26 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 724

Terkait Dugaan Suap Seleksi PPPK, Poldasu Periksa Bupati dan Wakil Bupati Madina

Suap-Ilustrasi

SUMUTPOS.CO – Penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Mandailing Natal (Madina), Jafar Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Atika Nazmi Utammi Nasution. Keduanya menjalani pemeriksaan sebagai saksi dugaan suap Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Madina, yang melibatkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), Dollar Siregar.

Selain Bupati dan Wakilnya, Polda Sumut juga memeriksa Sekretaris Daerah Madina Alamulhaq Daulay. Hal itu dikatakan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi di Medan, Selasa (23/1).

“Iya benar. Yang memeriksa Subdit III Tipikor Ditrreskrimsus Polda Sumut, kemarin (Senin, 22 Januari 2024, red). Polisi panggil Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Madina,” ujar Hadi.

Ia menjelaskan, bahwa ketiganya diperiksa dengan kapasitas sebagai saksi. “Kapasitasnya sebagai saksi,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Mandailingnatal (Madina) inisial DHS resmi ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan, di Rumah Tahanan (Rutan) Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapoldasu), Jumat (12/1).

“DHS resmi ditahan hari ini, sesuai gelar perkara oleh Direskrimsus yang dilakukan penyidik unit Tipikor Polda. DHS resmi ditetapkan tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi.

Hadi menjelaskan, saat ini proses penyidikan masih berlangsung. Kemungkinan penambahan tersangka masih sangat memungkinkan. “Penyidik masih melanjutkan proses. Kita tunggu saja,” katanya.

Sesuai informasi, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Mandailingnatal (Madina), DHS dikabarkan terkena operasi tangkap tangan (OTT) polisi atas dugaan suap seleksi masuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Madina.

Diduga ada delapan orang yang diamankan bersama DHS dan langsung dibawa ke Mapolda Sumut, pada Rabu (3/1) lalu. (dwi/han)

Pj Bupati Nizhamul Sidak ke Kecamatan Medan Deras, Pastikan Pelayanan Terbaik ke Masyarakat

TINJAU: Pj. Bupati Nizhamul didampingi Camat dan Lurah saat meninjau Pasar Rakyat di Kecamatan Medan Deras. IRMAWAN/SUMUT POS.

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Guna memastikan pelayanan terbaik diberikan kepada masyarakat, Penjabat (Pj) Bupati Batubara Nizhamul, SE MM didampingi beberapa Staf khusus melakukan inspeksi ke Kantor Camat, Puskesmas, dan Pasar Rakyat di Kecamatan Medang Deras, Senin(22/1).

Pj. Bupati Batubara Nizhamul langsung melihat kondisi ruangan kantor camat mulai dari luar hingga ke dalam ruangan, sekaligus menyapa dan berdiskusi dengan Camat Medang Deras Syahrizal beserta staf kecamatan dan Lurah Pangkalan Dodek.

Usai melihat kantor camat, Pj. Bupati dan Camat Medang Deras melihat keadaan pasar rakyat, dan juga meninjau langsung UPT Puskesmas Pagurawan. Di kesempatan itu, Pj. Bupati melihat ada beberapa pasien yang terjangkit malaria dan diberi penanganan di UPT Puskesmas Pagurawan.

Pj. Bupati Batubara mengimbau agar masyarakat menjaga kebersihan, dan peka terhadap genangan-genangan air di sekitar rumah yang bisa menjadi sarang atau awal penyakit malaria. “Kasus malaria ini harus ada penanganan dan jangan sampai melebar. Saya berharap OPD terkait harus bergerak dan tinjau lapangan,” ujar Nizhamul.

UPT Puskesmas Pagurawan dinilai cukup baik oleh Pj. Bupati Batubara mulai dari pelayanan dan fasilitas yang cukup untuk melayani masyarakat dan harus terus ditingkatkan. Setelah dari puskesmas dan pasar, Nizhamul menyempatkan diri mengunjungi UPT SD Negeri 01 Pangkalan Dodek dan Kantor Desa Aek Nauli. (aci/han)

Buntut Cuit #PrabowoGibran2024, Akun Kemhan Dilaporkan ke Bawaslu

LAPORAN: Koalisi Pemilu Bersih 2024 melaporkan akun X Kementerian Pertahanan ke Bawaslu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Koalisi Pemilu Bersih 2024 yang terdiri dari sejumlah organisasi masyarakat sipil melaporkan akun X Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang mencuit #PrabowoGibran2024 ke Bawaslu. Laporan itu terkait dugaan penggunaan fasilitas negara yang mengkampanyekan salah satu pasangan calon Pilpres 2024.

