapi Persela karena mengikti Anniversary Cup.

SUMUTPOS.CO – PSMS tak bisa menggunakan tenaga Firza Andika untuk laga lanjutan Liga 1 kontra Persela Lamongan di Stadion Suraja, Lamongan, Minggu (29/4) mendatang. Hal itu dikarenakan Firza harus mengikuti panggilan dari tim nasional U-23 untuk mengikuti anniversary Cup.

Sebelumnya Firza masuk dalam 24 nama yang dipanggil Luis Milla ke timnas U-23. Firza naik kelas dari timnas U-19 berkat performa gemilangnya di dua laga PSMS.

Tanpa Firza, tim pelatih PSMS tidak khawatir. Apalagi PSMS masih punya Jajang Sukmara. Selain itu juga ada Gusti Sandria yang belakangan tak masuk daftar.

“Kita sudah tahu soal Firza dipanggil Timnas U-23, itu kabar yang baik buat dia dan tim kita. Ya artinya PSMS bisa menyumbangkan satu pemain untuk membela Timnas,” kata Yoyo sapaan akrab Yusuf, Minggu (22/4).

Memang Firza sempat diandalkan saat PSMS kontra Persija dan PSIS. Namun pada laga kontra Perseru, pemain berusia 18 tahun itu kembali dicadangkan dan baru masuk di babak kedua, tepatnya menit ke-85.

“Masih banyak pemain lain yang siap untuk diturunkan. Kita tidak ada bergantung dengan satu pemain saja,” beber pelatih berlisensi A AFC ini.

Di sisi lain performa positif Sadney Urikhob saat bersua PSMS dengan mencetak satu-satunya gol kemenangan membuatnya berpeluang kembali masuk jajaran starting XI. Di tiga laga sebelumnya, Sadney terus memulai laga dari bangku cadangan.

“Saya belum bisa menentukan dia tetap sebagai starter utama tim ini untuk selanjutnya. Karena kita masih melihat perkembangan dua pemain ini. Sejak awal penampilan kedua pemain asing itu (Sadney dan Yessoh) tidak jelek-jelek amal. Saya selalu punya harapan untuk mereka,” kata Djanur.

Untuk persiapan lawan Lamongan, PSMS mengevaluasi beberapa kelemahan. Salah satunya finishing touch yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi tim pelatih.

“Kita sudah bermain bagus, menguasai permainan kemarin, tapi lagi-lagi memang finishing kita lemah. Banyak peluang yang enggak mampu dimanfaatkan dengan baik. Ini menyari evaluasi kita ke depan untuk laga selanjutnya,” ungkapnya. (don)

5 PSDS v PS PLN Sumut 0: Masih Timpang

Foto: Batara/Sumut Pos DUEL: Pemain PSDS (biru) duel dengan kiper PS PLN Sumut.
Foto: Batara/Sumut Pos
DUEL: Pemain PSDS (biru) duel dengan kiper PS PLN Sumut.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO -Ketimpangan antara pemain utama dan lapis kedua sangat kontra terlihat ketika PSDS berhasil kalahkan PS PLN Sumut dengan sekor 5-0 pada laga ujicoba persiapan Liga 3, di stadion Baharoeddin Siregar, Jumaat (20/4).

Striker traktor kuning, M Irsan sumbangkan du goal masing-masing pada menit ke 34 dan 40. Sedangkan Egi di menit ke 23, Nasta menit ke 31 dan Purnomo di menit ke 32. Tidak ada perlawanan dari PS PLN Sumut, hingga peluit panjang ditiup wasit Junedi.

Meski menang atas PS PLN Sumut dengan skor 5-0 namun, masih banyak persoalan yang akan dibenahi Pelatih Kepala PSDS, Ansyari Lubis. Salah satunya gap antara pemain utama dan pelapis. Kualitas pemain belum merata.

Hal kontras itu, terlihat ketika laga memasuki babak kedua. Ketika itu Ansyari merotasi para pemainya. “Saya rasakan terjadi ketimpangan antara pemain babak pertama dan kedua ini. Mungkin, pemain pengganti merasa percaya dirinya cukup tinggi. Mereka mungkin saja berpikir bisa mengalahkan jumlah gol yang dihasilkan pemain pertama,”bilang Ansyari.

Namun demikian, ditambahkan Ansyari hal itu menjadi evaluasi. Bahkan, menurutnya, pihaknya akan lebih banyak melakukan laga ujicoba, tujuanya untuk mengetahui tingkat pemahaman pemain terhadap porsi latihan yang diberikan selama ini.

