Bupati Dairi Ajukan KUA-PPAS 2027, Pendapatan Daerah Ditargetkan Rp1,168 Triliun

DAIRI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi mulai menyusun arah pembangunan dan kebijakan fiskal tahun depan. Bupati Dairi Ir Vickner Sinaga menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 dengan target pendapatan daerah mencapai Rp1,168 triliun.

Nota pengantar tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Dairi yang dipimpin Ketua DPRD Sabam Sibarani didampingi Wakil Ketua Halvensius Tondang dan Wanseptember Situmorang, Rabu (5/8).

Dalam pidatonya, Vickner mengatakan KUA-PPAS 2027 menjadi pedoman utama dalam penyusunan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027 sekaligus menjembatani arah pembangunan daerah dengan kemampuan fiskal yang dimiliki pemerintah daerah.

“KUA-PPAS ini merupakan respons kebijakan terhadap dinamika dan berbagai permasalahan pembangunan dengan tetap mempertimbangkan kondisi serta kemampuan keuangan daerah,” ujar Vickner.

Ia menegaskan, Pemkab Dairi berkomitmen menjaga keberlanjutan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan melalui pengelolaan fiskal yang sehat serta optimalisasi pendapatan daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, kemampuan fiskal daerah akan terus menjadi perhatian dalam penyusunan APBD karena seluruh program pembangunan bergantung pada pendapatan daerah yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah.

“Ketersediaan dana dalam APBD nantinya akan digunakan untuk mendukung fungsi pemerintahan, pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan,” katanya.

Vickner menjelaskan, arah kebijakan pembangunan tahun 2027 merupakan implementasi awal sekaligus fase konsolidasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Dairi 2025–2029.

Fokus pembangunan diarahkan pada pelaksanaan program hasil terbaik cepat (quick win), penguatan program strategis daerah, penataan kelembagaan, peningkatan kapasitas aparatur, harmonisasi regulasi, hingga penguatan kemitraan antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Di bidang pembangunan manusia, Pemkab Dairi menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan mutu pendidikan, derajat kesehatan masyarakat, penguatan karakter generasi muda, peningkatan literasi, kesetaraan gender, perlindungan anak, hingga terwujudnya keluarga berkualitas.

Sementara pada sektor ekonomi, pemerintah daerah akan memprioritaskan hilirisasi hasil pertanian dan sektor unggulan lainnya, penguatan riset, teknologi, inovasi, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Sasarannya meliputi peningkatan kesejahteraan petani dan pembudidaya perikanan, penguatan ketahanan pangan, peningkatan nilai tambah sektor perdagangan, serta pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dalam rancangan KUA-PPAS 2027, Pemkab Dairi menargetkan pendapatan daerah sebesar Rp1.168.083.379.000, sedangkan belanja daerah direncanakan mencapai Rp1.187.083.379.000.

Rapat paripurna tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Surung Charles Lamhot Bantjin, para staf ahli bupati, asisten, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Selanjutnya, dokumen KUA-PPAS akan dibahas bersama DPRD sebagai dasar penyusunan RAPBD Kabupaten Dairi Tahun Anggaran 2027. (rud/ila)

DAIRI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi mulai menyusun arah pembangunan dan kebijakan fiskal tahun depan. Bupati Dairi Ir Vickner Sinaga menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 dengan target pendapatan daerah mencapai Rp1,168 triliun.

Nota pengantar tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Dairi yang dipimpin Ketua DPRD Sabam Sibarani didampingi Wakil Ketua Halvensius Tondang dan Wanseptember Situmorang, Rabu (5/8).

Dalam pidatonya, Vickner mengatakan KUA-PPAS 2027 menjadi pedoman utama dalam penyusunan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027 sekaligus menjembatani arah pembangunan daerah dengan kemampuan fiskal yang dimiliki pemerintah daerah.

“KUA-PPAS ini merupakan respons kebijakan terhadap dinamika dan berbagai permasalahan pembangunan dengan tetap mempertimbangkan kondisi serta kemampuan keuangan daerah,” ujar Vickner.

Ia menegaskan, Pemkab Dairi berkomitmen menjaga keberlanjutan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan melalui pengelolaan fiskal yang sehat serta optimalisasi pendapatan daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, kemampuan fiskal daerah akan terus menjadi perhatian dalam penyusunan APBD karena seluruh program pembangunan bergantung pada pendapatan daerah yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah.

“Ketersediaan dana dalam APBD nantinya akan digunakan untuk mendukung fungsi pemerintahan, pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan,” katanya.

Vickner menjelaskan, arah kebijakan pembangunan tahun 2027 merupakan implementasi awal sekaligus fase konsolidasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Dairi 2025–2029.

Fokus pembangunan diarahkan pada pelaksanaan program hasil terbaik cepat (quick win), penguatan program strategis daerah, penataan kelembagaan, peningkatan kapasitas aparatur, harmonisasi regulasi, hingga penguatan kemitraan antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Di bidang pembangunan manusia, Pemkab Dairi menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan mutu pendidikan, derajat kesehatan masyarakat, penguatan karakter generasi muda, peningkatan literasi, kesetaraan gender, perlindungan anak, hingga terwujudnya keluarga berkualitas.

Sementara pada sektor ekonomi, pemerintah daerah akan memprioritaskan hilirisasi hasil pertanian dan sektor unggulan lainnya, penguatan riset, teknologi, inovasi, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Sasarannya meliputi peningkatan kesejahteraan petani dan pembudidaya perikanan, penguatan ketahanan pangan, peningkatan nilai tambah sektor perdagangan, serta pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dalam rancangan KUA-PPAS 2027, Pemkab Dairi menargetkan pendapatan daerah sebesar Rp1.168.083.379.000, sedangkan belanja daerah direncanakan mencapai Rp1.187.083.379.000.

Rapat paripurna tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Surung Charles Lamhot Bantjin, para staf ahli bupati, asisten, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Selanjutnya, dokumen KUA-PPAS akan dibahas bersama DPRD sebagai dasar penyusunan RAPBD Kabupaten Dairi Tahun Anggaran 2027. (rud/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru