Home Blog Page 6439

Edy: Jangan Benturkan Masyarakat

Cagubsu Edy Rahmayadi disambut sejumlah penari dan masyarakat saat berkunjung ke Kota Sibolga, kemarin.
Cagubsu Edy Rahmayadi disambut sejumlah penari dan masyarakat saat berkunjung ke Kota Sibolga, kemarin.

SUMUTPOS.CO – Menjelang Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2018, isu-isu agama mulai gencar disuarakan oknum-oknum tak bertanggung jawab. Karenanya, Calon Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengimbau masyarakat untuk tidak terhasut dengan isu-isu yang dapat merusak persatuan dan kesatuan tersebut.

Edy Rahmayadi mengaku sangat menyesalkan adanya upaya-upaya yang ingin merusak tatanan demokrasi Indonesia, jelang Pelkada serentak yang digelar 27 Juni 2018 mendatang. Diantaranya dengan mengangkat isu agama yang seolah mengiring masyarakat untuk memilih calon pemimpin yang sesuai dengan agama dan keyakinan yang dianut masyarakat.

“Saya terkejut dan merasa ini tidak bisa dibiarkan. Saya perlu sampaikan agar tidak terpecah belah kita ini. Saya dibilang yang mau mengislamkan orang kristenlah. Jangankan mengajak atau membujuk orang masuk agama saya, menggangu agama lain beribadah saja dalam Islam itu haram hukumnya. Inikan sudah tidak benar namanya,” kata Edy saat bersilaturahmi dengan masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan relawan Eramas di Kota Sibolga, Sabtu (14/4).

Hadir dalam kegiatan tersebut Korda Tim Relawan Pemenangan Eramas Kota Sibolga, Toni Hutapea,  Tokoh Agama Nasrani Pdt D Hutabarat, tokoh adat  H Munthe, dan sekretaris D Sibarani sekretaris Tim Relawan Pemenangan Eramas Kota Sibolga.

Kekesalan ini, lanjut Edy, dirasakannya saat dirinya mengunjungi Kepulauan Nias beberapa waktu lalu. Saat itu ada seorang warga yang menyampaikan kepadanya soal isu, dirinya akan mengislamkan masyarakat Nias jika terpilih sebagai Gubernur Sumatera Utara.

Ditegaskan Edy, dirinya terpanggil masuk dalam bursa pemilihan Gubernur Sumut karena tidak ingin masyarakat Provinsi Sumatera Utara yang kaya akan adat istiadat, budaya, agama dan sumber daya alamnya kian terpuruk dibandingkan provinsi lain. Padahal menurut Edy, kekayaan yang dimiliki Sumut tersebut merupakan surga kecil pemberian Tuhan yang seharusnya bisa mengangkat kesejahteraan masyarakatnya. “Kenyataannya,  sampai saat ini rakyat Sumut termasuk di Sibolga ini masih ada yang tidak cukup makan sehari tiga kali. Masih saja kita ribut dengan hal-hal yang tak penting,” katanya.

“Apa yang tidak kita miliki di Sumut ini. Tambang emas, batubara, gas, minyak, perkebunan, semuanya ada. Tapi kenapa masyarakat kita tidak sejahtera. Tentu ada yang salah dan ini harus segera kita perbaiki kalau tak ingin anak cucu kita kelak yang merasakan penderitaannya,” tegas Edy.

38 Dewan Bakal Diperiksa KPK Pekan ini

Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman menunggu di lobi gedung KPK sebelum menjalani pemeriksaan, Senin (9/4).
Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman menunggu di lobi gedung KPK sebelum menjalani pemeriksaan, pekan lalu.  Beredar kabar pekan ini KPK kenbali akan memeriksa 38 mantan anggota DPRD Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Beredar kabar, 38 mantan anggota DPRD Sumut akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka oleh KPK di Mako Brimob Polda Sumut Medan, pekan ini. Seluruhnya diduga menerima suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho yang telah divonis bersalah bersama sejumlah mantan legislator lain.