“Pada kali ini substansi yang kami laporkan yakni adalah adanya cuitan di akun resmi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yakni akun resmi X atau Twitter di mana ada hashtag salah satu pasangan calon yakni pasangan calon Prabowo-Gibran yang di mana di dalam hashtag tersebut ada #PrabowoGibran2024 di mana kami menilai bahwa disitu ada dugaan penggunaan fasilitas negara untuk mempromosikan atau mengkampanyekan salah satu pasangan calon Pilpres 2024,” kata Advokat Themis Indonesia, Ibnu Syamsu Hidayat, di kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa (23/1).

Adapun Laporan tersebut telah diterima dan teregister dengan Nomor: 035/LP/PP/RI/00.00/I/2024/ tertanggal 23 Januari 2024. Ia menilai, cuit #PrabowoGibran2024 bertentangan dengan UU Pemilu

“Penggunaan hastag Prabowo-Gibran 2024 itu kami nilai bertentangan dengan UU yakni sesuai dengan Pasal 280-282-283 UU Pemilu,” imbuhnya.

Di lokasi yang sama, perwakilan Themis Indonesia, Hemi Lavour Febrinandez, menilai pelanggaran tersebut bukan hanya bersifat administrasi, namun juga struktural pemerintahan. Ia menduga bahwa cuitan itu muncul atas perintah dari petinggi Kemhan.

“Kami menilai ini bukan cuman pelanggaran yang hanya dinilai administrasi, akan tetapi kita harus melihat pelanggaran secara struktural, karena kita tahu bersama Kemhan masih bernuansa militeristik jadi kita harus lihat apakah jangan-jangan ada komando di situ karena mustahil seorang admin medsos kemudian melakukan cuitan terkait dengan hastag tanpa ada perintah,” ujarnya.

Adapun sejumlah barang bukti yang dibawa antara lain tangkapan layar cuitan dan rangkaian kajian terkait dengan peraturan perundang-undangan yang diduga dilanggar oleh Menteri Pertahanan dan juga PNS yang bertanggung jawab menjadi administrator di akun sosial media Kementerian Pertahanan.

Koalisi masyarakat sipil mengklaim ini adalah laporan ketiga yang dilayangkan ke Bawaslu terkait dugaan pelanggaran pemilu. Mereka menegaskan mereka tidak berpihak pada paslon manapun.

Kementerian Pertahanan sudah memberikan klarifikasi usai cuitan #PrabowoGibran2024 di akun media sosial X-nya. Karo Humas Kemhan Brigjen Edwin Adrian mengatakan cuitan tersebut merupakan ketidaksengajaan dari admin.

“Terkait berita yang beredar tentang akun X Kemhan yang mencuit tagar Prabowo-Gibran, perlu kami klarifikasi bahwa hal tersebut terjadi karena adanya ketidaksengajaan (autotext), dari admin Kemhan,” kata Edwin saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (22/1).

Edwin menuturkan kesalahan itu telah diperbaiki. Edwin menyampaikan admin yang memposting cuitan tersebut telah diberi sanksi teguran keras.

“Dan kesalahan telah diperbaiki. Kami telah lakukan evaluasi dan penekanan ulang untuk berhati-hati dalam proses publikasi. Dan, admin telah diberikan sanksi teguran keras, karena kurang berhati-hati dalam melaksanakan tugasnya,” tuturnya.(jpc/dtk/azw)

Debat Cawapres Tak Beri Solusi Masalah Agraria dan Ekologis

DISKUSI: Manager Pengakuan Wilayah Kelola Rakyat Walhi, Ferry Widodo, dalam diskusi di kantornya, Jakarta, Selasa (23/1).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengkritisi jalannya debat calon wakil presiden (Cawapres). Dia menyebut, tiga cawapres tidak menjawab persoalan agraria, pangan, dan ekologi.

