Home Blog Page 6476

Pemerintah Harus Definisikan “Mitra” Transportasi Online

Ribuan driver ojak online yang tergabung dalam Gerakan Aksi Roda Dua (GARDA) melakukan longmarch menuju istana di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (27/3). Para pengemudi terdiri dari Gojek, Grab, dan Uber ini menuntut kebijakan rasionalisasi tarif ojek online. Foto: Ismail Pohan/INDOPOS
Ribuan driver ojak online yang tergabung dalam Gerakan Aksi Roda Dua (GARDA) melakukan longmarch menuju istana di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (27/3). Para pengemudi terdiri dari Gojek, Grab, dan Uber ini menuntut kebijakan rasionalisasi tarif ojek online. Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Selama ini, perusahaan aplikasi transportasi online tidak menganggap para driver sebagai karyawannya. Mereka menyebut mereka dengan “Mitra”. Sampai saat ini, definisi mitra masih kabur sehingga hak-hak para pengemudi pun tidak jelas.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkapkan, pemerintah harus segera menegaskan definisi dari “Mitra-Pengemudi” ini. Pasalnya, para aplikator kerap berlindung dibalik kata “Mitra” dan mengabaikan hak-hak para driver angkutan online. Akhirnya, gaji pun ditentukan seenaknya. “Tidak jelas,  bagaimana gajinya, bagaimana jaminan sosial BPJS –nya, bagaimana jaminan kecelakaan kerja dan hari tuanya juga,” katanya.

Menurut Iqbal, pemerintah bukan hanya boleh intervensi terhadap kebijakan gaji dari aplikator, melainkan harus. “Karena jika pemberi kerja menetapkan gaji seenaknya tanpa standar yang jelas, namanya bukan hubungan kerja, tapi eksploitasi, slavery (Perbudakan,Red),” katanya.

Kunci dari permasalahan ini, kata Iqbal adalah undang-undang itu sendiri. UU Nomor 22 tahun 2009 tentang  lalu lintas tidak menyertakan kendaraan roda dua sebagai angkutan umum. Hanya dibatasi oleh roda empat. Sehingga, hak-hak dan kewajiban yang menaungi para penyelenggaran angkutan umum tidak bisa diberlakukan pada kendaraan roda dua (ojek). “Kami KSPI sedang mengajukan judicial review ke MK, tujuannya agar roda 2 dimasukkan ke dalam angkutan umum,” jelasnya.

Berbeda dengan taksi, kata Iqbal. Meskipun mereka juga disebut mitra, tapi mereka tetaplah berstatus karyawan dari perusahaan taksi. Ada perjanjian kerja yang terbentuk, ada serikat pekerja yang menaungi. Sehingga hak-hak karyawan berupa gaji layak, berbagai tunjangan, dan jaminan sosial bisa terpenuhi.

Posisi para driver ini menurut Iqbal dilematis. Mereka tetap dinamakan pekerja karena sesuai UU nomor 13 tahun 2003, mereka menerima upah dari pemberi kerja (aplikator). “Akhirnya para aplikator memanfaatkan celah hukum ini untuk menetapkan gaji (pembayaran ke driver) seenak-enaknya,” Pungkas aggota Organisasi buruh PBB ILO ini.(tau/adz)

Jelang Ramadan, Bulog Impor 200 Ton Daging Beku

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS HARGA DAGING_Seorang pedagang sedang memotong daging sapi di Pasar Sukaramai Jalan A.R Hakim Medan, (26/5) Jelang memasuki bulan ramadan harga daging sapi naik dari harga Rp.110rb menjadi Rp.130rb
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
HARGA DAGING_Seorang pedagang sedang memotong daging sapi di Pasar Sukaramai Jalan A.R Hakim Medan.  Bulog Sumut mengimpor daging dari India untuk stok Lebaran.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kebutuhan daging diperkirakan meningkat menjelang Bulan Ramadhan dan Lebaran. Karenanya, untuk menjaga pasokan daging, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre 1 Sumut akan mengimpor daging kerbau beku sebanyak 200 ton asal India.