Adapun para tersangka KPK yang baru ditetapkan beberapa waktu lalu itu, yakni Rijal Sirait (Anggota DPD RI), Rooslynda Marpaung dan Fadly Nurzal (Anggota DPR RI). Selanjutnya Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M Yusuf Siregar, DTM Abul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser Verawaty Munthe serta Dermawan Sembiring.

Berikutnya ada Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan Sarumaha, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando Tanuray Kaban, Tunggul Siagian, Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah, dan Tahan Manahan Panggabean.

Sedangkan sejumlah nama mantan dewan periode 2009-2014 yang terpilih kembali periode 2014-2019 yaitu Muhammad Faisal, Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon dan Sonny Firdaus.

Kabar pemeriksaan kepada 38 orang ini sudah beredar di kalangan wartawan di Medan. Bahkan sejumlah pegawai di lingkungan DPRD Sumut disebutkan menerima informasi soal rencana pemeriksaan itu. “Katanya ada yang bilang Senin dan Jumat (16 dan 20 April). Kayaknya semua PNS di sini Uda Tahu kabar itu,” kata seorang pegawai yang tak ingin namanya disebutkan.

Pun begitu, rencana pemeriksaan tersebut belum diketahui oleh sejumlah kalangan anggota DPRD Sumut. Pasalnya ketika dikonfirmasi, Ketua Fraksi Hanura DPRD Sumut Toni Togatorop mengaku tidak ada surat pemberitahuan terkait pemeriksaan sejumlah legislator itu. “Nggak ada masuk suratnya,” kata Toni.

Bahkan beberapa hari lalu, juga telah dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah anggota dewan. KPK memanggil beberapa orang untuk diperiksa di Jakarta sekitar pekan lalu. Mereka dipanggil untuk dimintai keterangannya sebagai saksi. Satu diantaranya adalah Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman yang mengaku telah menjalani proses tersebut.

Namun, katanya, pemeriksaan oleh KPK berlangsung cukup singkat. Kurang dari satu jam, dirinya mengaku sudah selesai diperiksa sebagian saksi oleh penyidik lembaga antirasuah itu. Perihal pertanyaan pun, hanya seputar pengenalan dirinya kepada 38 orang tersangka dimaksud.

“Saya cuma ditanya kenal ini? Kenal itu? Yang kenal saya jawab kenal, yang tidak ya tidak. Nggak lama, cuma proses administrasi nya yang lama, karena banyak yang mau diprint dan sebagainya,” ungkapnya. (bal)

Tahun Ini, Silangit Layani Mudik

PT Angkasa Pura  II (Pesero) selaku pengelola Bandara Silangit menyatakan kesiapannya untuk terus mengembangkan Bandara yang dekat dengan kawasan pariwisata Danau Toba, Sumatera Utara tersebut.

 

MEDAN, SUMUTPOS.CO –  Sejak berstatus bandara internasional sejak akhir Oktober 2017 lalu, Bandara Silangit di Siborongborong, Tapanuli Utara, semakin sibuk. Ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penumpang pesawat udara. Bahkan tahun ini, Bandara Silangit siap melayani arus mudik Lebaran.

Mulai Lebaran tahun ini, masyarakat di kawasan Tapanuli yang ingin mudik tak harus jauh-jauh dari Bandara Kualanamu di Kabupaten Deliserdang. Pasalnya, Bandara Silangit sudah siap untuk melayani arus mudik. Kepastian ini disampaikan Direktur Angkutan Udara Kemenhub, Maria Kristi. “Bandara ini akan memfasilitasi (arus mudik, Red) untuk yang menuju sekitar Tapanuli atau Sumatera Utara sisi selatan,” ungkap Maria Kristi seperti dilansir jawapos.com (grup Sumut Pos), kemarin (15/4).

Direkorat Jenderal Perhubungan Udara memprediksi, penumpang pesawat udara akan mengalami kenaikan 10,78 persen. Jumlah penumpang pesawat udara Lebaran pada H-7 hingga H+7 mencapai 5.870.823 orang. Mereka terdiri atas penumpang domestik sebanyak 5.001.286 orang dan penumpang internasional 869.537 orang.

“Walaupun ada prediksi kenaikan jumlah penumpang, masyarakat tidak perlu cemas. Karena kapasitas tempat duduk pesawat yang disediakan dalam kurun waktu dua minggu tersebut melebihi jumlah prediksi dari kenaikan total penumpang,” kata Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso.

Pada musim mudik Lebaran, penumpang akan dilayani 541 pesawat dari maskapai nasional dan internasional. Ditjen Perhubungan Darat pun mempermudah pemberian izin penerbangan ekstra. “Silakan maskapai mengajukan extra flight. Semakin cepat semakin baik,” ujar Agus.

Terkait dengan keselamatan dan keamanan penerbangan, Agus menambahkan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan melakukan ramp check terhadap semua pesawat. Bukan hanya itu.

Personel yang akan melayani penerbangan Lebaran tahun ini pun akan dicek. Persiapan ramp check dilaksanakan pada 30 April sampai 12 Mei. Lalu, kegiatan ramp check periode Lebaran akan dilakukan pada 7 sampai 24 Juni.

Sementara, berdasarkan data PT Angkasa Pura II (Persero), tercatat jumlah penumpang meningkat drastis pada periode Januari hingga Maret 2018, yaitu sebanyak 100.311 orang. Jumlah penumpang pada periode itu meningkat 62.246 orang atau bertumbuh 61,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Merujuk jumlah penumpang hingga Maret 2018 itu, sangat memungkinkan melebih jumlah penumpang selama tahun 2017 yang hanya 282.240 orang. Sebelumnya proyeksi penumpang 2017 sebanyak 250.000 orang. “Tren jumlah penumpang di awal tahun 2018 sangat positif,” ungkap Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/4).

Sejalan dengan drastisnya peningkatan jumlah penumpang itu, kata Awaluddin, pergerakan pesawat pun terkoreksi positif. Hingga akhir Maret 2018, Bandara Silangit membukukan 1.242 pergerakan pesawat atau naik dari 846 pergerakan pesawat pada periode sebelumnya.

Jelang Akhir Jabatan, Erry Luncurkan Buku

Gubernur Sumatera Utara Dr HT Erry Nuradi bersama istri Evi Diana dan sejumlah kepala daerah se-Sumut pada peluncuran sejumlah judul buku tenteng Tengku Erry Nuradi, di Hotel Adi Mulya Medan, minggu (15/4) malam.
Gubernur Sumatera Utara Dr HT Erry Nuradi bersama istri Evi Diana dan sejumlah kepala daerah se-Sumut pada peluncuran sejumlah judul buku tenteng Tengku Erry Nuradi, di Hotel Adi Mulya Medan, minggu (15/4) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai tokoh yang menginspirasi, Gubernur Sumatera Utara Dr HT Erry Nuradi ternyata dilirik seorang penulis uji Izhari Agusjaya Moenzir yang menulis buku yang sebelumnya pernah menulis buku sang ayah, (Alm) Tentu Nurdin. Dalam peluncuran buku sejumlah judul buku diperkenalkan peunulis yang menempatkan judul Sumut Paten, Apa Kata Mereka serta Tengku Erry Nuradi Membangun Dengan Kesederhanaan; Biografi, Sosial, Politik, Ekonomi, Budaya, dan Keagamaan.

Mantan Sekdaprov Sumut Muhyan Tambusai mengatakan dalam sambutannya, Erry memiliki kelebihan yang sejak dulu tidak pernah memanfaatkan fasilitas sang kakak (Alm) HT Rizal Nurdin. Menurutnya sosok Sumut Satu itu telah berhasil memimpin Kabupaten Sergai sebagai Bupati, punya rasa setia kawan dan amat harmonis dengan sang wakil saat itu, H Soekirman.

“Tetapi Pak Erry juga punya kelemahan. Beliau agak lambat mengambil keputusan lantaran terlampau berhati-hati. Selain itu, Pak Erry ini susah untuk menindakkan perkataan orang,” sebut Muhyan.

