Home Blog Page 748

Salah Input Sirekap Menjadi Pelanggaran Tertinggi Sejak H-1 Sampai H+3

JAKARTA, SJMUTPOS.CO – Salah input dalam Sirekap, aplikasi penghitungan suara milik Komisi Pemilihan Umum (KPU), menjadi pelanggaran tertinggi (25%) yang diperoleh sejak H-1 hingga H+3 sejak hari Pemilihan Umum, 14 Februari 2024. Pelanggaran tertinggi berikutnya adalah kesalahan administrasi tata cara pelayanan pelaksanaan pemungutan suara (22%) yang dilakukan para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di lapangan.

“Sejak Orde Baru berakhir, ini adalah pemilu ke-6 yang kita lakukan. Sangat disayangkan bahwa sudah enam kali berturut-turut kita melakukan pemilu, berbagai kecurangan atau kesalahan yang terjadi, termasuk kesalahan administratif seperti dua hal tertinggi tersebut, belum bisa diminimalisir,” kata Luky Djani, Sekretaris Perkumpulan Jaga Pemilu, dalam konferensi pers bersama para lembaga-lembaga masyarakat sipil pemantau Pemilu di Jakarta (17/2/2024).

Turut hadir dalam kesempatan itu, Hadar Gumay pendiri JagaSuara2024, Wahyu Susilo selaku Direktur Migrant Care; Feri Amsari pendiri Kecurangan Pemilu, Okky Madasari, pendiri OM Institute, Ismail Fahmy pendiri Drone Emprit dan Yanuar Nugroho, pengajar STF Driyarkara.

Menurut Luky, kedua pelanggaran itu diperoleh dari pantauan yang Jaga Pemilu lakukan di hampir 7.000 tempat pemungutan suara di lapangan, baik oleh Penjaga Pemilu yang terregistrasi, maupun dari masyarakat. Keduanya berbeda dari isu pelanggaran tertinggi sebelum hari H yang didominasi oleh ketidaknetralan aparat.

“Selain salah input Sirekap dan kesalahan administrasi tata cara pemilu, juga ada persoalan netralitas penyelenggara, politik uang di H-1 sampai menjelang pencoblosan atau yang dikenal sebagai serangan fajar, juga ada pelanggaran terkait dengan Daftar Pemilih Tetap. Misalnya, ada nama di daftar tapi tidak menerima surat panggilan. Atau sebaliknya, ada anggota keluarga yang sudah wafat tapi menerima surat panggilan,” ungkap Luky.

Jika dibandingkan, apa yang terjadi di Pemilu 2024, tambah Luky, tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan Pemilu 1992 ketika Orde Baru masih berkuasa. Artinya, setelah 30 tahun Indonesia menyelenggarakan pemilu bebas, berbagai kesalahan masih terus terjadi.

Menurut Hadar Gumay, kesalahan penginputan data di Sirekap tidak bisa dianggap enteng. Ini karena data rekapitulasi yang secara manual akan dilakukan bertahap sesungguhnya bertumpu pada bahan awal dari aplikasi Sirekap. Sehingga data Sirekap harus benar-benar jujur mencerminkan perolehan hasil dari TPS. “Jadi kalau bahan awalnya kotor, maka rekap manualnya pun akan tidak bersih,” katanya.

Hadar mengutip temuan organisasinya yang mengambil 5000 sampel data Sirekap yang tersebar di 1.172 kelurahan yang dipilih secara acak tersebar di 494 kabupaten/kota. Dari sampel sebanyak itu, ditemukan 2.66% kesalahan suara sah tidak sama dengan jumlah suara paslon, 0.88% suara sah tidak sesuai dengan foto C.Hasil, dan 1.96% satu atau lebih suara Paslon tidak sesuai dengan foto C.Hasil.

“Ada kemungkinan di antara sampel ada kesalahan yang telah diperbaiki sebelum diunduh, sehingga tingkat kesalahan sebenarnya lebih tinggi. Sirekap sesungguhnya alat bantu yang sangat penting, tapi sebagaimana alat, ia bisa direkayasa, sehingga harus diperhatikan dan diawasi betul,” kata Hadar.

