Home Blog Page 830

DPRD Sumut Dorong Pembangunan RSKO

Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting memberikan apresiasi atas kinerja Polda Sumut yang berhasil mengungkap 2.071 kasus narkoba di Sumatera Utara. Jumlah 2.071 kasus tersebut didapatkan Polda Sumut dalam kurun waktu September hingga akhir Januari 2024.

Dari 2.071 kasus narkoba tersebut, ditetap 2.820 tersangka dengan barang bukti uang tunai hingga Rp338.678.550. Jumlah pemakai tercatat sebanyak 568 orang, dan masuk dalam jaringan narkoba sebanyak 2.252 orang.

“Saya meminta Polda Sumut untuk terus gencar mengungkap dan memberantas praktik penyalahgunaan narkoba dan obat terlarang lainnya. Kita harus berupaya agar permasalahan narkoba di Sumut ini tuntas sampai ke akarnya,” ucap Baskami, Selasa (23/1/2024).

Baskami menjelaskan, di setiap kegiatan serap aspirasi bersama warga, dirinya kerap menerima keluhan atas kehilangan barang-barang berharga milik warga.

“Ada tabung elpiji, ada sepeda motor, ban mobil, besi, pagar. Kita tahu, akar dari permasalahan ini karena narkoba,” ujarnya.

Baskami juga menginginkan berdirinya rumah rehabilitasi dan rumah sakit ketergantungan obat (RSKO) di Sumut.

“Kita belum memiliki RSKO, ini kebutuhan mendesak. Sumut masih rangking pertama peredaran narkoba,” katanya.

Baskami juga meminta TNI/Polri untuk memperketat jalur-jalur tikus di kawasan perairan Pantai Timur yang disinyalir tempat masuknya narkoba dari negara lain.

“Kita harus perketat penjagaan, juga batas-batas provinsi Sumatera Utara. Agar bisa memberantas habis peredaran narkoba yang menjurus ke generasi muda kita,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, mengatakan bahwa perburuan jaringan narkoba merupakan bentuk komitmen Polda Sumut dalam memberantas narkoba.

Polda Sumut, kata Hadi, telah menyita barang bukti sabu seberat 327,44 kg, ganja 604,55 kg, pohon ganja 65.155 batang, pil ekstasi 55.018 butir, excimer 95 butir, tramadol 49 butir, dan triheksin 431 butir.

Tak hanya itu Polda Sumut juga menyita barang bukti berupa sepeda motor sebanyak 334 unit, mobil 42 unit, uang tunai, dan lain-lain.

“Pemberantasan ini dilakukan di setiap kabupaten/kota yang ada di wilayah Sumut. Tidak hanya itu, pengejaran juga dilakukan hingga daerah perbatasan,” jelas Hadi.

Kombes Hadi juga menegaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut sesuai dengan atensi dari Kapolda Sumut yang meminta melakukan pengejaran terhadap para pelaku, pengedar, jaringan, pemakai, bandar narkoba, hingga meratakan tempat peredaran narkoba.

Seperti diketahui, Sumut ditetapkan sebagai salah satu provinsi dengan status darurat narkoba oleh pemerintah pusat pada September 2023 lalu.(map/ram)

PT Perkebunan Nusantara III Terima Tax Payer 2023 Award dari Direktorat Jenderal Pajak Sumut I

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktorat Jenderal Pajak Sumut I melaksanakan kegiatan penghargaan kepada para wajib pajak di Hotel JW Marriot, Jalan Putri Hijau Medan, pada Senin (22/1).

Satu di antara para tax payer yang memperoleh penghargaan atas kontribusi pembayaran pajak untuk wilayah Kantor Madya Medan diberikan kepada SEVP Business Support PT Perkebunan Nusantara IV Regional 1, Tengku Rinel.

Melalui video, Dirjen Pajak RI, Suryo menyatakan bahwa Direktorat Jenderal Pajak melakukan perubahan yang diharapkan bisa mewujudkan arah reformasi birokrasi aparatur sipil negara untuk fokus pada pelayanan, akuntabilitas, integritas dan profesionalitas. “Penyempurnaan regulasi itu diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dengan baik untuk,” ujar Suryo.

