Home Blog Page 842

Tekan Angka Stunting, Warga Medan Utara Diminta Manfaatkan Layanan Posyandu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengaku akan terus berfokus dalam menekan angka stunting pada anak di Kota Medan, khususnya di daerah Medan Utara yang menjadi kawasan angka stunting paling tinggi di Kota Medan. Di tahun 2024 mendatang, angka stunting di Kota Medan diharapkan dapat semakin teratasi.

Hal itu terungkap saat Anggota Komisi II DPRD Medan, T. Edriansyah Rendy SH M.Kn menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan No.4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Young Panah Hijau Gg Tambak Lingkungan 9, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Labuhan, Minggu (24/12/2023) sore.

“Alhamdulillah berkat perhatian yang serius dari Pemko Medan dan semua pihak yang mendukung, saat ini angka stunting di Kota Medan semakin berkurang. Kedepan di tahun 2024, kita akan terus berfokus untuk menekan angka stunting di Kota Medan,” ucap perwakilan Puskesmas Terjun Medan Marelan, Rosnani Purba dalam kegiatan itu.

Oleh sebab itu, dalam kegiatan yang turut dihadiri perwakilan BPJS Kesehatan Julianus Dedy Pranata, koordinator PKH Kota Medan Dedy Irwanto Pardede, dan Sekretaris Lurah Labuhan Deli Eliana Siba tersebut, Rosnani meminta masyarakat agar mendukung upaya-upaya yang dilakukan Pemko Medan dalam terus menekan angka stunting.

Diantaranya, dengan memanfaatkan layanan pos pelayanan terpadu (Posyandu) yang digelar secara rutin setiap bulannya.

“Kami minta tolong, ibu-ibu tolong yang punya bayi atau balita agar membawa anaknya ke posyandu. Sebab dengan membawa anak-anak kita ke posyandu, kita akan bisa melihat tumbuh kembang anak-anak kita. Bila masih ada yang mengalami stunting, tentunya akan ada perhatian yang akan diberikan,” ujarnya.

Kemudian, Rosnani pun mengajak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan. Mengingat, kebersihan lingkungan sangat berkaitan erat dengan kondisi kesehatan warga di lingkungan tersebut.

“Mulailah dari menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar kita, apalagi kebersihan adalah sebagian dari iman. Bila kebersihan bisa kita jaga, mudah-mudahan kesehatan kita juga akan terjaga,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Edriansyah Rendy yang merupakan Anggota DPRD Medan dari Fraksi NasDem tersebut tampak memberikan kesempatan kepada ratusan warga yang hadir untuk menyampaikan aspirasi atau keluhannya.

Mendapatkan kesempatan, sejumlah warga pun memanfaatkannya dengan menyampaikan berbagai keluhan. Diantaranya soal pelayanan sejumlah rumah sakit yang kerap menolak pasien BPJS Kesehatan dengan alasan penuhnya kamar rawat inap.

“RS sering menolak pasien (BPJS Kesehatan) dengan alasan bilang nggak ada ruangan, padahal kalau pasien umum pasti ada ruangannya,” keluh salah seorang warga, Sri Hartini.

Kemudian salah seorang warga lainnya, Asmiati, mengaku heran atas kondisi kakaknya yang bernama Masnah karena tidak pernah mendapatkan bantuan sosial lansia. Padahal tak hanya berstatus sebagai lansia, namun Masnah juga merupakan seorang warga miskin yang berstatus janda.

“Kakak saya yang namanya Masnah itu sudah lansia, dia janda, kerjanya pun cari-cari botot, tapi nggak ada dia dapat bantuan untuk lansia-lansia itu. Tolong dibantu lah kakak saya itu,” tuturnya.

Mendapatkan berbagai keluhan dari warga, Edriansyah Rendy pun meminta sejumlah pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut untuk menjawab sekaligus memberikan solusi atas keluhan-keluhan warga tersebut.

