Home Blog Page 816

Kades Cantik Penyerang Polisi di Langkat Divonis Hukuman Percobaan

Asri Nurmala Sitepu atau ANS yang dihukum percobaan oleh hakim saat pakai baju tahanan Polres Binjai. (Istimewa)

STABAT, SUMUTPOS.CO – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Stabat menjatuhkan hukuman terhadap Kepala Desa Lau Mulgap Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat, Asri Nurmala Sitepu dengan vonis percobaan. Kades muda berparas cantik ini tidak ditahan atau menjadi tahanan kota setelah dilakukan tahap II atau penyerahan barang bukti dari penyidik Polres Binjai kepada Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Langkat di Stabat.

Humas PN Stabat, Cakra Tona Parhusip membenarkan, kades yang merupakan istri buronan Satreskrim Polres Langkat ini sudah dijatuhi hukum. “Sudah, silahkan dilihat di SIPP PN Stabat,” jawab Cakra ketika dikonfirmasi, akhir pekan lalu.

Dalam amar putusan majelis hakim, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menghasut supaya melakukan perbuatan pidana, melakukan kekerasan terhadap penguasa umum secara bersama-sama, sebagaimana dalam dakwaan alternatif keempat penuntut umum. Oleh karena itu, terdakwa dihukum pidana penjara selama 4 bulan.

Namun ada yang menarik dalam putusan Asri. Adalah, terdakwa tidak perlu menjalani pidana tersebut. Kecuali jika pada kemudian hari ada putusan hakim yang menentukan lain, disebabkan terpidana melakukan suatu tindak pidana sebelum masa percobaan 8 bulan berakhir.

Barang bukti yang disita berupa 1 flashdisk berisikan rekaman video, 1 botol besar bekas minyak pertalite, 1 botol sedang bekas minyak pertalite, pecahan kaca mobil, 10 batu koral berukuran besar, 1 batu bata bekas coran semen, 4 ban mobil bekas dan 1 Toyota Avanza warna hitam BK 1441 RL, dikembalikan kepada penuntut umum untuk digunakan dalam berkas terdakwa Jumiran dan kawan-kawan. Terdakwa Asri diistimewakan hakim dan jaksa sejak 4 Oktober 2023.

Hakim mengeluarkan penetapan terdakwa sebagai tahanan kota dan jaksa penuntut umum Ade Tagor Mauli serta Jimmy Carter menerima ketetapan majelis. Dalam amar tuntutan JPU, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan.

Barang siapa di muka umum dengan lisan atau tulisan, menghasut supaya melakukan perbuatan pidana, melakukan kekerasan terhadap penguasa umum, atau tidak menuruti baik ketentuan undang-undang maupun perintah jabatan yang diherikan berdasar ketentuan undang-undang, sebagimana diatur dalam Pasal 160 Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-I KUHPidana sebagaimana dalam dakwaan keempat. Karena itu, terdakwa Asri Nurmala Sitepu dituntut dengan pidana penjara selama delapan bulan penjara, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan perintah terdakwa tetap ditahan.

Namun terdakwa diketahui berstatus tahanan kota alias tidak ditahan. Dalam dakwaan JPU, Kanit Pidum Polres Langkat, Iptu Herman Sinaga beserta anggota awalnya mau melakukan penangkapan terhadap buronan mereka berinisial Eb dalam kasus bentrok IPK-FKPPI yang berbuntut seorang nyawa melayang.

Buronan Eb mau ditangkap di Dusun Betengar, Desa Lau Mulgap, Kecamatan Selesai, Langkat, Rabu (2/10/2023) pagi. Eb melarikan diri saat hendak ditangkap dan bahkan dilakukan pengejaran. Sayangnya, Eb tidak berhasil diringkus.

Namun demikian, Unit Pidum Polres Langkat membawa 12 orang yang diduga merupakan teman Eb. Saat membawa mereka ke Polres Langkat dengan Toyota Avanza BK 1441 RL, seorang perempuan tidak dikenal berteriak maling dan ucapannya memicu massa datang hingga mengepung petugas seraya menuntut agar 12 orang tersebut tidak dibawa.

Saat aksi pengepungan, terdakwa datang seraya berujar kalimat tidak pantas. Bahkan, terdakwa mengucapkan kata cacian kepada polisi.

“Polisi ko*t*l, bakar-bakar. Palangkan mobilnya, tutup semua jalan, ambil batu tadi, jangan kasih orang ini keluar,” ujar terdakwa dalam dakwaan JPU yang dilihat melalui website SIPP PN Stabat.

Massa yang sudah mengepung mobil polisi, langsung melakukan aksi perusakan. Bahkan, Kanit Pidum Polres Langkat pun mendapat bogem mentah dari sekelompok massa tersebut.

Tidak hanya sang kades yang bakal diadili. Ada tiga tersangka lainnya yang diadili di PN Stabat. Namun, dilakukan penuntutan secara terpisah. Mereka adalah, Jumiran Sitompul, Edi Suhendra dan Jefri Pravasta Bangun.