Hadar menyimpulkan bahwa penyelenggara Pemilu 2024 cenderung tidak mandiri. Ia mengutip intervensi DPR dalam memutuskan apa yang sesungguhnya menjadi wewenang KPU, serta intervensi lainya yang membuat peraturan dan data sampai harus berubah. Misalnya, peraturan tentang kewajiban 30% calon legislatif harus perempuan banyak tidak terwujud. Bahkan ada enam partai yang jelas-jelas tidak memenuhi prasyarat ini.

“Berkali-kali kesalahan yang dilakukan KPU dianggap sebagai persoalan kecil, yang saling ditutupi. Ini persoalan serius. Saya menyoroti penyelenggara pemilu kita saat ini nyata-nyata melaksanakan pemilu tidak sesuai dengan Undang-Undang. Ini cacat besar dalam demokrasi kita. Jadi jangan seolah-olah kita bilang pemilu selesai dan tutup buku,” tegas Hadar.

Yanuar Nugroho, pengajar STF Driyarkara yang pernah menjadi Deputi Kantor Staf Presiden pada 2015-2019 menegaskan bahwa berbagai kecurangan yang terjadi tidak boleh dinormalisasi, tidak boleh dimaklumi atau dimaafkan dan tidak boleh diinstitusionalisasikan. Jangan sampai berbagai pelanggaran dan penyimpangan yang terjadi di lapangan menjadi resep bagi pemimpin lain di Indonesia di masa mendatang.

“Politik gentong babi itu bukan hanya bansos, tapi juga kenaikan gaji bagi aparat negara, penyelenggara pemilu, bahkan sampai ke penunjukkan komisaris,” katanya.
Menurut Luky, secara berkala, organisasi pemantau pemilu juga akan terus berbagi temuan dengan masyarakat sampai seluruh proses pemilu selesai dan keputusan final diketok.

“Ini adalah ikhtiar kami untuk tidak membiarkan kecurangan maupun kesalahan-kesalahan Pemilu terjadi begitu saja dengan tujuan agar Pemilu ke depan bisa berlangsung adil, tidak ada silent operation dilakukan oleh mereka yang ingin berkuasa,” kata Luky. (adz)

Wujudkan Desa Digital, Desa Ngoran Optimalkan Peran AgenBRILink untuk Sejahterakan Warga

Desa Ngoran berada di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim). Memiliki luas wilayah 310 hektare (ha), sebagian besar warganya berprofesi sebagai petani dan penyedia jasa di sektor perdagangan.

Kades Ngoran Imam Syaiful mengatakan, di wilayahnya terdapat beberapa potensi ekonomi. Mulai dari perkebunan pohon kelapa, perkebunan manggis, perajin gendang jimbe, perajin bidak catur, gamelan, kentongan, kuda lumping, hingga ternak ikan koi.

Potensi itu dikembangkan dengan memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Mandiri. Alhasil, nilai bisnis dari BUMDes Karya Mandiri mampu meningkatkan pendapatan asli desa.

Imam Syaiful berusaha membawa desanya melek digital. Di antaranya dengan membuat inovasi digitalisasi pelayanan publik. Bentuk konkretnya, menerapkan tanda tangan digital kepala desa berupa barcode dan membuat aplikasi Simpeldesa.

Lewat inovasi desa digital serta pengembangan BUMDes, Desa Ngoran berhasil masuk lima belas besar Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023 yang diinisiasi BRI. Desa BRILiaN diselenggarakan BRI sejak 2020. Program inkubasi desa ini bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa, melalui implementasi praktik kepemimpinan desa yang unggul, serta semangat kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi desa berbasis Sustainable Development Goals (SDG’s).
Lebih jauh Imam bercerita, Simpeldesa dihadirkan pada 2023. Aplikasi itu punya beragam fitur yang dapat digunakan masyarakat untuk mengakses sejumlah layanan administrasi kependudukan dari mana saja dan kapan saja.

