Dikabarkan Menu MBG Basi, Satgas Dairi Sidak SPPG Karya Muda

DAIRI— Kabar adanya menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga basi dan ditolak sekolah penerima di Kabupaten Dairi langsung mendapat respons Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi.

Satuan Tugas (Satgas) MBG Dairi turun melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengevaluasi kelayakan makanan yang diproduksi dan didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karya Muda.

Persoalan itu mencuat setelah menu MBG yang didistribusikan SPPG Karya Muda di Desa Simungun, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, pada Selasa (1/9/2026) dikabarkan ditolak sekolah penerima manfaat karena diduga dalam kondisi basi.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Ketua Satgas MBG Dairi yang juga Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, melakukan sidak ke SPPG Karya Muda, Rabu (2/9/2026).

Dalam sidak tersebut, Wahyu meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi secara ketat terhadap kelayakan makanan yang diproduksi dan didistribusikan SPPG. Ia menegaskan, kualitas makanan MBG tidak boleh sampai mengancam kesehatan anak-anak penerima manfaat.

Wahyu juga meminta Kepala SPPG memperketat pengawasan terhadap seluruh personel yang terlibat, mulai dari relawan, ahli gizi hingga pihak mitra.

Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan MBG harus menempatkan keselamatan anak sebagai prioritas utama.

“Seluruh jajaran harus memosisikan diri sebagai orang tua yang mengkhawatirkan keselamatan anaknya sendiri, sehingga tidak ada kelalaian yang mengancam kesehatan siswa,” tegas Wahyu.

Ia menegaskan pemerintah daerah hadir untuk memastikan makanan yang diterima siswa benar-benar layak dikonsumsi. “Pemerintah daerah hadir untuk memastikan tidak ada satu pun siswa yang mengonsumsi makanan tidak layak,” katanya.

Wahyu meminta seluruh relawan mematuhi protokol higiene dalam setiap tahapan pengolahan makanan. Hal-hal mendasar seperti penggunaan sarung tangan dan masker, kata dia, tidak boleh diabaikan.

Selain proses pengolahan, kualitas bahan baku juga menjadi perhatian. Menurut Wahyu, bahan baku yang kualitasnya kurang baik dan disimpan terlalu lama berpotensi menurunkan kualitas makanan yang dihasilkan.

Karena itu, pemilihan bahan baku serta pengawasan terhadap jadwal pengolahan makanan diminta diperketat secara menyeluruh.

“Pemilihan bahan baku dan pengawasan jadwal pengolahan diinstruksikan untuk diperketat secara menyeluruh,” ujarnya.

Aspek sanitasi dan kelayakan fasilitas lingkungan SPPG juga turut menjadi sorotan. Pengelola SPPG Karya Muda diminta segera melengkapi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sebagai bagian dari pemenuhan standar fasilitas.

Tak berhenti di SPPG Karya Muda, Wahyu bersama rombongan kemudian memperluas pengawasan dengan mengunjungi SPPG Singkohorna di Desa Siboras, Kecamatan Silima Pungga Pungga.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan standar operasional dan kualitas pangan pada SPPG lainnya di Kabupaten Dairi berjalan sesuai ketentuan.

Koordinator Wilayah BGN Dairi, Pahlawan Nasution, mengatakan BGN menerapkan pengawasan secara ketat terhadap pelaksanaan program MBG. Salah satunya dengan mewajibkan pengarahan harian atau briefing sebelum kegiatan dimulai serta memastikan seluruh petugas mematuhi penggunaan alat pelindung diri (APD).

Pahlawan juga menekankan pentingnya sikap dan tanggung jawab seluruh relawan dalam menjalankan tugas. Mereka diminta bekerja dengan hati dan menempatkan keselamatan anak-anak sebagai tujuan utama, bukan semata-mata mengejar gaji ataupun menjalankan kewajiban. (rud/ila)

DAIRI— Kabar adanya menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga basi dan ditolak sekolah penerima di Kabupaten Dairi langsung mendapat respons Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi.

Satuan Tugas (Satgas) MBG Dairi turun melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengevaluasi kelayakan makanan yang diproduksi dan didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karya Muda.

Persoalan itu mencuat setelah menu MBG yang didistribusikan SPPG Karya Muda di Desa Simungun, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, pada Selasa (1/9/2026) dikabarkan ditolak sekolah penerima manfaat karena diduga dalam kondisi basi.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Ketua Satgas MBG Dairi yang juga Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, melakukan sidak ke SPPG Karya Muda, Rabu (2/9/2026).

Dalam sidak tersebut, Wahyu meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi secara ketat terhadap kelayakan makanan yang diproduksi dan didistribusikan SPPG. Ia menegaskan, kualitas makanan MBG tidak boleh sampai mengancam kesehatan anak-anak penerima manfaat.

Wahyu juga meminta Kepala SPPG memperketat pengawasan terhadap seluruh personel yang terlibat, mulai dari relawan, ahli gizi hingga pihak mitra.

Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan MBG harus menempatkan keselamatan anak sebagai prioritas utama.

“Seluruh jajaran harus memosisikan diri sebagai orang tua yang mengkhawatirkan keselamatan anaknya sendiri, sehingga tidak ada kelalaian yang mengancam kesehatan siswa,” tegas Wahyu.

Ia menegaskan pemerintah daerah hadir untuk memastikan makanan yang diterima siswa benar-benar layak dikonsumsi. “Pemerintah daerah hadir untuk memastikan tidak ada satu pun siswa yang mengonsumsi makanan tidak layak,” katanya.

Wahyu meminta seluruh relawan mematuhi protokol higiene dalam setiap tahapan pengolahan makanan. Hal-hal mendasar seperti penggunaan sarung tangan dan masker, kata dia, tidak boleh diabaikan.

Selain proses pengolahan, kualitas bahan baku juga menjadi perhatian. Menurut Wahyu, bahan baku yang kualitasnya kurang baik dan disimpan terlalu lama berpotensi menurunkan kualitas makanan yang dihasilkan.

Karena itu, pemilihan bahan baku serta pengawasan terhadap jadwal pengolahan makanan diminta diperketat secara menyeluruh.

“Pemilihan bahan baku dan pengawasan jadwal pengolahan diinstruksikan untuk diperketat secara menyeluruh,” ujarnya.

Aspek sanitasi dan kelayakan fasilitas lingkungan SPPG juga turut menjadi sorotan. Pengelola SPPG Karya Muda diminta segera melengkapi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sebagai bagian dari pemenuhan standar fasilitas.

Tak berhenti di SPPG Karya Muda, Wahyu bersama rombongan kemudian memperluas pengawasan dengan mengunjungi SPPG Singkohorna di Desa Siboras, Kecamatan Silima Pungga Pungga.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan standar operasional dan kualitas pangan pada SPPG lainnya di Kabupaten Dairi berjalan sesuai ketentuan.

Koordinator Wilayah BGN Dairi, Pahlawan Nasution, mengatakan BGN menerapkan pengawasan secara ketat terhadap pelaksanaan program MBG. Salah satunya dengan mewajibkan pengarahan harian atau briefing sebelum kegiatan dimulai serta memastikan seluruh petugas mematuhi penggunaan alat pelindung diri (APD).

Pahlawan juga menekankan pentingnya sikap dan tanggung jawab seluruh relawan dalam menjalankan tugas. Mereka diminta bekerja dengan hati dan menempatkan keselamatan anak-anak sebagai tujuan utama, bukan semata-mata mengejar gaji ataupun menjalankan kewajiban. (rud/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru