Home Blog Page 6442

Shinta Bachir Pernah Ingin Mati

JAKARTA, SUMUTPOS.CO -Shinta Bachir mengaku sempat kalut karena banyak masalah yang sedang dia hadapi, termasuk persoalan rumah tangganya.

Bahkan, Shinta pernah berusaha untuk mengakhiri hidupnya lantaran sudah merasa tak kuat menopang beban hidupnya.

“Saya teriak-teriak, pengin mati pengin mati, rasanya memang sudah nggak kuat banget,” ujar Shinta belum lama ini.

Saat itu, Shinta benar-benar membutuhkan teman curhat untuk meringankan bebannya. Namun, tak satupun orang yang bisa dijadikan tempat untuk berkeluh kesah tentang permasalahannya.

Semua orang kata Shinta, seolah menjauh dari dirinya.

“Kadang saya pengin ada orang yang temenin saya aja, tanpa saya harus cerita apapun, tapi itu gak ada, saya mau cerita soal masalah rumah tangga, tapi gak ada yang bisa diceritain. Mau cerita ke ibu saya, tapi saya khawatir kesehatannya,” beber dia.

Beruntung, niat Shinta untuk bunuh diri urung dia lakukan.

“Tapi Allah sadarkan saya, saya di saat itu sangat hancur banget makanya rasanya udah pengin mati aja,” ungkapnya.(chi/jpnn)

 

Yulia Mochamad: Saya Bukan Pelakor

JAKARTA, SUMUTPOS.CO -Nama Yulia Mochamad mendadak terkenal usai dikabarkan menjadi istri ketiga Opick.

Tudingan pelakor alias perebut laki orang pun disematkan warganet pada Yulia Mochamad.

Gerah dengan tudingan itu, Yulia Mochamad meminta semua orang berhenti menyebutnya sebagai pelakor maupun perusak rumah tangga Opick dengan Dian Rositaningrum.

Wanita berhijab ini memastikan perceraian Opick dan Dian bukan bukan karena dirinya.

Seperti yang terlihat pada unggahan pemilik nama asli Enny Yuliastini Mochamad ini di Instagram, Kamis (12/4).

Dalam tulisannya, ibu dua anak ini merinci awal perkenalan dengan Opick.

Dia mengaku mengenal penyanyi religi itu di akhir tahun 2017. Saat berkenalan, Opick sudah tak lagi serumah dengan Dian.

“Yg sy tau saat ini mereka hanya melegalitaskan perceraian mereka di mata hukum. Dan alasan mereka bercerai jg bukan karna saya. Jadi tolong stop bilang saya pelakor karna sya tdk pernah merusak rumah tangga mereka berdua,” tulis Yulia.

Kader Partai Gerindra ini berani membuktikan bila dia bukan lah perusak rumah tangga.

“Untuk lebih menguatkan pernyataan saya ini bisa anda tanyakan langsung kepada penghuni rumah mas Opick!!! Thnks,” tukas Yulia Mochamad.(mg7/jpnn)

 

Jupiter Fortissimo Jualan di Penjara

JAKARTA, SUMUTPOS.CO -Aktor Jupiter Fortissimo rupanya masih bisa mencari nafkah selama di dalam penjara.

Menurut mantan kuasa hukum Jupiter Fortissimo, Fransisca Indrasari, bapak satu anak itu menitipkan bisnis online ke temannya.

“Dia masih tetap mencari nafkah untuk keluarganya. Melalui teman-temannya, dia titip jualan online gitu,” kata Fransisca saat dihubungi awak media, Kamis (12/4).

Lanjut Fransisca, Jupiter Fortissimo itu berjualan parfum dan obat penirus.

“Memang dia mengandalkan jualan online. Waktu itu penirus muka, alat untuk tiruskan muka. Sempat jualan parfum juga dititip ke teman-temannya,” jelasnya.

Kondisi keuangan Jupiter, lanjut Fransisca, semakin berantakan sejak ditahan karena kasus kasus narkoba.

“Dia kan tulang punggung keluarga. Apalagi dia membiayai ibunya, anaknya dan adiknya,” ujarnya.

Saat menjenguk Jupiter beberapa bulan lalu, Fransisca mengaku sangat tertekan hidup di dalam penjara. (mg7/jpnn)

 

Ariel Noah ‘Garap’ Syahrini

JAKARTA, SUMUTPOS.CO -Penyanyisensasional Syahrini kembali membuat heboh warganet dengan postingan videonya di akun Instagram pribadinya.

Dalam video tersebut, Syahrini terlihat sedang bersama Ariel Noah.

