Home Blog Page 6438

Pangdam I/BB: TNI Harus Netral

Foto: Solideo/Sumut Pos Pangdam I/BB Mayjen TNI Ibnu Triwidodo bersama istri saat tiba di Karo.
Foto: Solideo/Sumut Pos
Pangdam I/BB Mayjen TNI Ibnu Triwidodo bersama istri saat tiba di Karo.

KARO, SUMUTPOS.CO -Pascamenjabat sebagai Pangdam I/BB, Mayjen TNI Ibnu Triwidodo mulai melakukan perjalanan ke luar daerah bersama keluarga. Kegiatan ini sebagai wujud menjalin silaturahim dengan pemerintah setempat untuk mempererat hubungan yang baik.

Orang nomor satu di Pangdam I/BB itu kali pertama mengunjungi wilayah Tanah Karo tepatnya di Taman Resort Simalem,Kecamatan Merek, Sabtu (14/4). Kedatangan Pangdam I/BB disambut Bupati Karo Terkelin Brahmana,SH didampingi Ny Sariati Terkelin Brahmana, Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal Batubara SE, Danyon 125/Smb Letkol Inf Viktor Andhika Tjokro, Dansubdenpom I/2-1 Kapten Cpm Ruslan Hutajulu, Kepala Bappeda Nasib Sianturi dan Camat Merek, Tomi Marulitua Sidabutar.

“Ini bukan kunjungan kerja, akan tetapi sebagai bentuk silaturahim, sebab ketika Pangdam I /BB melaksanakan sertijab bulan maret yang lalu, saya hadir dalam sertijab  tersebut. Nah , sekarang tidak disangka bapak panglima mengunjungi daerah Karo,” ungkapnya.

Dalam bincang-bincang itu kata Terkelin, Pangdam banyak memberikan nasihat, saran, masukan.

Termasuk pada Dandim 0205/TK dan Danyon 125/Smb.

“TNI harus netral, tidak boleh memihak, ketika TNI memihak maka kepercayaan masyarakat berkurang terhadap TNI, apalagi dalam situasi  mendekati Pilgubsu, politik semakin tinggi. Ini harus TNI sadari,” tegas Mayjen Ibnu Triwidodo.

Sementara Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal Batubara mengatakan, kunjungan panglima tersebut bukan kunker resmi. Ini sebagai wujud silaturahmi dengan Pemkab Karo.

“TNI harus netral, TNI tidak boleh memihak, jika salah, itu akibat kesalahannya sendiri. Karena tidak mendengarkan perintah, maka  saya selaku Panglima akan bertindak tegas, itu sudah komitmen saya sejak saya masuk bertugas di Kodam I/BB ini,” kata Panglima dalam bincang -bincang bersama Bupati Karo , Dandim 0205/TK sambil makan siang.

Penyampaian tersebut , kata Dandim adalah suatu perintah bagi TNI untuk melaksanakannya dan akan meneruskan kepada jajaran TNI satuan bawah yang ada di wilayah Kodim 0205/TK. Agar apa yang disampaikan oleh Bapak Panglima diketahui oleh semua prajurit yang berdinas di wilayah Tanah Karo. (deo/azw)

 

Deliserdang Paviliun Terbaik PRSU

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Gubernur Sumut HT Erry Nuradi memberikan penghargaan runner up paviliun terfavorit kepada Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution pada acara penutupan Pekan Raya Sumatera Utara, Senin (16/4) malam.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Gubernur Sumut HT Erry Nuradi memberikan penghargaan runner up paviliun terfavorit kepada Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution pada acara penutupan Pekan Raya Sumatera Utara, Senin (16/4) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), H T Erry Nuradi resmi menutup Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-47, Senin (16/4) malam. Dalam sambutannya, Erry mengakui kalau pelaksanaan PRSU yang dalam transisi dan bersiap menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini, masih terdapat kekurangan yang harus diperbaiki ke depannya.

“Sebagaimana yang telah saya sampaikan, PRSU ini masih dalam transisi, karena yayasan PRSU akan berubah menjadi BUMD. Oleh karena itu, pasti ada plus minusnya dan pastinya ke depan PRSU ini harus lebih baik lagi,” ujarnya.