Tak hanya itu, Rendy pun mengaku akan menindaklanjuti keluhan-keluhan warga tersebut kepada pihak-pihak terkait untuk ditindaklanjuti. (map)

Mulai Januari 2024, Warga Batubara Berobat Bisa hanya Pakai KTP

Foto Bersama : Bupati Batubara Ir Zahir, bersama Kepala Cabang BPJS Kisaran Dr Leni Marlena, Vice President Humas PT Inalum dan Unsur Korkopimda Batubara saat Peresmian Kantor Bupati Batubara, Jumat (22/12/2023) di Jalinsum Limapuluh, Batubara. Foto:/Liberti H Haloho.

BATUBARA, SUMUTPOS.CO- Bupati Batubara dengan Kepala Cabang BPJS Kisaran Leni Marlena, melakukan penandatanganan MoU terkait layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat Batubara.

Dengan adanya kesepakatan ini, warga Batubara tidak perlu lagi kuatir soal biaya saat berobat. Karena, Batubara telah resmi memperoleh predikat Universal Health Coverage (UHC) pada Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada periode Desember 2023.

Kepala Cabang BPJS Kisaran Leni Marlena mengatakan UHC di Batubara, mulai berlaku di Bulan Januari 2024, sehingga dengan bawa KTP dapat pelayanan pengobatan BPJS.

“Mulai berlaku di Januari. Dan semoga semua masyarakat dapat menikmati fasilitas kesehatan ini,” ujarnya.

Bupati Zahir mengatakan, kesepakatan ini sebagai bukti komitmennya untuk mensejahterakan warga dari sisi kesehatan. Dengan kesehatan yang baik, maka akan memudahkan dan bersemangat dalam mengais rezeki.

“Cukup bawa KTP dapat layanan pengobatan di BPJS. Harapan ke depan, jangan ada satupun masyarakat Batubara yang tidak bisa berobat karena tidak punya uang karena sudah ditanggung oleh pemerintah,” sebut Zahir, Bupati Batubara.(rel)

Kantor Bupati Batubara Diresmikan

Bupati Batubara H Zahir didampingi Ketua Penggerak PKK Batubara ditempung Tawari saat Peresmian Kantor Bupati Batubara, Jumat(22/12) di Jalinsum limapuluh. Foto/Liberti H Haloho.

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Bupati Batubara H Zahir meresmikan Kantor Bupati Batubara, di Jalinsum Limapuluh, Batubara, Jumat (22/12/2023).

Acara yang dihadiri pejabat unsur Forkopimda Batubara, Ketua DPRD Batubara M Safi’i, Wakil DPRD Batubara Syafrizal, Dandim 0208/Asahan Letkol Inf. Muhammad Bassarewan, Wakapolres Batubara Kompol Imam Alriyuddin, Ketua PN Asahan, Kejari Batubara Amru Siregar SH Danlanal Tanjung-Balai Asahan Letkol (Laut) W. Nugraha SE, Kepala BPJS Asahan Dr Leni Marlina, Vice President Humas PT Inalum, Ketua MUI Batubara, Ketua Kadin Batubara Faisal, Sekdakab Batubara Norma Siregar, Ketua Papdesi Batubara.

Bupati Batubara Ir Zahir, dalam sambutannya, mengatakan bahwa kantor bupati ini belum sempurna. Tetapi, secara perlahan dan pasti akan disempurnakan. Apalagi, pembangunan ini merupakan penuntasan Visi misi dikepemimpinan Bupati Zahir-Oky Iqbal Frima.

“Kantor ini akan menjadi ikon Pemerintah Kabupaten Batubara, dan kantor ini menjadi dapur dalam mengolah anggaran dan kebijakan,” sebutnya.

Menurutnya, bahwa bentuk Kantor Bupati yang dibangun dengan ornamen Melayu, terinspirasi dari sebuah filosopi alat Akordeon yang biasa digunakan pada pertunjukkan musik melayu.

Bupati Zahir juga berpesan kepada seluruh masyarakat Batubara dimasa berakhirnya pemerintahannya tanggal 27 Desember mendatang, berharap agar masyarakat tetap menjaga kekompakan.

“Mari kita jaga kekompakan. Karena, kekompakan membuat kita kuat. Semua ini bisa karena kita sama sama bersatu, saling memiliki dan berkat dukungan dari semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Batubara M Safi’i, mengatakan saat ini merupakan momentum yang indah dan mengharukan serta bersejarah. Bupati-Wakil, Zahir-Oky, menggenapi program visi dan misinya yang termaktub di dalam RPJM 5 Tahun yang salah satunya, membangun kantor Bupati yang representatif.

