Home Blog Page 6448

DPRD Sumut Janji Perjuangkan Masjid Amal Silaturahim

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Suasan Masjid Amal Silaturahim. Masjid ini akan dipindahkan Perum Perumnas.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Suasan Masjid Amal Silaturahim. Masjid ini akan dipindahkan Perum Perumnas.

SUMUTPOS.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut) meminta agar pihak Perum Perumnas tidak memindahkan (mengganti) Masjid Amal Silaturahim di Kecamatan Medan Area hingga ada keputusan konkrit dari Kementerian BUMN dan PUPR. Sebagai sikap terhadap pro dan kontra, wakil rakyat memilih memperjuangkan keberadaan rumah ibadah umat Islam itu.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Komisi A DPRD Sumut HM Nezar Djoeli sebagai rekomendasi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Perum Perumnas Proyek Sukaramai, Aliansi Penyelamat Masjid Amal Silaturahim (APMAS), Ormas Islam, Badan Wakaf Indonesia (BWI) Medan dan Sumut, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Medan dan Sumut, serta MUI Kota Medan dan Sumut, di Aula Gedung Dewan, Selasa (10/4).

“Kami mengagendakan untuk kunjungan konsultasi ke Kementerian terkait, didampingi APMAS, MUI Medan, BWI dan kenaziran. Biarkan kami berjuang mempertahankan masjid itu dulu ke Kementerian, jangan ada kegiatan penggusuran atau apapun itu,” kata Nezar.

Menurut Ketua APMAS Affan Lubis, dalam kasus ini, Perumnas telah melanggar dalam hal pembangunan rumah susun (rusun) di kawasan Sukaramai. Sebab walaupun secara hukum alas hak sebagai wakaf belum dapat diberikan, namun pihaknya berpegang kepda fatwa MUI yang menyebutkan sebuauh masjid yang didirikan secara langsung sudah sepantasnya berstatus wakaf.

“MUI sudah memfatwakan, walaupun tidak ada alas hak, tetapi ada masjid di atas tanah, maka statusnya wakaf. Adapun alasan masjid itu boleh dipindah, ada syaratnya. Pertama kebutuhan agama yang mendesak, tidak bisa difungsikan lagi sebagai fungsi wakaf atau ketiga jika ada kepentingan umum yang tidak melanggar syariah,” paparnya.

Ketua MUI Kota Medan H Mohd Hatta mengungkapkan, pada 5 April 2017 saat ground breaking pembangunan rumah susun di Sukaramai, Direktur Utama Perumnas Bambang Triwibowo dalam sambutannya mengatakan, masjid yang ada saat ini tidak akan dirubuhkan, tetapi justru akan dipercantik.“Jadi kita mendengar langsung bahwa Masjid Amal Silaturahim akan dipercantik. Ini disampaikan di hadapan kementerian yang hadir,” katanya.

Eramas Usung 4 Isu, Djoss Mengalir

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PASLON_Kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut yakni Edy Rahmayadi- Musa Rajeckshah (kanan) dan Djarot Saiful Hidayat- Sihar Sitorus (kiri) bergandengan tangan usai pencabutan nomor urut Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018 di Hotel Grand Mercure Medan, Selasa (13/2) Pasangan Djarot dan Sihar mendapat nomor urut 2 dan Pasangan Edi Rahmayadi dan Musa Rajeckshah mendapat nomor urut 1 dalam Pilgub Sumut 2018.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PASLON_Kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut yakni Edy Rahmayadi- Musa Rajeckshah (kanan) dan Djarot Saiful Hidayat- Sihar Sitorus (kiri) bergandengan tangan usai pencabutan nomor urut Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018 di Hotel Grand Mercure Medan, Selasa (13/2) Pasangan Djarot dan Sihar mendapat nomor urut 2 dan Pasangan Edi Rahmayadi dan Musa Rajeckshah mendapat nomor urut 1 dalam Pilgub Sumut 2018.