Gubsu berharap, dari penyelenggaraan ini, PRSU bisa menjadi perwakilan kabupaten/kota di Sumut. “Karena kabupaten kota tidak memiliki perwakilan resmi di kota Medan, maka jadikanlah paviliun yang ada di PRSU ini perwakilan mereka di sini,” katanya.

Selain itu kata Gubsu, setelah PRSU menjadi BUMD, paviliun-paviliun bisa dibuka kapan saja sepanjang tahun. Sebab katanya, melalui BUMD ini nantinya, banyak kemudahan dalam mengoperasionalkan PRSU ini sepanjang tahun, ditambah lokasi yang strategis.

“Di dampingi itu, dengan menjadi badan usaha, banyak kemudahan-kemudahan dalam mengoperasionalkan PRSU ini sepanjang tahun. Karena lokasi yang sangat strategis, tempat yang cukup baik, hingga perlu beberapa mentenence saja, sehingga kabupaten/kota bisa mengoptimalkannya di ibukota provinsi,” jelasnya.

Tak lupa dalam sambutannya, Gubsu mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti PRSU mulai dari awal hingga akhir. “Terimakasih juga kepada pemerintah Pulau Pinang yang tiap tahun berpartisipasi mengikuti PRSU ini. Semoga kedepannya, sister city ini bisa terus terwujud dalam berbagai aspek dan bidang,” ucapnya.

Usai menutup secara resmi, Gubsu juga berkesempatan memberikan penghargaan kepada pemenang dari tiap paviliun. Diantaranya, juara pertama paviliun terbaik diberikan kepada Kabupaten Deliserdang. Kemudian juara kedua diberikan kepada Pemkab Batubara dan juara ketiga diberikan kepada Pemko Padangsidimpuan.

Selanjutnya, juara pertama pemandu terbaik diberikan kepada Pemkab Deliserdang. Juara kedua diberikan kepada Pemkab Padanglawas Utara, dan juara ketiga diberikan kepada Pemkab Serdang Bedagai. Sementara untuk paviliun terfavorit, juara pertama Pemkab Serdangbedagai, juara dua Pemko Medan, dan juara tiga Pemko Padangsidimpuan.

Pada laporan Ketua PRSU 2018 ke 47 yang dibacakan oleh Nuzirwan B Lubis, hingga malam ke-31 penyelenggaraan PRSU yang dimulai sejak 16 Maret hingga 16 April 2018, jumlah nilai transaksi mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. “Penyelenggaraan PRSU ke-47 tahun 2018 telah berlangsung nyaman dan kondusif. Jumlah nilai transaksi hingga malam ke 31 masih mengalami penurunan dari tahun sebelumnya,” ucap Nuzirwan Lubis. (mag-1)

Maria Simorangkir Melatih Perasaan

Maria Simorangkir
Maria Simorangkir

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Maria Simorangkir dan Ahmad Abdul terpilih sebagai grand finalist Indonesian Idol 2018, Senin malam (9/4).

Suara Maria Simorangkir memang bagus sejak kecil. Tidak percaya? Buka saja YouTube dan ketik kata kunci Maria Idol Junior. Ya, siswi kelas XI SMK Musik Methodist Charles Wesley Medan tersebut adalah jebolan Indonesian Idol Junior 2014.

Saat itu, meski sering mendapat pujian dari juri, Maria gugur di top 5. Sang mama, Rohani Simanjuntak, yang mendorongnya mendaftar ketika audisi Indonesian Idol (yang bukan junior) dibuka di Medan akhir tahun lalu.

’’Saya penasaran, bisa sukses nggak ya,’’ kata Maria. Walau begitu, Maria sempat ragu saat hari audisi. Dia kembali berpikir apakah bisa sukses di ajang sejenis. Apalagi, saat itu dia aktif sebagai penyanyi dan musisi di gereja.

Di tengah keraguan tersebut, Rohani kembali mengingatkannya. ’’Pas pulang sekolah, mama nanya, kok nggak audisi,’’ kenang Maria.

Motivasi sang bunda terbukti. Maria menjadi peserta paling konsisten. Meski sejak awal kurang difavoritkan, akhirnya dia sukses merebut perhatian publik lewat suara powerful-nya.

Seperti Ahmad Abdul, Maria akrab dengan musik dan tarik suara sejak kecil. Pada masa kecilnya, penggemar Michael Jackson dan Beyonce tersebut suka dengan lagu-lagu klasik dari animasi Disney atau film-film Barbie. ’’Musik dan lagu itu bisa nyambung sama perasaan aku,’’ ujar Maria.

Sejak itu pula, Rohani mendorong putrinya mengikuti berbagai lomba menyanyi. Bahkan, Maria berkompetisi sejak taman kanak-kanak.

Salah satu penampilan Maria yang dianggap paling spektakuler adalah ketika membawakan OST The Greatest Showman, Never Enough. Lagu yang konon katanya sulit ditiru itu akhirnya bisa dinyanyikan Maria dengan luar biasa. Kelima juri memberikan standing ovation. Videonya menyanyikan lagu Loren Allred tersebut lantas viral.

Maria mengungkapkan, membawakan Never Enough merupakan permintaan Maia Estianty. Awalnya, Maria tidak berani karena tahu lagu itu terlampau sulit.

’’Bahkan, si Loren pernah bilang sendiri bahwa lagu ini sulit,’’ kata gadis kelahiran Medan, 7 Oktober 2001, tersebut. Maria pun melakukan latihan seadanya dan tampil natural. Hasilnya sungguh tidak terduga.

Kini fokus Maria adalah mempersiapkan diri di grand final. Yang paling penting adalah menjaga kesehatan. ’’Kalau kesehatan saya drop, bisa ngaruh ke mana-mana,’’ ucapnya.  (len/c14/na)

Bye-bye Baju Seksi

Shinta Bachir
Shinta Bachir

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Setelah sempat membuka hijabnya, aktris Shinta Bachir memutuskan untuk kembali menutup auratnya. Shinta Bachir memastikan tak akan ada lagi baju seksi yang akan dikenakannya.

Keputusan itu diumumkan Shinta Bachri di akun Instagram pribadinya. Pemain film Suster Keramas itu memajang sebuah foto berisikan kata-kata bijak.

“Bismillah…. Kalau kita BERUBAH untuk jadi baik kerana Allah, Allah akan hantar orang-orang yang baik untuk bersama-sama kita,” tulis Shinta Bachir, Senin (16/4).

Pada foto unggahan lainnya, ibu satu anak itu terlihat mengenakan hijab saat menghadiri acara antihoax bersama artis lain.

Bahkan, wanita yang sempat terseret kasus prostitusi artis ini menjajakan baju-baju seksinya di Instagram Story pribadinya.

“Bye-bye baju seksi. Ini semua saya jual sebagian uangnya saya mau sumbangkan ke anak yatim. Hayuk DM,” kata Shinta Bachir.

Dengan menjual baju seksinya, Shinta Bachir ingin memastikan bahwa dirinya benar-benar serius dalam berhijab. “Kalau dulu aku pakai jilbab, baju seksi masih aku simpan. Sekarang aku benar-benar buang semua,” tandasnya.

Sebelumnya Shinta Bachir pernah berhijab ketika menikah pada 2014 lalu.

Dua tahun berselang, Shinta Bachir tampil mengejutkan dengan mencopot jilbabnya usai bercerai.

Dia beralasan melepas hijabnya lantaran ingin bekerja mencari nafkah usai ditinggalkan sang suami.(mg7/jpnn)

Eva Sundari: Ada Empat Pilar Kehidupan Bangsa

Foto: Istimewa Anggota DPR RI/MPR RI, Eva K Sundari (pakai Uis Karo), staf khusus Presiden Bidang Sosial Budaya, Abetnego Tarigan, Ketua Forum Kita Kalak Karo (FK3), Baltasar Tarigan, Alimin Ginting Asisten Pemkab Karo, Suang Karo Karo, Kadis Pariwisata Karo, Mulia Barus, Prof Merdang Sembiring, Daniel Purba, DR Sada Arih Sembiring, dan Sapta Putra Ginting, berfoto bersama usai acara.
Foto: Istimewa
Anggota DPR RI/MPR RI, Eva K Sundari (pakai Uis Karo), staf khusus Presiden Bidang Sosial Budaya, Abetnego Tarigan, Ketua Forum Kita Kalak Karo (FK3), Baltasar Tarigan, Alimin Ginting Asisten Pemkab Karo, Suang Karo Karo, Kadis Pariwisata Karo, Mulia Barus, Prof Merdang Sembiring, Daniel Purba, DR Sada Arih Sembiring, dan Sapta Putra Ginting, berfoto bersama usai acara.

SIBOLANGIT, SUMUTPOS.CO – Forum Kita Kalak Karo (FK3) menggelar sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Pengenalan Peluang Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pedesaan. Acara  dihadiri 150 peserta dari berbagai unsur masyarakat, dari kabupaten Deliserdang dan Kabupaten Karo, di Green Hill Sibolangit, Sabtu (14/4).

FK3 menghadirkan narasumber anggota DPR/MPR RI Eva Kusuma Sundari, Staf Ahli Presiden Bidang Sosial Budaya Abetnego Tarigan, Staf Ahli Kementerian Kehutanan Gideon Wijaya Ketaren, Staf Kementerian Kelautan (KKP) Sapta Putra Ginting, dan Alimin Ginting. Juga menghadirkan narasumber dari akademisi yakni Prof Merdang Sembiring, Dr Sada Arih Sembiring, Sapta Putra Ginting dan Amelia Keliat.

Eva Kusuma Sundari dalam orasinya menyampaikan, kesaktian Pancasila menyelamatkan dan  mempersatukan bangsa Indonesia. Empat pilar kehidupan berbangsa meliputi Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan RI, dan Bhinneka Tunggal Ika yang perlu dijaga dan diamalkan seluruh bangsa Indonesia.

Sementara hasil diskusi kelompok disampaikan di hadapan Bupati Karo Terkelin Brahmana, yang segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait. Hasil kelompok dalam pertemuan itu, kelompok 1 tani dan kerjasama komuditas kopi serta aren. Kelompok 2 usaha rakyat dan pariwisata, kelompok 3 usaha ternak dan perikanan.

Acara ini ditutup oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana yang dihadiri  para Asisten Suang Karokaro, Kepala Desa dan Kepala Dinas se-Kabupaten Karo antara lain Mulia Barus Kadis Pariwisata. (rel)

The Perfect Husband: Dijodohin, Mau?

Amanda Rawles, didampingi Dimas Anggara, Maxime Bouttier, dan Tanta Ginting, saat meet and greet film The Perfect Husband, di City Walks Medan, Senin (15/4/2018).
Amanda Rawles,
didampingi Dimas Anggara, Maxime Bouttier, dan Tanta Ginting, saat meet and greet film The Perfect Husband, di City Walks Medan, Senin (15/4/2018).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hari gini dijodohin? Hari gene…??

Itulah yang ingin diteriakkan si gadis remaja, Ayla. Di usianya yang masih belia, ia dijodohkan ayahnya dengan seorang pilot bernama Arsen.

Tak pelak, sosok Ayla yang diperankan si cantik Amanda Rawles dalam film “The Perfect Husband” itu, pun memberontak. Gadis kelas III SMA yang masih cenderung kekanak-kanakan itu menolak mentah-mentah keputusan sang ayah. Ayla merasa perjodohannya dengan Arsen, sang pilot,  adalah hal yang konyol. Terlebih Ayla cinta mati dengan kekasihnya saat ini Ando (Maxime Bouttier).

Di sisi lain, Satrio (ayah Ayla) yang diperankan Slamet Rahardjo, menilai Ando adalah pemuda pemalas, urakan dan tidak memiliki masa depan yang cerah.  Sementara Arsen adalah pemuda berprestasi, mapan dan santun. Ayah Tio,

Sementara ayah Ayla seorang single parent,  yakin Arsen adalah suami sempurna bagi Ayla.

Mendengar Ayla dijodohkan, Ando pun berusaha merebut hati ayah Tio. Sementara Arsen, tetap sabar menghadapi tingkah Ayla, hingga lama-kelamaan memberi nilai plus di mata Ayla. Dari situlah konflik komedi cinta segitiga dan konflik ayah anak dimulai.

“Pesan utama film ini sebenarnya bukan tentang perjodohan, tetapi tentang hubungan seorang ayah dengan putrinya. Film ini ingin menunjukkan, perjodohan tak selalu berbuah tragedy. Bahkan… bisa jadi justru menjadi hal terbaik dalam hidupmu. Ayah mana yang tidak sayang kepada putrinya? Seorang ayah pasti akan selalu memberikan yang terbaik bagi putrinya, dalam hal apa saja. Apalagi menyangkut masa depan putrinya,” kata Amanda Rawles, saat meet and greet film The Perfect Husband, di City Walks Medan, Senin (15/4/2018).