“Harapannya, dengan terbangunnya Kantor Bupati, dapat menjadi infrastruktur dan fasilitas pemerintahan yang dapat memberikan layanan prima bagi masyarakat Batubara, terutama, pelayanan yang dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya. (mag-3/ram)

Kejari Nias Selatan Peringkat 1 Penanganan Kasus Korupsi

PENGHARGAAN: Kajari Nisel, Dr. Rabani M. Halawa berfoto bersama rekan setelah menerima penghargaan sebagai Peringkat 1 dalam pencapaian dan penanganan tindak pidana korupsi terbaik Kejaksaan Negeri Tipe B se-Wilayah Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

NIAS SELATAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Nias Selatan meraih peringkat 1 dalam pencapaian dan penanganan tindak pidana korupsi terbaik Kejaksaan Negeri Tipe B se-Wilayah Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Penganugerahan penghargaan ini diberikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Idianto, melalui Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Sumut Iwan Ginting, kepada Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan Rabani M. Halawa, Selasa, (19/12/2023) bertempat di Aula Lantai 3 Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Dalam sambutannya pada acara pembukaan Rakerda Tahun 2023 Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Idianto, menyampaikan bahwa Pelaksanaan Rakerda Tahun 2023 dimaksudkan untuk pembahasan persiapan kebutuhan riil pada tahun 2025.

“Diharapkan melalui Rakerda ini menghadirkan ide-ide, solusi serta rekomendasi strategis oleh masing masing jajaran yang disusun dalam pokja dan dapat secara aplikatif memecahkan setiap problematika yang dihadapi masing masing di wilayah Kejaksaan Negeri dan Cabang Kejaksaan Negeri,” kata Idianto.

Selanjutnya, pada acara penyerahan penghargaan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Idianto, menyampaikan selamat kepada Kejari yang memperoleh penghargaan dan berharap prestasi yang telah diraih bisa dipertahankan bahkan di tingkatkan guna memperoleh kepercayaan masyarakat kepada institusi Kejaksaan.

Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan Rabani M. Halawa, melalui Kepala Seksi Intelijen Hironimus Tafonao, menyampaikan bahwa penghargaan sebagai peringkat I yang diterima oleh Kejaksaan Negeri Nias Selatan merupakan hasil dari pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan secara profesional dan proporsional serta kerja keras seluruh Tim dan Pegawai Kejaksaan Negeri Nias Selatan selama tahun 2023 dalam penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi dan berharap di tahun 2024 prestasi ini dapat dipertahankan bahkan harus bisa ditingkatkan lagi.

“Dengan capaian-capaian positif ini, Kejari Nias Selatan tetap konsisten dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dengan penegakan hukum yang tegas dan humanis,” ujar Hironimus. (mag-8/ram)

2 Ranperda Sergai Disahkan

RANPERDA: Sekdakab Sergai H M Faisal Hasrimy bersama ketua DPRD Sergai H M Ilham Ritonga serta para Pimpinan DPRD Sergai saat disahkannya 2 Ranperda.(istimew/sumutpos.co)

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Bupati Serdangbedagai (Sergai) H. Darma Wijaya yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) H M. Faisal Hasrimy AP, mengikuti rapat paripurna bersama DPRD Sergai dengan agenda pengesahan 2 (dua) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Sergai yaitu Ranperda tentang Penyelenggaraan Kearsipan dan Ranperda tentang Pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Rapat ini diselenggarakan di ruang rapat DPRD Sergai, Sei Rampah, Jumat (23/12/2023).

Lewat sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekdakab, Bupati Sergai menyampaikan jika arsip merupakan rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi publik, organisasi kemasyarakatan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sehingga pelestarian, penyelamatan serta pengamanan arsip perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu.

“Oleh karena itu Pemkab Sergai membuat regulasi tentang penyelenggaraan kearsipan sebagai pedoman dalam pengelolaan arsip statis dan arsip dinamis yang merupakan kewenangan pemerintah daerah,” terang Bupati.

