Home Blog Page 992

Panwascam bersama PPK Medan Marelan Tertibkan APK

TERTIBKAN APK: Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) tertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) di Sekitar Wilayah Kecamatan Medan Marelan, Senin (6/11/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) di Sekitar Wilayah Kecamatan Medan Marelan, Senin (6/11/2023). Dalam penertiban ini, mulai dari spanduk, baliho serta umbul-umbul yang terpasang sepanjang jalan di wilayah Jalan Marelan Raya Kelurahan Rengas Pulau, hingga ke Kecamatan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan dicabut.

Penertiban Alat Peraga Kampanye, sudah diatur di dalam PKPU No.15 tahun 2023, tentang kampanye, artinya setiap peserta pemilu wajib mengikuti peraturan KPU.

Kegiatan penertiban ini, Panwascam Kecamatan Medan Marelan dibantu oleh Pihak Aparatur Pemerintah Kecamatan Medan Marelan, Aparatur Pemerintah Kelurahan, Satpol PP, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panwas Desa Dan Kelurahan (PKD).

Ketua Panwascam Kecamatan Medan Marelan, Johnson David Sibarani mengatakan, ini merupakan kewenangan dari KPU, seperti yang sudah tertuang dalam PKPU nomor 15 tahun 2023, tentang kampanye.

“Jadi kepada peserta pemilu yang spanduknya sudah dipasang, harap memaklumi dengan adanya kegiatan ini,” ujarnya.

Johnson pun berharap, para peserta kampanye tidak memasang APK sebelum masa kampanye.

“Karena sesuai dengan aturan KPU, kampanye dilakukan 25 hari setelah DCT keluar,” ucapnya.(mag-1/ram)

Groundbreaking Depo Pinang Baris/Amplas BRT Mebidang Digelar pada Desember 2023

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan memastikan, rencana layanan Bus Rapid Transit (BRT) Medan, Binjai dan Deliserdang (Mebidang) terus berjalan. Bahkan direncanakan, groundbreaking depo Pinang Baris/Amplas BRT Mebidang akan dilakukan di bulan depan atau Desember 2023.

Hal ini terungkap dalam Rapat Persiapan Rencana Groundbreaking BRT Mebidang di Ruang Rapat Kantor Dinas Perhubungan Medan, Senin (6/11/2023).

Pada rapat yang dipimpin Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis itu, juga disepakati bahwa sebelum groundbreaking, akan dilakukan sosialisasi kepada stakeholder termasuk pihak angkutan umum Medan dan masyarakat sekitar depo.

“Sosialisasi ini sekaligus bertujuan untuk mendapatkan umpan balik, mitigasi risiko, dan meminimalisir dampak sosial lingkungan,” ucap Iswar.

Dalam rapat yang diikuti perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD), Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika Medan, Kementerian Perhubungan, dan Tim PMC tersebut, juga dipaparkan jadwal rencana groundbreaking pekerjaan Depo Pinang Baris-Amplas.

“Jadwal yang disusun menunjukkan bahwa mulai November hingga Desember 2023 ini terdapat delapan aktivitas groundbreaking pekerjaan Depo Pinang Baris-Amplas ini,” ujarnya.

Kedelapannya adalah mitigasi dampak sosial, relokasi komunitas, dan permukiman kembali, Selain itu manajemen dan pengambilalihan aset, akuisisi lahan (mencakup aset pribadi di area terminal), penyiapan dokumen dan pelelangan, kontrak dengan kontraktor, persiapan konstruksi, seremonial groundbreaking, dan pekerjaan pemagaran serta pembersihan lahan.

Iswar mengatakan, pembangunan BRT Mebidang ini merupakan proyek percontohan nasional yang didukung oleh World Bank dan AFD Prancis.

Seperti diketahui, Wali Kota Medan Bobby Nasution pada 16 Oktober lalu juga telah menandatangani Pembaharuan Working Level Agreement (WLA) Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang ini di Aula Tengku Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubsu.