Terdakwa Asri didakwa dengan pasal berlapis. Yakni, pasal 214 ayat (2) ke-1 KUHPidana, pasal 214 ayat (1) KUHPidana, pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHPidana, pasal 160 jo pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana dan pasal 170 ayat (1) KUHPidana.

ANS ditangkap dan ditahan penyidik buntut dari penyerangan dan penyanderaan terhadap 4 anggota Unit Pidum Polres Langkat yang terjadi di Dusun Betengar, Desa Lau Mulgap, Kecamatan Selesai, Langkat, Rabu (2/8/2023) lalu. ANS ditahan sejak Senin (14/8/2023) lalu.

Imbasnya, ANS tak ikut merayakan HUT Kemerdekaan RI ke 78 tahun bersama masyarakat Desa Lau Mulgap Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat. ANS salah satu kades termuda yang dilantik oleh Pelaksana Tugas Bupati Langkat, Syah Afandin bersama dengan seratusan kades lainnya di Pendopo Jentera Malay pada Kamis (4/8/2022).

Kala itu, usia ANS saat dilantik masih 24 tahun. ASN melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di Desa Lau Mulgap menggantikan ayahnya, Mardanta Sitepu, dengan perolehan sebanyak 1.587 dari 2.115 suara di desanya. Dua kandidat kepala desa lain ditaklukan wanita berusia muda tersebut yang sebelumnya menjabat Sekdes Lau Mulgap.

Sayangnya belum lagi berakhir masa kepemimpinan, ANS tersandung masalah. ANS merupakan istri dari Ketua Rayon FKPPI Kecamatan Sirapit berinisial E.

Kini, E masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Langkat yang diduga salah satu dari pelaku yang melakukan penyerangan pada bentrok OKP, IPK-FKPPI di Kuala, beberapa waktu lalu. Akibat bentrokan ini, Ketua IPK Batang Serangan yang bernama Bagong tewas akibat luka senjata tajam.

ANS ditangkap dan ditahan Polres Binjai karena melakukan provokasi kepada masyarakat saat anggota Satreskrim Polres Langkat hendak melakukan penangkapan di Dusun Betengar. (ted/tri)

Sepanjang Januari 2024, Cabang BSI di Seluruh Indonesia Layani Weekend Banking

Petugas teller BSI sedang melayanani transaksi nasabah di BSI Kantor Cabang Jakarta The Tower. BSI menyediakan layanan operasional akhir pekan (weekend banking) di 408 kantor cabang BSI di seluruh Indonesia.

JAKARTA, SMUTPOS.CO – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus berkomitmen memberikan pelayanan jasa perbankan yang prima untuk memenuhi kebutuhan nasabah sebagai bagian dari mewujudkan beyond shariah banking. Salah satunya dengan menyediakan layanan operasional akhir pekan (weekend banking) sepanjang awal tahun ini melalui 408 kantor cabang BSI di seluruh Indonesia.

Pada akhir pekan, kantor-kantor cabang BSI yang telah ditentukan akan membuka operasional terbatas dengan jam layanan mulai dari pukul 09.00 s.d 15.00 WIB.

Corporate Secretary BSI Gunawan Arif Hartoyo mengatakan, pihaknya menggelar weekend banking untuk memberikan kemudahan bagi nasabah dalam melakukan transaksi keuangan yang dibutuhkan, termasuk melakukan setoran. Dia menyebutkan, sebagian besar cabang-cabang yang memberikan layanan di akhir pekan merupakan cabang yang berlokasi di wilayah strategis dan yang dekat dengan pusat perdagangan.

“BSI kan punya tabungan wadiah, kemudian tabungan bisnis ya. Tabungan bisnis ini, target marketnya adalah para pedagang dan pengusaha. Beberapa minggu lalu kita mulai mengaktifkan lagi weekend banking. Jadi di wilayah-wilayah yang kita melihat bahwa di situ ada pusat dagang atau pusat bisnis, kita usahakan saat weekend, hari Sabtu atau hari Minggu, ada cabang BSI yang buka,” kata Gunawan.

Menurutnya, saat ini BSI sudah memiliki cash recycle machine (CRM) untuk membantu nasabah melakukan setoran. Namun, karena tingginya animo masyarakat dan jumlah setorannya tidak sedikit, akhirnya perseroan memutuskan agar cabang juga dibuka untuk mempercepat proses nasabah melakukan setoran. Dirinya menambahkan, weekend banking ini juga merupakan salah satu upaya perseroan untuk meningkatkan rasio low cost fund ke angka 60%.

Gunawan memaparkan selain setoran, nasabah juga dapat melakukan penarikan tunai di cabang selama weekend banking. Layanan pemindahbukuan juga tetap bisa dilakukan. Di samping itu, BSI juga membuka operasional pada akhir pekan ini untuk layanan customer care. Terakhir, layanan yang dapat didapatkan oleh nasabah melalui kantor cabang BSI pada akhir pekan ini yakni penyetoran, khusus untuk nasabah institusi dan mitra bayar.