Demikian juga untuk meningkatkan penghasilan nelayan di Sergai, di mana sebut Darma Wijaya, Pemkab Sergai mengajukan satu Ranperda tentang Pengelolaan TPI.

“Peraturan ini nantinya akan menjadi payung hukum dalam pengelolaan TPI secara sistematis, terpadu, terarah, menyeluruh, transparan dan akuntable sehingga nelayan dapat memanfaatkan tempat pelelangan ikan untuk menjual ikan hasil tangkapannya yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan para nelayan yang ada di Sergai,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua dan Anggota DPRD Sergai yang telah sepakat akan perlunya kedua Ranperda tersebut sehingga keduanya disahkan menjadi Perda.

“Demikian juga dengan laporan Badan Anggaran tentang pokok-pokok pikiran DRPD terkait Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2025, kami pihak pemerintah, akan mengakomodir pokok-pokok pikiran DPRD yang beririsan dengan usulan masyarakat hasil Musrenbang untuk dimasukkan dalam dokumen RKPD Sergai tahun 2025 dan yang selaras dengan tema pembangunan tahun 2025 demi terwujudnya Kabupaten Sergai yang Maju Terus: Mandiri, Sejahtera, dan Religius,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Darma Wijaya juga mengucapkan terima kasih kepada Badan Aggaran, Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda),
Pansus I dan Pansus II serta pihak lainnya yang telah memberikan masukan untuk kesempurnaan dua Ranperda itu.

“Semoga apa yang kita kerjakan dapat bermanfaat bagi masyarakat Sergai,” tandasnya.

Rapat ini diikuti oleh sejumlah pihak di antaranya Ketua DPRD Sergai H M Ilham Ritonga, para Wakil Ketua dan Anggota DPRD Sergai, para Kepala OPD, dan perwakilan OPD terkait. (fad)

PT Aqua Farm Nusantara Gelar Donor Darah dan Khitanan Massal

SANTUNAN: Hendra Syahputra HR Manager Regal Springs Indonesia memberikan santunan kepada anak karyawan serta warga setempat. (istimewa/sumutpos.co)

SERDANG BEDAGAI, SUMUTPOS.CO – Regal Spring Indonesia (PT Aqua Farm Nusantara) kembali perkuat komitmennya untuk kesejahteraan karyawan dan masyarakat dalam hal kesehatan dengan menggelar kegiatan bakti sosial donor darah dan khitanan massal secara gratis, di area Processing Plant Desa Naga Kisar, Kecamatan Pantai Cermin, Sergai, Jumat (22/12/2023).

Kegiatan yang berkolaborasi dengan RSUD Amri Tambunan untuk donor darah dan Badan Keimanan Islam (BKI) PT Aqua Farm Nusantara untuk khitanan massal, dengan total target penerima manfaat sebanyak lebih dari 240 orang.

Sri Rusmianawati Processing Plant Director Regal Springs Indonesia mengatakan bahwa kegiatan ini
bertujuan untuk meningkatkan kepedulian serta tanggung jawab sosial perusahaan kepada karyawan
maupun masyarakat di lingkungan sekitar operasional perusahaan.

“Kami sangat senang bisa ikut berperan dalam memperluas akses kesehatan bagi masyarakat di sekitar wilayah kami beroperasi. Tentunya hal ini adalah komitmen dari perusahaan, juga bentuk
kepedulian karyawan kami untuk turut serta membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Sri Rusmianawati.

Ditambahkan juga oleh Hendra Syahputra HR Manager Regal Springs Indonesia bahwa kegiatan khitanan massal serta donor darah hampir setiap tahun dilaksanakan oleh perusahaan, namun sempat tersendat saat terjadi pandemi Covid-19.

“Untuk peserta khitanan massal mencapai 130 orang anak karyawan serta warga setempat. Sementara untuk donor darah, ada sekitar lebih dari 130 orang pendaftar yang sebagian besar dari karyawan. Antusiasme peserta tahun ini lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Harapan kami, kegiatan ini semakin rutin dilakukan dan semakin banyak pesertanya,” kata Hendra.

Zulkarnain Nasution, 45, yang merupakan scurity PT Aqua Farm Nusantara mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan khitanan massal kepada anak karyawan dan warga setempat.