“Tiga calon saya pikir sangat jauh bicara (masalah) soal pangan, agraria, dan ekologis,” kata Manager Pengakuan Wilayah Kelola Rakyat Walhi, Ferry Widodo, dalam diskusi di kantornya, Jakarta, Selasa (23/1).

Menurut Ferry, dari tiga calon itu, tidak ada yang pernyataan untuk menyelesaikan masalah konflik agraria. Menurutnya, tak ada yang jelas menjelaskan bagaimana melakukan reforma agraria sejati yaitu menata ulang struktur kepemilikan tanah.

“Kritik terhadap mereka adalah, tak ada yang bisa jelaskan bagaimana bisa mendorong terkait reforma agraria sejati,” katanya.

Dia mengkritik pernyataan dari cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin soal rencana dana desa Rp5 miliar. Menurutnya, anggaran desa yang besar belum tentu bisa selesaian masalah.

“Apakah dana desa Rp5 M itu cukup untuk menjadi anggaran yang cukup untuk pembangunan dan pemberdayaan tingkat desa. Fakta di lapangan, tidak terjadi. Rp1 M dana desa yang dikucurkan saat ini, itu malah menyebabkan angka korupsi di tingkat desa tinggi. Ada 600 kepala desa yang terseret isu korupsi dana desa,” kata Ferry.

Dana desa tak selesaikan masalah agraria di mana terjadi konflik antara masyarakat dengan konsesi industri besar. Sehingga, kemiskinan di desa pun tidak terjadi.

“Dia tak selesaikan persoalan agraria yang sudah diambil oleh konsesi industri besar. Ini titik tekan kita. Mau dinaikkan Rp10 M pun, bukan jaminan penyelesaian konflik agraria dan penuntasan kemiskinan di desa,” katanya.

Tiga pasangan capres memiliki misi dan visi terkait reformasi agraria. Tapi hanya menurutnya tak ada pembahasan bagaimana menyelesaikan masalah konflik agraria. “Kita tegaskan bahwa walaupun dalam visi misi tiga calon ada mengenai reforma agraria. Bagaimana selesaikan konflik?” katanya.

Selain itu, Ferry pun menyinggung soal masalah pangan di Indonesia. Menurutnya, tiga cawapres tidak membahas soal tata kelola dan distribusi pupuk dan pangan di Indonesia.

“Yang jadi persoalan, bukan ketersediaan pupuk, tata kelola, dan distribusi pupuk yang jadi masalah. Di beberapa tempat yang kami temukan, bahwa agen pupuk besar dia telah punya jaringan sendiri. Biasanya, bukan jaringan resmi yang terdaftar, ada yang tidak terdaftar, dan penimbunan pupuk besar,” katanya.

“Dan bagaimana kemudian atasi distribusi dan tata kelola pupuk, itu tak muncul (di debat),” katanya.

Menurut Ferry, seharusnya tiga cawapres membahas bagaimana menjadikan distribusi lebih pendek. Konsumen seharusnya bisa langsung mendapatkan pupuk atau pangan dari produsen.

“(Cawapres) hanya bicara distribusi pupuk adil, subsidi pupuk, itu sudah lama dan ada. Bagaimana tata kelola dari produsen ke konsumen langsung? Beras punya sembilan mata rantai dari produsen ke konsumen, dari setiap level agen ini mereka ambil margin,” ucapnya.

Sementara itu, Manajer Kampanye Tambang dan Energi WALHI, Fanny Tri Jambore Christanto atau Rere, mengatakan bahwa sampai saat ini pemerintah tidak tuntas mengatasi masalah karbon. Proyek hilirisasi industri yang sering disampaikan oleh cawapres nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka, menambah emisi karbon di Indonesia.

“Misal pendekatan untuk melakukan hilirisasi. Itu justru menghasilkan karbon dalam sekala besar. Perubahan bentang lahan menyebabkan emisi karbon meningkat,” katanya.

Menurut Rere, kebijakan perusahaan untuk membeli alat kredit karbon untuk mengurangi emisi, tidak menyelesaikan masalah. Hal itu malah membuat perusahaan yang membuat emisi atau emiter semakin berkembang mengambil lahan.