“BSI mengadakan layanan operasional di luar hari kerja atau saat hari libur agar nasabah tetap dapat mendapatkan layanan untuk transaksi yang dibutuhkannya. Ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada nasabah,” ucapnya.

Kantor-kantor cabang yang membuka layanan pada akhir pekan ini tersebar di berbagai daerah di Indonesia seperti di wilayah Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Palembang, Bengkulu, dan Bandar Lampung.

Kemudian, di sejumlah kantor cabang di sekitar Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya di Pulau Jawa. Tidak ketinggalan sejumlah daerah di Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Bali dan Nusa Tenggara, serta Papua.

Selengkapnya, daftar kantor cabang yang membuka layanan pada akhir pekan dapat diketahui nasabah melalui BSI Call 14040.(rel)

UMSU dan Pemkab Kampar Kerja Sama Pengembangan SDM

KERJA SAMA: Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP (kanan) dan Pj Bupati Kampar Hambali SE MBA MH menjalin kerja sama di Kampus UMSU, Sabtu (6/1).ISTIMEWA.

UNIVERSITAS Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar, Provinsi Riau menjalin kerja sama pemgembangan sumber daya manusia (SDM), penelitian dan pengabdian masyarakat.

Penandatanganan naskah kesepahaman dilakukan Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP dan Penjabat (Pj) Bupati Kampar Hambali SE MBA MH di Kampus UMSU, Sabtu (6/1).

Pj Bupati Kampar Hambali menyampaikan bahwa jajarannya antusias dalam penandatanganan MoU dan menjalin kerja sama dengan UMSU. Dipilihnya UMSU sebagai mitra kerja sama, telah melalui berbagai pertimbangkan dari berbagai aspek. Salah satunya, UMSU merupakan universitas terakreditasi unggul.

Ia berharap MoU dapat diimplementasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. ”Saya tidak ingin MoU yang sudah dijalin hanya sebatas di atas kertas.
Setiap MoU harus berjalan dan memberikan dampak positif bagi Kabupaten Kampar ataupun UMSU,” ungkap Hambali.

Kerjasama dengan UMSU kedepannya, kata Pj bupati, tidak hanya dalam lingkup perkuliahan. Tapi dapat berkolaborasi menyelesaikan berbagai persoalan-persoalan di Kabupaten Kampar.

Harapan yang serupa disampaikan oleh Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP. Menurut rektor, UMSU selalu mengimplementasikan kerja sama agar memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak.

”Kita butuh membentuk tim kecil untuk diskusi tindak lanjut MoU yang telah ditandatangani, agar berjalan sesuai harapan,” saran rektor UMSU yang disepakati oleh Pj Bupati Kampar.

Selain dengan Pemkab Kampar, rektor menyebutka bahwa UMSU telah melakukan 533 kerja sama baik dari pihak luar negeri, kampus, instansi pemerintah, pemerintah daerah, ormas hingga dunia usaha.

Rektor UMSU menambahkan bahwa pihaknya juga pernah menjalin kerja sama dengan Pemkab Rokanhilir yang memberikan 10 beasiswa pendidikan program doktor per tahun yang bersumber dari APBD.

Selain penadatanganan MoU, rektor UMSU dan Pj bupati Kampar melakukan kunjungan di berbagai lokasi strategis UMSU. Diantaranya ruang studio, perpustakaan, pusat inkubasi bisnis, studio musik hingga melakukan siaran di radio UMSU.

Hadir dari Pemkab Kampar pada pendatanganan MoU tersebut, Ahmad Yuzar (asisten I Setdakab), Azwan (asisten III Setdakab), Syahrizal (staf ahli ekonomi dan keuangan dan Ardi Mardiansyah (kepala Bappeda).

Kemudian Yuricho Efril (kepala DLH dan pelaksana tugas kepala DPMPTSP), Marhalim (kepala Dinas Perkebunan Peternakan) Nurilahi Ali (kepala Dinas Pertanian), Irwan AR (pelaksana tugas kepala Dinas Kominfo), Syarkani (sekretaris Dinas Perkim), Yogi Yudhistira (kepala Bagian Umum), Yurnali (kepala Bagian Kesra), Khairuman (kepala Bagian Hukum) dan Rusdi (Dirut PDAM Tirta Kampar).

Sedangkan dari UMSU hadir Prof Dr Akrim MPd (WR II UMSU), Dr Rudianto MSi (WR III UMSU), dekan dan wakil dekan UMSU serta undangan lainnya. (dmp)

Bangun Kawasan Nani’o, Pemdes Sondregeasi Ucapkan Terimakasih Kepada Bupati Nias Selatan

Kades Sondregeasi, Perhatikan Gee, S.P.d didampingi tokoh dan masyarakat saat memberikan atau diwawancarai wartawan terkait dengan kawasan Nani'o. Sabtu, (6/1/2024)

NIASSELATAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Nias Selatan bangun kawasan Nani’o untuk menunjang perekonomian masyarakat di bidang pertanian dan pariwisata, Pemerintah Desa Sondregeasi Kecamatan Luahagundre Maniamolo mengucapkan terimakasih kepada Bupati Nias Selatan.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Sondregeasi, Perhatikan Gee, S.P.d didampingi tokoh adat dan masyarakat, kepada sejumlah wartawan. Sabtu, (6/1/2024) sekira pukul 14:33 Wib di lokasi Nani’o. Bahwa Nani’o ini sebenarnya sangat potensi untuk memajukan Desa Sondregeasi dan Hiliamaetaniha Kecamatan Luahagundre Maniamolo secara khusus dan secara umum adalah Kabupaten Nias Selatan.