Sementara Erry sendiri menyebutkan bahwa buku yang diperkenalkan ini masih tergolong belum sempurna. Namun mengingat pada saat ini adalah momentum hari jadi ke-70 Provinsi Sumatera Utara, dirinya berharap masyarakat dapat melihat gambaran bagaimana perjalanan pemerintah provinsi selama ini.

“Tentu buku ini belum sempurna. Buku ini dilaunching pada hari ini karena ini adalah hari bahagiam ulang tahun Sumut yang ke -70. Paling tidak, dengan buku ini bisa melihat secara lengkap biografi kami, perjalanan saya dengan pak Sukirman misalnya,” kata Gubenur yang menyebut bahwa apa yang ada sekarang adalah perjalanan hidup yang sudah digariskan Allah seperti ini. (bal)

 

Jalur Alternatif Pasar Induk Laucih Mulai Dibuka

Truk-truk milik Dinas PU Kota Medan melintas di jalur alternatif Pasar Induk Laucih, yang ditargetkan rampung sebelum puasa. (Istimewa)
Truk-truk milik Dinas PU Kota Medan melintas di jalur alternatif Pasar Induk Laucih. (Istimewa)

SUMUTPOS.CO – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan terus mempercepat pengerjaan jalur altenatif atau jalan tembus yang menghubungkan Pasar Induk Laucih dengan Jalan Jamin Ginting Simpang Selayang. Kini, jalur tersebut sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda empat maupun roda dua.

Kepala Dinas PU Kota Medan Khairul Syahnan Harahap mengakui jalur alternatif tersebut telah dibuka dan bisa dilalui. Akan tetapi, belum sepenuhnya bisa dilewati kendaraan.

“Alhamdulillah kita telah membuka jalur alternatif Pasar Induk Laucih menuju Simpang Selayang. Hanya saja, dari Simpang Selayang belum kita buka. Sebab, masih menunggu jembatan yang kita cor benar-benar kering agar kuat dilintasi kendaraan termasuk truk yang hilir mudik,” ujarnya, kemarin.

Menurut dia, dengan beroperasinya jalan tembus ini nantinya jarak tempuh warga menuju Pasar Induk jauh lebih singkat. Dengan begitu, warga yang ingin belanja tidak harus melalui Jalan Bunga Turi lagi.

“Pengerjaan terus dikebut agar jalan tembus dapat segera dilalui warga seutuhnya. Apabila jalan tembus ini sudah bisa dilalui, optimis transaksi jual beli di Pasar Induk akan semakin baik,” tuturnya.

Syahnan mengaku, untuk mempercepat pengerjaan setiap harinya sejumlah alat berat diturunkan. Ia juga mengaku mengawasi langsung pengerjaannya.”Untuk mengantisipasi dan mencegah kendaraan bermotor, terutama mobil masuk melintasi jembatan yang sudah dicor dari Simpang Selayang maka dibuat sejumlah penghalang kayu. Insya Allah sebelum bulan puasa jalur alternatif ini benar-benar dapat dilalui, meski belum dilakukan pengaspalan,” akunya.

Dikatakannya, untuk jembatan yang berada di dekat Pasar Induk Laucih, sudah bisa dilalui lantaran corannya telah mengeras. “Sejumlah kendaraan milik Dinas PU yang mendukung percepatan penyelesaian jalan tembus berulangkali melintasinya. Jadi, pasti sebelum puasa jalan tembus ini bisa dioperasikan penuh,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin meninjau pengerjaan jalan alternatif yang menghubungkan Pasar Induk Laucih dengan Simpang Selayang pada Senin (2/4) lalu. Dalam peninjauan yang dilakukan ketiga kalinya sejak Januari lalu, jalan alternatif kini sudah tembus namun belum bisa dilalui karena masih dalam tahap pemerataan. (ris/ila)

Tahun Ini Akses Jalan TPA Terjun Dibuka

TPA Terjun di Jalan Paluh Nibung, Kelurahan Terjun, Medan akan membuka akses jalan umtuk pengembangan lahan di TPA Terjun.
TPA Terjun di Jalan Paluh Nibung, Kelurahan Terjun, Medan akan membuka akses jalan umtuk pengembangan lahan di TPA Terjun.

SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan tampak serius melakukan revitalisasi tempat pembuangan akhir (TPA) Terjun Jalan Paluh Nibung, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan. Tahun ini, Dinas Perkim Kota Medan selaku pelaksana pengerjaan akan membuka akses jalan untuk pengembangan lahan sisa sekitar 4 hektare di TPA Terjun.

Kepala Seksi TPA Terjun, Pahala Rajagukguk mengatakan, pihaknya telah menerima konfirmasi revitalisasi atau perluasan sisa lahan sekitar 4 hektare di TPA Terjun. Revitalisasi sisa lahan yang akan dibuka, rencananya akan dibangun oleh Dinas Perkim Kota Medan pada tahun 2019, sebelum pembangunan itu dilaksanan, tahun ini Dinas Perkim Kota Medan akan membuka akses jalan menuju sisa lahan 4 hektare tersebut.”Untuk akses membuka lahan itu, rencana tahun ini akan dikerjakan, untuk pembangunan sisa lahan akan dikerjakan tahun depan, karena proyek itu masuk anggaran tahun 2019,” jelas Pahala.

Dikatakan Pahala, TPA Terjun saat ini memiliki lahan seluas 14 hektare, dalam sehari mampu menampung sampah sebanyak 1.500 ton dari seluruh kota Medan. Kondisi ini, akan bertahan sampai tahun 2020. Artinya, proses revitalisasi yang akan dilaksanakan, mampu mengatasi muatan sampah ke depannya, sehingga sampah dapat bertahan hingga tahun 2025.

“Kalau revitalisasi terlaksana, TPA Terjun dapat bertahan hingga tahun 2025. Harapan kita, ini dapat terlaksana pada tahun depan, agar kondisi TPA Terjun bebas dari krisis sampah yang terus menumpuk,” terang Pahala.

Walaupun demikian, kata orang nomor satu di TPA Terjun ini, lahan baru atau cadangan harus tetap dibuka, agar sampah yang ada di kota Medan dapat ditampung di lokasi lahan baru.

“Jadi, kalau belum ada lahan baru, akan menjadi masalah baru juga ke depannya. Makanya, kita berharap lahan baru sudah perlu dicari dari sekarang, agar masalah sampah di Kota Medan dapat teratasi,” sebut Pahala.

Sementara itu, Camat Medan Marelan, T Chairuniza mengatakan, pihaknya belum menerima penjelasan mengenai adanya revitalisasi dan perluasan lahan di TPA Terjun.   “Sejauh ini belum kita terima, biasanya, kalau ada program dari dinas ke wilayah kita, jarang diberi tahu ke kita. Kalau pun ada, sifatnya mendadak. Walaupun begitu, kita bersyukur pelaksanaan revitalisasi itu terlaksana agar sampah di Kota Medan dapat teratasi,” kata Camat akrab disapa Yudi ini. (fac/ila)

 

 

Parkir Sembarangan, Mobil Digembosi

Petugas Dishub Medan bersama kepolisian menertibkan kendaraan yang parkir liar di Jalan Sei Batanghari, akhir pekan lalu. (IST)
Petugas Dishub Medan bersama kepolisian menertibkan kendaraan yang parkir liar di Jalan Sei Batanghari, akhir pekan lalu. (IST)

SUMUTPOS.CO – Para pemilik mobil yang memarkirkan kendaraannya sembarangan di Jalan Sei Batanghari, langsung dibuat panik. Ini saat petugas Dinas Perhubungan Kota Medan bekerja sama dengan Satlantas Polrestabes Medan menggembosi mobil mereka, akhir pekan lalu. Penertiban yang dilakukan dengan menggembosi ban mobil lantaran parkir sembarangan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Renward Parapat mengatakan, penertiban ini merupakan lanjutan dari penertiban yang telah dilakukan selama ini. Sebab, Jalan Sei Batanghari terutama di depan RS Bunda Thamrin dan kawasan Titi Bobrok selalu menjadi biang kemacetan.

