Home Blog Page 881

Paralayang dan Gantole Sumut Minim Alat Terbang

BERSAMA: Petugas Posko Publikasi PON 2024 Wilayah Sumut, Jonny Siahaan bersama atlet paralayang dan gantole Sumatera Utara di Geosite Huta Ginjang. (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Cabang olahraga Aero Sport Sumatera Utara, terkhusus Paralayang dan Gantole berlatih dengan sarana seadanya. Itu terungkap setelah kunjungan Pemprov Sumut melalui Dispora usai Visitasi Venue yang merupakan bagian dari Publikasi PON XXI/2024 wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Visitasi ini berlangsung di Geosite Huta Ginjang, yang jadi salah satu tempat latihan atlet paralayang dan gantole. Kunjungan berlangsung selama dua hari, Jumat (1/12) hinga Sabtu (2/12). Pada hari pertama, para atlet sempat beberapa kali ‘terbang’ atau berlatih meski pada akhirnya hujan dan kabut menghambat. Latihan lanjut di hari kedua.

Pelatih Paralayang Sumut, Raja Siregar mengatakan, saat ini atlet Pelatda PON 2024 berlatih di tiga titik lokasi. “Di Huta Ginjang ada 2 atlet ditambah yang non pelatda juga ada. Di Karo, tepatnya di Bukit Gajah Bobok ada 2 atlet dan di Sipirok ada 4 atlet. Jadi total ada 8 atlet paralayang Sumut. Biasa latihan teknik Sabtu dan Minggu, selebihnya ada fisik juga,” kata Raja Siregar.

Delapan atlet ini seperti Iqmal Yunus Nasution, Rudi H Simaremare, Enjel M Siregar, Andreas Sinaga, Ucok Atopan Sagala, Yola Nopriyoni, Rama Yulis dan Aprita Wulandari akan berjuang untuk tiga nomor lomba di PON 2024 nantinya. Mulai dari Ketepatan Mendarat yang mengharuskan atlet mendarat sesuai titik yang ditentukan.

Lalu Cross Country (jelajah alam) di mana atlet terbang sejauh mungkin menggunakan GPS. Selanjutnya Terbang Tandem (berdua). “Semunya untuk kategori perorangan putra putri dan beregu putra putri dengan total 12 emas. Target kami paralayang setidaknya bisa empat emas,” kata Raja.

Sejumlah kendala dihadapi selama Pelatda. Utamanya dari segi peralatan yang diakui Raja sudah usang. “Parasut kita sudah lama. Untuk yang cross country juga kita gak ada parasutnya, selama ini pakai alat yang ketepatan mendarat. Tentunya bila ada alat baru akan menambah percaya diri, karena kontrolnya pasti lebih halus. Tahun lalu sudah diajukan, tapi sampai sekarang belum ada,” kata Raja.

Selain keterbatasan alat, Raja juga menginginkan para atletnya bisa berlatih di Aceh yang jadi lokasi atau venue PON 2024. “Supaya kita mengetahui lokasi, tofografinya seperti apa, angin dan lainnya. Biar bisa adaptasi juga,” lanjutnya.

Di sisi lain, kendala juga dihadapi atlet Gantole Sumut. Tiga atlet Pelatda saat ini, Irfan Aritongan, Bagus Rajagukguk dan Berlas Aritonang kompak menyebut alat terbang sudah tidak memadai lagi.

“Cuma ada 3 alat yang sudah tua, gak layang dipakai terbang lagi. Layar keropos, down tube banyak sambungan. Kami minta alat baru,” kata Irfan peraih emas dan perak Kejuaraan nasional di Padang 2022 lalu.

Belum lagi urusan pelatih yang saat ini berdomisili di Sumbar. “Kadang pelatih datang, atau kita yang datangi pelatih latihan ke Sumbar. Terakhir April kemarin kami ke sana. Rencana 10 Desember ini kami ke sana lagi,” ucapnya.

Adapun khusus gantole ada 3 nomor lomba yang dipertandingkan di PON 2024. Mulai dari ketepatan mendarat, durasi dan lintas alam masing-masing peroragan dan beregu. “Target pribadi tentu bisa dapat emas,” katanya lagi.

Sementara Jonny Siahaan mewakil Dispora usai Visitasi tersebut mengatakan, aero sport merupakan olahraga ekstrem yang harus terus dikawal. Makanya dia meminta agar Binpres dari FASI Sumut untuk maksimal melihat latihan atlet di tiga lokasi.

“Saya juga sudah dengar langsung kendala mereka selama Pelatda. Ini akan saya teruskan. Saya tetap minta atlet tetap bekerja keras dan tetap semangat berlatih,” pungkasnya. (dek)

BBMKG: Bencana Banjir Disebabkan Potensi Hujan

PENCARIAN: Tim SAR, warga, TNI, Polri sedang melakukan pencarian 11 korban yang masih belum ditemukan di tepi Danau Toba, Minggu (3/12). (Istimewa)

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Koordinator Meteorologi Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah 1 Medan, Ramos Lumban Tobing menyebutkan, bencana banjir bandang dan longsor di Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbanghasundutan, disebabkan potensi hujan dengan intensitas sedang dan deras, yang sudah berlangsung 3 hari sebelum kejadian.

Ramos juga menyatakan, berdasar analisis sementara kondisi dinamika atmosfer untuk wilayah Kecamatan Baktiraja, dikarenakan cuaca. Kondisi hujan dengan intensitas deras sudah berlangsung 2 atau 3 hari sebelum kejadian. Sehingga, Ramos menduga, pada Jumat (1/12) lalu, menjadi puncaknya banjir bandang dan longsor.

“Kami menduga seperti itu, karena 2 atau 3 hari sebelumnya, karena kondisi hujan dengan intensitas deras terjadi di wilayah Humbahas,” jelas Ramos, Minggu (3/12).

Lebih lanjut Ramos mengatakan, untuk prospek 2 hari ke depan, hingga saat ini di Kecamatan Baktiraja berpotensi mengalami hujan ringan dan sedang.

“Untuk hari ini (Minggu), dan 2 hari ke depan wilayah Humbahas masih berpeluang terjadi hujan ringan, sedang, hingga deras,” imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap awas dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem.

“Kami juga mengimbau agar masyarakat dapat mengupdate informasi dari BMKG dengan memanfaatkan kanal media sosial infoBMKG,” harap Ramos.

Senada, Prakirawan BBMKG Wilayah 1 Medan, Budi menjelaskan, kondisi saat ini hujan masih berpotensi terjadi dengan intensitas ringan hingga sedang, yang bervariasi hingga siang dan malam.

“Tinggi gelombang di sekitaran perairan Danau Toba ini berkisar antara 0,1 hingga 0,4 meter. Kami harap, kondisi cuaca ini bisa membantu evakuasi dalam pencarian 11 korban tersebut,” harapnya.

Disinggung soal munculnya batu-batu besar dari lereng pegunungan, dia belum bisa memastikan asalnya dari mana, dan masih dalam tahap penelitian. Namun, Budi menuturkan, dalam 3 atau 4 hari sebelumnya, di wilayah ini dan wilayah sekitar lereng barat, serta pantai barat Sumatera, terus diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga deras.

“Jadi, sebelum kejadian, memang selama 4 hari di daerah lereng barat maupun pantai barat Sumatera, terus diguyur hujan. Terakhir kita lihat di wilayah Pakkat, Humbahas, itu curah hujan mencapai 80 milimeter,” bebernya.

” Kalau di sini semalam saya lihat data itu sekitar 20 atau 30 milimeter, pada 1 Desember 2023. Jadi hujan itu sangat deras, dan sebelumnya juga cukup deras hampir 4 hari sebelumnya,” kata Budi.

Disinggung soal titik rawan, Budi mengatakan, belum dapat memastikan. Namun, dia menyebut, titik rawan sering terjadi berada pada lereng barat yang berpotensi tinggi. Seperti daerah Humbahas, Taput, Mandailing Natal, dan sekitarnya.