Desa Sondregeasi ini termasuk icon baik dari agro wisata maupun agro pertanian. Awalnya Nani’o ini merupakan lahan tidur yang tidak bisa dimanfaatkan sama sekali oleh masyarakat dan setelah masyarakat mencoba memberikan kelurahan kepada Pemerintah Kabupaten Nias Selatan dan pemerintah Kabupaten mencoba survei apakah layak membuka akses jalan Nani’o Paradise.

“Pemerintah Desa Sondregeasi dan Desa Hiliamaetaniha sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Nias Selatan telah memberikan perhatian tulus dengan membuka lahan tidur tersebut sehingga sampai saat ini masyarakat kedua desa bahkan disekelilingnya termasuk Kecamatan Fanayama ikut merasakan dampak atas terbukanya lahan ini di Nani’o,” ucap Perhatikan Gee.

Saat ini masyarakat dapat beraktivitas di lahan tidur (Nani’o) ini setelah pemerintah Kabupaten Nias Selatan membuka akses jalan. Kemudian masyarakat memanfaatkan lahan tidur dengan menanam daun ubi berbagai jenis seperti singkong dan ubi jalar.

Kades Sondregeasi menambah bahwa sejumlah janda dapat memanfaatkan lahan tidur ini yang dulunya mereka mengharapkan makan minum kepada anaknya sendiri, namun sekarang sudah bisa bekerja mandiri akibat dibukanya lahan di Nani’o.

“Pemerintah Desa Sondregeasi merasa bangga dan bersyukur dimana bantuan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan para janda tersebut bisa mendapatkan penghasilan dari hasil penanaman daun ubi di lahan tidur Nani’o,” imbuhnya.

Kemarin sempat saya tanyakan kepada janda itu terkait pemerintah Kabupaten Nias Selatan membuka lahan tidur di Nani’o? Janda tersebut menjawab saya sangat bersyukur dan berterimakasih yang saat ini tidak lagi bergantung kepada anaknya sendiri tetapi sudah mandiri dengan membeli beras gegara menanam daun ubi jalar.

“Rata-rata penghasilan janda tersebut setiap Minggu sebesar satu juta rupiah artinya dalam sebulan bisa menghasilkan uang sebesar satu juta rupiah,” ujarnya.

Selanjutnya, 80 persen masyarakat Desa Sondregeasi dan Desa Hiliamaetaniha sebagai petani kelapa. Dulu sebelum ada pembangunan jalan akses Nani’o ini pengangkutan hasil kelapa masyarakat sangat susah bahkan membutuhkan tenaga yang benar-benar kuat dan menyerap energi masyarakat.

Dengan terbukanya badan jalan ini sangat memudahkan masyarakat kita tidak lagi berjalan kaki bahkan mobil sudah bisa menjemput hasil pertanian di daerah Nani’o.

Saya secara pribadi dan pemerintah Desa Sondregeasi memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Bupati Nias Selatan dan Ketua serta anggota DPRD Kabupaten Nias Selatan atas perhatian kepada masyarakat Desa Sondregeasi dan Desa Hiliamaetaniha.

Menurutnya, setelah diamati pantai Sondregeasi ini adalah termasuk pantai terpanjang di Kepulauan Nias dengan panjang 13,5 Kilometer tanpa dibentangi sungai, dan potensi menjadi pariwisata baru sangat memungkinkan.

Lanjutnya, Kades Sondregeasi menjelaskan bahwa pada tahun 2020 bersama tokoh dan masyarakat kedua desa melakukan audiensi kepada Bupati Nias Selatan, kemudian pemerintah Kabupaten mencoba mensurvei apakah layak dijadikan agro pertanian dan agro pariwisata. Ternyata setelah memenuhi persyaratan barulah pemerintah Kabupaten Nias Selatan mengambil keputusan.

“Jelas, adanya pembangunan jalan kawasan Nani’o ini merupakan semata-mata pengajuan pemerintah Desa Sondregeasi dan Hiliamaetaniha dan bersama masyarakat,” tegas Perhatikan Gee.

terbukti bahwa pembangunan Nani’o ini tidaklah dibeli oleh pemerintah Kabupaten Nias Selatan tetapi dihibahkan dari masyarakat dan tidak diminta uang sepeser pun kepada pemerintah.