SUMUTPOS.CO – Debat Pilgubsu 2018 memang masih sebulan lagi digelar. Namun, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) sudah menyiapkan konsep secara matang. Tetapi lawannya, pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss), mengatakan tidak mempersiapkan konsep atau strategi khusus. Pasangan ini memilih mengalir apa adanya.

Wakil Ketua Tim Pemenangan Eramas, Irham Buana Nasution mengatakan, sejak awal Eramas sudah menyosialisasikan penekanan prioritas program kerja sesuai visi misi Edy-Ijeck bila memimpin Sumut sampai 2023 mendatang. Mulai dari kesehatan, pendidikan, kesejahteraan social, hingga sistem pelayanan publik.

“Fokusnya tentu kita akan sampaikan kepada masyarakat berkaitan empat isu besar tersebut. Kami harapkan, ada interaksi yang baik antara KPU, paslon dan narasumber (moderator). Dimana harus mampu me-elaborasi lebih dalam tujuan politik setiap paslon,” katanya kepada Sumut Pos, Selasa (10/4).

Selama berinteraksi dengan masyarakat, kata Irham, Edy-Ijeck senantiasa mengampanyekan empat isu besar dan krusial tersebut. Diharapkan saat debat kandidat digelar, keempat poin dimaksud mampu dielaborasi lebih jauh oleh KPU dan moderator, sehingga masyarakat secara konkrit dapat memahami tujuan dari program-program dimaksud. “Untuk jadwal acara debat ini kami sudah terima. Karena memang sesuai tahapan di Pilgubsu yang telah disampaikan KPU sebelumnya. Namun untuk tindak lanjutnya kami belum mendapat kabar,” pungkasnya.

Berbeda dengan Eramas, paslon Djoss tampak lebih kalem menyambut debat kandidat ini. Menurut Ketua Tim Kampanye Djoss, Jumiran Abdi, pihaknya lebih mengalir seperti air dimana tidak begitu ada persiapan khusus yang akan dilakukan. “Tidak ada ya (persiapan khusus). Kan dari awal kita sudah prediksi dan tahu bakal ada debat kandidat paslon. Jadi ya normal-normal saja,” katanya.

Ia mengatakan, tidak ada isu-isu strategis yang akan disiapkan saat debat nanti. Malah Djoss akan melihat seperti apa alur moderator membawakan acara terlebih dahulu. “Debat itukan tergantung pertanyaan-pertanyaan yang dibawakan moderator. Pada dasarnya kami akan mengalir saja seperti air. Gak harus ada catatan-catatan khusus,” katanya.

Umumnya, disebut Jumiran, sebelum terlontar jawaban dari paslon, moderator menyampaikan kisi-kisi pertanyaan terlebih dahulu. Atas dasar itu pihaknya tidak mau terlalu pusing memikirkan strategi maupun konsep debat. “Jadwalnya kita sudah tahu, tapi belum lagi ada komunikasi lebih lanjut. Biasanya kalau tempatnya sudah oke, kita akan dikonfirmasi,” pungkasnya.

Diketahui, ada tiga tahapan berdasarkan jadwal debat kandidat dari KPU Sumut pada Pilgubsu kali ini. Yakni pertama 3 Mei 2018, 5 Mei 2018 dan terakhir pada 19 Juni 2018. Debat kandidat tersebut rencanannya akan turut disiarkan secara langsung pada beberapa stasiun televisi.

Hari Ini, KPK Periksa 10 Anggota DPRD Sumut

Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman menunggu di lobi gedung KPK sebelum menjalani pemeriksaan, Senin (9/4).
Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman menunggu di lobi gedung KPK sebelum menjalani pemeriksaan, Senin (9/4).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi mengagendakan pemeriksaan terhadap wakil ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara periode 2014-2019, Parlinsyah Harahap. Dia akan diperiksa untuk tersangka Ferry Suando Tanuray Kaban (FST) dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi memberi/menerima hadiah terkait fungsi dan kewenangan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara periode 2009-2014 dan/atau 2014-2019. Dia diperiksa untuk tersangka Ferry Suando Tanuray Kaban (FST).