Terkait, kesenjangan antara pemain pertama dan kedua itu, akan dilakukan perbaikan pada latihan yang digelar pada hari berikutnya.”Kesalahan ini akan dibenahi sehingga kesalahan yang terjadi akan tidak terulang lagi,”tegasnya. (btr/don)

 

Sumut Binjai United Kampiun Turnamen IKA PPLP

Foto: Doni Hemawan/Sumut Pos Binjai United memastikan gelar juara turnamen Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PPLP Sumut 2018.
Foto: Doni Hemawan/Sumut Pos
Binjai United memastikan gelar juara turnamen Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PPLP Sumut 2018.

SUMUTPOS.CO – Binjai United memastikan gelar juara turnamen Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PPLP Sumut setelah menumbangkan PS Keluarga USU lewat adu penalti dengan skor 6-5. Sebelumnya kedua tim bermain imbang 2-2 selama 2×45 menit.

Pada laga final kemarin, Binjai United tampil mendominasi. Mengandalkan Alvin didukung para gelandang serang seperti Abay, Ganesha dan Figo, anak-anak kota Rambutan sejak awal mengurung pertahanan lawan. Sejumlah peluang tercipta. Umpan jauh dari Bagas gagal disambar Alvin di muka gawang. Sementara USU sesekali menyerang lewat serangan balik mengandalkan Diego Mendes sebagai ujung tombak.

Laga berjalan dalam tensi tinggi sejak awal. Bahkan Binjai United harus bermain dengan 10 orang di pertengahan babak pertama karena bek Binjai United menerima kartu kuning kedua. Namun bermain dengan 10 orang, Binjai tetap tampil menyerang. Tim besutan Amran bahkan akhirnya unggul lewat aksi kapten tim Figo. Sementara peluang terbaik USU lahir lewat tendangan jarak jauh Diego Mendes mengenai mistar. Skor 1-0 di paruh pertama.

Di babak kedua, USU tampil lebih agresif. Mereka akhirnya menyamakan skor 1-1 lewat Arfin memanfaatkan kemelut di depan gawang. Pelatih Binjai, Amran nemasukkan Triyadi untuk meningkatkan serangan. Belum semenit, Triyadi mencetak gol lewat tendangan kaki kiri luar kotak penalti. Namun USU bereaksi cepat dan menyamakan skor lewat tandukan Syawal. Skor 2-2 membuat laga harus dilanjutkan dengan adu penalti.

Saat adu penalti dua kapten masing-masing tim yang menjadi eksekutor kelima, Figo (Binjai) dan Ghozali (USU) gagal karena ditepis kiper. Pemenang akhirnya ditentukan eksekutor ketujuh Faisal. Sebelumnya eksekusi Arfin ditepis kiper Binjai United, Akbar yang sebelumnya juga menjadi pahlawan adu penalti saat semifinal kontra PSMS.

“Alhamdulillah kami menjadikannya sebagai persiapan Piala Soeratin. Sudah dapat gambaran untuk turnamen,” kata Amran, pelatih Binjai United.

Sukses Binjai United semakin sempurna dengan gelar top skor diraih Alvin Dwiguna dari Binjai United, dan Figo Armansyah sebagai pemain terbaik. Selain itu kipernya Akbar juga penjaga gawang terbaik. Sementara PSMS U1-7 merebut peringkat ketiga setelah menumbangkan PPLP Sumut 3-0.

Turnamen ditutup Kabid Pemberdayaan Olahraga Disporasu, Rudi Rinaldi. Dia mengatakan agenda ini akan menjadi agenda rutin. “Kami dari Disporasu mengapresiasi berjalan lancarnya turnamen ini. Kami rekomendasikan turnamen setiap tahun dapat berjalan. Sehingga nantinya dapat kita lihat perkembangan,” kata Rudi.

Sementara itu Ketua Umum IKA PPLP Sumut, AKP Bambang Heryanto Tarigan mengatakan akan digelar setiap tahun. “Berkat kerjasama seluruh panitia kerjasama cukup sukses dan bergembira. Bagi para orang tua agar turut membina anaknya. Kami juga sudah menyaring 45 nama dari turnamen yang diserahkan ke Kadisporasu pemain-pemain berpotensi yang bisa diseleksi lagi untuk Popwil,” kata Bambang didampingi Ketua Panpel, Abdullah Lubis dan Sekretaris Edi. (don)

Iron Man Tewas?