Informasi yang menyesatkan bahwa Kawasan Nani’o itu milik para elit, dan itu adalah hoax karena saya sebagai kepala Desa Sondregeasi tidak pernah menandatangani apabila ada yang mau membeli kawasan Nani’o, pasalnya setiap pembeli pasti akan melalui saya.

“Saya pastikan sampai sekarang satu meter pun tanah yang dibeli oleh Ketua maupun anggota DPRD Nias Selatan tidak ada disini, demikian pula pemerintah Kabupaten Nias Selatan tidak ada saya tanda tangani atas nama Dr. Hilarius Duha, SH., MH kecuali surat hibah dari masyarakat,” tegasnya

Hal senada juga disampaikan salah seorang tokoh masyarakat, Amori Zohahau Wau mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Kabupaten Nias Selatan atas pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, infrastruktur jalan sangat penting untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan, sambil menyoroti keindahan panorama pantai Nanio.

“Dengan adanya akses jalan yang memadai, usaha tani dan pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan tidak terhambat lagi,” ungkap Amori.

Dia juga menambahkan bahwa kegiatan pembangunan di Nanio banyak menyerap tenaga kerja dari Desa Sondregeasi, Hiliamaetaniha, dan desa sekitar.

Sementara, ditempat yang berbeda. Salah seorang janda berinisial TB petani ubi jalar di Nani’o menyampaikan rasa kegembiraannya terkait pembukaan lahan tidur dan pembangunan akses jalan Nani’o.

“Saya merasakan dampaknya dengan jelas. Pesanan daun ubi jalar untuk makanan ternak meningkat pesat sejak akses jalan ini dibuka,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa sebelumnya hasil penjualan daun ubi jalar hanya pas-pasan, tetapi sekarang, tiap minggunya bisa mencapai ratusan hingga jutaan rupiah.

Warga sekitar berharap agar pembangunan di Nanio dapat berlanjut, termasuk aspalisasi akses jalan yang telah dibuka, untuk memberikan dampak yang lebih besar pada perekonomian dan kehidupan mereka. (mag8/tri)

Banyak Kursi Kosong Hiasi Rapat Paripurna DPRD di HUT Sergai ke 20

Tampak : Tampak Kursi kosong anggota DPRD Sergai hiasi Paripurna HUT Sergai ke-20 tahun. ( fad)

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO- Suka Cita menyambut puncak perayaan Hari Jadi ke-20 Kab. Serdang Bedagai (Sergai), Minggu (07/01/2024 ) menyisakan cerita miris. Hari yang semestinya menjadi momentum penghormatan atas perjalanan panjang Tanah Bertuah Negeri Beradat, rupanya tidak dipedulikan oleh sejumlah oknum anggota DPRD.

Hal ini tampak jelas dalam Rapat Paripurna DRPD Kab Sergai. Momen yang semestinya disambut meriah oleh Yang Terhormat perwakilan rakyat Sergai, malah diwarnai dengan sejumlah kursi yang kosong.

Hanya 34 Anggota Dewan yang hadir dari 45 orang dalam paripurna puncak Hut Sergai yang ke 20 , terdapat 11 kursi kosong dan jugabterlambatnya anggota DPRD Sergai terhormat itu menjadi kondisi yang memprihatinkan mengingat begitu pentingnya momen Rapat Paripurna bertepatan dengan Hari Jadi Kab Sergai, yang hanya satu tahun sekali digelar.

Pantauan awak media dilokasi 11 kursi anggota DPRD Sergai yang kosong diantaranya Suryadi, Julasman, Hendrowinata Purba, Jalaluddin, Hotnauli, Sarino, Yunus Purba, Junaidi, Yusnar Yusuf Saragih dan Saidul Bahri Purba. Sedangkan terlihat terlambat Hari Ananda, Nahwan dan Sadarita Purba.

Sekretaris DPRD Sergai dr. Bulan Simanungkalit dikonfirmasi membenarkan kehadiran anggota DPRD Sergai persen. Saat disinggung ketidak hadiran anggota DPRD Sergai, dr Bulan Simanungkalit belum bisa memberikan jawaban.

Sementara itu Ibrahil Kholil S.Pd.I juga hadir di Paripurna itu menyayangkan ketidak hadiran Anggota DPRD Sergai tersebut. Mantan anggota DPRD Sergai ini menilai anggota DPRD Sergai yang tidak hadir tidak menghargai rakyat yang telah memilih mereka.

” Negara sudah membiayai mereka, di Paripurna tadi ada yang memakai jas, ada yang memakai pakaian adat, seharusnya mereka turut hadir minimal memakai jas mereka di momen setahun sekali Paripurna HUT Sergai yang kita cintai ini” papar Ibrahil Kholil.