Turut menandatangani WLA itu Wakil Bupati Deliserdang Ali Yusuf Siregar, Wali Kota Binjai Anir Hamzah, Pj Gubsu Hassanudin, dan Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Amirulloh.

Penandatanganan WLA ini merupakan tindaklanjut dari penandatanganan MoU Pembangunan Bus Rapid Transit Mebidang pada Januari 2022 lalu.

Saat penandatanganan WLA itu, Bobby Nasution mengatakan, Pemko Medan menyambut baik dan mendukung penuh program Bus Rapid Transit (BRT) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kehadiran BRT ini, nilainya, dapat menjadi sarana perubahan budaya masyarakat, terutama di Kota Medan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

“Hal apa saja yang dibutuhkan untuk mendukung terwujudnya BRT Mebidang ini, Pemko Medan berkomitmen akan memenuhi segalanya agar bisa terwujud percepatan pembangunan fisiknya. Sehingga, harapan kita, kebiasaan atau budaya berkendara masyarakat dari kendaraan pribadi menjadi kendaraan umum,” pungkasnya. (map/ram)

DPRD Medan Ingatkan Kelurahan Siapkan Tempat dan Keluarkan Izin, serta Jangan Pungli

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan memastikan akan segera menata Pedagang Kaki Lima (PK5) di Kota Medan. Hal itu dilakukan agar seluruh PK5 di Kota Medan dapat berjualan di tempat-tempat yang telah disiapkan dan tidak berdagang di kawasan yang dilarang demi menjaga ketertiban dan estetika kota.

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Gerindra, Mulia Syahputra Nasution SH MH, saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan No.5 Tahun 2022 tentang Penetapan Zonasi Aktivitas Pedagang Kaki Lima di Kota Medan di Jalan Karya Tani Gg Kembar Lingkungan 8, Kelurahan Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor, Senin (6/11/2023).

“Perdanya sudah ada, dalam waktu dekat Perwalnya juga akan diterbitkan oleh Pemko Medan sebagai juknis (petunjuk teknis),” ucap Mulia dalam kegiatan yang turut dihadiri perwakilan Dinas Koperasi UKM Perindag, Dinas Sosial, dan Kelurahan Pangkalan Masyhur tersebut.

Dikatakan Anggota Komisi III DPRD Medan itu, nantinya pihak kelurahan akan mendata setiap pedagang yang ada diwilayahnya, utamanya PK5. Selain mendata PK5, kelurahan juga akan menjadi pihak yang menentukan wilayah tempat PK5 berdagang sekaligus pihak yang memberikan izin berdagang kepada PK5.

“Pedagang nantinya akan didata, lalu kelurahan akan memberikan izin berdagang dan menentukan tempat atau zonasinya. Intinya untuk masalah tempat, nanti akan disiapkan oleh Kelurahan. Selain menentukan tempat, kelurahan juga akan menjadi pihak yang mengeluarkan izin bagi PK5 yang sudah terdata,” ujarnya.

Untuk itu, menunggu Perwal terbit, Mulia menegaskan kepada pihak Kelurahan untuk segera menuntaskan pendataan kepada setiap PK5 yang ada diwilayahnya.

Selanjutnya bila Perwal telah diterbitkan, pihak kelurahan juga wajib segera menentukan wilayah atau tempat untuk PK5 berdagang. Kemudian, mengeluarkan izin berdagang bagi PK5.

Namun, Mulia menegaskan kepada pihak kelurahan agar tidak melakukan pungutan liar (pungli) kepada para pedagang saat menentukan tempat berdagang, apalagi saat ingin menerbitkan izin. Mulia berharap pihak kelurahan dapat mendukung penuh semangat Wali Kota Medan, Bobby Nasution dalam memberantas pungli di Kota Medan.

