Perubahan dunia kerja dan bisnis menuntut para profesional untuk terus memperbarui kompetensi. Pengalaman kerja tetap penting, tetapi kemampuan memimpin, membaca perubahan pasar, mengelola sumber daya dan mengambil keputusan strategis semakin menentukan perkembangan karier maupun keberlanjutan usaha.
Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Magister Manajemen Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia) di Medan menghadirkan pendidikan pascasarjana yang dirancang bagi ASN, pegawai swasta, manajer, pimpinan organisasi, wirausaha serta pelaku usaha mikro, kecil dan menengah.
Proses pembelajaran dikembangkan agar tetap akademis. Namun dekat dengan persoalan nyata yang dihadapi mahasiswa dalam pekerjaan dan pengelolaan bisnis. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USM Indonesia Owen De Pinto Simanjuntak kepada Sumut Pos di Medan, Kamis (10/9) mengatakan bahwa mahasiswa magister manajemen umumnya menjalankan beberapa peran sekaligus.
Disatu sisi mereka ingin meningkatkan kapasitas diri, sementara disisi lain tetap harus memenuhi tanggung jawab pekerjaan, organisasi, keluarga atau usaha. “Kami memahami bahwa mahasiswa magister manajemen bukan hanya datang untuk belajar. Mereka adalah para profesional dengan tanggung jawab yang beragam. Karena itu, pembelajaran dirancang profesional, aplikatif, fleksibel dan dekat dengan kebutuhan dunia kerja,” kata dekan.
Menurut Owen De Pinto Simanjuntak, fleksibilitas bukan berarti mengurangi mutu pembelajaran. Mahasiswa tetap diarahkan untuk memahami konsep manajemen secara mendalam, menganalisis studi kasus, berdiskusi mengenai persoalan organisasi dan menyusun alternatif keputusan berdasarkan pertimbangan yang logis dan bertanggung jawab.
Materi pembelajaran mencakup bidang bidang penting dalam pengelolaan organisasi dan bisnis. Antara lain manajemen strategi, pemasaran, keuangan, sumber daya manusia, kepemimpinan, inovasi dan pengambilan keputusan. Kombinasi antara teori dan pembahasan kasus membantu mahasiswa menghubungkan pengetahuan akademik dengan situasi yang mereka temui di lingkungan kerja.
Pendampingan akademik juga menjadi perhatian program studi. Dosen berupaya membangun komunikasi yang terbuka dan responsif ketika mahasiswa memerlukan penjelasan materi, berdiskusi mengenai tugas, membahas studi kasus atau berkonsultasi terkait mata kuliah. Termasuk melalui komunikasi di luar jadwal perkuliahan sesuai kebutuhan dan kesepakatan.
“Bagi kami, komunikasi dosen dan mahasiswa bukan sekadar bagian dari kegiatan di kelas, tetapi merupakan pendampingan akademik. Perkuliahan dapat selesai pada jadwalnya, namun proses belajar dan konsultasi tetap perlu memperoleh ruang,” ujar dekan.
Program Studi Magister Manajemen USM Indonesia menawarkan pilihan peminatan yang dapat disesuaikan dengan arah karier dan kebutuhan profesional mahasiswa. Peminatan pemasaran atau manajemen strategi memberi ruang untuk mendalami strategi pemasaran, perilaku konsumen, pemasaran digital, pengembangan bisnis, inovasi dan keunggulan bersaing.
Peminatan tersebut relevan bagi profesional di bidang pemasaran, manajer, pimpinan perusahaan, wirausaha dan pelaku UMKM yang ingin mengembangkan organisasi atau usaha secara lebih terarah serta berorientasi pada kebutuhan pasar.
Sementara itu, peminatan manajemen sumber daya manusia berfokus pada pengelolaan manusia sebagai aset strategis organisasi. Mahasiswa mempelajari perencanaan dan pengembangan SDM, kepemimpinan, kinerja, budaya organisasi, manajemen talenta serta strategi peningkatan kompetensi. Bidang ini relevan bagi ASN, praktisi sumber daya manusia, manajer dan pimpinan organisasi yang bertanggung jawab mengembangkan tim.
Melalui pembelajaran yang kontekstual, lanjut Owen De Pinto Simanjuntak, mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada penguasaan teori. Wawasan yang diperoleh dapat digunakan untuk mengevaluasi proses kerja, memperbaiki pengelolaan organisasi, menyusun strategi pemasaran, mengembangkan sumber daya manusia atau memperkuat usaha yang sedang dijalankan.
USM Indonesia juga memiliki layanan pusat karier yang berfokus pada kesiapan karier lulusan. Kehadiran layanan tersebut melengkapi proses pendidikan dengan perhatian terhadap pengembangan profesional mahasiswa dan lulusan.
Bagi masyarakat yang sedang mempertimbangkan studi lanjut, kata dekan, pendidikan magister manajemen dapat menjadi ruang untuk memperluas cara pandang dan memperkuat kemampuan manajerial. Sekaligus membangun jejaring dengan mahasiswa dari beragam latar belakang profesi.
“Keberagaman pengalaman di dalam kelas turut memperkaya diskusi dan membantu mahasiswa melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas,” terang Owen De Pinto Simanjuntak.
Ia menambahkan bahwa Program Studi Magister Manajemen USM Indonesia membuka kesempatan bagi para profesional yang ingin bertumbuh tanpa meninggalkan tanggung jawab utama mereka. “Informasi mengenai program studi dan pendaftaran dapat diakses melalui https://spmb.sari-mutiara.ac.id/program-studi-detail/detail/61101 atau layanan WhatsApp 0822-1720-1938,” rinci Owen De Pinto Simanjuntak. (dmp)

