
Kalah, JR-Ance Peluang Kasasi


BERJALAN_Bakal calon wakil gubernur Sumatera Utara Ance Selian berjalan keluar ruangan sidang usai mengikuti sidang putusan gugatan Pilkada Sumut 2018 di Pengadilan Tata Usaha Negara (PT TUN) Medan, Selasa (27/3). Majelis Hakim menolak gugatan hukum pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara JR Saragih-Ance Selian untuk kembali mengikuti Pilkada Sumut 2018.
SUMUTPOS.CO – Peluang pasangan Jopinus Ramli (JR) Saragih-Ance Selian ikut sebagai peserta Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) 2018, semakin tertutup. Seperti sudah diduga, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Medan menolak gugatannya terkait tidak lolosnya pasangan ini sebagai calon Gubsu/Wagubsu. Namun mungkin sudah kepalang tanggung, JR-Ance memberi sinyal akan melakukan perlawanan, dengan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).
Dalam sidang yang digelar Selasa (27/3), Majelis Hakim PTTUN Medan yang diketuai H Bambang Edy Sutanto S SH MH, menerima eksepsi yang diajukan Kuasa Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut selaku tergugat. Dengan begitu, gugatan yang diajukan Kuasa Hukum JR Saragih-Ance ditolak.
“Memutuskan, menerima eksepsi tergugat dalam pokok perkara. Pertama, menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima. Kedua, menghukum penggugat untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini sebesar Rp466.000,” ungkap Bambang.
Namun begitu, Bambang mempersilakan pihak-pihak yang tidak terima atau kurang puas dengan putusan itu. Apalagi undang-undang menyediakan upaya hukum selanjutnya berupa kasasi ke Mahkama Agung. Disebutnya, diberikan waktu 5 hari kerja setelah putusan itu dibacakan untuk melakukan kasasi.
“Dengan demikian, pemeriksaan terhadap perkara Nomor 5 gugatan Pilkada Tahun 2018 Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan, pada hari ini kami nyatakan selesai. Sidang ditutup,” tandas Bambang sembari mengetuk palu dan langsung beranjak meninggalkan ruang sidang dengan dikawal ketat Kepolisian.
Kuasa Hukum KPU Sumut Hadiningtiyas mengatakan, pihaknya memenangkan gugatan di PTTUN Medan atas gugatan JR Saragih, setelah eksepsi mereka diterima oleh majelis hakim. Dalam eksepsinya, KPU Sumut menyampaikan bahwa pengajuan gugatan oleh pasangan JR Saragih-Ance Selian ke PT TUN Medan masih sangat prematur mengingat beberapa tahapan terkait sengketa pemilu masih berlangaung di Bawaslu.
“Sesuai putusan bawaslu maka batas akhir pendaftaran gugatan adalah tanggal 16 Maret. Akan tetapi mereka telah mendaftarkan gugatan pada 7 Maret, artinya pada masa itu masih ada proses administrasi yang sedang berlangsung di Bawaslu. Sehingga mereka belum mempunyai kepentingan untuk memajukan gugatan,” katanya usai mengikuti persidangan di PT TUN Medan, Selasa (27/3).
Hadiningtiyas mengatakan, setelah eksepsi mereka diterima, maka otomatis gugatan JR Saragih ditolak. Pihaknya sendiri masih akan menyusun beberapa langkah jika putusan dari PT TUN Medan ini akan digugat kembali melalui upaya kasasi ke Mahkamah Agung.
“Kita akan pertajam lagi dalil-dalil hukumnya untuk mengajukan kontra memori kasasi,” pungkasnya.
Demokrat dan PKPI Tak Mau Jadi Penonton