“Mulai Bulan April ini. Daging kita siapkan untuk kebutuhan Sumut, bahkan untuk Sumatera Bagian Utara minimal 200 ton,” ungkap Kepala Perum Bulog Divre 1 Sumut, Benhur Ngkaimi kepada wartawan saat meninjau Pasar Sei Kambing Medan, Rabu (28/3) pagi.

Benhur mengungkapkan, bila pasokan 200 ton tersebut tidak mencukupi untuk konsumsi masyarakat Sumut, pemerintah melalui Bulog akan kembali melakukan impor. “Saat ini Bulog yang diberikan kewenangan impor daging kerbau beku dari India. Jika kurang akan kita tambah lagi. Saat ini kebutuhan Sumut sampai Lebaran sekitar 100 ton,” ungkap Benhur.

Dia juga menjelaskan, selain untuk menjaga stok hingga Lebaran, impor daging ini juga untuk menekan harga hingga Rp80 ribu perkilogram. Karena, di bulan puasa dan Lebaran dipastikan harga daging akan naik. “Daging impor tersebut merupakan salah satu program Pemerintah dalam rangka harga daging ideal dengan posisi harga Rp80 ribu per kilogramnya. Dimana, dengan harga tersebut masyarakat menengah ke bawah bisa menikmatinya,” ungkapnya.

Dijelaskannya pula, sejak ada izin daging impor di luar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), Bulog Sumut juga bisa mengimpor daging tersebut. “Sebelum adanya impor daging tersebut, harga daging lokal mencapai Rp120 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram. Jadi, harapan Pemerintah dengan program harga daging ideal Rp80 ribu tersebut bisa membuat harga daging lokal dijual di bawah Rp100 ribu per kilogramnya,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, untuk pihak swasta atau perusahaan untuk melakukan hal yang sama dengan mengimpor daging. Terlebih harus mendapatkan izin dari pihak Bulog setempat. “Kalau distributor harus di bawah kendali Bulog agar bisa di monitor. Sementara, kalau konsumen yang ingin membeli daging beku tersebut juga bisa langsung ke Bulog,” tandasnya.(gus/adz)

Edy: Ayo Bangun Sumut dengan Usaha dan Doa

Cagubsu Edy Rahmayadi disambut relawan Eramas saat menghadiri acara di Semba Kafe, Jalan Sembada, Medan Selayang, Selasa (27/3) malam.
Cagubsu Edy Rahmayadi disambut relawan Eramas saat menghadiri acara di Semba Kafe, Jalan Sembada, Medan Selayang, Selasa (27/3) malam.

SUMUTPOS.CO – Calon Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menegaskan, Sumut Bermartabat merupakan visi yang diinginkan masyarakat Sumut. Dia pun meminta para relawan memahami visi itu dengan tindakan nyata.

Perjuangan untuk mewujudkan Sumut Bermartabat, lanjut Edy, harus juga dilakukan dengan cara-cara bermartabat pula. “Percayalah, kalau jabatan gubernur ini kita raih melalui pintu masuknya yang haram,  maka lima tahun ke depan haramlah hasilnya. Maka jangan mimpi Sumut bisa bermartabat kalau kita melalui pintu yang haram itu,” kata Edy saat silaturahmi dan ramah tamah Barisan Edy Rahmayadi Sumatera Utara (BERSATU) di Semba Kafe, Jalan Sembada Raya, Padangbulan, Medan, Selasa (27/3) malam.

Karenanya, Edy berharap para relawan Eramas termasuk relawan Bersatu berjuang tanpa pamrih, semata-mata hanya untuk kepentingan masyarakat luas dan bukan segelintir golongan. “Mari kita bangun Sumut ini dengan usaha dan doa. Kita kembalikan kejayaan Sumut. Kita manfaatkan potensi Sumut yang diberikan Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa untuk kesejahteraan masyarakat Sumut,” ujar Edy.

Hadir dalam silaturahmi tersebut sejumlah tokoh masyakat dan tokoh agama di Sumut di antaranya Prof Djohar Arifin, Anggota DPRD Medan Ratna Sitepu, serta perwakilan relawan Bersatu dari kabupaten/kota se-Sumut.

Sebelumnya, Ketua Relawan Bersatu Dewi Budiati menegaskan, Relawan Bersatu siap mengawal dan memenangkan pasangan Eramas pada 27 Juni 2018. Dalam pergerakannya, lanjut Dewi, relawan Bersatu terus terjun ke tengah masyarakat. “Selama dua tahun ini kami tetap komit memberikan dukungan untuk Ayah kami, abangda kami Edy Rahmayadi sebagai calon Gubernur Sumut. InsyaAllah, ERAMAS, menang,” tegas Dewi.

Dikatakan Dewi, Relawan Bersatu saat ini telah memiliki 137 komunitas relawan Eramas yang tersebar di 33 kabupaten kota di Provinsi Sumut yang siap berjuang untuk memenangkan Eramas. “Dengan jumlah anggota mencapai ratusan ribu orang, kita siap menang dengan bermartabat. Antisipasi kecurangan Pilgubsu yang terjadi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia P Silitonga mengatakan, saat ini masyarakat Sumut merindukan figur gubernur yang berlatar belakang militer. Karena berdasarkan pengalaman, Provinsi Sumut mengalami masa kejayaan saat dipimpin gubernur yang berlatar belakang militer seperti masa kepempinan Mayjen TNI (Purn) Marahalim Harahap dan Mayjen TNI (Purn) HT Rizal Nurdin. “Harapan kami di tangan Pak Edy Rahmayadi kelak Sumut akan dapat mengulang masa kejayaannya,” ujarnya. (rel/adz)

Tersaring 16 Tim Kualifikasi MFC Medan

Menpora Imam Nahrawi mendukung Milo Football Championship 2018.
Menpora Imam Nahrawi mendukung Milo Football Championship 2018.

SUMUTPOS.CO – Babak kualifikasi MILO Football Championship Medan telah dilaksanakan secara serentak di empat kota yaitu Medan, Lubuk Pakam, Binjai, dan Asahan pada 24-25 Maret. Dari total 128 tim Sekolah Dasar yang berlaga di babak kualifikasii, sebanyak 16 tim berhasil lolos ke babak regional yaitu delapan tim terbaik dari Medan, dua tim terbaik dari Asahan, tiga tim terbaik dari Binjai dan tiga tim terbaik dari Lubuk Pakam.

“Tim yang bertanding di babak regional akan memperebutkan gelar juara MILO Football Championship Medan serta berkesempatan untuk beradu dengan juara MILO Football Championship di regional lainnya untuk memperebutkan Piala Menpora. Ayo tunjukkan kemampuan terbaik kalian untuk meraih gelar juara dengan terus menerapkan nilai-nilai pantang menyerah, percaya diri, sportivitas dan kerja sama tim,” ujar Business Executive Officer Beverages Business Unit PT Nestlé Indonesia Prawitya Soemadijo.

Selain predikat juara, MILO Football Championship juga kembali memilih pemain terbaik dari masing-masing kota yang akan mendapatkan pelatihan di FCBEscola Barcelona sebagai bagian dari kerja sama Nestlé MILO dengan FC Barcelona yang telah berjalan sejak 2017. Tahun ini, para pemain terbaik dipilih oleh tim talent scouting seperti Zaenal Abidin, Kurniawan Dwi Yulianto serta Ponaryo Astaman yang merupakan mantan-mantan pemain tim sepak bola nasional berlisensi Asian Football Confederation (AFC).