“Beri tempat yang layak bagi PK5, kemudian keluarkan izin bagi mereka. Jangan coba-coba lakukan pungli dengan modus izin berdagang ataupun tempat berdagang. Hari ini pak wali sangat konsen memberantas pungli, saya pun akan tegas bersikap bila ada pihak kelurahan yang berani melakukan pungli terhadap PK5,” pungkasnya.(map)

Bersaing di Dapil ‘Neraka’ Sumut 1, Caleg Alween Ong Mewakili Wirausaha Muda

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persaingan dalam daerah pemilihan (Dapil) Sumut 1 semakin ketat dengan kehadiran nama-nama berpengalaman dalam dunia politik. Salah satu yang menarik perhatian adalah Alween Ong, seorang wirausaha muda yang mewakili Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nomor Urut 6.

Dalam Daftar Calon Tetap (DCT) DPR RI, Alween Ong tercatat sebagai alumnus ilmu politik dari Universitas Sumatera Utara (USU) dan seorang praktisi ekonomi UMKM yang menjadi mentor bagi banyak wirausaha, terutama di Sumatera Utara.

Beberapa tokoh kenamaan juga bersaing di Dapil Sumut 1, termasuk Ashari Tambunan dari PKB, mantan Bupati Deli Serdang; Musa Rajekshah dan Meutya Hafid dari Partai Golkar; Prananda Surya Paloh, anak Ketum NasDem Surya Paloh; Rahudman Harahap, Abdillah, dan mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno dari NasDem; serta mantan Bupati Serdang Bedagai, Soekirman.

Dari Gerindra, ada Romo HR Muhammad Syafii dan M. Husni, yang merupakan petahana. Di PDIP, tokoh-tokoh ternama seperti Yasonna H. Laoly, Sofyan Tan, dan Ruhut Poltak Sitompul mencalonkan diri. Sementara di PAN, Mulfachri Harahap adalah petahana.

Kontestasi di dapil Sumut 1, yang juga dikenal sebagai dapil neraka, semakin menarik dengan kehadiran Alween Ong, yang telah memperoleh berbagai penghargaan nasional dan internasional atas kontribusinya dalam mendukung perkembangan ekonomi wilayah Sumut.

Ini mencerminkan dedikasinya dalam memajukan perekonomian dan menciptakan peluang bagi generasi muda di Sumut.

Dalam berbagai pernyataan dan kampanyenya, Alween Ong menekankan pentingnya memerangi korupsi, memajukan ekonomi wilayah Sumut 1, meningkatkan potensi daerah, pariwisata, dan kualitas pendidikan. Konsep-konsep inovatifnya merupakan hasil pemahaman mendalamnya tentang isu-isu kunci yang dihadapi oleh masyarakat di wilayah Sumut Utara.

“Visi saya adalah untuk meningkatkan kemajuan ekonomi, kesejahteraan sosial, pendidikan yang lebih baik, kesejahteraan masyarakat, dan keberlanjutan pembangunan di Sumatera Utara,” kata Alween Ong.

Keputusan Alween Ong untuk terjun ke dunia politik mendapat dukungan luas, mengingat latar belakang pendidikan dan pengalaman bisnis yang kuat. Dia dikenal dekat dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi dan kebutuhan mereka, serta menjembatani rakyat dan pemerintah.

Dalam menghadapi persaingan politik di dapil Sumut 1, Alween Ong menawarkan bukti konkret dan eksekusi terutama dalam isu pendidikan wirausaha, digitalisasi usaha, wisata terintegrasi, kesehatan masyarakat terkait stunting, dan branding daerah.

Dia juga mendukung pengembangan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, dengan keyakinan bahwa hal ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kesejahteraan yang lebih baik bagi warga Sumut 1.