MELINTAS_Seorang pengendara melihat papan bunga yang terpasang di Jalan Williem Iskandar Medan, Senin (27/3) Papan bunga tersebut dari simpatisan JR Saragih dan Ance, sebagai bentuk dukungan untuk JR Saragih yang sedang menjalani proses hukum.
SUMUTPOS.CO – KANDASNYA gugatan JR Saragih-Ance Selian di PTTUN Medan, membuat goyah tiga partai pengusung, yakni Partai Demokrat, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ketiga partai tersebut pastinya tidak mau hanya menjadi penonton di Pilgubsu 2018 ini. Karenanya, DPD Partai Demokrat dan DPP PKPI Sumut akan meminta arahan dan petunjuk dari masing-masing pimpinan pusat, kemana dukungan dialihkan.
Pelaksana Tugas (Plt) Partai Demokrat Sumut, Herri Zulkarnain mengaku akan kembali menjadwalkan kunjungan untuk bertemu Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tujuan minta arahan dan petunjuk ini dinilai penting, paska PTTUN Medan menolak gugatan JR Saragih-Ance Selian untuk menegaskan sikap dukungan dalam Pilgubsu 2018.
“Kita sudah mendengar apa hasil putusan PTTUN hari ini (kemarin). Dimana gugatan Pak JR Saragih ditolak. Artinya apa? Demokrat Sumut mendukung penuh hasil dari putusan PTTUN ini,” kata Herri Zulkarnain kepada Sumut Pos di Ruang Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan, Selasa (27/3).
Herri menegaskan, pihaknya akan mengambil langkah untuk meminta arahan selanjutnya terhadap arah dukungan partai kepada DPP dan juga ketua umum. Dimana dengan pertimbangan hasil data dan laporan survei siapa yang paling unggul antara kandidat calon gubernur Sumut 2018. “Setelah laporan itu kami kumpulkan, maka dalam waktu dekat ini ketua umum akan memberikan arahan untuk mendukung salah satu calon kandidat gubernur Sumut,” katanya.
Apakah itu artinya Demokrat Sumut tak mau jadi penonton dalam Pilgubsu kali ini? Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan itu menegaskan, komitmen dimaksud sudah terjalin sejak pemberian mandat oleh SBY kepada dirinya, pada Jumat lalu. “Sesuai dengan janji yang disampaikan Pak Ketum atas usulan kami. Dimana kami ada meminta kalau Partai Demokrat tidak jadi maju, maka masyarakat dan kader partai meminta ke mana arah dukungan kita. Supaya hasil yang dituju ke depannya lebih terarah,” katanya.
Penghasilan Minim, Ojek Online Tuntut Kenaikan Tarif


JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Aksi unjuk rasa yang dilakukan ribuan pengemudi ojek online (Ojol) di kawasan Monas kemarin (27/3), mendapat respon dari istana. Bahkan, Presiden Joko Widodo menemui langsung perwakilan pendemo di Istana Merdeka, Jakarta.
Dalam pertemuan sekitar pukul 13.30 WIB tersebut, ada lima perwakilan Ojol yang diterima Presiden. Presiden didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sekretariat Negara Pratikno, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.
Dalam pertemuan yang berlangsung 20 menit itu, para pengemudi Ojol setidaknya menyampaikan tiga keluhan, yakni soal tarif yang dinilai terlalu rendah, kebutuhan pada asuransi kecelakaan, serta pengakuan Ojol sebagai angkutan umum resmi.
Badai Asmara, perwakilan Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) usai pertemuan menuturkan, tarif yang dipatok operator itu ada yang Rp1.600 perkilometer. Sebenarnya Rp2.000 perkilometer tapi, 20 persen menjadi jatah aplikator. Bila dibandingkan dengan UMR di Jakarta yang mencapai Rp3,6 juta, pada pengemudi Ojol itu setidaknya harus menempuh perjalanan lebih dari 45 kilometer perhari.
”Sangat miris sekali dari jam 6 pagi sampai pukul 20.00. Sedangkan cost operasional perhari Rp 70 sampi Rp 100 ribu. Bersih Rp 50 sampai Rp 75 ribu perhari sudah makan. Sebulan Rp 1,5 juta,” ujar dia disela-sela aksi yang diiringi dengan guyuran hujan itu.
Dia mengakui karena begitu banyak pengemudi Ojol, order yang mereka terima jadi semakin sedikit. Hal itu berbeda pada saat tarif masih Rp 4.000 perkilometer dan jumlah pengemudi tidak sebanyak sekarang. ”Dulu saya sampai keluar dari kerjaan. Awal 2016 itu orderan tak pernah berhenti-berhenti, tung tung tung tung. Pokoknya tak putus sampai sehari itu bawa pulang Rp250 ribu sampai Rp300 ribu,” kata dia.
Edy Rahmayadi: Pembangunan Tol dan Jalur KA Sumut-Aceh Harus Dikawal

SUMUTPOS.CO – Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi singgah di warung kopi PMTOH Medan, untuk sarapan pagi, Selasa (27/3). Dia berbaur bersama tukang becak yang biasa mangkal di sana. Tampak juga beberapa tokoh Aceh Sepakat, yang memang selalu sarapan di tempat itu.
Melihat panganan di atas meja, tanpa ragu, Edy pun langsung mengambil timpan yang merupakan panganan khas nusantara asal Aceh tersebut. Selain ingin menikmati sarapan khas masyarakat Aceh seperti kari bebek, kopi dan kue timpan, Edy yang memiliki kedekatan dengan warga Aceh memanfaatkan momen tersebut untuk bersilaturahmi dan bertukar pikiran untuk menjadikan Sumut Bermartabat.
Edy Rahmayadi mengaku senang dan berterimakasih atas doa dan dukungan masyarakat Sumut termasuk warga etnis Aceh di Sumut agar dirinya terpilih sebagai Gubenur Sumut pada periode 2018-2023. Dia pun memahami ada banyak elemen masyarakat Aceh di Sumut. “Dengan kekompakan, kita kembalikan martabat Sumut ini sebagai provinsi yang berdaya saing dan sejahtera. Apalagi Sumut – Aceh sekarang, sedang berjuang bersama sebagai Tuan Rumah PON 2024. Kita doakan supaya berhasil,” ujarnya.
Diketahui, relasi Sumut dan Aceh sebagai provinsi yang berbatasan langsung, akan semakin kuat, terutama dalam aspek pembangunan. Dikatakan Sekretaris Tim Kampanye ERAMAS, Sandri Harahap, pada 2018–2019 pemerintah sudah mencanangkan penuntasan pembangunan jalur kereta api (KA) dan jalur tol Sumut–Aceh.
1,6 Juta ASN Cuma Ahli Ngetik