Inovasi Simpeldesa, terinspirasi dari pengalaman Imam saat tinggal di Korea Selatan (Korsel). Desa-desa di negeri Ginseng itu menyediakan pelayanan masyarakat secara digital untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Saat tinggal di Korsel, dia merasakan kemudahan pelayanan digital yang dihadirkan pemerintah desa setempat bagi masyarakat.

“Saya pernah bekerja sebagai migran di Korsel. Desa tempat saya tinggal di Korsel sejak 2008 sudah mengadopsi pelayanan administrasi digital. Saya merasakan sendiri kemudahan serta kenyamanan layanan tersebut. Sejak saat itu, saya bercita-cita desa tempat asal saya bisa menerapkan pelayanan berbasis digital,” kenangnya.

Dari situ, Imam bermimpi membawa konsep desa digital ke Indonesia. Seperti gabung bersambut, konsepnya sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia mewujudkan pengembangan desa digital.

Usai terpilih sebagai kades pada 2012, Imam berupaya mewujudkan cita-cita tersebut dengan menjadikan Desa Ngoran sebagai desa digital. Semula untuk mewujudkan itu tak semudah yang dibayangkan. Gagasan itu baru dapat diwujudkan pada 2023.

Optimalisasi BUMDes Kerek Ekonomi Desa

Ketika mengoptimalkan BUMDes, Imam mengembangkan sejumlah unit usaha yang dimiliki BUMDes yang bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Di antaranya unit usaha jasa layanan internet WiFi; toko alat tulis, persewaan gedung serbaguna, serta penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas).

Pamsimas dihadirkan untuk menjawab kebutuhan warga pada saat kekeringan melanda. Berkat Pamsimas, masyarakat dapat mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari kala musim kemarau.

“BUMDes Karya Mandiri juga menjalin kerja sama dengan BRI untuk mendirikan AgenBRILink. Layanan AgenBRILink yang diakomodasi BUMDes berhasil meningkatkan pendapatan asli desa dan sekaligus memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi perbankan,” kata Imam.

Imam menceritakan, AgenBRILink sangat membantu masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan. Berkat AgenBRILink, imbuh Imam, warga Desa Ngoran yang sebagian besar berprofesi sebagai petani tak perlu pergi jauh ke Unit Kerja BRI untuk bertransaksi.

“Warga dapat bertransaksi lewat AgenBRILink, baik transfer, tarik tunai, serta sejumlah pembayaran lain. Sejumlah warga kami juga dimudahkan membuka rekening BRI,” terangnya.

Imam menambahkan, masyarakat juga dimudahkan bertransaksi dengan opsi pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Pelaku usaha di Desa Ngoran dibantu oleh BRI untuk mendapatkan QRIS BRI dan masyarakat desa bisa bertransaksi dengan memindai QRIS BRI lewat BRImo.

Kelompok masyarakat dari kalangan muda serta pelaku usaha pun merespons positif fitur QRIS BRI dan QRIS BRImo untuk melakukan transaksi keuangan sehari-hari.
Selain lewat produk BRI, kehadiran Mantri BRI di Desa Ngoran, kata Imam, juga membantu masyarakat, baik petani, pekebun, maupun peternak, untuk dapat mengakses permodalan berupa kredit usaha rakyat.

“Mantri BRI berperan penting untuk membuka akses kemitraan antara warga dan perbankan untuk mengajukan KUR BRI. Kami pun dibina untuk mengajukan program untuk mendapatkan pendanaan dari BRI untuk mendukung usaha kelompok masyarakat, seperti peternak koi, perajin gendang, dan perajin gula kelapa. Gendang Jimbe buatan warga Desa Ngoran bahkan mampu tembus pasar di Tiongkok,” terang Imam.