Dalam rangkaian MILO Football Championship Medan, Nestlé MILO akan menghadirkan MILO Football Clinic Day pada 31 Maret. Ajang ini diperuntukkan bagi para siswa yang tidak menjadi peserta MILO Football Championship untuk mendapatkan pengalaman berlatih sepak bola dengan mantan pemain tim nasional Indonesia seperti Kurniawan Dwi Yulianto dan Ponaryo Astaman.

Para peserta nantinya akan mendapatkan pelatihan teknik dasar sepak bola seperti dribbling, shooting, passing, turning dan keeping. Sementara itu, bagi orang tua yang menemani anaknya berlatih, Nestlé MILO mengadakan Kelas Nutrisi agar semakin memahami pentingnya asupan gizi yang tepat dan seimbang untuk menunjang aktivitas harian anak.

Bagi para siswa di kota Medan dan sekitarnya yang ingin mengikuti MILO Football Clinic Day dapat mendaftarkan dirinya paling lambat tanggal 30 Maret dengan menghubungi Candra (0813 2275 6061).

“Rangkaian kegiatan MILO Football Clinic Day dan Kelas Nutrisi ini merupakan bagian dari upaya kami untuk terus mempromosikan gaya hidup sehat dan aktif serta menanamkan kecintaan pada olahraga khususnya sepak bola sejak usia dini. Kami berharap melalui kegiatan ini semakin banyak anak dan keluarga yang terinspirasi untuk terus berolahraga sehingga terwujud masyarakat Indonesia yang lebih sehat,” tutup Prawity. (don)

Suporter PSMS Ancam Boikot

Suporter saat memberi keterangan.
Suporter saat memberi keterangan.

SUMUTPOS.CO – Penetapan harga tiket laga kandang perdana Liga 1 PSMS kontra Bhayangkara FC mendapat pertentangan dari tiga kelompok suporter PSMS. Pertemuan antara tiga kelompok suporter PSMS, SMeCK Hooligan, KAMPAK FC dan PSMS Fans Club dengan manajemen PSMS pun digelar di Sekretariat PSMS, Kebun Bunga, Rabu (28/3).

Seperti diketahui manajemen menetapkan harga tiket untuk kategori big match yakni tribun terbuka untuk umum Rp 40 ribu, tribun tertutup timur Rp 75 ribu, tribun tertutup barat Rp 100 ribu dan VIP Rp 200 ribu. Naik dua kali lipat dari harga biasanya PSMS di Liga 2.

Setelah negosiasi, akhirnya manajemen sepakat untuk memberikan harga khusus Rp30 ribu untuk suporter yang biasanya menempati tribun terbuka baik di sektor Utara dan Selatan.

Namun untuk kuota tiket suporter sempat terjadi perdebatan alot. Panpel hanya memberi jatah lima ribu suporter dari 11 ribu kapasitas tribun terbuka. “Soal pengurangan harga sudah tidak ada masalah. Yang permasalahannya tadi mereka minta kuota tiket untuk suporter itu sembilan ribu tiket. Sementara kapasitas tribun terbuka hanya 11 ribu. Jatah 1100 tiket sudah kami distribusikan kepada sponsor. Jadi sisanya 9900 kami bagi dua antara suporter dan penonton umum,” kata CEO PSMS, Dodi Taher.

“Soalnya kami memikirkan buat penonton umum juga. Tidak mungkin jatah untuk penonton umum hanya 900. Memang kami akui animo penonton untuk Liga 1 ini cukup tinggi. Tapi kapasitas stadion kami kecil,” kata CEO PSMS Dodi Taher.

Rapat sempat alot dan tidak ada titik temu sehingga suporter memutuskan walk out dari rapat. Tiga kelompok suporter bahkan sempat membuat pernyataan untuk memboikot laga PSMS kontra Bhayangkara FC ini jika manajemen tetap bersikeras.

