Home Blog Page 6478

Opick Punya Istri Ketiga?

Opick

SUMUTPOS.CO – Di tengah proses cerai dengan istri pertama, penyanyi religi Opick, dikabarkan memiliki istri ketiga. Akhir tahun lalu, Opick kabarnya telah meminang politikus bernama Yulia Mochammad. Kabar itu mencuat setelah istri kedua Opick, Wulan Maya Sari, meninggal dunia 18 Maret 2018 lalu.

Saat coba dikonfirmasi pada istri pertama Opick, Dian Rositaningrum mengaku, tak tahu menahu tentang pernikahan tersebut. “Saya enggak dikasih tahu (Opick menikahi Yulia, red),” ungkap Dian, saat ditemui usai sidang cerai di Pengadilan Agama Jakarta Timur, Selasa (27/3).

Wanita bercadar itu, menolak berkomentar banyak terkait pribadi Opick. “Kalau soal kehidupan Mas Opick yang mempunyai beberapa istri, sekarang udah bukan hak saya lagi berkomentar. Enggak usah tanya ke saya, silakan tanya ke yang bersangkutan,” tegas Dian.

Mengenai alasan menggugat cerai Opick, Dian hanya mengatakan, ingin hidupnya lebih tenang. “Pokoknya saya mau hidup saya lebih baik lagi, biarkan Mas Opick dengan kehidupannya, saya dengan kehidupan saya dan anak-anak,” katanya.

Sementara dalam lanjutan sidang cerai, Opick kembali untuk ketiga kalinya mangkir. Opick dan Dian, sedianya menjalani mediasi. Menurut kuasa hukum Opick, Ismar Syafruddin, kliennya berhalangan hadir lantaran ada pekerjaan di luar kota. “Karena hari ini (kemarin, red) beliau ada jadwal acara Palestina di Pekanbaru,” bebernya.

Ismar juga mengatakan, kliennya itu sudah tahu jadwal sidang tersebut. Namun, pelantun Tombo Ati itu, mustahil membatalkan kontrak ke Pekanbaru. Ia pun memastikan, Opick akan hadir pada sidang mediasi yang rencananya akan digelar pada 2 April mendatang. “Sudah terlanjur kontrak, enggak bisa dibatalkan. Tapi Senin (2/4) nanti bisa hadir,” jelasnya.

Seperti diketahui, Opick digugat cerai Dian pada 5 Februari lalu. Dalam pengakuan Dian, ia telah bercerai secara agama dari Opick sejak setahun lalu. (mg7/jpnn/saz)

Nikita: Emangnya Simpenan?

Nikita Mirzani
Nikita Mirzani

SUMUTPOS.CO – Nikita Mirzani dikabarkan sedang berbadan 2, hasil buah cintanya dengan Dipo Latief. Keduanya dikabarkan sudah menikah secara siri. Bahkan, pasangan duda-janda ini, sudah melakukan bulan madu ke Maldives, beberapa waktu lalu.

Ibu 2 anak itu, bahkan blak-blakan sudah berbulan madu dengan Dipo. “Selama 4 hari 3 malam di sana. Berdua aja,” beber Nikita.

Terkait menikah siri, wanita 32 tahun ini mengatakan, ia tidak menikah siri seperti yang ramai diberitakan. Nikita mengaku, sudah dinikahi secara sah. “Enggak ada nikah-nikahan siri, nikah mah yang resmi-resmi aja. Emangnya simpenan, dinikahi siri,” pungkasnya. (chi/jpnn/saz)

Juwita: Enggak Apa-apa

SUMUTPOS.CO – Juwita sudah dilarang menggunakan nama belakang Bahar, seperti yang selama ini kerap disapa. Keputusan itu diambil oleh keluarga besar setelah merasa Juwita sudah tidak nurut, bahkan memilih tinggal bersama kekasihnya dibanding dengan ibunya.

Lantas wanita 22 tahun ini mengaku, ia tidak mempermasalahkannya. Meski begitu, Juwita mengaku sedih lantaran kehilangan sanak keluarga.

Enggak apa-apa. Sedih iya, marah enggak. Sedihnya, kehilangan sanak saudara, jadi makin jauh,” ungkap Juwita, belum lama ini.

Untungnya, Juwita masih memliki sang ayah yang selalu mendampinginya. Juwita juga menggunakan nama belakang ayahnya, Sanjaya. “Untungnya kan masih ada papah, ya enggak apa-apa,” pungkasnya. (chi/jpnn/saz)

Nafa Urbach Dilarang Bergosip

SUMUTPOS.CO – Meski masih berhubungan dengan Zack Lee, penyanyi dan aktris Nafa Urbach tak mau ikut campur perihal asmara mantan suaminya itu.