Masyarakat desa mana pun di Indonesia bisa mengikuti jejak Desa Ngorang dengan mengikuti program Desa BRILiaN. Segera kunjungi dan hubungi kantor BRI unit terdekat dan Mantri BRI Unit akan membantu pendaftaran desa untuk ikut program Desa BRILiaN. (*/sih)

FK UISU Apresiasi Pembangunan Klinik Pratama UISU

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK-UISU) mengapresiasi dan menyambut baik Pembina Yayasan UISU membangun Klinik Pratama FK UISU yang bermanfaat bagi masyarakat untuk sarana pembelajaran bagi mahasiswa. Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Pembangunan Klinik Pratama FK UISU, dr Alamsyah Lukito MKes D Bioeth. di Kampus FK UISU Jalan STM Medan, Jumat (17/2).

“Selain diperuntukkan bagi pembelajaran mahasiswa, klinik pratama yang akan dibangun ini juga nantinya menerima Pasien BPJS Kesehatan,” ujarnya

Dijelaskannya, klinik ini nantinya melayani kesehatannya masyarakat juga sebagai tempat untuk menambah pengetahuan dan skil para Mahasiswa FK UISU sebelum koas di rumah sakit- rumah sakit Pendidikan FK UISU.

“Jadi, maksud dari klinik ini nantinya akan menerima pasien umum yang berobat menggunakan BPJS Kesehatan, juga bermanfaat bagi Mahasiswa FK UISU yang koas nantinya terlebih dahulu akan dididik di Klinik Pratama FK UISU yang bertujuan untuk menambah pengetahuan dan skill di bidang kedokteran,” jelasnya.

Sementara, Dekan FK UISU dr Tri Makmur Sp S menyampaikan apresiasi kepada Pembina Yayasan UISU yang mendukung terwujudnya Klinik Pratama di kampus FK UISU. “Klinik yang pembangunannya didukung oleh Pembina Yayasan UISU ini merupakan wadah pembelajaran bagi mahasiswa. Karena, klinik ini nantinya akan menerima pasien umum dan pasien BPJS. Kita menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan terima kasih kepada Ketua Pembina Yayasan UISU dan para pihak terkait lainnya,” tuturnya.

Terlebih lagi, kata Tri, bagi Mahasiswa dan Civitas Akademika FK UISU, hal ini merupakan terobosan yang patut diapresiasi.

“Apalagi, terobosan ini sejalan dengan salah satu Misi FK UISU yaitu melaksanakan pengajaran, penelitian, pengabdian masyarakat dan Dakwah Islamiyah untuk menghasilkan dokter yang Islami dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pembina Yayasan UISU Dr (HC) Bachtiar Chamsyah SE meninjau lokasi rencana pembangunan Klinik Pratama UISU yang berlokasi di Kampus Fakultas Kedokteran, Jalan STM Medan.

Pada kesempatan itu, Pembina Yayasan UISU mengatakan pihaknya menyambut baik rencana pembangunan Klinik Pratama UISU yang merupakan inisiasi dari Pimpinan Akademik UISU. Di mana pelaksanaanya oleh Pengurus Yayasan UISU, selaku perpanjang tanganan Pembina Yayasan UISU.

“Suatu gagasan yang baik dan harus kita dukung penuh rencana pembangunan Klinik Pratama UISU oleh Pengurus Yayasan UISU. Kami dari Pembina Yayasan UISU menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Yayasan UISU dan Pimpinan Akademik UISU yang telah bersinergi dan berkolaborasi untuk mewujudkan Klinik Pratama UISU,” pungkasnya.(rel/azw)

Raih 4.053 Suara, Ade Jona Pimpin Sementara Perolehan Suara Caleg DPR dari Partai Gerindra

Ketua TKD Prabowo-Gibran Sumatera Utara (Sumut), Ade Jona Prasetyo. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ade Jona Prasetyo memimpin sementara perolehan suara calon legislatif (caleg) DPR RI Dapil Sumut 1 dari Partai Gerindra. Berdasarkan perhitungan suara sementara yang dilakukan KPU, Caleg nomor urut dua ini meraih 4.053 suara.