Ia didampingi sang pilot, yang diperankan Dimas Anggara, pacarnya Ando yang diperankan Maxime Bouttier, dan abang iparnya Tanta Ginting.

Amanda Rawles

Saat temu pers, artis yang lagi naik daun, Amanda Rawles, mengatakan, film ini bergenre bergenre drama comedy.

“Perfect Husband adalah cerita tentang pertemuan dua generasi yang berbeda, melahirkan sebuah peristiwa kehidupan yang menarik tentang arti suami,” katanya.

Dimas Anggara menambahkan, film ini bercerita tentang kasih saying. “Anak-anak muda jadi lebih paham bagaimana perasaan orangtua kepada anaknya. Sebenarnya, orangtua hanya ingin anaknya bahagia,” ungkapnya.

Sementara ‘si urakan Ando’ Maxime Bouttier, menilai konflik yang disajikan dalam film The Perfect Husband merefleksikan permasalahan yang umum terjadi, sehingga film ini cocok ditonton oleh semua kalangan.

“Ini film masuk ke semua generasi, masalah jodoh lalu konflik dan sebagainya. Bagaimana cara setiap orang mengatasi masalahnya, jika memang seorang gadis yakin dengan pilihan hatinya, maka ia akan berusaha meyakinkan ayahnya. Yang pasti seorang ayah ingin melihat putrinya bahagia,” ucap Maxime yang berperan sebagai bad boy di film ini.

Tanta Ginting bahkan mengatakan, perjodohan barangkali bisa menjadi solusi mengingat banyaknya jomblo belakangan ini. “Dijodohkan…? Kayaknya bisa jadi pilihan tuh,” katanya sembari tertawa.

Akting Amanda di film ini mendapat pujian dari sejumlah review. Amanda yang selama ini selalu memerankan karakter yang kalem, di film ini sangat mengeluarkan emosi dan menunjukkan akting yang sangat kuat. Mulai dari akting lucu hingga adegan yang harus menguras emosi pemainnya. Amanda sukses memerankan karakter Ayla anak SMA yang rebel dan egois.

Selain Dimas, Amanda, Maxime dan Slamet Rahardjo, film The Perfect Husband juga dibintangi oleh Tanta Ginting, Maya Wulan, Dolly Martin, dan special appearance Bunga Zainal.

Film “The Perfect Husband” ini akan mengajarkan para ayah bagaimana menghadapi sifat anak yang rebel di usia remaja tanpa sosok ibu.

Apakah Ayla akan menuruti perintah sang ayah dan menerima Arsen sebagai suaminya? Atau ia akan tetap cinta mati kepada Ando? Alasan utama perjodohan ini dilakukan juga akan terkuak saat para penonton menyaksikan film The Perfect Husband ini. (mea)

Smartphone Pertama Berbasis Snapdragon 636 Mobile Platform

Galip Fu
Galip Fu, Country Marketing Manager, ASUS Indonesia.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – ASUS tengah gencar menggarap smartphone terbaru di pasaran Indonesia. Setelah memasarkan ZenFone Max Plus M1 di awal tahun 2018, saat ini produsen asal Taiwan tersebut sedang mempersiapkan varian smartphone terbarunya. Masih ditujukan untuk segmen mainstream, smartphone terbaru tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dari pengguna di Indonesia akan perangkat dengan performa prima dengan harga yang terjangkau.

Tepatnya di 23 April mendatang, ASUS akan menghadirkan smartphone terbaru dari seri ZenFone yang memiliki keunggulan yakni berkapasitas baterai tinggi. Bersaing di segmen mainstream, ASUS menghadirkan menghadirkan Qualcomm ™ Snapdragon ® 636 Mobile Platform untuk smartphone terbarunya. Performa dan harga yang akan dihadirkan ASUS untuk smartphone terbarunya akan menjadi standar baru untuk smartphone di segmen mid-high

“Prosesor merupakan salah satu faktor utama yang menentukan saat calon pengguna memilih smartphone yang akan menjadi perangkat yang ia gunakan sehari-hari,” sebut Galip Fu, Country Marketing Manager, ASUS Indonesia.

“Untuk itu, kami memilih Snapdragon ® 636 Mobile Platform yang merupakan prosesor mutakhir terbaik untuk performa dan efisiensi tenaga di segment mid-high smartphone, dan prosesor ini menawarkan performa yang jauh lebih tinggi dibanding seri mainstream sebelumnya,” sebutnya.