Sejak resmi bercerai pada 23 Oktober 2017, Nafa tak ingin dikait-kaitkan dengan Zack. Ia pun tak ingin memberikan komentarnya terkait hubungan asmara Zack dengan Michella Putri.

Bagi pelantun Bandung Menangis Lagi itu, hubungannya dengan Zack hanya sebatas urusan anak, Mikhaela Lee Juwono. “Saya enggak mau komentar soal itu (Zack pacaran, red), beneran,” kata Nafa, saat dihubungi awak media.

Namun, ibu satu anak itu membenarkan hubungan Zack dengan Michella. “Saya tahu (kekasih Zack, red) si itu, Michella,” kata perempuan kelahiran Magelang, 37 tahun lalu itu.

Menurut Nafa, alasan ia tak ingin membicarakan gosip, lantaran sempat ditegur oleh rumah produksi. Seperti diketahui, mantan kekasih Primus Yustisio ini, tengah sibuk berakting. “Dari kemarin saya lagi ditegur sama PH sebenarnya, enggak boleh ada gosip. Belum boleh ada berita-berita lain, karena mau fokus sama promo film,” pungkasnya. (mg7/jpnn/saz)

 

Dishubsu tak Punya Wewenang Pengurusan uji KIR

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS RAZIA ANGKUTAN BERBASIS ONLINE_Petugas Dinas Perhubungan kota Medan dibantu dengan petugas Polisi melakukan razia kendaraan angkutan berbasis online didepan Stasiun Besar Kereta Api Medan, Selasa (6/12). Setiap angkutan yang terkena razia untuk sementara diberikan sangsi tilang.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
RAZIA ANGKUTAN BERBASIS ONLINE_Petugas Dinas Perhubungan kota Medan dibantu dengan petugas Polisi melakukan razia kendaraan angkutan berbasis online didepan Stasiun Besar Kereta Api Medan, beberapa waktu lalu..

SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan Provinsi Sumut belum bisa memberi tanggapan atas respon driver angkutan berbasis online terhadap pengurusan uji KIR.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Sumut, Iswar mengatakan, karena Kementerian Perhubungan yang memfasilitasi untuk uji kenderaan bermotor (KIR) bagi driver taksi online, pihaknya tidak berwenang memberi penjelasan.

“Kemenhub kan punya perwakilan di sini. Oleh karenanya kepala balai selaku penyelenggara lebih cocok untuk ditanyakan. Kan mereka yang punya anggarannya,” katanya kepada Sumut Pos, Selasa (27/3).

Dishub Provinsi Sumut tetap dimintai koordinasi namun kewenangan atas kebijakan ini tetap berada di pusat. Tapi Iswar membantah bahwa pihaknya sama sekali tidak dilibatkan dalam hal ini. “Bukan tidak dilibatkan, tetap mereka mereka bertanya sama kita soal ini. Tapi kan lebih baik dia (kepala balai) yang menjelaskan pekerjaannya, dibanding saya yang menjelaskan,” katanya.

Saat ini diakui Iswar, Kemenhub sudah punya perwakilan di setiap wilayah. Untuk Sumut katanya dibawah Balai Pengelolaan Transportasi Darat Wilayah Sumut. “Mereka mewakili Dirjen Perhubungan Darat. Semua yang berhubungan dengan angkutan darat, dibawah kewenangan mereka,” katanya.

Namun begitu, mengenai implementasi Permenhub 108/2017 berkaitan angkutan dalam jaringan masih belum ditindaklanjuti lagi, mengingat sejauh ini belum ada arahan dan petunjuk terbaru dari pemerintah pusat.

7,5 Juta Orang Diperkirakan Meninggal Akibat Kanker

Seorang pasien kaknker manjalani kemoterapi.
Seorang pasien kaknker manjalani kemoterapi.

SUMUTPOS.CO – Kanker dianggap penyebab kematian utama nomor dua di dunia. Karenanya diperkirakan sebanyak 7,5 juta orang di dunia  Direktur Utama Rumah Sakit Murni Teguh, dr Togar Siallagan MM AAK  mengatakan, saat ini penyakit kanker harus diutamakan tiap rumah sakit dalam penanganannya. Sebab di Indonesia jumlah kematian karena pengidap kanker mencapai 1,4 per 1.000 penduduk.

Sedangkan jenis kanker yang tertinggi yaitu kanker payudara dan kanker leher rahim yang terjadi pada perempuan.”Dari kanker ini 70 persen kematian terjadi di negara miskin dan berkembang. Diperkirakan ada 7,5 juta orang di dunia,” katanya didampingi dr hendrick chandra SpB (K)KL, FINACS, FICS kepada wartawan, kemarin.