“Tindakan tegas ini dilakukan untuk memberi efek jera kepada pemilik mobil. Sebab, mereka dengan seenaknya memarkirkan mobil di lokasi yang bukan tempat untuk parkir. Padahal, sudah jelas-jelas berdiri rambu larangan parkir,” kata Renward.

Menurutnya, meski telah dilakukan beberapa kali penertiban namun kemacetan tetap sulit terurai. Hal ini disebabkan pengemudi mobil tetap parkir sembarangan kembali.

“Dari beberapa kali penertiban yang telah kita lakukan di ruas jalan ini tampaknya belum memberikan efek jera kepada pemilik mobil.  Selama ini penindakan yang kita lakukan berupa penilangan dan penggembokan. Semoga dengan penggembosan yang kita lakukan, maka pemilik mobil dapat jera,” ujar Renward.

Diutarakan dia, selama ini ruas Jalan Sei Batanghari terutama pada jam-jam sibuk seringkali terjadi kemacetan arus lalu lintas dan bahkan hingga malam hari. Kondisi itu terjadi karena pemilik mobil parkir sembarangan di bahu jalan.

“Selain parkir 45 derajat, mereka juga parkir berlapis mengikuti kemauan juru parkir yang mengejar setoran. Tentunya, ini memicu terjadinya kemacetan sehingga sangat mengganggu kenyamanan masyarakat pengguna jalan,” tuturnya.

Kata Renward, diimbau kepada seluruh pemilik maupun pengemudi mobil agar tidak parkir sembarangan dan mematuhi rambu larangan parkir. Selain itu, tidak mengikuti saja kemauan para jukir. Sebab, dampak yang ditimbulkan akibat parkir sembarangan ini sangat berimbas dengan orang banyak.

Birokrasi Berbelit, Banyak Warga Enggan Daftar BPJS

Seorang ibu beserta anakmya keluar dari kantor BPJS Kesehatan Medan di Jalan Karya Medan, beberapa waktu lalu.
Seorang ibu beserta anakmya keluar dari kantor BPJS Kesehatan Medan di Jalan Karya Medan, beberapa waktu lalu.

SUMUTPOS.CO – Warga Kota Medan belum semuanya tercover BPJS Kesehatan. Ini karena berbelit-belitnya birokrasi dan lambatnya massa aktif peserta BPJS Kesehatan pascapendaftaran. Pandangan ini disampaikan Anggota DPRD Medan Komisi B, Irsal Fikri. “Perlu adanya evaluasi birokrasi di BPJS Kesehatan. Itu satu hal yang selalu saya dengar setiap kali saya reses.  Jadi itu yang sudah kami ajukan ke BPJS Kesehatan di tingkat pusat agar memangkas massa aktif kepesertaan. Hal ini menjadi salahsatu faktor kenapa masih ada warga yang tidak mau mendaftar,” ungkapnya, Minggu (15/4).

Menurutnya, massa aktif 14 hari pasca pendaftaran kepesertaan dirasa terlalu lama. Lamanya masa aktif itu sangat mempengaruhi  niat warga untuk mendaftar.

“Penyakit itu kan kita tidak tahu kapan datangnya, kalau menunggu dua pekan lagi baru bisa digunakan BPJS Kesehatannya kan tidak cocok. Ada satu kasus pernah saya temui, salahseorang peserta dari sakit hingga meninggal dunia, BPJS nya tidak bisa digunakan,” paparnya.

Masalah kedua, lanjutnya, adalah birokrasi dalam mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan. Aturan baru yang mengharuskan pendaftaran seluruh anggota dalam Kartu Keluarga (KK), menjadi faktor kedua yang menyebabkan banyak warga tak mampu enggan mendaftar.

“Masalah ini banyak saya jumpai di daerah pesisir. Di sana, nelayan miskin yang mungkin dalam satu KK itu ada enam atau tujuh anggota keluarga ketika dia mendaftar diharuskan seluruh anggota keluarga ikut, ini yang sangat memberatkan mereka. Kebanyakan mereka hanya mampu mendaftar dua orang saja. Tapi dengan peraturan baru yang dua tahun belakangan ini, mengharuskan satu KK ikut mendaftar, itu yang mereka tidak mampu,” terangnya.