SUMUTPOS.CO – Akan ada kejutan besar dalam The Avengers: Infinity War. Begitu janji sang sutradara Joe Russo. Sampai sebelum rilis, tak ada yang tahu ending film itu selain ia dan sang kakak, Anthony, yang juga menjadi sutradara.

Bahkan para pemainnya, termasuk Robert Downey Jr (Tony Stark/Iron Man), Chris Evans (Steve Rogers/Captain America), hingga Benedict Cumberbatch (Doctor Strange). Apalagi Tom Holland (Peter Parker/Spider-Man) yang dikenal sering membagi cerita dari lokasi syuting.

Tapi, ditemui di Marina Bay Sands Expo and Convention Centre, Singapura, belum lama ini, Cumberbatch menyebut, ia menjadi seorang yang diberi kepercayaan membaca seluruh skenario.

“Ben merasa sudah membacanya. Padahal, selain dialognya, yang kami berikan adalah draft skrip palsu. Versi yang diterima para pemain juga berbeda-beda,” beber Russo, lantas tergelak, dalam sesi group interview.

Satu rumor terkuat yang mengiringi Infinity War adalah Iron Man akan tewas. Itu merujuk pada ucapan Thanos di satu trailer, yang berkata, “Kuharap mereka akan mengingatmu”.

Di luar film, Robert beberapa kali sempat mengungkapkan niat untuk pensiun dari Marvel Cinematic Universe (MCU). “Iron Man itu untuk Robert. Tidak ada yang bisa menggantikannya. Ia belum bilang pada kami kalau mau berhenti. Jadi, kita lihat saja nanti,” tutur Russo.

Russo pun memberi tanda, Infinity War adalah babak terakhir The Avengers. “Bagaimanapun kami sudah melakukan film ini sangat lama. Jadi, pada satu titik, tentu saja harus diakhiri,” katanya.

“This is the finale,” tegas Russo, tentang film ke-19 MCU itu.

Sebanyak 67 karakter dihadirkan. Sekitar 22 profil utamanya dimunculkan di poster. Russo menambahkan, film itu diperkuat ribuan cast. Sampai ia tak bisa mengingatnya. “Banyak sekali, belum lagi munculnya para kameo spesial,” ujarnya.

The Avengers: Infinity War, tayang secara serentak di Indonesia mulai Rabu (25/4). Semua misteri akan terjawab. (jpnn/saz)

Sarwendah Teringat Mendiang Jupe

SUMUTPOS.CO – Kepergian Julia Perez (Jupe) karena penyakit kanker yang ia idap, memang meninggalkan duka yang mendalam, terutama bagi keluarga dan sahabat dekat. Hingga kini, sosoknya masih terngiang di memori. Hal tersebut pun diakui oleh Sarwendah, lantaran berkat mandat dari mendiang Jupe, ia dan Ruben Onsu kini menjadi duta kanker serviks.

“Pastinya (teringat terus). Kenapa aku sama Ruben jadi duta kanker serviks, ya karena Kak Jupe juga. Tadinya Kak Jupe yang seharusnya datang, tapi ia bilang sama Ruben, ‘Kamu yang harus gantikan aku’. Akhirnya kami tergerak, karena melihat perjuangan Kak Jupe juga. Lihat wanita-wanita sekarang kan mereka anggap ini hal simpel, padahal dari situ bisa jadi berbahaya,” tutur Sarwendah, saat ditemui di Plaza Indonesia, Sabtu (21/4).

Sarwendah memang gencar mempromosikan vaksin untuk kanker serviks belakangan ini. Kepeduliannya tersebut tak lepas dari dukungan mendiang Jupe saat masih hidup. Untuk itu, Sarwendah pun berpesan agar para wanita lebih peduli dengan kesehatannya. “Lebih baik mencegah ya, cek dulu. Aku sendiri sudah suntik cegah kanker serviks 2 kali, dan harusnya 3 kali. Tapi pas yang kedua itu aku hamil dan enggak bisa lanjut suntik, jadi setelah melahirkan disambung,” jelasnya.