“Kami pantau terakhir itu, potensinya termasuk menengah hingga tinggi terjadi longsor,” jelasnya.

Untuk itu, lanjutnya, BBMKG mengimbau kepada masyarakat Kecamatan Baktiraja dan sekitarnya, agar tetap awas terkait terjadi longsor maupun banjir bandang.

“Kami tidak ingin kejadian ini terulang kembali, dan kita tidak bisa mencegah, tapi bisa mewaspadai dengan cara melihat potensi,” pungkas Budi. (des/saz)

PT Medan Perkuat Hukuman Seumur Hidup Terdakwa Kurir Sabu 20 Kilogram

SIDANG: M Yakob alias Acob, terdakwa kasus sabu-sabu, saat menjalani sidang beberapa waktu lalu di PN Medan. (Istimewa)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengadilan Tinggi (PT) Medan memperkuat hukuman seumur hidup Pengadilan Negeri (PN) Medan, terhadap M Yakob alias Acob, terdakwa kurir sabu-sabu seberat 20 kilogram asal Aceh.

Majelis hakim banding diketuai Longser Sormin melalui putusan banding Nomor: 1529/PID.SUS/2023/PT MDN, menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menguatkan putusan PN Medan Nomor: 881/Pid.Sus/2023/PN Mdn tertanggal 26 September 2023, atas nama terdakwa M Yakob alias Acob yang dimintakan banding tersebut,” ungkap Longser, sebagaimana dikutip dari website PN Medan, Minggu (3/12).

Lebih lanjut, Longser memerintahkan terdakwa Acob agar tetap berada di dalam tahanan dan membebankan biaya perkara kepada negara.

Sebelumnya, PN Medan menghukum terdakwa dengan pidana penjara seumur hidup. Sedangkan JPU, dalam tuntutannya, meminta supaya terdakwa dihukum mati.

Diketahui, penangkapan terdakwa terjadi pada 19 Maret 2023. perkara ini bermula saat terdakwa bertemu dengan Adun di Pasar Gedung, Aceh Utara. Dalam pertemuan tersebut, terdakwa ditawari pekerjaan untuk menjemput, membawa, dan mengantarkan paket sabu-sabu dengan upah Rp5 juta.

Setelah terdakwa menyetujui pekerjaan tersebut, Adun meminta nomor handphone terdakwa. Pada 21 Maret 2023, terdakwa dihubungi oleh Adun dan menyuruh terdakwa untuk menemuinya di pasar tersebut.

Kemudian, Adun memberikan nomor handphone yang akan menyerahkan barang dan memberikan uang jalan kepada terdakwa sebesar Rp1 juta. Adun menjanjikan kepada terdakwa upah diberikan setelah barang haram tersebut sampai.

Pada 28 Maret 2023, terdakwa menghubungi nomor yang akan menyerahkan sabu-sabu kepada terdakwa, dan sepakat bertemu di Jalan Line Pipa. Malam harinya, terdakwa pergi dari rumahnya dengan menggunakan mobil rental menuju ke Jalan Line pipa. Setelah itu dalam perjalanan dekat Jalan Line Pipa terdakwa menghubungi nomor yang akan menyerahkan narkoba tersebut.

Masih di malam yang sama, terdakwa melihat ada 2 laki-laki di pinggir Jalan Runtuh, lalu mobil terdakwa dihentikan dan memasukkan karung goni plastik ke dalam bagasi belakang.