Syahrini terlihat mengenakan busana berwarna putih dengan rambut digerai dan sedang membelakangi Ariel Noah.

Mengenakan jaket jeans dan membawa gitar, Ariel Noah terlihat memegang cangkir berisi minuman.

“On Set Life #AnotherTvc,” tulis Syahrini pada Rabu (11/4).

Entah apa yang sedang dikerjakan dua musisi Indonesia ini. Warganet pun dibuat penasaran dengan kebersamaan keduanya.

Mereka menyebut Syahrini dan Ariel sebagai pasangan yang cocok.

“Waahhhh gmn yaa klo mas ariel sama teh syahrini.. cocok dehh kanyaknyaa,” ungkap akun ardila_lha.

“Cocok sama ariel,…duet jodoh…aaamiiiin,” ucap akun sepria_trismon_18.

“Siganteng sma sicantik cocok bgt.. Bor @ariel_inst,” sambung akun ayid_inst. (mg7/jpnn)

 

PSMS Tak Ubah Komposisi

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Gelandang PSMS Dishold Sharofetdinov membawa bola saat bersua Persija Jakarta di Stadion Teladan, belum lama ini.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Gelandang PSMS Dishold Sharofetdinov membawa bola saat bersua Persija Jakarta di Stadion Teladan, belum lama ini.

SUMUTPOS.CO – PSMS akan bertolak menuju Magelang untuk melakoni laga away kontra PSIS Semarang di Stadion Moch Soebroto, Magelang. Legimin Raharjo dkk akan berangkat Jumat (13/4) pagi dengan berkekuatan 18 pemain.

Pada latihan terakhir di Medan, Kamis (12/4), asisten pelatih, Muhammad Yusuf Prasetyo terlihat menggeber skuadnya dengan latihan strategi yang dipersiapkan untuk membendung PSIS Semarang.

PSMS terlihat akan mempertahankankan the winning team saat menghadapi Persija Jakarta. Seperti di sektor bek kiri, Firza Andika kembali akan dipilih di sektor full back kiri dibanding seniornya Gusti Sandria. “Kurang lebih sama pemainnya dengan menghadapi Persija. Sepertinya tidak ada perubahan. Tapi apapun bisa terjadi karena masih ada tiga hari. Semua dalam kondisi kondusif,” kata Yusuf.

Pria yang akrab disapa Yoyok ini mengatakan pemilihan pemain berdasarkan keputusan dari pelatih Djadjang Nurdjaman yang saat ini sedang mengikuti kursus AFC Pro. “Alasan kenapa Gusti atau pemain lain tidak dibawa itu berdasarkan kesepakatan pelatih, terutama headcoach. Para pemain yang dibawa ini bukan karena alasan apa-apa, lebih kepada lawannya siapa dan strateginya seperti apa,” jelasnya.

Dengan kekuatan yang ada, plus performa yang meningkat di laga terakhir, tak ada alasan bagi Yoyok untuk tidak menargetkan poin penuh. Meskipun harus bermain di kandang lawan.

“Target tiga poin, enggak ada cerita. Enggak target satu poin. Kenapa kita percaya diri, karena siapapun lawan di Liga 1 sama-sama kuat. Jadi kalau saya bilang cuma butuh seri pasti semangat pemain berubah. Dan ketika saya bilang seri dan di satu menit terakhir, misalkan dalam keadaan 0-0 bisa saja kalah. Apapun saya harus bilang dari awal tiga poin. Headcoach (Djajang Nurjaman) juga mengatakan kita dapat tiga poin,” bebernya.

Kekalahan Persebaya di kandang sendiri dari Barito Putera menurut Yoyok menjadi gambaran jika tidak ada yang tidak mungkin untuk meraih poin di kandang lawan. “Iya bukan tidak mungkin untuk menang di kandang mereka memang walaupun motivasi mereka juga tinggi,” bebernya.

Tanpa Abdul Rohim yang cedera, PSMS juga kemungkinan mengandalkan Dhika Bhayangkara. Dhika pun siap meningkatkan performa saat bersua PSIS. “Sejauh ini PSIS saya tidak banyak tahu soal mereka. Tapi melihat permainan mereka, kolektif secara tim dan apalagi main di kandang menjadi motivasi mereka,” katanya.

Dhika juga mengaku kehilangan Rohim meski otomatis posisinya menjadi kiper utama tidak tergoyahkan. “Pasti kehilangan karena dia mitra kerja. Sebenarnya beban sih ada,” bebernya. (don)

Mitra Kukar v Madura United: Tekad Bangkit

Fernando Rodriguez Ortega.
Fernando Rodriguez Ortega.