Suryo juga menyampaikan informasi bahwa jika ada indikasi pelanggaran etik yang dilakukan para pegawai pajak, maka para wajib pajak bisa melaporkan hal tersebut ke kantor pajak. “Kita berharap reformasi perpajakan bisa mendukung perubahan Indonesia lebih baik di masa mendatang,” harap Suryo.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprovsu, Dr H Agus Tripriyono,SE, MSi dalam sambutannya mewakili Pj. Gubernur Sumatera Utara, mengucapkan selamat kepada para penerima award atas kontribusinya sebagai wajib pajak yang setia membayar pajak. “Terima kasih pada DJP Sumut I yang telah mengundang dan memberi apresiasi kepada para wajib pajak untuk Sumut lebih maju dan lebih hebat,” ujar Agus Tripriyono.

Dalam keterangan pers, Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional 1, Christian Orchard Tharanon menyatakan, Tax Payer Award 2023 diterima atas nama PT Perkebunan Nusantara III yang kini telah bertransformasi menjadi PTPN IV Regional 1 dengan nomor NPWP 01.061.127.5-123.002.

“Tax Payer Award 2023 diterima atas kontribusi terbesar pembayaran pajak dari kantor KPP Pratama Medan Petisah untuk pajak PPh, PPN, PPnBM dan PBB PSL tahun 2023 di lingkungan kantor wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumut I. Award ini menunjukkan bahwa PT Perkebunan Nusantara III adalah perusahaan taat pajak,” ujar Christian Orchard Tharanon. (ila)

Pertamina Sumbagut Raih 7 Penghargaan Bidang TJSL di Ajang Indonesia Green Awards Tahun 2024

PENGHARGAAN: Pertamina Sumbagut Raih 7 Penghargaan IGA 2024.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) berhasil meraih 7 penghargaan di bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam ajang Indonesia Green Awards (IGA) ke-15 tahun 2024.

IGA merupakan ajang penghargaan terhadap inisiatif perbaikan lingkungan hidup yang berkontribusi dalam mencapai komitmen Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.

“Terima kasih atas apresiasi kepada Pertamina Patra Niaga pada ajang IGA 2024. Kami berkomitmen dalam menjaga lingkungan di wilayah operasional, selain itu Pertamina juga aktif melibatkan komunitas dan masyarakat sehingga berkontribusi nyata mendukung target Net Zero Emission,” ucap Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria, Selasa 23 Januari 2024.

Ia menjelaskan, terdapat beberapa kategori yang dimenangkan oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut yaitu, kategori Mengembangkan Keanekaragaman Hayati, yang berhasil diraih oleh Aviation Fuel Terminal (AFT) Minangkabau dengan program Inovasi Tempat Transit Sementara Buaya Muara Padang Pariaman.

Kemudian, Fuel Terminal (FT) Medan Group dengan program BISMA Mawar Lestari, FT Pematang Siantar dengan program Konservasi Gajah Sumatera di Aek Nauli, dan Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung melalui program Rehabilitasi Hutan Mangrove dengan Metode Diurnal Tides.

Kemudian, AFT Hang Nadim mendapat penghargaan dalam kategori Penanganan Sampah Plastik melalui program Kampung Inovasi Plastik, FT Sei Siak mendapat penghargaan dalam kategori Pengembangan Wisata Konservasi Alam melalui program Ekowisata Pulau Semut.

Selain itu, kategori Mengembangkan Edukasi Perubahan Iklim berhasil diraih IT Lhokseumawe dengan program Pemberdayaan Kampung Pangan Terpadu Untuk Perubahan Iklim.

“Melalui program-program unggulan tersebut, Pertamina Patra Niaga melakukan pelestarian lingkungan, menjaga keanekaragaman hayati dan mendukung masyarakat lokal. Semoga Pertamina Patra Niaga dapat terus menjadi perusahaan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat dan menjalankan bisnis berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik,” jelas Satria.

Diakuinya, keberhasilan ini merupakan bentuk kolaborasi yang baik dari semua pihak. Untuk itu ia juga mengapresiasi seluruh lapisan masyarakat, semua pemangku kepentingan serta seluruh pekerja Pertamina yang tidak kenal lelah memberikan energi bagi masyarakat dan lingkungan.