Singkat cerita, saat terdakwa sedang istirahat, datang petugas kepolisian ke rumah terdakwa, kemudian mengamankan terdakwa, dan menanyakan barang haram tersebut. Terdakwa mengaku, sabu-sabu itu ada di rumah yang ditempati oleh anak dan menantu terdakwa, Jalan Besar Medan-Aceh Komplek BTN Blang Raya No 25, Kelurahan Cot Girek Kandang, Kecamatan Muara 2, Kota Lhokseumawe. (man/saz)

Diduga Tak Bermanfaat, Studi Tiru Kades se-Deliserdang Diminta Dihentikan

Ketua LSM LIPAN Sumut Pantas Traigan (Fadly/Sumut Pos)

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Ketua LSM LIPAN ( Lembaga Investigasi dan Pengawasan Aset Negara) Sumut, Pantas Tarigan, meminta Pemkab Deliserdang, khususnya Dinas PMD, untuk mengkaji ulang hingga membatalkan kegiatan studi tiru kepala desa se-Kabupaten Deliserdang di Hotel Lombok Raya Mataram.

Hal tersebut diungkapkan Pantas saat dikonfirmasi awak media via WhatsApp, Sabtu ( 2/12 ) lalu.

Menurutnya, kegiatan tersebut hanya untuk menghaburkan uang negara, dengan dalih studi tiru, karena dana yang dikeluarkan per kepala desa tidak sedikit, yakni sekitar Rp20 juta, dan jumlah kepala desa se-Kabupaten Deliserdang mencapai 380 orang.

“Seharusnya lebih efektif dan efisien apaba uang tersebut digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Pantas.

Aksi pemborosan uang negara diperlihatkan segelintir oknum kepala desa se-Kabupaten Deliserdang, yang ngotot pergi pelesiran berkedok studi tiru dengan menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD).

Rencananya pelesiran berkedok studi tiru itu, akan dilaksanakan 2 gelombang Gelombang pertama dilaksanakan pada 7 Desember, sedangkan gelombang kedua pada 9 Desember di Hotel Lombok Raya Mataram.

Pantas mengatakan, kegiatan ini, disebut-sebut dikordinir oleh Badan Kordinator Antar Desa (BKAD) bekerja sama dengan Event Organizer (EO). BKAD tersebut, berkedudukan di setiap kecamatan. (fad/saz)

Diguyur Hujan, Puluhan Rumah Warga di Belawan Terendam Banjir

BANJIR: Puluhan perumahan warga di Jalan Selebes dan Jawa, Kelurahan Belawan 2, Kecamatan Medan Belawan, direndam banjir, akibat curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut, Sabtu (2/11). (Ihsan/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan rumah warga di Jalan Selebes dan Jawa, Kelurahan Belawan 2, Kecamatan Medan Belawan direndam banjir, akibat curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut, Sabtu (2/11) lalu.

Penyebab perumahan warga terendam banjir, karena sistem drainase tidak berfungsi dengan baik, dan banyaknya sampah plastik, menyebabkan penyumbatan drainase. Sampah yang menumpuk, juga diakibatkan oleh kurang pedulinya masyarakat sekitar, dengan membuang sampah ke dalam drainase.

Banyak warga sulit beraktivitas, karena banjir menggenangi mulai dari ruas jalan sampai ke dalam rumah. Selain itu, banyak anak-anak mengalami kesulitan berjalan menuju sekolah.

Ernawati, warga Belawan 2, berharap, pemerintah, baik Pj Gubernur Sumut dan Wali Kota Medan, membantu perbaikan drainase mereka.

Rizky Darmawan, yang juga seorang warga sekitar, mengatakan, banjir ini diakibatkan adanya perbaikan pembetonan jalan di sekitar rumahnya. Dan karena permukaan rumahnya rendah, air yang yang tergenang dari ruas jalan, masuk ke halaman rumahnya.

Dia juga menyebutkan, banjir ini sudah sepekan dirasakan warga Kelurahan Belawan 2, setiap gang dan lorong di rendam banjir.

“Tolonglah kami Pak (Pj) Gubernur dan Pak Wali Kota,” ujarnya sambil menimba air dari dalam rumahnya, yang direndam banjir. (mag-1/saz)

Oknum Polisi yang Dipropamkan ke Polda Sumut, Bakal Disidang di Polres Binjai

Kantor SPKT Polres Binjai (Istimewa)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut yang melakukan proses terhadap oknum polisi yang berdinas di Polsek Binjai Utara, berinisial IR. Sejumlah pemeriksaan telah rampung dilakukan. Karenanya, penyidik Bid Propam Polda Sumut melimpahkan kepada Seksi Propam Polres Binjai guna proses lebih lanjut.