Per 15 Februari 2024, jumlah suara yang dihitung baru sekitar 342 TPS dari 15.731 TPS se Sumatera Utara (Sumut). Jumlah suara pria yang juga menjabat Ketua TKD Prabowo-Gibran Sumut ini akan diprediksi terus meningkat, seiring dengan terus dilakukannya penghitungan sisa suara.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Sumatera Utara, khususnya dapil Sumut 1 yang telah memilih saya. Mempercayakan suaranya kepada saya,” ungkap pria yang akrab disapa Jona, Jumat (16/2/2024) malam.

Dirinya berjanji akan memperjuangkan hak-hak masyarakat di parlemen bila nanti benar-benar terpilih.

“Saya akan bekerja sesuai tupoksi sebagai anggota dewan dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat, baik itu pendidikan. Saya juga akan membantu masyarakat dalam mendapatkan lapangan pekerjaan,” katanya.

Dirinya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Sumut untuk sama-sama mengawal penghitungan suara di KPU yang saat ini masih berlangsung. “Dengan begitu tidak ada kecurangan dan fitnah,” tandasnya. (dwi/ram)

Ade Jona Ajak Warga Indonesia Kawal Penghitungan Suara di KPU

Ketua TKD Prabowo-Gibran Sumatera Utara (Sumut), Ade Jona Prasetyo. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua TKD Prabowo-Gibran Sumatera Utara (Sumut), Ade Jona Prasetyo mengajak masyarakat terus mengawal proses penghitungan suara yang dilakukan KPU yang saat ini masih berlangsung. Dengan begitu akan mendapatkan hasil penghitungan yang jujur, sehingga tidak menimbulkan fitnah.

“Saya mengajak masyarakat untuk terus kawal penghitungan suara yang saat ini sedang berlangsung. Saya juga sangat menyayangkan ada data KPU yang meleset terjadi di beberapa paslon. Kesalahan input ini harus diawasi dengan teliti,” ungkapnya, Jumat (16/2/2024) malam.

Dia menambahkan, dengan pengawasan yang teliti dan cermat, tentunya tidak ada lagi fitnah yang bertebaran di media sosial (medsos). Menuduh salah satu pasangan calon, dalam hal ini tim dari Prabowo-Gibran berbuat curang.

“Kami banyak sekali menerima fitnah dan tuduhan yang tidak mendasar serta menyesatkan. Mengatakan kami curang agar satu putaran, tolong hal ini dihentikan. Ayo sama-sama kita awasi penghitungan suara yang sedang berlangsung ini, biar semua hasilnya memuaskan semua pihak,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, dirinya menegaskan, tim pemenangan Prabowo-Gibran sangat mengutuk keras segala bentuk aksi kecurangan dalam pemilu.

“Mungkin kita berbeda dalam pilihan presiden, tapi kita pastinya sepakat untuk benci dengan kecurangan. Semua harus bersatu hentikan kecurangan,” tegasnya. (dwi/ram)

Pertama di Malaysia, Grup RS KPJ Healthcare Malaysia Masuk Jaringan Mayo Clinic Network

SAMBUTAN: Chin Keat Chyuan yang merupakan Presiden dan Direktur Pelaksana KPJ Healthcare memberi sambutan. (IST)

KUALA LUMPUR, SUMUTPOS.CO – KPJ Healthcare Berhad (KPJ Healthcare) atau Grup Rumah Sakit KPJ (Grup RS KPJ), sebuah penyedia layanan kesehatan swasta terbesar di Malaysia meluncurkan kolaborasi strategis dengan Mayo Clinic melalui dua rumah sakit spesialisnya, KPJ Damansara Specialist Hospital (KPJ DSH) dan Rumah Sakit Spesialis Damansara 2 (DSH2), Jumat (16/2/2024).

Tonggak bersejarah ini menandai masuknya Malaysia ke dalam Mayo Clinic Care Network untuk pertama kalinya. Ini menandakan komitmen KPJ Healthcare untuk memanfaatkan wawasan global dalam mendorong keunggulan medis dan inovasi perawatan pasien, serta menetapkan standar baru untuk lanskap layanan kesehatan di negara ini.