“Anak saya sangat bersemangat ikut khitanan massal ini, awalnya ia menolak namun melihat banyak temannya warga setempat mengikuti, hingga anak saya ikut sunat massal ini,” papar Zulkarnain. (fad/ram)

Kado Hari Ibu UMSU, Empat Ibu Dosen jadi Guru Besar

PENGUKUHAN: Sekdaprovsu periode 2018-2021 Prof Dr Hj R Sabrina MSi (2 kiri) bersama tiga guru besar UMSU yang dikukuhkan rektor, Sabtu (23/12).

UNIVERSITAS Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengukuhkan empat dosen perempuan sebagai guru besar melalui sidang senat terbuka di Aula Utama kampus Jalan Kapten Mukhtar Basri Medan, Sabtu (23/12)

Pengukuhan empat ‘srikandi UMSU’ ini menjadi momen spesial karena digelar sehari pasca-Hari Ibu setiap tanggal 22 Desember. Ibu dosen yang dikukuhkan sebagai guru besar yakni Prof Dr Hj R Sabrina MSi (guru besar ilmu manajemen), Prof Dr Ida Hanifah MH (guru besar ilmu hukum, Prof Dr Emilda Sulasmi MPd (guru besar ilmu manajemen pendidikan) dan Prof Dr Siti Mujiatun MM (guru besar ilmu manajemen).

Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP menyematkan tanda profesor kepada empat guru besar.
Pengukuhan ini menambah total guru besar UMSU menjadi 16 orang. Guru besar UMSU terbanyak pada perguruan tinggi swasta di Sumut.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi berpesan agar kampus dan dunia akademik selalu menyebarkan nilai-nilai kebenaran.

”Ilmu juga mengajarkan etika, moral dan akhlak. Manusia harus hidup berdasarkan value atau nilai. Itulah yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain,” pesannya.

Sekretaris PP Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti MEd menegaskan bahwa professor sejatinya adalah pendekar. ”Mereka yang menjadi benteng ilmu, seni dan budaya serta benteng akhlak dan benteng pradaban,” sebut Prof Dr Abdul Mu’ti MEd.

Pidato pengukuhan guru besar berjudul Tantangan dan Prospek Hak-hak Pekerja Rumah Tangga (Prof Dr Ida Hanifah MH) dan Implementasi Fungsi-Fungsi Manajemen Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan (Prof Dr Hj R Sabrina MSi).

Kemudian Manajemen dan Kepemimpinan Berkelanjutan pada Sekolah Swasta di Era Society 5.0 (Prof Dr Emilda Sulasmi MPd) dan Implementasi Financial Teknologi Dalam Perspektif Maqashid Syariah (Prof Dr Siti Mujiatun MM).

Prof Dr Hj R Sabrina MSi menceritakan alasan memilih bergabung di dunia akademik bersama UMSU. Ia
memberi apresiasi karena UMSU memiliki beberapa item yang mumpuni terlihat dari capaian akreditasi unggul.

”UMSU memiliki visi, misi dan kebijakan yang dijabarkan secara visioner dan akuntabel yang direalisasikan dengan nyata untuk pengembangan mahasiswa maupun dosen. UMSU memiliki percepatan guru besar yang professional,” puji Sekdaprovsu periode 2018-2021 tersebut.

Prof Dr Emilda Sulasmi MPd juga berterima kasih kepada sivitas akademika UMSU yang memberikan kesempatan berproses di dunia akademik. ”Saya melihat tata kelola UMSU modern, kepemimpinan kolektif dan kolegial serta leadership solid,” katanya.

Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP menegaskan bahwa pihaknya mendorong dan memfasilitasi dosen untuk meraih jabatan tertinggi sebagai guru besar. ”Dikukuhkannya empat guru besar perempuan ini sejalan dengan target UMSU sebagai kampus yang terakreditasi unggul,” ungkap rektor.