Dari Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Pemeriksaan (SP2HP) yang ditujukan kepada pelapor dengan Nomor: B/747/XI/WAS.2.4./2023/Bidpropam, Subbid Provos Bid Propam Polda Sumut telah selesai melakukan pemeriksaan dan pemberkasan. Terhadap IR dinyatakan sebagai terduga pelanggar disiplin.

Dan dalam SP2HP ini, pelapor diminta untuk koordinasi lebih jauh kepada Kasi Propam Polres Binjai, AKP Tarmizi Lubis.

Menanggapi hal ini, akhir pekan lalu, Tarmizi yang dikonfirmasi menyebutkan, belum ada melihat berkas IR yang dilimpahkan Polda Sumut.

Meski demikian, dia langsung menghubungi penyidik Bid Propam Polda Sumut guna menanyakan hal tersebut. Setelah mendengar penjelasan penyidik, menurut dia, oknum polisi berpangkat brigadir berinisial IR ini, akan segera disidangkan.

“Akan segera kami sidangkan. Yang memimpin sidang bisa saya atau perwira pertama lain.Karena pelanggaran disiplin, bukan pelanggaran kode etik,” katanya.

Ditanya ancaman hukuman apa terhadap IR, dia belum dapat memastikan.

“Bisa saja tunda kenaikan pangkat atau kurungan. Tapi saat ini berkasnya belum saya terima, jadi sabar dulu. Persidangan nanti juga akan kita panggil pelapor,” urai Tarmizi.

Selain dipropamkan, IR juga dipolisikan ke Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai atas dugaan penggelapan objek fidusia.

Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Zuhatta Mahadi menyebutkan, laporan korban akan diproses.

“Akan segera kami proses, kami panggil (pihak-pihak terkait) untuk dimintai keterangan,” pungkasnya.

IR dipropamkan berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/178/X/2023/Propam pada awal Oktober 2023 lalu. Selain dipropamkan, IR juga dilaporkan ke Polres Binjai sesuai laporan polisi Nomor: LP/B/489/IX/2023/SPKT/Polres Binjai.

Dari informasi yang dirangkum, IR dilaporkan diduga menggelapkan 1 unit truk merk Hino type Dutro 130 HD+Dump dengan nomor polisi BK 8651 XZ, yang masih kredit atau jaminan objek fidusia. Pada Oktober 2022 lalu, IR mengajukan pinjaman pembiayaan dengan perjanjian kontrak Nomor: 062122212992.

IR mengangsur selama 48 bulan, dengan angsuran Rp3,1 juta setiap bulannya. Namun berjalannya waktu, IR mematuhi kreditnya hanya 5 bulan saja.

Memasuki bulan keenam, IR tidak membayarnya atau kredit macet dan total sudah 8 bulan menunggak. IR diduga ogah membayar kreditnya di satu perusahaan leasing, karena merupakan aparat penegak hukum. Secara tidak langsung, IR diduga anggar seragamnya dengan tak melanjutkan pembayaran kredit tersebut. (ted/saz)

6 Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOS dan Komite MAN 1 Binjai Segera Diadili

SERAHKAN: Kasubsi Pidsus Kejari Binjai, Emil Nainggolan (kiri), saat menyerahkan berkas dugaan korupsi MAN 1 Binjai untuk segera diadili di PN Tipikor Medan. (Istimewa)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 6 tersangka dugaan korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan dana komite di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Binjai, segera diadili oleh Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Medan. Pasalnya, penyidik telah melakukan tahap 2 kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan dilanjutkan dengan pelimpahan berkas perkara ke PN Tipikor Medan.