“Ada skema pemerintah tidak dimunculkan (saat debat) tapi jadi masalah dalam skema pembangunan rendah karbon. Bagi kami, skema perdagangan karbon, upaya membiarkan emiter menghasilkan emisi dengan membeli kredit karbon. Emisi tak turun tapi malah pengambilalihan lahan masyarakat,” katanya. (jpc/dtk/azw)

Dugaan Suap di Direktorat Jenderal Perkeretaapian, KPK Tetapkan ASN Kemenhub dan BPK Tersangka Baru

WAWANCARA: Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri saat diwawancarai wartawan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan dua tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kedua tersangka itu berstatus aparatur sipil negara (ASN)

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri menyampaikan, dua orang tersangka itu berasal dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun, KPK belum mengumumkan secara resmi identitas dari kedua tersangka baru tersebut.”Satu dari Kemenhub, satu dari BPK,” kata Ali Fikri, Selasa (23/1).

KPK akan mengumumkan identitas tersangka bersamaan dengan penjelasan konstruksi perkara dari masing-masing pihak. Hal itu akan disampaikan saat KPK melakukan upaya paksa penahanan.

Dalam mendalami kasus ini, KPK telah memeriksa Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan (Sekjen Kemenhub), Novie Riyanto pada Kamis (18/1). KPK mendalami pengetahuan Novie Riyanto mengenai adanya dugaan pengaturan pemenang lelang proyek.

Tim penyidik juga mencecar Novie mengenai pengondisian temuan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Novie diperiksa sebagai saksi untuk dua tersangka baru kasus dugaan suap di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub. “Dikonfirmasi terhadap saksi atas dugaan adanya pengaturan para pemenang lelang termasuk pengondisian temuan audit BPK,” ujar Ali, Senin (22/1).

Tak hanya itu, tim penyidik juga mendalami pengetahuan Novie mengenai penunjukkan pejabat pembuat komitmen (PPK) untuk sejumlah proyek pengadaan di Kemenhub. KPK sebelumnya menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto, dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA). Novie diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk dua tersangka baru yang belum diungkapkan identitasnya oleh KPK. (jpg/ila)

Ali menjelaskan, kasus ini merupakan pengembangan dari penyidikan perkara dugaan suap DJKA dengan terpidana Bos PT Istana Putra Agung, Dion Renato Sugiarto dkk. Disinyalir, dua ASN di Kemenhub telah ditetapkan sebagai tersangka baru. “Menindakanjuti berbagai fakta hukum dalam persidangan terpidana Dion Renato Sugiarto dkk, benar KPK saat ini mengembangkan lagi proses penyidikannya dengan menetapkan tersangka baru yaitu dua orang ASN,” ucap Ali.

Dalam kasus ini, KPK sebelumnya menjerat Direktur Prasarana Perkeretapian DJKA Kemenhub Harno Trimadi. Selain Harno, KPK juga menetapkan tersangka PPK Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah (BTP Jabagteng) Bernard Hasibuan, Kepala BTP Jabagteng Putu Sumarjaya, PPK BPKA Sulsel Achmad Affandi, PPK Perawatan Prasarana Perkeretaapian Fadliansyah, dan PPK BTP Jabagbar Syntho Pirjani Hutabarat. (jpg/ila)

Satu KKB Tewas Tertembak, Hilangkan Jejak dengan Bakar Rumah

MENGUNGSI: Warga dari enam kampung yakni Kampung Holomama, Soambili, Mamba Atas, Amaisiga, Jalai dan kampung Yokatapa yang mengungsi.

JAYAPURA, SUMUTPOS.CO – Kondisi keamanan daerah di Kabupaten Intan Jaya hingga Selasa (23/1) kemarin belum kondusif. Dari video yang dikirim warga, aksi baku tembak antara TNI Polri dan KKB masih berlanjut.

Bahkan itu terjadi di siang hari. Warga setempat hanya memilih mengurung diri di dalam sementara di luar dentuman peluru masih bunyi disana sini. Kejadian terakhir adalah KKB berhasil membakar 4 rumah warga yang merupakan bantuan dinas sosial pada Senin (22/1).

Wakil Sementara Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan dalam keterangannya menyampaikan bahwa saat ini teror KKB kepada masyarakat masih berlangsung. Tak hanya penembakan tetapi juga pembakaran rumah warga serta fasilitas lainnya.