Begitupun, saat ini BPJS Kesehatan cabang Kota Medan sudah mulai melakukan sosialisasi ke tengah masyarakat. Menurut Irsal, mitra kerja mereka itu sudah mulai aktif turun ke kecamatan-kecamatan untuk mengajak warga mendaftarkan kepesertaan mereka di BPJS Kesehatan.

Kata Dia, Komisi B DPRD Medan kemarin coba memasukkan anggaran Peserta Bebas Iuran (PBI) BPJS Kesehatan ke RAPBD Kota Medan 2018. “Tujuannya  untuk mengakomodir masyarakat miskin Kota Medan yang tidak mampu. Artinya masih banyak warga yang belum mendaftar BPJS Kesehatan,” pungkasnya.

Sementara itu, BPJS Kesehatan  cabang Medan mencatat di tahun 2018 ada peningkatan warga yang menjadi peserta. Bahkan, peningkatan kepesertaan itu nyaris mencakup seluruh warga Kota Medan. Diketahui  ada 2.266.968 warga yang telah menjadi peserta.

Dari data yang dimiliki BPJS Kesehatan cabang Medan, tahun ini rumahsakit yang terdaftar sebagai provider BPJS Kesehatan juga bertambah. Ada 49 rumahsakit di Medan yang menjadi provider bertambah dua rumahsakit dari sebelumnya 47.

Dua rumahsakit baru yang masuk menjadi provider yakni Rumahsakit Sari Mutiara di Jalan Kapten Muslim dan Rumahsakit Martha Friska Multatuli.  (dvs/ila)

Pendaftaran Lelang Jabatan Eselon II Pemprovsu Hingga 27 April

Anggota Pansel Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemprovsu, Muhyan Tambuse.
Anggota Pansel Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemprovsu, Muhyan Tambuse.

SUMUTPOS.CO – Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama telah menyusun agenda dan jadwal lelang jabatan eselon II pada lima organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprovsu. Setelah diumumkan secara di website resmi Pemprovsu, Pansel telah membuka pendaftaran mulai 13 April sampai 27 April 2018.

Anggota Pansel Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemprovsu, Muhyan Tambuse mengatakan, untuk seleksi tahap pertama atau administrasi akan dilakukan 30 April mendatang. Di tahap ini sekretariat pansel akan melakukan verifikasi data peserta dan melaporkannya kepada Pansel untuk dinyatakan memenuhi syarat atau tidak. “Peserta yang memenuhi syarat administrasi berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya,” ujar dia kepada Sumut Pos, Minggu (15/4).

Pengumuman hasil seleksi administrasi sendiri akan dilakukan 2 Mei 2018. Selanjutnya peserta yang lolos akan mengikuti tes psikometri selama dua hari (3-4 Mei). Lalu peserta yang lolos di tahap itu berhak mengikuti seleksi ketiga yakni penulisan makalah tematis dan wawancara. “Pengumuman tahap dua pada 9 Mei. Sedangkan tes tahap ketiga dilakukan pada 14-16 Mei. Informasi secara lengkap bisa dilihat melalui website resmi Pemprovsu,” paparnya.

Seleksi ini dapat diikuti seluruh pegawai negeri sipil Pemprovsu dan pemkab/pemko se-Sumut yang memenuhi persyaratan yang ditentukan, (persyaratan lihat grafis). Adapun jabatan eselon II yang akan diisi melalui seleksi ini yaitu; kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu.”Seleksi ini sebelumnya telah mendapat persetujuan dari Komisi ASN dan Menteri Dalam Negeri,” kata mantan Sekdaprovsu ini.

Saat disinggung soal progres lelang jabatan terbuka Sekdaprovsu, Muhyan mengaku belum tahu dan belum mendapat perkembangan terbaru. “Kalau soal itu belum. Kan sudah di TPA (Tim Penilai Akhir). Berkasnya sudah disampaikan oleh Gubsu,” katanya.