“Pelimpahan berkas dilakukan Kasubsi Tindak Pidana Khusus Kejari Binjai, Emil Nainggolan pada Kamis (30/11) lalu, dan diterima Panitera Muda PN Tipikor Medan,” ungkap Kasi Intel Kejari Binjai, Adre Wanda Ginting, Minggu (3/12).

Adapun keenam tersangka dimaksud, yakni berinisial EV selaku mantan Kepala MAN 1 Binjai, NF Bendahara, dan IR, selaku pejabat penanda tangan surat perintah membayar. Selain dari kalangan ASN, juga ada dari rekanan, masing-masing berinisial NK, AS, dan SA.

“Ditemukan kerugian negara sebesar
Rp1.097.918.100, dengan rincian dari Dana BOS Tahun Anggaran (TA) 2020-2022 sebesar Rp453.343.100. Dan kerugian negara dari Dana Komite MAN 1 Binjai TA 2020-2022 sebesar Rp644.575.000,” beber Adre.

Alokasi Dana BOS TA 2020 dari Kementerian Agama yang diperoleh MAN 1 Binjai sebesar Rp1.115.800.000. Pada 2021 senilai Rp1.031.800.000, dan pada 2022 sebesar Rp924.300.000.

“Saat ini seluruh tersangka ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Binjai. Dengan dilimpahkannya perkara ini, dapat diperkirakan dalam kurun waktu dekat, Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai selaku JPU, akan melakukan persidangan untuk membuktikan perbuatan masing-masing tersangka di hadapan majelis hakim. Sehingga ke depannya dapat dilakukan penuntutan oleh jaksa Kejari Binjai,” jelas Adre.

“Ini sebagai bentuk komitmen Kejari Binjai melakukan penindakan serta penegakan hukum dalam memberantas tindak pidana korupsi, kolusi, dan nepotisme pada wilayah hukum Kejari Binjai,” pungkasnya.

Penyelidikan dugaan korupsi di tubuh MAN 1 Binjai bermula adanya aksi demo yang dilakukan pelajar dan guru dengan tuntutan Kepala MAN 1 Binjai dicopot dari jabatannya pada akhir November 2022 lalu. (ted/saz)

Jelang Pemilu, Warga Medan Diminta Hindari Fitnah dan Hoax

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution meminta seluruh masyarakat, khususnya warga Kota Medan, untuk tetap menjaga iklim politik yang sehat menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) pada Februari 2024 yang sudah semakin dekat.

Dikatakan Dedy, adapun langkah yang harus diambil masyarakat untuk tetap menjaga iklim politik yang sehat adalah dengan tidak mengeluarkan kata-kata fitnah dan membuat kabar-kabar bohong (hoax) yang menyesatkan banyak orang.

“Semua ada aturannya. Seperti Medan yang punya Perda, Pemilu juga punya aturan yang tertuang dalam PKPU. Jangan pernah mengeluarkan kata-kata fitnah dan membuat kabar hoax di tengah-tengah masyarakat, sebab semua itu akan menimbulkan kegaduhan,” ungkap Dedy kepada Sumut Pos, Minggu (3/12).

Dedy juga mengajak warga Kota Medan untuk tidak mudah percaya atas setiap fitnah maupun kabar hoax yang semakin gencar terjadi menjelang Pemilu. Anggota Komisi 4 DPRD Medan itu, pun meminta masyarakat untuk lebih dulu mengecek atau mengklarifikasi kebenaran dari kabar-kabar yang didapatkan.

“Jangan langsung ‘ditelan’ semua informasi itu, apalagi yang didapatkan dari media sosial. Saring semua informasi yang kita terima, sebab tidak semua informasi itu benar adanya. Saya percaya masyarakat sudah semakin cerdas dan tidak mudah termakan kabar-kabar hoax yang memecah belah. Jangan mau dipecah belah, persatuan bangsa jauh lebih penting,” imbaunya.

Selain merugikan orang lain, kata Dedy, fitnah dan hoax juga akan sangat merugikan masyarakat yang menyebarkannya. Sebab saat ini, undang-undang akan menjerat para pelaku penyebar fitnah dan kebohongan publik.

“Undang-undangnya sudah jelas, aturannya juga sudah ada. Bijaklah dengan ucapan, khususnya ‘jari-jari’ kita di media sosial. Sopan dan santunlah dalam berkata-kata. Persatuan adalah yang paling utama untuk kita jaga,” tegasnya.

Dijelaskan politisi Partai Gerindra itu, Pemilu 2024 merupakan pesta demokrasi yang harus dijalani dengan baik dan penuh kegembiraan tanpa adanya berita bohong serta fitnah-memfitnah di media sosial.

“Kuncinya adalah hindari ujaran kebencian. Jangan ada lagi berita bohong, sebab hal itu juga banyak itu di Pemilu-pemilu sebelumnya, terutama di media sosial,” jelas Dedy.

Dedy menekankan, perbedaan pilihan dalam demokrasi adalah hal yang wajar. Keindahan demokrasi itu justru semakin terlihat apabila masyarakat tetap hidup damai dan menjaga persatuan walaupun terjadi perbedaan pilihan dalam berpolitik.

“Kita harus semakin dewasa dalam berdemokrasi. Berbeda pilihan itu biasa, tapi jangan pernah bertengkar dan saling menjelekkan satu sama lain, apalagi sampai mengarah kepada SARA. Hentikan semua itu, kita harus buktikan, kita memiliki kedewasaan dalam berdemokrasi,” pungkasnya.
(map/saz)

ARUS GANJAR Siap Menangkan Ganjar-Mahfud di 2024

Relawan yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Sumut untuk Ganjar (ARUS GANJAR) saat deklarasi dan ikrar dukung pasangan Ganjar Pranowo - Mahfud Md menjadi presiden 2024 di Hotel Grand Kanaya Jalan Darussalam, Minggu (3/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dukungan kepada pasangan calon presiden Ganjar Pranowo – Mahfud Md terus bermunculan.

Terbaru, massa yang mengatasnamakan Relawan Aliansi Rakyat Sumut untuk Ganjar (ARUS GANJAR) melakukan deklarasi dan ikrar untuk mendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut tiga itu di Hotel Grand Kanaya Jalan Darussalam, Minggu (3/12).

Ketua Relawan ARUS Ganjar, Ir Romi HS mengatakan siap mengkampanyekan Ganjar – Mahfud hingga pelosok daerah yang ada di Sumut.

“Kami siap menangkan Ganjar – Mahfud dikalangan milenial dan Gen Z hingga pelosok Sumut,” katanya.

Dia mengatakan, pemilih muda adalah pemegang mayoritas suara di Pemilu 2024 yang jumlahnya di atas 50 persen.

“Bayangkan 50 persen lebih ini pemilih adalah anak muda. Apalagi ini sudah mengalami bonus demografi yang artinya suara anak muda sangat berharga dalam pemilu 2024 mendatang,” ujarnya.

Lebih lanjut Romi menyampaikan ajakan kepada anak muda milenial dan Gen Z Sumut untuk bergabung dengan ARUS GANJAR.

Setelah acara Deklarasi dilanjut dengan Dialog untuk penguatan Relawan dalam rangka pemenangan Ganjar-Mahfud. Hadir sebagai narasumber Johendri Chaniago Tokoh Seniman Sumut dan Batara Manurung Tokoh Masyarakat Sumut.

Deklarasi juga dihadiri oleh beberapa partai pengusung, Sekjend PDI Perjuangan Sumut Dr Sutarto, M.Si beserta fungsionaris partai lainnya, Ketua Perindo Sumut Rudy Zulham Hasibuan beserta fungsionaris partainya.

Dari pantauan di lokasi acara, terdapat 500-an peserta relawan memenuhi ruang Ball room yang disediakan oleh panitia di hotel tersebut. (rel/tri)

Sosialiasi Kampanye Pemilu KPU Binjai, Media Punya Tanggung Jawab untuk Publik Sadar

MATERI: Narasumber Sosialiasi KPU Binjai, Faisal Mahrawa (berdiri) saat menyampaikan materinya. (Istimewa)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai menggelar sosialiasi kampanye Pemilu dengan menghadirkan narasumber, Faisal Mahrawa, akhir pekan lalu. Dia merupakan dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU).