Lebih lanjut Sarwendah berharap, agar wanita saat ini lebih teredukasi akan bahaya kanker serviks. Ia pun mengimbau bagi pasangan yang akan menikah, agar tak malu cek kondisi kesehatan di dokter mau pun rumah sakit. “Dulu aku sebelum nikah cek dulu, mungkin orang tabu melihatnya, dikira hamil duluan ya? Kita harus cek, karena sebelum jadi pasangan suami istri, kita ini enggak tahu di tubuh ada apa. Ya semoga setelah ini, semua wanita Indonesia lebih teredukasi dan sadar, lebih baik mencegah daripada mengobati,” pungkasnya. (kplc/saz)

Syahnaz Sadiqah dan Jeje Govinda Resmi Menikah

SUMUTPOS.CO – Resmi menjadi pasangan suami-istri, Syahnaz Sadiqah dan Jeje Govinda menggelar jumpa pers di area yang sama dengan tempat akad nikah, yakni di kawasan Pine Hill, Cibodas, Lembang, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (21/4) lalu.

Sebelumnya Syahnaz dan Jeje sempat mengungkapkan, keduanya merasa gugup saat prosesi ijab kabul. Bahkan sejoli ini sampai merasa deg-degan! Meskipun begitu, mereka merasa lega ketika prosesi tersebut berjalan lancar.

Pada kesempatan yang sama Syahnaz dan Jeje turut mengungkapkan, mereka akan berbulan madu. Mereka akan berbulan madu di tengah masa cuti kerja yang mereka ambil.

“Cuti sih, kami ambil cuti 2 minggu. Nanti kami kerja lagi setelah itu,” tutur Syahnaz.

Tak mau berlama-lama, keduanya kompak ingin segera berbulan madu. Menurut Syahnaz, setelah ini mau honeymoon. “Habis ini secepatnya,” katanya.

Terkait dengan rencananya berbulan madu, sementara ini pasangan presenter dan musisi ini, sepakat merahasiakan destinasi bulan madu mereka. “Ada beberapa pilihan,” ungkap Jeje penuh teka-teki.

“Rencananya nantilah. Pokoknya kami menikmati. Pokoknya nantilah. Tungguin aja, pokoknya pasti langsung di-update (Instagram),” lanjut Syahnaz.

Berbeda dengan urusan momongan, Syahnaz buka-bukaan tak mau menunda. “Enggak (menunda) sih kalau masalah momongan. Sedikasih-Nya aja,” ujar adik artis Raffi Ahmad ini.

Di samping itu, Jeje menceritakan, suasana pernikahannya ini cukup intim. Menurutnya, seluruh keluarga cukup santai. “Mungkin seperti dari keluarga Nanas (sapaan akrab Syahnaz), juga kerasa vibe-nya gimana, orangnya enak, asyik-asyik. Enggak terlalu serius,” pungkasnya. (kplc/saz)

Jadi Saksi Pernikahan Ridwan Kamil Terharu

SUMUTPOS.CO – Ada sebuah pemandangan yang sangat mencuri perhatian di pernikahan Syahnaz Sadiqah dan Jeje Govinda. Enggak cuma dihadiri oleh keluarga dan orang-orang terdekatnya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, juga ikut datang di acara yang digelar di Pine Hill, Cibodas, Lembang, Bandung ini.

Yang lebih mengejutkan lagi, Ridwan datang tak hanya sekadar menjadi tamu undangan, namun sebagai saksi pernikahan Syahnaz dan Jeje. Tentunya ini mengingatkan kembali pada pernikahan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina di 2014 lalu.

“Ya Alhamdulillah sering banget jadi saksi, sangat spesial. Kepada keluarga Raffi kan saya sudah sangat dekat ya, kepada ibunya juga. Pada 2014 jadi saksi Raffi, sekarang jadi saksi Syahnaz, adiknya. Ikut bahagia, selalu terharu, paling favorit kan pada saat ijab kabul dan khotbah nikahnya. Khotbah nikahnya itu, kan enggak hanya buat si pengantin, buat yang dengerin juga. Kayak dinasihatin juga, jadi saya selalu senang kalau ke akad nikah, karena dapat ilmu baru supaya merawat rumah tangga,” tutur Ridwan, saat ditemui di venue acara, Sabtu (21/4) lalu.

Lebih lanjut lagi, Ridwan turut mendoakan yang terbaik untuk kedua mempelai yang sedang berbahagia, “Nah, saya doakan Syahnaz-Jeje ini harus jadi inspirasi teladan kalau sudah siap, ya doain jomblo-jomblo Indonesia bersegaralah menikah, jangan dilama-lama. Kemudian kita doakan sakinah, mawadah, warahmah, diberi keturunan saleh-salehah. Suami jadi teladan, istri juga selalu jadi cahaya dan pakaian buat suaminya,” harapnya.

