32 C
Medan
Thursday, April 3, 2025

Ubud Writers and Readers (UWRF) 2017 Hidupkan Ekonomi Ubud Bali

BALI, SUMUTPOS.CO -Gelaran Ubud Writers and Readers  (UWRF) 2017 bukan cuma mendongkrak sektor pariwisata. Event sastra berskala internasional ini sekaligus memutar roda ekonomi di Ubud selama 4 hari event ini berlangsung.

Sejak 2004, UWRF terbukti mampu meningkatkan angka kunjungan wisatawan asing dan domestik ke Bali . Terbukti, 2016 lalu, UWRF mampu menarik pengunjung sampai 30 ribu orang, dari dalam maupun luar negeri.

Berangkat dari sukses tahun-tahun lalu, Yayasan Mudra Swari Saraswati, selaku penggagas UWRF, melakukan inovasi agar gelaran ini semakin menguntungkan, bukan dari segi pariwisata , tetapi menghidupkan iklim bisnis di Ubud selama perhelatan ini.

Gelaran UWRF 2017 berbeda dari tahun -tahun lalu di mana panyelenggara membuka stand-stand pameran, mulai dari makanan, karya seni, sampai paket wisata di Bali . Panitia menjual tiket terusama UWRF dari US$ 400 untuk wisman dan Rp 600 ribu untuk wisnus.

Hasil penjualan tiket sangat menggiurkan, karena sampai H-1 penutupan, tercatat 4 ribu tiketterjual.  Selain menjual karcis masuk terusan UWRF, panitia juga menjual stand-stand pameran .

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuty menjelaskan, UWRF efeketif untuk menjaring wisatawan, terutama dari kalangan komunitas sastra. Event ini , menurut Esthy sekaligus memutar roda ekonomi selama festival.

โ€œSaya berharap, ke depan kemasan UWRF bisa lebih beragam. Seperti tahun ini, terdapat stand-stand pameran. Ide ini membuat bisnis wisata berjalan sehingga menumbuhkan perekonomian,โ€  ujar Esthy didampingi Kabid Promosi Wisata Buatan Kementrian Pariwisata, Ni Putu G. Gayatri.

Gayatri berharap,  โ€˜virusโ€™ sastra untuk mengembangkan potensi pariwisata seperti UWRF bisa menjangkiti daerah lain di Indonesia. โ€œBukan cuma di Bali, event ini  bisa digelar di daerah lain untuk mempromosikan potensi pariwisata dan menggerakkan perekonomian melalui sastra dan budaya,โ€ kata Gayatri.

BALI, SUMUTPOS.CO -Gelaran Ubud Writers and Readers  (UWRF) 2017 bukan cuma mendongkrak sektor pariwisata. Event sastra berskala internasional ini sekaligus memutar roda ekonomi di Ubud selama 4 hari event ini berlangsung.

Sejak 2004, UWRF terbukti mampu meningkatkan angka kunjungan wisatawan asing dan domestik ke Bali . Terbukti, 2016 lalu, UWRF mampu menarik pengunjung sampai 30 ribu orang, dari dalam maupun luar negeri.

Berangkat dari sukses tahun-tahun lalu, Yayasan Mudra Swari Saraswati, selaku penggagas UWRF, melakukan inovasi agar gelaran ini semakin menguntungkan, bukan dari segi pariwisata , tetapi menghidupkan iklim bisnis di Ubud selama perhelatan ini.

Gelaran UWRF 2017 berbeda dari tahun -tahun lalu di mana panyelenggara membuka stand-stand pameran, mulai dari makanan, karya seni, sampai paket wisata di Bali . Panitia menjual tiket terusama UWRF dari US$ 400 untuk wisman dan Rp 600 ribu untuk wisnus.

Hasil penjualan tiket sangat menggiurkan, karena sampai H-1 penutupan, tercatat 4 ribu tiketterjual.  Selain menjual karcis masuk terusan UWRF, panitia juga menjual stand-stand pameran .

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuty menjelaskan, UWRF efeketif untuk menjaring wisatawan, terutama dari kalangan komunitas sastra. Event ini , menurut Esthy sekaligus memutar roda ekonomi selama festival.

โ€œSaya berharap, ke depan kemasan UWRF bisa lebih beragam. Seperti tahun ini, terdapat stand-stand pameran. Ide ini membuat bisnis wisata berjalan sehingga menumbuhkan perekonomian,โ€  ujar Esthy didampingi Kabid Promosi Wisata Buatan Kementrian Pariwisata, Ni Putu G. Gayatri.

Gayatri berharap,  โ€˜virusโ€™ sastra untuk mengembangkan potensi pariwisata seperti UWRF bisa menjangkiti daerah lain di Indonesia. โ€œBukan cuma di Bali, event ini  bisa digelar di daerah lain untuk mempromosikan potensi pariwisata dan menggerakkan perekonomian melalui sastra dan budaya,โ€ kata Gayatri.

Artikel Terkait

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Terpopuler

Artikel Terbaru