Ini masih kelanjutan kejadian Senin kemarin pukul 15.45 WIT di Kampung Mamba, Distrik Sugapa dimana selain secara brutal, KKB juga membakar 2 unit rumah dinas DPRD dan 2 unit rumah Dinas Sosial. Akibatnya warga masih mengungsi. “Masyarakat beberapa kampung mengungsi minta perlindungan aparat keamanan,” jelas Candra. Respon TNI adalah Satgas Yonif PR 330/TD bersama aparat keamanan lainnya melakukan pengejaran terhadap KKB.

Ditambahkan, Satgas Damai Cartenz bahwa KKB masih melakukan aksinya pada Senin 22 Januari 2024 kemarin dengan membakar 4 rumah warga yang merupakan rumah bantuan Dinas Sosial Kabupaten Intan Jaya.

Aksi sebelumnya adalah pada 19 Januari 2024 menyerang pos dan mengakibatkan gugurnya Briptu Anumerta Alfando Steve Karamoy. Setelah itu 20 Januari 2024 membakar rumah ASN Pemkab Intan Jaya serta membakar 4 unit rumah warga.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, AKBP Dr. Bayu Suseno saat dikofirmasi mengatakan, total rumah warga yang dibakar oleh KKB pada 22 Januari adalah empat unit dan semuanya merupakan rumah bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Intan Jaya.

“Kejadian ini terjadi sekitar pukul 15.40 WIT yang mana terlihat dari kepulan asap tebal di perumahan warga milik oleh Gat Sani dan Juni Sani. Saat ini TNI Polri masih meningkatkan patroli untuk memberikan jaminan keamanan kepada warga masyarakat,” kata Bayu.

Pihaknya juga mengimbau warga tidak terprovokasi isu-isu yang menyesatkan. “Tetap tenang karena situasi sedang ditangani TNI Polri,” imbuhnya.

Sementara itu Penjabat (Pj) Bupati Intan Jaya, Apolos Bagau, menyatakan Pemkab Intan Jaya tidak pernah mengeluarkan rekomendasi terkait penambangan Blok Wabu. “Kami bersama Pemprov Papua Tengah tidak pernah mengeluarkan rekomendasi terkait pengelolaan Blok Wabu,” tegas Apolos Bagau dalam keterangan tertulis di Jayapura, Selasa.

Ia menjelaskan selain tidak mengeluarkan rekomendasi pengelolaan Blok Wabu, pihaknya juga menghentikan pembangunan patung Tuhan Yesus. Selain itu Pemkab Intan Jaya, kata dia, juga telah menetapkan situasi tanggap darurat dan akan melakukan pemulihan kondisi keamanan dan membantu masyarakat yang terdampak.

Sebelumnya Wakil Sementara Kapendam XVII Cenderawasih Letkol Inf Chandra Kurniawan mengatakan saat ini sekitar 270 orang mengamankan diri dari gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ke Pos TNI Yonif 330/TD di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Warga yang mengungsi itu berasal dari enam kampung yakni Kampung Holomama, Soambili, Mamba Atas, Amaisiga, Jalai dan kampung Yokatapa.

Di tempat terpisah, Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi Gusti Nyoman Suriastawa menyatakan seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Intan Jaya yaitu Melkias Matani tewas dalam kontak tembak yang terjadi Selasa (23/1) di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah .

“Memang benar saat KKB berupaya menyerang Pos Satgas Yonif 330/TD hingga terjadi kontak tembak menyebabkan seorang anggotanya tewas tertembak,” kata Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi Gusti Nyoman Suriastawa dalam keterangan tertulisnya, Selasa.

Ia menjelaskan peristiwa kontak senjata tersebut terjadi dari pukul 09.30 WIT hingga pukul 10.11 WIT yang dilakukan KKB dari arah pemukiman warga. Saat kontak tembak berlangsung nampak anggota KKB melarikan diri ke arah gereja sambil menyeret rekannya yang terkena tembakan.

Dari informan terungkap, setelah mengetahui anggotanya tewas, Komandan Perang Batalyon Wabu Yoswa Maiseni memerintahkan untuk menghilangkan jejak dari pengejaran anggota TNI-Polri dengan cara membakar rumah warga.