“Kami bersyukur atas penghargaan ini dan yakin bahwa tindakan positif ini akan terus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” kata Satria.

Indonesia Green Awards (IGA) 2024 ini diselenggarakan oleh La Tofi School of Sosial Responsibility. Penghargaan ini dilaksanakan di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta pada Rabu 17 Januari 2024, lalu.

Sementara itu, Chairman The La Tofi School of Social Responsibility, La Tofi mengatakan, penghargaan IGA 2024 banyak diraih oleh Pertamina Group.

“Komitmen Pertamina memang tidak main-main. Pertamina telah berbuat yang luar biasa bagi bumi ini. Selamat kepada Pertamina Group. Semoga terus menjadi contoh bagi perusahaan lainnya dalam menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasinya,” kata La Tofi.(gus/ram)

Isu Greenflation Bukan Receh, Jangan Berlindung Dari Ketidaktahuan

Capres-Cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ekonom Senior Indonesia, Dradjad Wibowo mengungkapkan, persoalan greenflation bukan pertanyaan receh. Bahkan, pertanyaan tersebut tak boleh ditertawakan. Menurut Dradjad, isu tersebut tidak bisa dianggap main-main. Sebab, bisa mempengaruhi keadaan dunia.

“Isu ini memang sedang menjadi tantangan di berbagai belahan dunia menuju ekonomi hijau. Sebagai contoh tantangan greenflation, bobot bahan baku dalam struktur biaya baterai meningkat dari 40 hingga 50 persen dari biaya baterai pada tahun 2017 menjadi 50-70 persen pada tahun 2022. Sehingga membuatnya lebih rentan terhadap variasi harga bahan baku,” ungkapnya dalam sebuah wawancara.

Dradjad memberikan contoh lain, banyak negara sekarang menerapkan standar kelestarian yang ketat bagi dunia usaha. Menurut dia, biaya pemenuhan standar ini juga cukup mahal dan menimbulkan inflasi hijau. Demikian juga dengan pajak karbon dan berbagai inisiatif lainnya. “Jadi, inflasi hijau itu tempatnya di jantung dari topik kelestarian, transisi ke ekonomi hijau, serta mitigasi dan adaptasi perubahan iklim,” tambahnya.

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Sumatera Utara (Sumut), Ade Jona Prasetyo juga angkat bicara mengenai isu ini. Menurut pria yang mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI Dapil Sumut I, nomor urut 2 dari Partai Gerindra ini, apabila isu tersebut tidak bisa dijawab cukup dibilang saja, tidak perlu sampai mengatakan bahwa isu ini tidak penting.

“Saya lihat di media sosial banyak sekali yang mencaci Mas Gibran dan menertawakan beliau terkait greenflation. Seharusnya, kandidat cawapres lebih simple saja. Lihat akibatnya, netizen yang tidak tahu hanya tertawa, padahal ini isu global. Mas Gibran juga ditanyakan istilah bioregional kok. Bedanya, mas Gibran menyanggupi pertanyaan itu dan tidak mau berlindung dibalik ketidaktahuan,” tegas Jona.

Jona juga mengatakan, dirinya sangat bangga dengan penampilan Gibran dalam debat tersebut. Menurutnya Gibran sangat substantif dengan bukti check fakta dan peka terhadap isu global.

“Mas Gibran ini saat fact checking mulus kok, tapi banyak yang nyinyir beliau ini tidak ada isinya. Pada debat yang lalu mas Gibran dibilang pengetahuannya terbatas di lokal saja, tapi saat bawa isu global malah dibilang tidak nyambung,” tambahnya.

Dikatakannya, TKD Prabowo-Gibran Sumut optimis dan bangga dengan keberanian Gibran. Ini bentuk representasi politik yang akan terus dibangun. “Bersama Prabowo-Gibran, kami siap membawa Indonesia menjadi maju,” pungkasnya. (dwi/ram)

Ade Jona: Gimmick Gibran Bagian dari Strategi, Hal Wajar Dalam Politik

Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gimmick yang ditampilkan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka saat Debat Cawapres kedua yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), Minggu (21/1/2024) malam merupakan bagian dari strategi. Hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar dalam dunia politik.