Seremoni ini diresmikan oleh Datuk Seri Dr. Hj Dzulkefly Ahmad, Menteri Kesehatan Malaysia (MoH), dan dihadiri oleh tokoh-tokoh terkemuka yaitu dari Kementerian Kesehatan, bersama Datuk Syed Mohamed Syed Ibrahim, Presiden dan Chief Executive Officer Johor Corporation Berhad, Dr. Stacey Rizza, Direktur Medis Eksekutif Mayo Clinic untuk Praktik Internasional dan Asia Pasifik, Datuk Md Arif Mahmood, Ketua KPJ Healthcare; dan Chin Keat Chyuan, Presiden dan Direktur Pelaksana KPJ Healthcare.

Merefleksikan pentingnya kolaborasi ini, Chin Keat Chyuan yang merupakan Presiden dan Direktur Pelaksana KPJ Healthcare mengatakan ini merupakan momen bersejarah bagi KPJ karena mereka menjadi penyedia layanan kesehatan pertama dan satu-satunya di Malaysia yang menjadi anggota Mayo Clinic Care Network, melalui dua rumah sakit yakni, Rumah Sakit KPJ Damansara Specialist Hospital dan Rumah Sakit Damansara Specialist Hospital 2.

“Hal ini menandakan lompatan besar bagi kami menuju keunggulan layanan kesehatan karena kami terus menemukan cara inovatif untuk melayani pasien dengan lebih baik,” ujarnya.

KPJ Healthcare berencana memanfaatkan pengalaman Mayo Clinic yang solid, sumber daya yang luas, dan praktik terbaik untuk meningkatkan keahlian dan keterampilan perawatan Kesehatan.

“Saya percaya bahwa kami tidak hanya akan meningkatkan hasil pasien sesuai dengan tujuan ‘Care for Life’ kami, namun juga berkontribusi pada negara. Seiring dengan peningkatan standar, kami juga mendorong kemajuan positif dalam industri layanan kesehatan di Malaysia,” tambah Chin.

Sebelumnya, KPJ Healthcare mengadakan sesi dengan pejabat senior dari sektor publik dan Mayo Clinic untuk membahas masa depan layanan kesehatan melalui teknologi, digitalisasi, dan pengobatan individual.

“Kami menyampaikan sambutan hangat kepada KPJ Damansara Specialist Hospital and Damansara Specialist Hospital 2 atas bergabungnya mereka dengan Jaringan Perawatan Mayo Clinic yang terkemuka,” kata Dr. Stacey Rizza, M.D, Direktur Medis Eksekutif Mayo Clinic untuk Praktik Internasional dan Asia Pasifik.

“Organisasi kami memiliki komitmen yang kuat untuk memberikan layanan terbaik yang berpusat pada pasien, didorong dengan dedikasi terhadap keunggulan dan inovasi. Kami sangat menantikan kolaborasi erat dengan kedua rumah sakit ini dengan cara yang tidak hanya meningkatkan kualitas layanan namun juga memperkaya pengalaman pasien secara keseluruhan,” tambah Dr. Stacey.

Keanggotaan dalam Mayo Clinic Care Network memberi KPJ DSH dan DSH2 akses ke alat dan layanan klinis Mayo Clinic yang canggih, meningkatkan perawatan medis dan pengembangan profesional termasuk di dalamnya AskMayoExpert, eBoards, dan Health Care Consulting.

AskMayoExpert merupakan sebuah alat komprehensif yang menawarkan informasi klinis langsung, rekomendasi pengobatan, dan referensi medis untuk beragam kondisi, dirancang agar dapat diakses di mana pun perawatan diberikan.

Sedangkan eBoards merupakan konferensi video langsung dan interaktif yang memungkinkan tim medis KPJ Healthcare berkolaborasi dalam kasus-kasus kompleks dengan panel multidisiplin Mayo Clinic dan dokter lain dalam jaringan, mendorong diagnosis kolaboratif dan perencanaan pengobatan.

Sementara Health Care Consulting memberikan rumah sakit KPJ pengalaman dan keahlian Mayo Clinic yang luas untuk mencapai tujuan klinis, operasional, termasuk tujuan bisnis.

Selain itu, para profesional medis di KPJ DSH dan DSH2 juga akan memiliki kesempatan untuk memanfaatkan materi pendidikan pasien Mayo Clinic dan terlibat dalam pengembangan profesional dan pendidikan kedokteran berkelanjutan, yang selanjutnya meningkatkan kualitas perawatan dan layanan yang diberikan. KPJ DSH, DSH2 dan anggota Mayo Clinic Care Network lainnya tetap independen.

Mayo Clinic Care Network didirikan pada tahun 2011 dan memiliki lebih dari 45 organisasi anggota di seluruh AS, Asia, India, Meksiko, dan Timur Tengah. (dek)

KPU Sumut Segera Salurkan Santunan Kepada Keluarga Petugas KPPS Meninggal Dunia

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara, dalam waktu dekat akan memberikan santunan kepada almarhum Larto (52), petugas KPPS di Kabupaten Langkat, yang meninggal saat menjalani tugas.

“Untuk santunannya ada untuk meninggal dunia,” sebut Ketua KPU Sumut, Agus Arifin saat dikonfirmasi Sumut Pos, Jumat (16/2/2924).

Namun, Agus mengaku belum menerima laporan terkait petugas KPPS yang meninggal di Kota Medan.

“Setahu saya cuma di Kabupaten Langkat saja. Kalau satu yang lain mana, belum mantau itu semuanya,” jelas Agus.

Agus mengatakan bahwa untuk rekrutmen, sudah dilakukan pemantauan keseluruhan, termasuk kesehatannya. Namun, petugas yang sakit dan meninggal dunia, dilaporkan ada penyakit bawaan.

“Pasti dipantau terutama kesehatan petugas KPPS saat rekrutmen,” tandas Agus.

Sementara itu, Pengamat Politik asal Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Rafriandi Nasution mengungkapkan proses rekrutmen petugas KPPS dilakukan sudah lebih baik, dibandingkan Pemilu tahun 2019 lalu.

“Justru itu, yang kita tanyakan. Kalau kita cermati dari Pemilu 2019, 779 orang itu pada tahun 2019. Sekarang jauh berkurang, proses rekrutmen sudah dipikirkan terkait dengan kesehatannya,” kata Rafriandi saat dikonfirmasi Sumut Pos, kemarin.

Rafriandi mengatakan bila ada petugas KPPS tetap lolos, meski ada penyakit bawaan. Pasti petugas KPPS itu, adalah titipan yang wajib diloloskan.

“Jadi, ada penyakit bawaan bersangkutan. Kalau lolos, itu pasti ada pesan-pesanan, mungkin ada penyakit bawaan,” jelas Rafriandi.

Rafriandi berpesan kepada KPU dan jajarannya, bila melakukan rekrutmen kembali petugas KPPS untuk Pilkada serentak 2024, harus diperhatikan dengan serius terhadap kesehatan calon petugas KPPS.

“Kedepannya, lebih diperhatikan kesehatan terhadap petugas KPPS untuk Pilkada serentak,” tandasnya.

Sebelumnya, Dalam pelaksanaan Pemilu tahun 2024, terdapat 82 petugas penyelenggara pemilu hingga peserta pemilih di Sumut, harus mendapatkan pertolongan dari tim medis. Data tersebut, berdasarkan catatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut, pada 14 Februari 2024, kemarin.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan menjelaskan 82 petugas penyelenggara Pemilu di Sumatera Utara terpaksa menerima perawatan di rumah sakit dan Puskesmas dengan alasan kesehatan.

“Dari jumlah tersebut, 10 orang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit, sementara 72 lainnya dirawat di Puskesmas. Satu orang meninggal dunia,” kata Alwi saat dikonfirmasi Sumut Pos, Kamis (15/2).

82 penyelenggara Pemilu mendapatkan pertolongan medis tersebut, terdiri anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Linmas, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan saksi.

Berdasarkan data diperoleh dari Dinkes Sumut, dari sebaran geografis, kasus tertinggi terjadi di Tanjungbalai dengan 41 orang, diikuti oleh Toba dengan 10 orang.