“Yang dipermasalahkan tadi soal harga dan pembatasan kuota. Ini kan Liga 1, pasti suporter akan semakin ramai menonton. Jadi janganlah dibatasi. Fasilitas di stadion Teladan kami akui belum bisa disamakan dengan stadion-stadion di pulau Jawa. Di sana tiket sudah sesuai dengan bangku single seat. Sementara di Teladan masih belum single seat jadi kapasitasnya masih belum pasti. Berdempetan kita duduknya,” kata Ketua Umum SMeCK Hooligan, Lawren Simorangkir.

Namun jelang azan Magrib, negosiasi manajemen dengan suporter akhirnya menemui titik terang. Manajemen menambah lagi kuota suporter menjadi 6 ribu. Dengan perincian SMeCK Hooligan 3500, KAMPAK FC 1250 dan PFC 1250. “Dengan kesepakatan kenaikannya bertahap. Jika nantinya mereka butuh lagi dan masih ada sisa dari penonton umum akan kami berikan,” kata Ridho, koordinator ticketing.

Sementara itu Sekjend KAMPAK, Saifol Mahdi mengakui sudah ada kesepakatan dengan kuota 6 ribu tiket dan angka Rp30 ribu. “Soal harga tiket kami sudah sepakat tadi akhirnya Rp 30 ribu. Ya awalnya memang kami tidak setuju, karena dibatasi kuotanya. Artinya kan mereka tidak menginginkan suporter PSMS itu besar kalau dibatasi seperti itu. Tapi setelah berbembuk lagi jadinya kami diberi kuota tiket enam ribu,” katanya. (don)

Djanur Matangkan Taktik

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Abdul Latief siap utnuk hadapi Bhayangkara FC di Stadion Teladan, Sabtu (31/3).
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Abdul Latief siap utnuk hadapi Bhayangkara FC di Stadion Teladan, Sabtu (31/3).

SUMUTPOS.CO – PSMS Medan semakin mengintensifkan persiapan menghadapi Bhayangkara FC pada laga lanjutan Liga 1 di Stadion Teladan, Sabtu (31/1). Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman mulai mematangkan taktik yang akan digunakan untuk menumbangkan juara Liga 1 2017 itu.

“Kami sudah fokus menuju ke lawan kita. Secara conditioning kami jaga. Taktikal juga kami garap sesuai prediksi kami mereka (Bhayangkara) akan main ke seperti apa sudah dipelajari lewat video,” kata Djadjang usai latihan di Stadion Kebun Bunga, Rabu (28/3).

Djanur mengatakan masih fokus untuk memperbaiki performa tim. Tentunya untuk meraih hasil maksimal pada laga kandnag perdana ini. “Walaupun orang bilang kami main bagus tapi kami tetap kehilangan poin. Itu tidak boleh terjadi di sini. Bagaimana pun kami push dari segi taktik mental dan sebagainya,” tambahnya.

Eks pelatih Persib itu juga memastikan Antoni Putro Nugroho dan Fredyan Wahyu tidak bisa turun. Dua nama yang kemungkinan akan mengisi posisi tersebut adalah Amarzukih di sektor full back kanan dan Erwin Ramdani di sektor penyerang sayap kanan.

“Pengaruh pasti ada. Pada prinsipnya kualitas satu dengan yang lain tidak persis sama. Pasti ada plus minusnya. Yang pasti Antoni dan Fredyan sudah tidak bisa main dan kami sudah siapkan pengganti,” beber pelatih berusia 53 tahun itu.

Ia juga mengasah para penyerangnya untuk menajamkan finishing touch. Hal yang masih terus disoroti Djanur sejauh ini. “Lini depan juga terus kami push. Ada latihan finishing touch walaupun melibatkan semua pemain tapi saya fokuskan ke lini depan. Saya ingin mereka bisa memanfaatkan peluang dengan baik,” bebernya.

Djanur tak memungkiri kualitas Bhayangkara sebagai juara bertahan. Dia juga mewaspadai beberapa nama secara individu. “Secara tim pasti. Individu banyak pemain bagus, Sergio ada striker anyarnya juga berbahaya. Saya pikir mereka jadi pemain yang menjadi kunci. Bahkan Vujovic katanya man of the match pertandingan lawan Persija. Dia memang piawai bola-bola tas. Saya tahu kekuatan dan kelemahan Vujovic . Saya akan coba manfaatkan minusnya itu,” bebernya.

Djanur juga tidak mau komentar soal wasit. Dia berharap wasit fair dan netral. “Saya tidak mau komentar soal wasit. Biar masyarakat yang memvonis. Saya dengar sudah jadi perhatian komisi wasit. Saya tidak ingin ada wasit memihak, tapi saya ingin fair saja. Netral saja cukup,” pungkasnya. (don)

Perry Warjiyo, Gubernur Baru BI

Perry Warjiyo
Perry Warjiyo

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Bank Indonesia (BI) kini mempunyai gubernur baru untuk periode 2018-2023. Kemarin (28/3), Komisi XI DPR telah memutuskan secara musyawarah mufakat bahwa gubernur BI pengganti Agus DW Martowardojo adalah Perry Warjiyo. Perry akan menggantikan Agus yang masa jabatannya di BI berakhir pada Mei 2018.

DPR juga memutuskan deputi gubernur BI adalah Dody Budi Waluyo. Dody yang saat ini menjadi asisten gubernur BI mengalahkan dua calon deputi gubernur lainnya, yakni Wiwiek Sisto Widayat dan Doddy Zulverdi.

Sebagai tindak lanjut, Komisi XI DPR akan menyampaikan hasil fit and proper test kepada pimpinan DPR, dan hasilnya akan dibacakan pada rapat paripurna pada 3 April 2018 mendatang.

“Sudah kami putuskan secara musyawarah mufakat. Putusan diambil dari 10 poksi (kelompok fraksi) dan 36 anggota komisi XI yang hadir,” kata Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Marcus Mekeng usai fit and proper test calon gubernur BI kemarin.

Mekeng menilai, sosok Perry adalah contoh orang desa yang tak kenal lelah dalam meningkatkan kemampuannya. Jika kali ini Perry terpilih menjadi pejabat sekelas gubernur BI, maka itu adalah hasil usaha Perry dan takdir Tuhan.

“Hidup memang enggak ada yang disangka-sangka. Presiden Jokowi juga dari desa, enggak ada yang sangka jadi presiden,” katanya.

Menurut Mekeng, baik Perry maupun Dody mempunyai rekam jejak yang baik. Keduanya dinilai dapat menjadi teamwork yang bagus. Semua poksi pun mengajukan nama yang sama, sehingga tidak diperlukan voting.

Mekeng menambahkan, tugas utama pimpinan BI saat ini adalah menjaga nilai tukar, sebab likuiditas dollar AS (USD) masih kurang. Besarnya cadangan devisa yang dimiliki Indonesia saat ini belum mampu membuat rupiah lengser dari level Rp13.700.

Padahal pada awal tahun, rupiah masih di kisaran Rp 13.200. Transaksi berjalan juga masih mengalami tren defisit.

“Kami minta terobosan yang lebih gereget supaya kurs lebih baik. Karena, kita kalau ada gangguan sedikit di luar negeri, USD langsung naik dan rupiah jadi mendekati Rp 14 ribu,” ujar politisi dari fraksi Golkar itu.

Dia menambahkan, jika fundamental ekonomi baik, semestinya rupiah dapat juga dapat mencerminkannya. Besarnya peranan asing dalam pasar keuangan Indonesia membuat rupiah mudah keok.

Untuk itu, harus ada pendalaman pasar keuangan yang lebih baik. Di samping itu, di tahun politik ini, Mekeng berpesan agar BI dapat menjaga pasokan uang.