Menurut Ketua TKD Prabowo-Gibran Sumut, Ade Jona Prasetyo secara keseluruhan penampilan Gibran dalam debat tersebut pantas mendapatkan apresiasi. Meskipun atas gimmick tersebut feedbacknya menuai pro dan kontra.

“Apapun ceritanya, penampilan Mas Gibran dalam debat tersebut harus diapresiasi,” katanya, Selasa (23/1/2024).

Dirinya juga mencoba menyelaraskan pandangannya dengan menggarisbawahi bahwa dalam konteks politik, setiap langkah dan penampilan memiliki nuansa yang strategis. Terrmasuk penggunaan gimmick. Namun, yang paling penting adalah bagaimana substansi yang disampaikan Gibran dalam debat.

“Gagasan yang disampaikan Gibran menjawab permasalahan yang terjadi di publik, terkhusus pada upaya reforma agraria melalui digitalisasi yang memang perlu dilakukan,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Daulay menambahkan, apabila ada yang menyatakan gimmick yang ditampilkan Gibran sebagai bentuk kurangnya etika, hal itulah yang tidak pantas disampaikan.

Menurutnya, Gibran sangat bersikap sopan. Dirinya bertanya sesuai topik dan tidak melakukan tindakan asal-asalan. “Jika ada yang tidak bisa menjawab, itu hanya menunjukkan kelemahan lawan debat yang tidak siap,” tandasnya. (dwi/ram)

Pembangunan Jembatan Jalan Abdullah Lubis Selesai Paling Lama Pertengahan Februari

Kadis SDABMBK Kota Medan, Topan O.P Ginting.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) tengah berfokus untuk menyelesaikan pembangunan Jembatan di Jalan Abdullah Lubis, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru.

Dinas SDABMBK Kota Medan menginginkan, pembangunan jembatan Jalan Abdullah Lubis dapat segera diselesaikan dan dipergunakan seperti halnya Jembatan Jalan H.M Yamin yang telah selesai dibangun.

“Untuk Jembatan Jalan Abdullah Lubis, itu terus kita fokuskan penyelesaiannya. Kita harapkan (pembangunan Jembatan Jalan Abdullah Lubis) itu bisa segera selesai supaya bisa segera dipergunakan seperti Jembatan Jalan H.M Yamin yang sudah selesai kita bangun,” ucap Kadis SDABMBK Kota Medan, Topan O.P Ginting kepada Sumut Pos, Selasa (23/1/2024).

Dikatakan Topan, saat ini pembangunan Jembatan Jalan Abdullah Lubis telah menyelesaikan proses pembangunan lantai jembatan. Dengan kata lain, proses pembangunan Jembatan Abdullah Lubis akan selesai dalam waktu dekat.

“Jembatan Abdullah Lubis sudah selesai pemasangan lantai. Cuma memang harus kita cek dulu, apakah umur (lantai) nya sudah cukup untuk dibuka. Karena kita juga harus menunggu umur betonnya, supaya layak untuk dilintasi,” ujarnya.

Topan pun menargetkan, pembangunan Jembatan Jalan Abdullah Lubis dapat selesai paling lama pertengahan Februari 2024 mendatang. Namun ia optimis, pembangunan tersebut dapat diselesaikan lebih awal dari target yang ditentukan tersebut.

“Kemarin kita kasih waktu perpanjangan 50 hari, karena (pembangunan Jembatan Jalan Abdullah Lubis) itukan sama seperti Jalan H.M Yamin, sama-sama sudah masuk perpanjangan (waktu). Artinya paling lama sudah harus selesai di pertengahan Februari. Tapi kita yakin (Jembatan Jalan Abdullah Lubis) ini sama seperti pembangunan (jembatan) di Jalan HM Yamin, sama-sama akan selesai lebih cepat dari waktu yang ditargetkan di masa perpanjangan (waktu) ini,” ungkapnya.