UMSU, lanjut Prof Dr Agussani MAP, terus berupaya memotivasi dosen dengan berbagai program. Diantaranya penyediaan dana penelitian dan bantuan berupa insentif publikasi jurnal ilmiah, terakreditasi nasional dan internasional terindeks Scopu untuk mencapai guru besar.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Sumut Prof Saiful Anwar Matondang PhD mengapresiasi atas pengukuhan guru besar. Ia juga terharu karena UMSU berhasil meraih enam medali pada ajang Anugerah Dikti Ristek terbanyak diantara PTS luar Sumatera.

”UMSU melalui rektor telah mendukung dosen kami. UMSU tidak membedakan dosen DPK dengan yayasan dalam hal support mengikuti guru besar. Ini adalah hal yang positif,” tutur Prof Saiful Anwar Matondang PhD.

Hadir pada pengukuhan ini Dr Hasanuddin MM (Pj Gubsu), H Edy Rahmayadi (Gubsu periode 2018-2023), Tengku Erry Nuradi (Gubsu periode 2015–2018) dan H Musa Rajekshah MHum (Wagubsu Priode 2018-2023).

Turut hadir Prof Dr Hasyimsyah Nasution MA (ketua PWM Sumut), Dr Noordjannah Djohantini (ketua PP Aisiyiyah), konsulat Amerika Serikat dan Belanda serta senat, BPH dan sivitas akademika UMSU. (dmp)

STIM Sukma Medan Gelar Pengabdian Masyarakat Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

PENGABDIAN: Yan Djuna (kanan) pada pengabdian masyarakat khususnya untuk warga Kelurahan Sitirejo I.ISTIMEWA.

SEKOLAH Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Sukma bekerja sama dengan PMI dan H2 kembali melaksanakan program Sukma Cita Alam dan Lingkungan (Sucita) dengan kegiatan pengabdian masyarakat

Kegiatan berupa donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis dengan target mahasiswa, dosen, mitra kampus dan warga Kelurahan Sitirejo I, Kecamatan Medankota, baru-baru ini.

Yan Djuna, public relations STIM Sukma Medan menyampaikan bahwa kampus juga pernah melakukan kegiatan yang sama dalam rangka dies natalis ke-23 pada 9 Juni 2023. ”Jadi ini adalah penyelenggaraan kedua kali dalam rangka hari pahlawan. Kegiatan ini dapat dilaksanakan rutin,” katanya.

Sesuai dengan tema, ia berharap semangat donor darah sesemangat para pahlawan yang berjuang merebut kemerdekaan. ”Siapapun bersemangat donor darah tanpa paksaan, karena pahlawan berjuang juga tanpa paksaan,” ujar Yan Djuna di Medan, Minggu (24/12).

Public relations STIM Sukma Medan mengutarakan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis dibuka Dr Wardayani MSi (ketua STIM Sukma Medan). Kegiatan ini sebagai pengabdian masyarakat khususnya untuk warga Kelurahan Sitirejo I sebagai bagian dari tridharma perguruan tinggi dan pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) proyek kemanusiaan.

Yan Djuna mengucapkan terima kasih kepada PMI dan H2 yang mendukung donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis di kampus. Terima kasih juga kepada panitia yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan sivitas akademika yang terlibat.

”Donor darah sangat baik untuk kesehatan tubuh bila dilakukan secara rutin dan dapat mencegah penyakit.
Donor darah adalah tindakan kemanusiaan mulia dan berpahala karena memberikan harapan hidup kepada orang lain,” urainya.

Untuk itu sikap kepedulian dan kesetiakawanan sosial melalui kegiatan donor darah perlu selalu dihidupkan karena berdampak positif terhadap tatanan hidup yang harmonis.

Yan Djuna menambahkan bahwa STIM Sukma yang berlokasi di Jalan Sakti Lubis Simpanglimun, Medan terakreditasi baik sekali untuk program studi manajemen pariwisata, pemasaran, keuangan, informatika. Kampus terus berbenah dan berinovasi pada sistem kuliah dan kurikulum.

Disamping itu memiliki konsep program berbeda dengan perguruan tinggi lain. Yaitu berbasis STIFIn dan menerapkan lima program unggulan yaitu program leadership, public speaking, mindset, psycho analyst dan learning by your passion.

STIM Sukma Medan yang memiliki www.stimsukmamedan.ac.id, lanjut dia, menjadi kampus manajemen swasta terbaik dan unggul di bidang pendidikan berskala nasional. (dmp).

Capai Kemenparekraf Sepanjang 2023 Melampaui Target

Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membeberkan capaian sepanjang 2023, yang melampaui target, dalam Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2023, Jumat (22/12). Yang dihadiri langsung Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno.

Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan bahwa tahun 2023 ini, merupakan tahun yang penuh tantangan, karena baru di pertengahan tahun pandemi COVID-19 dinyatakan berakhir dan masuk ke fase endemi.

“Oleh karena itu kami sangat bersyukur bahwa seluruh sektor bisa melakukan penyesuaian sehingga target-target bukan hanya tercapai tapi terlampaui dengan semangat 3G yakni gercep, geber, dan gaspol untuk mendukung kebangkitan ekonomi dan terbukanya peluang usaha dan lapangan kerja,” kata Menparekraf Sandiaga.

Adapun capaian sektor parekraf di tahun 2023, diungkapkan Menparekraf Sandiaga, mulai dari kunjungan wisatawan mancanegara yang sampai Oktober 2023 jumlahnya mencapai hampir 9,5 juta. Angka tersebut jauh di atas target sebesar 8,5 juta. “Mudah-mudahan kita bisa mencapai target di atas 11 juta kunjungan wisatawan di akhir tahun 2023,” kata Menparekraf Sandiaga.

Sementara itu untuk nilai devisa pariwisata hingga September 2023 tercatat 10,46 miliar dolar AS dengan kontribusi PDB pariwisata diperkirakan mencapai angka 3,8 persen, nilai tambah ekraf sebesar Rp1.050 triliun, nilai ekspor ekraf sebesar 17,38 miliar dolar AS, dan jumlah pergerakan wisatawan nusantara sebesar 688,78 juta perjalanan hingga Oktober 2023. Jumlah pergerakan wisnus ini telah melampui pergerakan di tahun 2019 atau sebelum pandemi yang menunjukkan bahwa pariwisata Indonesia telah pulih dengan sangat kuat.

Capaian-capaian tersebut berdampak pada masyarakat parekraf mendapatkan lapangan kerja kembali. Tercatat jumlah tenaga kerja pariwisata hampir 22 juta dan jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif sebesar 24,3 juta.

“Adanya irisan lapangan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif maka jumlahnya sudah 38 juta rakyat Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Menparekraf Sandiaga.

Lalu terkait dengan posisi pariwisata Indonesia di dunia internasional, Menparekraf Sandiaga menjelaskan, laporan TTDI terbaru dari World Economic Forum. TTDI menempatkan Indonesia naik 12 peringkat menjadi posisi 32 di atas Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Indonesia juga berhasil berada di urutan pertama dalam Global Muslim Travel Index.

Dalam kesempatan itu, Menparekraf Sandiaga juga menyampaikan realisasi investasi di sektor parekraf tahun 2023. Tercatat penanaman modal asing telah mencapai Rp8,70 triliun dan untuk penanaman modal dalam negeri sebesar Rp14,99 triliun.

“Sehingga total investasi di semester pertama tahun 2023 sebesar Rp23,70 triliun,” ujar Menparekraf Sandiaga.

Lebih lanjut Menparekraf Sandiaga juga memaparkan tentang program kerja yang telah dijalankan Kemenparekraf/Baparekraf di tahun 2023. Sesuai RPJMN, program strategis Kemenparekraf dibagi menjadi lima fokus indikator yakni pariwisata dan ekonomi kreatif berkelanjutan; peningkatan daya saing; penciptaan nilai tambah; transformasi digital, dan peningkatan produktivitas. Masing-masing fokus indikator tersebut dijalankan dengan berbagai turunan program.

Untuk pariwisata dan ekonomi kreatif berkelanjutan, program yang dijalankan dimulai dari penyusunan naskah awal RIPPARNAS 2026-2040, standardisasi dan sertifikasi usaha, memaksimalkan publikasi kampanye #DiIndonesiaAja, serta penyiapan desa wisata berkelanjutan.