Suriastawa mengatakan saat ini anggota TNI-Polri meningkatkan kewaspadaan untuk menciptakan keamanan bagi masyarakat di wilayah Sugapa, Intan Jaya. “Saat ini aparat keamanan meningkatkan kesiapsiagaan, jangan sampai aksi bakar-bakar terhadap fasilitas umum dilakukan KKB,” kata Suriastawa. (ade/wen/jpg/ila)

Siapkan Formasi Fresh Graduate untuk Pindah ke IKN

Ilustrasi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Memasuki awal tahun 2024, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) terus mematangkan skenario pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Pemindahan ini nantinya bukan hanya sebatas SDM saja, tapi juga tata kelola pemerintahannya.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Abdullah Azwar Anas mengungkapkan, tahapan pemindahan IKN berdasarkan UU IKN dibagi dalam 5 fase. Pada fase pertama (2020-2024), fokusnya adalah pembangunan miniatur penyelenggara pemerintahan. Pada tahap ini, efektivitas penyelenggaraan pemerintahan di IKN dilakukan melalui pola kerja digital.

Kemudian, fase kedua (2025-2029) fokus pada pengembangan shared office di IKN, yaitu mewujudkan “smart government” serta penerapan shared offices. Untuk fase ketiga (2030-2039), pengembangan agile government atau kota cerdas dan pusat digital untuk berbagai sektor pemerintahan (Digital Government).

Selanjutnya, fase keempat (2035-2039) yaitu pembangunan kota cerdas industri 4.0. Terakhir, fase kelima (2040-2045) pembangunan kota cerdas dengan artificial intelligence (AI), yakni pengembangan konsep perluasan kota cerdas menuju society 5.0, pemerintahan bersifat citizen centric.

Selain menerapkan konsep kota pintar atau smart city, tata kelola pemerintahan di IKN Nusantara juga didukung dengan green design, green building, serta green open space. “Adapun fokus kebijakan pemindahan IKN saat ini, pada masa jangka pendek (short term) di fase pertama tahun 2022-2024, fokus pada perpindahan kelembagaan dan ASN. Termasuk juga efektivitas penyelenggaraan pemerintahan di IKN melalui pola kerja digital,” ujarnya, kemarin (23/1).

Untuk pemindahan ini, Anas mengaku telah menyiapkan beberapa skenario. Mulai dari skenario ideal hingga skenario bertahap. Pada skenario ideal, pihaknya terus memetakan jumlah ASN yang akan pindah bekerja di IKN. Pasalnya, dinamika terkait pemindahan ASN ini selalu berkembang, menyesuaikan dengan kemampuan pembangunan di IKN serta jumlah hunian yang akan siap untuk dihuni nantinya. Dalam penyiapannya sendiri, pihaknya bekerja sama dengan kementerian/lembaga. Mulai dari Otorita IKN, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas (PPN) hingga Kementerian Keuangan. Tak terkecuali, Kementerian Pertahanan, TNI, serta Polri.

KemenPANRB pun, kata dia, tengah menyiapkan jumlah kebutuhan ASN, baik yang diusulkan dari ASN yang sudah ada maupun yang akan direkrut, dari tiap kementerian dan lembaga untuk penempatan di IKN. Oleh karenanya, instansi terkait diminta menyiapkan formasi khusus yang disiapkan untuk langsung bekerja di IKN dalam pengusulan kebutuhan pada Seleksi CASN Tahun 2024. Sebagai informasi, tahun ini, pemerintah mengalokasikan sekitar 600 ribu kebutuhan formasi untuk fresh graduate.

“Presiden meminta agar kami juga menyiapkan formasi kebutuhan bagi fresh graduate, bukan saja untuk Otorita IKN, tetapi juga seluruh kementerian dan lembaga yang akan pindah ke IKN Nusantara,” jelasnya.

Di sisi lain, pihanya pun harus merancang skenario agar fungsi pemerintahan dapat langsung berjalan optimal saat boyongan ke IKN. Anas mengaku, sudah berkoordinasi dengan kementerian/lembaga untuk menyiapkan talenta-talenta unggul yang akan dipilih untuk berkantor di sana.

“Selain terkait dengan SDM aparatur, Kementerian PANRB juga bertugas untuk menyiapkan tata kelola pemerintahan yang akan dijalankan di IKN,” tuturnya. Sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) yang terintegrasi pun kini tengah dimatangkan untuk bisa diimplementasikan di IKN nantinya. “Hal ini sejalan dengan penyiapan government technologi (GovTech) yang juga sedang kami siapkan,” sambungnya. (mia/jpg)