Sebab belanja pemerintah dan masyarakat untuk pesta demokrasi sampai tahun 2019 akan meningkat. Sehingga, kecukupan likuiditas tidak boleh kurang. 

Lagi, Dua WNI Terancam Eksekusi Mati

Jaksa Agung, Prasetyo.
Jaksa Agung, Prasetyo.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO -Setelah Muhammad Zaini Misrin dipancung, masih ada dua warga negara Indonesia atau WNI lagi yang terancam dieksekusi mati oleh Kerajaan Arab Saudi. Keduanya adalah Eti binti Toyib Anwar dan Susanti Mahfud.

“Masing-masing diputuskan bersalah dalam kasus pembunuhan,” kata Jaksa Agung Prasetyo saat rapat kerja dengan Komisi III DPR di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3).

Menurut Prasetyo, masih ada beberapa WNI lagi yang dituntut hukuman mati di Arab Saudi. Menurut dia, persoalan ini harus menjadi perhatian dan ditangani secara khusus.

Anggota Komisi III DPR Taufiqulhadi mengatakan perlu dilakukan penambahan atase kejaksaan di Arab Saudi. Dia mengaku sudah bertemu dengan Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel.

“Mereka bilang terbantu dengan adanya atase kejaksaan di sana, sehingga perlu ditambah lagi untuk membantu WNI di negara sana,” ungkap Taufiqulhadi dalam rapat tersebut.

Untuk diketahui, Eti merupakan warga Desa Cidadap, Kecamatan Cingambul, Majalengka, Jawa Barat. Eti dinyatakan bersalah oleh pengadilan setempat karena telah berkomplot dengan pekerja lainnya asal India, meracuni majikannya hingga meninggal dunia.

Sedangkan Susanti merupakan warga asal Kampung Sepat, Desa Cikarang, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, Jabar. Dia divonis hukuman mati setelah dinyatakan bersalah membunuh anak majikannya. (boy/jpnn/ala)

 

Masyarakat Jangan Terpengaruh Provokasi Medsos

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Kepolisian Daerah Sumtera Utara (Polda Sumut) mengimbau masyarakat Sumut cermat menanggapi beragam informasi yang beredar dalam konten jejaring sosial media (medsos). Tujuanya, agar dapat menepis segala bentuk upaya provokasi yang dikhawatirkan memunculkan konflik dan gangguan kamtibmas masa pemilihan kepala derah (Pilkada)

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, Rabu (27/3) menyampaikan, eskalasi politik yang semakin tinggi pada masa tahapan Pilkada Serentak 2018 di wilayah Sumut sangat memungkinkan diwarnai upaya provokasi dari pihak tak bertanggungjawab dengan tujuan tertentu.

Terlebih Pilkada Serentak 2018 yang tengah berjalan tahap demi tahap di sejumlah daerah khususnya Sumut. Tidak bisa dipungkiri erat kaitannya dengan peta Politik lingkup nasional pada masa Pilpres 2019 mendatang. Karena peningkatan suhu Politik tersebut Poldasu berharap masyarakat Sumut bijak menyikapi berbagai hal dan informasi yang bernuansa provokasi.

“Suhu politik yang tinggi pada momen pesta demokrasi seperti tahapan Pilkada Serentak 2018 yang tengah berlangsung saat ini harus disadari rentan disusupi upaya provokasi dari pihak-pihak tak bertanggungjawab dengan tujuan tertentu. Karen itu masyarakat diimbau tak terpengaruh segala bentuk provokasi salah satunya beredar lewat medsos,” sebut Rina.

Lebih jauh, Rina menyebutkan, Polda Sumut melalui Satgas Nusantara telah melakukan langkah-langkah upaya untuk mengantisipasi segala bentuk gangguan kamtibmas pada masa Pilkada serntak 2018 di Sumut.