Selain Parlinsyah, KPK juga memanggil sepuluh orang anggota DPRD Sumut yakni Anggota DPRD Sumut periode 2014-2019. Mereka antara lain, H Syahrial Tambunan, Hartoyo, Lidiane Lase, Rony Reynaldo Situmorang, Jenny Riani Lucia Berutu, dan Muhri Fauzi Hafiz yang semuanya dari Fraksi Demokrat. Kemudian Wakil Ketua Fraksi Golkar Leonard Surungan Samosir dan anggota Fraksi Golkar Arota Lase, serta Wakil Sekretaris Fraksi PAN Aripay Tambunan. “Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk FST,” ungkap juru bicara KPK Febri Diansyah pada awak media, Selasa (10/4).

Sebelumnya, Senin (9/4), lembaga superbodi tersebut juga memanggil sejumlah saksi dari unsur kelengkapan dewan dan pemerintah daerah setempat. Total, ada 11 saksi yang diperiksa. Termasuk, Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman.

Usai pemeriksaan, Wagirin mengaku dimintai keterangan tentang hubunganya dengan 38 tersangka yang mayoritas merupakan anggota dewan aktif di DPRD Sumut saat ini. Terkait indikasi suap terhadap para legislatif tersebut, Wagirin mengaku tidak tahu menahu. ”Cuma ditanya, sama ini (tersangka) kenal nggak, itu saja pertanyaannya,” ungkap Wagirin.

Dia pun mengaku tidak mengetahui soal peran mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dalam suap pembahasan dan persetujuan APBD daerah setempat pada rentang waktu 2009-2014. Menurut dia, saat pembahasan itu bergulir, dirinya belum menjabat sebagai ketua dewan. ”Ketua DPRD kan baru satu tahun ini saya,” ujarnya.

Selain memeriksa Wagirin, KPK juga memeriksa saksi lain. Yaitu Kabag Perbendaharaan pada Biro Keuangan Setda Sumut Mhd Ilyas Hasibuan serta sembilan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 ; Indra Alamsyah, Basyir, Robi Agusman Harahap, Philips Perwira Juang Nehe, Zeira Salim R, Tigor Lumban T, Syah Afandin, dan M Hanafiah Harahap.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, para saksi tersebut dipanggil untuk mendalami dugaan aliran suap kepada 38 anggota dan mantan anggota dewan yang ditetapkan sebagai tersangka. Suap itu ditengarai berasal dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho yang telah divonis bersalah dalam kasus yang sama. ”Penyidik masih terus mendalami penerimaan-penerimaan yang diterima para anggota DPRD Sumut dari Gubernur Gatot Pujo Nugroho,” terang Febri. Dalam waktu dekat, KPK bakal kembali memeriksa para saksi untuk mengupas lapis demi lapis aliran dana suap tersebut. (tyo/jpg)

Gakkumdu ’Masuk Angin’

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS MENYAPA_JR Saragih menyapa simpatisan nya usai di periksa di Bawaslu Sumut Jalan Adam malik Medan, Senin (19/3) Dirinya diperiksa Gakkumdu terkait pemalsuan ijazah saat mendaftar menjadi calon gubernur sumut 2018.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
MENYAPA_JR Saragih menyapa simpatisan nya usai di periksa di Bawaslu Sumut Jalan Adam malik Medan, Senin (19/3) Dirinya diperiksa Gakkumdu terkait pemalsuan ijazah saat mendaftar menjadi calon gubernur sumut 2018.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kasus dugaan pemalsuan dokumen dalam pencalonan Gubernur Sumatera Utara dengan tersangka Jopinus Ramli (JR) Saragih tampaknya mulai ‘masuk angin’. Apalagi, Bawaslu dan Polda Sumut yang tergabung dalam Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Sumut sudah saling ‘lempar bola’. Bahkan, Koordinator Tim Gakkumdu Sumut, Herdi Munthe mengaku sudah putus komunikasi dengan Direktur Ditkrimum Polda Sumut Andi Rian.

“Sudah empat hari ini saya tidak berkomunikasi dengan Pak Dir Ditkrimum Polda Andi Rian,” kata Herdi saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (9/4).

Menurutnya, pemanggilan paksa terhadap tersangka JR Saragih dikeluarkan Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut. Sebab ranah tersebut sudah masuk pada administrasi penyidikan. “Tidak mesti ke kami (Bawaslu) lagi. Tapi sampai sekarang saya memng belum ada berhubungan dengan beliau (Andi Rian, Red) lagi. Coba ditanyakan langsung ke Pak Andi Rian,” kata Hedi yang mengaku masih berada di Jakarta karena ada sejumlah kegiatan.

Pun begitu, soal ancaman Kejatisu bakal mengembalikan berkas JR Saragih karena terlalu lama penyidik Gakkumdu melimpahkan berkas tahap kedua ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), Herdi kembali menyarankan agar menanyakannya ke Dir Ditkrimum Poldasu. “Untuk lebih jelasnya tanyakan ke Pak Andi Rian saja. Sebab beliau yang tekan berkas pelimpahannya, kemarin. Biasanya kalau sudah ada pemanggilan lanjutan, kita diinformasikan. Tapi sampai sekarang belum ada kontak lagi,” pungkas anggota Bawaslu Sumut ini.

Disdukcapil Tunggu Juklak Kemendagri

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PARMALIM_Sejumlah umat Parmalim seusai melaksanakan ibadah Marari di Bale Parsantian, Jalan Air Bersih Ujung Medan, Senin (9/4). Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa negara harus menjamin setiap penghayat kepercayaan dapat mengisi kolom agama dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), untuk mewujudkan tertib administrasi kependudukan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PARMALIM_Sejumlah umat Parmalim seusai melaksanakan ibadah Marari di Bale Parsantian, Jalan Air Bersih Ujung Medan, Senin (9/4). Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa negara harus menjamin setiap penghayat kepercayaan dapat mengisi kolom agama dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), untuk mewujudkan tertib administrasi kependudukan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kolom penghayat kepercayaan telah diakomodir Kemendagri di KTP Elektronik (KTP-El), namun belum ada petunjuk pelaksana terkait hal itu dari pusat ke daerah. Karenanya, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sumatera Utara dan Kota Medan mengaku masih menunggu arahan atau petunjuk dari Kemendagri.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadisdukcapil Sumut, Ahmad Zaki saat diwawancarai Sumut Pos, mengaku sudah mendengar kabar tentang diakomodirnya kolom penghayat kepercayaan di KTP. Namun ia tidak berani berkomentar banyak karena masih menunggu tindak lanjut dari pusat agar dalam penerapan aturan itu nantinya, tidak ada terkendala. “Lebih baik kita tunggu dululah juklak maupun juknisnya. Tidak baik sekarang kita berkomentar ini itu, takutnya nanti salah,” ujar Ahmad Zaki, Selasa (10/4).

“Bukannya saya tidak mau membalas konfirmasi wartawan mengenai hal ini dari kemarin. Cuma memang kita belum mendapat arahan atau surat resmi dari pusat (Kemendagri). Kita cuma gak mau melangkahi kewenangan pusat,” sambungnya.

Ia menambahkan, setiap aturan, program dan kebijakan pusat tentu akan ditindaklanjuti pihaknya. Terlebih soal program pembuatan kolom khusus di KTP kepada penghayat kepercayaan. “Apalagi kita ada mendengar kabar, bahwa ini (soal penghayat kepercayaan) masih dipersoalkan Majelis Ulama Indonesia. Masih ada tarik-menarik kepentingan juga di situ. Makanya kita tunggulah juklak dan juknis resminya dari pusat seperti apa. Sehingga untuk upaya dan langkah kedepan kita belum bisa komentari,” pungkasnya.

Real Madrid vs Juventus: Nyonya Tua Menentang Tradisi

Gonzalo Higuain bakal menjadi andalan Juventus mendobrak pertahanan Real Madrid di leg kedua Liga Champions, dini hari nanti.
Gonzalo Higuain bakal menjadi andalan Juventus mendobrak pertahanan Real Madrid di leg kedua Liga Champions, dini hari nanti.

MADRID, SUMUTPOS.CO – Statistik dan histori sama sekali tidak berpihak kepada Juventus pada leg kedua perempat final Liga Champions ini. UEFA mencatat, dari 49 tim yang kalah 0-3 di kandang pada leg pertama fase knock out, gagal lolos ketika menjalani laga tandang di leg kedua.

Dini hari nanti (12/4) di Stadion Santiago Bernabeu, Juventus akan mencoba mendobrak tradisi dengan menantang Real Madrid. Butuh lebih dari sekedar keberuntungan untuk bisa menang dengan margin empat gol atau lebih di kandang Real.

Bek Juventus Giorgio Chiellini dalam wawancara dengan Juventus TV kemarin (10/4) mengakui kalau Real ada di atas angin untuk lolos ketimbang timnya. Namun jargon: sepak bola bukan matematika atau semua masih bisa terjadi memberikan melipatkan motivasi Chiellini.

“Kami tak menangisi situasi yang terjadi dengan kami. Kami berangkat ke Madrid dengan gairah besar untuk bermain dengan bagus karena dalam sepak bola dan hidup kamu tak akan pernah tahu apa yang terjadi,” kata Chiellini.

Si Nyonya Tua -julukan Juventus- datang dengan selisih margin tiga gol usai kalah di Allianz Stadium pada leg pertama Rabu (4/4) lalu. Bukan itu saja, penyerang Paulo Dybala dan gelandang Rodrigo Bentacur absen karena akumulasi kartu kuning.

Lantas apa langkah Juventus agar bisa lolos ? Tuttosport menulis kalau Juventus menyerang, menyerang, dan menyerang. memakai skema 4-2-4 demi mengejar terciptanya empat gol di Bernabeu.

Butuh BLK Khusus untuk Anak-anak Nelayan

Cawagubsu Musa Rajekshah mencoba pekerjaan masyarakat saat bersilaturahim dengan para nelayan di Belawan, Selasa (10/4).
Cawagubsu Musa Rajekshah mencoba pekerjaan masyarakat saat bersilaturahim dengan para nelayan di Belawan, Selasa (10/4).

SUMUTPOS.CO – Kesejahteraan para nelayan di Sumatera Utara menjadi bagian dari visi-misi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah (Eramas). Mereka ingin mewujudkan nelayan yang mandiri dan bermartabat di laut Indonesia. Tak itu saja, jaminan kesehatan dan pendidikan keluarga nelayan juga menjadi prioritas.

Calon Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah melakukan silaturahmi ke Belawan, Selasa (10/4). Pria yang akrab disapa Ijeck ini, menyapa sejumlah warga di beberapa lokasi di utara Kota Medan tersebut. Ia pun menyusuri lorong-lorong pemukiman masyarakat, yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai nelayan.

Masyarakat yang mengetahui kedatangan Ijeck, sontak menyambut. Di antaranya para nelayan. Ada satu kegiatan dari seorang nelayan yang menarik perhatiannya. Bang Ijeck pun langsung menghampirinya. “Lagi apa ini pak, jaring untuk melaut ini ya pak?,” tanya Ijeck kepada pria yang mengenakan kopiah hitam itu.

Diketahui, nelayan tersebut bernama Ruslan. Ketika itu, ia sedang memperbaiki jaringnya yang rusak. “Inilah Pak kerjaan kalau tidak melaut, memperbaiki jaring,” katanya.

Melihat aktivitas dari Ruslan, Ijeck merasa tertarik untuk mencobanya. “Boleh saya bantu Pak,” tanya Ijeck.

Ruslan pun memberikan alat tersebut kepada Ijeck, kemudian memberitahu bagaimana cara kerjanya. Tak berselang lama, ia melihat Ijeck telah lihai merajut jaring tersebut. “Wah sudah lancar ini Pak Ijeck, pasti banyak nanti ikannya ini, berarti tangan Pak Ijeck banyak berkahnya di sini,” pungkasnya.

Bang Ijeck pun mengamini. “Amin..,” kata Ijeck beserta warga di sana.