Diterangkan Topan, dari sisi urgenitas, sejatinya penyelesaian pembangunan Jembatan Jalan H.M Yamin dinilai lebih mendesak dari Jembatan Abdullah Lubis. Selain karena kondisi mobilitas yang lebih tinggi di Jalan H.M Yamin, kondisi banyaknya ruas jalan alternatif di seputar Jalan Abdullah Lubis juga dinilai sangat membantu masyarakat yang ingin mencari jalur alternatif.

“Jalan H.M Yamin itu salah satu jalur utama, mobilitas disana sangat tinggi. Sementara di Jalan Abdullah Lubis mobilitas tidak setinggi di Jalan HM Yamin, dan di seputar Jalan Abdullah Lubis lebih banyak jalan alternatif. Begitupun, kita tidak akan memperlambat penyelesaian pembangunan Jembatan Jalan Abdullah Lubis, akan kita selesaikan secepatnya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Dinas SDABMBK Kota Medan telah melakukan pembangunan dua buah jembatan di Kota Medan sejak September 2023 yang lalu dan ditargetkan selesai Desember 2023. Adapun kedua jembatan tersebut, yakni Jembatan Jalan H.M Yamin dan Jembatan Jalan Abdullah Lubis.

Pembangunan kedua jembatan tersebut tidak dapat diselesaikan tepat waktu karena tingginya curah hujan di akhir tahun 2023 lalu. Alhasil, Pemko Medan memberikan perpanjangan waktu selama 50 hari kepada pihak kontraktor untuk menyelesaikannya, yakni hingga 19 Februari 2024.

Hasilnya, pembangunan Jembatan Jalan H.M Yamin telah selesai dikerjakan di Januari 2024 atau lebih cepat dari target di masa perpanjangan waktu. Saat ini, jembatan tersebut telah dipergunakan dan ruas jalan H.M Yamin telah dibuka kembali. Sementara ruas Jalan Abdullah Lubis hingga kini masih ditutup, pembukaan ruas jalan tersebut menunggu selesainya pembangunan Jembatan Jalan Abdullah Lubis dalam waktu dekat.
(map/ram)

Bapemperda DPRD Medan Usulkan Pemotong Hewan Unggas di Pasar Harus Bersertifikat Halal

Ketua Bapemperda, Dedy Aksyari Nasution.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Medan, Dedy Aksyari Nasution, mengusulkan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan agar mewajibkan sertifikasi kepada para pemotong hewan unggas seperti ayam atau bebek yang berada di seluruh pasar tradisional di Kota Medan.

“Ini untuk menepis keraguan masyarakat ketika akan membeli dan mengkonsumsi ayam maupun bebek yang dijual para pedagang di setiap pasar tradisional di Kota Medan,” ucap Dedy, Selasa (23/1/2024).

Menurut Politisi Partai Gerindra Medan ini, latar belakang usulan ini diajukan karena dirinya banyak menerima kekhawatiran masyarakat terkait kehalalan daging ayam potong (ras) yang mereka beli di pasar tradisional.

“Kalau menurut syariat Islam, pemotongan hewan harus diawali dengan membaca do’a dan menghadap kiblat. Sehingga, daging ayam menjadi halal untuk dikonsumsi. Tapi masyarakat bilang, banyak yang main potong saja,” ujarnya.

Untuk itu, sambung Dedy, Pemko Medan bersama MUI Kota Medan perlu melakukan pembahasan mendalam terkait usulan mewajibkan sertifikasi kepada setiap petugas pemotong ayam dan unggas yang ada di pasar-pasar tradisional di Kota Medan

“Kita di DPRD Medan siap berkolaborasi dengan pihak terkait untuk pembahasan usulan ini. Sehingga kedepannya, masyarakat Kota Medan tidak merasa was-was saat akan mengkonsumsi ayam atau bebek yang dibeli dari para pedagang yang berjualan di pasar tradisional di Kota Medan,” pungkasnya.
(map/ram)

Belasan Pelajar Diamankan, Polres Binjai Tetapkan Dua Tersangka

AMANKAN: Tim gabungan saat mengamankan belasan pelajar dan barang bukti motor tanpa nomor plat di Jalan Diponegoro, Kelurahan Mencirim, Binjai Timur.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai menetapkan dua orang remaja berusia 17 tahun sebagai tersangka. Keduanya kini ditahan di sel tahanan Mapolres Binjai.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut, penyidik menetapkan dua orang yang berstatus anak atau remaja sebagai tersangka. Keduanya berinisial DP dan SA,” kata Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Zuhatta Mahadi, Selasa (23/1/2024).