Peran Alween Ong sebagai mentor bagi wirausaha muda adalah bukti nyata dedikasinya dalam membantu generasi muda untuk berkembang dan sukses. Dengan visi dan gagasan inovatif, Alween Ong adalah kandidat yang memiliki potensi untuk membawa perubahan positif dalam politik Sumut 1 dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan latar belakang pendidikan yang kuat, pengalaman bisnis yang sukses, dan komitmen untuk melayani masyarakat, Alween Ong adalah contoh nyata bagaimana seorang pemimpin yang peduli dan kompeten dapat membantu memajukan wilayahnya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (rel/ila)

Grab Indonesia dan OVO Donasikan Rp 3,5 Miliar untuk Korban Konflik Gaza

Grab.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Konflik perang terjadi di Gaza, atas kekezaman Israel terhadap warga Palestina. Grab Indonesia dan OVO mendonasikan dana kemanusiaan sebesar Rp 3,5 miliar untuk membantu korban warga terdampak konflik tersebut.

Country Managing Director, Grab Indonesia, Neneng Goenadi menjelaskan bantuan kemanusiaan tersebut, akan disalurkan melalui BenihBaik.com, platform crowdfunding dan CSR marketplace independen di Indonesia.

“Kami berharap bantuan ini dapat turut meringankan penderitaan korban konflik di Gaza, agar dapat dimanfaatkan sesuai yang dibutuhkan di lapangan,” ucap Neneng, dalam keterangannya, Senin (6/11).

Grab dan OVO tidak akan pernah mendukung tindakan apa pun yang tidak mengindahkan perikemanusiaan dan perikeadilan. Pihak Grab tidak mengambil sikap netral dalam perlindungan kemutlakan hak asasi manusia, dan mendukung segala upaya untuk menciptakan perdamaian yang nyata dan adil.

CEO & Founder, BenihBaik.com, Andy F. Noya, mengapresiasi Grab dan OVO atas kolaborasi yang telah berjalan selama ini untuk tujuan kemanusiaan, termasuk dana bantuan kemanusiaan melalui BenihBaik.com untuk disalurkan kepada warga masyarakat sipil di Gaza yang menjadi korban.

“Kami percaya bahwa begitu banyak, yang diperlukan di sana dan bantuan ini akan turut meringankan beban mereka yang menjadi korban,” ujar Andy.

Grab merupakan aplikasi super terkemuka di Asia Tenggara, yang beroperasi di seluruh sektor layanan pengantaran, mobilitas, dan keuangan digital.

Melayani lebih dari 500 kota di delapan negara di Asia Tenggara – Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Grab membantu jutaan orang setiap harinya untuk memesan makanan atau barang kebutuhan harian, mengirim paket, memesan tumpangan atau taksi, melakukan pembayaran untuk pembelian online atau mengakses layanan seperti pinjaman dan asuransi, semuanya melalui satu aplikasi.

Grab didirikan pada 2012 dengan misi memajukan Asia Tenggara dengan menghadirkan pemberdayaan ekonomi bagi semua orang, dan berusaha untuk menjalani misi triple bottom line: untuk secara bersamaan memberikan kinerja keuangan yang berkelanjutan, serta menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang positif di Asia Tenggara.(gus)

Seribuan Driver Ojol Demo Kantor Gubernur Sumut, Tolak Sistem Aplikator Terapkan Tarif Murah

RAPAT: Pengurus dan anggota Godams saat rapat persiapan unjuk rasa damai yang rencananya akan diikuti oleh seribuan Driver Ojol.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitar (GODAMS), akan menggelar aksi unjuk rasa damai dengan menerjunkan seribuan driver Ojek Online (Ojol), dI Kantor Gubernur Sumut dan sejumlah kantor aplikator di Kota Medan, Selasa (7/11/2023).

Para peserta aksi juga memohon maaf kepada masyarakat Kota Medan. Karena, akan timbul kemacetan di sejumlah jalan di titik demo nantinya.

Ketua Umum GODAMS, Agam Zubir menjelaskan bahwa masa aksi pertama akan berkumpul dengan titik kumpul di Taman Makam Pahlawan Medan, di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan. Kemudian, bergerak bersama menuju Kantor Gubernur Sumut.

“Ada seribu driver Ojol ikut serta dalam aksi ini, berasal dari Medan, Deli Serdang, Binjai, dan Langkat,” ucap Agam kepada Sumut Pos, Senin (6/11/2023).