“Dengan peningkatan kinerja yang signifikan pada Snapdragon 636 Mobile Platform, Qualcomm Technologies bekerjasama erat dengan ASUS menunjukkan komitmennya dalam memenuhi kebutuhan dari pengguna di Indonesia akan perangkat dengan performa prima dengan harga yang terjangkau,” sebut Shannedy Ong, Country Director for Qualcomm Indonesia.

 

PENINGKATAN PERFORMA SIGNIFIKAN

Selain performa yang prima, efisiensi baterai yang juga menjadi keunggulan dari Snapdragon 636 Mobile Platform yang disematkan dalam smartphone terbaru ASUS. Ia akan menjadi pendamping yang tepat bagi pengguna dengan produktivitas dan mobilitas yang tinggi. Baik saat dimanfaatkan untuk aplikasi sehari-hari, ataupun untuk gaming.

Snapdragon 636 Mobile Platform merupakan chipset terbaru andalan Qualcomm yang diciptakan untuk melanjutkan popularitas Snapdragon 625 Mobile Platform. Prosesor ini mewarisi efisiensi energi yang hebat yang ditawarkan oleh pendahulunya tersebut, namun di saat yang sama, memberikan 40 persen peningkatan performa perangkat dan 10 persen peningkatan performa untuk gaming dan browsing dibanding seri Snapdragon 630 Mobile Platform terdahulu.

Bahkan jika dibandingkan dengan prosesor mainstream terdahulu, yakni Snapdragon 625 Mobile Platform, peningkatan performa yang ditawarkan oleh Snapdragon 636 Mobile Platform sangat signifikan. Performanya bisa mencapai 50 persen lebih tinggi dalam beberapa skenario dan score AnTuTu benchmark-nya meningkat hingga hampir 2 kali lipat.

“Dengan menggunakan prosesor terbaru Qualcomm tersebut, tak salah kalau kami menyebutkan bahwa ASUS akan membuat sebuah standar baru, untuk sebuah perangkat smartphone segmen mainstream,” tutup Galip. (rel)

Kampanye Akbar Rawan Gesekan

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PASLON_Kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut yakni Edy Rahmayadi- Musa Rajeckshah (kiri) dan Djarot Saiful Hidayat- Sihar Sitorus (kanan) menunjukan dokumen resmi dari KPU Sumut usai pencabutan nomor urut Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018 di Hotel Grand Mercure Medan, Selasa (13/2) Pasangan Djarot dan Sihar mendapat nomor urut 2 dan Pasangan Edi Rahmayadi dan Musa Rajeckshah mendapat nomor urut 1 dalam Pilgub Sumut 2018.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PASLON_Kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut yakni Edy Rahmayadi- Musa Rajeckshah (kiri) dan Djarot Saiful Hidayat- Sihar Sitorus (kanan).  Kampanye akbar Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara 2018 bakal digelar mulai pekan depan.

SUMUTPOS.CO – Kampanye akbar Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara 2018 bakal digelar mulai pekan depan. Namun ada kekhawatiran, kampanye akbar yang digelar pada 23 Juni 2018, bakal terjadi gesekan. Pasalnya, kedua pasangan bakal menggelar kampanye akbar secara bersamaan di kota yang sama, Kota Medan.

Ketua Tim Kampanye pasangan Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss), Djumiran Abdi meminta KPU bersikap arif dan bijaksana soal lokasi di hari terakhir kampanye akbar dengan pengerahan massa ini. Sebab, posisinya berada di satu kota, meski berbeda wilayah atau zona.

“Sejauh ini kita belum mendengar adanya koordinasi KPU dengan Polda terkait jadwal tersebut. Kita cuma nggak mau terjadi gesekan saat acara berlangsung. Kita ingin Pilgubsu kali ini tetap kondusif dan damai seperti edisi-edisi sebelumnya,” katanya.

Soal lokasi di Medan, Tim Djoss berencana menggelar kampanye di Kecamatan Medan Labuhan, sembari menunggu informasi dari pihak kepolisian. Sedangkan yang di Asahan, pada 29 April mendatang, Tim Djoss memilih menggelar di lapangan terbuka di kabupaten tersebut. “Kita akan pertimbangkan dulu. Apakah nanti diizinkan Polda di hari bersamaan, karena itu dilakukan satu kota. Apalagi mengingat itukan waktu kampanye terakhir. Tensi politik tentu lebih memanas,” katanya.

Disebut Jumiran, dalam kampanye akbar ini, akan turun sebagai jurkam, Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri dan Ketum PPP Romahumuziy. Acara juga akan dimeriahkan segenap artis ibu kota dan lokal. “Kami harapkan jika Bu Mega tidak ada jadwal yang penting di daerah lain, bisa hadir di kampanye akbar Djoss ini. Begitu juga dengan Gus Rommy, yang notabene koalisi Djoss di Pilgubsu. Untuk artisnya siapa kami belum bisa sebut. Yang jelas akan ada yang diundang untuk memeriahkan acara itu,” katanya.

Sementara, Wakil Ketua Tim Pemenangan Eramas Irham Buana Nasution menjelaskan, pihaknya sedang mencari lokasi strategis yang representatif pada kampanye pengerahan massa di Asahan dan Kota Medan. Yang terpenting menurut dia, lokasi tersebut mudah dijangkau masyarakat Sumut, tim dan seluruh relawan Eramas. “Kita rencanakan di stadion besar Asahan. Itu pun kalau memungkinkan. Jika tidak, tentu kita pertimbangkan lokasi lain yang lebih strategis,” ucapnya.

Untuk lokasi terakhir, Irham menyebutkan, Eramas berencana memakai Lapangan Merdeka Medan. Lokasi tersebut diperkirakan sangat strategis dan menjadi episentrum menghadirkan banyak massa untuk mendengar langsung visi misi Edy-Ijeck bila terpilih memimpin Sumut sampai 2023. “Sesuai penetapan zona Medan B dari KPU, kampanye pengerahan massa tersebut akan kita buat di tengah kota,” ujarnya.

Selain enam ketua umum parpol pengusung Eramas sebagai juru kampanye (jurkam), dua petinggi parpol pendukung dan artis ibu kota maupun lokas, diyakini bakal hadir serta turut memeriahkan saat kampanye pengerahan massa nanti digelar. Namun Irham belum bersedia memberitahu siapa artis yang akan dihadirkan ke acara itu.

4 PSIS v PSMS 1: Babak Belur

Pemain PSMS Jajang Sukmara dan striker PSIS Bruno Silva pada pertandingan yang digelar di Stadion Moch Soebroto, Magelang, kemarin. FOTO Jawa Pos Radar Semarang
Pemain PSMS Jajang Sukmara dan striker PSIS Bruno Silva pada pertandingan yang digelar di Stadion Moch Soebroto, Magelang, kemarin. FOTO Jawa Pos Radar Semarang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Alih-alih pulang membawa poin, misi PSMS gagal total di markas PSIS Semarang, Stadion Moch Soebroto, Magelang, Minggu (15/4). Ayam Kinantan babak belur dibungkam dengan skor telak 1-4 dari sesama tim promosi itu. Kekalahan ini menjadi ketiga kali dialami PSMS di Liga 1 dari empat laga yang telah dijalani.

Hasilnya, PSMS terpuruk di posisi ke-17 klasemen sementara Liga 1 dengan hanya koleksi tiga poin sampai pekan keempat. Sementara PSIS malah melonjak ke posisi ketujuh.

Asisten Pelatih PSMS, Yusuf Prasetyo beralasan timnya kurang fokus. Mental pemain runtuh terkena tiga gol lawan dalam tempo lima menit. “Ini (kekalahan) sangat menyakitkan. Gol pertama Bruno sangat berpengaruh kepada kami semua. Setelah gol itu beberapa menit kemudian gol kedua dan ketiga terjadi (jelang turun minum),”  kata pria yang akrab disapa Yoyok itu usai laga.

Selain itu faktor finishing touch timnya masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. “Banyak peluang yang kita dapat namun gagal memanfaatkannya dengan baik. Ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) kita untuk pertandingan berikutnya,” tambahnya.

Yoyok juga membela kiper PSMS, Dhika Bhayangkara yang menurutnya tak tampil buruk meski kebobolan empat gol.  Pada laga itu Dhika menjadi starter menggantikan Abdul Rohim yang menderita cedera PCL. “Tidak. Karena Dhika bermain bagus hari ini. Ini semua mungkin karena beberapa pemain kurang fokus,” katanya.