Keduanya diamankan tim gabungan yang tengah patroli, Minggu (21/1/2024). Saat tim gabungan Polres Binjai dan Kodim Langkat melintas di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Mencirim, Binjai Timur, diperoleh informasi ada sekelompok remaja yang diduga tergabung dalam geng motor mau melakukan penyerangan ke arah Pajak Rambung di Jalan Jambi, Binjai Selatan.

Informasi tersebut ditindaklanjuti tim gabungan dan bersama masyarakat dilakukan penangkapan. Zuhatta menambahkan, keduanya disangkakan atas kepemilikan senjata tajam.

“Kedua remaja ini dijerat dengan undang-undang darurat dan terancam hukuman paling lama 10 tahun,” ujarnya.

Sementara yang lainnya turut ditangkap telah dikembalikan kepada orang tua masing-masing. “Mereka kita duga akan melakukan tawuran dan karena itu diamankan yang kemudian dibawa ke Polres Binjai,” pungkasnya.

Tim gabungan mulanya mengamankan 15 pelajar yang diduga hendak melakukan tawuran atau perang antar kelompok. Mereka yang diamankan berinisial DM (16), AA (17), RP (16), HB (14), DK (17), AAP (16), RO (16), RA (15), TS (16), MNF (17), DP (17), SA (17), MI (15), MR (15) dan AI (16).

Selain belasan pelajar, tim gabungan juga mengamankan 6 unit motor tanpa nomor polisi, sebilah samurai, 3 bilah parang panjang, sebilah celurit, 1 gear motor dan 1 ketapel. Keberadaan geng motor memang belakangan marak di Kota Binjai.

Tingkah laku mereka yang melakukan konvoi sembari membawa senjata tajam ini cukup meresahkan masyarakat. Beruntung tim gabungan sedang patroli dan mengamankan belasan pelajar tersebut. Jika tidak, perang pun terjadi antar kelompok geng motor ini. (ted/ram)

Optimalisasi AgenBRILink, Desa Bansari Raih Juara Umum Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023

SUMUTPOS.CO – Desa Bansari merupakan salah satu desa yang terletak di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Berada di ketinggian 1.000 – 1.500 mdpl, Desa ini memiliki potensi alam yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakatnya yang berjumlah 4.900 jiwa.

Selain hasil pertanian dan perkebunan, Desa Bansari juga punya kekayaan wisata alam. Kearifan lokal berupa kesenian Jaran Kepang, Kubro Siswo, dan Karawitan, serta industri kreatifnya turut menyokong sektor wisata Desa Bansari.

Menyadari potensi tersebut, Desa Bansari pun melakukan sejumlah inovasi, seperti pemanfaatan teknologi smart internet of things (IoT) untuk membantu memantau lahan dan hasil pertanian, hidroponik greenhouse untuk budi daya melon, dan penggunaan energi listrik terbarukan, seperti panel surya.

Untuk memperkuat potensi yang ada, Desa Bansari mengikuti program Desa BRILiaN 2023 yang diinisiasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Selama mengikuti program, mulai dari perangkat desa, pengurus BUMDes, hingga pelaku usaha mendapatkan pelatihan dan pendampingan.

Salah satunya adalah pemanfaatan digitalisasi, baik dalam pemasaran maupun transaksi. Untuk pemasaran, Desa Bansari membuat situs web, media sosial desa, serta memanfaatkan marketplace Localoka dan Pasar.id.

Sementara, digitalisasi pembayaran, Desa Bansari memanfaatkan BRImo, QRIS BRI untuk pelaku usaha, dan AgenBRILinK.

BRImo merupakan mobile Banking dari BRI yang hadir untuk memberikan kemudahan bagi nasabah maupun non-nasabah BRI agar dapat bertransaksi secara praktis.