Karenanya, melihat jumlah yang besar tersebut berbagai rumah sakit diharap mampu berkembang dan melengkapi alat radioterapi atau teknologi canggih lainnya untuk pengobatan kanker tersebut. Seperti alat radioterapi tercanggih Linac Elekta Versa HD yang ada di RS Murni Teguh.

“Dengan alat ini, waktu pengobatannya bisa lebih singkat, kemudian dapat menurunkan dosis non-terapeuti untuk melindungi organ tubuh yang berisiko. Jadi bisa mengurangi risiko kanker sekunder,” jelasnya.

Menurut Togar, dengan alat ini kualitas foto akan lebih optimal dan dosisnya lebih rendah. Selain peralatan, juga memiliki Onkologi Team yang sangat berpengalaman.  “Kita juga ada cancer community dan homecare yang bisa membuat pasien kanker lebih nyaman, setidaknya bisa menjaga kualitas hidupnya. Homecare ini memang belum masuk dalam BPJS Kesehatan, tapi begitupun untuk pasien yang kurang mampu, kita akan bantu dan bisa mendapatkan pelayanan yang sama,” ujarnya.

Togar menambahkan, berdasarkan data yang dimiliki Murni Teguh, tercatat pasien kanker pada tahun 2017, sebanyak 70 persennya berasal dari Kota Medan, yakni 848 peserta dan disusul Pematang Siantar, Binjai, Tangjung Morawa dan Tebing Tinggi.

“Jumlah pasien radioterapi di sini, tahun 2015 ada 1.086 orang dan 936 tercover BPJS Kesehatan. 2016 ada 2.557 orang dan pasien BPJS ada 2.107 sementara 2017 ada 1.553 orang, diantaranya tercover BPJS Kesehatan ada 1.403 orang,” pungkasnya. (dvs/ila)

 

Operasional PT Canang Indah Harus Dihentikan

Anggota Komisi B DPRD Medan, H Jumadi.
Anggota Komisi B DPRD Medan, H Jumadi.

SUMUTPOS.CO – Sanksi teguran yang diberikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan terhadap PT Canang Indah, yang telah melakukan pencemaran lingkungan berupa polusi udara kepada masyarakat di Kelurahan Sicanang, Medan Belawan, dinilai tidak membuat efek jera.

Anggota Komisi B DPRD Medan H Jumadi menyatakan, seharusnya DLH Medan memberikan sanksi yang lebih berat lagi kepada pabrik pengelolaan kayu tersebut. Kata dia, sanksi yang diberikan bisa berupa penghentian operasional sementara.

“Kalau memang terjadi kerusakan pada peralatan, seharusnya diberhentikan dulu operasionalnya sementara. Artinya, jangan ketika ada terjadi kerusakan dan berdampak kepada masyarakat, operasional masih terus dilakukan,” ujar Jumadi kepada Sumut Pos, Selasa (27/3).

Diutarakannya, diberhentikannya dulu operasional pabrik itu karena sudah banyak warga yang mengalami sesak napas atau infeksi saluran pernapasan. “Secara fisik yang kita lihat di lapangan, rumah warga menjadi kotor akibat polusi udara yang ditimbulkan pabrik itu, dan ini sudah sangat jelas,” ucap dia.

Menurut Jumadi, sanksi teguran yang diberikan kurang tepat dan sangat disayangkan. Sebab, pencemaran lingkungan yang dilakukan PT Canang Indah sudah berimbas langsung dan bahkan membahayakan masyarakat.

“Kalau hanya sanksi teguran saja, maka kemungkinan diulang lagi bakal terjadi. Perlu ada ketegasan sampai perbaikan benar-benar dilakukan dan layak operasional, barulah beroperasi kembali,” tegasnya.

Dengan begitu, sambung dia, ke depan ada efek jera bila terjadi hal-hal seperti itu dan tidak main-main. Jangan-jangan itu dibiarkan dan tidak cepat diambil tindakan. “Sekali pun tidak disengaja, enak kali mereka. Kalau terjadi lagi, cuma diberikan teguran saja,” ketusnya.

Ia menambahkan, masyarakat sudah mengadu kepada pihaknya dan langsung ditindaklanjuti dengan mendatangi pabrik tersebut. Akan tetapi, hanya menyampaikan sudah dilakukan perbaikan. Namun, perbaikan yang dilakukan sudah sejauh mana tidak dijelaskan.

“Kita tidak tahu sehingga berlarut-larut. Padahal, dalam waktu satu atau dua hari bisa selesai. Untuk itu, rencananya akan kita panggil mereka untuk menjelaskan secara gamblang perbaikan yang sudah dilakukan,” pungkasnya.

Toko Kelontong Terbakar

Foto: Fachril/Sumut Pos Warga sekitar melihat sisa kebakaran pada satu unit ruko di Jalan KL Yos Sudarso.
Foto: Fachril/Sumut Pos
Warga sekitar melihat sisa kebakaran pada satu unit ruko di Jalan KL Yos Sudarso.