Dalam aksi Ojol Sumut Bersatu ini, Agam menjelaskan tuntutan mereka pada aksi besar besok, yaitu menolak progam dan sistem kerja aplikator yang menerapkan tarif atau argo murah, tidak manusiawi kepada driver Ojol.

“Kita juga meminta kepada Pemprov Sumut, beserta jajaran terkait, segera menerbitkan Perda atau Pergub sebagai regulasi dan payung hukum Ojol, guna mengatur dan pengawasan kepada aplikator, yang beroperasi di wilayah Sumut,” ucap Agam.

Agam mengungkapkan dalam aksi ini, juga menuntut pemerintah agar menindak para aplikator yang tidak memberi jaminan keselamatan bekerja dan penanganan atas mobilitas kerja para driver Ojol.

“Mencabut izin operasional aplikator yang tidak bersedia membuka kantor layanan di Kota Medan,” sebut Agam.

Agam mendorong Pemprov Sumut dan DPRD Sumut, dapat bersinergi menyelesaikan masalah ini dengan baik kedepannya.

“Pasti akan selesai tanpa harus mencari alibi, menghindar dan upaya lepas tanggung jawab seperti yang selama ini terjadi,” tutur Agam.

Aksi unjuk rasa ini, Agam menjelaskan didasari dengan keperihatinan dan keresahan, yang terus dialami oleh para driver online. Khususnya, ojol yang semakin terpuruk atas semakin kompleksnya masalah yang muncul akibat kebijakan-kebijakan sepihak para Aplikator layanan jasa pengemudi online saat ini.

“Terutama program dan sistem kerja yang di terapkan cenderung merugikan driver. Baik dari segi pendapatan yang terus menurun dan tidak menentu karena tarif yang di terima driver semakin kecil dan pembagian alokasi order atau demand, yang tidak sesuai dengan kapasitas driver atau supply di lapangan,” jelas Agam.

Agam menjelaskan bahwa kondisi semakin di perparah dengan maraknya perang tarif antar aplikator, dengan memotong tarif biaya jasa yang seharusnya layak dan adil di peroleh para driver. Atas dalih untuk tetap menjaga layanan kpd pelanggan, driver kini diwajibkan menjalani sistem target/level jika ingin terjamin cukup order yang diterima.

“Kemudian, banyak driver yang sulit menerima order saat ini, menjadi peluang dan celah baru oleh aplikator untuk membuat program layanan tarif murah, kepada dirver yakni dengan gambaran bahwa order pasti akan terjamin di terima banyak. Namun, harus bersedia mengikuti ketentuan tarif murah dari program tersebut,” tandas Agam.(gus/ram)

Wali Kota Klaim Masyarakat Binjai Sudah Sejahtera

PIMPIN: Wali Kota Binjai, Amir Hamzah saat memimpin apel gabungan, Senin (6/11/2023).Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Binjai, Amir Hamzah mengklaim, masyarakatnya selama di bawah kepemimpinannya sudah sejahtera. Ini dikatakan Amir saat memimpin apel gabungan dengan pelaksana Dinas Sosial Kota Binjai di balai kota, Senin (6/11/2023).

“Jika melihat kondisi sosialnya, Kota Binjai sudah dapat dikatakan sejahtera. Saya menilai kesejahteraan masyarakat dapat dilihat di antaranya melalui dua aspek,” kata Amir.

“Yakni kondisi umum kesehatan dan pemerataan sarana dan prasarana atau bisa disebut dengan kualitas hidup dan infrastrukur. Tentunya bila dilihat secara singkat kondisi umum kesehatan di Kota Binjai juga baik, sedangkan penyediaan dan pemerataan sarana dan prasarana infrastrukturnya juga semakin meningkat. Dengan demikian, kedua aspek kesejahteraan sudah dapat terpenuhi,” sambung Amir.