Kemudian, Labuhanbatu Selatan (Labusel) dan Padang Lawas (Palas) masing-masing 8 orang, Simalungun 6 orang, Deliserdang 4 orang, Medan 3 orang, dan Asahan 2 orang,”

“Satu meninggal dunia itu, berasal dari Kota Medan,” sebut Alwi. Namun, ia tidak memberikan keterangan secara detail terkait petugas KPPS meninggal dunia itu. Data itu, berdasarkan laporan diterima dari Dinkes Kota Medan.(gus/ram)

Bank Muamalat Incar Pertumbuhan KPR Capai Rp5,3 Triliun

KPR HIJRAH: Seorang nasabah melihat brosur produk KPR Hijrah di kantor cabang PT Bank Muamalat Indonesia Tbk di Jakarta. Pionir bank syariah di Tanah Air ini menargetkan pertumbuhan pembiayaan KPR pada tahun 2024 menjadi Rp5,3 triliun.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menargetkan pertumbuhan pembiayaan kepemilikan rumah atau KPR pada tahun 2024 menjadi Rp5,3 triliun.
SEVP Retail Banking Bank Muamalat Dedy Suryadi Dharmawan mengatakan, pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai mengingat kebutuhan perumahan di Indonesia masih sangat besar. Di samping itu, kesenjangan kebutuhan hunian atau backlog juga masih cukup tinggi.

“Strategi bisnis kami tetap fokus pada segmen retail individual dimana KPR akan menjadi salah satu kontributor terbesar. Tahun ini kami targetkan bisnis KPR tumbuh dua digit dengan target booking naik tujuh kali lipat dibandingkan pencapaian tahun lalu,” ujarnya.

Melanjutkan pertumbuhan di tahun 2023, di tahun ini Bank Muamalat akan menjalankan sejumlah strategi untuk menggenjot pertumbuhan bisnis KPR. Salah satunya melalui program pricing khusus spesial hijrah fixed long tenor yang memberikan kepastian pembayaran angsuran selama tenor hingga 15 tahun. Selain itu, ada program marjin berjenjang mulai setara 3,88% efektif p.a untuk pembelian rumah baru dari pengembang rekanan Bank Muamalat dan take over dari bank lain.

Pionir bank syariah di Tanah Air ini juga merilis program KPR Hijrah Baitullah yang menawarkan pembiayaan kepemilikan rumah, sekaligus memperoleh kesempatan berangkat untuk beribadah haji atau umrah sekeluarga.

Penguatan strategi lainnya untuk melakukan optimalisasi penjualan KPR adalah dengan memperbanyak rekanan pengembang dan agen properti. Bank Muamalat juga akan memaksimalkan penjualan melalui telesales dan Branch Sales Officer (BSO).

Menurut Dedy, Bank Muamalat juga telah melakukan peningkatan Service Level Agreement (SLA) menjadi 3-5 hari kerja. Peningkatan SLA tersebut berkaitan erat dengan inisiatif pembangunan Consumer Processing Center (CPC) di enam kota yaitu Jakarta, Bandung, Medan, Yogyakarta, Surabaya dan Makassar.

Produk unggulan

Bank Muamalat memiliki produk unggulan yang diberi nama KPR Hijrah, yaitu produk pembiayaan untuk kepemilikan rumah tinggal termasuk untuk renovasi dan pengalihan (take over) dari bank lain, terutama bagi para nasabah yang menginginkan pembiayaannya dilakukan berdasarkan prinsip syariah.

Keunggulan produk KPR Hijrah di Bank Muamalat antara lain uang muka yang ringan mulai dari 0%, besar angsuran atau cicilan bersifat pasti serta pembiayaan yang sifatnya fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.

Selain take over pembiayaan, nasabah juga bisa melakukan penambahan (top up) pembiayaan. Dana top up tersebut bisa digunakan antara lain untuk renovasi rumah, pembelian perabotan rumah, atau kebutuhan lainnya. (rel/ram)