Lewat aplikasi tersebut, masyarakat desa dapat membayar tagihan bulanan, seperti listrik dan air, hingga top-up saldo untuk dompet digital. BRImo juga dilengkapi dengan fitur pembayaran QRIS BRImo.

Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Tirta Sembada, Hendi Nurseto menjelaskan, BRImo menjadi salah satu layanan perbankan yang digunakan oleh masyarakat Desa Bansari. Saat ini, lebih dari 90 persen masyarakat Desa Bansari menggunakan BRImo.
Layanan tersebut digunakan lantaran semakin banyak aktivitas transaksi di Desa Bansari yang dilakukan secara digital.

Jumlah pengguna BRImo yang tinggi di Desa Bansari sendiri tidak terlepas dari penggunaan QRIS BRI, oleh pelaku usaha.

Untuk diketahui, BRI menyediakan membantu membuat kan QRIS BRI untuk memudahkan pelaku usaha. Layanan itu juga sudah terhubung dengan Aplikasi BRI Merchant.

Dengan demikian, pelaku usaha jadi mudah memonitor transaksi bisnisnya secara real-time dengan berbagai macam fitur dan layanan. Dengan begitu, masyarakat dapat bertransaksi secara nontunai dengan pelaku usaha di Desa Bansari yang sudah memanfaatkan QRIS BRI.

Bukan itu saja, BRImo juga memudahkan penduduk desa dalam bertransaksi di marketplace atau lokapasar.

“Masyarakat Desa Bansari itu kan mayoritas pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta petani. Nah, BRI juga bekerja sama dengan marketplace, seperti Localoka dan Pasar.id. Di sana, pelaku UMKM bisa melakukan aktivitas perdagangan dan pembayarannya dilakukan melalui BRImo. Selain di marketplace itu, BRImo juga digunakan untuk pembayaran platform lain,” kata Hendi.

Sementara itu, AgenBRILinK adalah layanan perbankan tanpa kantor yang diinisiasi oleh bank BRI. Dalam layanan tersebut, BRI menggandeng nasabah sebagai agen yang dapat melayani transaksi perbankan bagi masyarakat secara real-time online dengan konsep sharing fee.

“Edukasi dari pihak BRI semakin membuat kami dapat mengoptimalkan potensi yang ada di Desa Bansari,” tutur Hendi.

Inovasi dan digitalisasi dengan produk BRI turut menguatkan BUMDes Tirta Sembada. Berkat itu pula, Desa Bansari dinobatkan sebagai Juara Utama Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023.

Hendi menjelaskan, BUMDes Tirta Sembada memiliki tanggung jawab untuk mengelola empat unit usaha yang ada di Desa Bansari.

“Salah satunya adalah destinasi wisata Embung Bansari. Wisata alam Embung Bansari itu ada di ketinggian 1.400 mdpl. Di sini, wisatawan bisa melihat sembilan gunung yang ada di Jateng,” ucapnya.

Unit usaha selanjutnya adalah pengelolaan air bersih. Dari unit ini, BUMDes Tirta Sembada mendapatkan pemasukan hingga ratusan juta per tahun. Meski demikian, Hendi mengaku bahwa pengelolaan air bersih tak sepenuhnya dijadikan sebagai lahan usaha. Sebab, sebagian besar air dialokasikan untuk masyarakat setempat.

“Selain kedua unit usaha itu, ada juga usaha benih cabai yang diolah menggunakan teknologi. Bibitnya kami kirim ke berbagai perusahaan karena sudah menjalin kerja sama dengan mereka. Lalu, ada pula unit usaha berupa warung sembako yang bantu dijalankan oleh AgenBRILinK,” terang Hendi.

Tertarik untuk meningkatkan potensi desa Anda agar lebih maju dan kreatif di masa depan dan sekaligus mengikuti jejak desa-desa yang menjadi pemenang Program Desa BRILiaN? Segera raih kesempatan jadi peserta Desa BRILiaN untuk periode 2024. Segera kunjungi atau hubungi kantor BRI Unit dan Mantri BRI Unit yang ada di Desa Anda. Jadikan Desa Anda sebagai Desa BRILiaN selanjutnya. (*/sih)

Anak Yatim Berprestasi Tak Dapat Bantuan, Warga Mohonkan Program PIP ke DPRD Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang warga lingkungan I Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Endang Sri Rahayu, berharap mendapatkan bantuan pendidikan untuk anaknya yang duduk di bangku Sekolah Dasar. Endang mengaku bahwa anaknya merupakan seorang anak yatim. Secara akademik, anaknya juga merupakan seorang siswa yang berprestasi di sekolah.