Ridwan berharap, agar nantinya Syahnaz dan Jeje diberkahi pernikahan yang langgeng, dan punya keturunan cantik serta ganteng. Politikus berusia 46 tahun ini, juga berbagi tips jitu untuk menciptakan rumah tangga yang harmonis dan romantis. “Saya sudah menikah 22 tahun. Merawat keromantisan tidak mudah, ada kalanya naik turun, ada rasa bosan dan sebagainya. Kuncinya adalah selalu ingat, nikah itu ibadah. Bagi yang maaf ya, berpisah, bercerai, mungkin melupakan esensi itu. Jangan dikira yang namanya ibadah itu hanya salat saja, jaga rumah tangga, surga-nerakanya itu juga ada dalam pernikahan. Makanya kalau diniatkan ibadah, harusnya nikah itu adalah cara mendekatkan kita pada Allah SWT. Nah rumus itulah yang saya gunakan. Kedua, sampai kapanpun jaga keromantisan. Maka memanggil jangan pakai nama. Makanya saya panggil bukan ibu Lia, tapi cinta,” pungkasnya. (kplc/saz)

Ijab Kabul Jeje Sempat Gugup

SUMUTPOS.CO – Kabar gembira kembali hadir dari satu pasangan selebriti Tanah Air. Pasalnya Sabtu (21/4), Syahnaz Sadiqah dan Jeje Govinda, melangsungkan pernikahan di Pine Hill, Cibodas, Lembang, Bandung, Jawa Barat.

Resmi menjadi pasangan suami-istri, Syahnaz dan Jeje menceritakan perasaannya pada jumpa pers, usai akad nikah.

“Perasaannya Alhamdulillah sudah lega, sah, sekarang sah. Pokoknya sudah tenang, tadi juga lancar akadnya,” ungkap Jeje, seraya menceritakan sempat khawatir faktor cuaca, yang sempat gerimis.

Senada dengan sang suami, Syahnaz pun mencurahkan kelegaan hatinya. “Lega banget, Alhamdulillah. Waktu pas mau ijab kabul deg-degan banget! ‘Aduh, takut salah ngomong.’ Tapi ternyata lancar, Alhamdulillah! Pas udah sah langsung, Alhamdulillah, lega banget,” katanya.

Terkait ijab kabul, Syahnaz menyampaikan, Jeje terlihat panik! Menurut Syahnaz, pas latihan sudah lancar. “Tapi tadi pas aku lihat mukanya ‘Wah muka panik nih!’ Tapi Alhamdulillah lancar. Kelihatan sih panik,” bebernya.

Layaknya pasangan lain, rupanya baik Syahnaz maupun Jeje, merasa gugup. “Deg-degan lah tadi. Tadi sebelum mau akad enggak deg-degan. Tapi pas udah duduk di meja, wah langsung deg-degan,” ujar adik Raffi Ahmad ini.

Sang suami pun menambahkan, “Gugup banget, sebelumnya sih enggak, cuma pas duduk di situ baru gugup,” kata Jeje. (kplc/saz)

Nama Tionghoa untuk Zarra Zetira

Dahlan Iskan

SUMUTPOS.CO – Komentar Zara Zettira, via Twitter: Kalau namaku jadinya bagaimana dalam huruf Chinese?

Komentar Disway:Zettira yang cantik, Anda serius ingin puny a nama Tionghoa?

Saya lihat ada empat pola pemberian nama di Tiongkok. Bagi yang lebih tahu, tolong koreksi saya.

Pertama, yang memang punya nama Tionghoa. Kedua, orang asing yang tanpa sepengetahuan mereka diberi nama Tionghoa.

Ketiga, orang asing yang minta diberi nama Tionghoa. Seperti Anda ini. Atau seperti saya ini.

Keempat, orang Tionghoa yang ingin punya nama asing. Misalnya Robert Lai. Nama aslinya: Lai Chong Wing.

Pemberian nama itu dianggap luar biasa penting. Umumnya orang tua mereka yang memberi nama. Setelah konsultasi dengan orang pintar.

Bahkan ada golongan yang fanatik: pemberian nama bayi adalah hak kakeknya. Bukan hak orang tuanya.

Nama itu umumnya terdiri dari tiga huruf Mandarin. Meski ada juga yang hanya dua huruf.

Huruf pertama adalah marga. Misalnya Chen  atau Li  atau Chang  atau Huang  atau yang lain.

Ada hampir 200 marga. Tapi itulah lima besarnya.