Sementara untuk indikator pariwisata dan ekonomi kreatif berkelanjutan, Kemenparekraf menjalankan program Karisma Event Nusantara yang sepanjang tahun 2023 dari seluruh event yang berlangsung mampu mendorong pergerakan 7,4 juta wisatawan dengan perputaran uang mencapai Rp12,4 triliun dan lebih dari 11.400 UMKM yang tersentuh serta kurang lebih 143.200 pelaku seni/event terlibat.

“Peningkatan produksi barang dan jasa di Indonesia mencapai Rp212,9 miliar dan harapannya ini akan semakin kita perluas di tahun 2024,” ujar Sandiaga.

Kemenparekraf juga menggulirkan program Aksi Selaras Sinergi (Aksilarasi) yakni program pendampingan dan peningkatan kebermanfaatan di 12 produk unggulan di 5 destinasi pariwisata super prioritas.

Selanjutnya, untuk indikator peningkatan daya saing, Kemenparekraf menjalankan program dengan konsep-konsep yang langsung menyentuh pilar-pilar penguatan. Salah satunya adalah melalui penerbitan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN), peningkatan SDM pariwisata melalui _upskilling, reskilling_, dan _new skilling_ yang telah diikuti lebih dari 13 ribu untuk pelaku pariwisata dan lebih dari 13 ribu pelaku ekonomi kreatif.

“Selain itu juga penguatan rantai pasok industri yang juga kita sebut sebagai hilirisasi dimana terdapat komitmen antara industri parekraf dan UMKM. UMKM tersebut yakni 29 UMKM di Bandung, 34 UMKM di Bali, dan 39 UMKM di Balikpapan,” kata Menparekraf Sandiaga.

Melanjutkan penjelasan program dalam fokus indikator berikutnya yakni penciptaan nilai tambah, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf/Wakabaparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengungkapkan, yang pertama adalah dengan merilis outlook pariwisata dan ekonomi kreatif serta melakukan banyak pelatihan yang diikuti pelaku parekraf.

“Para pelaku parekraf mendapatkan ilmu mengenai parekraf ke depan akan seperti apa,” ujar Wamenparekraf Angela.

Kemenparekraf juga mendukung penyusunan materi IPRO di 5 DPSP dan 10 DPP, penyusunan naskah akademik dari pembentukan BLU, penguatan hubungan antar lembaga, dan dukungan pengembangan usaha parekraf. “Dan tentunya _signature_ program kami adalah Anugerah Desa Wisata Indonesia dimana terdapat lebih dari 4.500 peserta di tahun 2023 dan sudah ditentukan 75 pemenang,” kata Angela.

“Selain itu juga telah ditetapkan 5 kabupaten/kota kreatif dalam program Kata Kreatif 2023, enam kabupaten/kota yang telah melaksanakan uji petik PM3I dan 1 kota ditetapkan sebagai UNESCO Creative Cities Network (UCCN) tahun 2023 yaitu kota Surakarta,” ujar Angela.

Selanjutnya untuk penciptaan nilai tambah, Kemenparekraf menjalankan program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Gerakan Nasional Bangga Berwisata di Indonesia, Indonesia Spice Up The World, dan penyelenggaraan dukungan event atau MICE.

“Ini sangat-sangat penting, event merupakan salah satu strategi utama Kemenparekraf untuk bisa meningkatkan jumlah wisatawan,” kata Angela.

Lebih lanjut untuk fokus indikator transformasi digital, ada berbagai program yang dijalankan Kemenparekraf/Baparekraf mulai dari SDM Championship Wirausaha Digital Parekraf, fasilitasi pembiayaan teknologi finansial untuk berbagai usaha parekraf, serta pengembangan dan updating data di berbagai _dashboard_ parekraf.

“Poin utama di sini adalah bagaimana kita ingin mendorong lahirnya lebih banyak entrepreneur-entrepreneur baru yang didukung dengan perkembangan teknologi,” ujar Angela.

Selanjutnya untuk fokus indikator peningkatan produktivitas, dilakukan dengan berbagai program termasuk penyusunan RUU Kepariwisataan yang saat ini sedang dalam proses, penyusunan ITMP penyusunan jurnal kepariwisataan dan bimbingan teknis.

“Juga advokasi dan pendampingan investasi, peningkatan kapasitas penyelenggaraan event daerah dan lainnya,” ujar Angela.(gus)