SUMUTPOS.CO – Mitra Kukar bertekad bangkit setelah meraih hasil yang kurang memuaskan pada tiga pertandingan awal Liga 1 2018. Namun, tekad mereka bakal tidak mudah dilalui. Skuad Naga Mekes harus bekerja ekstra keras pada laga pekan keemapt ini karena bakal berhadapan dengan tim tangguh Madura United.

Kondisi Mitra Kukar dan Madura United memang berbeda hampir 180 derajat. Mitra Kukar berada di dasar klasemen dengan koleksi satu poin. Bayu Pradana dan kawan-kawan belum pernah menang dalam tiga pertandingan terakhir.

Sementara Madura United tengah bercokol di papan atas. Klub berjuluk Laskar Sape Kerrab ini menghuni peringkat ketiga dengan perolehan 6 poin. Mereka juga sukses mengalahkan dua tim tangguh Barito Putera dan Sriwijaya FC dalam laga-laga sebelumnya.

Pelatih Mitra Kukar Rafael Berges Marin mengatakan, wajib hukumnya bagi timnya untuk mengalahkan Madura United Jumat (13/4) besok malam. Kemenangan akan mendongkrak semangat skuad Naga Mekes untuk menjalani laga-laga pekan berikutnya dengan lebih baik.

“Saya respek kepada Madura United. Namun kami butuh untuk memenangkan game ini,” ucap Marin, Kamis (12/4) siang.

Marin menambahkan, pertandingan lawan Madura United harus menjadi tonggak kebangkitan skuadnya setelah meraih tiga hasil kurang memuaskan secara beruntun. Oleh karena itu, seluruh pasukan Mitra Kukar harus bekerja keras, serius, dan fokus.

“Ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Kami punya kemampuan untuk memenangkan pertandingan. Saya percaya diri dengan kemampuan pemain saya. Kami harus bermain dengan 100 persen dengan mental yang bagus,” katanya.

Sementara itu Madura United harus tampil tanpa Zah Rahan. Pasalnya, Zah Rahan harus mengurus perpanjangan visanya. “Ini kewajiban bagi pemain asing. Harus dijalani,” kata manajer Madura United Haruna Soemitro, Rabu (11/4).

Kehilangan Zah Rahan tentu sangat merugikan bagi Madura United. Selama ini, Zah memang selalu turun 90 menit dalam tiga laga awal Liga 1 2018. Bahkan, Zah mampu mencetak gol kala Madura United menekuk Sriwijaya FC dengan skor 3-0 pada 7 April lalu. (saf/jpc/don)

Perkiraan line Up:
Mitra Kukar (4-2-3-1): (1)-Yoon Jjae-hoon (g); 3-Wiganda Pradika, 44-Mauricio Leal, 27-Dedi Gunawan, 24-Roni Rosadi; 13-Bayu Pradana, 8-Danny Gutrie; 15-Hendra Bayauw, 21-Anindito, 29-Septian David; 9-Fernando Rodriguez
Pelatih: Rafael Berges Marin

Madura United (4-3-3): 88-Satria Tama (g); 32-Beny Wahyudi, 15-Fabiano Beltrame, 26-Fachrudin Aryanto, 86-Alfath Fatier; 9-Raphael Maitimo, 10-Slamet Nur Cahyo, 4-Asep Berlian; 11-Greg Nwokolo, 22-Alberto Antonio, 29-Zah Rahan Krangar
Pelatih: Milomir Seslija

Bank Sumut ke Delapan Besar Nasional

Skuad Bank Sumut jelang bertanding di Liga Pekerja Indonesia di Batam.
Skuad Bank Sumut jelang bertanding di Liga Pekerja Indonesia di Batam.

BATAM, SUMUTPOS.CO – Bank Sumatera Utara (Sumut) berhasil menjadi yang terbaik dalam gelaran Liga Pekerja Indonesia (Lipesia) regional Sumatera I Grup A setelah dalam pertandigan terakhir berhasil menang telak atas PT Epson dengan skor 4-0. Kemenangan dalam.laga melawan PT Epson yang digelar di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Kamis (12/4), memastikan Bank Sumut mengunci gelar juara dengan raihan poin maksimal, yakni 9.

Dalam laga terakhir ini sejatinya Bank sumut hanya membutuhkan hasil seri untuk bisa melaju ke babak delapan besar nasional yang akan digelar di Jakarta akhir April ini. Sebelumya Bank Sumut telah meraup 6 poin hasil dari dua kemenangan atas PTPN V Riau dan atas PT KAI Sumbar. Dengan raihan enam poin, Bank Sumut punya peluang besar melaju ke babak selanjutnya.