SUMUTPOS.CO – Satu unit toko usaha kelontong milik H Arifin (60) di Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli, terbakar, Selasa (27/3) pukul 00.10 WIB.  Tidak ada korban jiwa dari musibah kebakaran itu, namun, kebakaran yang disebabkan dari arus pendek diduga kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi diperoleh menyebutkan, kebakaran itu berawal dari adanya percikan api dari lantai 3 toko itu, api yang merambat ke seluruh perkakas rumah. Api yang mulai membesar membuat pemilik rumah terkejut keluar dari rumah, warga sekitar mengetahui peristiwa itu berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Di sela – sela suasana heboh, sebanyak 7 armada kebakaran datang ke lokasi. Petugas pemadam kebakaran melakukan penyiraman. Akhirnya, dalam waktu setengah jam api dapat dipadamkan. “Untuk pemadam cepat datang, jadi apinya tidak sampai merambat ke lantai dasar dan sebelah toko itu, kalau tidak habis semua terbakar,” kata warga sekitar.

Pihak kepolisian yang dipimpin Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Hendris Tampubolon datang ke lokasi melakukan olah TKP, beberapa saksi dimintai keterangan.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar Pohan mengatakan, pihaknya sudah meminta keterangan saksi dan melakukan olah TKP, untuk penyebab api berasal dari arus pendek. “Tidak ada korban jiwa dari musibah kebakaran itu, kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah,” kata Bonar. (fac/ila)

 

Tiga Kadus Kompak Peras Warga

Ariadi, Sri Wahyuni dan Sumardi.
Ariadi, Sri Wahyuni dan Sumardi.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO -Tiga kepala dusun di Desa Telaga Jernih Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat ditangkap petugas Satreskrim Polres Langkat, Senin (26/3). Ketiganya kompak memeras warga.

Mereka masing-masing, Sumardi (40), Sri Wahyuni (34) dan Ariadi (42). Ketiganya diamankan setelah diduga memeras warga Dusun Desa Telaga Jernih yang ingin mengurus surat tanah Program Nasional.

Padahal, sertifikat tanah sudah diberikan langsung Presiden Joko Widodo di lapangan bola Jalan Tengku Amir Hamzah, beberapa waktu lalu.

Ketiganya diamankan setelah mendapatkan laporan dari Heriadi warga Dusun Telaga Jernih.

Kasubbag Humas Polres Langkat, AKP Arnold Hasibuan mengatakan, penangkapan ketiganya terjadi Agustus 2017 sekira pukul 21.00 WIB di Dusun Telaga Jernih. Sebelumnya, Sumardi memberikan informasi bahwa ada program pembuatan sertifikat tanah.

Kemudian, pada September 2017, Ariadi mendatangi rumah pelapor dan meminta uang Rp850.000 untuk pengurusan sertifikat tanah.

Namun Ariadi mengatakan, apabila warga tidak membayar uang untuk pengurusan sertifikat tanah, maka pengurusan sertifikat tidak akan dilanjutkan dan dikembalikan ke Badan Pertanahan Nasional. Merasa diperas, Heriadi melaporkan peristiwa yang menimpanya itu ke Mapolres Langkat.

“Kita masih memeriksa para tersangka,” tegasnya.(bam/ala)

 

Maling Kantor Ekspedisi Diringkus

Foto: Fachril/Sumut Pos Andreas saat diringkus petugas Polsek Belawan, Selasa (27/3).
Foto: Fachril/Sumut Pos
Andreas saat diringkus petugas Polsek Belawan, Selasa (27/3).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO -Andreas alias Andre (22) warga Jalan Slebes, Kecamatan Medan Belawan, diringkus petugas Polsek Belawan, Selasa (27/3). Pria pengangguran ini ditangkap setelah mencuri di kantor Yayasan Guna Nuarini Indonesia, Juli 2017 lalu. Tersangka masuk ke kantor yang bergerak dibidang ekspedisi itu dengan merusak pintu.

Tersangka berhasil menggondol sejumlah barang elektronik dari kantor tersebut. Kemalingan kantor itu langsung dilaporkan pihak yayasan ke Polsek Belawan.

Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas mengetahui identitas tersangka. Akhirnya, petugas Polsek Belawan berhasil menangkap tersangka di rumahnya.

Kanit Reskrim Iptu B Sebayang mengatakan, tersangka masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 7 bulan belakangan. Tersangka selama ini sudah sering melakukan pencurian di bebarapa rumah warga.

“Kini tersangka sudah kita amankan, berkasnya sudah kita lengkapi. Akan segera kita limpahkan ke pengadilan,” ungkap Sebayang.(fac/ala)