MEDAN, SumutPos.co– Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Ir H Tifatul Sembiring menekankan, karakter cinta damai merupakan identitas sekaligus kekuatan bangsa Indonesia dalam menjaga keutuhan negara. Hal tersebut ia sampaikan saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di hadapan puluhan ibu-ibu majelis taklim dan tokoh agama di Medan, Selasa (17/3).
Dalam paparannya, Tifatul menyebut, kerukunan yang terjaga di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya bukanlah hal yang instan, melainkan karakter asli yang sudah mengakar.
“Cinta damai sudah menjadi kebiasaan dan karakter orang Indonesia. Meskipun kita berbeda-beda, kita tetap rukun dan guyub. Ini adalah anugerah Allah SWT yang wajib kita jaga bersama,” ujar Tifatul.
Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) era Presiden SBY ini juga mengajak peserta menilik sejarah melalui Mosi Integral Mohammad Natsir tahun 1950. Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan bukti nyata bahwa para pendiri bangsa (founding fathers) telah menanamkan benih persatuan dalam bingkai NKRI sejak awal.

Ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan yang lahir dari rasa cinta damai berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. “Dengan cinta damai, rakyat merasa tenang menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga sosial. Hal ini tentu membuat kita semakin produktif sebagai bangsa,” tambahnya.
Dukungan Kemanusiaan untuk Palestina
Di sela pemaparan mengenai empat poin penting kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—Tifatul juga memberikan perhatian khusus pada isu kemanusiaan internasional. Ia mengajak peserta untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina.
“Kita tidak mau lagi ada kolonialisme di zaman modern ini. Dukungan bisa dalam bentuk materi, makanan, obat-obatan, maupun doa. Intinya, semangat anti-penjajahan harus tetap hidup,” tegas kader senior PKS tersebut.
Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan hangat dari warga Medan. Salah seorang peserta mengaku terkesan karena bisa berdialog langsung dengan wakil rakyatnya yang biasanya hanya terlihat di media sosial. “Senang bisa silaturahmi langsung, biasanya cuma lihat di medsos, sekarang bisa berjumpa dan mendengar langsung paparannya,” ungkapnya.
Melalui agenda ini, Tifatul berharap pemahaman masyarakat terhadap Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan tetap terjaga sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara. (adz)