Harapan itu diungkapkan Endang saat menghadiri kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2024 yang digelar Anggota DPRD Kota Medan Fraksi NasDem, T Edriansyah Rendy SH M.Kn di Jalan Besi Lingkungan 2, Kelurahan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan, Minggu (21/1/2024) sore.

“Di sekolah SD anak saya ranking 3 pak, sekarang anak saya anak yatim. Mohon dibantu anak saya pak,” ucap Endang kepada anggota DPRD Medan yang akrab disapa Rendy tersebut.

Pasalnya, Endang mengaku bahwa meskipun anaknya seorang yatim dan berprestasi di sekolah, namun sang anak belum pernah mendapatkan bantuan pendidikan dari pemerintah. Oleh sebab itu, ia pun meminta agar sang anak bisa mendapatkan bantuan berupa Program Indonesia Pintar (PIP).

“Tolong dibantu pak supaya anak saya ini bisa dapat PIP. Itu saja pak (permintaan saya),” ujarnya dalam kegiatan yang dihadiri Sekretaris Lurah Tanah 600 M Achbar Lubis, perwakilan Puskesmas Rengas Pulau (Dinkes Medan) Rini Resky Manda Daulay, dan perwakilan Dinas Sosial Medan Linda Ramayani tersebut.

Menanggapi hal itu, Rendy mengaku akan meminta timnya untuk memastikan bahwa keluarga Endang telah masuk ke dalam Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Mengingat Endang merupakan seorang Janda dan anaknya berstatus yatim. Pasalnya, DTKS merupakan langkah awal bagi masyarakat tidak mampu untuk bisa mendapatkan berbagai program bantuan dari pemerintah, termasuk PIP yang merupakan program Pemerintah Pusat.

Kemudian di tahun ini, sambung Rendy, Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan telah menganggarkan bantuan untuk 20 ribu siswa SD dan 20 ribu siswa SMP (tidak mampu). Lalu, ada bantuan untuk anak putus sekolah di Kota Medan agar bisa kembali bersekolah.

“Untuk anak ibu (Endang) yang berprestasi dan seorang yatim, tentu harus terus bersekolah. Kita akan minta agar anak ibu bisa mendapatkan bantuan pendidikan, setidaknya untuk awal dari APBD (Kota Medan) dulu. Kita juga akan upayakan agar bisa mendapatkan PIP,” kata Rendy.

Selain masalah pendidikan, warga lainnya juga menyampaikan berbagai keluhan kepada Rendy yang sehari-hari duduk sebagai Anggota Komisi II DPRD Medan tersebut. Diantaranya, masalah tidak adanya tiang listrik di lingkungan permukiman warga.

“Di gang Kesuma lingkungan 8, Kelurahan Tanah 600, tidak ada satu pun tiang listrik, jadi kabel listrik itu ditarik dari satu rumah ke rumah yang lain pak. Terus kalau hujan, Gg Kesuma itu banjir pak, becek. Mohon dibantu ya pak,” kata warga Gg Kesuma, Effendy yang dibenarkan oleh sejumlah warga Gg Kesuma lainnya.

Pada kesempatan itu, Rendy juga menerima berbagai aspirasi lainnya dari warga yang hadir, diantaranya masalah bantuan sosial hingga pelayanan kesehatan.

Menjawab hal itu, Rendy mengaku bahwa keluhan-keluhan warga tersebut akan dimasukkannya ke dalam Pokok Pikiran DPRD Medan dan akan disampaikan dalam sidang Paripurna DPRD Medan dalam waktu dekat.

“Nantinya, keluhan bapak/ibu akan kita masukkan ke dalam Pokok Pikiran DPRD Medan untuk dapat ditindaklanjuti dan diselesaikan dengan pihak-pihak terkait,” pungkasnya. (map)