Pada kesempatan itu, Faisal menjelaskan, media memiliki tanggung jawab besar kepada masyarakat, untuk mengedukasi tentang pentingnya Pemilu, yang digelar setiap 5 tahun sekali ini. Terlebih, peserta sosialiasi kampanye Pemilu ini berasal dari kalangan insan jurnalis di Kota Binjai.

Faisal menegaskan, media harus memberitakan secara objektif yang berkaitan dengan Pemilu, baik pemilihan presiden maupun legislatif.

Hanya saja di tengah menjamurnya media online yang mudah diakses masyarakat, terkadang objektivitas dimaksud luput dari pemberitaan.

Karena itu, dia mengajak masyarakat untuk lebih teliti lagi dan melakukan evaluasi terhadap pesan yang disampaikan oleh media. Boleh jadi kecepatan informasi yang disampaikan dapat dipengaruhi dengan pesan propaganda.

Selain itu, Faisal juga membahas potensi kerawanan dalam Pemilu.

“Seperti mobilisasi dan politisasi birokrasi, mulai dari ASN hingga kepala desa. Kemudian netralitas TNI-Polri dan penyelenggara Pemilu. Ada juga penyalahgunaan anggaran dan bantuan sosial, serta penyalahgunaan tempat ibadah yang dijadikan tempat kampanye,” tegasnya.

Belum lagi politik uang yang masih terus saja terjadi. Faisal menyebut, peran media di Indonesia dalam Pemilu, sejatinya harus memberikan pencerahan kepada masyarakat.

“Pemilu harus dilakukan dengan menggembirakan. Jangan memberikan informasi tentang Pemilu adalah sesuatu yang harus dikhawatirkan dan serba khawatir, juga ketakutan. Serta dengan sedemikian rupa, seolah-olah lagi di ruang yang mengerikan. Pemilu harus dihadirkan dengan suasana yang dinamis,” jelas Faisal.

Bagi Faisal, Pemilu adalah sebuah kegiatan penting untuk menguatkan legitimasi pranata politik dan menjamin stabilitas peralihan kepemimpinan. Serta memilih penguasa yang terbaik hingga menegakkan demokrasi. Bahkan menurutnya, Pemilu adalah peralihan kepemimpinan.

“Kalau ada peralihan kepemimpinan itu diperpanjang, sesungguhnya itu mencederai prinsip demokraksi. Jadi Pemilu itu memilih penguasa yang terbaik dengan demokratis. Yakni persaingan yang sehat, jujur, adil dan aman,” katanya.

Dia juga mengingatkan KPU untuk tidak berpatokan dengan tingkat partisipasi pemilih yang tinggi sebagai tolok ukur kesuksesan dalam Pemilu. Faisal mengakui, tidak ada demokrasi tanpa partisipasi pemilih.

“Pemilu merupakan elemen dari demokrasi, keberadaan partisipasi dari masyarakat merupakan instrumen yang menentukan derajat Pemilu demokrasi. Tapi untuk apa tingkat partisipasi tinggi berdasarkan mobilisasi dan bahkan hegemoni,” serunya.

Sosialiasasi ini dibuka Ketua KPU Binjai, Anton Indratno. Dia berharap, media dapat menyebarluaskan informasi tentang kegiatan KPU Binjai melalui sarana media massa dari insan jurnalis yang ikut dalam sosialiasi tersebut.

“Dengan sosialisasi ini, sebagai penyambung, sebagai penerus pelaksanaan informasi tentang pelaksanaan Pemilu ini, agar lebih paham dan mengerti serta dapat berjalan dan terlaksana dengan baik. Kami berharap dari KPU dan jajaran, rekan media, dapat memberikan informasi yang benar dan baik,” pungkasnya. (ted/saz)