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Peningkatan iklim usaha dan pelayanan publik tengah menjadi fokus pemerintah. Presiden Joko Widodo meminta birokrasi bisa terlibat aktif dalam mendorong misi tersebut.
Pernyataan itu disampaikan presiden kepada 33 ribu Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Istora Senayan, Jakarta, kemarin (27/3) . Mereka merupakan CPNS yang baru lolos seleksi pada tahun 2017 lalu. Presiden mengatakan, perubahan dunia berlangsung secara dinamis.
Dalam waktu yang tidak terlalu lama, teknologi datang silih berganti. Perubahan tersebut, telah berpengaruh pada berubahnya situasi sosial budaya di masyarakat. Di mana publik mulai menuntut untuk mendapatkan pelayanan yang juga serba cepat. “Kalau masyarakat pengen dilayani cepat, jangan saudara melayaninya dengan lambat. Dimaki-maki kita nanti,” ujar mantan Wali Kota Solo itu.
Diakuinya, saat ini, belum semua pelayanan di birokrasi sudah bekerja maksimal. Dalam kasus pembuatan Surat Izin Usaha Perdangan (SIUP) misalnya, masih ditemui kasus di mana prosesnya masih berlangsung lebih dari dua pekan. Padahal, hanya kertas satu lembar yang memuat data perusahaan.
“Saya sampaikan, saya dengar (selesai hitungan) minggu saja gak mau, apalagi bulan. Harusnya (hitungan) hari selesai,” imbuhnya.
Oleh karenanya, dia meminta para birokrat muda untuk berani meninggalkan rutinitas yang lama. Lalu menggantinya dengan rutinitas baru yang penuh dengan inovasi. Salah satu upaya untuk melahirkan inovasi adalah dengan mengikuti perkembangan di luar dan terus memupuk rasa keingintahuan. “Jangan hanya kepo terhadap mantan pacar,” kata presiden lantas disambut tawa hadirin.
Dia menilai, Indonesia bisa menjadi negara gagal jika tidak didukung oleh birokrasi yang baik dan berinovasi. “Indonesia akan segera jadi negara maju, jika memiliki birokrat-birokrat yang tangguh dan mau bekerja keras,” tuturnya.
Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abrur mengatakan, dari 2,4 juta yang mendaftar, hanya 33.155 orang yang lolos. “Ini orang adalah putra-putri bangsa terbaik dari yang terbaik,” ujarnya.
Diakuinya, secara kualitas, ASN di Indonesia masih belum maksimal. Terbukti, dari 4,3 juta ASN yang ada, lebih dari 30 persennya atau sekitar 1,6 juta diantaranya hanya memiliki kemampuan administrasi. “Hanya juru ketik,” tuturnya.
Untuk itu, sejumlah upaya akan dilakukan pemerintah. Selain memastikan SDM yang masuk memiliki kapasitas, pengembangan juga akan dilakukan untuk yang terdahulu. Mulai dari diklat pengembangan kompetensi, hingga promosi, rotasi, dan karir yang didesain berdasarkan sistem merit. (far/jpg)
Kadis Perdagangan Medan Sebut Harga Bawang Melonjak