Di babak pertama kedua tim mencoba menekan lawan. Tetapi permainan yang diperagakan kedua tim cenderung untuk berhati-hati dan mencoba mencari kelemahan pertahanan lawan. Skor baru berubah saat pertandingan memasuki menit ke 23. Yusfizal Muzzaki sukses mencetak gol usai melewati dua pemain belakang Epson dan tanpa ragu-ragu menceploskan bola ke gawang. Skor berubah menjadi 0-1 untuk Bank Sumut.

Peluang emas Epson terjadi di penghujung babak pertama. Umpan terobosan M Shulkan mampu dijangkau Supriadi dan lolos dari perangkap offside. Sayang tendangannya masih melambung ke atas mistar gawang. Kedudukan belum berubah 0-1 untuk Bank Sumut.

Memasuki babak kedua, Bank Sumut kian gencar menekan lini belakang Epson. Sementara bernafsu untuk menyamakan kedudukan membuat Epson bermain terbuka.

Kesempatan ini tak disia-siakan oleh Bank Sumut. Melalui assist Yufrizal Muzakki, Arif Budiman sukses memperbesar keunggulan Bank Sumut di menit ke-47. Skor berubah menjadi 0-2 untuk Bank Sumut.

Lagi, Polres Binjai Diduga Tangkap Lepas Pengedar Sabu

DIAMANKAN: DI dan PR saat diamankan di Kantor BNNK Binjai, beberapa waktu lalu.
DIAMANKAN: DI dan PR saat diamankan di Kantor BNNK Binjai, beberapa waktu lalu.

BINJAI, SUMUTPOS.CO -Polres Binjai kembali diduga kembali melakukan tangkap lepas terhadap pemakai sabu. Namun, kali ini agaknya Polres berkordinasi dengan dengan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Binjai.

Kedua tersangka yang sebelumnya diamankan berinisial DI (30) warga Binjai Kota dan PR (28) warga Binjai Selatan.

DI ditangkap tim gabungan BNNK dan Reserse Brimob di salah satu hotel kelas melati di Jalan Soekarno-Hatta Km 18, Kelurahan Sumbermulyo Rejo, Binjai Timur, Kamis (6/4) dini hari lalu.

Dari tangan DI, diamankan 1 paket kecil plastik klip transparan berisikan sabu. Dari keterangan DI, petugas melakukan pengembangan dan menangkap PR di seputaran Lapangan Merdeka Binjai.

Sebelum diserahkan ke Mapolres Binjai, kedua tersangka sempat diamankan di kantor BNNK Binjai. Namun kini keduanya sudah bisa menghirup udara segar.

Belakangan berhembus kabar, DI diduga merupakan pemberi informasi akurat kepada polisi. Polisi biasa menyebutnya ‘Rusa’ atau kibus.

Kuat dugaan, BNNK dan Polres Binjai sudah melakukan kordinasi terkait penangguhan kedua tersangka.

Kepala BNNK Binjai, AKBP Safwan Khayat ketika dikonfirmasi mengaku tengah mengikuti rapat di Mapolda Sumut.

“Saya lagi ada rapat,” jelasnya dari sambungan telepon selular, Kamis (12/4) siang.

Konfirmasi nyaris senada juga diucapkan Kasat Res Narkoba Polres Binjai, AKP Selamat Riadi Tambunan. Mantan Kasat Res Narkoba Polres Pakpak Bharat itu selama 2 hari belakangan sibuk mengikuti Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Serse di Mapolda Sumut.

Menurut Selamat, kejadian yang ditanya wartawan tak diketahuinya. “Silahkan konfirmasi ke BNN Binjai. Begitupun, saya akan cek ke anggota juga,” tandasnya. (ted/ala)

 

 

Mujianto Segera Berstatus DPO

Mujianto alias Anam.
Mujianto alias Anam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Polda Sumut telah melayangkan surat panggilan ketiga (paksa) kepada Mujianto alias Anam (63). Namun dalam panggilan itu, tersangka kasus dugaan penipuan tersebut kembali mangkir dipanggil penyidik.

“Kita sudah layangkan surat perintah untuk membawa terhadap Mujianto seminggu lalu. Tapi yang bersangkutan tidak hadir,” ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Kamis (12/4).

Katanya dalam pemanggilan itu, penyidik ingin memintai keterangan dan barang bukti. Namun diketahui, yang bersangkutan saat ini sedang berada di luar negeri.