Huruf kedua biasanya menunjukkan tingkatan dalam keluarga. Misalnya, jalur kakak/pakde lebih tinggi dari jalur adik/paman.

Baru huruf ketiga benar-benar namanya.

Tapi untuk dua huruf terakhir itu harus dicarikan huruf yang bunyinya dan artinya naik. Seperti harapan. Atau doa. Misalnya nama saya:  Huruf pertama itu marga. Saya dianggap dari marga  (Yu – baca: I). Itu karena nama saya diawali dengan huruf I (Iskan).

Huruf kedua (  – baca: se) artinya jagat raya. Huruf ketiga (  – baca: kan) artinya manis.

Bunyi nama mandarin saya menjadi Isekan. Mirip nama asli saya. Artinya pun bagus: jagat yang manis. Atau menyebar rasa manis ke seluruh dunia.

Kelompok kedua, orang asing yang diberi nama Mandarin. Ini unik. Orang Tiongkok sangat sulit mengucapkan nama-nama orang asing. Dan lagi tidak ada huruf yang bunyinya bisa mengakomodasikan nama orang asing.

Maka surat kabar, radio, tv, internet, memberi nama Mandarin untuk semua orang yang mereka beritakan. Anda tidak akan menemukan nama Donald Trump atau Meryl Streep atau Liverpool di koran-koran Tiongkok.

Kalau di koran ada tulisan  itulah nama Donald Trump. Kalau dieja bunyinya: Te Lang Pu.

Kalau di koran ada tulisan  itu bunyinya: Li Wu Pu. Maksudnya: Liverpool.

Obor Paskah Nasional 2018 Tiba Ditebingtinggi

Foto: Sopian/Sumut Pos SAMBUT: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Ogamota Hulu ketika menyambut obor paskah nasional tahun 2018.
Foto: Sopian/Sumut Pos
SAMBUT: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Ogamota Hulu ketika menyambut obor paskah nasional tahun 2018.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jefry Sembiring, Ketua FKUB H Abu Hasyim Siregar, Hamba Tuhan dan Ormas kekristenan sambut kirab Obor Paskah Nasional di depan Kantor Walikota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Sabtu (21/4)

Ketua Lembaga Paskah Nasional Pdt DR Shephart mengatakan, berterima kasih kepada Pemerintah Kota Tebingtinggi, Hamba Tuhan dan Pengurus Organisasi Kristen yang antosias menunggu kehadiran obor paskah di Tebingtinggi

Shephart menjelaskan, bahwa kirap obor paskah di mulai sejak 18 Maret diberangkatkan dari tepi Danau Tondano Sulawesi Utara menuju Danau Toba Sumatera Utara.

“Di Tebingtinggi hari 35, melihat sambutan seperti ini kami dari Panitia Nasional semangat, hal ini melambangkan bahwa masyarakat Indonesia hidup rukun dan damai luar biasa,”terangnya.

Disampaikan Shephart, bahwa visi Pasakah kali ini harmoni perdamaian di dalam kerukunan. “Kita boleh berbeda warna baik itu suku, bahasa dan agama tapi kita tetap saudara sebangsa dan setanah air,”jelasnya.

Diapun menyampaikan, bahwa paskah kali ini memiliki tiga ke istimewaan, di antarannya baru kali ini paskah nasional dilakukan di sekaligus 8 Kabupaten di seputaran danau toba, selanjutnya, pelaksanaan kirab obor paskah nasional baru kali ini terpanjang melintasi beberapa Provinsi. Kemudian ketiga, Ketua Umum Paskah Nasional kali ini diketuai oleh non muslim, yakni Wakil Gubernur Sumatera Utara Dr Hj Nurhajizah Marpaung

Sedangkan Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan terimakasih banyak kepada Panitia Paskah Nasional yang berkenan menyingahkan obor pasakah di Tebingtinggi. “Singahnya obor paskah di daearah kami adalah merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami. Saya sampaikan bahwa masyarakat Tebingtinggi kendatipun perwakilan akan mengahadiri perayaan paskah nasional yang digelar di Samosir,”paparnya.

Umar Zunaidi juga mengatakan, Api yang ada di obor ini harus kita jadikan penyemangat, sedangkan obornya adalah pemersatu. Dan kalau kita artikan, api dalam obor paskah ini harus menjaga semangat kesatuan persatuan dalam berbangsa dan bernegara, sehingga dapat melestarikan Benika tunggal ika. (ian/han)