Terpisah anggota DPRD Sergai Junaidi dikonfirmasi wartawan melalui layanan WhatsApp mengatakan sedang sakit, sedangkan beberapa anggota DPRD lainnya tidak berhasil dikonfirmasi. ( fad)

Semangat Menjemput Kemenangan 2024, Alween Ong Bersamai Flashmob PKS Medan Area

BERSAMA: Alween Ong (tengah) bersama kader PKS, foto bersama di sela-sela kegiatan Flashmob PKS Medan Area.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai upaya nyata dalam membangun kesadaran politik dan semakin mendekatkan diri kepada masyarakat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Medan Area menggelar Flashmob PKS Medan Area di Jalan AR Hakim pada hari Sabtu (6/1/2024).

Aksi Flashmob PKS Medan Area dihadiri Alween Ong, calon legislatif DPR RI Sumatera Utara nomor urut 6. Flashmob kali ini denga ntema “Semangat Menjemput Kemenangan 2024″berlangsung penuh keceriaan dan semangat yang membara.

Puluhan pengurus PKS Medan Area turut meramaikan Flashmob ini menyuarakan pesan-pesan politik dan harapan-harapan ke depan. Tak hanya dihadiri oleh Alween Ong, Flashmob juga diikuti oleh Hj Sri Rezeki A.Md, calon legislatif DPRD Kota Medan dapil 4, serta sejumlah simpatisan yang setia mendukung perjuangan politik yang diusung oleh mereka.

Aksi Flashmob tidak hanya menjadi sarana kampanye semata, tetapi juga menjadi wadah bagi para pendukung dan calon legislatif untuk berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat. Dengan atraksi menarik dan pesan-pesan yang disampaikan, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk partisipasi aktif dalam mendekatkan politik dengan rakyat.

Diantara rangkaian kegiatan Flashmob adalah pembagian alat peraga kampanye (APK) kepada masyarakat. Relawan-relawan PKS dengan semangat tinggi mendistribusikan kalender, flyer, stiker, dan souvenir PKS kepada warga yang berada di sekitar lokasi flashmob. Hal ini bertujuan untukmemberikan pemahaman lebih mendalam terkait visi dan misi PKS sebagai partai yang diwakilinya.

Kemeriahan aksi ini semakin terasa dengan partisipasi warga sekitar yang ikut serta dalam suasana penuh semangat. Mereka turut menyambut dan mendukung acara ini dengan antusias. Sebagian besar berhenti sejenak dari aktivitas harian mereka untuk menikmati pertunjukan yang dihadirkan. Suasana kegembiraan terpancar dari senyuman dan tepuk tangan yang memenuhi udara.

Saat bertemu warga, Alween Ong menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan yang begitu besar dari masyarakat dan para pendukungnya. “Kami tidak hanya datang untuk memenangkan kursi legislatif, tetapi juga untuk mendengarkan aspirasi masyarakat. Bersama-sama, kita bisa membawa perubahan yang positif untuk Sumatera Utara,” ujar Alween Ong penuh semangat.

Aksi Flashmob bukan hanya menjadi wadah untuk menyuarakan politik, tetapi juga menjadi ajang perkenalan dan penguatan citra calon legislatif. Dalam momen tersebut, Hj Sri Rezeki A.Md juga menyampaikan pandangannya terkait kebijakan-kebijakan yang akan diusung jika terpilih nanti.

Dialog terbuka ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk lebih mengenal sosok-sosok yang akan mereka pilih dalam Pemilu mendatang.

Kegiatan yang dihelat tersebut bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga menciptakan momentum positif untuk membangun kedekatan antara wakil rakyat dengan konstituennya. Terlebih lagi, dengan kehadiran berbagai APK yang dibagikan kepada masyarakat, PKS berusaha untuk membangun komunikasi yang lebih mendalam dan bersifat dua arah dengan warga.

Masyarakat pun turut berpartisipasi dalam keseruan acara ini dengan mengabadikan momen melalui kamera ponsel mereka. Unsur media sosial juga turut memainkan peran penting dalam memperluas dampak kegiatan ini, dengan berbagai foto dan video yang diunggah serta dibagikan secara online.

Hal ini tidak hanya memberikan kehadiran yang kuat di ranah digital, tetapi juga merangsang minat masyarakat untuk ikut serta dalam perbincangan politik.

Penting untuk dicatat bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya sekadar acara politik biasa, melainkan juga bentuk nyata dari semangat demokrasi yang hidup dan berkelanjutan.

Flashmob ini menjadi bukti bahwa politik tidak selalu identik dengan suasana serius dan tegang, tetapi juga bisa menjadi ajang bersenang-senang dan mendekatkan diri dengan masyarakat.

Dengan begitu banyaknya peserta dan antusiasme yang terpancar dari warga, Flashmob ini membuktikan bahwa masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk arah politik sebuah negara. Partisipasi yang tinggi dari berbagai kalangan, termasuk simpatisan partai, menjadi indikasi bahwa kegiatan ini berhasil mencapai tujuannya dalam membangun kebersamaan dan semangat menuju Pemilu 2024.