Kepada wartawan yang meliput, Ijeck menegaskan salahsatu visi-misi prioritas Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah yakni kemandirian nelayan. “Nelayan kita harus bermartabat di laut dalam negeri sendiri. Pemerintah harus proaktif menjaga laut dan nelayan tradisional kita dari pencurian ikan oleh kapal asing,” kata Ijeck.

Kemudian, Ijeck menyinggung soal bantuan alat tangkap nelayan tradisional di Sumut. “Masih banyak yang mengeluhkan soal alat tangkap, pukat trawl dan berkurangnya hasil tangkap karena berbagai hal. Persoalan ini tentu harus ada perhatian serius pemerintah,” kata Ijeck.

Disinggung soal kesejahteraan nelayan, Ijeck menggarisbawahi pentingnya penataan ekonomi nelayan.

“Dimulai dari jaminan kesehatan dan pendidikan keluarga nelayan sampai kepada pembentukan balai latihan kerja  (BLK) bagi anak-anak nelayan. BLK ini penting karena banyak anak-anak nelayan yang berprestasi di bidang lain tapi kurang diakomodir untuk berkembang,” kata Ijeck.

Di sisi lain, Ijeck berujar bahwa nelayan harus menjadi pekerjaan yang mandiri dan bermartabat tanpa harus terus bergantung kepada tengkulak. (rel)

4 Persija v JDT 0: Pembalasan Sempurna

Riko Simanjuntak dan Marko Simic menjadi ancaman Song Lam Nghe (Vietnam).
Riko Simanjuntak nerayakan gol bersama Marko Simic.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO  – Persija Jakarta sukses menghajar Johor Darul Ta’zim (JDT) dengan skor 4-0 (3-0) dalam laga AFC Cup 2018 grup H. Dalam laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ini, striker asing Persija Marko Simic berhasil menjadi pahlawan dengan mencetak quattrick.

Gol pertama Persija berawal dari gerakan Riko Simanjuntak dengan umpan tariknya, mampu disambar dengan sundulan Marko Simic, pada menit ke-8. Hasilnya, berselang empat menit dari gol pertama, Persija kembali mencetak gol lewat Simic. ia mencatatkan brace pada menit ke-12 setelah memanfaatkan set piece tendangan bebas dari Rezaldi ‘Bule’ Hehanusa. Dia menyundul dengan keras bola sehingga membuat gawang JDT kembali bobol.

Keunggulan dua gol membuat para pemain Persija Jakarta semakin percaya diri. Mereka berani terus menekan dan membiarkan hanay tiga pemain ditinggal di belakang garis tengah lapangan.

Pemain berjuluk Super Simic itu mengejutkan publik tuan rumah, setelah kombinasi kerja sama Riko Simanjuntak dengan Ramdani Lestaluhu, mengecoh bek JDT, Ramdani melepaskan umpan matang yang berhasil disambar oleh Simic pada menit ke-19. Ini menjadi hattrick pemain asal Kroasia tersebut.

Akhirnya, saat laga memasuki menit ke-87 sebuah pelanggaran dilakukan oleh pemain JDT. Berawal dari penetrasi di sisi kanan oleh Riko, dia dilanggar oleh pemain JDT di dalam kotak pinalti.

Hadiah tendangan 12 pas itu mampu dimanfaatkan oleh Simic untuk mennorehkan quattrick di laga ini. Skor 4-0 bertahan sampai laga usai. (dkk/jpnn/don)

Bima Sakti Dicoret dari Pelatih Timnas U-19

Bima Sakti
Bima Sakti

SUMUTPOS.CO – Bima Sakti akhirnya dicopot dari jabatannya sebagai pelatih Timnas U-19 Indonesia. Dia nantinya akan kembali difokuskan untuk Timnas U-23 Indonesia menuju Asian Games 2018.

Eksistensi Bima di Timnas U-19 memang kurang mengilap. Teranyar, dia gagal membawa Egy Maulana Vikri cs meraih hasil maksimal melawan Timnas U-19 Jepang, Minggu (25/3) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Indonesia kalah 1-4.