Pun mengenai waktu penentuan Sekdaprov yang baru, dirinya tak dapat memberi jawaban konkret. “Itu kewenangan TPA yang dibawahi Wapres. Tugas kami sudah selesai sampai penyerahan nilai kelima peserta kemarin,” katanya.

Plt Sekdaprovsu Ibnu S Utomo sebelumnya juga mengaku bahwa soal waktu penentuan Sekdaprovsu yang baru tergantung proses TPA. Untuk selanjutnya TPA yang akan menilai dan memberikan rekomendasi ke Presiden agar ditentukan satu nama calon. Menurutnya, akan ada proses lagi oleh TPA terhadap tiga nama calon Sekda dengan ranking dan nilai tertinggi.

Diketahui, Arsyad Lubis, Hj Sabrina dan Sarmadan Hasibuan tampaknya akan bersaing ketat memperebutkan kursiSekdaprovsu. Ketiganya menjadi ranking tertinggi berdasarkan hasil Tim Pansel Arsyad mendapat nilai total penilaian pansel dengan skor 92,94. Hj Sabrina 91,44, dan Sarmadan Hasibuan mendapat skor 86,35. Menyusul di posisi keempat HM Fitriyus dengan skor 82,14 dan Binsar Situmorang 79,43. (prn/ila)

Drainase Jalan AR Hakim Medan Penuh Sampah

Anggota DPRD Kota Medan Hendra DS (kiri) mengecek langsung drainase yang dikeluhkan karena dipenuhi sampah.
Anggota DPRD Kota Medan Hendra DS (kiri) mengecek langsung drainase yang dikeluhkan karena dipenuhi sampah.

SUMUTPOS.CO – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan diminta segera melakukan pengorekan drainase di sepanjang Jalan Arief Rahman (AR) Hakim. Sebab, mulai dari Gang Langgar hingga ke Simpang Jalan Bromo, kondisi drainasenya cukup parah. Ini lantaran mengalami pendangkalan karena banyak tumpukan sampah serta mengalami sendimentasi. Akibatnya, warga yang tinggal di Lingkungan VI, Tegal Sari III, Medan Area, kerap dilanda banjir bila turun hujan.

Anggota DPRD Kota Medan Hendra DS menuturkan, kondisi tersebut harus segera disikapi oleh Dinas PU dengan menurunkan alat beratnya. Dengan begitu, warga yang tinggal di sana dapat terbebas dari genangan air.

“Masalah drainase dan infrastruktur masih harus menjadi fokus pembangunan Pemko Medan di tahun 2018. Kalau sudah tergenang, aktivitas apapun akan terganggu dilakukan. Bahkan, genangan air itu akan mengundang penyakit,” ungkap Anggota DPRD Kota Medan Hendra DS baru-baru ini.

Diutarakan Hendra DS, wajar saja wilayah Lingkungan VI Tegal Sari III selalu menjadi langganan genangan air ketika hujan turun. Hal ini mengingat rongga untuk aliran air di drainase tersebut hanya berjarak hitungan centimeter dengan penutup.

“Aliran air tidak lancar, sehingga meluap dan menggenangi jalanan. Kalau sudah begitu, pastinya akan mengganggu arus lalu lintas di wilayah tersebut. Bukan itu saja, kondisi aspal juga akan rusak,” tutur Wakil Ketua Fraksi Partai Hanura ini.

Hendra mengaku, sebelumnya bersama kepala lingkungan (kepling) setempat, Erwin telah meninjau kondisi drainase. Hasil pengamatan, terlihat kondisinya tertimbun sampah yang hanya berjarak hitungan centimeter dari penutup drainase sehingga air sulit mengalir. “Kalau begini kondisinya jangankan hujan lama dan lebat, hujan sebentar saja sudah tergenang. Untuk itu, akan segera menindaklanjuti persoalan ini ke instansi terkait,” katanya.

Sementara, Kepling V, Erwin mengharapkan agar persoalan yang dialami warga yang tinggal di kawasannya dapat segera diatasi. “Tolonglah Dinas PU agar segera melakukan pengorekan. Terus terang, ini menjadi masalah tahunan bagi kami dan tidak selesai-selesai,” cetus Erwin. (ris/ila)