Suasana kegiatan terlihat sangat seru dan asik, dengan jingle PKS dan jingle Alween Ong yang mengiringi peserta Flashmob. Masyarakat sekitar pun tak bisa menyembunyikan antusiasmenya, banyak dari mereka berhenti sejenak untuk menyaksikan aksi yang digelar di tengah jalan tersebut

“Kegiatan semacam ini seharusnya diapresiasi karena mampu memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses politik dan merasakan dampak dari keputusan yang diambil oleh para wakil rakyat. Ini juga menjadi momentum yang tepat bagi calon legislatif untuk mendekatkan diri dengan konstituennya, memahami kebutuhan dan aspirasi mereka, serta membangun hubungan yang berkelanjutan,” pungkas Alween Ong. (ila)

Dorong Pertumbuhan EV di Sumut, PLN UID Sumatera Utara Berhasil Bangun 14 SPKLU

Pemilik kendaraan listrik sedang melakukan pengisian baterai di SPKLU Medan Kota pada malam pergantian tahun 2023/2024.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sepanjang 2023, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara berhasil membangun 3 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Secara keseluruhan, PLN UID Sumatera Utara telah menghadirkan 14 SPKLU di Sumatera Utara.

General Manager PLN UID Sumatera Utara mengatakan, PLN berkomitmen dalam mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik dengan menyiapkan SPKLU di Sumatera Utara. Peningkatan jumlah SPKLU ini guna meyakinkan masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan listrik (5/1/2024).

“PLN UID Sumatera Utara terus mendukung program pemerintah dalam perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Sumatera Utara. Selain mempersiapkan infrastruktur charging station, PLN juga menyediakan berbagai layanan untuk kemudahan pengguna EV melalui aplikasi PLN Mobile,” ungkap Awaluddin.

Awaluddin menambahkan jumlah transaksi di SPKLU mengalami peningkatan di tahun 2023. Hal ini menjadi sinyal positif pertumbuhan kendaraan Listrik di Sumatera Utara.

“Tercatat jumlah transaksi meningkat mencapai 1.149 kali transaksi. Jumlah ini meningkat sebanyak 53% dibanding tahun 2022 sebanyak 748 kali transaksi. Dengan jumlah konsumsi listrik sebesar 44.522,12 kilowatt hour (kWh),” kata Awaluddin.

Awaluddin merinci, PLN UID Sumatera Utara membangun SPKLU di berbagai lokasi strategis di Kabupaten dan Kotamadya yakni SPKLU Medan Kota, SPKLU City View, SPKLU Amir Hamzah, SPKLU Binjai, SPKLU Tebing Tinggi, SPKLU Rantauprapat, SPKLU Pematang Siantar, SPKLU Medan Baru, SPKLU Sibolga dan SPKLU Terminal Amplas. Selain itu, PLN juga membangun SPKLU di beberapa destinasi wisata yakni SPKLU Balige, SPKLU Berastagi, SPKLU Parapat dan SPKLU Pangururan.

“Diharapkan dengan adanya SPKLU yang tersebar di berbagai lokasi strategis tersebut dapat meyakinkan Masyarakat agar beralih ke kendaraan ramah lingkungan dan dapat mendorong green tourism di Sumatera Utara,” jelas Awaluddin.

Untuk memudahkan pemilik kendaraan Listrik, PLN telah menghadirkan fitur Electric Vehicle di aplikasi PLN Mobile. Melalui fitur tersebut, pemilik kendaraan Listrik dapat mengetahui lokasi terdekat SPKLU. Aplikasi tersebut dapat di unduh melalui appstore dan playstore. (ila)

DPRD Medan Menyayangkan Dilaporkannya Petugas Dishub ke Polisi

Petugas Dishub Medan saat tertibkan mobil yang terparkir di atas trotoar dan badan jalan di Jalan Sudirman, Medan.

MEDAN, SUMUT POS.CO – Pimpinan DPRD Kota Medan, H. Ihwan Ritonga, mendukung Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) untuk terus melakukan upaya penertiban parkir di setiap ruas jalan di Kota Medan. Sebab ia menilai, kesadaran pengendara di Kota Medan untuk memarkirkan kendaraannya secara tertib memang masih terbilang rendah.

“Itu sebabnya pelanggaran parkir di Kota Medan masih tinggi, kesadaran kita masih rendah. Kalau tidak ditertibkan, maka kondisi ini akan berlarut-larut, dan hal ini tidak boleh dibiarkan. Untuk itu selaku Pimpinan DPRD Medan, saya mendukung Pemko Medan untuk terus melakukan penertiban parkir,” ucap Ihwan kepada Sumut Pos, Minggu (7/1/2024).

Terkait adanya pelaporan ke pihak kepolisian terhadap petugas Dishub Medan yang melakukan penertiban parkir di Jalan Sudirman simpang rumah dinas Gubernur Sumut, Ihwan mengaku menyayangkan sikap tersebut. Pasalnya, apa yang dilakukan petugas Dishub Medan itu hanya sebatas menjalankan fungsi dan tugasnya, salah satunya memastikan tertibnya sistem parkir di Kota Medan.