Selain itu, berbagai informasi hoax maupun ujaran kebencian dan aksi provokasi melalui jejaring sosial yang dikhawatirkan memunculkan konflik pada tahun Politik juga tengah gencar diawasi melalui monitoring tim dari Subdit Cybercrime Ditreskrimsus Polda Sumut.

“Karena itu agar pesta demokrasi yang berlangsung dalam hal ini Pilkada Serentak 2018 di Sumut berjalan kondusif, semua pihak diimbau agar tidak melakukan upaya-upaya Provokasi dengan penyebaran informasi hoax. Masyarakat juga diminta bijak mempergunakan jejaring sosial media dan tidak mudah terprovokasi dengan beragam konten di dalamnya,” pungkasnya. (mag-1/azw)

 

Paslon Siapkan laporan Dana Kampanye

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PASLON_Kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut yakni Edy Rahmayadi- Musa Rajeckshah (kiri) dan Djarot Saiful Hidayat- Sihar Sitorus (kanan) menunjukan dokumen resmi dari KPU Sumut usai pencabutan nomor urut Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018 di Hotel Grand Mercure Medan, Selasa (13/2) Pasangan Djarot dan Sihar mendapat nomor urut 2 dan Pasangan Edi Rahmayadi dan Musa Rajeckshah mendapat nomor urut 1 dalam Pilgub Sumut 2018.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PASLON_Kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut yakni Edy Rahmayadi- Musa Rajeckshah (kiri) dan Djarot Saiful Hidayat- Sihar Sitorus (kanan) menunjukan dokumen resmi dari KPU Sumut usai pencabutan nomor urut Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018 di Hotel Grand Mercure Medan, Selasa (13/2) Pasangan Djarot dan Sihar mendapat nomor urut 2 dan Pasangan Edi Rahmayadi dan Musa Rajeckshah mendapat nomor urut 1 dalam Pilgub Sumut 2018.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut periode 2018-2023 masing-masing sedang memverifikasi dan mendata pembiayaan kampanye di Pilgubsu tahap II, yang wajib dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawasan Pemilu pada 24 April mendatang.

Wakil Ketua Tim Pemenangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas), Irham Buana mengatakan pihaknya akan mentaati peraturan KPU soal dana kampanye ini. Saat ini pihaknya mengaku sedang lakukan verifikasi dan pendataan dana kampanye tersebut.

“Karena kitakan harus menyesuaikan ketentuan Undang Undang. Sebab ketika pendataan dana kampanye sudah rapi namun tidak rutin dilaporkan ke KPU dan Bawaslu, ada konsekuensi yang bisa dikenakan pada pasangan calon,” katanya kepada Sumut Pos, Rabu (28/3).

Pihaknya tetap akan mematuhi aturan main yang ada selama tahapan pilkada berlangsung. Sebab jika si paslon tidak mengikuti ketentuan yang berlaku, bisa saja terkena sanksi hukum dan dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

“Jadi sampai sejauh ini kami masih mendata penggunaan dana kampanye paslon kami. Tentunya kami akan rutin melaporkan dana kampanye ini pada KPU dan Bawaslu,” katanya.

Ketua Bidang Kampanye Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss), Jumiran Abdi juga berpendapat senada. Dia mengaku saat ini pihaknya masih melakukan pendataan penggunaan dana kampanye. “Belum kita laporkan. Kan  masa kampanye masih berlangsung,” katanya.

Menurut dia, Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) telah disampaikan ke KPU dan Bawaslu pada Februari lalu.

Menurut tahapan dari KPU, pada 24 April mendatang laporan dana kampanye wajib disampaikan lagi. “Masih kita jumlah-jumlahkan berapa dana yang dikeluarkan,” terangnya.

Pihaknya mengaku akan tetap menaati aturan perundang-undangan yang berlaku. Terlebih dalam tahapan laporan dana kampanye ini.