Ketidakhadiran pelatih kepala, Djadjang Nurdjaman juga tidak bisa dijadikan alasan. “Saya pikir memang cukup berpengaruh. Tapi mas Yoyok juga sudah berkomunikasi dengan coach Djanur,” kata kapten tim, Legimin Rahardjo yang baru masuk menit ke-69.

Pada laga itu PSMS menghadapi momok menakutkan dari striker asing PSIS, Bruno Silva. Tiga gol dan satu assist ditorehkannya. Uniknya di tiga laga sebelumnya, Bruno mandul dan PSMS menjadi gawang pertama yang dibobolnya. PSIS yang dihadapi sore itu, bukan PSIS yang dipecundangi di Liga 2 lalu. Mereka benar-benar membuktikan kelayakannya bermain di Liga 1.

Mundur Cagubsu, Kasus JR Dingin

Pengamat hukum, Muslim Muis.
Pengamat hukum, Muslim Muis.

MEDAN, SUMUTPOS.CO –  Nuansa politis begitu terasa dalam kasus dugaan penggunaan dokumen palsu dalam pencalonan Gubernur Sumatera Utara dengan tersangka JR Saragih. Inidkasi ini menguat ketika kasus tersebut ’dingin’ setelah JR Saragih dan Ance Selian menyatakan mundur dari kontestasi Pilgubsu 2018. Bahkan, JR Saragih secara pribadi mengarahkan relawannya mendukung pasangan Djarot-Sihar.

Pengamat hukum Muslim Muis mengaku heran dengan sikap Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Sumut yang menangani kasus tersebut. Dia menilai, ada permainan dalam penanganan kasus JR Saragih tersebut. Disebutnya, dalam penanganan kasus tersebut, ada batasan waktu atau kedaluarsanya. Namun terkesan, penyidik Gakkumdu tak serius menanganinya.

“Kasus Pemilu ada batas waktu kedaluarsanya. Berarti Gakkumdu main-main dengan penegakkan hukum. Dugaan kita, Gakkumdu itu macam-macam,” ucap Muslim Muis kepada Sumut Pos, Minggu (15/4).

Karenanya, Muslim meminta agar orang-orang yang kini berada di Gakkumdu segera diganti dan di-black list. “Saya lihat indikasi permainan sangat besar di sini. Menghentikan hak orang menjadi peserta calon gubernur, namun tidak ditindaklanjuti, ada apa ini?” ujar Muslim.

Dia juga mendesak Polda Sumut agar menindaklanjuti kasus ini secara pidana umum. Alasannya, kasus itu ada indikasi pemalsuan yang diatur dalam Pasal 263. Jika Polisi enggan menindaklanjuti ini, dia mempertanyakan, ada apa di balik itu semua?

“Ada indikasi upaya untuk mempetieskan kasus ini. Sama dengan membuka keran, tapi kerannya kosong. Kalau tidak mau dicurigai, laksanakan. Kalau tidak, berarti terbukti kecurigaan orang itu. Masyarakat pasti menunggu akhir dari proses ini,” tandas Muslim.

Sementara, Anggota DPRD Sumut Fraksi PKS Ikrimah Hamidy juga merasakan kasus JR ini kental dengan nuansa politis. “Menurut saya, jika kasus ini berhenti tanpa penjelasan rasional dari pihak kepolisian maka akan sangat terasa nuansa politisnya,” kata Ikrimah Hamidy seperti dilansir dari RMOL Sumut.

Begitu juga dengan Pilgub Sumut, akan turut tercederai jika kasus JR terus benar-benar dipetieskan.

“Hal ini membuat Pilgubsu akan tercoreng di mata masyarakat Sumatera Utara. Dikhawatirkan juga, kredibilitas kepolisian juga terganggu,” ujar Ikrimah.

Selain itu, dia khawatir akan muncul persepsi di publik bahwa kasus Bupati Simalungun tersebut sengaja dikeluarkan untuk kepentingan Pilgub Sumut dan Pilpres 2019. “Akhirnya, tingkat kepercayaan terhadap pemerintah juga terkerek turun karena rentan dipersepsi bahwa semua ini tujuannya adalah memenangkan pasangan tertentu dalam Pilgubsu guna dukungan Pilpres 2019,” ujarnya.