“Seharusnya tidak perlu sampai ke ranah hukum. Kalau hanya soal pentil ban mobil, kan bisa diminta baik-baik, saya yakin pasti di kasih. Kalau posisi kita yang salah, ya tentu lah kita mintanya baik-baik. Kalau kita salah, kita tidak perlu marah-marah, itu akan memicu gesekan di lapangan. Apalagi sekarang sampai melapor ke polisi, saya fikir sikap itu terlalu jauh” ujarnya.

Ihwan pun bercerita saat mobilnya pernah di derek oleh petugas Dishub Medan ketika melanggar aturan parkir. Ketika itu, mobil yang dikendarai oleh sopirnya langsung di derek oleh mobil derek Dishub Medan tanpa ada diberikan imbauan ataupun peringatan terlebih dahulu.

“Saya Pimpinan DPRD Medan, mobil saya pernah di derek di Kota Medan. Tapi saya tidak marah-marah ke Dishub, yang saya marahi justru sopir saya, kenapa dia parkir disitu. Saat itu juga tidak ada imbauan atau peringatan, mobil saya langsung diderek. Ya logikanya untuk apalagi diperingatkan, toh sudah sama-sama tahu kalau disitu tidak boleh parkir, ya wajar kalau diderek” ungkapnya.

Ihwan pun menilai bahwa pemberian sanksi berupa penggembosan ban ataupun penderekan mobil yang terbukti melanggar aturan adalah hal yang biasa dan tidak perlu dibesar-besarkan.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Medan itu pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung Pemko Medan dalam menegakkan setiap peraturan yang ada, termasuk dalam hal penertiban parkir di Kota Medan.

Kemudian, Ihwan juga mengajak semua pihak untuk menjaga kondusifitas politik di Kota Medan dengan tidak mengkait-kaitkan semua yang terjadi dalam situasi politik saat ini.

“Pemberian sanksi itu biasa, tidak usah dipolitisir. Sebaliknya, kita harus mendukung langkah pemerintah dalam menegakkan peraturan agar tercipta Kota Medan yang lebih tertib,” pungkasnya.
(map/tri)

Pengungsi Rohingya di Karang Gading diberi Waktu 14 Hari Menetap di Pengungsian.

Seorang pengungsi rohingya saat melakukan aktifitas di Pantai Mercusuar, Dusun XV, Desa Karang Gading, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang.

LABUHAN, SUMUTPOS.CO – Sudah sepekan sebanyak 157 pengungsi Rohingya tinggal di Pantai Mercusuar, Dusun XV, Desa Karang Gading, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang usai diduga terdampar pada Minggu, (31/12/2023) lalu.

Para Pengungsi Rohingya tersebut diberi waktu oleh Pemkab Deli Serdang untuk tinggal sementara disana hanya selama 14 hari atau dua pekan. Namun, setelah 14 hari belum ada rencana kebijakan yang akan diambil oleh Pemkab terkait dengan nasib pengungsi Rohingya tersebut.

Kepala Desa Karang Gading, Agus Sanjaya mengatakan, dari Pemkab Deli Serdang diberikan waktu sampai tanggal 14 Januari 2024 , baru nanti akan ada keputusan lebih lanjut, apa yang harus dilakukan. “Apakah mendorong ke negara tujuan ataukah ditempatkan di suatu tempat, nanti ada rapat lanjutannya,” ujarnya, Minggu (7/1/2024).

Agus menjelaskan, rapat itu dihadiri perwakilan UNHCR, IOM, hingga Pemkab Deli Serdang. Kegiatan itu diselenggarakan untuk menghimpun informasi yang berkembang tentang kehadiran ratusan pengungsi Rohingya tersebut. Sejauh ini, untuk suplai makanan dan minuman telah tercukupi dan ada bantuan juga pemerintah desa dan masyarakat juga,
.
“Pengungsi Rohingya sudah lebih seminggu disini, untuk penanganan kedaruratan sudah ada IOM, Baznas, pemerintah Desa untuk menyuplai makanan dan minuman. Sekarang ditangani IOM, kemudian dari pihak Pemkab Deli Serdang, sudah meninjau ke sana, untuk melihat kondisi di sana,” jelasnya.

Ketika disinggung soal pro dan kontra penerimaan dan penolakan pengungsi Rohingya, Agus mengatakan telah menyiapkan berbagai langkah untuk mencegah terjadinya gesekan masyarakat. “Isu-isu adanya penolakan ini, sudah masuk ke kita informasinya,” ujarnya

Sejak dari awal kita mengantisipasi, imbuhnya, jangan sampai ada gesek-gesekan antara masyarakat dengan pengungsi. “Mudah-mudahan sampai sekarang masih ada pengamanan melalui Babinsa di sana, masih stay, koramil ada di sana, saya juga sebagai pemerintah Desa juga disana, jadi informasi yang berkembang di lokasi akan menjadi pertimbangan dan bisa menjadi laporan ke pihak Pemkab Deli Serdang, untuk bisa menangani untuk membuat kebijakan selanjutnya,” pungkas Agus.(mag-1/tri)