Beberapa penonton bahkan kecewa berat dengan permainan Garuda Nusantara. Bahkan, mereka serempak menyebut nama Indra Sjafri.

“PSSI telah memutuskan Bima fokus membantu Timnas U-23 sesuai apa yang memang dibutuhkan Timnas U-23 dalam persiapannya menuju Asian Games. Dengan demikian, persiapan tim bisa dilakukan secara maksimal dan matang,” ungkap Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria di Jakarta, Selasa (10/4).

Tisha menambahkan, posisi pelatih kepala Timnas U-19 akan segera ditentukan dalam waktu dekat melalui rapat anggota Komite Eksekutif PSSI. Seperti diketahui, Bima memang menjadi pengganti Indra yang pada akhir 2017 dievaluasi PSSI. Hal itu setelah Indra dinilai gagal membawa Garuda Nusantara sukses di Piala AFF U-19 maupun Kualifikasi Piala Asia U-19.

Sebelumnya beberapa sosok berminat mengisi posisi ini. Termasuk eks pelatih Pro Duta, Roberto Bianchi. Dia mengatakan tertarik kembali ke Indonesia jik ada kesempatan melatih timnas. (ies/jpc/don)

PSMS Kerjasama dengan UMSU

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS SELEBRASI_Pemain PSMS Medan melakukan selebrasi usai Suhandi mencetak gol ke gawang persija dalam lanjutan Liga 1 Indonesia di Stadion Teladan Medan, Jumat (6/4) Pertandingan tersebut berakhir dengan skor Psms 3-1 Persija.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
SELEBRASI_Pemain PSMS Medan melakukan selebrasi usai Suhandi mencetak gol ke gawang persija.  UMSU turut berkontribusi menjadi salah satu sponsor PSMS.

SUMUTPOS.CO – UNIVERSITAS Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menjadi salah satu sponsor PSMS Medan di Kompetisi Liga 1 Indonesia 2018. Hal ini, sebagai wujud UMSU, peduli dengan dunia sepakbola nasional.

“Kita menjadi sponsor PSMS Medan untuk spanduk pertandingan home di Medan. Spanduk ini, untuk 10 titik jalan strategis di Kota Medan,” ungkap Humas UMSU, Ribut Priadi kepada Sumut Pos, Selasa (10/4) siang.

Kemudian, kontribusi UMSU kepada PSMS Medan ditujukan terhadap seragam anak bola saat pertandingan Liga 1 Ayam Kinantan itu, menjamu tim lawan di Stadion Teladan, Medan.

“Sponsor kita ini, sudah MoU dengan bentuk sponsor. Sementara itu, juga kita memberikan kepada atlet nasional yang mau berkuliah termasuk PSMS Medan. Seperti pemain PSMS Medan lainnya, yakni Saktiawan Sinaga, Mahyadi Pengabean, Markus Horison dan lain-lain,” jelas dosen FISIP UMSU itu.

Sementara itu kapten PSMS, Legimin Rahardjo memberikan apresiasi kepada UMSU yang ikut terlibat menjadi salah satu sponsor tim sepakbola kebanggaan masyarakat Kota Medan. “Saya mengucapkan terimakasih kepada pihak UMSU yang telah memberikan suport kepada PSMS Medan ditahun ini,” ungkap Legimin Rahardjo.

Legimin mengatakan dukungan yang diberikan UMSU dan masyarakat Kota Medan merupakan salah satu pilar penting dalam meningkatkan motivasi dan moral pemain dalam menjalani setiap pertandingan di liga I. Dukungan yang diberikan akan menjadi energi tambahan sehingga diharapkan bisa mendapatkan prestasi terbaik.

UMSU merupakan salah satu universitas yang selama ini aktif dalam memberikan dukungan dalam pembinaan olahraga. Ada banyak atlet daerah dan nasional termasuk sejumlah mantan pilar PSMS yang menimba ilmu di perguruan tinggi swasta ini. Sebut misalnya, Mahyadi Panggabean, Markus Horison, Fadli Hariri dan atlet lainnya yakni, Juwita Niza Wasni ( Wushu), Nova Sinaga ( Karate). (gus/don)