Penyuap Anggota BNN Dituntut 2 Tahun Bui, Terdakwa Sebut Kasus Suap Settingan Anggota Polres Siantar

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Joko Susilo, selama 2 tahun penjara dalam sidang di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (29/7). Terdakwa dinyatakan bersalah, menyuap anggota BNN Siantar, Hino Mangiring Pasaribu. Sidang beragendakan pembelaan (pledoi) tersebut, Joko Susilo tetap membantah telah melakukan suap terhadap anggota BNN Siantar Hino Mangiring Pasaribu. […]

Lanjutkan..

Orang Kepercayaan Tamin Menyerahkan Diri

JAKARTA,SUMUTPOS.CO – Hadi Setiawan, orang kepercayaan Tamin Sukardi tersangka perantara suap terhadap hakim Adhoc Pengadilan Tipikor Medan Merry Purba, akhirnya menyerahkan diri. Hadi sempat diburu petugas KPK setelah operasi tangkap tangan (OTT) terhadap hakim ad hoc Pengadilan Tipikor Medan. Saat operasi tangkap tangan berlangsung, KPK mengamankan delapan orang. Namun, Hadi tak berada di wilayah Kota […]

Lanjutkan..

Eni Saragih Terima Suap, Rumah Dirut PLN Digeledah

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir, Minggu (15/7). Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, penggeledahan itu merupakan pengembangan kasus dugaan korupsi proyek PLTU Riau-I yang menyeret Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni M Saragih. “Ada penggeledahan di rumah Dirut PLN yang dilakukan sejak pagi […]

Lanjutkan..

Gubernur Bengkulu Ditangkap Bareng Istri

JAKARTA, SUMUTPOS.CO –  Bengkulu layak masuk zona merah rawan korupsi. Sebab, sepanjang dua minggu selama bulan Ramadan ini, sudah dua kasus dugaan rasuah terbongkar di wilayah tersebut. Yang terbaru, Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti bersama istrinya Lily Martiani Maddari diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lewat operasi tangkap tangan (OTT), Selasa (20/6). Pasangan suami istri tersebut tiba […]

Lanjutkan..

Yasonna & Chairuman Disebut-sebut Terima Fee E-KTP

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pusaran mega korupsi kartu tanda penduduk (KTP) elektronik (e-KTP) menyentuh sejumlah nama tokoh nasional. Tak ketinggalan, dua tokoh politik Sumut, Chairuman Harahap dan Yasona Laoly juga disebut-sebut  menerima aliran uang e-KTP yang jumlahnya puluhan miliar. Sejumlah nama besar yang juga masuk pusaran dugaan korupsi dengan kerugian negara sebesar  Rp 2,3 triliun tersebut. […]

Lanjutkan..