MEDAN, SUMUTPOS.CO -Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan Syarif Armansyah Lubis mengaku harga bawang merah dan bawang putih melonjak tajam. Padahal, di pasar tradisional harga bumbu dapur tersebut tidak demikian.
Menurut Armansyah, kenaikan harga yang terjadi sudah sangat signifikan dan harganya mencapai Rp60.000 per kg. “Sekarang harga bawang merah dan bawang putih lagi naik. Hasil laporan staf saya yang mengecek ke pasar-pasar tradisional, harganya sudah hampir mencapai Rp60 ribu per kg,” ujar Armansyah yang ditemui pada acara Musrenbang RKPD 2019 di Hotel Emerald Garden, kemarin.
Diutarakan dia, kondisi kenaikan harga ini terjadi baru beberapa hari terakhir. Oleh karena itu, nantinya pihaknya akan mencoba berkoordinasi dengan Bulog apakah ada stok. “Saya akan coba koordinasi dengan Bulog nanti, apakah mereka punya stok untuk kita lakukan operasi pasar di pasar-pasar tradisional Medan,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, berbeda dengan harga bawang, harga beras masih terbilang stabil. Harga beras premium maupun medium masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). “Untuk premium HET Rp13.000 dan medium Rp9.950 per kg,” tukasnya.
Sementara, pedagang Pasar Bakti, Sinta menuturkan, harga bawang masih terbilang stabil di kisaran Rp25.000 per kg. Namun demikian, kualitas bawang tersebut masih kurang baik.
“Anehnya juga kalau dibilang mahal harganya, karena karena kami jual Rp25.000 per kg. Sedangkan yang kualitas lebih baik, kami jual sekitar Rp50.000 per kg,” ucapnya sembari menyebutkan, untuk stok bawang sendiri masih terbilang cukup.
Tak jauh beda disampaikan Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin. Kata Gunawan, harga bumbu dapur itu di bawah angka Rp30.000 per kg.
“Setelah harga bawang putih sempat menyentuh level Rp50.000 per kg, saat ini harganya sudah bisa ditekan di kisaran Rp28.000. Penurunan harga bawang saat ini diikuti dengan penurunan kualitasnya, yang beredar di masyarakat,” ujarnya.
Walau demikian, sambungnya, masyarakat akan tetap membeli bawang tersebut. Pedagang tidak akan kehilangan pembeli dikarenakan bawang menjadi kebutuhan pokok bukan substitusi. Selain itu, penurunan harga bawang putih juga tidak begitu merugikan petani karena mayoritas didatangkan dengan cara impor.
“Keluhan konsumen saat ini terkait dengan bawang putih adalah bawang tersebut masih belum begitu matang, seperti terlalu dini dipanen. Sementara itu, untuk bawang merah, tidak mengalami penurunan kualitas. Walaupun memang harganya cukup variatif dengan kecenderungan menurun dalam rentang Rp20.000 hingga Rp26.000 per kg,” ujarnya. (ris/ila)
The New Mutants: 5 Mutan Remaja yang Temukan Kekuatan Supernya

SUMUTPOS.CO – The New Mutants merupakan film action horror superhero yang didasarkan pada tim superhero Marvel Comics, dengan nama yang sama. Ini adalah seri ke-11 film X-Men. Bercerita tentang sekolompok pahlawan super mutan remaja yang baru terbentuk. Mereka semua berlatih di Institut Xavier. Adapun 5 mutan muda ini, akhirnya menemukan kemampuan mereka saat ditahan di fasilitas rahasia yang melawan keinginan mereka.
The New Mutants diproduksi Marvel Entertainment, Kinberg Genre, The Donners’ Company, TSG Entertainment, dan didistribusikan 20th Century Fox. Film ini disutradarai Josh Boone, dengan Simon Kinberg, Karen Rosenfelt, dan Lauren Shuler Donner selaku produser. Pemeran untuk karakter utama dalam film, di antaranya Anya Taylor-Joy, Maisie Williams, Charlie Heaton, Henry Zaga, Blu Hunt, dan Alice Braga. Film ini tayang perdana di Amerika Serikat pada 13 April 2018. (bbs/saz)
Dewi Perssik Sudah Nikah Tahun Lalu

SUMUTPOS.CO – Pedangdut Dewi Perssik akhirnya mengungkap pernikahannya dengan Angga Wijaya.
Dalam perayaan ulang tahun stasiun televisi swasta, Dewi dan Angga hadir dengan memakai busana pengantin.
Layaknya seperti sebuah resepsi pernikahan, kedua orangtua Dewi dan Angga, ikut hadir di atas panggung. Ayah pemilik julukan goyang gergaji itu, HM Aidil, memberikan pernyataannya perihal pernikahan putrinya. “Saya sebenarnya menikahkan Dewi tepat pada 10 September, jam 08.00 WIB, di Jalan Letjen Panjaitan, Sumbersari, Jember,” beber Aidil di atas panggung, Minggu (25/3) lalu.
Mantan perwira polisi itu mengungkapkan, pernikahan putrinya memang digelar mendadak. “Dewi sibuk sekali. Daripada menimbulkan dosa, banyak gosip, saya nikahkan. Saya panggil bapaknya Angga,” kata Aidil.
“Setelah habis nikah di KUA Sumbersari, Jember, Depe (Dewi Perssik) langsung offair di Surabaya. Jadi kami belum sempat ngundang tetangga,” pungkas Aidil. (mg7/jpnn/saz)