Dinas Sosial Binjai, kata dia, adalah instansi pemerintah yang memiliki peran dalam meningkatkan kualitas kesejahteraan sosial perorangan, kelompok dan masyarakat. Juga termasuk dalam perumusan kebijakan di bidang rehabilitasi sosial dan jaminan perlindungan sosial, serta pemberdayaan sosial hingga penanganan fakir miskin.

Karenanya, Amir menekankan agar Dinsos Binjai untuk terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara dan Kementerian Sosial dalam program penyaluran bantuan. “Seperti penyaluran bantuan bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Binjai Selatan, Kecamatan Binjai Timur dan Kecamatan Binjai Kota yang terdampak 1.066 KK/4.017 jiwa, serta penyaluran bantuan yang diperoleh dari Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara dengan program cadangan beras reguler sebanyak 6.427Kg dan berupa bantuan logistik dari Kementerian Sosial,” kata dia.

“Juga terkait menyalurkan bantuan kepada penyandang disabilitas yang ada di Kota Binjai yang terdata di Dinas Sosial Kota Binjai sebanyak 171 orang melalui kerjasama dengan Kementerian Sosial,” sambungnya.

Mengingat begitu pentingnya agenda penghapusan kemiskinan ekstrem, pemerintah telah menetapkan kerangka kebijakan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem (PPKE) pada tahun 2024.

“Ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Indonesia dalam pencapaian sustainable development goals (SDGS). Oleh karena itu, kita sebagai pemerintah daerah harus turut serta dalam mendukung program yang baik tersebut”, ucapnya.

Pemerintah Kota Binjai, menurut dia, juga terus melaksanakan kegiatan penanganan sosial masyarakat. Seperti penanganan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ), gelandangan dan pengemis (Gepeng).

Diharapkan penanganan masalah sosial seperti ini agar lebih ditingkatkan lagi koordinasinya. Termasuk dalam penanganan ini, juga harus sesuai dengan standar operasional prosedur.

“Dinas Sosial tidak bisa bekerja sendiri apabila tidak didukung beberapa OPD terkait. Seperti Satpol PP, Dinas Kesehatan, RSUD Djoelham dan Dinas Catatan Sipil,” katanya.

“Terakhir, saya tekankan kepada Dinas Sosial agar bersikap humanis, adaptif, responsif dalam melayani masyarakat dengan senyum, ramah, mudah dan transparan,” pungkasnya. (ted/ram)

Sortaman Saragih: Petani Padi Adalah Pahlawan Ketahanan Pangan

SUMUTPOS.CO – Belakangan ini negara Indonesia mulai kuatir atas ketersediaan pangan. Hal ini dibuktikan dengan kebijakan impor beras dari sejumlah negara. Selama tahun 2023 ini impor beras sudah mencapai 1,5 juta ton. Ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan pangan yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

Untuk tahun ini jumlah produksi beras secara nasional mencapai 30 juta ton. Dan ini berkurang dibanding tahun 2022 yang menghasilkan 31 juta ton.

Sementara itu, luas panen padi pada 2023 diperkirakan sekitar 10,20 juta hektare, mengalami penurunan sebanyak 255,79 ribu hektare atau 2,45 persen dibandingkan luas panen padi di 2022 yang sebesar 10,45 juta hektare.

Sortaman Saragih salah seorang tokoh nasional yang berasal dari Kabupaten Simalungun mengungkapkan adanya kelemahan pemerintah dalam memanajemen produksi beras. Ia mengungkapkan fakta di lapangan, sudah banyak petani mengalihkan jenis tanaman padi ke jenis tanaman yang lain.

Penyebabnya adalah keuntungan yang diperoleh petani dari hasil padi sangat minim. Atau tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga.

“Biaya produksi cukup tinggi. Mulai dari bibit dan harga pupuk yang mahal. Sementara harga gabah murah. Lalu, untuk jangka panen nya juga sampai 4 bulan. Nah, ini yang menjadi masalah utama di petani,” terangnya.

Sementara pada jenis tanaman yang lain relatif lebih tinggi harga jualnya. Misal menanam cabai, kacang dan tanaman lainnya.