“Ada keterangan dan barang bukti yang mau diambil dari Mujianto. Tapi yang bersangkutan ternyata di luar negeri,” bebernya.

Jika hingga waktu ditenggat tersangka Mujianto tidak hadir menemui penyidik, maka Polda Sumut akan menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadapnya.

“Dalam Minggu ini jika dia (Mujianto) tidak hadir juga, maka Polda akan menerbitkan DPO,” tegasnya.

Sebelumnya, Polda Sumut telah melayangkan panggilan kepada pengusaha real estate terkemuka di Medan itu pada Senin (2/4) lalu. Namun, sampai Rabu (4/4) yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan.

“Upaya paksa akan kita lakukan, itu diatur undang-undang,” kata AKBP MP Nainggolan, Kamis (5/4) lalu.

Diketahui, Mujianto jadi tersangka setelah dilaporkan Armen Lubis (60) dalam kasus dugaan penipuan. Pengaduan Armen diterima dengan nomor STTLP/509/IV/2017 SPKT “II” tertanggal 28 April 2017. Kerugian korban sebesar Rp3,5 milliar.

Kasus penipuan itu berawal dari ajakan kerjasama melalui staf Mujianto, Rosihan Anwar. Rosihan mengajak Armen untuk melakukan bisnis penimbunan lahan seluas 1 hektare (Ha) atau setara 28.905 M3 di Kampung Salam Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan, sekitar Juli 2014 lalu.

Namun, setelah proyek penimbunan selesai, Mujianto tidak menepati janjinya untuk membayar hasil pengerjaan kepada Armen Lubis. Merasa ditipu, korban membuat pengaduan ke Polda Sumut.

Selain Mujianto, penyidik Subdit II/Hardatahbang Ditreskrimum Poldasu juga menangkap Rosihan Anwar. Keduanya sempat ditahan beberapa hari di rumah tahanan Mapoldasu, namun kemudian ditangguhkan. (mag-1/ala)

 

 

 

MUI Sasar Pedagang Ayam Potong

Foto: M IDRIS/Sumut Pos Direktur Utama PD Pasar Kota Medan Rusdi Sinuraya bersama Ketua MUI Kota Medan Prof M Hatta menandatangani kerja sama, dalam rangka menjamin kehalalan produk-produk di pasar tradisional, Kamis (12/4/).
Foto: M IDRIS/Sumut Pos
Direktur Utama PD Pasar Kota Medan Rusdi Sinuraya bersama Ketua MUI Kota Medan Prof M Hatta menandatangani kerja sama, dalam rangka menjamin kehalalan produk-produk di pasar tradisional, Kamis (12/4/).

SUMUTPOS.CO – Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan menandatangani perjanjian kerja sama di kantor PD Pasar, Kamis (12/4). Kerja sama yang dilakukan dalam rangka menjamin masyarakat di Medan khususnya umat muslim, ketika berbelanja kebutuhan di pasar-pasar tradisional.

Ketua MUI Kota Medan Prof Dr M Hatta mengatakan, melalui kerja sama ini, pihaknya ingin melakukan proteksi atau perlindungan kepada umat Islam untuk mengkonsumsi produk-produk yang halal. Dengan begitu, diharapkan dapat membangun situasi dan kemudian memasarkan produk-produk yang halalan tayyiban. Halal secara hukum Islam dan juga penggunaannya tidak merusak kesehatan serta hal lainnya.

“Banyak produk-produk yang dijual saat ini masih diragukan kehalalannya karena terkontaminasi lemak babi, sehingga ini menjadi perhatian kami. Untuk itu, tugas kami menjamin kehalalan suatu produk kebutuhan hidup seperti pangan, obat-obatan, kosmetika dan lainnya yang beredar di pasar tradisional,” ungkap Hatta.

Hatta mengatakan, mulai hari Senin nanti (16/4) akan menurunkan tim ke beberapa pasar tradisional di Medan untuk melakukan penyuluhan kepada para pedagang yang berjualan. Tahap pertama, diberi penyuluhan kepada pedagang ayam bagaimana cara penyembelihan yang benar dalam hukum Islam. Selanjutnya, dari situ akan dibentuk tim bersama dengan PD Pasar sesuai bidang-bidang yang ada.

“Pemberlakuan halal terhadap produk-produk yang dikonsumsi masyarakat sangat penting dan hal ini berdasarkan Undang Undang Nomor 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal. Apalagi, di Medan mayoritas penduduknya beragama Islam. Apabila sudah dijamin kehalalannya atau bahkan sudah disertifikasi, maka konsumen tidak akan ragu lagi untuk menkonsumsi,” paparnya.