Ada juga lahan pertanian beralih fungsi menjadi kawasan perumahan hingga perkebunan.

“Nah, inilah penyebab menurunnya produksi beras di Indonesia. Sementara negara kita adalah negara agraris,” ujar Sortaman yang merupakan politisi Partai Perindo ini.

Pemerintah dalam hal ini menurut Sortaman harus memiliki terobosan yang rill. Jika hanya membuat pupuk bersubsidi atau bantuan bibit maka kondisi ini tidak akan berubah.

“Petani padi itu harus dimanjakan. Dimanjakan dalam artian positif. Sebab mereka adalah pahlawan ketahanan pangan. Bantuan ke mereka harus lebih dan khusus dibanding petani lainnya,” kata Sortaman yang saat ini maju menjadi Caleg DPR RI dari Dapil Sumut lll.

Dimanjakan yang dimaksud adalah menjamin kehidupan keluarga petani padi. Selain bantuan pupuk harus ada bantuan uang tunai. Sehingga kebutuhan mereka sebelum panen bisa terpenuhi.

“Saya yakin, jika ada bantuan lebih khusus kepada petani padi. Maka tidak akan terjadi alih fungsi lahan padi. Petani akan semangat dan tentu produksi beras secara nasional akan meningkat. Sehingga ketahanan pangan kita akan terjamin dan tidak ada lagi yang namanya impor beras,” kata Sortaman. (mag-7/ram)

Juara di Malaysia, Nisa Optimis Menuju PON 2024

Khairunnisa (kiri) bersama pelatih Tetty. (IST

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Atlet dance sport Kota Medan, Khairunnisa berhasil meraih juara pada Crystal International Dancesport Championship 2023, Selangor, Malaysia, Oktober lalu. Hasil ini membuat atlet berusia 18 tahun itu semakin optimis menatap Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut.

Pada kejuaraan internasional itu, Khairunnisa meraih dua emas dan dua perak. Medali emas diraih dari nomor solo standart waltz dan standart couple tango berpasangan dengan Kevin. Kemudian medali perak dari solo standart quick step dan standart couple waltz.

“Senang bisa meraih juara di event internasional. Hasil ini menambah motivasi saya untuk meraih prestasi di PON 2024 mendatang,” ujar wanita yang akrab dipanggil Nisa itu.

Nisa adalah salah satu atlet andalan Sumatera Utara di cabang dance sport pada PON 2024 mendatang. Dia saat ini tergabung dalam Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) menuju PON 2024.

“Saya kembali masuk Pelatda PON 2024 sejak Juli 2023 lalu. Sebelumnya saya masuk pada tahun 2021, tapi sempat degradasi tahun 2022 lalu,” ungkap atlet kelahiran 15 April 2005 tersebut.

Di Pelatda PON, atlet binaan KONI Kota Medan ini menjalani latihan rutin empat kali dalam seminggu. Durasi sekali latihan mencapai empat jam.

Latihan langsung dipantau Ketua IODI Sumut dr Tetty. “Kebetulan Ibu Tetty merupakan salah satu pelatih dance Sumut, jadi tidak bisa main-main,” ungkap putri sulung Ahmad Syaiful Rabby dengan Lailani Nafijar tersebut.

Latihan rutin dan intensif tersebut membuat Nisa semakin yakin menatap PON 2024. Dia memiliki ambisi untuk meraih medali emas di event bergengsi olahraga Sumatera Utara tersebut. “Target saya tentu medali emas di PON nanti,” tandasnya.

Medali emas PON merupakan cita-cita alumni SMK Negeri 6 Medan tersebut sejak berlatih dance. Dia pertama kali menekuni dance sport sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

“Saya pertama kali berlatih dance sejak tahun 2014 lalu. Saat itu saya masih sekolah SD. Kebetulan saya memang suka menari, jadi disarankan ibu untuk menekuni dance sport,” ungkapnya.

Alumni SMP Swasta Krakatau Medan ini pertama kali berlatih dengan bergabung ke Medan Dancesport Academy. Awalnya dia juga berlatih nomor latin. “Awalnya saya menekuni nomor latin. Tapi sejak 2023, saya beralih ke standart ballroom,” ucapnya.

Selama menekuni dance sport, anak sulung dari dua bersaudara ini telah meraih berbagai prestasi khususnya di Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Kota Medan dan Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan.

Dia juga sudah sering tampil ke kejuaraan tingkat provinsi dengan berbagai prestasi. Namun, semua itu belum memuaskan Nisa. “Medali di PON merupakan impian saya,” pungkasnya. (dek)

Dosen STOK Bina Guna Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Guru PJOK SMP se-Kota Medan

BERBASIS APLIKASI: Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Modul/Bahan Ajar Bulutangkis Berbasis Aplikasi Android pada Guru PJOK SMP Kota Medan sebagai Solusi Media Pembelajaran Penjas.ISTIMEWA.

DOSEN Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan (STOK) Bina Guna melakukan pengabdian masyarakat untuk guru Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Sekolah Menengah Pertama (PJOK SMP) se-Kota Medan.

Tema yang diangkat adalah: Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Modul/Bahan Ajar Bulutangkis Berbasis Aplikasi Android pada guru Penjas SMP Kota Medan sebagai Solusi Media Pembelajaran Penjas.

Pengabdian masyarakat, dosen STOK Bina Guna ini memberikan bantuan pengembangan media pembelajaran berbasis aplikasi android. Bekerja sama dengan guru-guru di sekolah tersebut, dosen STOK Bina Guna memberi pendampingan dan pelatihan bagi para pendidik dalam merancang dan menghasilkan media pembelajaran yang inovatif dan menarik.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen STOK Bina Guna untuk berkontribusi positif terhadap pendidikan di lingkungan sekitarnya. SMP dipilih sebagai mitra dalam program ini karena memiliki komitmen terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan penerapan pendekatan aplikasi android sebagai solusi media pembelajaran PJOK atau Penjas dalam proses belajar-mengajar.

Tim dosen STOK Bina Guna terdiri Benny Aprial M dan Alan Alfiansyah Putra Karo-karo. Kemudian Zikrur Rahmat dari Universitas Bina Bangsa Getsempena dan mahasiswa Dingkar Harefa.

Pengabdian masyarakat ini berlangsung secara daring selama tiga hari pada 3, 4 dan 6 November melalui zoom meeting yang diikuti 15 guru se-Kota Medan.

Para dosen secara intensif melakukan pendampingan dan pelatihan kepada guru membantu pemahaman konsep aplikasi android, merancang dan menghasilkan materi pembelajaran yang menarik serta memberikan bimbingan teknis dalam penggunaan teknologi informasi.

Guru-guru PJOK mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh dosen dalam memberikan bantuan materi dan media pembelajaran pengabdian masyarakat. ”Kegiatan ini telah memberi kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah kami. Media pembelajaran berbasis aplikasi android yang dikembangkan oleh dosen sangat membantu guru dalam menjalankan proses pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi siswa,” kata seorang peserta pelatihan.

Benny Aprial M SPd MPd, dosen STOK Bina Guna merasa gembira dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di kota Medan.

”Melalui program pengabdian masyarakat ini, kami berharap dapat memberikan inspirasi dan pengetahuan baru kepada guru-guru dalam menggunakan teknologi dan media pembelajaran untuk meningkatkan daya tarik dan efektivitas pembelajaran,” katanya.

Dengan kolaborasi yang sukses antara dosen STOK Bina Guna, Universitas Bina Bangsa Getsempena, Aceh dan SMP Kota Medan, Benny Aprial juga berharap bahwa pengembangan media pembelajaran berbasis aplikasi Android akan terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi proses pembelajaran di sekolah tersebut.

Selain itu, keberhasilan program ini juga menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya dalam melibatkan diri dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang bermanfaat untuk kemajuan pendidikan. (dmp)